Anda di halaman 1dari 407

1 3 4 5 6 7 8 9

DATA GEOMETRIS JEMBATAN (Upper Structure) Notasi


Lebar jalan (jalur lalu-lintas kanan) b1
Lebar jalan (jalur lalu-lintas kiri) b2
Lebar trotoar ( pejalan kaki ) b3
Lebar Median b4
Lebar drainase b5
Lebar Sandaran b6
Lebar total jembatan bt
Lebar Deck slab b
Lebar Pelat Injak bi
Lebar Abutment Bx
Panjang Abutment By
Tinggi Abutment h.abt
Tebal genangan air hujan th
Tebal lapisan aspal + overlay ta
Tebal trotoar tt
Tebal Median hm
Tebal slab lantai jembatan ts
Tebal Deck slab h
Tebal Pelat Injak hi
Jarak antara tiang railling St
Tinggi girder prategang hb
Tinggi bidang samping jembatan ha
Jarak antara balok prategang S
Panjang bentang jembatan L

DATA GEOMETRIS JEMBATAN (Gelagar)


Panjang Gelagar Tengah
Jumlah Gelagar
Luas Balok Gelagar (Middle)
Jarak antar Gelagar
Tinggi Gelagar
Panjang Gelagar Pinggir
Jumlah Gelagar
Luas Balok Gelagar (end-of)
Jarak antar Gelagar
Tinggi Gelagar
Lebar Diafragma Pinggir
Jumlah
Tebal Diafragma
Luas Diafragma
Lebar Diafragma Tengah
Jumlah
Tebal Diafragma
Luas Diafragma

DATA GEOMETRIS JEMBATAN (Substructure aka Abutment)


Panjang Abutment
Lebar Abutment
Tinggi Abutment
Tebal Wing Wall
Panjang pelat injak

DATA MATERIAL BETON

Beton K-350 Notasi Formula


Mutu beton K
Kuat tekan beton fc' 0,83 * K/10
Modulus elastik Ec 4700 * fc'
Angka poison Ec / [2 * (1 + )
Modulus geser G
Koefisien muai panjang untuk beton,
Beton K-300 Notasi Formula
Mutu beton K
Kuat tekan beton fc' 0,83 * K/10
Modulus elastik Ec 4700 * fc'
Angka poison Ec / [2 * (1 + )
Modulus geser G
Koefisien muai panjang untuk beton,
Beton K-250 Notasi Formula
Mutu beton K
Kuat tekan beton fc' 0,83 * K/10
Modulus elastik Ec 4700 * fc'
Angka poison Ec / [2 * (1 + )
Modulus geser G
Koefisien muai panjang untuk beton,
Beton K-175 Notasi Formula
Mutu beton K
Kuat tekan beton fc' 0,83 * K/10
Modulus elastik Ec 4700 * fc'
Angka poison Ec / [2 * (1 + )
Modulus geser G
Koefisien muai panjang untuk beton,

DATA MATERIAL BAJA Notasi Formula


Untuk baja tulangan dengan > 12 mm U
Tegangan lelah baja, fy U*10
Untuk baja tulangan dengan > 12 mm U
Tegangan lelah baja, fy U*10
Untuk baja tulangan dengan < 12 mm U
Tegangan lelah baja, fy U*10
Modulus Elastisitas Baja Es

DATA PENGUJIAN TANAH TIMBUNAN Notasi Nilai Satuan


Berat Volume Ws 17.2 kN/m
Sudut Geser 35 (Degree)
Kohesi C 9 kPa
DATA PENGUJIAN TANAH ASLI (DASAR) Notasi Nilai Satuan
Berat Volume Ws 15.0 kN/m
Sudut Geser 27.0 (Degree)
Kohesi C 15.0 kPa
DATA PENGUJIAN TANAH ASLI (END) Notasi Nilai Satuan
Berat Volume Ws 18.5 kN/m
Sudut Geser 38 (Degree)
Kohesi C 55 kPa

DATA BERAT JENIS MATERIAL


Berat beton bertulang
Berat beton tidak bertulang (beton rabat)
Berat aspal
Berat jenis air
Berat baja

FAKTOR - FAKTOR PEMBEBENAN & KEKUATAN ABUTMENT


NO JENIS BEBAN Notasi
1 Faktor Beban Ultimit akibat berat sendiri KUMS
2 Faktor Beban Ultimit akibat beban mati tambahan KUMA
3 Faktor Beban Ultimit akibat beban Truck KUTT
a Faktor beban dinamis untuk pembebanan truk FBT
b Beban hidup pada lantai jembatan berupa beban PHT
roda ganda oleh oleh Truk
c Beban Truck PTT
5 Faktor Beban Ultimit akibat beban Angin KUWE
a Beban garis merata tambahan arah horizontal pada TEW
permukaan lantai jembatan akibat
b koefisien seret Cw
c kecepatan angin rencana Vw
d Bidang vertikal yang ditiup angin merupakan bidang h
samping kendaraan dengan tinggi 2 m
e Jarak antara roda kendaraan x
6 Faktor Beban Ultimit akibat Temperature KUET
a Temperatur rata - rata maksimum T max
b Temperatur rata - rata minimum T min
7 Faktor reduksi kekuatan lentur, f
8
Faktor ketergantungan waktu untuk beban mati
(jangka waktu > 5 tahun)
9 Faktor beban dinamis untuk beban hidup merata FBD
10 Faktor reduksi kekuatan geser, f
11 Faktor distribusi tegangan beton, b1
10 11 12
Jumlah Nilai Satuan
1 7.00 m'
1 8.00 m'
1 1.50 m'
1 1.00 m' b3 b1
2 0.25 m'
2 0.50 m'
1 18.50 m'
234 1.60 m' ta = 10 cm
3%
17.00 m'
Sandaran t = 30 cm

2
2 3.00 Deck Slab td = 7 cm

2 18.50 Girder

2 4.22 m'
1 0.05 m'
s s s
1 0.10 m'
1 0.30 m'
1 0.30 m'
1 0.20 m'
234 0.07 m'
2 0.25 m'
m'
10 1.25 m'
1 2.620 m'
9 1.85 m'
1 20.60 m'

Notasi Nilai Satuan


LG.mid 7.00 m'
n 10 bh
AG.mid 0.31650 m
S 1.85 m'
HG.mid 1.25 m'
LG.end 6.80 m'
n 10 bh
AG.end 0.4842 m
S 1.85 m'
HG.end 1.25 m'
B.D.edge 1.44 m'
n 18 bh
td.edge 0.30 m'
Ad.edge 1.496 m
B.D.mid 1.62 m'
n 27 bh
td.mid 0.20 m'
Ad.mid 1.655 m

Notasi Nilai Satuan


By 18.50 m'
Bx 3.000 m'
H 2.320 m'
hw 0.50 m'
Lpi 5.00 m'

Nilai Satuan
350 KN
29.05 Mpa
25332.08 Mpa
/ [2 * (1 + ) 0.2
10555.04 Mpa
0.00001 /C
Nilai Satuan
300 KN
24.9 Mpa
23452.95 Mpa
/ [2 * (1 + ) 0.2
9772.064 Mpa
0.00001 /C
Nilai Satuan
250 KN
20.75 Mpa
21409.52 Mpa
/ [2 * (1 + ) 0.2
8920.633 Mpa
0.00001 /C
Nilai Satuan
175 KN
14.525 Mpa
17912.49 Mpa
/ [2 * (1 + ) 0.2
7463.537 Mpa
0.00001 /C

350
300
250
175

Nilai Satuan List


39 Kg/cm 39
390 Mpa 32
32 Kg/cm 24
320 Mpa
24 Kg/cm
240 Mpa
200000 Mpa

Remark
hasil JLH tanah timbun
dari grafik
dari grafik
Remark
hub.sudut geser dalam vs berat isi tanah

grafik NSPT vs sudut geser

hub.sudut geser dalam vs berat isi tanah c=N/10

Remark
hub.sudut geser dalam vs berat isi tanah

grafik NSPT vs sudut geser

hub.sudut geser dalam vs berat isi tanah c=N/10

Jumlah Nilai Satuan


Wc 25 kN/m
W'c 24 kN/m
Wa 22 kN/m
Ww 9.8 kN/m
Ws 77 kN/m

Formula Nilai Satuan Remark


1.30 kN
2.00 kN
1.80 kN
30 %
112.50 kN Tekanan
gandar roda

(1 + FBT) * PHT 146.25 kN


1.20 kN
0,0012 * CW * (VW) kN/m
2

1.35 kN/m

1.25 (RSNI T-02-2005)

30 m/det (RSNI T-02-2005)

2.00 m'

1.75 m'
1.20 kN
40 C
15 C
0.80
= / (1 + 50 * r)

0.70
0.85
bt

b1 b3 b2 b3

CL abutmet

Median ( tm = 30 cm)
ta = 10 cm ts= 20 cm TROTOAR (tt= 30 cm)
3%
3%

Girder

Girder

hb

s s s s s s s s
b3

TROTOAR (tt= 30 cm)

ha

hb

s
UPPER STRUCTURE
Sandaran per 1.0 m
Parameter Berat Bagian Panjang Volume Berat Jenis
No
b (m) h (m) Shape m m kN/m
1 0.25 1.3 1 1 0.33 25
2 0.05 0.7 0.5 1 0.02 25
3 0.05 0.6 1 1 0.03 25
4 0.2 0.3 0.5 1 0.03 25
5 0.2 0.3 1 1 0.06 25
Total
Trotoar per 1.0 m
Parameter Berat Bagian Panjang Volume Berat Jenis
No
b (m) h (m) Shape m m kN/m
1 1.5 0.3 1 1 0.45 25

Air per 1.0 m


Parameter Berat Bagian Panjang Volume Berat Jenis
No
b (m) h (m) Shape m m kN/m
1 18.5 0.05 1 1 0.93 9.8

Aspal per 1.0 m


Parameter Berat Bagian Panjang Volume Berat Jenis
No
b (m) h (m) Shape m m kN/m
1 15 0.1 1 1 1.50 22

Median per 1.0 m


Parameter Berat Bagian Panjang Volume Berat Jenis
No
b (m) h (m) Shape m m kN/m
1 1 0.3 1 1 0.30 25

Slab per 1.0 m


Parameter Berat Bagian Panjang Volume Berat Jenis
No
b (m) h (m) Shape m m kN/m
1 18.5 0.2 1 1 3.70 25

Deck Slab per 1.0 m


Parameter Berat Bagian Panjang Volume Berat Jenis
No
b (m) h (m) Shape m m kN/m
1 1.6 0.07 1 1 0.11 25
End Girder per segment
Parameter Berat Bagian Panjang Volume Berat Jenis
No
Luas (m) m m kN/m
1 0.48420 6.80 3.29 25

Mid Girder1 per segment


Parameter Berat Bagian Panjang Volume Berat Jenis
No
Luas (m) m m kN/m
1 0.3165 7 2.22 25

Mid Girder2 per segment


Parameter Berat Bagian Panjang Volume Berat Jenis
No
Luas (m) m m kN/m
1 0.3165 7 2.22 25

Side Diafragma per Unit


Parameter Berat Bagian Tebal Volume Berat Jenis
Luas (m) m m kN/m
1 1.4962 0.3 0.45 25

Mid Diafragma per Unit


Parameter Berat Bagian Tebal Volume Berat Jenis
No
Luas (m) m m kN/m
1 1.6551 0.2 0.33 25

SUBSTRUCTURE

Abutment per 1.0 m


Parameter Berat Bagian Panjang Volume Berat Jenis
No
b (m) h (m) Shape m m kN/m
1 0.3 0.6 1 1 0.18 25
2 0.6 1.070 1 1 0.64 25
3 1.45 0.4 1 1 0.58 25
4 0.45 0.25 0.5 1 0.06 25
5 1.00 0.85 1 1 0.85 25
6 1.00 0.3 1 1 0.30 25
7 1 0.3 0.5 1 0.15 25
8 1 0.3 0.5 1 0.15 25
9 3 1 1 1 3.00 25
Totals
Wing Wall
Parameter Berat Bagian Panjang Volume Berat Jenis
No
b (m) h (m) Shape m m kN/m
10 2.7 0.6 1 0.5 0.81 25
11 2.4 1.72 1 0.5 2.06 25
12 0.45 0.25 0.5 0.5 0.03 25
13 0.45 0.6 1 0.5 0.14 25
14 0.55 0.6 1 0.5 0.17 25
15 1 0.3 0.5 0.5 0.08 25
16 1.85 0.9 0.5 0.5 0.42 25
Totals
Soil
Parameter Berat Bagian Panjang Volume Berat Jenis
No
b (m) h (m) Shape m m kN/m
17 0.85 0.6 1 1 0.51 17.2
18 0.55 2.320 1 1 1.28 17.2
19 0.45 0.25 0.5 1 0.06 17.2
20 0.45 0.6 1 1 0.27 17.2
21 1.0 0.3 0.5 1 0.15 17.2

Lateral Stop Block


Parameter Berat Bagian Tebal Volume Berat Jenis
No
b (m) h (m) Shape m m kN/m
0.6 0.25 1 0.85 0.13 25
Berat
kN
8.13
0.44
0.75
0.75
1.50
11.56

Berat
kN
11.25
11.25

Berat
kN
9.07
9.07

Berat
kN
33.00
33.00

Berat
kN
7.50
7.50

Berat
kN
92.50
92.50

Berat
kN
2.80
2.80
Berat
kN
82.31
82.31

Berat
kN
55.39
55.39

Berat
kN
55.39
55.39

Berat
kN
11.22
11.22

Berat
kN
8.28
8.28

Berat Lengan X,Y


kN Xn Yn
4.50 0.500 3.920
16.05 0.650 3.085
14.50 0.225 2.350
1.41 0.650 1.967
21.25 - 1.725
7.50 - 1.150
3.75 0.833 1.100
3.75 0.833 1.100
75.00 - 0.500
147.71
Berat Lengan X,Y
kN Xn Yn
20.25 2.000 3.320
51.60 2.150 2.760
0.70 0.800 1.983
3.38 0.725 1.600
4.13 1.775 1.600
1.88 1.167 1.200
10.41 2.117 1.600
92.33

Berat Lengan X,Y


kN Xn Yn
8.77 1.075 3.920
21.95 1.225 2.460
0.97 0.800 1.983
4.64 0.725 1.600
2.58 1.167 1.200
38.91

Berat Lengan X,Y


kN Xn Yn
3.19 - 2.675
3.19
PERHITUNGAN SLAB LANTAI JEMBATAN
JEMBATAN SEI ROTAN, KAB. DELI SERDANG, MEDAN - SUMUT
REFRENSI :
1 Pembebanan Untuk Jembatan (SK. SNI T-02-2005)
2 Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan (SK. SNI T-12-2004)
3 Perencanaan Struktur Baja untuk Jembatan (SK. SNI T-03-2005
4 Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Jembatan (SNI 2833 : 2008)
5 Manual Perencanaan Pondasi Pada Jembatan (23/BM/2011)
6 Manual Perencanaan Struktur Beton Pratekan untuk Jembatan (021/BM/2011)

A. DATA SLAB LANTAI JEMBATAN

bt
b4 b1 b4 b2 b3

SANDARAN

Deck Slab td = 7 cm
Median ( tm = 30 cm)
TROTOAR (tt= 30 cm) ts= 20 cm ta = 10 cm
3%
3%
ha

Girder
hb
Girder

s s s s s s s s s

Gambar 1 : Penampang Melintang Jembatan

1. DATA GEOMETRIS JEMBATAN


Tebal slab lantai jembatan ts = h = 0.20
Tebal lapisan aspal + overlay ta = 0.10
Tebal genangan air hujan th = 0.05
Jarak antara balok prategang S= 1.85
Lebar jalan (jalur lalu-lintas kanan) b1 = 7.00
Lebar jalan (jalur lalu-lintas kiri) b2 = 8.00
Lebar trotoar ( pejalan kaki ) b3 = 1.50
Lebar Median b4 = 1.00
Lebar drainase bd = 0.25
Lebar total jembatan bt = 18.50
Panjang bentang jembatan L= 20.60

2. DATA MATERIAL
a. BETON
Mutu beton : K - 350
Kuat tekan beton fc' = 0,83 * K/10 = 29.05

Slab Lantai Page 17


Modulus elastik Ec = 4700 * fc' = 25332.0844
Angka poison = 0.2
Modulus geser G = Ec / [2 * (1 + ) = 10555.0352
Koefisien muai panjang untuk beton, = 0.00001

Slab Lantai Page 18


b. BAJA
Mutu baja :
Untuk baja tulangan dengan > 12 mm : U - 39
Tegangan lelah baja, fy = U * 10 390
Untuk baja tulangan dengan < 12 mm : U - 24
Tegangan lelah baja, fy = U * 10 240

c. BERAT JENIS (Specific Gravity)


Specific Gravity kN/m3
Berat beton bertulang Wc = 25.00
Berat beton tidak bertulang (beton rabat) W'c = 24.00
Berat aspal Wa = 22.00
Berat jenis air Ww = 9.80
Berat baja Ws = 77.00

I. ANALISA BEBAN SLAB LANTAI JEMBATAN


Ditinjau Slab lantai jembatan selebar 1,00 m pada arah memanjang jembatan.
1. BERAT SENDIRI (MS)
Faktor beban ultimit : KUMS 1.30

Tebal Berat Beban


No. Jenis Beban
(m) (kN/m ) 3
kN/m
1 Lantai jembatan 0.20 25.00 5.000
Beban sendiri : QMA = 5.000 kN/m

2. BEBAN MATI TAMBAHAN (MA)


Faktor beban ultimit : KUMA = 2.00

Tebal Berat Beban


No. Jenis Beban
(m) (kN/m ) 3
kN/m
1 Lapisan aspal + overlay 0.10 22.00 2.200
2 Air hujan 0.05 9.80 0.490
Beban mati tambahan : QMA = 2.690 kN/m

3. BEBAN TRUK "T" (TT)


Faktor beban ultimit : KUTT = 1.80

Beban hidup pada lantai jembatan,


Panjang Jembatan, L= 20.60
Faktor beban dinamis untuk pembebanan truk diambil, FBT = 30

Slab Lantai Page 19


Beban hidup pada lantai jembatan berupa beban roda ganda oleh oleh Truk
(beban truk) yang besarnya : PHT = 112.50
Beban truk menjadi, PTT = (1 + FBT) * PHT = 146.25

Slab Lantai Page 20


Gambar 2 : Tekanan gandar roda

4. BEBAN ANGIN (EW)


Faktor beban ultimit : KUEW = 1.20
Beban garis merata tambahan arah horizontal pada permukaan lantai jembatan akibat
angin yag meniup kendaraan di atas jembatan dihitung dengan rumus :

TEW = 0,0012 * CW * (VW)2 kN/m


dengan,
Cw = koefisien seret = 1.25
Vw = kecepatan angin rencana = 30 m/det (RSNI T-02-2005)
TEW = 0,0012 * CW * (VW)2 = 1.350 kN/m

Gambar 3 : Beban angin yang meniup bidang samping kendaraan

Bidang vertikal yang ditiup angin merupakan bidang samping kendaraan dengan tinggi
2,00 m di atas lantai jembatan. h= 2.00
Jarak antara roda kendaraan x= 1.75
Transfer beban angin ke lantai jembatan, PEW = [ 1/2 * h / x * TEW]= 0.771

Slab Lantai Page 21


5. PENGARUH TEMPERATUR (ET)
Faktor beban ultimit : KUET = 1.20
Untuk memperhitungkan tegangan maupun deformasi struktur yang timbul akibat
pengaruh temperatur, diambil perbedaan temperatur yang besarnya setengah dari
selisih antara temperatur maksimum dan temperatur minimum rata - rata pada lantai
jembatan.
Temperatur rata - rata maksimum T max = 40
Temperatur rata - rata minimum T min = 15
Perbedaan temperatur pada slab, DT = (Tmax - Tmin)/2 = 12.50
Kuat tekan beton fc' = 29.1
Koefisien muai akibat temp. untuk fc' = 24,9 MPa = 0.00001
Modulus elastisitas untuk fc' = 24,9 MPa Ec = 4700 * fc' = 25332.0844

6. MOMEN PADA SLAB LANTAI JEMBATAN


Formasi pembebanan slab untuk mendapatkan momen maksimum pada bentang menerus dilakukan
seperti pada gambar berdasarkan metode Persamaan Tiga Momen. Jumlah medan yang banyak
dapat disederhanakan menjadi hanya 4 (empat) medan saja yang ditinjau.

a. Akibat berat sendiri (QMS)

Gambar 4 : Nilai momen lapangan dan tumpuan akibat berat sendiri pada slab lantai jembatan

Berat sendiri, QMS = 5.00


Jarak Gelagar, S= 1.85
Momen tumpuan maksimum, MMST = 1/12 * QMS * S2 = 1.426
Momen lapangan maksimum, MMS = 1/24 * QMS * S =
L 2
0.7130

b. Akibat beban mati tambahan (QMA)

Slab Lantai Page 22


Gambar 5 : Nilai momen lapangan dan tumpuan akibat beban mati tambahan pada slab lantai jembatan

Slab Lantai Page 23


Berat mati tambahan, QMA = 2.69
Jarak Gelagar, S= 1.85
Momen tumpuan maksimum, MMA = 5/48 * QMA * S =
T 2
0.959
Momen lapangan maksimum, MMA = 5/96 * QMA * S =
L 2
0.1289

c. Akibat beban Truk (PTT)

Gambar 5 : Nilai momen lapangan dan tumpuan akibat beban PTT dan PEW pada slab lantai jembatan

Beban truk T, PTT = 146.25


Jarak Gelagar, S= 1.85
Momen tumpuan maksimum, MTT = 5/32 * PTT * S =
T
42.2754
Momen lapangan maksimum, M TT
L
= 9/64 * PTT * S = 38.0479

d. Akibat beban angin (PEW)


Lihat gambar 6 diatas,
Beban kondisi ultimit, PEWU = 0.7714
Jarak Gelagar, S= 1.85
Momen tumpuan maksimum, MEW TU
= 5/32 * PTT * S = 0.2230
Momen lapangan maksimum, MEWLU = 5/32 * PTT * S = 0.2007

e. Akibat pengaruh temperatur (PET)


Ditinjau selebar, b= 1.000
Momen inertia lantai beton, I = 1/12 * b * h * =
3 666666666.7

Koefisien muai akibat temp. untuk fc' = 29,05 MPa = 0.000010


Modulus elastisitas untuk fc' = 29,05 MPa Ec = 4700 * fc' = 25332.0844
Tebal slab lantai jembatan, ts = h = 200
Lihat gambar 6 :
Momen tumpuan maksimum, METT =1/4 * DT * a * E*I/h = 2.6388

Slab Lantai Page 24


Gambar 6 : Nilai momen tumpuan akibat pengaruh temperatur pada slab lantai jembatan

Slab Lantai Page 25


Lihat gambar 7 :
Momen lapangan maksimum, METL =7/8 * DT * a * E*I/h = 9.2357

Gambar 7 : Nilai momen lapangan akibat pengaruh temperatur pada slab lantai jembatan

f. Kombinasi Momen
Kombinasi momen dilakukan dengan merujuk pada tabel 40 RSNI T-02-2005,
seperti berikut ini :

Slab Lantai Page 26


f1). Rekapitulasi Momen Lapangan dan Tumpuan Pada Slab Lantai Jembatan

Momen Momen
Faktor Daya Keadaan
No. Jenis Beban Lapangan Tumpuan
Beban Layan Ultimit
kNm' kNm'
1 Berat Sendiri KMS 1.00 1.30 0.7130 1.4260
2 Beban Mati Tambahan KMA 1.00 2.00 0.1289 0.9590
3 Beban Truk " T " KTT 1.00 1.80 38.0479 42.2754
4 Pengaruh Temperatur KET 1.00 1.20 9.2357 2.6388
5 Beban Angin KEW 1.00 1.20 0.2007 0.2230

f2). KOMBINASI - 1 (Momen Lapangan)


Kondisi
Faktor Beban
Momen Layan
No. Jenis Beban Lapangan Aksi MS Aksi
Layan Ultimit kNm' Lapangan
kNm'
1 Berat Sendiri 1.00 1.30 0.7130 X KBL 0.7130 X KBU
2 Beban Mati Tambahan 1.00 2.00 0.1289 X KBL 0.1289 X KBU
3 Beban Truk " T " 1.00 1.80 38.0479 X KBL 38.0479 X KBU
4 Pengaruh Temperatur 1.00 1.20 9.2357 o KBL 9.2357 o KBL
5 Beban Angin 1.00 1.20 0.2007
Total momen = S 48.1254 S

f3). KOMBINASI - 1 (Momen Tumpuan)


Kondisi
Faktor Beban
Momen Layan
No. Jenis Beban Tumpuan Aksi MS Aksi
Layan Ultimit kNm' Tumpuan
kNm'
1 Berat Sendiri 1.00 1.30 1.4260 X KBL 1.4260 X KBU
2 Beban Mati Tambahan 1.00 2.00 0.9590 X KBL 0.9590 X KBU
3 Beban Truk " T " 1.00 1.80 42.2754 X KBL 42.2754 X KBU
4 Pengaruh Temperatur 1.00 1.20 2.6388 o KBL 2.6388 o KBL
5 Beban Angin 1.00 1.20 0.2230
Total momen = S 47.2992 S

f4). KOMBINASI - 2 (Momen Lapangan)


Kondisi
Faktor Beban
Momen Layan
No. Jenis Beban Lapangan Aksi MS Aksi
Layan Ultimit kNm'
Lapangan
kNm'
1 Berat Sendiri 1.00 1.30 0.7130 X KBL 0.7130 X KBU
2 Beban Mati Tambahan 1.00 2.00 0.1289 X KBL 0.1289 X KBU
3 Beban Truk " T " 1.00 1.80 38.0479 o KBL 38.0479 o KBU
4 Pengaruh Temperatur 1.00 1.20 9.2357 0,7 KBL 6.4650
5 Beban Angin 1.00 1.20 0.2007

Slab Lantai Page 27


Total momen : S 45.3547 S

Slab Lantai Page 28


f5). KOMBINASI - 2 (Momen Tumpuan)
Kondisi
Faktor Beban
Layan
Momen
No. Jenis Beban Lapangan Aksi MS Aksi
Layan Ultimit kNm'
Lapangan
kNm'
1 Berat Sendiri 1.00 1.30 1.4260 X KBL 1.4260 X KBU
2 Beban Mati Tambahan 1.00 2.00 0.9590 X KBL 0.9590 X KBU
3 Beban Truk " T " 1.00 1.80 42.2754 o KBL 42.2754 o KBU
4 Pengaruh Temperatur 1.00 1.20 2.6388 0,7 KBL 1.8471
5 Beban Angin 1.00 1.20 0.2230
Total momen = S 46.5076 S

f6). KOMBINASI - 3 (Momen Lapangan)


Kondisi
Faktor Beban
Momen Layan
No. Jenis Beban Lapangan Aksi MS Aksi
kNm'
Layan Ultimit Lapangan
kNm'
1 Berat Sendiri 1.00 1.30 0.7130 X KBL 0.7130 X KBU
2 Beban Mati Tambahan 1.00 2.00 0.1289 X KBL 0.1289 X KBU
3 Beban Truk " T " 1.00 1.80 38.0479 o KBL 38.0479 o KBU
4 Pengaruh Temperatur 1.00 1.20 9.2357 X KBL 9.2357
5 Beban Angin 1.00 1.20 0.2007 0,7 KBL 0.1405
Total momen = S 48.2659 S

f7). KOMBINASI - 3 (Momen Tumpuan)

Kondisi
Faktor Beban
Layan
Momen
No. Jenis Beban Lapangan Aksi Aksi
MS
kNm'
Layan Ultimit Lapangan
kNm'
1 Berat Sendiri 1.00 1.30 1.4260 X KBL 1.4260 X KBU
2 Beban Mati Tambahan 1.00 2.00 0.9590 X KBL 0.9590 X KBU
3 Beban Truk " T " 1.00 1.80 42.2754 o KBL 42.2754 o KBU
4 Pengaruh Temperatur 1.00 1.20 2.6388 X KBL 2.6388
5 Beban Angin 1.00 1.20 0.2230 0,7 KBL 0.1561
Total momen = S 47.4553 S

7. PEMBESIAN SLAB LANTAI JEMBATAN


Perencanaan berdasarkan Beban dan Kekuatan Terfaktor (PBKT) atau kondisi ultimit.
7.1. TULANGAN LAPANGAN (Tulangan Lentur Positif)
Momen rencana lapangan : Mu = 78.9064
Mutu beton : K - 350 Kuat tekan beton, fc' = 29.05

Slab Lantai Page 29


Mutu baja : U - 39 Tegangan leleh baja, fy = 390
Tebal slab lantai jembatan, h = ts = 200
Jarak tulangan antara sisi luar beton, d' = 30
Modulus elastisitas baja, Es = 200000

Slab Lantai Page 30


Faktor bentuk distribusi tegangan beton, 1 = 0.85
b = 1* 0,85 * fc'/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.032616
Rmax = 0,75 * b * fy * [1 * 0,75 * b * fy / ( 0,85 * fc' )] = 7.697275
Faktor reduksi kekuatan lentur, f= 0.80
Momen rencana ultimit, Mu = 78.9064
Tebal efektif slab lantai jembatan, d = h - d' = 170
Ditinjau beton selebar 1,00 m, b= 1000
Momen nominal rencana, Mn = Mu / f = 98.6330
Faktor tahanan momen, Rn = Mn * 10 / (b * d ) =
6 2
3.4129
Rn < Rmax (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan :
= 0,85 * fc' / fy * [ 1 - * [1 2 * Rn / ( 0,85 * fc' ) ] = 0.009457
Rasio tulangan minimum, min = 25% * (1,4 / fy) = 0.000897
Rasio tulangan yang digunakan, = 0.009457
Luas tulangan yang diperlukan, As = * b * d = 1607.755
Diameter tulangan yang digunakan, D 16
Jarak tulangan yang diperlukan, s = p/4 * D2 * b / As = 125.058
Digunakan tulangan, D 16 Jarak 100
As = p/4 * D * b / s = 2010.619
2

As>As' (OK..!!)

Tulangan bagi / susut arah memanjang diambil 50 % dari tulangan pokok,


As' = 50% * As = 803.877
Diameter tulangan yang digunakan, D 13
Jarak tulangan yang diperlukan, s = p/4 * D2 * b / As = 165.115
Digunakan tulangan, D 13 Jarak 150
As = p/4 * D * b / s =
2
884.882
As>As' (OK..!!)

7.2. TULANGAN TUMPUAN (Tulangan Lentur Negatif)


Momen rencana tumpuan : Mu = 82.5063
Mutu beton : K - 350 Kuat tekan beton, fc' = 29.05
Mutu baja : U - 39 Tegangan leleh baja, fy = 390
Tebal slab lantai jembatan, h = ts = 200
Jarak tulangan antara sisi luar beton, d' = 30
Modulus elastisitas baja, Es = 200000
Faktor bentuk distribusi tegangan beton, 1 = 0.85
b = 1* 0,85 * fc'/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.032616
Rmax = 0,75 * b * fy * [1 * 0,75 * b * fy / ( 0,85 * fc' )] = 7.697275
Faktor reduksi kekuatan lentur, f= 0.80
Momen rencana ultimit, Mu = 82.5063
Tebal efektif slab lantai jembatan, d = h - d' = 170
Ditinjau beton selebar 1,00 m, b= 1000
Momen nominal rencana, Mn = Mu / f = 103.1329

Slab Lantai Page 31


Faktor tahanan momen, Rn = Mn * 106 / (b * d2) = 3.5686
Rn < Rmax (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan :
= 0,85 * fc' / fy * [ 1 - * [1 2 * Rn / ( 0,85 * fc' ) ] = 0.009929
Rasio tulangan minimum, min = 25% * (1,4 / fy) = 0.000897
Rasio tulangan yang digunakan, = 0.009929
Luas tulangan yang diperlukan, As = * b * d = 1687.896

Slab Lantai Page 32


Diameter tulangan yang digunakan, D 16
Jarak tulangan yang diperlukan, s = p/4 * D * b / As =
2
119.120
Digunakan tulangan, D 16 Jarak 100
As = p/4 * D * b / s = 2010.619
2

As>As' (OK..!!)

Tulangan bagi / susut arah memanjang diambil 50 % dari tulangan pokok,


As' = 50% * As = 843.948
Diameter tulangan yang digunakan, D 13
Jarak tulangan yang diperlukan, s = p/4 * D2 * b / As = 157.275
Digunakan tulangan, D 13 Jarak 150
As = p/4 * D * b / s =
2
884.882
As>As' (OK..!!)

8. KONTROL LENDUTAN SLAB LANTAI JEMBATAN


Mutu beton : K - 350 Kuat tekan beton, fc' = 29.05
Mutu baja : U - 39 Tegangan leleh baja, fy = 390
Modulus elastisitas beton, Ec = 4700 * fc' = 25332.08
Modulus elastisitas baja, Es = 200000
Tebal slab lantai jembatan, h = ts = 200
Jarak tulangan antara sisi luar beton, d' = 30
Tebal efektif slab lantai jembatan, d = h - d' = 170
Luas tulangan slab lantai jembatan, As = 2010.619
Panjang bentang slab, Lx = 1.850 m = 1850
Ditinjau slab selebar, b= 1.000 m = 1000
Beban terpusat truk, P = PTT = 146.250
Beban merata, Q = PMS + PMA = 7.690
Lendutan total yang terjadi (dtot) harus < Lx / 240 = 7.708
Inersia brutto penampang slab, Ig = 1/12 * b * h3 = 666666666.7

Modulus keruntuhan lentur beton, fr = 0,7 * fc' = 3.773


Nilai perbandingan modulus elastis, n = Es / E c = 7.895
n * As = 15874.093
Jarak garis netral terhadap sisi beton atas, c = n * As / b = 15.874
Inersia penampang retak yang ditransformasikan ke beton dihitung sbb :
Icr = 1/3 * b * c3 + n * As * (d - c)2 = 378419179

yt = h/2 = 100
Momen retak, Mcr = fr * Ig / yt = 25152424
Momen maksimum akibat beban (tanpa beban faktor) :
Momen retak, Ma = 1/8 * Q * Lx2 + 1/4 * P * Lx = 70.931
Ma = 70930503
Inersia efektif untuk perhitungan lendutan,
IE = (Mcr / Ma)3 * Ig + [ 1 - (Mcr / Ma)3 ] * Icr = 391272222

Lendutan elastis seketika akibat beban mati dan beban hidup,


Q= 7.690 Nmm P= 146250 N

Slab Lantai Page 33


de = 5/384 * Q * Lx4 / (Ec / IE) + 1/48 * P * Lx3 / (Ec*IE) = 2.0647
Rasio tulangan slab lantai jembatan : r = As / (b * d) = 0.0118
Faktor ketergantungan waktu untuk beban mati (jangka waktu > 5 tahun), nilai :

Slab Lantai Page 34


z= 2.0
l = z / (1 + 50 * r) = 1.2568
Lendutan jangka panjang akibat rangkak dan susut :
dg = l * 5/384 * Q * Lx4 / (Ec * IE) = 0.1487
Lendutan total pada slab lantai jembatan :
Lx / 240 = 7.7083
dtot = de + dg = 2.2134
< Lx/240 (Aman)OK
9. KONTROL TEGANGAN GESER PONS

Gambar 8 : Bidang geser pons pada slab lantai jembatan

Mutu beton : K - 350 Kuat tekan beton, fc' = 29.05


Tekanan gandar roda, PTT = 146.250
Faktor reduksi kekuatan geser, f= 0.70
a= 200 mm b= 500 mm
ta = 100 mm ts = h = 200 mm
u = a + ta + ta + 1/2 * h + 1/2 * h = a + 2 * ta + h = 600
v = b + ta + ta + 1/2 * h + 1/2 * h = b + 2 * ta + h = 900
b'=2*u+2*v= 3000
Tebal efektif slab lantai jembatan, d = h - d' = 170
Luas bidang geser, Apons = b' * d = 510000
Kekuatan nominal slab lantai tehadap geser tanpa tulangan geser :
Vc = 1/6 * fc' * b' * d = 458.133
Kekuatan geser terfaktor, Vu = f * Vc = 320.693
> PTT=146,250 kN (Aman)

Slab Lantai Page 35


II. PERHITUNGAN SLAB TROTOAR
1. BERAT SENDIRI TROTOAR

50

200 1500

2
1
300

4
3
300

5 10

9 o
6 7 8

70
750 300 950

2000

Gambar 10 : Penampang melintang trotoar

Panjang bentang jembatan L= 20.60


Berat beton bertulang, Wc = 25.000

Berat sendiri trotoar untuk panjang, L = 20.60 m


Parameter Berat Bagian Panjang Berat Lengan Momen
NO.
b (m) h (m) Shape m (kN) x (m) (kNm)
1 0.250 1.300 1.00 20.60 167.375 1.875 313.828
2 0.050 0.700 0.50 20.60 9.013 1.733 15.622
3 0.050 0.600 1.00 20.60 15.450 1.725 26.651
4 0.200 0.300 0.50 20.60 15.450 1.633 25.235
5 0.200 0.300 1.00 20.60 30.900 1.600 49.440
6 0.750 0.070 0.50 20.60 13.519 1.500 20.278
7 0.300 0.070 1.00 20.60 10.815 1.100 11.897
8 0.950 0.070 1.00 20.60 34.248 0.475 16.268
9 2.000 0.200 1.00 20.60 206.000 1.000 206.000
10 1.500 0.300 1.00 20.60 231.750 0.750 173.813
11 - - - -
12 - - - -
13 - - - -
14 - - - -
15 - - - -
16 - - - -
Berat total = 734.519 859.031

Slab Lantai Page 36


Berat sendiri trotoar per meter lebar, P MS = 35.656 MMS = 41.701

Slab Lantai Page 37


2. BEBAN HIDUP PADA PEDESTRIAN
H1 = 0,75 kN/m

P = 20 kN

1339
q = 5 kPa

H2 = 1,50 kN/m

339
o

2000

Gambar 11 : Penampang melintang trotoar

Gaya Lengan Momen


No. Jenis Beban
(kN) (m) (kNm)
1 Beban horizontal pada railling (H1) 0.75 1.339 1.004
2 Beban horizontal pada kerb (H2) 1.50 0.339 0.509
3 Beban vertikal terpusat (P) 20.00 0.750 15.000
4 Beban vertikal merata = q * b2 7.50 0.750 5.625
Momen akibat beban hidup pada pedesterian : MTP = 22.138

3. MOMEN ULTIMIT RENCANA SLAB TROTOAR

Faktor beban ultimit untuk berat sendiri pedestrian, KMS = 1.3


Faktor beban ultimit untuk beban hidup merata pedestrian, KTP = 2.0
Momen akibat berat sendiri pedestrian, MMS = 41.701
Momen akibat beban hidup pedestrian, MTP = 22.138
Momen ultimit rencana slab trotoar, Mu + KMS * MMS + KTP * MTP = 98.486

4. PEMBESIAN SLAB TROTOAR


Mutu beton : K - 300 Kuat tekan beton, fc' = 24.90
Mutu baja : U - 32 Tegangan leleh baja, fy = 320
Tebal slab beton, h = tt = 300
Jarak tulangan antara sisi luar beton, d' = 30
Modulus elastisitas baja, Es = 200000
Faktor bentuk distribusi tegangan beton, 1 = 0.85
b = 1* 0,85 * fc'/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.036665
Rmax = 0,75 * b * fy * [1 * 0,75 * b * fy / ( 0,85 * fc' )] = 6.970319
Faktor reduksi kekuatan lentur, f= 0.80
Faktor reduksi kekuatan geser, f= 0.70

Slab Lantai Page 38


Momen rencana ultimit, Mu = 98.4862
Tebal efektif slab beton, d = h - d' = 270
Ditinjau beton selebar 1,00 m, b= 1000
Momen nominal rencana, Mn = Mu / f = 123.1077
Faktor tahanan momen, Rn = Mn * 106 / (b * d2) = 1.6887
Rn < Rmax (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan :
= 0,85 * fc' / fy * [ 1 - * [1 2 * Rn / ( 0,85 * fc' ) ] = 0.005506
Rasio tulangan minimum, min = 25% * (1,4 / fy) = 0.001094
Rasio tulangan yang digunakan, = 0.005506
Luas tulangan yang diperlukan, As = * b * d = 1486.747
Diameter tulangan yang digunakan, D 16
Jarak tulangan yang diperlukan, s = p/4 * D * b / As =
2
135.236
Digunakan tulangan, D 16 Jarak 100
As = p/4 * D * b / s = 2010.619
2

As>As' (OK..!!)

Tulangan bagi / susut arah memanjang diambil 50 % dari tulangan pokok,


As' = 50% * As = 743.373
Diameter tulangan yang digunakan, D 13
Jarak tulangan yang diperlukan, s = p/4 * D2 * b / As = 178.554
Digunakan tulangan, D 13 Jarak 150
As = p/4 * D * b / s =
2
884.882
As>As' (OK..!!)
III. PERHITUNGAN PELAT INJAK
1. PELAT INJAK ARAH MELINTANG JEMBATAN
A. ANALISA BEBAN PELAT INJAK
Ditinjau pelat injak selebar 1,00 m pada arah memanjang jembatan.
1. BERAT SENDIRI (MS)
Faktor beban ultimit KUMS = 1.30

Tebal Berat Beban


No. Jenis Beban
(m) (kN/m ) 3
kN/m
1 Pelat injak 0.25 25.00 6.250
Beban sendiri : QMA = 6.250 kN/m

2. BEBAN MATI TAMBAHAN (MA)


Faktor beban ultimit KUMA = 2.00

Tebal Berat Beban


No. Jenis Beban
(m) (kN/m ) 3
kN/m
1 Lapisan aspal + overlay 0.10 22.00 2.200
2 Air hujan 0.05 9.80 0.490
Beban mati tambahan : QMA = 2.690 kN/m

Slab Lantai Page 39


3. BEBAN TRUK "T" (TT)
Faktor beban ultimit KUTT = 1.80

Beban hidup pada lantai jembatan,


Faktor beban dinamis untuk pembebanan truk diambil, FBT = 30%
Beban hidup pada pelat injak berupa beban roda ganda oleh oleh Truk
(beban truk) yang besarnya : PHT = 112.5
Beban truk menjadi, PTT = (1 + FBT) * PHT = 146.25

Gambar 12 : Tekanan gandar roda

4. MOMEN PADA PELAT INJAK

PTT = 146, 25 kN

Gambar 13 : Tekanan gandar roda terhadap pelat injak pada arah melintang jembatan

a. Akibat berat sendiri (QMS)


Berat sendiri, QMS = 6.250
Lebar pelat injak per 1,00 m, bi = 1.00
Momen lapangan maksimum, MMSL = 1/8 * QMS * bi2 = 0.7813
Momen ultimit lapangan maksimum, MMS LU
= KUMS * MMS = 1.0156

b. Akibat beban mati tambahan (QMA)


Beban mati tambahan, QMA = 2.690
Lebar pelat injak per 1,00 m, bi = 1.00

Slab Lantai Page 40


Momen lapangan maksimum, MMAL = 1/8 * QMA * bi2 = 0.3363
Momen ultimit lapangan maksimum, MMA LU
= KUMA * MMA = 0.6725

c. Akibat beban Truk (PTT)


Beban truk T, PTT = 146.25
Tebal pelat injak, ti = h = 0.25
Tebal lapisan aspal + overlay, ta = 0.10

Slab Lantai Page 41


Lebar bidang kontak roda truk, b= 0.50
Lebar pelat injak per 1,00 m, bi = 1.00
Lebar penyebaran beban truk, b' = b + ta = 0.60
Kuat tekan beton, K - 250 fc' = 0,83 * K/10 = 20.75
Modulus elastik, Ec = 4700 * fc' = 21409.5189
Angka poison, = 0.2
Lebar penyebaran beban terpusat, r = b' /2 = 0.30
Modulus reaksi tanah, ks = 81500
l = [ Ec * h3 / {12 * (1 - u2) * ks} ]0,25 = 0.77260
Momen lapangan maksimum akibat beban truk,
MTTL = TTT / 2 * [ 1 - (r * 2 / l)0,6 ] = 22.0892
Momen ultimit lapangan pelat injak, M TT
LU
= KUTT * MTT = L
39.7605
Total momen ultimit lapangan pada pelat injak, Mu total = MMS + MMA
LU LU
+ MTT LU
= 41.4486

d. Pembesian Pelat Injak Arah Melintang Jembatan


Perencanaan berdasarkan Beban dan Kekuatan Terfaktor (PBKT) atau kondisi ultimit.
Momen rencana lapangan : Mu = 41.4486
Mutu beton : K - 250 Kuat tekan beton, fc' = 20.75
Mutu baja : U - 32 Tegangan leleh baja, fy = 320
Tebal pelat injak, h = ti = 250
Jarak tulangan antara sisi luar beton, d' = 30
Modulus elastisitas baja, Es = 200000
Faktor bentuk distribusi tegangan beton, 1 = 0.85
b = 1* 0,85 * fc'/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.030554
Rmax = 0,75 * b * fy * [1 * 0,75 * b * fy / ( 0,85 * fc' )] = 5.808599
Faktor reduksi kekuatan lentur, f= 0.80
Faktor reduksi kekuatan geser, f= 0.70
Momen rencana ultimit, Mu = 41.4486
Tebal efektif slab lantai jembatan, d = h - d' = 220
Ditinjau beton selebar 1,00 m, b= 1000
Momen nominal rencana, Mn = Mu / f = 51.8108
Faktor tahanan momen, Rn = Mn * 10 / (b * d ) =
6 2
1.0705
Rn < Rmax (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan :
= 0,85 * fc' / fy * [ 1 - * [1 2 * Rn / ( 0,85 * fc' ) ] = 0.003453
Rasio tulangan minimum, min = 25% * (1,4 / fy) = 0.001094
Rasio tulangan yang digunakan, = 0.003453
Luas tulangan yang diperlukan, As = * b * d = 759.750
Diameter tulangan yang digunakan, D 16
Jarak tulangan yang diperlukan, s = p/4 * D * b / As =
2
264.642
Digunakan tulangan, D 16 Jarak 200
As = p/4 * D2 * b / s = 1005.310
As>As' (OK..!!)

Slab Lantai Page 42


2. PELAT INJAK ARAH MEMANJANG JEMBATAN
A. ANALISA BEBAN PELAT INJAK
Ditinjau pelat injak selebar 1,00 m pada arah memanjang jembatan.
1. BERAT SENDIRI (MS)
Faktor beban ultimit KUMS = 1.30

Tebal Berat Beban


No. Jenis Beban
(m) (kN/m3) kN/m
1 Pelat injak 0.25 25.00 6.250
Beban sendiri : QMA = 6.250 kN/m

2. BEBAN MATI TAMBAHAN (MA)


Faktor beban ultimit KUMA = 2.00

Tebal Berat Beban


No. Jenis Beban
(m) (kN/m3) kN/m
1 Lapisan aspal + overlay 0.10 22.00 2.200
2 Air hujan 0.05 9.80 0.490
Beban mati tambahan : QMA = 2.690 kN/m

3. BEBAN TRUK "T" (TT)


Faktor beban ultimit KUTT = 1.80

Beban hidup pada lantai jembatan,


Faktor beban dinamis untuk pembebanan truk diambil, FBT = 30%
Beban hidup pada pelat injak berupa beban roda ganda oleh oleh Truk
(beban truk) yang besarnya : PHT = 112.50
Beban truk menjadi, PTT = (1 + FBT) * PHT = 146.25

Gambar 12 : Tekanan gandar roda

Slab Lantai Page 43


4. MOMEN PADA PELAT INJAK

PTT = 146, 25 kN

Gambar 14 : Tekanan gandar roda terhadap pelat injak pada arah memanjang jembatan

a. Akibat berat sendiri (QMS)


Berat sendiri, QMS = 6.250
Lebar pelat injak per 1,00 m, bi = 1.00
Momen lapangan maksimum, MMSL = 1/8 * QMS * bi2 = 0.7813
Momen ultimit lapangan maksimum, MMS LU
= KUMS * MMS = 1.0156

b. Akibat beban mati tambahan (QMA)


Beban mati tambahan, QMA = 2.690
Lebar pelat injak per 1,00 m, bi = 1.00
Momen lapangan maksimum, MMA = 1/8 * QMA * bi =
L 2
0.3363
Momen ultimit lapangan maksimum, MMALU = KUMA * MMA = 0.6725

c. Akibat beban Truk (PTT)


Beban truk T, PTT = 146.25
Tebal pelat injak, ti = h = 0.25
Tebal lapisan aspal + overlay, ta = 0.10
Lebar bidang kontak roda truk, a= 0.20
Lebar pelat injak per 1,00 m, bi = 1.00
Lebar penyebaran beban truk, a' = a + ta = 0.30
Kuat tekan beton, K- 250 fc' = 0,83 * K/10 = 20.75
Modulus elastik, Ec = 4700 * fc' = 21409.5189
Angka poison, = 0.2
Lebar penyebaran beban terpusat, r = a' /2 = 0.15
Modulus reaksi tanah, ks = 81500
l = [ Ec * h3 / {12 * (1 - u2) * ks} ]0,25 = 0.77260
Momen lapangan maksimum akibat beban truk,
MTTL = TTT / 2 * [ 1 - (r * 2 / l)0,6 ] = 39.4539
Momen ultimit lapangan pelat injak, M TT
LU
= KUTT * MTT = L
71.0170
Total momen ultimit lapangan pada pelat injak, Mu total = MMS + MMA
LU LU
+ MTT LU
= 72.7052

Slab Lantai Page 44


d. Pembesian Pelat Injak Arah Memanjang Jembatan
Perencanaan berdasarkan Beban dan Kekuatan Terfaktor (PBKT) atau kondisi ultimit.
Momen rencana lapangan : Mu = 72.7052
Mutu beton : K - 250 Kuat tekan beton, fc' = 20.75
Mutu baja : U - 32 Tegangan leleh baja, fy = 320
Tebal pelat injak, h = ti = 250
Jarak tulangan antara sisi luar beton, d' = 30
Modulus elastisitas baja, Es = 200000
Faktor bentuk distribusi tegangan beton, 1 = 0.85
b = 1* 0,85 * fc'/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.030554
Rmax = 0,75 * b * fy * [1 * 0,75 * b * fy / ( 0,85 * fc' )] = 5.808599
Faktor reduksi kekuatan lentur, f= 0.80
Faktor reduksi kekuatan geser, f= 0.70
Momen rencana ultimit, Mu = 72.7052
Tebal efektif slab lantai jembatan, d = h - d' = 220
Ditinjau beton selebar 1,00 m, b= 1000
Momen nominal rencana, Mn = Mu / f = 90.8815
Faktor tahanan momen, Rn = Mn * 10 / (b * d ) =
6 2
1.8777
Rn < Rmax (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan :
= 0,85 * fc' / fy * [ 1 - * [1 2 * Rn / ( 0,85 * fc' ) ] = 0.006219
Rasio tulangan minimum, min = 25% * (1,4 / fy) = 0.001094
Rasio tulangan yang digunakan, = 0.006219
Luas tulangan yang diperlukan, As = * b * d = 1368.109
Diameter tulangan yang digunakan, D 19
Jarak tulangan yang diperlukan, s = p/4 * D * b / As =
2
207.241
Digunakan tulangan, D 19 Jarak 200
As = p/4 * D * b / s = 1417.644
2

As>As' (OK..!!)

Slab Lantai Page 45


N
UMUT

b3

SANDARAN

ha

hb

m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m

MPa

Slab Lantai Page 46


MPa

MPa
/ oC

Slab Lantai Page 47


MPa

MPa

m
%

Slab Lantai Page 48


kN
kN

Slab Lantai Page 49


m
m
kN

Slab Lantai Page 50


C
o

C
o

C
o

MPa
/ oC
MPa

rus dilakukan

atan

kN/m
m
kNm
kNm

Slab Lantai Page 51


embatan

Slab Lantai Page 52


kN/m
m
kNm
kNm

mbatan

kN/m
m
kNm
kNm

kN
m
kNm
kNm

m
mm4
/ oC
MPa
mm

kNm

Slab Lantai Page 53


n

Slab Lantai Page 54


kNm

Slab Lantai Page 55


Kondisi
Ultimit
MU
Lapangan
kNm'
0.9269
0.2577
68.4861
9.2357

78.9064

Kondisi
Ultimit
MU
Tumpuan
kNm'
1.8539
1.9180
76.0957
2.6388

82.5063

Kondisi
Ultimit
MU
Lapangan
kNm'
0.9269
0.2577
38.0479

Slab Lantai Page 56


39.2325

Slab Lantai Page 57


Kondisi
Ultimit

MU
Lapangan
kNm'
1.8539
1.9180
42.2754

46.0473

Kondisi
Ultimit
MU
Lapangan
kNm'
0.9269
0.2577
38.0479

39.2325

Kondisi
Ultimit

MU
Lapangan
kNm'
1.8539
1.9180
42.2754

46.0473

kNm
MPa

Slab Lantai Page 58


MPa
mm
mm
MPa

Slab Lantai Page 59


N/mm2

kNm
mm
mm
kNm
N/mm2
Rn < Rmax (OK)

mm2
mm
mm
mm
mm2
As>As' (OK..!!)

mm2
mm
mm
mm
mm2
As>As' (OK..!!)

kNm
MPa
MPa
mm
mm
MPa

N/mm2

kNm
mm
mm
kNm

Slab Lantai Page 60


N/mm2
Rn < Rmax (OK)

mm2

Slab Lantai Page 61


mm
mm
mm
mm2
As>As' (OK..!!)

mm2
mm
mm
mm
mm2
As>As' (OK..!!)

MPa
MPa
MPa
MPa
mm
mm
mm
mm2
mm
mm
kN
kN/m
mm
mm4
MPa

mm2
mm

mm
mm
mm

kNm
Nmm

mm4

Slab Lantai Page 62


mm

Slab Lantai Page 63


mm

mm
mm
< Lx/240 (Aman)OK

MPa
kN

mm
mm
mm
mm
mm2

kN
kN
250 kN (Aman)

Slab Lantai Page 64


m
kN/m3

Slab Lantai Page 65


kNm
kNm
kNm

MPa
MPa
mm
mm
MPa

N/mm2

Slab Lantai Page 66


kNm
mm
mm
kNm
N/mm2
Rn < Rmax (OK)

mm2
mm
mm
mm
mm2
As>As' (OK..!!)

mm2
mm
mm
mm
mm2
As>As' (OK..!!)

Slab Lantai Page 67


kN
kN

kN/m
m
kNm
kNm

kN/m
m

Slab Lantai Page 68


kNm
kNm

kN/m
m
m

Slab Lantai Page 69


m
m
m
MPa
MPa

m
kN/m3
m

kNm
kNm
kNm

kNm
MPa
MPa
mm
mm
MPa

N/mm2

kNm
mm
mm
kNm
N/mm2
Rn < Rmax (OK)

mm2
mm
mm
mm
mm2
As>As' (OK..!!)

Slab Lantai Page 70


kN
kN

Slab Lantai Page 71


n

kN/m
m
kNm
kNm

kN/m
m
kNm
kNm

kN/m
m
m
m
m
m
MPa
MPa

m
kN/m3
m

kNm
kNm
kNm

Slab Lantai Page 72


kNm
MPa
MPa
mm
mm
MPa

N/mm2

kNm
mm
mm
kNm
N/mm2
Rn < Rmax (OK)

mm2
mm
mm
mm
mm2
As>As' (OK..!!)

Slab Lantai Page 73


ANALISA PC I - GIRDER
JEMBATAN SEI ROTAN, KAB. DELI SERDANG, MEDAN - SUMUT
UMUT
ANALISA BEBAN ABUTMENT
JEMBATAN SEI ROTAN, KAB. DELI SERDANG, MEDAN - SUMUT
REFRENSI :
1 Pembebanan Untuk Jembatan (SK. SNI T-02-2005)
2 Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan (SK. SNI T-12-2004)
3 Perencanaan Struktur Baja untuk Jembatan (SK. SNI T-03-2005
4 Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Jembatan (SNI 2833 : 2008)
5 Manual Perencanaan Pondasi Pada Jembatan (23/BM/2011)
6 Manual Perencanaan Struktur Beton Pratekan untuk Jembatan (021/BM/2011)

A. DATA STRUKTUR ATAS

bt
b4 b1 b4 b2 b3

SANDARAN

Deck Slab td = 7 cm
Median ( tm = 30 cm)
TROTOAR (tt= 30 cm) ts= 20 cm ta = 10 cm
3%
3%
ha

Girder
hb
Girder

s s s s s s s s s

Gambar 1 : Potongan Melintang Jembatan

DATA GEOMETRIS JEMBATAN Notasi


Lebar jalan (jalur lalu-lintas kanan) b1
Lebar jalan (jalur lalu-lintas kiri) b2
Lebar trotoar ( pejalan kaki ) b3
Lebar Median b4
Lebar drainase bd
Lebar total jembatan bt
Tebal slab lantai jembatan ts
Tebal lapisan aspal + overlay ta
Tebal trotoar tt
Tebal genangan air hujan th
Tinggi girder prategang hb
Tinggi bidang samping jembatan ha
Jarak antara balok prategang S
Panjang bentang jembatan L
SPECIFIC GRAVITY Notasi

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 76


Berat Beton Bertulang Wc =
Berat beton tidak bertulang (beton rabat) W'c =
Berat Aspal Wa =
Berat jenis Air Ww =

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 77


B. DATA STRUKTUR BAWAH (ABUTMENT)

WING WALL

BACK WALL

Gambar 2 : Tampak Samping Abutment

Notasi (M) Notasi (M) Keterangan Notasi

1 h1 0.60 b1 0.30 Panjang Abutment = By


2 h2 1.07 b2 0.60 Tebal Wing Wall = hw
3 h3 0.40 b3 1.45 Tanah Timbunan

4 h4 0.25 b4 0.45 Berat Volume, Ws = 17.20

5 h5 0.85 b5 1.00 Sudut Geser, = 35


6 h6 0.30 b6 1.00 Kohesi, C = 9.00
7 h7 0.30 b7 1.00 Tanah Asli ( Di Dasar Pile Cap )

8 h8 0.30 b8 1.00 Berat Volume, Ws = 15.0

9 h9 1.00 b9 3.00 Sudut Geser, = 27

10 h10 0.60 b10 2.70 Kohesi, C = 15.00

11 h11 1.72 b11 2.40 BAHAN STRUKTUR


12 h12 0.25 b12 0.45 Mutu Beton K-
13 h13 0.60 b13 0.45 Mutu Baja Tulangan U-
14 h14 0.60 b14 0.55
15 h15 0.30 b15 1.00
16 h16 0.90 b16 1.85

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 78


17 h17 0.60 b17 0.85
18 h18 2.32 b18 0.55
19 h19 0.25 b19 0.45
20 h20 0.60 b20 0.45
21 h21 0.30 b21 1.00
22 H 4.22 By 18.50
23 c 0.60 Bx 3.00

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 79


Berat sendiri (Self Weight) adalah berat bahan dan bagian jembatan yang merupakan elemen struktural,
ditambah dengan elemen non struktural yang dipikulnya dan bersifat tetap. Berat sendiri dibedakan menjadi
2 macam, yaitu berat sendiri struktur atas, dan berat sendiri struktur bawah :

1.1. BERAT SENDIRI STRUKTUR ATAS

bt
b4 b1 b4 b2 b3

SANDARAN

Deck Slab td = 7 cm
Median ( tm = 30 cm)
TROTOAR (tt= 30 cm) ts= 20 cm ta = 10 cm
3%
3%
ha

Girder
hb
Girder

s s s s s s s s s

Gambar 3 : Struktur Atas Jembatan

Gambar 4 : Beban Akibat Berat Sendiri

Parameter Volume
No Beban Berat Satuan
b (m) t (m) L (m) n
1 Slab lantai jemb. 18.50 0.20 20.60 1 25.00 kN/m
2 Deck slab 1 1.60 0.07 20.60 14 25.00 kN/m
a Space Deck Slab 0.25 0.07 20.60 8 25.00 kN/m
b Space Deck Slab 0.30 0.07 20.60 2 25.00 kN/m
3 Trotoar 1.50 0.30 20.60 1 25.00 kN/m
4 Sandaran 20.60 2 25.00 kN/m
4 Balok pratengang 10 25.00 kN/m
5 5.a.Diafragma pinggir 18 25.00 kN/m
5.b.Diafragma tengah 27 25.00 kN/m
Total berat sendiri struktur atas, WMS =
Beban pada abutment akibat berat sendiri struktur atas, PMS = 1/2 * WMS=
Eksentrisitas beban terhadap fondasi, e = -Bx/2 + b7 + b5/2 =
Momen pada fondasi akibat berat sendiri struktur atas, MMS = PMS * e =

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 80


1.2. BERAT SENDIRI STRUKTUR BAWAH

Gambar 5 : Beban Akibat Berat Sendiri Struktur Bawah

Berat Beton, Wc = 25.00 kN/m Lebar abutment, By =


Berat Tanah Ws = 17.20 kN/m 2 * Tebal Wingwall, =

Terhadap titik O Terhadap titik A


Parameter Berat Bagian Berat Lengan Momen Lengan
No.
b (m) h (m) Shape Direc (kN) (m) (kNm) (m)
Abutment
1 0.30 0.60 1 -1 83.250 0.500 -41.625 2.000
2 0.60 1.07 1 -1 296.925 0.650 -193.001 2.150
3 1.45 0.40 1 -1 268.250 0.225 -60.356 1.725
4 0.45 0.25 0.5 -1 26.016 0.650 -16.910 2.150
5 1.00 0.85 1 -1 393.125 0.000 0.000 1.500
6 1.00 0.30 1 -1 138.750 0.000 0.000 1.500
7 1.00 0.30 0.5 -1 69.375 0.833 -57.813 2.333
8 1.00 0.30 0.5 1 69.375 0.833 57.813 2.333
9 3.00 1.00 1 -1 1387.500 0.000 0.000 1.500
Lateral stop block 1 1 3.188 0.000 0.000 1.500
Wing Wall
10 2.70 0.60 1 -1 40.500 2.000 -81.000 3.500
11 2.40 1.72 1 -1 103.200 2.150 -221.880 3.650
12 0.45 0.25 0.5 -1 1.406 0.800 -1.125 2.300
13 0.45 0.60 1.0 -1 6.750 0.725 -4.894 2.225

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 81


14 0.55 0.60 1 -1 8.250 1.775 -14.644 3.275

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 82


15 1.00 0.30 0.5 -1 3.750 1.167 -4.375 2.667
16 1.85 0.90 0.5 -1 20.813 2.117 -44.053 3.617
Soil
17 0.85 0.60 1 -1 153.510 1.075 -165.023 2.575
18 0.55 2.32 1 -1 384.076 1.225 -470.493 2.725
19 0.45 0.25 0.5 -1 16.931 0.800 -13.545 2.300
20 0.45 0.60 1 -1 81.270 0.725 -58.921 2.225
21 1.00 0.30 0.5 -1 45.150 1.167 -52.675 2.667
PMS = 3601.359 MMS = -1444.520
e = M/P = -0.401 x =M/P
Dari sini didapat exentresitasnya = -Bx/2 + b 7 + b5/2 - x=
e= -0.401 m < Bx/6 = 0,500 m (OK)

1.3. BERAT TOTAL AKIBAT BERAT SENDIRI (MS)


Berat Sendiri PMS MMS
No.
(kN) (kNm)
1 Struktur atas ( slab, trotoar, girder, dll) 3347.165 0.000
2 Struktur bawah (abutment, pile cap, tanah) 3601.359 -1444.52
6948.524 -1444.52

2. BEBAN MATI TAMBAHAN (MA)

Beban mati tambahan (superimposed dead load) adalah berat seluruh bahan yang menimbulkan suatu
beban pada jembatan yang merupakan elemen non struktural, dan mungkin besarnya berubah selama umur
jembatan. Jembatan dianalisa harus mampu memikul beban tambahan seperti :
1. Penambahan lapisan aspal (overlay) di kemudian hari,
2. Genangan air hujan jika sistim drainase tidak bekerja dengan baik,
3. Pemasangan tiang listrik dan instalasi ME,

Tebal Lebar Panjang W


No. Jenis beban mati tambahan Jumlah
(m) (m) (m) kN/m
1 Lapisan aspal + overlay (tt) 0.10 15.00 20.60 1 22.00
2 Median 0.30 1.00 20.60 1 25.00
3 Air hujan (th) 0.05 18.50 20.60 1 9.80
WMA =

Beban pada abutment akibat beban Mati Tambahan


PMA = 1/2 * WMA =
Eksentrisitas beban terhdp. fondasi, e =
Momen pada fondasi akibat berat sendiri struktur atas
MMA = PMA * e =

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 83


Gambar 6 : Beban Akibat Beban Mati Tambahan

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 84


3. TEKANAN TANAH (TA)

Pada bagian tanah di belakang dinding abutment yang dibebani lalu lintas, harus diperhitungkan adanya
beban tambahan yang setara dengan tanah setebal 0.60 m yang merupakan beban merata ekipalen beban
kenderaan pada bagian tersebut.Tekanan tanah lateral dihitung berdasarkan harga nominal dari tanah dasar
(Ws) sudut gesek dalan () dan Kohesi (c) dengan :
Ws' = Ws
f' = tan -1 (KfR * tan f) dengan faktor reduksi untuk f', adalah KfR =
c' = KcR * c dengan faktor reduksi untuk c', adalah K cR =
Koefisien tekanan tanah aktif, Ka =
Berat tanah, Ws =
Sudut geser, f=
Kohesi, C=
Tinggi total abutment, H=
Lebar abutment, By =
Beban merata akibat berat timbunan tanah.
Setinggi 0.60 m yang merupakan ekivalen beban kendaraan :
0,60 * Ws = 10.32 kPa

Gambar 7 : Tekanan Tanah Pada Abutment

f' = tan-1(KfR * tan f)= 0.44248 rad = 25.35


Ka = tan2 (450 - f'/2) = 0.40038
TTA Lengan y
No. Gaya akibat tekanan tanah
(kN) trhdp. O (m)
1 TTA = (0,6 * WS) * H * Ka * By 322.580 y = H/2 2.110
2 TTA = 1/2 * H * WS * Ka * By
2
1134.41 y = H/3 1.407
TTA = 1456.99 MTA =

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 85


4. BEBAN LAJUR " D " (TD)

Distributed Load),UDL dan beban garis (Knife Edge Load), KEL seperti pada gambar 8. UDL mempunyai
intensitas q (kPa) yang besarnya tergantung pada panjang total L yang dibebani lalu - lintas seperti gambar 9
atau dinyatakan dgn rumus sebagai berikut :

q = 9.0 kPa untuk L 30 m


q = 9,0 * (0,5 + 15/L) kPa untuk L > 30 m

Gambar 8 : Beban Lajur "D"

Gambar 9 : Intensitas Uniformly Distributed Load (UDL)

Untuk panjang bentang, L=


q = 9,0 * (0,5 + 15/L) =
KEL mempunyai intensitas, P=
Faktor beban dinamis (Dinamic load allowance) untuk kel diambil sebagai berikut :
DLA = 0.4 Untuk L 50 m
DLA = 0,4 - 0,0025 * (L - 50) Untuk L < 50 < 90 m
DLA = 0.3 Uuntuk L 90 m

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 86


Gambar 10 : Faktor Beban Dinamis (DLA)

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 87


Untuk harga, L = 20.60 m b1 = 8.000 m DLA =

Untuk beban lajur, "D" : WTD = 2* {q * L * ( 5,5 + b ) / 2 + p * DLA * ( 5,5 +b ) / 2} =


Beban pada abutment akibat beban lajur "D", PTD = 1/2 * WTD =
Eksentrisitas beban terhadap fondasi, e =
Momen pada fondasi akibat beban lajur" D " MDT = PTD * e =

Gambar 11 : Beban Lajur "D"

5. BEBAN PEDESTRIAN / PEJALAN KAKI (TP)

Jembatan jalan raya direncanakan mampu memikul beban hidup merata pada trotoar yang besarnya
tergantung padaluas bidang trotoar yang didukungnya.
A= Luas bidang trotoar yang dibebani pejalan kaki (m 2)
q= Beban hidup merata
untuk A 10 m2 : q= 5.00 kPa
untuk 10 m2 < A 100 m2 : q = 5 - 0,033 * (A - 10) kPa
untuk A > 100 m2 : q= 2.00 kPa

Panjang bentang,
L =
Lebar trotoar,
b3 =
Jumlah trotoar,
n =

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 88


Gambar 12 : Pembebanan Untuk Pejalan Kaki

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 89


Luas bidang trotoar yang didukung abutment,
A = b2 * L / 2 * n =
Beban merata pada pendestrian,
q = 5 - 0,033 * ( A - 10 ) =
Beban pada abutment akibat pejalan kaki,
PTP = A * q =
Eksentrisitas beban terhadap fondasi,
e =
Momen pada fondasi akibat beban pendestrian,
MTP = PTP * e =

Gambar 13 : Beban Pejalan Kaki

6. GAYA REM (TB)

Pengaruh pengereman dari lalu lintas diperhitungkan sebagai gaya dalam arah memanjang dan dianggap
bekerja pada permukaan lantai jembatan. Besarnya gaya rem arah memanjang jembatan tergantung panjang
total jembatan (Lt)sebagai berikut :
Gaya rem, TTB = 250 kN Untuk Lt 80 m
Gaya rem, TTB = 250 + (Lt - 80) kN Untuk 80 < Lt < 180 m
Gaya rem, TTB = 500 kN Untuk Lt 180 m

Gambar 14 : Gaya Rem

Untuk panjang , Lt =
Gaya rem, PTB = 2 * TTB =
Lengan terhadap fondasi,
YTB =h1 + h2 + h3 + h4 + h6 + h9 =
Momen pada fondasi akibat gaya rem,
MTB = PTB * YTB =
Lengan terhadap Breast Wall,
Y'TB =h1 + h2 + h3 + h4 + c =

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 90


Momen pada Breast Wall akibat gaya rem,
MTB = PTB * YTB =

Gambar 14 : Gaya Rem

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 91


7. PENGARUH TEMPERATUR (ET)
Untuk memperhitungkan maupun deformasi struktur yang timbul akibat pengaruh temperatur, diambil
perbedaan tem peratur yang besarnya setengah dari selisih antara temperatur maksimum dan temperatur
minimum rata - rata pada lantai jembatan :
Temperratur maksimum rata-rata Tmax =
Temperatur minimum rata-rata Tmin =
T = (Tmax - Tmin)/2 =

Perbedaan temperatur, T =
Koefisien muai panjang untuk baja a =
Kekakuan geser untuk tumpuan berupa elastomeric, k =
Panjang bentang rangka, L =
Jumlah tumpuan elastomeric n =

Gaya pada abutment akibat pengaruh temperatur,


TET = a * T * k * L/2 =
409

Lengan terhadap breast wall,


YET = h3 + h5 + h6 + h9 =
Momen pada fondasi akibat temperatur,
MET = TET * YET =
Lengan terhadap brest wall,
Y'ET = h3 + h4 + c =
Momen pada fondasi akibat temperatur,
Gambar 15 : Gaya Akibat Pengaruh Temperatur M'ET = TET * Y'ET =

8. BEBAN ANGIN (EW)


8.1. ANGIN YANG MENIUP BIDANG SAMPING JEMBATAN
Gaya akibat angin yang meinup bidang samping jembatan dihitung dengan rumus :
TEW1 = 0,0006 * CW * (VW)2 * Ab kN
CW = Koefesien seret
VW = Kecepatan angin rencana (m/det) lokasi > 5 km dari pantai
Ab = Luas bidang samping jembatan(m2)

Koefisien seret, CW =
Kecepatan angin rencana, VW =
Panjang bentang, L =
Tinggi bidang samping, ha =
Ab = 2 * (L/2 * ha) =
Beban angin pada abutment,
TEW1 = 0,0006 * CW * (VW)2 * Ab =
Lengan terhadap fondasi,

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 92


YEW1 = h3 + h5 + h6 + h9 + ha/2 =
Momen pada fondasi akibat beban angin,
MEW1 = TEW1 * YEW1 =
Lengan terhadap breast wall,
YEW1 = h3 + h5 + h6 + ha/2 =
Momen pada breast wall
Gambar 16 : Gaya Angin yang meniup bidang samping jembatan M'EW1 = TEW1 * Y'EW1 =

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 93


8.2. ANGIN YANG MENIUP KENDERAAN

Gaya angin tambahan arah horizontal pada permukaan lantai jembatan akibat beban angin yang meniup
kenderaan di atas lantai jembatan dihitung dengan rumus :
TEW2 = 0.0012 * CW * (VW)2 * L/2 kN
CW = 1.25

409

Gambar 17 : Gaya Angin Tambahan Horizontal

Gaya angin tambahan horizontal pada lantai jembatan, TEW2 = 2 * {0,0012 * CW * (VW)2 * L/2} =
Lengan terhadap fondasi, YEW2 = h.abt+ ta =
Momen pada fondasi, MEW2 = TEW2 * YEW2 =
Lengan terhadap breast wall, Y'EW2 = YEW2 - h6 - h9 =
Momen pada breast wall, M'EW2 = TEW2 * Y'EW2 =

8.3. BEBAN ANGIN TOTAL PADA ABUTMENT

Total beban angin pada abutment, TEW = TEW1 + TEW2 =


Total momen pada fondasi, MEW = MEW1 + MEW1 =
Total momen pada breast wall, MEW = MEW2 + MEW2 =

8.4. TRANSFER BEBAN ANGIN KE LANTAI JEMBATAN

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 94


Gambar 18 : Beban Angin yang Meniup Bidang Samping Kendaraan Gambar 19 : Beban Angin Yang Ditransfer ke Lantai

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 95


Beban angin tambahan yang meniup bidang samping kendaraan :
TEW3 = 0,0012 * CW * (VW)2 =
Bidang vertikal yang ditiup angin merupakan bidang samping
Dengan tinggi 2.00 meter diatas lantai jembatan : h =
Jarak antara roda kendaraan, x =
Gaya pada abutment akibat transfer beban angin ke lantai jembatan,
PEW3 = 2 * [1/2 * h / x * TEW3] * L/2 =
e =
MEW = PEW3 * e =

9. BEBAN GEMPA (EQ)

9.1. BEBAN GEMPA STATIK EKIVALEN

Beban gempa rencanadihitung dengan rumus :


TEQ = Kh * I * Wt
dengan, Kh = C * S
Dimana :
TEQ = Gaya geser dasar total pada arah yang ditinjau.
Kh = Koefisien beban gempa horizontal.
I = Faktor kepentingan.
Wt = Berat total jembatan yang berupa berat sendiri dan beban mati tambahan.
C = Koefisien geser dasar untuk wilayah gempa, waktu geser, dan kondisi tanah..
S = Faktor tipe struktur yang berhubungan dengan kapasitas penyerapan energi gempa
(daktalitas) dari struktur jembatan.
Waktu gesr struktur dihitung dengan rumus :
T = 2 * * [WTP / (g * KP)]
dimana :
g = Percepatan gravitasi (9,8 m/det2)
KP = Kekakuan struktur yang merupakan gaya horizontal yang diperlukan untuk.

menimbulkan satu satuan lendutan (kN/m)


WTP = PMS (struktur atas) + 1/2 * PMS (struktur bawah)

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 96


Gambar 20 : Koefisien Geser (C) Plastis Untuk Analisis Statis

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 97


9.1.1. BEBAN GEMPA ARAH MEMANJANG JEMBATAN (ARAH X)

Tinggi breast wall, Lb = h 3 + h 5 =


Ukuran penampang breast wall, b = By =
h = b5 =
Inersia penampang breast wall , IC = 1 / 12 * b * h3 =
Mutu beton, K 250 fc' = 0,83 * K / 10 =
Modulus elastis beton, Ec = 4700 * fc' =
Ec =
Nilai kekakuan, KP = 3 * Ec * Ic / Lb3 =
Percepatan gravitasi, g =
Berat sendiri struktur atas, PMS (Struktur atas) =
Berat sendiri struktur bawah, PMS (Struktur bawah) =
Berat total struktur,, WTP = PMS (Struktur atas) + 1/2 * PMS (Struktur bawah) =
Waktu geser alami struktur, T = 2 * p * [WTP/(g * KP)] =
Kondisi tanah dasar termasuk teguh (keras), lokasi di wilayah gempa =
Koefisien geser dasar, (dari gambar 20) diperoleh : C =
Untuk sruktur jembatan dengan daerah sendi plastis beton bertulang, maka faktor jenis struktur adalah :
S = 1,00 * F
F = 1,25 - 0,025 * n dan f harus diambil 1,00
n = 1.00

Dimana :
F = Faktor perangkaan,
n = Jumlah sendi plastis yang menahan deformasi arah lateral.
Maka, F =1,25 - 0,025 * n =
S = 1,0 * F =
Koefesien beban gempa horizontal, Kh = C * S =
Untuk jembatan yang memuat > 2000 kendaraan /hari, Jempatan pada jalan raya utama, atau arteri, dan
jembatan dimana terhadap route alternatif, maka diambil faktor kepentingan
I =
TQE = Kh * I * Wt =

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 98


Gambar 21 : Gaya Gempa Pada Struktur Atas dan Struktur Bawah

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 99


1 h1 = 0.600 m 9 h9 = 1.000 m h17 =
2 h2 = 1.070 m 10 h10 = 0.600 m h18 =
3 h3 = 0.400 m 11 h11 = 1.720 m h19 =
4 h4 = 0.250 m 12 h12 = 0.250 m h20 =
5 h5 = 0.850 m 13 h13 = 0.600 m h21 =
6 h6 = 0.300 m 14 h14 = 0.600 m H =
7 h7 = 0.300 m 15 h15 = 0.300 m c =
8 h8 = 0.300 m 16 h16 = 0.900 m
Distribusi Beban Gempa Pada Abutment
No. Berat TEQ lengan terhadap titik O
Uraian Besar
Wt (kN) (kN) y (m)
Struktur Atas
PMS 3347.17 688.847 y = H 4.220
PMA 510.52 105.065 y = H 4.220
Abutment
1 83.25 17.133 y1 = h9 + h6 + h5 + h3 + h2 + h1/2 3.920
2 296.93 61.107 y2 = h9 + h8 + c + h4 + h3 + h2/2 3.085
3 268.25 55.206 y3 = h9 + h8 + c + h4 + h3/2 2.350
4 26.02 5.354 y4 = h9 + h8 + c + 2/3 * h4 1.967
5 393.13 80.905 y5 = h9 + h8 + h5 /2 1.725
6 138.75 28.555 y6 = h9 + h6/2 1.150
7 69.38 14.277 y7 = h9 + h7/3 1.100
8 69.38 14.277 y8 = h9 + h8/3 1.100
9 1387.50 285.548 y9 = h9 /2 0.500
Stop block 3.188 0.656 ystop = h9 + h8 + c + h4 + h3 + hstop /2 2.675
Wing Wall
10 40.50 8.335 y10 = y1 3.320
11 103.20 21.239 y11 = h9 + h8 + c + h11/2 2.760
12 1.41 0.289 y12 = h9 + h8 + c + h12/3 1.983
13 6.75 1.389 y13 = h9 + 2/3 * h13 1.600
14 8.25 1.698 y14 = h9 + h7 + h14 1.600
15 3.75 0.772 y15 = h9 + 2/3 * 1.200
16 20.81 4.283 1.600
17 153.51 31.592 3.920
Tanah
18 384.08 79.043 y16 = H - h1 /2 2.460
19 16.93 3.484 y17 = h9 + h8 + c + h17/2 1.983
20 81.27 16.725 y18 = h9 + h8 + c + h18/3 1.600
21 45.15 9.292 y19 = h9 + h8 + c/2 1.200
TEQ = 1535.071 MEQ =

Letak titik tangkap gaya horizontal gempa, yEQ = MEQ / TEQ =

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 100


9.1.2. BEBAN GEMPA ARAH MEMANJANG JEMBATAN (ARAH Y)
Inersia penampang breast wall, Ic = 1/12 * h * b3 =
Nilai kekakuan, Kp = 3 * Ec * Ic / Lb3 =
Waktu getar alami struktur, T = 2 * p * [WTP / (g * Kp)] =
Koefisien geser dasar, (dari gambar 20) diperoleh : C =
Faktor tipe struktur daerah sendi prategang (RSNI -T-02-2005), S = 1,0 * F =
Koefisien beban gempa horizontal, Kh = C * S =
Faktor kepentingan, I =
Gaya gempa, TQE = Kh * I *Wt =
Berat sendiri (struktur atas + struktur bawah), PMS =
Beban mati tambahan, PMA =
Beban mati total, Wt = PMS + PMA =
Beban gempa arah melintang jembatan, TQE = Kh * I * Wt =
Momen pada fondasi akibat beban gempa, MEQ = TEQ * YEQ =

9.2. TEKANAN TANAH DINAMIS AKIBAT GEMPA


Gaya gempa arah lateral akibat tekanan tanah dinamis dihitung dengan menggunakan koefesien
tekanan tanah dinamis (KaG) sebagai berikut :
= tan -1 (Kh)
KaG = cos2 (f' - ) / [cos2 * {1+(sin f' * sin (f' - )) / cos }]
KaG = KaG - Ka
Tekanan tanah dinamis, p = Hw * Ws * KaG [ kNm2]
Ka = tan (45 - f' / 2)

H =
By =
Kh =
f' =
Ka =
Ws =
= tan -1
(Kh) =
cos2 (f' - ) =
cos * {1+(sin f' * sin (f' - )) / cos }
2

Gambar 22 : Gaya Tekanan Tanah Dinamis Akibat Gempa

KaG = cos2 (f' - ) / [cos2 * {1+(sin f' * sin (f' - )) / cos }] =


DKaG = KaG - Ka =
Gaya gempa lateral, TEQ = 1/2 * H2 * Ws * KaG * By =
Lengan terhadap fondasi, YEQ = 2/3 * H =
Momen akibat gempa, MEQ = TEQ * YEQ =

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 101


10. GESEKAN PADA PERLETAKAN
Koefisien gesek pada tumpuan yang berupa elastomeric,
=
gaya gesek yang timbul hanya ditinjau tehadap beban berat sendiri dan beban mati tambahan.

Reaksi abutment akibat :


Berat sendiri struktur, PMS =
Beban mati tambahan, PMA =
Reaksi abutment akibat beban tetap,
PT = PMS + PMA =
Gaya gesek pada perletakan, TFB = * PT =
409

Lengan terhadap fondasi, YFB = h3 + h4 + c + h7 + h9 =


Momen pada fondasi akibat gempa,
MFB = TFB * YFB =
Lengan terhadap breast wall,
Y'FB = h3 + h4 + c =
Momen pada breast wall akibat gempa,
MFB = TFB * Y'FB =
Gambar 23 : Gaya Akibat Gesekan Pada Perletakan

11. KOMBINASI BEBAN YANG BEKERJA

Rekap beban kerja Arah Vertical Horizontal Momen


P Tx Ty Mx
No. Jenis Beban Kode
(kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat sendiri MS 6948.52 -1444.52
2 Beban mati tambahan MA 510.52 0.00
3 Tekanan tanah TA 1456.99 2276.38
B. Beban lalu lintas
4 Beban lajur"D" TD 1669.28 0.00
5 Beban pendestrian TP 74.47 0.00
6 Gaya rem TB 500.00 2110.00
C. Aksi lingkungan
7 Temperatur ET 19.31 51.60
8 Beban angin EW 15.89 64.24 0.00
9 Beban gempa EQ 1535.07 1535.07 4557.28
10 Tekanan tanah dinamis EQ 877.61 2469.01
D. Aksi lainnya
11 Gesekan FB 694.38 1855.39

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 102


KOMBINASI - 1 Arah Vertical Horizontal Momen
P Tx Ty Mx
No. Jenis Beban Kode
(kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat sendiri MS 6948.52 -1444.52
2 Beban mati tambahan MA 510.52 0.00
3 Tekanan tanah TA 1456.99 2276.38
B. Beban lalu lintas
4 Beban lajur"D" TD 1669.28 0.00
5 Beban pendestrian TP 74.47 0.00
6 Gaya rem TB
C. Aksi lingkungan
7 Temperatur ET
8 Beban angin EW
9 Beban gempa EQ
10 Tekanan tanah dinamis EQ
D. Aksi lainnya
11 Gesekan FB
9202.79 1456.99 0.00 831.85

KOMBINASI - 2 Arah Vertical Horizontal Momen


P Tx Ty Mx
No. Jenis Beban Kode
(kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat sendiri MS 6948.52 -1444.52
2 Beban mati tambahan MA 510.52 0.00
3 Tekanan tanah TA 1456.99 2276.38
B. Beban lalu lintas
4 Beban lajur"D" TD 1669.28 0.00
5 Beban pendestrian TP 74.47 0.00
6 Gaya rem TB 500.00 2110.00
C. Aksi lingkungan
7 Temperatur ET
8 Beban angin EW 15.89 64.24 0.00
9 Beban gempa EQ
10 Tekanan tanah dinamis EQ
D. Aksi lainnya
11 Gesekan FB
9218.68 1956.99 64.24 2941.85

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 103


KOMBINASI - 3 Arah Vertical Horizontal Momem
P Tx Ty Mx
No. Jenis Beban Kode
(kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat sendiri MS 6948.52 -1444.52
2 Beban mati tambahan MA 510.52 0.00
3 Tekanan tanah TA 1456.99 2276.38
B. Beban lalu lintas
4 Beban lajur"D" TD 1669.28 0.00
5 Beban pendestrian TP 74.47 0.00
6 Gaya rem TB 500.00 2110.00
C. Aksi lingkungan
7 Temperatur ET
8 Beban angin EW 15.89 64.24 0.00
9 Beban gempa EQ
10 Tekanan tanah dinamis EQ
D. Aksi lainnya
11 Gesekan FB 694.38 1855.39
9218.68 2651.37 64.24 4797.25

KOMBINASI - 4 Arah Vertical Horizontal Momem


P Tx Ty Mx
No. Jenis Beban Kode
(kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat sendiri MS 6948.52 -1444.52
2 Beban mati tambahan MA 510.52 0.00
3 Tekanan tanah TA 1456.99 2276.38
B. Beban lalu lintas
4 Beban lajur"D" TD 1669.28 0.00
5 Beban pendestrian TP 74.47 0.00
6 Gaya rem TB 500.00 2110.00
C. Aksi lingkungan
7 Temperatur ET 19.31 51.60
8 Beban angin EW 15.89 64.24 0.00
9 Beban gempa EQ
10 Tekanan tanah dinamis EQ
D. Aksi lainnya
11 Gesekan FB 694.38 1855.39

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 104


9218.68 2670.68 64.24 4848.85

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 105


KOMBINASI - 5 Arah Vertical Horizontal Momem
P Tx Ty Mx
No. Jenis Beban Kode
(kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat sendiri MS 6948.52 -1444.52
2 Beban mati tambahan MA 510.52 0.00
3 Tekanan tanah TA
B. Beban lalu lintas
4 Beban lajur"D" TD
5 Beban pendestrian TP
6 Gaya rem TB
C. Aksi lingkungan
7 Temperatur ET
8 Beban angin EW
9 Beban gempa EQ 1535.07 1535.07 4557.28
10 Tekanan tanah dinamis EQ 877.61 2469.01
D. Aksi lainnya
11 Gesekan FB
7459.04 2412.68 1535.07 5581.77

REKAP KOMBINASI BEBAN UNTUK PERENCANAAN TEGANGAN KERJA

Tengangan Berlebihan P Tx Ty Mx
No. Kombinasi Beban
(k) (kN) (kN) (kN) (kNm)
1 KOMBINASI - 1 0% 9202.79 1456.99 0.00 831.85
2 KOMBINASI - 2 25 % 9218.68 1956.99 64.24 2941.85
3 KOMBINASI - 3 40 % 9218.68 2651.37 64.24 4797.25
4 KOMBINASI - 4 40 % 9218.68 2670.68 64.24 4848.85
5 KOMBINASI - 5 50 % 7459.04 2412.68 1535.07 5581.77

12. KONTROL STABILITAS GULING

12.1. STABILITAS GULING ARAH X


Fondasi setempat harus diperhitungkan dalam analisis stabilitas
terhadap guling, sehingga angka aman (SF) terhadap guling
diambil = 1.50
letak titik guling A (ujung fondasi) terhadap pusat fondasi :
Bx / 2 = 1.500 m
k = Persen kelebihan beban yang diizinkan
Mx = Momen penyebab guling arah X
Mpx = Momen penahan guling,

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 106


Mpx = P * (Bx / 2) * (1+k)
SF = Angka aman terhadap guling
SF = Mpx / Mx
SF 1,5 - 2,0 diambil 1,50

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 107


Stabilitas Guling Arah X
Tengangan
Kombinasi Beban Berlebihan P Mx Mpx
No. (k) SF
(kN) (kNm) (kNm)
1 KOMBINASI - 1 0% 9202.79 831.85 13804.19 16.59
2 KOMBINASI - 2 25 % 9218.68 2941.85 17285.03 5.88
3 KOMBINASI - 3 40 % 9218.68 4797.25 19359.23 4.04
4 KOMBINASI - 4 40 % 9218.68 4848.85 19359.23 3.99
5 KOMBINASI - 5 50 % 7459.04 5581.77 16782.85 3.01

12.2. STABILITAS GULING ARAH Y

Letak titik guling A (ujung fondasi)terhadap pusat fondasi :


By / 2 = 9.250 m
k = Persen kelebihan beban yang diizinkan
Mx = Momen penyebab guling arah X
Mpx = Momen penahan guling,
Mpy = P * (By / 2) * (1+k)
SF = Angka aman terhadap guling
SF = Mpy / My
SF 1,5 - 2,0 diambil 1,50

Stabilitas Guling Arah Y


Tengangan
Kombinasi Beban Berlebihan P My Mpy
No. (k) SF
(kN) (kNm) (kNm)
1 KOMBINASI - 1 0% 9202.79 0.00 85125.81
2 KOMBINASI - 2 25 % 9218.68 265.21 106591.01 401.91
3 KOMBINASI - 3 40 % 9218.68 265.21 119381.93 450.14
4 KOMBINASI - 4 40 % 9218.68 265.21 119381.93 450.14
5 KOMBINASI - 5 50 % 7459.04 4557.28 103494.23 22.71

13. KONTROL STABILITAS GESER

13.1. STABILITAS GESER ARAH X


Fondasi setempat harus diperhitungkan dalam analisis stabilitas
terhadap guling, sehingga angka aman (SF) terhadap guling
diambil = 1.50
Parameter tanah dasar tanah dasar pondasi :
Sudut geser, f = 27
Kohesi, C = 15 kPa
Ukuran dasr fondasi :
Bx = 3.00 m
By = 18.50 m
k = Persen kelebihan beban yang diijinkan(%)
Tx = Gaya penyebab geser

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 108


Gaya penahan geser,
H = (C * Bx * By + P * TAN f) * (1 + k)
SF = Angka aman terhadap guling
SF = H / Tx
SF 1,1 - 2,0 diambil 1,50

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 109


Stabilitas geser arah X
Tengangan
Kombinasi Beban Berlebihan P Tx H
No. (k) SF
(kN) (kN) (kN)
1 KOMBINASI - 1 0% 9202.79 1456.99 5521.56 3.79
2 KOMBINASI - 2 25 % 9218.68 1956.99 6912.07 3.53
3 KOMBINASI - 3 40 % 9218.68 2651.37 7741.51 2.92
4 KOMBINASI - 4 40 % 9218.68 2670.68 7741.51 2.90
5 KOMBINASI - 5 50 % 7459.04 2412.68 6949.61 2.88

13.2. STABILITAS GESER ARAH Y

Parameter tanan dasar pondasi :


Sudut gesek, f = 27
Kohesi, C = 15.00 kPa
Ukuran dasar pondasi :
Bx = 3.00 m
By = 18.50 m
k = Persen kelebihan beban yang diijinkan (%)
Tx = Gaya penyebab geser
Gaya penahan geser,
H = (C * Bx * By + P * TAN f) * (1 + k)
SF = Angka aman terhadap guling
SF = H / Ty
SF 1,5 - 2,0 diambil 1,50

Stabilitas Geser Arah Y


Tengangan
Kombinasi Beban Berlebihan P Ty H
No. (k) SF
(kN) (kN) (kN)
1 KOMBINASI - 1 0% 9202.79 0.00 5521.56
2 KOMBINASI - 2 25 % 9218.68 64.24 6912.07 107.596
3 KOMBINASI - 3 40 % 9218.68 64.24 7741.51 120.507
4 KOMBINASI - 4 40 % 9218.68 64.24 7741.51 120.507
5 KOMBINASI - 5 50 % 7459.04 1535.07 6949.61 4.527

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 110


II. ANALISA BEBAN ULTIMIT
1. PILE CAP

1.1. KOMBINASI BEBAN ULTIMIT PILE CAP


REKAP BEBAN KERJA PILE CAP
P Tx Ty Mx
No. Jenis Beban Kode
(kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat sendiri MS 6948.52 -1444.52
2 Beban mati tambahan MA 510.52 0.00
3 Tekanan tanah TA 1456.99 2276.38
B. Beban lalu lintas
4 Beban lajur"D" TD 1669.28 0.00
5 Beban pendestrian TP 74.47 0.00
6 Gaya rem TB 500.00 2110.00
C. Aksi lingkungan
7 Temperatur ET 19.31 51.60
8 Beban angin EW 15.89 64.24 0.00
9 Beban gempa EQ 1535.07 1535.07 4557.28
10 Tekanan tanah dinamis EQ 877.61 2469.01
D. Aksi lainnya
11 Gesekan FB 694.38 1855.39

KOMBINASI - 1
Faktor Pu Tux Tuy Mux
No. Jenis Beban
beban (kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat sendiri 1.30 9033.08 -1877.88

2 Beban mati tambahan 2.00 1021.04 0.00


3 Tekanan tanah 1.25 1821.23 2845.47
B. Beban lalu lintas
4 Beban lajur"D" 1.80 3004.70 0.00
5 Beban pendestrian
6 Gaya rem 1.80 900.00 3798.00
C. Aksi lingkungan
7 Temperatur 1.20 23.18 61.92
8 Beban angin 1.20 19.07 77.09 0.00
9 Beban gempa
10 Tekanan tanah dinamis
D. Aksi lainnya
11 Gesekan
13077.89 2744.41 77.09 4827.52

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 111


KOMBINASI - 2
Faktor Pu Tux Tuy Mux
No. Jenis Beban
beban (kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat sendiri 1.30 9033.08 -1877.88

2 Beban mati tambahan 2.00 1021.04 0.00


3 Tekanan tanah 1.25 1821.23 2845.47
B. Beban lalu lintas
4 Beban lajur"D" 1.80 3004.70 0.00
5 Beban pendestrian 1.80 134.05 0.00
6 Gaya rem 1.80 900.00 3798.00
C. Aksi lingkungan
7 Temperatur 1.20 23.18 61.92
8 Beban angin
9 Beban gempa
10 Tekanan tanah dinamis
D. Aksi lainnya
11 Gesekan 1.30 902.70 902.70
13192.86 3647.11 0.00 5730.21

KOMBINASI - 3
Faktor Pu Tux Tuy Mux
No. Jenis Beban
beban (kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat sendiri 1.30 9033.08 -1877.88

2 Beban mati tambahan 2.00 1021.04 0.00


3 Tekanan tanah 1.25 1821.23 2845.47
B. Beban lalu lintas
4 Beban lajur"D" 1.80 3004.70 0.00
5 Beban pendestrian
6 Gaya rem 1.80 900.00 3798.00
C. Aksi lingkungan
7 Temperatur
8 Beban angin 1.20 19.07 77.09 0.00
9 Beban gempa
10 Tekanan tanah dinamis
D. Aksi lainnya
11 Gesekan 1.30 902.70 2412.01
13077.89 3623.93 77.09 7177.60

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 112


KOMBINASI - 4
Faktor Pu Tux Tuy Mux
No. Jenis Beban
beban (kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat sendiri 1.30 9033.08 -1877.88

2 Beban mati tambahan 2.00 1021.04 0.00


3 Tekanan tanah 1.25 1821.23 2845.47
B. Beban lalu lintas
4 Beban lajur"D" 1.80 3004.70 0.00
5 Beban pendestrian 1.80 134.05 0.00
6 Gaya rem 1.80 900.00 3798.00
C. Aksi lingkungan
7 Temperatur 1.20 23.18 61.92
8 Beban angin 1.20 19.07 77.09 0.00
9 Beban gempa
10 Tekanan tanah dinamis
D. Aksi lainnya
11 Gesekan
13211.93 2744.41 77.09 4827.52

KOMBINASI - 5
Faktor Pu Tux Tuy Mux
No. Jenis Beban
beban (kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat sendiri 1.30 9033.08 -1877.88

2 Beban mati tambahan 2.00 1021.04 0.00


3 Tekanan tanah 1.25 1821.23 2845.47
B. Beban lalu lintas
4 Beban lajur"D"
5 Beban pendestrian
6 Gaya rem
C. Aksi lingkungan
7 Temperatur
8 Beban angin
9 Beban gempa 1.00 1535.07 1535.07 4557.28
10 Tekanan tanah dinamis 1.00 877.61 2469.01
D. Aksi lainnya
11 Gesekan
10054.12 4233.92 1535.07 7993.88

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 113


1.2. REKAPAN BEBAN KOMBINASI BEBAN ULTIMIT PILE CAP

Pu Tux Tuy Mux


NO. Kombinasi Beban
(kN) (kN) (kN) (kNm)
1 KOMBINASI - 1 13077.89 2744.41 77.09 4827.52
2 KOMBINASI - 2 13192.86 3647.11 0.00 5730.21
3 KOMBINASI - 3 13077.89 3623.93 77.09 7177.60
4 KOMBINASI - 4 13211.93 2744.41 77.09 4827.52
5 KOMBINASI - 5 10054.12 4233.92 1535.07 7993.88

2. BREAST WALL

2.1. BERAT SENDIRI (MS)

Parameter
No
b (m) h (m)
1 0.300 0.600
2 0.600 1.070
3 1.450 0.400
4 0.450 0.250
5 1.000 0.850
Lateral stop block
Struktur atas(slab,dll)
PMS =

Gambar 24 : Berat Sendiri Breast Wall

2.2. TEKANAN TANAH (MS)

H' = h 1 + h2 + h3 + h4 + c = 2.920 m
f' = tan (Kf * tan f) = 0.4424808 rad
-1 R

Ka = tan2 (45o - f' /2) = 0.40038


Ws = 17.20 kN/m3
0,6 * Ws = 10.32 kPa
By = 18.50 m

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 114


Gambar 25 : Tekanan Tanah Pada Breast Wall

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 115


Lengan y
No. Gaya akibat tekanan tanah
THD. O (m)
1 TTA = (0,6 * WS) * H' * KA * By 223.207011 y = H'/2 1.46
2 TTA = 1/2 * H * WS * KA * By
2
543.13706 y = H'/3 0.9733333
TTA = 766.344072 MTA =

2.3. BEBAN GEMPA


2.3.1. BEBAN GEMPA STATIK EKIVALEN

c = 0.60 m
H' = h1 + h2 + h3 + h4 + c = 2.920 m
h1 = 0.60 m
h2 = 1.07 m
h3 = 0.40 m
h4 = 0.25 m
h5 = 0.85 m
b5 = 1.00 m
Wc = 25.00 kN/m3
TEQ = Kh * I * Wt = 0.2058 *Wt

Gambar 26 : Gaya Gempa Pada Breast Wall

Beban Gempa Pada Breast Wall


No. Berat TEQ Besar
Uraian lengan terhadap titik O
Wt (kN) (kN) y (m)
Struktur atas
PMS 3347.1653 688.84661 y = H' 2.920
PMA 510.5195 105.06491 y = H' 2.920
Breast wall
1 83.25 17.133 y1 = c + h4 + h3 + h2 + h1/2 2.620
2 296.93 61.107 y2 = c + h4 + h3 + h2/2 1.785
3 134.13 27.603 y3 = c + h4 + h3 /2 1.050
4 26.02 5.354 y4 = c + 2/3 * h4 0.767
5 393.13 80.905 y5 = h5 /2 0.425
3.19 0.656 ystop = c + h4 + h3 + hstop/2 1.450
TEQ = 986.66959 MEQ =
Beban gempa statik ekivalen arah y (melintang jembatan) besarnya sama dengan beban gempa arah x
(memanjang jembatan)

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 116


2.3.2. TEKANAN TANAH DINAMIS AKIBAT GEMPA

H' = h1 + h2 + h3 + h4 + c = 2.920 m
h8 + h9 = 1.300 m
Ws = 17.20 kN/m3
KaG = 0.309747
By = 18.50 m

Gambar 27 : Tekanan Tanah Dinamis Pada Breast Wall

Tekanan tanah dinamis TEQ y


No Lengan
(kN) (m)
1 1/2 * H' * Ws * KaG * By
2
420.187383 2/3 *H' = 1.947
2 (h8 + h9) * Ws * KaG * By 128.129949 H'/2 = 1.460
TEQ = 548.317331 MEQ =

2.4. BEBAN ULTIMIT BREAST WALL

Rekap Beban Kerja Pada Breast Wall


Pu Vux Vuy Mx My
No. Jenis Beban
(kN) (kN) (kN) (kNm) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat sendiri 4283.79
2 Beban mati tambahan 510.52
3 Tekanan tanah 766.34 854.54
B. Beban lalu lintas
4 Beban lajur"D" 1669.28
5 Beban pendestrian 74.47
6 Gaya rem 500.00 1460.00
C. Aksi lingkungan
7 Temperatur 19.31 26.50
8 Beban angin 15.89 64.24 181.69
9 Beban gempa 986.67 986.67 2540.61 2540.61
10 Tekanan tanah dinamis 548.32 1005.03
D. Aksi lainnya
11 Gesekan 694.38 952.69

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 117


K = faktor beban ultimit
Gaya aksial ultimit, Pu = K * P
Gaya geser ultimit, Vux = K * Tx Vuy = K * Ty
Momen ultimit, Mux = K * Mx Muy = K * My

Rekap Beban Ultimit Pada Breast Wall


Faktor Pu Vux Vuy Mx
No. Jenis Beban
beban (kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat sendiri 1.30 5568.93
2 Beban mati tambahan 2.00 1021.04
3 Tekanan tanah 1.25 957.93 1068.17
B. Beban lalu lintas
4 Beban lajur"D" 1.80 3004.70
5 Beban pendestrian 1.80 134.05
6 Gaya rem 1.80 900.00 2628.00
C. Aksi lingkungan
7 Temperatur 1.20 23.18 31.80
8 Beban angin 1.20 19.07 77.09
9 Beban gempa 1.00 986.67 986.67 2540.61
10 Tekanan tanah dinamis 1.00 548.32 1005.03
D. Aksi lainnya
11 Gesekan 1.30 902.70 1238.50

2.5. KOMBINASI BEBAN ULTIMIT BREAST WALL

KOMBINASI - 1
Faktor Pu Vux Vuy Mux
No. Jenis Beban
beban (kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat sendiri 1.30 5568.93
2 Beban mati tambahan 2.00 1021.04
3 Tekanan tanah 1.25 957.93 1068.17
B. Beban lalu lintas
4 Beban lajur"D" 1.80 3004.70
5 Beban pendestrian
6 Gaya rem 1.80 900.00 2628.00
C. Aksi lingkungan
7 Temperatur 1.20 23.18 31.80
8 Beban angin 1.20 19.07 77.09
9 Beban gempa
10 Tekanan tanah dinamis

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 118


D. Aksi lainnya
11 Gesekan
9613.74 1881.11 77.09 3727.97

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 119


KOMBINASI - 2
Faktor Pu Vux Vuy Mux
No. Jenis Beban
beban (kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat sendiri 1.30 5568.93
2 Beban mati tambahan 2.00 1021.04
3 Tekanan tanah 1.25 957.93 1068.17
B. Beban lalu lintas
4 Beban lajur"D" 1.80 3004.70
5 Beban pendestrian 1.80 134.05
6 Gaya rem 1.80 900.00 2628.00
C. Aksi lingkungan
7 Temperatur 1.20 23.18 31.80
8 Beban angin
9 Beban gempa
10 Tekanan tanah dinamis
D. Aksi lainnya
11 Gesekan 1.30 902.70 1238.50
9728.71 2783.80 0.00 4966.47

KOMBINASI - 3
Faktor Pu Vux Vuy Mux
No. Jenis Beban
beban (kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat sendiri 1.30 5568.93
2 Beban mati tambahan 2.00 1021.04
3 Tekanan tanah 1.25 957.93 1068.17
B. Beban lalu lintas
4 Beban lajur"D" 1.80 3004.70
5 Beban pendestrian
6 Gaya rem 1.80 900.00 2628.00
C. Aksi lingkungan
7 Temperatur
8 Beban angin 1.20 19.07 77.09
9 Beban gempa
10 Tekanan tanah dinamis
D. Aksi lainnya
11 Gesekan 1.30 902.70 1238.50
9613.74 2760.63 77.09 4934.67

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 120


Kombinasi - 4
Faktor Pu Vux Vuy Mux
No. Jenis Beban
beban (kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat sendiri 1.30 5568.93
2 Beban mati tambahan 2.00 1021.04
3 Tekanan tanah 1.25 957.93 1068.17
B. Beban lalu lintas
4 Beban lajur"D" 1.80 3004.70
5 Beban pendestrian 1.80 134.05
6 Gaya rem 1.80 900.00 2628.00
C. Aksi lingkungan
7 Temperatur 1.20 23.18 31.80
8 Beban angin 1.20 19.07 77.09
9 Beban gempa
10 Tekanan tanah dinamis
D. Aksi lainnya
11 Gesekan
9747.78 1881.11 77.09 3727.97

KOMBINASI - 5
Faktor Pu Vux Vuy Mux
No. Jenis Beban
beban (kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat sendiri 1.30 5568.93
2 Beban mati tambahan 2.00 1021.04
3 Tekanan tanah 1.25 957.93 1068.17
B. Beban lalu lintas
4 Beban lajur"D"
5 Beban pendestrian
6 Gaya rem
C. Aksi lingkungan
7 Temperatur
8 Beban angin
9 Beban gempa 1.00 986.67 986.67 2540.61
10 Tekanan tanah dinamis 1.00 548.32 1005.03
D. Aksi lainnya
11 Gesekan
6589.97 2492.92 986.67 4613.81

REKAP KOMBINASI BEBAN ULTIMIT BREAST WALL


Pu Vux Vuy Mux
No. Kombinasi Beban

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 121


No. Kombinasi Beban
(kN) (kN) (kN) (kNm)
1 KOMBINASI - 1 9613.74 1881.11 77.09 3727.97
2 KOMBINASI - 2 9728.71 2783.80 0.00 4966.47
3 KOMBINASI - 3 9613.74 2760.63 77.09 4934.67
4 KOMBINASI - 4 9747.78 1881.11 77.09 3727.97
5 KOMBINASI - 5 6589.97 2492.92 986.67 4613.81

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 122


3. BACK WALL

3.1. BACK WALL BAWAH

3.1.1. TEKANAN TANAH (TA)

H" = h 1 + h2 = 1.670 m
f' = tan (Kf * tan f) =
-1 R
0.4425 rad
Ka = tan2 (45o - f' /2) = 0.4004
Ws = 17.20 kN/m3
0,6 * Ws = 10.32 kPa
By = 18.5 m

Gambar 28 : Tekanan Tanah Pada Back Wall Bawah

TTA Lengan y
No. Gaya akibat tekanan tanah
(kN) THD. O (m)
1 TTA = (0,6 * WS) * H'' * KA * By 127.656 y = H''/2 0.835
2 TTA = 1/2 * H'' * WS * KA * By
2
177.655 y = H''/3 0.557
TTA = 305.311 kN MTA =

3.1.2. BEBAN GEMPA STATIK EKIVALEN

h1 = 0.60 m h2 = 1.07 m
H" = h1 + h2 = 1.67 m TEQ = Kh * I * Wt = 0.2058 * Wt
Berat TEQ Besar MEQ
No. Lengan
Wt (kN) (kN) y (m) (kNm)
1 83.250 17.133 y1 = H" - h1/2 1.370 23.472
2 296.925 61.107 y2 = h2 /2 0.535 32.692
TEQ = 78.240 MEQ = 56.164

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 123


Gambar 29 : Gaya Gempa Pada Back Wall Bawah

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 124


3.1.3. BEBAN GEMPA TEKANAN TANAH DINAMIS (EQ)

H = 4.22 m
H" = h1 + h2 = 1.67 m
Ws = 17.20 kN/m3
KaG = 0.3097
By = 18.50 m

Gambar 30 : Tekanan Tanah Dinamis Pada Back Wall Baw

TTA Lengan y
No. Gaya akibat tekanan tanah
(kN) trhdp. O (m)
1 TEQ1 = 1/2 * (H'')2 * Ws * KaG * By 137.439082 2/3 * H'' = 1.113
2 TEQ2 = (H - H'') * Ws * KaG * By 251.331823 H''/2 = 0.835
TEQ = 388.771 kN MEQ =

3.1.4. BEBAN ULTIMIT BACK WALL BAWAH

K = Faktor beban ultimit


Gaya geser ultimit, Vu = K * T
Momen ultimit, Mu = K * M

Rekap Beban Kerja Back Wall Bawah BEBAN KERJA BEBAN ULTIMIT
Faktor T M Vu
No. Jenis Beban
beban (kN) (kNm) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Tekanan tanah 1.25 305.311 205.487 381.638
C. Aksi lingkungan
2 Gempa statistik ekivalen (EQ) 1.00 78.240 56.164 78.240
3 Gempa tekanan tanah dinamis (EQ) 1.00 388.771 362.878 388.771
Beban ultimit pada Back wall bawah : 848.649

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 125


3.2. BACK WALL ATAS

3.2.1. TEKANAN TANAH (TA)

f' = tan-1(Kf R * tan f) = 0.4425 rad


Ka = tan (45 - f' /2) =
2 o 0.4004
Ws = 17.20 kN/m3
0,6 * Ws = 10.32 kPa
By = 18.50 m
h1 = 0.60 m

Gambar 31 : Tekanan Tanah Pada Back Wall Atas

TTA Lengan y
No. Gaya akibat tekanan tanah
(kN) trhdp. O (m)
1 TTA = (0,6 * Ws) * h1 * Ka * By 45.864 y = h1/2 0.300
2 TTA = 1/2 * (h1) * Ws * Ka * By
2
22.932 y = h1/3 0.200
TTA = 68.797 kN MTA =

3.2.2. BEBAN GEMPA STATIK EKIVALEN

h1 = 0.60 m TEQ = Kh * I * Wt = 0.20580 * Wt


Berat TEQ Besar MEQ
No. Lengan
Wt (kN) (kN) y (m) (kNm)
1 83.250 17.133 y = h1 /2 0.300 5.140
TEQ = 17.133 MEQ = 5.140

3.2.3. BEBAN GEMPA TEKANAN TANAH DINAMIS (EQ)

H = 4.22 m
h1 = 0.60 m
Ws = 17.20 kN/m3
KaG = 0.309747
By = 18.50 m

Gambar 32 : Tekanan Tanah Dinamis Pada Back Wall Ata

TTA Lengan y
No. Gaya akibat tekanan tanah

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 126


No. Gaya akibat tekanan tanah
(kN) trhdp.O (m)
1 TEQ1 = 1/2 * (h1) * Ws * KaG * By
2
17.741 y =2/3 * h1 0.400
2 TEQ2 = (H - h1) * Ws * KaG * By 356.793 y =h1/2 0.300
TEQ = 374.534 kN MEQ =

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 127


3.2.4. BEBAN ULTIMIT BACK WALL ATAS

K = Faktor beban ultimit


Gaya geser ultimit, Vu = K * T
Momen ultimit, Mu = K * M

Rekap Beban Kerja Back Wall Atas BEBAN KERJA BEBAN ULTIMIT
Faktor T M Vu
No. Jenis Beban
beban (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Tekanan tanah 1.25 68.797 18.346 85.996
B. Aksi lingkungan
2 Gempa statistik ekivalen (EQ) 1.00 17.133 5.140 17.133
3 Gempa tekanan tanah dinamis (EQ) 1.00 374.534 114.134 374.534
Beban ultimit pada Back Wall Atas : 477.662

4. WING WALL
Ukuran wing wall (Ekivalen) :
Hy = h1 + h2 + h3 + h4 + c + h6 = 3.220 m
Hx = b15 + b16 = 2.850 m
hw = 0.50 m
Berat beton, Wc = 25.00 kN/m3

Plat wing wall dianalisa sebagai two way slab


mengingat salah satu sisi vertikal atau horizontal
terjepit pada abutment, sehingga terjadi momen pada
jepitan yaitu :
Mx dan My.
Mx = 1/2 * Mjepit arah x
My = 1/2 * Mjepit arah y
Gambar 34 : Gaya dan Momen Pada Wing Wall

4.1. TEKANAN TANAH PADA WING WALL

Hy = 3.220 m
Hx = 2.850 m
f'= tan (Kf * tan f) = 0.4424808 rad
-1 R

Ka = tan2 (45o - f' /2) = 0.40038


Ws = 17.20 kN/m3
0,6 * Ws = 10.32 kPa

No.Tekanan tanah kN

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 128


1 TTA = (0,6 * Ws) * Hx * Hy * Ka 37.919
2 TTA = 1/2 * (Hy) * Hx * Ws * Ka
2
101.749

Gambar 35 : Tekanan Tanah Pada Wing Wall

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 129


Gaya geser dan momen pada wing wall akibat tekanan tanah:
TTA Lengan y Lengan x My Mx
No.
(kN) (m) (m) (kNm) (kNm)
1 37.919 y = Hy /2 1.610 x = Hx/2 1.425 30.525 27.017
2 101.749 y = Hy /3 1.073 x = Hx/2 1.425 54.605 72.496
139.667 85.130 99.513

4.2. BEBAN GEMPA STATIK EKIVALEN PADA WING WALL

Berat wing wall, Wt = Hy * Hx * hw * Wc = 114.713 kN


Gaya horizontal gempa, TEQ = Kh * I * Wt = 0.2058 * Wt = 23.608 kN
Lengan, x = Hx / 2 = 1.425 m Mx = 1/2 * TEQ * x = 16.821 kNm
Lengan, y = Hy / 2 = 1.610 m My = 1/2 * TEQ * y = 19.004 kNm

Gambar 36 : Beban Gempa Pada Wing Wall

4.3. TEKANAN TANAH DINAMIS PADA WING WALL

Hy 3.220 m
HX 2.850 m
h 8 + h9 = 1.300 m
Ws = 17.20 kN/m3
KaG = 0.3097

No. Tekanan Tanah Dinamis kN


1 TEQ1 = 1/2 *(Hy) * Hx * Ws * KaG
2
78.716
2 TEQ2 = (h8 + h9) * Hx * Ws * KaG 19.739

Gambar 37 : Tekanan Tanah Dinamis Pada Wing Wall

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 130


Gaya geser dan momen pada wing wall akibat tekanan tanah dinamis :
TTA Lengan y Lengan x My Mx
No.
(kN) (M) (M) (kNm) (kNm)
1 78.716 y = 2/3*Hy 2.147 x = Hx/2 1.425 84.488 56.085
2 19.739 y = Hy/2 1.610 x = Hx/2 1.425 15.890 14.064
98.455 100.378 70.149

4.4. BEBAN ULTIMIT WING WALL

Gaya geser ultimit Vu = K * T K = Faktor momen ultimit


Momen ultimit Mu = K * M
Faktor T My
No. Jenis Beban Simbol
beban (kN) (kNm)
1 Tekanan tanah (TA) KTA 1.25 139.667 85.130
2 Gempa statik ekivalen (EQ) KEQ 1.00 23.608 19.004
3 Gempa tekanan tanah dinamis (EQ) KEQ 1.00 98.455 100.378

Rekapan beban ultimit pada wing wall


Faktor Vu Muy Mux
No. Jenis Beban
beban (kN) (kNm) (kNm)
1 Tekanan tanah(TA) 1.25 174.584 106.412 124.391
2 Gempa statik ekivalen (EQ) 1.00 23.608 19.004 16.821
3 Gempa tekanan tanah dinamis (EQ) 1.00 98.455 100.378 70.149
Beban ultimit pada Wing Wall = 296.647 225.795 211.361

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 131


N - SUMUT

b3

SANDARAN

Deck Slab td = 7 cm

ha

Girder
hb

s s

Dimensi Satuan
7.00 m
8.00 m
1.50 m
1.00 m
0.25 m
18.50 m
0.20 m
0.10 m
0.30 m
0.05 m
1.25 m
2.620 m
1.85 m
20.60 m
Dimensi Satuan

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 132


25.00 kN/m
24.00 kN/m
22.00 kN/m
9.80 kN/m

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 133


(m)

18.50
0.50
an
hasil jlh tanah
kN/m timbun

dari grafik

kPa dari grafik

Pile Cap )
hub.sudut
geser dalam
kN/m vs berat isi
tanah

Grafik
Parameter
tanah dari
Sondir

Grafik
Parameter
kPa tanah dari
Sondir

TUR
250
32

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 134


en struktural,
edakan menjadi

bar 4 : Beban Akibat Berat Sendiri

Berat
(kN)
1905.50
807.52
72.10
21.63
231.75
476.38
2754.03
201.99
223.44
6694.33
3347.17 kN
0.00 m
0.00 kNm

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 135


18.50 m
1.00 m

Terhadap titik A
Momen
(kNm)

166.500
638.389
462.731
55.934
589.688
208.125
161.875
161.875
2081.250
4.781

141.750
376.680
3.234
15.019

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 136


27.019

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 137


10.000
75.272

395.288
1046.607
38.942
180.826
120.400
6962.184

1.933 m
-1.933
< Bx/6 = 0,500 m (OK)

bah selama umur

Berat
kN
679.800
154.500
186.739
1021.039

510.520 kN
0.00 m

0.00 kNm

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 138


gkan adanya
a ekipalen beban
dari tanah dasar

1.00
0.70
tan (45 - f' / 2)
17.20 kN/m
35
9.00 kPa
4.220 m
18.500 m

MTA
(kNm)
680.644
1595.73
2276.38

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 139


L mempunyai
seperti gambar 9

###
###
###

20.60 m
11.053 kPa
49.00 kN/m

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 140


Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 141
40%

3338.550 kN
1669.275 kN
0.00 m
0.00 kNm

20.60 m

1.50 m

1 buah

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 142


15.450 m2

4.8202 kPa

74.4713175 kN

0.00 m

0.00 kNm

dan dianggap
rgantung panjang

20.60 m
500.00 kN

4.220 m

2110.000 kNm

2.920 m

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 143


1460.000 kNm

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 144


an temperatur

40 C
o

15 C
o

12.5 C
o

12.5 C
o
###
0.00001 / C o
###
1500 kN/m
20.6 m
10 buah

19.31 kN

2.672 m

51.603 kNm

1.372 m

26.497 kNm

1.25
30.00 m/det
20.60 m
2.620 m
53.972 m2

36.431 kN

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 145


3.9820 m

145.069 kNm

2.6820 m

97.708 kNm

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 146


yang meniup

27.810 kN
4.320 m
120.139 kNm
3.020 m
83.986 m

64.241 kN
265.208 kNm
181.694 kNm

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 147


n Angin Yang Ditransfer ke Lantai

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 148


1.350 kN/m

2.000 m
1.750 m

15.891 kN
0.000 m
0.000 kNm

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 149


Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 150
1.250 m
18.500 m
1.000 m
1.54166667 m4
20.75 Mpa
21409.5 MPa
21409518.9 kPa
50697741 kN/m
9.80 m/det2
3347.17 kN
3601.36 kN
5147.84 kN
0.02022485 detik
3 ###
0.14

1.225
1.225
0.1715
au arteri, dan

1.200
0.2058 * Wt

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 151


Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 152
0.600 m
2.320 m
0.250 m
0.600 m
0.300 m
4.22 m
0.60

MEQ
(kNm)

2906.933
443.374

67.161
188.516
129.734
10.530
139.561
32.838
15.705
15.705
142.774
1.755

27.672
58.618
0.574
2.223
2.717
0.926
6.853
123.842

194.445
6.911
26.761
11.150
4557.276 kN/m
2.969 m

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 153


527.64 m4
17351301782 kN/m
0.00109323 Detik
0.14
1.225
0.1715
1.20
0.2058 *Wt
6948.524 kN

510.520 kN
7459.044 kN

1535.071 kN
4557.276 kNm

an koefesien

4.220 m
18.50 m
0.1715
0.44248 rad
0.40038
17.20 kN/m3
0.16985
0.9275
1.30609

0.710128
0.30975
877.61 kN
2.8133 m
2469.01 kNm

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 154


0.18

3347.165 kN
510.520 kN

3857.685 kN
694.383 kN
2.672 m

1855.392 kNm

1.372 m

952.694 kNm

REKAP BEBAN KERJA


Momen
NO.
My (kN)
(kNm) A.
###
###
###
B.
###
###
###
C.
###
###
265.21 ###
4557.28 ###
D.
###

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 155


KOMBINASI - 1
Momen
NO.
My (kN)
(kNm) A.
###
###
###
B.
###
###
###
C.
###
###
###
###
D.
###
###
0.00

KOMBINASI - 2
Momen
NO.
My (kN)
(kNm) A.
###
###
###
B.
###
###
###
C.
###
###
265.21 ###
###
D.
###
###
265.21

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 156


KOMBINASI - 3
Momem
NO.
My (kN)
(kNm) A.
###
###
###
B.
###
###
###
C.
###
###
265.21 ###
###
D.
###
###
265.21

KOMBINASI - 4
Momem
NO.
My (kN)
(kNm) A.
###
###
###
B.
###
###
###
C.
###
###
265.21 ###
###
D.
###
###

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 157


265.21

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 158


KOMBINASI - 5
Momem
NO.
My (kN)
(kNm) A.
###
###
###
B.
###
###
###
C.
###
###
###
4557.28 ###
D.
###
###
4557.28

My
(kNm)
0.00
265.21
265.21
265.21
4557.28 KOMBINASI - 6

NO.
(kN)
A.
###
###
B.
###
###
C.
###
###
###

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 159


###
D.
###

###

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 160


KET.
NO.
>1,50 (OK) BEBAN
>1,50 (OK) KOMBINASI - 1
>1,50 (OK) KOMBINASI - 2
>1,50 (OK) KOMBINASI - 3
>1,50 (OK)

KOMBINASI - 5
KOMBINASI - 6

BEBAN
###
###
###
###
###
###

KET. NO.
BEBAN
###
>1,50 (OK) ###
>1,50 (OK) ###
>1,50 (OK) ###
>1,50 (OK)

###

NO.
BEBAN
###
###
###
###
###
###

NO.

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 161


BEBAN
###
###
###

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 162


KET.

>1,50 (OK)

>1,50 (OK)

>1,50 (OK)

>1,50 (OK) KOMBINASI - 1


>1,50 (OK)

BEBAN
A.
###
###
###
B.
###
###
###
C.
###
###
###
D.
###

###

KOMBINASI - 2
KET.
NO.
BEBAN
>1,50 (OK) A.
>1,50 (OK) ###
>1,50 (OK) ###
>1,50 (OK)

B.

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 163


###
###
C.
###
###
My D.
(kNm) ###
###
KOMBINASI - 3

NO.
BEBAN
A.
###
###
###
B.
###
265.21 ###
4557.28 ###
C.
###
###
###
KOMBINASI - 4

NO.
Muy BEBAN
(kNm) A.
###
###
###
B.
###
###
###
C.
###
###
318.25 ###
###
D.
###
###
318.25

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 164


NO.
Muy BEBAN
(kNm) A.
###
###
###
B.
###
###
###
C.
###
###
###
###
D.
###
###
0.00
KOMBINASI - 6

NO.
Muy BEBAN
(kNm) A.
###
###
###
B.
###
###
###
C.
###
###
318.25 ###
###
D.
###
###
318.25

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 165


Muy
NO.
(kNm) (kN)
###
###
###
###
###
###

318.25

318.25

Muy
(kNm)

4557.28

4557.28

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 166


Muy
(kNm)
318.25
0.00
318.25
318.25
4557.28

Berat
(kN)
83.250
296.925
134.125
26.016
393.125
3.188
3347.165
4283.793 kN

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 167


ekanan Tanah Pada Breast Wall

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 168


MTA
(kNm)
325.882
528.653
854.536

Gaya Gempa Pada Breast Wall

MEQ
(kNm)

2011.432
306.790

44.888
109.076
28.983
4.105
34.385
0.951
2540.610

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 169


nan Tanah Dinamis Pada Breast Wall

MEQ
(kNm)
817.965
187.070
1005.034

REKAP BEBAN KERJA BREAST WALL

NO.
BEBAN
A.
###
###
###
B.
###
###
###
C.
###
###
###
###
D.
###

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 170


My
(kNm)

218.03
2540.61

KOMBINASI - 1

NO.
Muy BEBAN
(kNm) A.
###
###
###
B.
###
###
###
C.
###
###
218.03 ###
###
D.

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 171


###
###
218.03

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 172


KOMBINASI - 2

NO.
Muy BEBAN
(kNm) A.
###
###
###
B.
###
###
###
C.
###
###
###
###
D.
###
###
0.00

KOMBINASI - 3
Muy
NO.
(kNm) BEBAN
A.
###
###
###
B.
###
###
###
C.
###
218.03 ###
###
###
D.
###
218.03 ###

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 173


Muy
(kNm) KOMBINASI - 4

NO.
BEBAN
A.
###
###
###
B.
###
###
###
218.03 C.
###
###
###
###
218.03 D.
###

NO.
Muy BEBAN
(kNm) A.
###
###
###
B.
###
###
###
C.
###
###
###
2540.61 ###
D.
###
###
2540.61

Muy

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 174


(kNm)
218.03
0.00
218.03
218.03
2540.61

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 175


D.

###

###

NO.
(kN)

anan Tanah Pada Back Wall Bawah ###


###
MTA ###
(kNm) ###
106.593 ###
98.894 ###
205.487 kNm

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 176


ya Gempa Pada Back Wall Bawah

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 177


Tanah Dinamis Pada Back Wall Bawah

MTA
(kNm)
153.015512
209.862072
362.878 kNm

BEBAN ULTIMIT
Mu
(kNm)

256.859

56.164
362.878
675.901

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 178


kanan Tanah Pada Back Wall Atas

MTA
(kNm)
13.759
4.586
18.346 kNm

n Tanah Dinamis Pada Back Wall Atas

MTA

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 179


(kNm)
7.096
107.038
114.134 kNm

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 180


BEBAN ULTIMIT
Mu
(kNm)

22.932

5.140
114.134
142.206

aya dan Momen Pada Wing Wall

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 181


Tekanan Tanah Pada Wing Wall

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 182


an Tanah Dinamis Pada Wing Wall

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 183


Mx
(kNm)
99.513
16.821
70.149

Analisa Beban Abutment 1 dan 2 Page 184


ANALISA KEKUATAN ABUTMENT
JEMBATAN SEI ROTAN, KAB. DELI SERDANG, MEDAN - SUMUT

1. BREAST WALL

1.1. PEMBESIAN BREAST WALL

Mutu beton : K- 250


Kuat tekan beton, fc' = 0,83 * K/10 = 20.75 MPa
Mutu baja : U- 32
Tegangan lelah baja, fy = U * 10 320 MPa
Dimensi Breast Wall, By = 18.50 m
b5 = 1.00 m
Ditinjau Breast Wall selebar 1 meter :
Lebar Breast Wall, b= 1000 mm
Tebal Breast Wall, h= 1000 mm
Gambar 1 : Gaya Aksial dan Momen Pada Breast Wall

Luas penampang breast wall yang ditinjau, Ag = b * h = 1000000 mm2


Pu = Gaya aksial ultimit pada breast wall ( kN )
Mu = Momen ultimit pada breast wall (kNm)
f . Pn = Pu = f . Pn / (fc' . Ag) = Pu * 103 / (fc' * Ag)
f . Mn = M u = f . Mn / (fc' . Ag . h) = Mu * 106 / (fc' * Ag * h)

HASIL ANALISA BEBAN UNTUK LEBAR = 1 m


KOMBINASI Pu Mu Pu Mu
No
BEBAN ULTIMIT (kN) (kN -m) (kN) (kN -m)
1 KOMBINASI - 1 9613.735 3727.966 519.661 201.512 0.025044
2 KOMBINASI - 2 9728.714 4966.468 525.876 268.458 0.025343
3 KOMBINASI - 3 9613.735 4934.672 519.661 266.739 0.025044
4 KOMBINASI - 4 9747.783 3727.966 526.907 201.512 0.025393
5 KOMBINASI - 5 6589.970 4613.814 356.215 249.395 0.017167
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, d' = 50
h' = h - 2 * d' = 900
h' / h = 0.9
Nilai = * Pn / ( fc' * Ag ) dan = . Mn / ( f'c * Ag * h ) diplot ke dalam diagram interaksi diperoleh,
Rasio tulangan yang diperlukan, = 1.0%
Luas tulangan yang diperlukan, As = * b * h = 10000
Diameter tulangan yang digunakan, D = 16
Tulangan tekan yang dibuat sama dengan tulangan tarik :
As (tekan) = As (tarik) = 1/2 * As = 5000
Jarak tulangan yang diperlukan, s = p/4 * D2 * b / (1/2 * As) = 40.212

Analisa Kekuatan Abutment Page 185


Digunakan : Jmlh. Lapis Dia. Digunakan Jarak
Tulangan Tekan, 2 D 16 - 150 5361.651
Tulangan Tarik, 2 D 16 - 150 5361.651
Rasio Tulangan Total, = 1.072% Luas tul. As = 10723.303
As>As' (OK..!!)

Analisa Kekuatan Abutment Page 186


DIAGRAM INTERAKSI Untuk : fy = 320 Mpa h'/h =
Plot nilai . Pn / (fc' . Ag ) dan . Mn / (fc' . Ag . h) ke dalam diagram interaksi .

1.2. ANALISA BREAST WALL DENGAN DIAGRAM INTERAKSI


Untuk mengontrol apakah tulangan Breast Wall yang ditetapkan dengan Diagram interaksi (tak berdimensi)
untuk Uniaxial Bending tersebut telah mencukupi, perlu dilakukan analisa kekuatan Breast Wall dengan
Diagram intraksi P-M untuk berbagai macam kombinasi pembebanan. Input data, persamaan yang digunakan
untuk analisis, dan hasil analisis Breast Wall disajikan sebagai berikut.
1.2.1. ANALISA DINDING BETON BERTULANG DENGAN DIAGRAM INTERAKSI
DATA DINDING BETON BERTULANG
Mutu Beton K - 250
Mutu baja tulangan U - 32
Kuat tekan beton, fc' = 20.75 MPa
Tegangan leleh baja, fy = 320 MPa
Modulus elastik baja, Es = 200000 MPa
Faktor distribusi tegangan, 1 = 0.85
Ditinjau dinding selebar, b = 1000 mm
Tebal dinding h = 1000 mm
Jarak Tul. Thdp tepi beton d' = 50 mm
Baja tulangan tarik (As) :
2 Lapis D 16 Jarak 150
Baja tulangan tekan ( As' ) :
2 Lapis D 16 Jarak 150

Analisa Kekuatan Abutment Page 187


Luas tulangan tarik, As = 1340.413 mm2
Luas tulangan tekan, As' = 1340.413 mm2
Rasio tulangan tarik, s = 0.134%
Rasio tulangan tarik, s = 0.134%
Faktor reduksi kekuatan, f= 0.65

Analisa Kekuatan Abutment Page 188


PERSAMAAN YANG DIGUNAKAN UNTUK PERHITUNGAN DIAGRAM INTERAKSI
Tinggi efektif, d = h - d'
Pada kondisi tekan aksial sentris :
Pno = 0,80 * [ 0,85 * fc' * b * h + ( As + As' ) * ( fy - 0,85 * fc' )] * 10 3 kN
Gaya tekan aksial nominal, Pn harus < Pno
pada kondisi balance :
Cb = 600 / ( 600 + fy ) * d
ab = 1 * cb
's = 0,003 * ( cb - d' ) / cb
Untuk, 's > fy / Es maka fs' = fy
Untuk, 's < fy / Es maka fs' = 's * Es
Gaya - gaya internal beton dan baja :
Cc = 0,85 * fc' * b * ab * 103 kN
Cs = As * fy * 103 kN
Cs' = As' * ( fs' - 0,85 * fc' ) * 10 -3
kN

Gaya aksial tekan nominal kondisi balance :


Pnb = Cc + Cs' - Cs kN Harus < Pno
Momen nominal kondisi balance :
Mnb = [ Cc * (h/2 - ab/2) + Cs * (d - h/2) + Cs' * (h/2 - d') ] * 10 -3 kN - m
Pada kondisi garis netral terletak pada jarak c dari sisi beton tekan terluar :
s = 0,003 * ( c - d ) / c
s = 0,003 * ( c - d' ) / c
Untuk, ['s ] > fy / Es maka fs = [ s ] / s * fy
Untuk, ['s] < fy / Es maka fs' = 's * Es
Untuk, 's > fy / Es maka fs' = fy
Untuk, 's < fy / Es maka fs' = 's * Es
a = 1 * c
Gaya - gaya internal beton dan baja :
Cc = 0,85 * fc' * b * ab * 103 kN
Cs = As * fy * 10 3
kN
Cs' = As' * ( fs' - 0,85 * fc' ) * 10 -3
kN

Gaya aksial tekan nominal :


Pn = Cc + Cs' - Cs kN Harus < Pno
Momen nominal :
Mn = [ Cc * (h/2 - a/2) - Cs * (d - h/2) + Cs' * (h/2 - d') ] * 10 -3 kN - m
faktor reduksi kekuatan :
= 0.65 Untuk Pn > 0,10 * fc' * b * h
= 0,80 - 1,5 * Pn / ( fc' * b * h ) Untuk 0 < Pn < 0,10 * fc' * b * h

Analisa Kekuatan Abutment Page 189


1.3. TULANGAN GESER BREAST WALL

Perhitungan tulangan geser untuk Breast Wall didasarkan atas momen dan gaya aksial ultimit untuk
kombinasi beban yang menentukan dalam tulangan aksial tekan dan lentur

Gaya aksial ultimit rencana, Pu = 526.907 kN


Momen ultimit rencana, Mu = 268.458 kNm
Mutu beton, fc' = 20.75 MPa
Mutu baja, fy = 320 MPa
Ditinjau dinding abutment selebar, b = 1000 mm
Gaya aksial ultimit rencana, Pu = 526907 N
Momen ultimit rencana, Mu = 268457710 Nmm
Faktor reduksi kekuatan geser, f= 0.70
Tinggi dinding abutment, L = c + h4 +h3 = 1250 mm
Tebal dinding abutment, h = 1000 mm
Luas tulangan longitudinal abutment As = 2680.8257 mm2
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, d' = 50 mm
Vu = Mu / L = 214766.17 N
d = h - d' = 950 mm
Vc max = 0,2 * fc' * b * d = 3942500 N
f * Vc max = 2759750 N
1 = 1,4 - d / 2000 = 0.925 < 1 maka diambil

2 = 1 + Pu / (14 * f'c * b * h) = 1.002 1 =


3 = 0.925
Vuc = 1 * 2 * 3 * b * d * [As * fc' / (b * d)] = 197049.62721 N
Vc = Vuc + 0,6 * b * d = 767049.62721 N
f * Vc = 536934.73905 N
f * Vc > Vu (hanya perlu tul. Geser min.)

Geser pada beton sepenuhnya dipikul oleh tulangan geser, sehingga :


Vs = Vu / f = 306808.811 N
Untuk tulangan geser digunakan besi beton
D 13 Jarak arah y, Sy = 300 mm
Luas tulangan geser, Asv = p /4 * D2 * (b / Sx) = 442.441 mm2
Jarak tulangan geser yang diperlukan, Sx = Asv * fy * d / Vs = 438.390 mm
Digunakan tulangan geser,
D 13 Jarak arah, x, Sx = 300 mm
Jarak arah, y, Sy = 300 mm

Analisa Kekuatan Abutment Page 190


1.4. TULANGAN GESER BREAST WALL ( ARAH Y )
Perhitungan tulangan geser untuk column pier didasarkan pada momen dan gaya aksial ultimit untuk
kombinasi beban yang menentukan dalam perhitungan tulangan aksial tekan dan lentur.
Gaya aksial ultimit rencana, Pu = 526.907 kN
Momen ultimit rencana, Mu = 268.458 kNm
Mutu beton : K - 300 fc' = 20.75 Mpa
Mutu baja : U- 32 fy = 320 Mpa
Lebar Breast Wall, b = 1000 mm
Gaya aksial ultimit rencana, Pu = 526907.21 N
Momen ultimit rencana, Mu = 268457710 Nmm
Faktor reduksi kekuatan geser, f = 0.70
Tinggi Breast Wall, L = c + h4 +h3 = 1250 mm
Lebar Breast Wall, h = By = 18500 mm
Luas tulangan longitudinal Breast Wall, As = 10723 mm2
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, d' = 70 mm
Gaya geser ultimit akibat momen, Vu = Mu / L = 214766.17 N
Gaya geser ultimit akibat gaya lateral, Vu = Tuy * 10 = 1535071.23 N
Diambil, gaya geser ultimit rencana, Vu = 1535071.23 N
d = h - d' = 18430 mm
Vcmax = 0,2 * fc' * b * d = 76484500 N
f * Vcmax = 53539150 N

1 = 1,4 - d /2000 = -7.815 < 1 maka diambil

2 = 1 + Pu / ( 14 * fc' * b * h ) = 1.00010 1 =
3 = 1.0
Vuc =1 * 2 * 3 * b *d * [ As * fc' / ( b * d ) ] 1/3
= 4228390 N
Vc = Vuc + 0,6 * b * d = 15286390 N
Vc = 0,3 * (fc') * b * d * [ 1 + 0,3 * Pu / ( b * d ) ] = 25293571 N
Diambil, Vc = 25293571 N Maka, f * Vc = 17705500 N

f * Vc > Vu (hanya perlu tul. Geser min.)

Gaya geser yang dipikul oleh tulangan geser : Vs = Vu / f = 2192958.90


Untuk tulangan geser digunakan sengkang berpenampang :
1 D 13
Luas tulangan geser, Asv = n * p/ 4 * D2 = 132.732
Jarak tulangan geser yang diperlukan, Sx = Asv * fy * d / Vs = 356.962
Digunakan tulangan geser : 1 D 13 jarak 300

2. BACK WALL
2.1. BACK WALL BAWAH

Dimensi : Tebal, h = b2 = 0.60 m


Lebar, By = 18.50 m
Momen ultimit, Mu = 675.901 kNm

Analisa Kekuatan Abutment Page 191


Gaya geser ultimit, Vu = 848.649 kN

Ditinjau selebar 1 meter, maka :


Mu = 36.535 kNm
Vu = 45.873 kN

Gambar 2 : Gaya Aksial dan Momen Pada Back Wall Baw

Analisa Kekuatan Abutment Page 192


2.1.1. TULANGAN LENTUR

Momen rencana ultimit, Mu = 36.535


Mutu beton, K- 250 Kuat tekan beton, fc' = 20.750
Mutu baja, U- 32 Tengangan leleh baja, fy = 320
Tebal beton, h = 600
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, d' = 50
Modulus elastis baja, Es = 200000
Faktor bentuk distribusi tengangan beton, 1 = 0.85
b = 1* 0,85 * fc/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.030554
Rmax = 0,75 * b * fy * [1 * 0,75 * b * fy / ( 0,85 * fc )] = 5.808599
Faktor reduksi kekuatan lentur, f= 0.80
Faktor reduksi kekuatan geser, f= 0.70
Tebal efektif, d = h - d' = 550
Lebar ayng ditinjau, b = 1000
Momen nominal rencana, Mn = Mu / f = 45.66899
Faktor tahanan momen, Rn = Mn * 10-6 / ( b * d2 ) = 0.150972
Rn < Rmax (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan
= 0,85 * fc' / fy * [ 1 - * [1 2 * Rn / ( 0,85 * fc' ) ] = 0.000474
Rasio tulangan minimum min = 25% * (1,4 / fy) = 0.001094
Rasio tulangan yang diperlukan, = 0.001094
Luas tulangan yang diperlukan, As = * b * d = 601.563
diameter tulangan yang digunakan, D 16
Jarak tulangan yang digunakan, s = p / 4 * D * b / As =
2
334.233
Digunakan tulangan, D 16 Jarak 300
As = p/4 * D2 * b / s = 670.206
Tulangan bagi / susut arah memanjang diambil 50 % dari tulangan pokok,
As' = 50% * As = 300.781
Diameter tulangan yang digunakan, D 13
Jarak tulangan yang diperlukan, s' = p/4 * D2 * b / As = 441.292
Digunakan tulangan, D 13 Jarak 400
As = p/4 * D * b / s =
2
331.831
As>As' (OK..!!)

2.1.2. TULANGAN GESER

Gaya geser ultimit, Vu = 45872.938541 N,


Vc = 1/6 *( fc') * b * d = 417561.53904 N
f .Vc = 292293.07733 N > 2 x Vu (Tdk. Perlu Tul. Geser)
f.Vs = Vu - f.Vc = -246420.1388 N
Vs = 45872.939 N
Diameter tul.yang digunakan, D - Ambil jarak arah Y -

Analisa Kekuatan Abutment Page 193


Luas tulangan geser, Av = p /4 * D2 * (b / Sy) = -
Jarak tulangan geser yang diperlukan (arah x) : Sx = Av * fy * d / Vs = -
Digunakan tulangan geser, D - Jarak arah, x, Sx = -
Jarak arah, y, Sy = -

Analisa Kekuatan Abutment Page 194


2.2. BACK WALL ATAS

Dimensi : Tebal, h = b1 = 0.300 m


Lebar, By = 18.500 m
Momen ultimit, Mu = 142.206 kNm
Gaya geser ultimit, Vu = 477.662 kN

Ditinjau selebar 1 meter, maka :


Mu = 7.687 kNm
Vu = 25.820 kN

Gambar 3 : Gaya Aksial dan Momen Pada Back Wall Ata

2.2.1. TULANGAN LENTUR

Momen rencana ultimit, Mu = 7.687


Mutu beton, K- 250 Kuat tekan beton, fc' = 20.750
Mutu baja, U- 32 Tengangan leleh baja, fy = 320
Tebal beton, h = 300
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, d' = 30
Modulus elastis baja, Es = 200000
Faktor bentuk distribusi tengangan beton, 1 = 0.85
b = 1* 0,85 * fc/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.0305541
Rmax = 0,75 * b * fy * [1 * 0,75 * b * fy / ( 0,85 * fc )] = 5.8085988
Faktor reduksi kekuatan lentur, f= 0.80
Faktor reduksi kekuatan geser, f= 0.70
Tebal efektif, d = h - d' = 270
Lebar ayng ditinjau, b = 1000
Momen nominal rencana, Mn = Mu / f = 9.608534
Faktor tahanan momen, Rn = Mn * 10 / ( b * d ) =
-6 2
0.131804
Rn < Rmax (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan
= 0,85 * fc' / fy * [ 1 - * [1 2 * Rn / ( 0,85 * fc' ) ] = 0.000413
Rasio tulangan minimum min = 25% * (1,4 / fy) = 0.001094
Rasio tulangan yang diperlukan, = 0.001094
Luas tulangan yang diperlukan, As = * b * d = 295.313
diameter tulangan yang digunakan, D 13
Jarak tulangan yang digunakan, s = p / 4 * D2 * b / A s = 449.464
Digunakan tulangan, D 13 Jarak 300
As = p/4 * D * b / s =
2
442.441
Tulangan bagi / susut arah memanjang diambil 50 % dari tulangan pokok,
As' = 50% * As = 147.656
Diameter tulangan yang digunakan, D 13

Analisa Kekuatan Abutment Page 195


Jarak tulangan yang diperlukan, s' = p/4 * D2 * b / As' = 898.928
Digunakan tulangan, D 13 Jarak 800
As = p/4 * D2 * b / s = 165.915
As>As' (OK..!!)

Analisa Kekuatan Abutment Page 196


2.2.3. TULANGAN GESER

Gaya geser ultimit, Vu = 25819.589 N,


Vc = 1/6 *( fc') * b * d = 204984.756 N
f .Vc = 143489.329 N > 2 x Vu (Tdk. Perlu Tul. Geser)
f.Vs = Vu - f.Vc = -117669.7398 N
Vs = V u = 25819.589 N
Diameter tul.yang digunakan, D - Ambil jarak arah Y -
Luas tulangan geser, Av = p /4 * D * (b / Sy) =
2
-
Jarak tulangan geser yang diperlukan (arah x) : Sx = Av * fy * d / Vs = -
Digunakan tulangan geser, D - Jarak arah, x, Sx = -
Jarak arah, y, Sy = -

3. WING WALL

3.1. TINJAUAN WING WALL ARAH VERTIKAL

Dimensi : Tebal, h = hw = 0.50 m


Lebar, Hx = 2.850 m
Momen ultimit, Mu = Muy = 225.795 kNm
Gaya geser ultimit, Vu = 296.647 kN

Ditinjau selebar 1 meter, maka :


Mu = 79.226 kNm
Vu = 104.087 kN

Gambar 4 : Gaya dan Momen Pada Wing Wall Arah Vertik

3.1.1. TULANGAN LENTUR

Momen rencana ultimit, Mu = 79.226


Mutu beton, K- 250 Kuat tekan beton, fc' = 20.750
Mutu baja, U- 32 Tengangan leleh baja, fy = 320
Tebal Wing Wall, hw = 500
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, d' = 50
Modulus elastis baja, Es = 200000
Faktor bentuk distribusi tengangan beton, 1 = 0.70
b = 1* 0,85 * fc/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.025162
Rmax = 0,75 * b * fy * [1 * 0,75 * b * fy / ( 0,85 * fc )] = 5.005089
Faktor reduksi kekuatan lentur, f= 0.80
Faktor reduksi kekuatan geser, f= 0.70
Tebal efektif, d = h - d' = 450
Lebar ayng ditinjau, b = 1000

Analisa Kekuatan Abutment Page 197


Momen nominal rencana, Mn = Mu / f = 99.0327
Faktor tahanan momen, Rn = Mn * 10 / ( b * d ) =
-6 2
0.489050
Rn < Rmax (OK)

Analisa Kekuatan Abutment Page 198


Rasio tulangan yang diperlukan
= 0,85 * fc' / fy * [ 1 - * [1 2 * Rn / ( 0,85 * fc' ) ] = 0.001550
Rasio tulangan minimum min = 25% * (1,4 / fy) = 0.001094
Rasio tulangan yang diperlukan, = 0.001550
Luas tulangan yang diperlukan, As = * b * d = 697.536
diameter tulangan yang digunakan, D 16
Jarak tulangan yang digunakan, S = p / 4 * D * b / As =
2
288.246
Digunakan tulangan, D 16 Jarak 200
As = p/4 * D * b / s =
2
1005.310
Tulangan bagi / susut arah memanjang diambil 30 % dari tulangan pokok,
As' = 30% * As = 209.261
Diameter tulangan yang digunakan, D 13
Jarak tulangan yang diperlukan, s' = p/4 * D * b / As =
2
634.291
Digunakan tulangan, D 13 Jarak 400
As = p/4 * D * b / s =
2
331.831
As>As' (OK..!!)

3.1.2. TULANGAN GESER

Gaya geser ultimit, Vu = 104086.61 N,


Vc = 1/6 *( fc') * b * d = 341641.26 N
f .Vc = 239148.88 N > Vu (Cukup tul. Geser min.)
f.Vs = Vu - f.Vc = -135062.27 N
Vs = 104086.61 N
Diameter tul.yang digunakan, D 13 Ambil jarak arah Y 400
Luas tulangan geser, Av = p /4 * D * (b / Sy) =
2
331.83
Jarak tulangan geser yang diperlukan (arah x) : Sx = Av * fy * d / Vs = 459.08
Digunakan tulangan geser, D 13 Jarak arah, x, Sx = 400
Jarak arah, y, Sy = 400

3.2. TINJAUAN WING WALL ARAH HORIZONTAL

Dimensi : Tebal, h = hw = 0.50 m


Lebar, Hy = 3.22 m
Momen ultimit, Mu = Mux = 211.361 kNm
Gaya geser ultimit, Vu = 296.647 kN

Ditinjau selebar 1 meter, maka :


Mu = 65.640 kNm
Vu = 92.126 kN

Analisa Kekuatan Abutment Page 199


Gambar 5 : Gaya dan Momen Pada Wing Wall Arah Horizo

Analisa Kekuatan Abutment Page 200


3.2.1. TULANGAN LENTUR

Momen rencana ultimit, Mu = 65.640


Mutu beton, K- 250 Kuat tekan beton, fc' = 20.750
Mutu baja, U- 32 Tengangan leleh baja, fy = 320
Tebal beton, h = 500
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, d' = 50
Modulus elastis baja, Es = 200000
Faktor bentuk distribusi tengangan beton, 1 = 0.70
b = 1* 0,85 * fc/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.025162
Rmax = 0,75 * b * fy * [1 * 0,75 * b * fy / ( 0,85 * fc )] = 5.005089
Faktor reduksi kekuatan lentur, f= 0.80
Faktor reduksi kekuatan geser, f= 0.70
Tebal efektif, d = h - d' = 450
Lebar ayng ditinjau, b = 1000
Momen nominal rencana, Mn = Mu / f = 82.0500
Faktor tahanan momen, Rn = Mn * 10-6 / ( b * d2 ) = 0.405185
Rn < Rmax (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan
= 0,85 * fc' / fy * [ 1 - * [1 2 * Rn / ( 0,85 * fc' ) ] = 0.001281
Rasio tulangan minimum min = 25% * (1,4 / fy) = 0.001094
Rasio tulangan yang diperlukan, = 0.001281
Luas tulangan yang diperlukan, As = * b * d = 576.492
diameter tulangan yang digunakan, D 13
Jarak tulangan yang digunakan, S = p / 4 * D * b / As =
2
230.241
Digunakan tulangan, D 13 Jarak 200
As = p/4 * D2 * b / s = 663.661
Tulangan bagi / susut arah memanjang diambil 50 % dari tulangan pokok,
As' = 50% * As = 288.246
Diameter tulangan yang digunakan, D 13
Jarak tulangan yang diperlukan, s' = p/4 * D2 * b / As = 460.483
Digunakan tulangan, D 13 Jarak 400
As = p/4 * D * b / s =
2
331.831
As>As' (OK..!!)
3.2.2. TULANGAN GESER

Gaya geser ultimit, Vu = 92126.35 N,


Vc = 1/6 *( fc') * b * d = 341641.26 N
f .Vc = 239148.88 N > Vu (Cukup tul. Geser min.)
f.Vs = Vu - f.Vc = -147022.53 N
Vs = 92126.35 N
Diameter tul.yang digunakan, D 13 Ambil jarak arah Y 500
Luas tulangan geser, Av = p /4 * D * (b / Sy) =
2
265.46

Analisa Kekuatan Abutment Page 201


Jarak tulangan geser yang diperlukan (arah x) : Sx = Av * fy * d / Vs = 414.94
Digunakan tulangan geser, D 13 Jarak arah, x, Sx = 400
Jarak arah, y, Sy = 500

Analisa Kekuatan Abutment Page 202


MUT

Momen Pada Breast Wall

0.009711
0.012938
0.012855
0.009711
0.012019
mm
mm

dari grafik
mm2
mm

mm2
mm

Analisa Kekuatan Abutment Page 203


mm2
mm2
mm2
s>As' (OK..!!)

Analisa Kekuatan Abutment Page 204


0.90

Analisa Kekuatan Abutment Page 205


Analisa Kekuatan Abutment Page 206
>Vu (OK)

1 maka diambil

0.925

Analisa Kekuatan Abutment Page 207


>Vu (OK)

1 maka diambil

1.0

mm2
mm

Analisa Kekuatan Abutment Page 208


men Pada Back Wall Bawah

Analisa Kekuatan Abutment Page 209


kNm
MPa
MPa
mm
mm
MPa

N/mm2

mm
mm
kNm
N/mm2
n < Rmax (OK)

mm2
mm
mm
mm
mm2

mm2
mm
mm
mm
mm2
s>As' (OK..!!)

mm

Analisa Kekuatan Abutment Page 210


mm2
mm
mm
mm

Analisa Kekuatan Abutment Page 211


men Pada Back Wall Atas

kNm
MPa
MPa
mm
mm
MPa

N/mm2

mm
mm
kNm
N/mm2
n < Rmax (OK)

mm2
mm
mm
mm
mm2

mm2
mm

Analisa Kekuatan Abutment Page 212


mm
mm
mm2
s>As' (OK..!!)

Analisa Kekuatan Abutment Page 213


mm
mm2
mm
mm
mm

ada Wing Wall Arah Vertikal

kNm
MPa
MPa
mm
mm
MPa

N/mm2

mm
mm

Analisa Kekuatan Abutment Page 214


kNm
N/mm2
n < Rmax (OK)

Analisa Kekuatan Abutment Page 215


mm2
mm
mm
mm
mm2

mm2
mm
mm
mm
mm2
s>As' (OK..!!)

mm
mm2
mm
mm
mm

Analisa Kekuatan Abutment Page 216


a Wing Wall Arah Horizontal

Analisa Kekuatan Abutment Page 217


kNm
MPa
MPa
mm
mm
MPa

N/mm2

mm
mm
kNm
N/mm2
n < Rmax (OK)

mm2
mm
mm
mm
mm2

mm2
mm
mm
mm
mm2
s>As' (OK..!!)

mm
mm2

Analisa Kekuatan Abutment Page 218


mm
mm
mm

Analisa Kekuatan Abutment Page 219


ANALISA PONDASI ABUTMENT
JEMBATAN SEI ROTAN, KAB. DELI SERDANG, MEDAN - SUMUT
1. DATA PONDASI TIANG PANCANG

BAHAN / MATERIAL PONDASI FONDASI (END BEARING)


Mutu beton, K - 600 Berat volume tanah,
Kuat tekan beton, f c' = 49.8 MPa ws = 18.50
Mutu baja tulangan, U - 32 Sudut gesek dalam,
Tegangan leleh baja, fy = 320 MPa = 38
Modulus elastis beton, Ec = 33167 MPa Kohesi tanah,
Berat beton bertulang, Wc = 25.00 kN/m3 C= 55.00
DIMENSI PILE CAP
Lebar arah x, Bx = 3.00 m Tebal, hp = 1.00
Lebar arah y, By = 18.50 m Tebal, ht = 1.30
Depan, L1 = 1.00 m Belakang, L2 = 1.00
DIMENSI PONDASI TIANG PANCANG
Diameter, D= 0.50 m Panjang, L= 12.00
Jarak pusat tiang pancang terhadap sisi luar Pile-cap a= 1.00
DATA SUSUNAN PONDASI TIANG PANCANG
Jumlah baris sumuran, ny = 12
Jumlah sumuran dalam satu baris, nx = 2
Jarak antara pile arah x, X= 1.500
Jarak antara pile arah y, Y= 1.500

x1

y
y1

y2
y
y3

y4
y
y5
My
y6
By y hp ht
P y7

y8
y
y9

y10
y
y11

y12
y

y
Analisa Pondasi Abutment 220
a
y

a x a

Bx/2 Bx/2

Bx

Gambar 1 : Denah Pondasi Tiang Pancang Abutmen

Analisa Pondasi Abutment 221


2. DAYA DUKUNG AKSIAL IJIN PONDASI TIANG PANCANG

2.1. BERDASARKAN KEKUATAN BAHAN

Kuat tekan beton, fc' = 49.8


Tegangan ijin beton, fc = 0,30 * fc' *1000 = 14940
Luas luar tampang tiang pancang, Ab = p/4 * D2 = 0.1963
Luas dalam tampang tiang pancang, Ad = p/4 * D =2
0.0804
Luas total tiang pancang, A tot = Ab - Ad = 0.1159
Berat tiang tiang pancang kN/m Wp = Atot * Wc = 2.8981
Panjang tiang pancang, L= 12.00
Berat pondasi tiang pancang, Wp' = L * Wp 34.800
Daya dukung ijin pondasi, qijin = A * fc - W = 2898.662

2.2. BERDASARKAN KEKUATAN TANAH

2.2.1. MENURUT TERZAGHI DAN THOMLINSON (PENGUJIAN LAB)

qult = 1,3 * C * Nc + g * L * Nq * + 0,6 * g * R * Ng


L= Kedalaman tiang pancang L= 12.00
R= jari - jari penampang tiang pancang R=D/2= 0.25
Parameter kekuatan tanah ujung tiang pancang (end bearing) :
g= berat volume tanah, g= 18.50
f= sudut gesek dalam, f= 38.00
C= kohesi, c= 55.00

Faktor daya dukung menurut Thomlinson :


Nc = (228 + 4,3 * f) / (40 - f) = 195.70
Nq= (40 + 5 * f) / (40 - f) = 115.00
Ng = (6 * f) / (40 - f) = 114.00
qult = 1,3 * C * Nc + g * L * Nq * + 0,6 * g * R * Ng = 39838.90
Luas penampang tiang pancang, Ab = p/4 * D =2
0.1963
Angka keamanan, SF = 3
Daya dukung ijin tiang pancang, Pijin = Ab * qult / SF = 2607.450

2.2.2. MENURUT MAYERHOF (DATA CPT)

qult = fb * Ab + fs * As - Wp
fb = w1 * w2 * qca 150 kg/cm2 (15000 kN/m2)
fs = kc * qf 120 kN/m2 dengan, Kc = 0.005

L= Kedalaman bore pile L= 12.00


D= diameter bore pile D= 0.50

Analisa Pondasi Abutment 222


w1 = {(D + 0,5) / 2 * D} w1 = 1.00
w2 = L / 10 * D w2 = 2.40
L= 12 m > 10 * D = 5m ,Maka w2 = 1.00
Kc = koefisien modifikasi tahanan konus Kc = 0.005
qca = nilai konus rata - rata sepanjang 8D + 4D diatas dan di ujung tiang qca = 125.830
qf = nilai rata - rata friction sepanjang tiang, qf = 66.310
fb = w1 * w2 * qca = 125.830 kg/m
2 < 150 kg/m2 maka fb = 12583
fs= kc * qf = 33.155 kN/m
2 < 120 kN/m2 fs = 33.155
Luas penampang bore pile, Ab = p/4 * D = 2
0.1963
Luas selimut bore pile, As = p * D * L = 18.850
Berat pondasi bore pile, Wp' = L * Wp 34.800
qult = fb * Ab + fs * As - Wp = 3060.82
Angka keamanan, SF = 3
Daya dukung ijin tiang pancang, Pijin = qult / SF = 1020.274

2.2.3. REKAP DAYA DUKUNG AKSIAL PONDASI TIANG PANCANG

No Uraian Daya Dukung Aksial q (kN)


1 Berdasarkan kekuatan bahan 2898.662
2 Menurut Terzaghi dan Tomlinson 2607.450
3 Menurut Mayerhof (Data CPT) 1020.274
Daya dukung aksial terkecil, q ijin = 1020.274
3. GAYA YANG DITERIMA PONDASI TIANG PANCANG

x1 x2

y
y1

y2
y
y3

y4
y
y5
My
y6
By y hp ht
P y7

y8
y
y9

y10
y
y11

y12
y

y Analisa Pondasi Abutment 223


y
y11

y12
y

a x a

Bx/2 Bx/2

Bx

Gambar 2 : Denah Pondasi Tiang Pancang Abutmen

Analisa Pondasi Abutment 224


3.1. GAYA AKSIAL PADA PONDASI TIANG PANCANG

Jumlah Tiang Pancang n= 24 buah


No Xmax = 0.750 m Ymax = 8.250 m
X1 = 0.750 X =
1
2
6.750 Y1 = 8.250 Y12 =
2 X2 = 0.750 X22 = 6.750 Y2 = 6.750 Y22 =
3 Y3 = 5.250 Y32 =
4 Y4 = 3.750 Y42 =
5 Y5 = 2.250 Y52 =
6 Y6 = 0.750 Y62 =
7 Y7 = 0.750 Y72 =
8 Y8 = 2.250 Y82 =
9 Y9 = 3.750 Y92 =
10 Y10 = 5.250 Y102 =
11 Y11 = 6.750 Y112 =
12 Y12 = 8.250 Y122 =
X2 = 13.500 Y2 =

3.1.1. TINJAUAN TERHADAP KOMBINASI BEBAN KERJA ARAH X


Gaya aksial maksimum dan minimum yang diderita satu pondasi :
Pmax = P / n + Mx * Xmax / SX2
Pmin = P / n - Mx * Xmax / SX2
n = 24 buah
Xmax = 0.75 m
x2 13.500 m2
Gaya aksial maksimum dan minimum yang diderita satu pondasi tiang pancang :
KOMBINASI P Mx Pmax
NO P/n Mx * X / x2
BEBAN KERJA (kN) (kNm) (kN)
1 KOMBINASI - 1 9202.790 831.855 383.450 46.214 429.664
2 KOMBINASI - 2 9218.682 2941.855 384.112 163.436 547.548
3 KOMBINASI - 3 9218.682 4797.247 384.112 266.514 650.625
4 KOMBINASI - 4 9218.682 4848.850 384.112 269.381 653.492
5 KOMBINASI - 5 7459.044 5581.769 310.793 310.098 620.892

3.1.2. TINJAUAN TERHADAP KOMBINASI BEBAN KERJA ARAH Y


Gaya aksial maksimum dan minimum yang diderita satu pondasi :
Pmax = P / n + My * Ymax / SY2
Pmin = P / n - My * Ymax / SY2
n = 24 buah
Ymax = 8.25 m
y2 643.500 m2
Gaya aksial maksimum dan minimum yang diderita satu pondasi tiang pancang :

Analisa Pondasi Abutment 225


KOMBINASI P My Pmax
NO P/n My * Y/Y2
BEBAN KERJA (kN) (kNm) (kN)
1 KOMBINASI - 1 9202.790 0.000 383.450 0.000 383.450
2 KOMBINASI - 2 9218.682 265.208 384.112 3.400 387.512
3 KOMBINASI - 3 9218.682 265.208 384.112 3.400 387.512
4 KOMBINASI - 4 9218.682 265.208 384.112 3.400 387.512
5 KOMBINASI - 5 7459.044 4557.276 310.793 58.427 369.220

Analisa Pondasi Abutment 226


4. KONTROL DAYA DUKUNG IJIN PONDASI TIANG PANCANG
4.1. DAYA DUKUNG IJIN AKSIAL (KOMBINASI BEBAN ARAH X)

KOMBINASI Persen Pmax Kontrol terhadap Pijin


No
BEBAN KERJA Pijin (kN) Daya dukung ijin (kN)
1 KOMBINASI - 1 100% 429.664 < 100% * qijin = 1020.274
2 KOMBINASI - 2 125% 547.548 < 125% * qijin = 1275.343
3 KOMBINASI - 3 140% 650.625 < 140% * qijin = 1428.384
4 KOMBINASI - 4 140% 653.492 < 140% * qijin = 1428.384
5 KOMBINASI - 5 150% 620.892 < 150% * qijin = 1530.412

4.2. DAYA DUKUNG IJIN AKSIAL (KOMBINASI BEBAN ARAH Y)


KOMBINASI Persen Pmax Kontrol terhadap Pijin
No
BEBAN KERJA P ijin (kN) Daya dukung ijin (kN)
1 KOMBINASI - 1 100% 383.450 < 100% * qijin = 1020.274
2 KOMBINASI - 2 125% 387.512 < 125% * qijin = 1275.343
3 KOMBINASI - 3 140% 387.512 < 140% * qijin = 1428.384
4 KOMBINASI - 4 140% 387.512 < 140% * qijin = 1428.384
5 KOMBINASI - 5 150% 369.220 < 150% * qijin = 1530.412

5. PEMBESIAN PILE CAP


5.1. GAYA AKSIAL ULTIMIT PONDASI TIANG PANCANG
5.1.1. TINJAUAN TERHADAP KOMBINASI BEBAN ULTIMATE ARAH X
Pmax = P / n + Mux * Xmax / SX2
Pmin = P / n - Mux * Xmax / SX2
n = 24 buah
Xmax = 0.75 m
x2 13.500 m2
Gaya aksial ultimate maksimum dan minimum yang diderita pile:
KOMBINASI Pu Mux P/n Mux * x/x2 Pumax
NO
BEBAN KERJA (kN) (kNm) (kN) (kN) (kN)
1 KOMBINASI - 1 13077.885 4827.516 544.912 268.195 813.107
2 KOMBINASI - 2 13192.864 5730.215 549.703 318.345 868.048
3 KOMBINASI - 3 13077.885 7177.602 544.912 398.756 943.668
4 KOMBINASI - 4 13211.934 4827.516 550.497 268.195 818.693
5 KOMBINASI - 5 10054.121 7993.882 418.922 444.105 863.026

5.2. TINJAUAN TERHADAP KOMBINASI BEBAN ULTIMATE ARAH Y


Pmax = P / n + My * Ymax / SY2
Pmin = P / n - My * Ymax / SY2
n = 24 buah
Ymax = 8.25 m
y 2 643.500 m2

Analisa Pondasi Abutment 227


Gaya aksial ultimate maksimum dan minimum yang diderita pile:
KOMBINASI Pu Muy P/n Muy * y/y2 Pumax
NO
BEBAN KERJA (kN) (kNm) (kN) (kN) (kN)
1 KOMBINASI - 1 13077.885 318.249 544.912 4.080 548.992
2 KOMBINASI - 2 13192.864 0.000 549.703 0.000 549.703
3 KOMBINASI - 3 13077.885 318.249 544.912 4.080 548.992
4 KOMBINASI - 4 13211.934 318.249 550.497 4.080 554.577
5 KOMBINASI - 5 10054.121 4557.276 418.922 58.427 477.348

Analisa Pondasi Abutment 228


5.2. MOMEN DAN GAYA GESER ULTIMIT PILE CAP

hp ht

Gambar 3 :Gaya Aksial Ultimit Tiang Pancang

Gaya ultimit maksimum (rencana) pondasi tiang pancang, Pumax = 943.668

Gaya geser dan momen akibat berat sendiri pile cap


Parametere Berat Bagian Volume Berat Lengan
NO.
b (m) h (m) Panjang (m) Shape (m )
3
(KN) Xw (m)
W1 1.00 0.30 18.50 0.5 2.775 69.375 0.333
W2 1.10 1.00 18.50 1 20.350 508.750 0.550
- -
Vs = 578.125 Ms =

Faktor beban ultimit, K= 1.300


Momen ultimtit akibat berat pile cap, Mus = K * Ms = 393.819
Gaya geser pile cap akibat berat pile cap, Vus = K * Vs = 751.563
Tebal breast wall, bd = Bx - L1 - L2= 1.000
Jumlah pondasi tiang pancang ny = 12

Jarak tiang pancang thd pusat Lengan thd. Sisi luar dinding M = ny * P umax * Xp
X (m) Xp (m (kNm)
X1 = 0.750 Xp1 = X1 - bd /2 = 0.250 2831.003
X2 = tdk. ada Xp2 = X2 - bd /2 = tdk. ada tdk. ada
Momen max. Pada Pile cap akibat reaksi tiang pancang, Mp = 2831.003
Momen ultimit rencana Pile cap, Mur = Mp - Mus = 2437.184
untuk lebar pile cap (By) = 18.50
Momen ultimit rencana per meter lebar Mu = Mur /By = 131.740
Gaya geser rencana Pile cap, Vur = ny * Pumax -Vus = 10572.45
untuk lebar pile cap (By) = 18.50

Analisa Pondasi Abutment 229


Gaya geser ultimit rencana per meter lebar, Vu = Vur /By = 571.484

Analisa Pondasi Abutment 230


6.1.4. TULANGAN LENTUR PILE CAP ARAH X
Momen rencana ultimit, Mu = 131.740
Mutu beton, K- 250 Kuat tekan beton, fc' = 20.750
Mutu baja, U- 32 Tengangan leleh baja, fy = 320
Tebal pile cap, h = ht = 1300
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, d' = 100
Modulus elastis baja, Es = 200000
Faktor bentuk distribusi tengangan beton, 1 = 0.85
b = 1* 0,85 * fc/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.030554
Rmax = 0,75 * b * fy * [1 * 0,75 * b * fy / ( 0,85 * fc )] = 5.808599
Faktor reduksi kekuatan lentur, f= 0.80
Faktor reduksi kekuatan geser, f= 0.70
Tebal efektif, d = h - d' = 1200
Lebar ayng ditinjau, b = 1000
Momen nominal rencana, Mn = Mu / f = 164.67459
Faktor tahanan momen, Rn = Mn * 10-6 / ( b * d2 ) = 0.114357
Rn < Rmax (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan
= 0,85 * fc' / fy * [ 1 - * [1 2 * Rn / ( 0,85 * fc' ) ] = 0.000359
Rasio tulangan minimum min = 25% * (1,4 / fy) = 0.001094
Rasio tulangan yang diperlukan, = 0.001094
Luas tulangan yang diperlukan, As = * b * d = 1312.500
diameter tulangan yang digunakan, D 19
Jarak tulangan yang digunakan, s = p / 4 * D * b / As =
2
216.022
Digunakan tulangan, D 19 Jarak 200
As = p/4 * D2 * b / s = 1417.644
Tulangan bagi / susut arah memanjang diambil 50 % dari tulangan pokok,
As' = 50% * As = 656.250
Diameter tulangan yang digunakan, D 16
Jarak tulangan yang diperlukan, s' = p/4 * D * b / As =
2
306.380
Digunakan tulangan, D 16 Jarak 300
As = p/4 * D * b / s =
2
670.206
As>As' (OK..!!)

2.1.2. TULANGAN GESER

Gaya geser ultimit, Vu = 571483.70 N,


Vc = 1/6 *( fc') * b * d = 911043.36 N
f .Vc = 637730.35 N > Vu (Cukup tul. Geser min.)
f.Vs = Vu - f.Vc = -66246.65 N
Vs = 571483.70 N
Diameter tul.yang digunakan, D 13 Ambil jarak arah Y 300
Luas tulangan geser, Av = p /4 * D * (b / Sy) =
2
442.441

Analisa Pondasi Abutment 231


Jarak tulangan geser yang diperlukan (arah x) : Sx = Av * fy * d / Vs = 297.292
Digunakan tulangan geser, D 13 Jarak arah, X, Sx = 300
Jarak arah, Y, Sy = 300

Analisa Pondasi Abutment 232


N - SUMUT

NDASI (END BEARING)

kN/m3

kN/m2

m
m
m

m
m

buah
buah
m
m

Analisa Pondasi Abutment 233


Analisa Pondasi Abutment 234
MPa
kN/m2
m2
m2
m2
KN/m
m
kN
kN

m
m

kN/m2

kN/m3

kN/m2
m2

kN

m
m

Analisa Pondasi Abutment 235


kg/m2
kg/m2
kN/m2
kN/m2
m2
m2
kN
kN

kN

kN

Analisa Pondasi Abutment 236


Analisa Pondasi Abutment 237
m
136.125
91.125
55.125
28.125
10.125
1.125
1.125
10.125
28.125
55.125
91.125
136.125
643.500

Pmin
(kN)
337.235
220.675
117.598
114.731
0.695

Analisa Pondasi Abutment 238


Pmin
(kN)
383.450
380.712
380.712
380.712
252.367

Analisa Pondasi Abutment 239


Ketera-
ngan
AMAN
AMAN
AMAN
AMAN
AMAN

Ketera-
ngan
AMAN
AMAN
AMAN
AMAN
AMAN

Pumin
(kN)
276.717
231.357
146.156
282.302
-25.183

Analisa Pondasi Abutment 240


Pumin
(kN)
540.832
549.703
540.832
546.417
360.495

Analisa Pondasi Abutment 241


kN

Momen
(kNm)
23.125
279.813
-
302.938

kNm
kN
m
buah

kNm
kNm
m
kNm
kN
m

Analisa Pondasi Abutment 242


kN

Analisa Pondasi Abutment 243


kNm
MPa
MPa
mm
mm
MPa

mm
mm
kNm

Rn < Rmax (OK)

mm2
mm
mm
mm
mm2

mm2
mm
mm
mm
mm2
As>As' (OK..!!)

mm
mm2

Analisa Pondasi Abutment 244


mm
mm
mm

Analisa Pondasi Abutment 245


ANALISA BEBAN PIER
JEMBATAN SUNGAI DELI, LABUHAN DELI (BELAWAN) - SUMUT

REFRENSI :
1 Pembebanan Untuk Jembatan (SK. SNI T-02-2005)
2 Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan (SK. SNI T-12-2004)
3 Perencanaan Struktur Baja untuk Jembatan (SK. SNI T-03-2005
4 Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Jembatan (SNI 2833 : 2008)
5 Manual Perencanaan Pondasi Pada Jembatan (23/BM/2011)
6 Manual Perencanaan Struktur Beton Pratekan untuk Jembatan (021/BM/2011)

A. DATA STRUKTUR ATAS

Gambar 1 : Potongan Melintang Jembatan

DATA GEOMETRIS JEMBATAN Notasi


Lebar jalan (jalur lalu-lintas) b1
Lebar trotoar ( pejalan kaki ) b2
Lebar drainase bd
Lebar total jembatan bt
Tebal slab lantai jembatan ts
Tebal lapisan aspal + overlay ta
Tebal trotoar tt
Tebal genangan air hujan th
Tinggi girder prategang hb
Tinggi bidang samping jembatan ha
Jarak antara balok pratengang S

Beban Pier Page 246


Panjang bentang jembatan L
SPECIFIC GRAVITY Notasi
Berat Beton Bertulang Wc =
Berat Beton Tidak Bertulang ( Beton Rabat ) W'c =
Berat Aspal Wa =
Berat jenis Air Ww =

Beban Pier Page 247


B. DATA STRUKTUR BAWAH (PIER)

Gambar 2 : Tampak Pilar Jembatan

HEADSTOCK DATA SUNGAI


Notasi (m) Notasi (m) Kedalaman Air Notasi
b1 1.500 h1 0.750 Saat banjir rencana Hb
b2 1.000 h2 0.500 Rata- rata tahunan Hr
b3 0.250 h3 0.500 Sudut arah aliran sungai tehadap Pier
b4 7.000 h4 1.000
b5 1.000 h5 0.500
b6 1.000 h6 0.300
b7 1.750 h7 0.300
b8 4.500 h8 1.000
Ba 10.000 a 1.250
PIER WALL (COLUMN) TANAH DASAR PILE CAP

Notasi (m) Notasi (m) Berat sendiri, Ws = 17.2

B 7.000 Lc 1.000 Sudut gesek, f= 35.0

h 1.000 Bc 1.000 Kohesi, C= 15.0

PILE - CAP BAHAN STRUKTUR

Notasi (m) Notasi (m) Mutu Beton K-


hp 1.000 Bx 4.500 Mutu Baja Tulangan U-
ht 1.300 By 10.500

Beban Pier Page 248


I. ANALISA BEBAN KERJA
1. BERAT SENDIRI (MS)
Berat sendiri ( self weight ) adalah berat bahan dan bagian jembatan yang merupakan elemen struktur, ditambah
dengan elemen non - struktur yang dipikulnya dan bersifat tetap. Berat sendiri dibedakan menjadi 2 macam, yaitu
berat sendiri struktur atas, dan berat sendiri sturktur bawah.

1.1. BERAT SENDIRI STRUKTUR ATAS

Gambar 3 : Potongan Melintang Jembatan

1.1. BERAT SENDIRI STRUKTUR ATAS UNTUK JEMBATAN BENTANG

Parameter Volume
No Beban Berat Satuan
b (m) t (m) L (m) n
1 Slab lantai jemb. 18.50 0.20 20.60 1 25.00 kN/m
2 Deck slab 1.20 0.07 20.60 14 25.00 kN/m
3 Trotoar 1.50 0.30 20.60 1 25.00 kN/m
4 Balok pratengang 20.60 10 25.000 kN/m
5 5.a.Diafragma pinggir 0.00 18 25.000 kN/m
5.b.Diafragma tengah 0.00 27 25.000 kN/m
Total berat sendiri struktur atas, PMS =
Letak titik berat struktur atas terhadap pondasi, Za = ht + Lc + a + ha/2 =

1.2. BERAT SENDIRI STRUKTUR BAWAH

Beban Pier Page 249


Gambar 4 : Berat Sendiri Struktur Bawah Gambar 5 : Tampak Depan Pier

Beban Pier Page 250


1.2.1. BERAT HEADSTOCK
Parameter Berat Bagian Berat Lengan thdp alas
No.
b (m) h (m) Shape L (m) (kN) y (m)
1 1.500 0.750 1.00 10.0 281.250 a - h1/2 0.875
2 1.000 0.500 1.00 9.0 112.500 h2/2 0.250
3 0.250 0.500 0.50 9.0 28.125 2/3 * h3 0.333
Lateral stop block 1.00 28.500 a + hstop /2 1.450
Berat headstock, Wh = 450.375 kN Mh =
Letak titik berat terhadap alas, Yh = Mh / Wh = 0.721
Letak titik berat terhadap dasar fondasi, Zh = Yh + LC + ht = 3.021

1.2.2. BERAT PIER WALL (COLUMN)

Parameter Berat Bagian Berat Lengan thdp alas


No.
b (m) h (m) Shape L (m) (kN) y (m)
4 7.000 1.000 1 1.00 175.000 Lc/2 0.500
5 1.000 p/4 * h 2 1.00 39.270 Lc/2 0.500
Berat pier wall, Wc = 214.270 Mc =
Lengan titik berat terhadap alas, Yc = MC / WC = 0.500
Letak titik berat terhadap dasar fondasi, Zc = YC + ht = 1.800
Luas penampang Pier Wall, A = ( B * h + p/4 * h ) =2
7.785
Lebar ekivalen Peir Wall, Be = A / h = 7.785

1.2.3. BERAT PILECAP

Terhadap thd alas


Parameter Berat Bagian Berat Lengan thdp alas
No.
b (m) h (m) Shape L (m) (kN) y (m)
6 1.000 0.300 1 9.500 71.250 hp+(ht-hp)/2 1.150
7 1.750 0.300 0.5 9.500 124.688 hp+(ht-hp)/3 1.100
8 4.500 1.000 1 10.50 1181.250 hp/2 0.500
Berat pilecap, Wp = 1377.19 kN Mp =
Lengan Titik Berat Terhadap Alas, yp = M p / W p = 0.588
Lengan Titik Berat Terhadap Dasar Fondasi, zp = yp = 0.588

1.2.4. REKAP BERAT SENDIRI STRUKTUR BAWAH (PIER)

Berat
No Jenis Konstruksi
(kN)
1 Headstock (Pier Head) Wh = 450.375

Beban Pier Page 251


2 Pier Wall (Column) Wc = 214.270
3 Pilecap Wp = 1377.188
Total berat sendiri struktur bawah, PMS = 2041.832
Gambar 6 : Beban Akibat Berat Sendir

Beban Pier Page 252


1.3. BEBAN AKIBAT BERAT SENDIRI (MS)

Berat
No Jenis Konstruksi
(kN)
1 Struktur atas jembatan 7683.953
2 Struktur bawah 2041.832
Beban berat sendiri pada fondasi, PMS = 9725.785

Beban berat sendiri pada Pier Wall, PMS = 8348.597

2. BEBAN MATI TAMBAHAN (MA)


Beban mati tambahan ( superimposed dead load ), adalah berat seluruh bahan yang menimbulkan
suatu beban pada jembatan yang merupakan elemen non-struktural,dan mungkin besarnya berubah
selama umur jembatan. Jembatan dianalisis harus mampu memikul beban tambahan seperti :
1) Penambahan lapisan aspal ( overlay) di kemudian hari,
2) Genangan air hujan jika sistem drainase tidak bekerja dengan baik,
3) Pemasangan tiang listrik dan instalasi ME.

2.1. BEBAN MATI TAMBAHAN

Jenis Beban Tebal Lebar Panjang W


No Jumlah
Mati Tambahan (m) (m) (m) kN/m3
1 Lap. Aspal + Overlay 0.10 7.00 20.60 1 22.0
2 Railling, Lights, dll w = 1.00 20.60 1
6 Instalasi ME w = Err:509 20.60 1
8 Air hujan 0.05 18.50 20.60 1 9.8
Beban mati tambahan pada Pier, PMA =

Letak titik berat beban mati tambahan terhadap pondasi, Za = ht + Lc + a + ha/2 =

Gambar 7 : Beban Mati Tambahan

Beban Pier Page 253


3. BEBAN LAJUR "D" (TD)
Beban lajur "D" terdiri dari beban terbagi merata (Uniformly Distributed Load ), UDL dan beban garis
(Knife Edge Load), KEL seperti terlihat pada gambar 8.
UDL mempunyai intensitas q (kPa) yang besarnya tergantung pada panjang total L yang dibebani
lalu-lintas seperti gambar 9 atau dinyatakan dengan rumus sebagai berikut :
q = 8,0 kPa untuk L < 30 m
q = 8,0 * (0,5 + 15/L) kPa untuk L > 30 m

Beban Pier Page 254


Gambar 8 : Beban Lajur "D"

Gambar 9 : Intensitas Uniformly Distributed Load (UDL)

Untuk panjang bentang, L=


q = 9,0 * (0,5 + 15/L) =
KEL mempunyai intensitas, P=
Faktor beban dinamis (Dinamisc Load Allowance) untuk KEL diambil sebagai berikut :
DLA = 0.4 untuk L 50 m
DLA = 0,4 - 0,0025 * (L-50) untuk L < 50 < 90 m
DLA = 0.3 untuk L 90 m

Beban Pier Page 255


Gambar 10 : Faktor Beban Dinamis (DLA) Gambar 11 : Beban Lajur "D" Pada Pier

Untuk harga, L = 20.60 m b1 = 7.000 m DLA =


Besar beban lajur "D" pada pier : PTD = q * L * ( 5,5 + b ) / 2 + p * DLA * ( 5,5 +b ) / 2 =

Beban Pier Page 256


4. BEBAN PENDESTRIAN / PEJALAN KAKI ( TP )

Jembatan jalan raya direncanakan mampu memikul beban hidup merata pada trotoar yang besarnya
tergantung pada luas bidang trotoar yang didukungnya. Hubungan antara beban merata dan luasan yang
dibebani padatrotoar, dilukiskan seperti gambar 12 atau dapat dinyatakan dengan persamaan sbb :
Untuk A < 10 m2 : q =5 kPa
Untuk 10 m < A < 100 m :
2 2
q = 5 - 0,033 * ( A - 10 ) kPa
Untuk A > 100 m2 : q =2 kPa
A = Luas bidang trotoar yang dibebani pejalan kaki (m2)
q = Beban hidup merata pada trotoar (kPa)

Gambar 12 : Pembebanan Untuk Pejalan Kaki Gambar 13 : Pembebanan Untuk Pejalan Kaki

Panjang bentang, L=
Lebar trotoar, b2 =

Jumlah trotoar, n =
Luas bidang trotoar yang didukung pier, A = b2 * L * n =

Beban merata pada pedesterian, q = 5 - 0,033 * ( A - 10 ) =


Beban pada pier akibat beban pejalan kaki, PTP = A * q =

5. GAYA REM ( TB )

Pengaruh Pengereman dari lalu lintas diperhitungkan sebagai gaya dalam arah memanjang dan dianggap
bekerja pada permukaan lantai jembatan. Besarnya gaya rem arah memanjang jembatan tergantung panjang
total jembatan (L t). Hubungan antara besarnya gaya rem dan panjang total jembatan dilukiskan seperti
gambar 14. atau dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut :

Beban Pier Page 257


Gaya rem, TTB = 250 kN untuk Lt < 80 m
Gaya rem, TTB = 250 + 2,5 * (Lt - 80) kN untuk 80 < Lt < 180 m
Gaya rem, TTB = 500 kN untuk Lt > 180 m

Beban Pier Page 258


Gambar 14 : Gaya Rem Gambar 15 : Gaya Rem Pada Pier

Untuk, L= 20.60 m Gaya rem =


Gaya rem pada pier ( untuk 1 jalur lalu lintas ), TTB = 1 * 500 =
Lengan terhadap pondasi, YTB = ht + Lc + a + hb + ts =
Momen pada fondasi akibat gaya rem, MTB = TTB * YTB =
Lengan terhadap dasar pier wall, Y'TB = Lc + a + hb + ts =
Momen pada pier wall akibat gaya rem, MTB = PTB * Y'TB =

6. BEBAN ANGIN
6.1. BEBAN ANGIN ARAH Y (MELINTANG JEMBATAN)

Gambar 16 : Gaya Angin Pada Struktur Atas dan Bawah Pada Pier

Beban Pier Page 259


Gaya akibat angin dihitung dengan rumus sebagai berikut :
TEW = 0,0006 * Cw * (Vw)2 * Ab kN
Cw = Koefisien serat
Vw = Kecepatan angin rencana ( m/ det )
Ab = Luas Bidang samping jembatan ( m2 )
Cw = 1.25
Vw = 30.00 m/det

Beban Pier Page 260


Panjang bentang, L =
Tinggi bid. samping atas, ha =
Tinggi bid. samping kendaraan, hk =
Ab1 = L * (ha + hk) =

Beban angin pada struktur atas, TEW1 = 0,0006 * Cw * (Vw)2 * Ab1 =


Lengan terhadap fondasi, YEW1 = ht + Lc + a + ha/2 =
Momen pada fondasi akibat angin atas, MEW1 = TEW1 * YEW1 =
Lengan terhadap dasar Pier wall, Y'EW1 = Lc + a + ha/2 =
Momen pada Pier Wall akibat angin atas, M'EW1 = TEW1 * Y'EW1 =

Tinggi bid. samping struktur bawah, Lc + a =


Ab2 = h * ( Lc + a ) =
Beban angin pada struktur bawah, TEW2 = 0,0006 * Cw * ( Vw )2 * Ab2 =
Lengan terhadap fondasi, YEW2 = ht +( Lc + a )/2 =
Momen pada fondasi akibat angin bawah, MEW2 = TEW2 * YEW2 =
Lengan terhadap dasar Pier wall, Y'EW2 =( Lc + a )/2 =
Momen pada Pier Wall akibat angin bawah, M'EW2 = TEW2 * Y'EW2 =
Total gaya akibat beban angin, TEW = TEW1 + TEW2 =
Total momen pada fondasi akibat beban angin, MEW = MEW1 + MEW2 =
Total momen pada Pier Wall akibat beban angin, M'EW = M'EW1 + M'EW2 =

Beban garis merata tambahan arah horizontal pada permukaan lantai jembatan akibat beban angin yg
meniup kendaraan di atas lantai jembatan dihitung dengan rumus :
TEW = 0,0012 * Cw * ( Vw )2 kNm dengan, Cw = 1.25
TEW = 0,0012 * Cw * ( Vw ) 2
= 1.350

Gambar 17 : Beban Angin yang Meniup Bidang Samping Kendaraan

Bidang vertikal yang ditiup angin merupakan bidang samping kendaraan denga tinggi 2,00 m
diatas lantai jembatan. h =

Beban Pier Page 261


Jarak antara roda kendaraan, x =

Gaya pada Pier Wall akibat transfer beban angin ke lantai jembatan,
PEW = 2 * [1/2 * h / x * TEW] * L1/2 =

Beban Pier Page 262


6.2. BEBAN ANGIN ARAH X (MEMANJANG JEMBATAN)
Ukuran bidang pier yang di tiup angin,
Tinggi : Lc + a = 2.250 m
Lebar : B+h = 8.000 m
Luas bidang pier yang di tiup angin, Ab = (B + h) * ( Lc + a ) =
Beban angin pada struktur atas, TEW = 0,0006 * Cw * ( Vw )2 * Ab =
Lengan terhadap fondasi, YEW = ht + ( Lc + a)/2 =
Momen pada fondasi akibat beban angin, MEW = TEW * YEW =
Lengan terhadap Pier wall, Y'EW = ( Lc + a ) /2 =
Momen pada Pier Wall akibat beban angin, MEW = TEW * Y'EW =

Gambar 18 : Beban Angin Arah Memanjang Jembatan

7. ALIRAN AIR, BENDA HANYUTAN, DAN TUMBUKAN


7.1. ALIRAN AIR
7.1.1. GAYA SERET ARAH Y ( MELINTANG JEMBATAN )
Gaya seret pada pier akibat aliran air dihitung dengan rumus :
TEF = 0,5 * CD * Va2 *AD kN
CD = Koefisien seret CD =
Va = Kecepatan aliran air rata - rata saat banjir dgn periode ulang tertentu ( m/det )
AD = Luas proyeksi Pier tegak lurus arah aliran dengan tinggi sama dengan kedalaman
air banjir ( m2 ) Va =

Sudut arah aliran terhadap Pier, =


Kedalaman air banjir, Hb =

Lebar Pier tegak lurus aliran, h =


Luas proyeksi pier akibat aliran air, AD = Hb * 2 * h / cos =

Beban Pier Page 263


Gaya pada Pier akibat aliran air, TEF = 0,5 * CD * Va2 * AD =
Lengan terhadap fondasi, YEF = Hb/2 + ht =
Momen pada fondasi akibat aliran air, MEF = TEF * YEF =
Lengan terhadap Pier Wall, Y'EF = Hb / 2 =
Momen pada pier wall akibat aliran air, MEF = TEF * Y'EF =

Beban Pier Page 264


Gambar 19 : Gaya Seret Aliran Arah Melintang Jembatan

7.1.2. GAYA ANGKAT ARAH X ( MEMANJANG JEMBATAN )

Karena Pier membentuk sudut terhadap arah aliran, maka harus diperhitungkan gaya angkat yang
arahnya tegak lurus terhadap gaya seret dengan rumus :
TEF = 0,5 * CL * Va2 *AL
CL = Koefisien angkat CL =
AL = Luas proyeksi pilar sejajar arah aliran dengan tinggi sama dengan kedalaman air

Gambar 20 : Gaya Seret Aliran Arah Memanjang Jembatan

Lebar pier sejajar aliran, B+h =


Luas proyeksi pier sejajar aliran, AL = Hb * (B + h) / cos =

Beban Pier Page 265


Gaya angkat pada Pier, TEF = 0,5 * CL * Va2 * AL =
Lengan terhadap fondasi, YEF = Hb/2 + ht =
Momen pada fondasi akibat aliran air, MEF = TEF * YEF =
Lengan terhadap Pier Wall, Y'EF = Hb / 2 =
Momen pada pier wall akibat aliran air, MEF = TEF * Y'EF =

Beban Pier Page 266


7.2. BENDA HANYUTAN DAN TUMBUKAN DENGAN KAYU

7.2.1. BENDA HANYUTAN


Gaya akibat benda hanyutan dihitung dengan rumus :
TEF = 0,5 * CD * Va2 *AD kN
CD = 1.04
A'D = Luas Proyeksi benda hanyutan tegak lurus arah aliran ( m 2 )
Kedalaman benda hanyutan (di bawah muka air banjir) Dh =
Lebar benda hanyutan Bh = L/ 2 =
A'D =Bh * Dh / cos =
Gaya akibat tumbukan benda hanyutan, TEF = 0,5 * CD * Va2 * A'D =

7.2.2. TUMBUKAN DENGAN BATANG BAMBU

Gaya akibat tumbukan dengan batang kayu dihitung dengan rumus :


TEF = M * Vs2 / d kN
M = massa batang kayu = 2.00 Ton
Vs = Kecepatan aliran air permukaan pada saat banjir ( m/det )
Vs = 1,4 * Va =
d = Lendutan elastis ekivalen d =
Gaya akibat tumbukan dengan kayu, TEF = M * Vs / d =
2

7.2.3. GAYA DAN MOMEN YANG DIGUNAKAN

Untuk analisis kekuatan pier diambil gaya yang terbesar diantara gaya akibat benda hanyutan dan gaya
akibat tumbukan dengan batang kayu, sehingga :
TEF =
Lengan terhadap fondasi, YEF = Hb - Dh /2 + ht =
Momen pada fondasi akibat aliran air, MEF = TEF * YEF =
Lengan terhadap Pier Wall, Y'EF = Hb - Dh / 2 =
Momen pada pier wall akibat aliran air, MEF = TEF * Y'EF =

8. BEBAN GEMPA ( EQ )

8.1. BEBAN GEMPA STATIK EKIVALEN

Beban gempa rencana dihitung dengan rumus : TEQ = Kh * I * WT


dengan, Kh = C * S
TEQ = Gaya geser dasar total pada arah yang ditinjau (kN)

Beban Pier Page 267


Kh = Koefisien beban gempa horizontal
I = Faktor kepentingan
Wt = Berat total jembatan yang berupa berat sendiri dan beban mati tambahan
= PMS + PMA kN
C = Koefisien geser dasar untuk wilayah gempa, waktu getar, dan kondisi tanah
S = Faktor tipe struktur yang berhubungan dengan kapasitas penyerapan energi gempa
(daktalitas) dari struktur jembatan.

Beban Pier Page 268


Waktu getar struktur dihitung dengan rumus :
T = 2 * * [ Wt / ( g * Kp) ]
g = Percepatan grafitasi ( = 9,8 m/det2 )
KP = Kekakuan struktur yang merupakan gaya horizontal yg diperlukan untuk menimbulkan
satu satuan lendutan (kNm).
Hubungan antara waktu getar dan koefisien geser dasar untuk kondisi tanah tertentu dan wilayah
gempa 3 dilukiskan seperti pada gambar 21.

Gambar 20 : Koefisien Geser (C) Plastis Untuk Analisis Statis

8.1.1. BEBAN GEMPA ARAH X ( MEMANJANG JEMBATAN)

Beban Pier Page 269


Gambar 21 : Gaya Gempa Pada Pier Arah Memanjang Jembatan

Luas penampang Pier Wall, A = B * h + p/4 * h2 =


Tebal penampang Pier Wall, h =
Lebar penampang Pier wall ekivalen, Be = A / h =

Beban Pier Page 270


Tinggi Pier Wall, Lc =
Inersia penampang Pier wall, Ic = 1/12 * Be * h3 =
Mutu beton, K- 300 fc' = 0,83 * K / 10 =
Modulus elastis beton, Ec = 4700 * fc' =
Ec =
Nilai kekakuan Pier Wall, Kp = 3 * Ec * Ic / Lc3 =
Percepatan grafitasi, g =
Berat sendiri struktur atas, PMS (str atas) =
Berat sendiri head stock, PMS (Head Stock) =

1/2 berat pier Wall, 1/2 * PMS (Pier Wall) =


Beban mati tambahan struktur atas PMA =
Berat total struktur, Wt = PMS(total) + PMA =
Waktu getar alami struktur, T = 2 * p * [Wt / (g * Kp )] =
Kondisi tanah dasar termasuk teguh (keras), lokasi di wilayah gempa =
Koefisien geser dasar, (dari gambar 20) diperoleh : C =

Untuk sruktur jembatan dengan daerah sendi plastis beton bertulang, maka faktor jenis struktur adalah :
S = 1,00 * F
F = 1,25 - 0,025 * n dan f harus diambil 1,00
n = 1.00
Dimana :
F = Faktor perangkaan,
n = Jumlah sendi plastis yang menahan deformasi arah lateral.
Maka, F =1,25 - 0,025 * n =
S = 1,0 * F =
Koefesien beban gempa horizontal, Kh = C * S =
Untuk jembatan yang memuat > 2000 kendaraan /hari, Jempatan pada jalan raya utama, atau arteri, dan
jembatan dimana terhadap route alternatif, maka diambil faktor kepentingan
I =
TQE = Kh * I * Wt =
Distribusi beban gempa pada pier adalah sebagai berikut :
W TEQ Lengan thd. z
No Jenis Beban Mati
(kN) (kN) Pondasi (m)
1 Berat sendiri struktur atas 7683.953 1581.357 Za 5.010
2 Beban mati tambahan Err:509 Err:509 Za 5.010
3 Berat sendiri Headstock 450.375 92.687 Zh 3.021
4 Berat sendiri Pier Wall 214.270 44.097 Zc 1.800
5 Berat sendiri Pilecap 1377.188 283.425 Zp 0.588
Gaya pada Fondasi akibat gempa, TEQ = Err:509 kN MEQ =

Beban Pier Page 271


Lengan terhadap Fondasi, YEQ = MEQ / TEQ =
Lengan terhadap Pier Wall, Y'EQ = YEQ - ht =
Momen pada Pier Wall akibat beban gempa, MEQ = TEQ * Y'EQ =

Beban Pier Page 272


8.1.2. BEBAN GEMPA ARAH Y ( MELINTANG JEMBATAN )

Gambar 22 : Gaya Gempa Pada Pier Arah Melintang Jembatan

Inersia penampang Pier Wall, Ic = 1/12 * h * Be3 =


Nilai Kekakuan, Kp = 3 * Ec * Ic / Lc3 =
Waktu getar alami struktur, T = 2 * p * [Wt / ( g * Kp ) ] =
Koefisien geser dasar, (dari gambar 20) diperoleh : C =
Faktor tipe struktur daerah sendi prategang (RSNI -T-02-2005), S = 1,0 * F =
Koefisien beban gempa horizontal, Kh = C * S =
Faktor kepentingan, I =
Gaya gempa, TQE = Kh * I *Wt =

Distribusi beban gempa pada pier adalah sebagai berikut :


W TEQ Lengan thd. z
No Jenis Beban Mati
(kN) (kN) Pondasi (m)
1 Berat sendiri struktur atas 7683.953 1581.357 Za 5.010
2 Beban mati tambahan Err:509 Err:509 Za 5.010
3 Berat sendiri Headstock 450.375 92.687 Zh 3.021
4 Berat sendiri Pier Wall 214.270 44.097 Zc 1.800
5 Berat sendiri Pilecap 1377.188 283.425 Zp 0.588

Beban Pier Page 273


Gaya pada Fondasi akibat gempa, TEQ = Err:509 kN MEQ =

Lengan terhadap Fondasi, YEQ = MEQ / TEQ =


Lengan terhadap Pier Wall, Y'EQ = YEQ - ht =
Momen pada Pier Wall akibat beban gempa, MEQ = TEQ * Y'EQ =

Beban Pier Page 274


8.2. TEKANAN AIR LATERAL AKIBAT GEMPA

Gaya gempa arah lateral akibat tekanan air pada pier ( jenis dinding ) dihitung dengan rumus :
TEQ = 0,58 * Kh * I * Ww * Bp * Hr2
Ww = Berat Volume air ( kN/m3 ) WW =
Hr = Kedalaman air rata - rata ( m) Hr =
Bp = Lebar pier yang ditinjau (m) Kh =
I =

8.2.1. TEKANAN AIR AKIBAT GEMPA ARAH X ( MEMANJANG JEMBATAN )

Lebar Pier arah memanjang jembatan, BP = ( B + h ) =


Tekanan air Lateral, TEQ = 0,58 * Kh * I * WW * Bp * Hr2 =

Lengan terhadap pondasi, YEQ = Hr /2 + ht =


Momen pada fondasi akibat tekanan air, MEQ = TEQ * YEQ =
Lengan terhadap Pier wall, Y'EQ = Hr /2 =
Momen pada pier wall akibat tekanan air lateral, MEQ = TEQ * Y'EQ =

Beban Pier Page 275


Gambar 23 : Gaya Tekanan Air Akibat Gempa Pada Pier Arah Memanjang Jembatan

Beban Pier Page 276


8.2.2. TEKANAN AIR AKIBAT GEMPA ARAH Y ( MELINTANG JEMBATAN )

Gambar 24 : Gaya Tekanan Air Akibat Gempa Pada Pier Arah Melintang Jembatan

Lebar Pier arah melintang jembatan, BP = h =


Tekanan air Lateral, TEQ = 0,58 * Kh * I * WW * Bp * Hr2 =
Lengan terhadap pondasi, YEQ = Hr/2 + ht =
Momen pada pondasi akibat tekanan air, MEQ = TEQ * YEQ =
Lengan terhadap pier wall, Y'EQ = Hr /2 =
Momen pada Pier wall akibat tekanan air lateral, MEQ = TEQ * Y'EQ =

9. GAYA GESEK PADA PERLETAKAN (FB) DAN PENGARUH TEMPERATUR (ET)

Gaya pada perletakan bergerak (TFB) maupun gaya yang ditimbulkan oleh perbedaan temperatur (T ET) resultan
gayanya = 0 (saling meniadakan), sehingga gaya - gaya tersebut tidak diperhitungkan dalam analisa Pier.

Beban Pier Page 277


Gambar 25 : Gaya Gesek Pada Perletakan dan Gaya Pengaruh Temperatur Saling Meniadakan (=0)

Beban Pier Page 278


10. KOMBINASI BEBAN KERJA

REKAP BEBAN KERJA PADA PIER Vertikal Horizontal Momen


P Tx Ty Mx
No Aksi / Beban Kode
(kN) (kN) (kN) kNm
A. Aksi tetap
1 Berat Sendiri MS 9725.785
2 Beban Mati tambahan MA Err:509
B. Beban Lalu - Lintas
3 Beban Lajur "D" TD 1545.625
4 Beban Pedestrian TP 133.188
5 Gaya rem TB 250.000 1287.500
C. Aksi Lingkungan
6 Aliran air EF 28.590 2.780 49.589
7 Hanyutan/Tumbukan EF 470.400
8 Beban Angin EW 15.891 12.150 65.760 31.286
9 Beban Gempa EQ Err:509 Err:509 Err:509
10 Tekanan Air Gempa EQ 2.120 0.265 3.217

KOMBIANSI - 1 Vertikal Horizontal Momen


P Tx Ty Mx
No Aksi / Beban Kode
(kN) (kN) (kN) kNm
A. Aksi tetap
1 Berat Sendiri MS 9725.785
2 Beban Mati tambahan MA Err:509
B. Beban Lalu - Lintas
3 Beban Lajur "D" TD 1545.625
4 Beban Pedestrian TP 133.188
5 Gaya rem TB
C. Aksi Lingkungan
6 Aliran air EF
7 Hanyutan/Tumbukan EF
8 Beban Angin EW
9 Beban Gempa EQ
10 Tekanan Air Gempa EQ
Err:509 0 0 0

Beban Pier Page 279


KOMBIANSI - 2 Vertikal Horizontal Momen
P Tx Ty Mx
No Aksi / Beban Kode
(kN) (kN) (kN) kNm
A. Aksi tetap
1 Berat Sendiri MS 9725.785
2 Beban Mati tambahan MA Err:509
B. Beban Lalu - Lintas
3 Beban Lajur "D" TD 1545.625
4 Beban Pedestrian TP 133.188
5 Gaya rem TB
C. Aksi Lingkungan
6 Aliran air EF 28.590 2.780 49.589
7 Hanyutan/Tumbukan EF 470.400
8 Beban Angin EW
9 Beban Gempa EQ
10 Tekanan Air Gempa EQ
Err:509 28.590 473.180 49.589

KOMBINASI - 3 Vertikal Horizontal Momen


P Tx Ty Mx
No Aksi / Beban Kode
(kN) (kN) (kN) kNm
A. Aksi tetap
1 Berat Sendiri MS 9725.785
2 Beban Mati tambahan MA Err:509
B. Beban Lalu - Lintas
3 Beban Lajur "D" TD 1545.625
4 Beban Pedestrian TP 133.188
5 Gaya rem TB 250.000 1287.500
C. Aksi Lingkungan
6 Aliran air EF 28.590 2.780 49.589
7 Hanyutan/Tumbukan EF 470.400
8 Beban Angin EW 15.891 12.150 65.760 31.286
9 Beban Gempa EQ
10 Tekanan Air Gempa EQ
Err:509 290.740 538.939 1368.376

Beban Pier Page 280


KOMBINASI - 4 Vertikal Horizontal Momen
P Tx Ty Mx
No Aksi / Beban Kode
(kN) (kN) (kN) kNm
A. Aksi tetap
1 Berat Sendiri MS 9725.785
2 Beban Mati tambahan MA Err:509
B. Beban Lalu - Lintas
3 Beban Lajur "D" TD
4 Beban Pedestrian TP
5 Gaya rem TB
C. Aksi Lingkungan
6 Aliran air EF
7 Hanyutan/Tumbukan EF
8 Beban Angin EW
9 Beban Gempa EQ Err:509 Err:509 Err:509
10 Tekanan Air Gempa EQ 2.120 0.265 3.217
Err:509 Err:509 Err:509 Err:509

REKAP KOMBINASI BEBAN UNTUK PERENCANAAN TEGANGAN KERJA


P Tx Ty Mx
No. Kombinasi Beban Tengangan Berlebihan (k)
(kN) (kN) (kN) (kNm)

1 KOMBINASI - 1 0% Err:509 0.000 0.000 0.000

2 KOMBINASI - 2 25 % Err:509 28.590 473.180 49.589

3 KOMBINASI - 3 40 % Err:509 290.740 538.939 1368.376

5 KOMBINASI - 4 50 % Err:509 Err:509 Err:509 Err:509

11. KONTROL STABILITAS GULING


11.1. STABILITAS GULING ARAH MEMANJANG JEMBATAN
Fondasi setempat harus diperhitungkan dalam analisis stabilitas
terhadap guling, sehingga angka aman (SF) terhadap guling
diambil = 1.50
letak titik guling A (ujung fondasi) terhadap pusat fondasi :
Bx / 2 = 2.250 m
k = Persen kelebihan beban yang diizinkan
Mx = Momen penyebab guling arah X
Mpx = Momen penahan guling,
Mpx = P * (Bx / 2) * (1+k)
SF = Angka aman terhadap guling
SF = Mpx / Mx
SF 1,5 - 2,0 diambil 1,50

Beban Pier Page 281


Stabilitas Guling Arah X

Tengangan Berlebihan P Mx Mpx


No. Kombinasi Beban SF
(k) (kN) (kNm) (kNm)
1 KOMBINASI - 1 0% Err:509 0.000 Err:509

2 KOMBINASI - 2 25 % Err:509 49.589 Err:509 Err:509


3 KOMBINASI - 3 40 % Err:509 1368.376 Err:509 Err:509
4 KOMBINASI - 4 50 % Err:509 Err:509 Err:509 Err:509

Beban Pier Page 282


11.2. STABILITAS GULING ARAH MELINTANG JEMBATAN
Letak titik guling a (ujung fondasi)terhadap pusat fondasi :
By / 2 = 5.250 m
k = Persen kelebihan beban yang diizinkan
Mx = Momen penyebab guling arah X
Mpx = Momen penahan guling,
Mpy = P * (By / 2) * (1+k)
SF = Angka aman terhadap guling
SF = Mpy / My
SF 1,5 - 2,0 diambil 1,50

Stabilitas Guling Arah Y

Tengangan Berlebihan P My Mpy


No Kombinasi Beban SF
(k) (kN) (kN) (kN)
1 KOMBINASI - 1 0% Err:509 0.000 Err:509

2 KOMBINASI - 2 25 % Err:509 789.919 Err:509 Err:509


4 KOMBINASI - 4 40 % Err:509 1115.450 Err:509 Err:509
5 KOMBINASI - 5 50 % Err:509 Err:509 Err:509 Err:509

13. KONTROL STABILITAS GESER

13.1. STABILITAS GESER ARAH MEMANJANG JEMBATAN


Fondasi setempat harus diperhitungkan dalam analisis stabilitas
terhadap guling, sehingga angka aman (SF) terhadap guling
diambil = 1.50
Parameter tanah dasar tanah dasar pondasi :
Sudut gesek, f = 35.0
Kohesi, C = 15.0 kPa
Ukuran dasr fondasi :
Bx = 4.50 m
By = 10.50 m
k = Persen kelebihan beban yang diijinkan(%)
Tx = Gaya penyebab geser
Gaya penahan geser,
H = (C * Bx * By + P * TAN f) * (1 + k)
SF = Angka aman terhadap guling
SF = H / Tx
SF 1,1 - 2,0 diambil 1,50

Beban Pier Page 283


Stabilitas geser arah X

Tengangan Berlebihan P Tx H
No. Kombinasi Beban SF
(k) (kN) (kN) (kN)
1 KOMBINASI - 1 0% Err:509 0.000 Err:509

2 KOMBINASI - 2 25 % Err:509 28.590 Err:509 Err:509


3 KOMBINASI - 3 40 % Err:509 290.740 Err:509 Err:509
4 KOMBINASI - 4 50 % Err:509 Err:509 Err:509 Err:509

Beban Pier Page 284


13.2. STABILITAS GESER ARAH MELINTANG JEMBATAN
Parameter tanan dasar pondasi :
Sudut gesek, f = 35
Kohesi, C = 15 kPa
Ukuran dasar pondasi :
Bx = 4.50 m
By = 10.50 m
k = Persen kelebihan beban yang diijinkan (%)
Tx = Gaya penyebab geser
Gaya penahan geser,
H = (C * Bx * By + P * TAN f) * (1 + k)
SF = Angka aman terhadap guling
SF = H / Ty
SF 1,5 - 2,0 diambil 1,50
Stabilitas Geser Arah Y

Tengangan Berlebihan P Ty H
No. Kombinasi Beban SF
(k) (kN) (kN) (kN)
1 KOMBINASI - 1 0% Err:509 0.000 Err:509

2 KOMBINASI - 2 25 % Err:509 473.180 Err:509 Err:509

3 KOMBINASI - 3 40 % Err:509 538.939 Err:509 Err:509

4 KOMBINASI - 4 50 % Err:509 Err:509 Err:509 Err:509

Beban Pier Page 285


II. ANALISA BEBAN ABUTMENT
1. PILECAP
1.1. BEBAN ULTIMIT PILECAP
REKAP BEBAN KERJA PILE CAP
P Tx Ty Mx
No. Jenis Beban Kode
(kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat Sendiri MS 9725.785
2 Beban Mati tambahan MA Err:509
B. Beban Lalu - Lintas
3 Beban Lajur "D" TD 1545.625
4 Beban Pedestrian TP 133.188
5 Gaya rem TB 250.000 1287.500
C. Aksi Lingkungan
6 Aliran air EF 28.590 2.780 49.589
7 Hanyutan/Tumbukan EF 470.400
8 Beban Angin EW 15.891 12.150 65.760 31.286
9 Beban Gempa EQ Err:509 Err:509 Err:509
10 Tekanan Air Gempa EQ 2.120 0.265 3.217

1.2. KOMBINASI BEBAN ULTIMIT PILE CAP


KOMBINASI - 1
Faktor Pu Tux Tuy Mux
No. Jenis Beban
beban (kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat Sendiri 1.30 12643.520

2 Beban Mati tambahan 2.00 Err:509

B. Beban Lalu - Lintas


3 Beban Lajur "D" 1.80 2782.125

4 Beban Pedestrian 1.80 239.739

5 Gaya rem 1.80 450.000 2317.500

C. Aksi Lingkungan
6 Aliran air 1.50 42.885 4.169 74.384

7 Hanyutan/Tumbukan 1.00 470.400

8 Beban Angin
9 Beban Gempa
10 Tekanan Air Gempa

Beban Pier Page 286


Err:509 492.885 474.569 2391.884

Beban Pier Page 287


KOMBINASI - 2
Faktor Pu Tux Tuy Mux
No. Jenis Beban
beban (kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat Sendiri 1.30 12643.520

2 Beban Mati tambahan 2.00 Err:509

B. Beban Lalu - Lintas


3 Beban Lajur "D" 1.80 2782.125

4 Beban Pedestrian
5 Gaya rem 1.80 450.000 2317.500

C. Aksi Lingkungan
6 Aliran air
7 Hanyutan/Tumbukan
8 Beban Angin 1.20 19.070 14.580 78.912 37.544

9 Beban Gempa
10 Tekanan Air Gempa
Err:509 464.580 78.912 2355.044

KOMBINASI - 3
Faktor Pu Tux Tuy Mux
No. Jenis Beban
beban (kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat Sendiri 1.30 12643.520

2 Beban Mati tambahan 2.00 Err:509

B. Beban Lalu - Lintas


3 Beban Lajur "D" 1.80 2782.125

4 Beban Pedestrian 1.80 239.739

5 Gaya rem
C. Aksi Lingkungan
6 Aliran air 1.50 42.885 4.169 74.384

7 Hanyutan/Tumbukan 1.00 470.400

8 Beban Angin 1.20 19.070 14.580 78.912 37.544

9 Beban Gempa
10 Tekanan Air Gempa
Err:509 57.465 553.481 111.927

Beban Pier Page 288


KOMBINASI - 4
Faktor Pu Tux Tuy Mux
No. Jenis Beban
beban (kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat Sendiri 1.30 12643.520

2 Beban Mati tambahan 2.00 Err:509

B. Beban Lalu - Lintas


3 Beban Lajur "D" 1.80 2782.125

4 Beban Pedestrian 1.80 239.739

5 Gaya rem 1.80 450.000 2317.500

C. Aksi Lingkungan
6 Aliran air 1.50 42.885 4.169 74.384

7 Hanyutan/Tumbukan 1.00 470.400

8 Beban Angin 1.20 19.070 14.580 78.912 37.544

9 Beban Gempa
10 Tekanan Air Gempa
Err:509 507.465 553.481 2429.427

KOMBINASI - 5
Faktor Pu Tux Tuy Mux
No. Jenis Beban
beban (kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat Sendiri 1.30 12643.520

2 Beban Mati tambahan 2.00 Err:509

B. Beban Lalu - Lintas


3 Beban Lajur "D"
4 Beban Pedestrian
5 Gaya rem
C. Aksi Lingkungan
6 Aliran air
7 Hanyutan/Tumbukan
8 Beban Angin
9 Beban Gempa 1.00 Err:509 Err:509 Err:509

10 Tekanan Air Gempa 1.00 2.120 0.265 3.217

Err:509 Err:509 Err:509 Err:509

Beban Pier Page 289


Pu Tux Tuy Mux
NO. Kombinasi Beban
(kN) (kN) (kN) (kNm)
1 KOMBINASI - 1 Err:509 492.885 474.569 2391.884

2 KOMBINASI - 2 Err:509 464.580 78.912 2355.044

3 KOMBINASI - 3 Err:509 57.465 553.481 111.927

4 KOMBINASI - 4 Err:509 507.465 553.481 2429.427

5 KOMBINASI - 5 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509

Beban Pier Page 290


2. PIER WALL (DINDING PILAR)
2.1. BEBAN ULTIMIT PIER WALL
REKAP BEBAN KERJA PIER WALL
P Tx Ty Mx
No. Jenis Beban Kode
(kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat Sendiri MS 8348.597
2 Beban Mati tambahan MA Err:509
B. Beban Lalu - Lintas
3 Beban Lajur "D" TD 1545.625
4 Beban Pedestrian TP 133.188
5 Gaya rem TB 250.000 962.500
C. Aksi Lingkungan
6 Aliran air EF 28.590 2.780 12.422
7 Hanyutan/Tumbukan EF 470.400
8 Beban Angin EW 15.891 12.150 65.760 13.669
9 Beban Gempa EQ Err:509 Err:509 Err:509
10 Tekanan Air Gempa EQ 2.120 0.265 0.461

2.2. KOMBINASI BEBAN ULTIMIT PIER WALL


KOMBINASI - 1
Faktor Pu Tux Tuy Mux
No. Jenis Beban
beban (kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat Sendiri 1.30 10853.177

2 Beban Mati tambahan 2.00 Err:509

B. Beban Lalu - Lintas


3 Beban Lajur "D" 1.80 2782.125

4 Beban Pedestrian 1.80 239.739

5 Gaya rem 1.80 450.000 1732.500

C. Aksi Lingkungan
6 Aliran air 1.50 42.885 4.169 18.633

7 Hanyutan/Tumbukan 1.00 470.400

8 Beban Angin
9 Beban Gempa
10 Tekanan Air Gempa

Beban Pier Page 291


Err:509 492.885 474.569 1751.133

Beban Pier Page 292


KOMBINASI - 2
Faktor Pu Tux Tuy Mux
No. Jenis Beban
beban (kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat Sendiri 1.30 10853.177

2 Beban Mati tambahan 2.00 Err:509

B. Beban Lalu - Lintas


3 Beban Lajur "D" 1.80 2782.125

4 Beban Pedestrian
5 Gaya rem 1.80 450.000 1732.500

C. Aksi Lingkungan
6 Aliran air
7 Hanyutan/Tumbukan
8 Beban Angin 1.20 19.070 14.580 78.912 16.403

9 Beban Gempa
10 Tekanan Air Gempa
Err:509 464.580 78.912 1748.903

KOMBINASI - 3
Faktor Pu Tux Tuy Mux
No. Jenis Beban
beban (kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat Sendiri 1.30 10853.177

2 Beban Mati tambahan 2.00 Err:509

B. Beban Lalu - Lintas


3 Beban Lajur "D" 1.80 2782.125

4 Beban Pedestrian 1.80 239.739

5 Gaya rem
C. Aksi Lingkungan
6 Aliran air 1.50 42.885 4.169 18.633

7 Hanyutan/Tumbukan 1.00 470.400

8 Beban Angin 1.20 19.070 14.580 78.912 16.403

9 Beban Gempa
10 Tekanan Air Gempa
Err:509 57.465 553.481 35.036

Beban Pier Page 293


KOMBINASI - 4
Faktor Pu Tux Tuy Mux
No. Jenis Beban
beban (kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat Sendiri 1.30 10853.177

2 Beban Mati tambahan 2.00 Err:509

B. Beban Lalu - Lintas


3 Beban Lajur "D" 1.80 2782.125

4 Beban Pedestrian 1.80 239.739

5 Gaya rem 1.80 450.000 1732.500

C. Aksi Lingkungan
6 Aliran air 1.50 42.885 4.169 18.633

7 Hanyutan/Tumbukan 1.00 470.400

8 Beban Angin 1.20 19.070 14.580 78.912 16.403

9 Beban Gempa
10 Tekanan Air Gempa
Err:509 507.465 553.481 1767.536

KOMBINASI - 5
Faktor Pu Tux Tuy Mux
No. Jenis Beban
beban (kN) (kN) (kN) (kNm)
A. Aksi tetap
1 Berat Sendiri 1.30 10853.177

2 Beban Mati tambahan 2.00 Err:509

B. Beban Lalu - Lintas


3 Beban Lajur "D"
4 Beban Pedestrian
5 Gaya rem
C. Aksi Lingkungan
6 Aliran air
7 Hanyutan/Tumbukan
8 Beban Angin
9 Beban Gempa 1.00 Err:509 Err:509 Err:509

10 Tekanan Air Gempa 1.00 2.120 0.265 0.461

Err:509 Err:509 Err:509 Err:509

Pu Tux Tuy Mux


NO. Kombinasi Beban

Beban Pier Page 294


NO. Kombinasi Beban
(kN) (kN) (kN) (kNm)
1 KOMBINASI - 1 Err:509 492.885 474.569 1751.133

2 KOMBINASI - 2 Err:509 464.580 78.912 1748.903

3 KOMBINASI - 3 Err:509 57.465 553.481 35.036

4 KOMBINASI - 4 Err:509 507.465 553.481 1767.536

5 KOMBINASI - 5 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509

Beban Pier Page 295


AN) - SUMUT

Dimensi Satuan
7.00 m
1.50 m
0.25 m
18.50 m
0.20 m
0.10 m
0.30 m
0.05 m
1.25 m
2.620 m
1.85 m

Beban Pier Page 296


20.60 m
Dimensi Satuan
25.00 kN/m
24.00 kN/m
22.00 kN/m
9.80 kN/m

Beban Pier Page 297


NGAI
(m)

0.869
0.435

PILE CAP
hub.sudut geser
kN/m3 dalam vs berat isi
tanah

o grafik NSPT vs
sudut geser

hub.sudut geser
kPa dalam vs berat isi
tanah c=N/10

UKTUR

300
32

Beban Pier Page 298


n struktur, ditambah
njadi 2 macam, yaitu

Berat
(kN)
1905.500
605.640
22.813
5150.000
0.000
0.000
7683.953 kN
5.010 m

Beban Pier Page 299


bar 5 : Tampak Depan Pier

Beban Pier Page 300


Momen
(kNm)
246.094
28.125
9.375
41.325
324.919
m
m

Momen
(kNm)
87.500
19.635
107.135
m
m
m2
m

Momen
(kNm)
81.938
137.156
590.625
809.719
m
m

Beban Pier Page 301


Gambar 6 : Beban Akibat Berat Sendiri

Beban Pier Page 302


Berat
(kN)
317.240
20.600
Err:509
186.739
Err:509
5.010 m

Beban Pier Page 303


20.60 m
11.053 kPa
49.00 kN/m

Beban Pier Page 304


11 : Beban Lajur "D" Pada Pier

40%
1545.625 kN

Beban Pier Page 305


3 : Pembebanan Untuk Pejalan Kaki

20.60 m
1.50 m
1 buah
30.900 m2
4.310 kPa
133.188 kN

gantung panjang

Beban Pier Page 306


ar 15 : Gaya Rem Pada Pier

250.00 kN
250.00 kN
5.150 m
1287.50 kNm
3.850 m
962.50 kNm

er

Beban Pier Page 307


20.600 m
2.620 m
2.000 m
95.172 m2

64.241 kN
5.010 m
321.848 kNm
3.710 m
238.334 kNm

2.250 m
2.250 m2
1.519 kN
2.425 m
3.683 kNm
1.125 m
1.709 kNm
65.760 kN
325.531 kNm
240.043 kNm

kN/m

an

2.00 m

Beban Pier Page 308


1.75 m

15.891 kN

Beban Pier Page 309


18.000 m2
12.150 kN
2.575 m
31.286 kNm
1.125 m
13.669 kNm

0.70

3.00 m/det

10 o

0.869 m
1.000 m
0.882 m2

Beban Pier Page 310


2.780 kN
1.735 m
4.821 kNm
0.435 m
1.208 kNm

Beban Pier Page 311


0.9

8.000 m
7.059 m2

Beban Pier Page 312


28.590 kN
1.735 m
49.589 kNm
0.435 m
12.422 kNm

Beban Pier Page 313


1.000 m
10.300 m
10.459 m2
48.948 kN

4.200 m/det
0.075 m/det
470.400 kN

470.400 kN
1.669 m
785.098 kNm
0.369 m
173.578 kNm

Beban Pier Page 314


Beban Pier Page 315
n

7.785 m2
1.000 m
7.785 m

Beban Pier Page 316


1.000 m
0.649 m4
24.900 Mpa
23452.953 Mpa

23452953 kPa
45647644 kN/m
9.810 m/det2
7683.953 kN
450.375 kN
107.135 kN
Err:509 kN
Err:509 N
Err:509 detik
3
0.14

1.225
1.225
0.1715

1.200
0.2058 * Wt

TEQ * z
(kNm)
7922.601
Err:509
280.049
79.374
166.640
Err:509

Beban Pier Page 317


Err:509 m
Err:509 m
Err:509 kNm

Beban Pier Page 318


39.324 m4
2.767E+09 kN/m
Err:509 detik
0.14
1.225
0.1715
1.20
0.2058 *Wt

TEQ * z
(kNm)
7922.601
Err:509
280.049
79.374
166.640

Beban Pier Page 319


Err:509

Err:509 m
Err:509 m
Err:509 kNm

Beban Pier Page 320


9.80 kN/m3
0.435 m
0.2058
1.20

8.00 m
2.120 kN
1.517 m
3.217 kNm
0.217 m
0.461 kNm

Beban Pier Page 321


Jembatan

Beban Pier Page 322


Jembatan

1.00 m
0.2650 kN
1.5173 m
0.4021 kNm
0.2173 m
0.0576 kNm

atur (T ET) resultan

Beban Pier Page 323


g Meniadakan (=0)

Beban Pier Page 324


Momen
My
kNm

4.821
785.098
325.531
Err:509
0.402

Momen
My
kNm

Beban Pier Page 325


Momen
My
kNm

4.8211781
785.0976

789.919

Momen
My
kNm

4.8211781
785.0976
325.53088

1115.450

Beban Pier Page 326


Momen
My
kNm

Err:509
0.402
Err:509

My

(kNm)

0.000

789.919

1115.450

Err:509

Beban Pier Page 327


KET.

Err:509

Err:509

Err:509

Beban Pier Page 328


KET.

Err:509

Err:509

Err:509

Beban Pier Page 329


KET.

Err:509

Err:509

Err:509

Beban Pier Page 330


KET.

Err:509

Err:509

Err:509

Beban Pier Page 331


My
(kNm)

4.821
785.098
325.531
Err:509
0.402

Muy
(kNm)

7.232

785.098

Beban Pier Page 332


792.329

Beban Pier Page 333


Muy
(kNm)

390.637

390.637

Muy
(kNm)

7.232

785.098

390.637

1182.966

Beban Pier Page 334


Muy
(kNm)

7.232

785.098

390.637

1182.966

Muy
(kNm)

Err:509

0.402

Err:509

Beban Pier Page 335


Muy
(kNm)
792.329

390.637

1182.966

1182.966

Err:509

Beban Pier Page 336


My
(kNm)

1.208
173.578
240.043
Err:509
0.058

Muy
(kNm)

1.812

173.578

Beban Pier Page 337


175.389

Beban Pier Page 338


Muy
(kNm)

288.052

288.052

Muy
(kNm)

1.812

173.578

288.052

463.441

Beban Pier Page 339


Muy
(kNm)

1.812

173.578

288.052

463.441

Muy
(kNm)

Err:509

0.058

Err:509

Muy

Beban Pier Page 340


(kNm)
175.389

288.052

463.441

463.441

Err:509

Beban Pier Page 341


ANALISA KEKUATAN PIER
JEMBATAN SUNGAI DELI, LABUHAN DELI (BELAWAN) - SUMUT

1. TINJAUAN PIER ARAH MEMANJANG JEMBATAN

Tinggi Column Pier, LC = 1.000 m


Ukuran penampang, B = 7.000 m
h = 1.000 m
Luas penampang Column pier,
AC = ( B * h + p/4 * h2 ) = 7.7854 m2
Lebar ekivalen Column Pier,
Be = Ac / h = 7.7854 m
Beban Ultimit Pada Column Pier :
Pu Mux
No Kombinasi Beban
(kN) (kNm)
1 Kombinasi - 1 Err:509 1751.13
2 Kombinasi - 2 Err:509 1748.90
3 Kombinasi - 3 Err:509 35.04
4 Kombinasi - 4 Err:509 1767.54
5 Kombinasi - 5 Err:509 Err:509

1.1. KONTROL STABILITAS PIER


1.1.1. PENGARUH BERAT STRUKTUR
Berat sendiri struktur atas, PMS =
Beban mati tambahan, PMA =
Berat headstock, Wh =
Berat Column pier, Wc =
Berat Total Struktur atas : Wa = PMS + PMA =
Berat Struktur bawah : Wb = Wh + 1/2 * Wc =
Perbandingan Berat, Wb / W a Err:509
Err:509

1.1.2. PENGARUH P - DELTA


Gaya aksial ultimit Pier, Pu =
Momen ultimit Pier, Mu =
Inersia penampang Column Pier, Ic = 1/12 * Be * h3 =
Mutu beton K- 300 Kuat tekan beton, f 'c = 0,83 * K /10 =
Modulus elastis beton, Ec = 4700 * Fc' = 23453.0 Mpa Ec =
Tinggi Column Pier, Lc =
Momen ultimit, Mu =
Lendutan, = Mu * Lc / ( 2 * Ec * Ic ) =
2

Momen akibat pengaruh P - delta : Md = P u * =

Analisa Kekuatan Pier Page 342


5% * Mu =
Err:509 , Maka efek P - delta dapat diabaikan

Analisa Kekuatan Pier Page 343


Kontrol efek P- delta untuk kombinasi beban Ultimit
Pu Mux Md 5% * Mux
No Kondisi beban Keterangan
(kN) (kNm) (m) (kNm) (kNm)
1 Kombinasi - 1 Err:509 1751.13 0.000058 Err:509 87.5567 Err:509
2 Kombinasi - 2 Err:509 1748.90 0.000057 Err:509 87.4451 Err:509
3 Kombinasi - 3 Err:509 35.04 0.000001 Err:509 1.7518 Err:509
4 Kombinasi - 4 Err:509 1767.54 0.000058 Err:509 88.3768 Err:509
5 Kombinasi - 5 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509
Err:509 , Maka efek P - delta dapat diabaikan

1.1.2. PENGARUH BUCKLING


Tinggi Column Pier, Lc =
Inersia Penampang Column Pier, Ic = 1/12 * Be * h3
Luas Tampang Column Pier, Ac = Be * h =
Jari - jari inersia penampang column pier, r = ( Ic / Ac ) =
Faktor panjang tekuk, K =
Angka kelangsingan, K * Lc / r =
Pengaruh buckling dapat diabaikan

Untuk menambah keamanan, pengaruh buckling tsb. Tetap diperhitungkan walaupun kecil. Pengaruh
buckling diperhitungkan dengan cara pembesaran momen pada column Pier sebagai berikut :
Beban mati ultimit pada column Pier : DL = PMS + PMA =
beban hidup ultimit pada column Pier : LL = PTD + PTP =

Nilai perbandingan beban mati ultimit terhadap beban tetap ultimit :


d = DL / (DL + LL) =
Kekakuan lentur Column Pier , EI = 0,4 * Ec * Ic / (1 + d ) =
Beban aksial kritis, Pc = p2 * EI / ( K * Lc )2 =
Faktor pembesaran momen, s = 1/[ 1 - Pu / ( 0,75 *Pc)] =
Gaya geser horisontal akibat gempa, Vu = TEQ =
Simpangan lateral akibat gempa, = Vu * Lc * / (3*EI) =
3

Faktor pembesaran momen, s = 1/[ 1 - Pu * / ( Vu * Lc )] =


Diambil faktor pembesaran momen, s =
Momen ultimit yang diperbesar, Mu = s * Mux
Pu Mux Mu
No Kondisi Beban
(kN) (kNm) (kNm)
1 Kombinasi - 1 Err:509 1751.133 Err:509

2 Kombinasi - 2 Err:509 1748.903 Err:509

3 Kombinasi - 3 Err:509 35.036 Err:509

4 Kombinasi - 4 Err:509 1767.536 Err:509

5 Kombinasi - 5 Err:509 Err:509 Err:509

1.2. PEMBESIAN COLUMN PIER

Analisa Kekuatan Pier Page 344


Mutu Beton : K - 300
Kuat tekan beton, fc' = 24.90 Mpa
Mutu Baja : U - 32
Tegangan leleh Baja, fy = 320.00 Mpa
Dimensi Column Pier, Be = 7.7854 m
b5 = 1.00 m

Analisa Kekuatan Pier Page 345


Ditinjau Column Pier selebar 1 m :
Lebar Column Pier, b = 1000 mm
Tebal Column Pier, h = 1000 mm

Luas penampang Column Pier yang ditinjau, Ag = b * h = 1000000 mm2


Pu = Gaya aksial ultimit pada column pier ( kN ).
Mu = Momen ultimit pada column pier (kNm).
. Pn = P u = . Pn / (f c' . Ag) = Pu * 103 / ( fc' * Ag )
. Mn = M u = . Mn / fc' . Ag . h) = Mu * 106 / ( fc' * Ag * h )

UNTUK LEBAR = Be UNTUK LEBAR = 1 m


KOMBINASI Pu Mu Pu Mu
No
BEBAN ULTIMIT kN kNm kN kN m
1 Kombinasi - 1 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509

2 Kombinasi - 2 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509

3 Kombinasi - 3 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509

4 Kombinasi - 4 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509

5 Kombinasi - 5 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509

Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, d' = 70 mm


h' = h - 2 * d' = 860 mm
h' / h = 0.86

Nilai = * Pn / ( fc' * Ag ) dan = . Mn / ( f'c * Ag * h ) diplot ke dalam diagram interaksi diperoleh,


Rasio tulangan yang diperlukan, = 1.00% dari grafik
Luas tulangan yang diperlukan, As = * b * h = 10000 mm2
Diameter tulangan yang digunakan, D = 32 mm
Tulangan tekan yang dibuat sama dengan tulangan tarik :
As (tekan) = As (tarik) = 1/2 * As = 5000 mm2
Jarak tulangan yang diperlukan, s = p/4 * D2 * b / (1/2 * As) = 160.850 mm

Tulangan Tekan, 2 D 25 - 300


Tulangan Tarik, 2 D 19 - 300
Rasio Tulangan Total, = 1.033% Luas tul. As =

Analisa Kekuatan Pier Page 346


DIAGRAM INTERAKSI Untuk : fy = 320 Mpa h'/h =
Plot nilai . Pn / (fc' . Ag ) dan . Mn / (fc' . Ag . h) ke dalam diagram interaksi .

Analisa Kekuatan Pier Page 347


1.3. ANALISA DINDING PIER DENGAN DIAGRAM INTERAKSI
Untuk mengontrol apakah tulangan dinding yang ditetapkan dengan Diagram interaksi (tak berdimensi) untuk
Uniaxial Bending tersebut telah mencukupi, perlu dilakukan analisa kekuatan Column Pier dengan berbagai
macam kombinasi pembebanan. Input data, persamaan yang digunakan untuk analisis, dan hasil Column
pier disajikan sebagai berikut .

1.3.1. ANALISA DINDING BETON BERTULANG DENGAN DIAGRAM INTERAKSI

DATA DINDING BETON BERTULANG


Mutu Beton K - 300
Mutu baja tulangan U - 32
Kuat tekan beton, fc' = 24.9 Mpa
Tegangan leleh baja, fy = 320 Mpa
Modulus elastik baja, Es = 200000 Mpa
Faktor distribusi tegangan, 1 = 0.85
Ditinjau dinding selebar, b = 1000 mm
Tebal dinding h = 1000 mm
Jarak Tul. Thdp tepi beton d' = 70 mm
Baja tulangan tarik (As) :
2 Lapis D 32 Jarak 100
Baja tulangan tekan ( As' ) :
2 Lapis D 32 Jarak 100
Luas tulangan tarik, As = 16,085 mm2
Luas tulangan tekan, As' = 16,085 mm2
Rasio tulangan tarik dan tekan,
= 3.217%
Faktor reduksi kekuatan ( ) untuk :
Tekan - Lentur f= 0.650
Lentur f= 0.800
PERSAMAAN YANG DIGUNAKAN UNTUK PERHITUNGAN DIAGRAM INTERAKSI
Tinggi efektif, d = h - d'
Pada kondisi tekan aksial sentris :
Pno = 0,80 * [ 0,85 * fc' * b * h + ( As + As' ) * ( fy - 0,85 * fc' )] * 103 kN
Gaya tekan aksial nominal, Pn harus < Pno
pada kondisi balance :
Cb = 600 / ( 600 + fy ) * d
ab = 1 * cb
's = 0,003 * ( cb - d' ) / cb
Untuk, 's > fy / Es maka fs' = fy
Untuk, 's < fy / Es maka fs' = 's * Es
Gaya - gaya internal beton dan baja :
Cc = 0,85 * fc' * b * ab * 103 kN

Analisa Kekuatan Pier Page 348


Cs = As * fy * 103 kN
Cs' = As' * ( fs' - 0,85 * fc' ) * 10 -3
kN

Gaya aksial tekan nominal kondisi balance :


Pnb = Cc + Cs' - Cs kN Harus < Pno
Momen nominal kondisi balance :
Mnb = [ Cc * (h/2 - ab/2) + Cs * (d - h/2) + Cs' * (h/2 - d') ] * 10 -3 kN - m

Analisa Kekuatan Pier Page 349


Pada kondisi garis netral terletak pada jarak c dari sisi beton tekan terluar :
s = 0,003 * ( c - d ) / c
s = 0,003 * ( c - d' ) / c
Untuk, ['s ] > fy / Es maka fs = [ s ] / s * fy
Untuk, ['s] < fy / Es maka fs' = 's * Es
Untuk, 's > fy / Es maka fs' = fy
Untuk, 's < fy / Es maka fs' = 's * Es
a = 1 * c
Gaya - gaya internal beton dan baja :
Cc = 0,85 * fc' * b * ab * 103 kN
Cs = As * fy * 10 3
kN
Cs' = As' * ( fs' - 0,85 * fc' ) * 10 -3
kN
Gaya aksial tekan nominal :
P n = C c + C s' - C s kN harus < Pno
Momen nominal :
Mn = [ Cc * (h/2 - a/2) - Cs * (d - h/2) + Cs' * (h/2 - d') ] * 10 -3 kN - m
faktor reduksi kekuatan :
= 0.65 untuk Pn > 0,10 * fc' * b * h
= 0,80 - 1,5 * Pn / ( fc' * b * h ) untuk 0 < Pn < 0,10 * fc' * b * h

1.4. TULANGAN GESER COLUMN PIER ( ARAH MEMANJANG JEMBATAN )


Perhitungan tulangan geser untuk column pier didasarkan pada gaya geser terbesar antara gaya lateral
dan momen ultimit untuk kombinasi beban yang menentukan dalam perhitungan tulangan aksial tekan
dan lentur .

Gaya aksial ultimit rencana, Pu = Err:509 kN Pu =


Momen ultimit rencana, Mu = Err:509 kNm Mu =
Mutu beton : K - 300 fc' =
Mutu baja : U - 32 fy =
Ditinjau dinding pier selebar, b =
Faktor reduksi kekuatan geser, f =
Tinggi dinding pier, L = Lc =
Tebal Dinding Pier, h =
Luas tulangan longitudinal Column Pier, As =
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, d' =
Gaya geser ultimit akibat momen, Vu = M u / L =
Gaya geser ultimit akibat gaya lateral, Vu = Tux * 103 /Be =
Diambil, gaya geser ultimit rencana, Vu =
d = h - d' =
Vcmax = 0,2 * fc' * b * d =
f * Vcmax = 3241980
1 = 1,4 - d /2000 = 0.935
2 = 1 + Pu / ( 14 * fc' * b * h ) = Err:509

Analisa Kekuatan Pier Page 350


3 = 1
Vuc =1 * 2 * 3 * b *d * [ As * fc' / ( b * d ) ] 1/3
=
Vc = Vuc + 0,6 * b * d =
Vc = 0,3 * ( fc') * b * d * [ 1 + 0,3 * Pu / ( b * d ) ] =
Diambil, Vc = Err:509 N Maka, f * Vc =
f * Vc Err:509 Err:509

Analisa Kekuatan Pier Page 351


Gaya geser sepenuhnya dipikul oleh tulangan geser : V s = Vu / f =
Untuk tulangan geser digunakan besi tulangan :
D 16 jarak arah y, Sy =
Luas tulangan geser, Asv =p/ 4 * D2 * (b / Sy ) =
Jarak tulangan geser yang diperlukan, Sx = Asv * fy * d / Vs =
Digunakan tulangan geser : D 16 Jarak arah x , Sx =
Jarak arah y, Sy =

2. TINJAUAN PIER ARAH MELINTANG JEMBATAN

2.1. ANALISA KEKUATAN PIER ARAH MELINTANG JEMBATAN

Tinggi Column Pier, LC = 1.00 m


Ukuran penampang, B = 7.00 m
h = 1.00 m
Luas penampang Column,
AC = ( B * h + p/4 * h2 ) = 7.7854 m2
Lebar ekivalen Column,
Be = Ac / h = 7.7854 m

Beban Ultimit Pada Column Pier :


Pu Muy
No Kombinasi Beban
(kN) (kNm)
1.000 Kombinasi - 1 Err:509 175.389

2.000 Kombinasi - 2 Err:509 288.052

3.000 Kombinasi - 3 Err:509 463.441

4.000 Kombinasi - 4 Err:509 463.441

5.000 Kombinasi - 5 Err:509 Err:509

Gaya aksial ultimit Pier, Pu =


Momen ultimit Pier, Mu =
Inersia penampang Column Pier, Ic = 1/12 * Be * h3 =
Mutu beton K - 300 Kuat tekan beton, fc' = 0,83 * K /10 =
Modulus elastis beton, Ec = 4700 * Fc' 23453 Mpa Ec =
Tinggi Column Pier, Lc =
Momen ultimit, Mu =
Lendutan, = Mu * Lc2 / ( 2 * Ec * Ic ) =
Momen akibat pengaruh P - delta : Md = P u * =
5% * Mu =
Err:509 , Maka efek P - delta dapat diabaikan
Kontrol efek P- delta untuk kombinasi beban Ultimit
Pu Muy Md 5% * Muy
No Kondisi beban Keterangan

Analisa Kekuatan Pier Page 352


No Kondisi beban Keterangan
(kN) (kNm) (m) (kNm) (kNm)
1 Kombinasi - 1 Err:509 175.39 0.0000058 Err:509 8.769 Err:509
2 Kombinasi - 2 Err:509 288.05 0.0000095 Err:509 14.403 Err:509
3 Kombinasi - 3 Err:509 463.44 0.0000152 Err:509 23.172 Err:509
4 Kombinasi - 4 Err:509 463.44 0.0000152 Err:509 23.172 Err:509
5 Kombinasi - 5 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509
Err:509 , Maka efek P - delta dapat diabaikan

Analisa Kekuatan Pier Page 353


2.1.2. PENGARUH BUCKLING

Tinggi Column Pier, Lc =


Inersia Penampang Column Pier, Ic = 1/12 * Be * h3
Luas Tampang Column Pier, Ac = Be * h =
Jari - jari inersia penampang column pier, r = ( Ic / Ac ) =
Faktor panjang tekuk, K =
Angka kelangsingan, K * Lc / r =
Pengaruh buckling dapat diabaikan
Luas tulangan column pier yang diperoleh dari tinjauan arah memanjang jembatan perlu di kontrol apa-
kah kapasitasnya masih cukup untuk mendukung beban ultimit column Pier pada arah melintang jmbtn.
Oleh karena itu, perlu dlakukan analisa kekuatan column pier arah melintang jembatan dengan diagram
interaksi P - My ( untuk arah y ).
Dimensi Penampang column Pier yang digunakan untuk analisis P - My adalah sebagai berikut :

Lebar column Pier, b = 1000


Tebal column Pier, h = 7785.398163
Rasio baja tulangan, = 1.033%
Mutu beton : K - 300 fc' = 24.9
Mutu Baja : U - 32 fy = 320

Persamaan yang digunakan untuk analisis, dan hasil analisis Column Pier disajikan pada program
Analisis Dinding Pier dengan diagram Interaksi P - M pada halaman berikutnya.

2.2. TULANGAN GESER COLUMN PIER ( ARAH Y )


Perhitungan tulangan geser untuk column pier didasarkan pada momen dan gaya aksial ultimit untuk
kombinasi beban yang menentukan dalam perhitungan tulangan aksial tekan dan lentur.

Gaya aksial ultimit rencana, Pu =


Momen ultimit rencana, Mu =
Mutu beton : K - 300 fc' =
Mutu baja : U- 32 fy =
Lebar dinding pier , b =
Gaya aksial ultimit rencana, Pu =
Momen ultimit rencana, Mu =
Faktor reduksi kekuatan geser, f =
Tinggi dinding pier, L = Lc =
Tebal Dinding Pier, h =
Luas tulangan longitudinal Column Pier, As =
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, d' =
Gaya geser ultimit akibat momen, Vu = M u / L =
Gaya geser ultimit akibat gaya lateral, Vu = Tuy * 103 =

Analisa Kekuatan Pier Page 354


Diambil, gaya geser ultimit rencana, Vu =
d = h - d' =
Vcmak = 0,2 * fc' * b * d =
f * Vcmax = 26895878.0
1 = 1,4 - d /2000 = -2.45770
2 = 1 + Pu / ( 14 * fc' * b * h ) = Err:509
3 =

Analisa Kekuatan Pier Page 355


Vuc =1 * 2 * 3 * b *d * [ As * fc' / ( b * d ) ] 1/3 =
Vc = Vuc + 0,6 * b * d =
Vc = 0,3 * ( fc') * b * d * [ 1 + 0,3 * Pu / ( b * d ) ] =
Diambil, Vc = Err:509 N Maka, f * Vc =
f * Vc Err:509 Err:509

Gaya geser yang dipikul oleh tulangan geser : Vs = V u / f =


Untuk tulangan geser digunakan sengkang berpenampang :
4 D
Luas tulangan geser, Asv = n * p/ 4 * D2 =
Jarak tulangan geser yang diperlukan, Sx = Asv * fy * d / Vs =
Digunakan tulangan geser : 4 D 13 -

3. TINJAUAN PIER HEAD

b1 = 1.50 m h1 = 0.75 m Ba =
b2 = 1.00 m h2 = 0.50 m s =
Bc = 1.00 m h3 = 0.50 m n =

Tinggi Pier head, h = h1 + h2 =


Lebar pier head, b = ( b 1 + b2 ) / 2 =
Lengan gaya reaksi girder terhadap tepi dinding pier, x=

3.1. MOMEN DAN GAYA GESER ULTIMIT PIER HEAD


P Faktor Vu Mu
No Reaksi girder akibat
(kN) beban (kN) (kNm)

Analisa Kekuatan Pier Page 356


1 Beban Sendiri ( MS ) 1536.791 1.30 1997.828 998.914
2 Beban mati tambahan (MA) Err:509 2.00 Err:509 Err:509
3 Beban lajur "D" 309.125 1.80 556.425 278.213
4 Beban pendestrian ( TP ) 26.638 1.80 47.948 23.974
5 Beban Angin ( EW ) 3.178 1.20 3.814 1.907
Err:509 Err:509

Analisa Kekuatan Pier Page 357


3.2. PEMBESIAN PIER HEAD
3.2.1. TULANGAN LENTUR PIER HEAD
Momen rencana ultimit, Mu =
Mutu beton, K - 300 Kuat tekan beton, fc' =
Mutu baja, U - 32 Kuat leleh baja, fy =
Tinggi pier head, h =
Lebar pier head, b =
Jarak pusat tulangan terhadap sisi luar beton, d' =
Modulus elastis baja, Es =
Faktor bentuk distribusi tegangan beton, 1 =
b = 1 * 0,85 * fc' / fy * 600 / (600 + fy ) =
Rmax = 0,75 * b * fy * [ 1 - 1/2 * 0,75 * b * fy / ( 0,85 * fc' )] =
Faktor reduksi kekuatan lentur, f=
Tinggi efektif Pier head, d = h - d' =
Momen nominal rencana, Mn = M u / f =
faktor tahanan momen, Rn = Mn * 10 6 / ( b * d2) =

Rasio tulangan yang diperlukan :


= 0,85 * fc' / fy [ 1 - [ 1 - 2 * Rn / ( 0,85 * fc' )] =
Rasoi tulangan minimum, min = 1,4 / fy =
Rasio tulangan yang digunakan, =
Luas tulangan yang diperluakan, As = * b * d =
Diameter tulangan yang digunakan, D
Jumlah tulangan yang diperlukan, n = As / ( p /4 * D2 ) =
Digunakan tulangan, 14 D
As = n * / 4 * D2 =

3.2.2. TULANGAN GESER PIER HEAD


Gaya geser ulltimit, Vu =
Faktor reduksi kekuatan geser, f =
Kapasitas geser ultimit, Vucmax = 0,5 * f * ( fc' ) * b * d =
Vu Err:509 Vucmax Err:509
Vc = 1/6* (fc') * b * d =
Gaya geser yang ditahan oleh beton, f * Vc =
Vu Err:509 f * Vc Err:509
f * Vs = V u - f * V c =
Gaya geser yang ditahan oleh tulangan geser, Vs =
Untuk tulangan geser digunakan sengkang, 6 D
Luas tulangan geser, Av = p / 4 * D 2 * n =
Jarak tulangan geser yang diperlukan :
s = Av * fy * d / Vs =
Digunakan sengkang, 6 D 16 jarak

Analisa Kekuatan Pier Page 358


ER
LAWAN) - SUMUT

7683.953 kN
Err:509 kN
450.375 kN
214.270 kN
Err:509 kN
557.510 kN
Err:509

Err:509 kN
Err:509 kNm
0.649 m4
24.900 Mpa
23452953 kPa
1.000 m
Err:509 kNm
Err:509 m
Err:509 kNm

Analisa Kekuatan Pier Page 359


Err:509 kNm

Analisa Kekuatan Pier Page 360


Keterangan

Err:509
Err:509
Err:509
Err:509
Err:509

1.00 m
0.6487831803 m4
7.7853981634 m2
0.2886751346 m
2.0
6.9282032303 < 22

Err:509 kN
1678.813 kN

Err:509
Err:509 kNm2
Err:509 kN
Err:509
Err:509 kN
Err:509 m
Err:509
Err:509

Analisa Kekuatan Pier Page 361


6544.985 mm2
3780.383 mm2
10325.368 mm2

Analisa Kekuatan Pier Page 362


0.9

Analisa Kekuatan Pier Page 363


ak berdimensi) untuk
er dengan berbagai

Analisa Kekuatan Pier Page 364


Err:509 N

Err:509 Nmm

24.9 Mpa
320 Mpa
1000 mm
0.70
1000 mm
1000 mm
10325.368 mm2
70 m
Err:509 N
Err:509 N
Err:509 N
930 mm
4631400 N
N
< 1 Maka diambil
1 = 0.935

Analisa Kekuatan Pier Page 365


Err:509 N
Err:509 N
Err:509 N
Err:509 N

Analisa Kekuatan Pier Page 366


Err:509 N

600 mm
335.103 mm2
Err:509 mm
300 mm
600 mm

Err:509 kN
Err:509 kNm
0.6488 m4
24.90 Mpa
23452952.9 kPa
1.000 m
Err:509 kNm
Err:509 m
Err:509 kNm
Err:509 kNm

Keterangan

Analisa Kekuatan Pier Page 367


Keterangan

Err:509
Err:509
Err:509
Err:509
Err:509

Analisa Kekuatan Pier Page 368


1.0000 m
39.3243 m4
7.7854 m2
2.2475 m
2.00
0.8899 < 22

mm
mm

MPa
MPa

Err:509 kN
Err:509 kNm
24.90 Mpa
320 Mpa
1000 mm
Err:509 N
Err:509 Nmm
0.70
1000 mm
7785.398 mm
10325.368 mm2
70 m
Err:509 N
Err:509 N

Analisa Kekuatan Pier Page 369


Err:509 N
7715.398 mm
38422682.85 N
N
< 1 Maka diambil
1 = 1.00
1.00

Analisa Kekuatan Pier Page 370


Err:509 N
Err:509 N
Err:509 N
Err:509 N

Err:509 N

13
530.929 mm2
Err:509 mm
450

10.00 m
1.85 m
5.00 Gelagar

1.250 m
1.250 m
0.300 m

Analisa Kekuatan Pier Page 371


Err:509 kNm
24.90 Mpa
320 Mpa
1250 mm
1250 mm
70 mm
200000 MPa
0.85
0.036665
6.970319
0.80
1180 mm
Err:509 kNm
Err:509
Err:509

Err:509
0.004375
0.004375
Err:509 mm2
22 mm
Err:509 buah
25
6872.234 mm2

Err:509 N
0.70
2576082.327 N

1226705.870 N
858694.109 N

Err:509 N
Err:509 N
16
1206.372 mm2

Err:509 mm
200

Analisa Kekuatan Pier Page 372


ANALISA PONDASI PIER
JEMBATAN SUNGAI DELI, LABUHAN DELI (BELAWAN) - SUMUT
1. DATA PONDASI TIANG PANCANG

BAHAN / MATERIAL PONDASI FONDASI (END BEARING)


Mutu beton, K - 600 Berat volume tanah,
Kuat tekan beton, f c' = 49.8 MPa ws = 18.50
Mutu baja tulangan, U - 32 Sudut gesek dalam,
Tegangan leleh baja, fy = 320 MPa = 38
Modulus elastis beton, Ec = 33167 MPa Kohesi tanah,
Berat beton bertulang, Wc = 25.00 kN/m3 C= 55.00
DIMENSI PILE CAP
Lebar arah x, Bx = 4.50 m Tebal, hp = 1.00
Lebar arah y, By = 10.50 m Tebal, ht = 1.30
Tebal column, h= 1.00 m Panjang, Lx = 1.75
DIMENSI PONDASI TIANG PANCANG
Diameter, D= 0.50 m Panjang, L= 30.00
Jarak pusat tiang pancang terhadap sisi luar Pile-cap a= 0.75
DATA SUSUNAN PONDASI TIANG PANCANG
Jumlah baris sumuran, ny = 7
Jumlah sumuran dalam satu baris, nx = 3
Jarak antara pile arah x, x= 1.500
Jarak antara pile arah y, y= 1.500

Analisa Pondasi Pier 373


Gambar 1 : Denah Pondasi Tiang Pancang Abutmen

Analisa Pondasi Pier 374


2. DAYA DUKUNG AKSIAL IJIN PONDASI TIANG PANCANG

2.1. BERDASARKAN KEKUATAN BAHAN

Kuat tekan beton, fc' = 49.8


Tegangan ijin beton, fc = 0,30 * fc' *1000 = 14940
Luas luar tampang tiang pancang, Ab = p/4 * D =2
0.1963
Luas dalam tampang tiang pancang, Ad = p/4 * D =2
0.0804
Luas total tiang pancang, A tot = Ab - Ad = 0.1159
Berat tiang tiang pancang kN/m Wp = Atot * Wc = 2.8981
Panjang tiang pancang, L= 30.00
Berat pondasi tiang pancang, Wp' = L * Wp 87.000
Daya dukung ijin pondasi, qijin = A * fc - W = 2846.462

2.2.2. MENURUT MAYERHOF ( SPT )

qult = 40 * N' * Ap + 0,2 * NN * As - Wp' (ton/m2) dengan, N' = Nilai SPT terkoreksi
Nilai SPT hasil pengujian, N= 15.090
Nilai SPT terkoreksi, N' = 15 + 1/2 * (N -15 ) N' = 15.045
Nilai SPT rata - rata tertanam tiang, NN = 8.420
Luas penampang tiang pancang, Ab = p/4 * D =2
0.1963
Kedalaman tiang pancang tertanam, Ltertanam = 30
Keliling tiang yang tertanam, As = = p * D * Ltertanam = 47.124
Berat sendiri pondasi tiang pancang, Wp' = L * Wp = 87.000
Daya dukung pondasi tiang pancang, qult = 40 * N' * Ab + 0,2 * NN * As - Wp' = 188.651
qult = 1850.669
Faktor keamanan, SF = 3.0
Daya dukung ijin pondasi, qijin = qult /SF = 616.890

2.2.3. REKAP DAYA DUKUNG AKSIAL PONDASI TIANG PANCANG

No Uraian Daya Dukung Aksial q (kN)


1 Berdasarkan kekuatan bahan 2846.462
2 Pengujian Lapangan / N-SPT ( Mayerhof ) 616.890
Daya dukung aksial terkecil, q ijin = 616.890

Analisa Pondasi Pier 375


3. GAYA YANG DITERIMA PONDASI TIANG PANCANG

Gambar 2 : Denah Pondasi Tiang Pancang Abutmen


3.1. GAYA AKSIAL PADA PONDASI TIANG PANCANG

Jumlah Tiang Pancang n= 21 buah


No Xmax = 1.50 m Ymax = 4.5 m
1 X1 = 1.50 X =
1
2
15.750 Y1 = 4.50 Y12 =
2 X2 = 1.50 X22 = 15.750 Y2 = 3.00 Y22 =
3 Y3 = 1.50 Y32 =
4 Y4 = 1.50 Y42 =
5 Y5 = 3.00 Y52 =
6 Y6 = 4.50 Y62 =
X2 = 31.500 Y2 =

Analisa Pondasi Pier 376


3.1.1. TINJAUAN TERHADAP KOMBINASI BEBAN KERJA ARAH X
Gaya aksial maksimum dan minimum yang diderita satu pondasi :
Pmax = P / n + Mx * Xmax / SX2
Pmin = P / n - Mx * Xmax / SX2
n = 21 buah
Xmax = 1.50 m
x 2
31.500 m2
Gaya aksial maksimum dan minimum yang diderita satu pondasi tiang pancang :
KOMBINASI P Mx Pmax
NO P/n Mx * X / x2
BEBAN KERJA (kN) (kNm) (kN)
1 KOMBINASI - 1 Err:509 0.000 Err:509 0.000 Err:509
2 KOMBINASI - 2 Err:509 49.589 Err:509 2.361 Err:509
3 KOMBINASI - 3 Err:509 1368.376 Err:509 65.161 Err:509
4 KOMBINASI - 4 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509

3.1.2. TINJAUAN TERHADAP KOMBINASI BEBAN KERJA ARAH Y


Gaya aksial maksimum dan minimum yang diderita satu pondasi :
Pmax = P / n + My * Ymax / SY2
Pmin = P / n - My * Ymax / SY2
n = 21 buah
Ymax = 4.50 m
y 2 189.000 m2
Gaya aksial maksimum dan minimum yang diderita satu pondasi tiang pancang :
KOMBINASI P My Pmax
NO P/n My * Y/Y2
BEBAN KERJA (kN) (kNm) (kN)
1 KOMBINASI - 1 Err:509 0.000 Err:509 0.000 Err:509
2 KOMBINASI - 2 Err:509 789.919 Err:509 18.808 Err:509
3 KOMBINASI - 3 Err:509 1115.450 Err:509 26.558 Err:509
4 KOMBINASI - 4 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509

4. KONTROL DAYA DUKUNG IJIN PONDASI TIANG PANCANG


4.1. DAYA DUKUNG IJIN AKSIAL (KOMBINASI BEBAN ARAH X)

KOMBINASI Persen Pmax Kontrol terhadap Pijin


No
BEBAN KERJA Pijin (kN) Daya dukung ijin (kN)
1 KOMBINASI - 1 100% Err:509 Err:509 qijin = 616.890
2 KOMBINASI - 2 125% Err:509 Err:509 qijin = 771.112

Analisa Pondasi Pier 377


3 KOMBINASI - 3 140% Err:509 Err:509 qijin = 863.646
4 KOMBINASI - 4 150% Err:509 Err:509 qijin = 925.335

Analisa Pondasi Pier 378


4.2. DAYA DUKUNG IJIN AKSIAL (KOMBINASI BEBAN ARAH Y)

KOMBINASI Persen Pmax Kontrol terhadap Pijin


No
BEBAN KERJA Pijin (kN) Daya dukung ijin (kN)
1 KOMBINASI - 1 100% Err:509 Err:509 qijin = 616.890
2 KOMBINASI - 2 125% Err:509 Err:509 qijin = 771.112
3 KOMBINASI - 3 140% Err:509 Err:509 qijin = 863.646
4 KOMBINASI - 4 150% Err:509 Err:509 qijin = 925.335

5. KONTROL PONDASI TIANG PANCANG GORUP PADA PIER


Data :
Lebar kelompok tiang pancang, B= 9.500
Panjang kelompok tiang, L= 3.500
Kedalaman tiang, D= 30.00
Kohesi sekeliling tiang, Cu = 55.0
Kohesi di ujung tiang, Cb = 90.0
Faktor daya dukung, Nc = 61.35

Cek terhadap kemungkinan keruntuhan blok kelompok tiang, s/d = 3.00

5.1. KAPASITAS DUKUNG IJIN KELOMPOK TIANG


Qg = 2D*(B + L)*Cu + Cb * Nc * B * L Qg = 226489.88

Faktor keamanan SF = 3.00

Kapasitas dukung ijin kelopok tiang, Qag = Qg / SF = 75496.63

5.2. KAPASITAS DAYA DUKUNG IJIN DIDASARKAN PADA TIANG TUNGGAL


Kohesi sekeliling tiang, Cu = 55.0 kN/m2 a= 0.625
Luas selimut tiang yang tertanam, As = = p * D * Ltertanam = 47.124
Kapasitas daya dukung selimut tiang, Qf = a * Cu * As = 1619.884
Kapasitas daya dukung ujung tiang, Qb = Ab * Cu * Nc = 662.532
Kapasitas daya dukung ultimit tiang, Qu = Qf + Qb - Wp' = 2195.416
Kapasitas dukung ijin tiang tunggal, Qa = Qu / SF= 731.805

5.3. EFESIENSI GROUP PILE


Baris tiang, m= 7
Kolom tiang, n' = 3

q = arc d/s = 18.435


Efesiensi group pile, Eg = 1 - q [(n' -1)m + (m-1)n'] / (90mn') = 0.688
Kapasitas dukung kelompok tiang ijin, Eg * n * Qa = 10571.186
Beban yang dapat di dukung kelompok tiang adalah yang terkecil Qa = 10571.186
Beban yang bekerja pada pondasi tiang pancang adalah, P= Err:509

Analisa Pondasi Pier 379


Err:509

5. PEMBESIAN PILE CAP


5.1. GAYA AKSIAL ULTIMIT PONDASI TIANG PANCANG
5.1.1. TINJAUAN TERHADAP KOMBINASI BEBAN ULTIMATE ARAH X
Pmax = P / n + Mux * Xmax / SX2
Pmin = P / n - Mux * Xmax / SX2
n = 21 buah
Xmax = 1.50 m
x 2 31.50 m2
Gaya aksial ultimate maksimum dan minimum yang diderita pile:
KOMBINASI Pu Mux P/n Mux * x/x2 Pumax
NO
BEBAN KERJA (kN) (kNm) (kN) (kN) (kN)
1 KOMBINASI - 1 Err:509 2391.884 Err:509 113.899 Err:509
2 KOMBINASI - 2 Err:509 2355.044 Err:509 112.145 Err:509
3 KOMBINASI - 3 Err:509 111.927 Err:509 5.330 Err:509
4 KOMBINASI - 4 Err:509 2429.427 Err:509 115.687 Err:509
5 KOMBINASI - 5 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509

5.2. TINJAUAN TERHADAP KOMBINASI BEBAN ULTIMATE ARAH Y


Pmax = P / n + My * Ymax / SY2
Pmin = P / n - My * Ymax / SY2
n = 21 buah
Ymax = 4.50 m
y 2 189.000 m2
Gaya aksial ultimate maksimum dan minimum yang diderita pile:
KOMBINASI Pu Muy P/n Muy * y/y2 Pumax
NO
BEBAN KERJA (kN) (kNm) (kN) (kN) (kN)
1 KOMBINASI - 1 Err:509 792.329 Err:509 18.865 Err:509
2 KOMBINASI - 2 Err:509 390.637 Err:509 9.301 Err:509
3 KOMBINASI - 3 Err:509 1182.966 Err:509 28.166 Err:509
4 KOMBINASI - 4 Err:509 1182.966 Err:509 28.166 Err:509
5 KOMBINASI - 5 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509 Err:509

Analisa Pondasi Pier 380


6. TINJAUAN PILE CAP ARAH X
6.1. MOMEN DAN GAYA GESER PADA PILE CAP

Gambar 3 :Gaya Aksial Ultimit Tiang Pancang

6.1.1. MOMEN DAN GAYA GESER AKIBAT REAKSI TIANG PANCANG

X1 = 1.500 m n= 21 bh
X =
2
15.750 m2 ny = 7 bh
h= 1.000 m
Gaya aksial ultimit yang diderita satu pondasi tiang pancang :
Pi = Pu / n + Mux * Xi / X2

Kombinasi Pu Mux P1 P2 P3
NO
Beban Kerja (kN) (kNm) (kN) (kN) (kN)
1 KOMBINASI - 1 Err:509 2391.884 Err:509 --- ---
2 KOMBINASI - 2 Err:509 2355.044 Err:509 --- ---
3 KOMBINASI - 3 Err:509 111.927 Err:509 --- ---
4 KOMBINASI - 4 Err:509 2429.427 Err:509 --- ---
5 KOMBINASI - 5 Err:509 Err:509 Err:509 --- ---
Momen ultimit Pile cap akibat raksi tiang , Mupi = [ ny * Pi * (Xi - h/2)]

Gaya geser ultimit Pile cap akibat reaksi tiang, Vup = ( ny * Pi )

Xi Xi - h/2 Pi ny * P i Mupi
No
m m kN kN kN
1 1.500 1.000 Err:509 Err:509 Err:509
Err:509 Err:509

6.1.2. MOMEN DAN GAYA GESER AKIBAT BERAT SENDIRI


Gaya geser dan momen akibat berat sendiri pile cap
Parameter Berat bagian Beton Volume Berat Lengan
No.

Analisa Pondasi Pier 381


No.
b (m) h (m) L (m) Shape (m3) (KN) (m)
W1 1.75 1.00 10.50 1 18.375 459.375 0.875
W2 1.75 0.30 10.50 0.5 2.756 68.906 0.583
Vs = 528.281 Ms =

Faktor beban ultimit, K= 1.30


Momen ultimtit akibat berat pilecap, Mus = K * Ms = 574.793
Gaya geser pile cap akibat berat pile cap, Vus = K * Vs = 686.766

Analisa Pondasi Pier 382


6.1.3. MOMEN DAN GAYA GESER ULTIMIT RENCANA PILE CAP

Momen ultimit rencana Pile cap, Mur = Mup - Mus = Err:509


untuk lebar pile cap (By) = 10.50
Momen ultimit rencana per meter lebar Mu = Mur /By = Err:509
Gaya geser rencana Pile cap, Vur = Vup - Vus = Err:509
untuk lebar pile cap (By) = 10.50
Gaya geser ultimit rencana per meter lebar, Vu = Vur /By = Err:509

6.1.4. TULANGAN LENTUR PILE CAP ARAH X


Momen rencana ultimit, Mu = Err:509
Mutu beton, K- 300 Kuat tekan beton, fc' = 24.900
Mutu baja, U- 32 Tengangan leleh baja, fy = 320
Tebal pile cap, h = ht = 1300
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, d' = 0
Modulus elastis baja, Es = 200000
Faktor bentuk distribusi tengangan beton, 1 = 0.00
b = 1* 0,85 * fc/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.000000
Rmax = 0,75 * b * fy * [1 * 0,75 * b * fy / ( 0,85 * fc )] = 0.000000
Faktor reduksi kekuatan lentur, f= 0.80
Faktor reduksi kekuatan geser, f= 0.70
Tebal efektif, d = h - d' = 1300
Lebar ayng ditinjau, b = 1000
Momen nominal rencana, Mn = Mu / f = Err:509
Faktor tahanan momen, Rn = Mn * 10 / ( b * d ) =
-6 2
Err:509
Err:509
Rasio tulangan yang diperlukan
= 0,85 * fc' / fy * [ 1 - * [1 2 * Rn / ( 0,85 * fc' ) ] = Err:509
Rasio tulangan minimum min = 25% * (1,4 / fy) = 0.001094
Rasio tulangan yang diperlukan, = Err:509
Luas tulangan yang diperlukan, As = * b * d = Err:509
diameter tulangan yang digunakan, D 25
Jarak tulangan yang digunakan, s = p / 4 * D * b / As =
2
Err:509
Digunakan tulangan, D 25 Jarak 200
As = p/4 * D * b / s =
2
2454.369
Tulangan bagi / susut arah memanjang diambil 50 % dari tulangan pokok,
As' = 50% * As = Err:509
Diameter tulangan yang digunakan, D 19
Jarak tulangan yang diperlukan, s' = p/4 * D * b / As =
2
Err:509
Digunakan tulangan, D 19 Jarak 200

Analisa Pondasi Pier 383


As = p/4 * D2 * b / s = 1417.644

Analisa Pondasi Pier 384


2.1.2. TULANGAN GESER

Gaya geser ultimit, Vu = Err:509


Faktor reduksi kekuatan geser, f = 0.70
Kapasitas geser ultimit, Vucmax = 0.5 * f * ( fc') * b * d = 2270445
Vu Err:509 Vucmax Err:509
Vc = 1/6*( fc') * b * d = 1081164
Gaya geser yang ditahan oleh beton, f * Vc = 756815
Vu Err:509 f * Vc Err:509
f * VS = V u - f * V c = Err:509
Gaya geser yang ditahan oleh tulangan geser, Vs = Err:509
Diameter tul. yang digunakan, D 13 Ambil jarak arah Y = 1000
Luas tulangan geser, Av = p / 4 * D2 * b / Sy = 132.732
Jarak tulangan geser yang diperlukan (arah X) :
Sx = Av * fy * d / Vs = Err:509
Digunakan tulangan, D 13 Ambil jarak arah X = 1000
Ambil jarak arah Y = 1000

7. TINJAUAN PILE CAP ARAH Y


7.1. MOMEN DAN GAYA GESER PADA PILE CAP

Gambar 4 :Gaya Aksial Ultimit Tiang Pancang

7.1.1. MOMEN DAN GAYA GESER AKIBAT REAKSI TIANG PANCANG

Y1 = 4.500 m n= 21 bh
Y =
2
60.750 m2 nX = 3 bh
B+h = 8.000 m

Analisa Pondasi Pier 385


Gaya aksial ultimit yang diderita satu pondasi tiang pancang :
Pi = Pu / n + Muy * Yi / Y2

Analisa Pondasi Pier 386


Kombinasi Pu Muy P1 P2 P3
NO
Beban Kerja (kN) (kNm) (kN) (kN) (kN)
1 KOMBINASI - 1 Err:509 792.329 Err:509 --- ---
2 KOMBINASI - 2 Err:509 390.637 Err:509 --- ---
3 KOMBINASI - 3 Err:509 1182.966 Err:509 --- ---
4 KOMBINASI - 4 Err:509 1182.966 Err:509 --- ---
5 KOMBINASI - 5 Err:509 Err:509 Err:509 --- ---
Momen ultimit Pile cap akibat raksi tiang , Mupi = [ nx * Pi * (Yi - h/2)]

Gaya geser ultimit Pile cap akibat reaksi tiang, Vup = ( nx * Pi )

Yi Yi - h/2 Pi nx * P i Mupi
No
m m kN kN kN
1 4.500 0.500 Err:509 Err:509 Err:509
Err:509 Err:509

6.1.2. MOMEN DAN GAYA GESER AKIBAT BERAT SENDIRI


Gaya geser dan momen akibat berat sendiri pile cap
Parameter Berat bagian Volume Berat Lengan
No.
b (m) h (m) L (m) Shape (m3) (KN) (m)
W1 1.25 1.00 4.50 1 5.625 140.625 0.625
W2 1.25 0.30 4.50 0.5 0.844 21.094 0.417
Vs = 161.719 Ms =

Faktor beban ultimit, K= 1.30


Momen ultimtit akibat berat pilecap, Mus = K * Ms = 125.684
Gaya geser pile cap akibat berat pile cap, Vus = K * Vs = 210.234

6.1.3. MOMEN DAN GAYA GESER ULTIMIT RENCANA PILE CAP

Momen ultimit rencana Pile cap, Mur = Mup - Mus = Err:509


untuk lebar pile cap (Bx) = 4.50
Momen ultimit rencana per meter lebar Mu = Mur /By = Err:509
Gaya geser rencana Pile cap, Vur = Vup - Vus = Err:509
untuk lebar pile cap (Bx) = 4.50
Gaya geser ultimit rencana per meter lebar, Vu = Vur /By = Err:509

6.1.4. TULANGAN LENTUR PILE CAP ARAH Y


Momen rencana ultimit, Mu = Err:509
Mutu beton, K- 300 Kuat tekan beton, fc' = 24.900
Mutu baja, U- 32 Tengangan leleh baja, fy = 320
Tebal pile cap, h = ht = 1300

Analisa Pondasi Pier 387


Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, d' = 0
Modulus elastis baja, Es = 200000
Faktor bentuk distribusi tengangan beton, 1 = 0.00
b = 1* 0,85 * fc/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.000000
Rmax = 0,75 * b * fy * [1 * 0,75 * b * fy / ( 0,85 * fc )] = 0.000000
Faktor reduksi kekuatan lentur, f= 0.80
Faktor reduksi kekuatan geser, f= 0.70
Tebal efektif, d = h - d' = 1300
Lebar yang ditinjau, b = 1000
Momen nominal rencana, Mn = Mu / f = Err:509
Faktor tahanan momen, Rn = Mn * 10 / ( b * d ) =
-6 2
Err:509
Err:509
Rasio tulangan yang diperlukan
= 0,85 * fc' / fy * [ 1 - * [1 2 * Rn / ( 0,85 * fc' ) ] = Err:509
Rasio tulangan minimum min = 25% * (1,4 / fy) = 0.001094
Rasio tulangan yang diperlukan, = Err:509
Luas tulangan yang diperlukan, As = * b * d = Err:509
diameter tulangan yang digunakan, D 22
Jarak tulangan yang digunakan, s = p / 4 * D * b / As =
2
Err:509
Digunakan tulangan, D 22 Jarak 100
As = p/4 * D2 * b / s = 3801.327
Tulangan bagi / susut arah memanjang diambil 50 % dari tulangan pokok,
As' = 50% * As = Err:509
Diameter tulangan yang digunakan, D 16
Jarak tulangan yang diperlukan, s' = p/4 * D * b / As =
2
Err:509
Digunakan tulangan, D 16 Jarak 100
As = p/4 * D * b / s =2
2010.619

2.1.2. TULANGAN GESER

Gaya geser ultimit, Vu = Err:509


Faktor reduksi kekuatan geser, f = 0.70
Kapasitas geser ultimit, Vucmax = 0.5 * f * ( fc') * b * d = 2270445.4
Vu Err:509 Vucmax Err:509
Vc = 1/6*( fc') * b * d = 1081164
Gaya geser yang ditahan oleh beton, f * Vc = 756815
Vu Err:509 f * Vc Err:509
f * VS = V u - f * V c = Err:509
Gaya geser yang ditahan oleh tulangan geser, Vs = Err:509
Diameter tul. yang digunakan, D 13 Ambil jarak arah Y = 300
Luas tulangan geser, Av = p / 4 * D * b / Sy =
2
442.441

Analisa Pondasi Pier 388


Jarak tulangan geser yang diperlukan (arah X) :
Sx = Av * fy * d / Vs = Err:509
Digunakan tulangan, D 13 Ambil jarak arah X = 100
Ambil jarak arah Y = 300

Analisa Pondasi Pier 389


UMUT

DASI (END BEARING)

kN/m3

kN/m2

m
m
m

m
m

buah
buah
m
m

Analisa Pondasi Pier 390


Analisa Pondasi Pier 391
MPa
kN/m2
m2
m2
m2
KN/m
m
kN
kN

Nilai SPT terkoreksi


Pul/30 cm
Pul/30 cm
Pul/30 cm
m2
m
m2
kN
ton /m2
kN/m2

kN

kN

Analisa Pondasi Pier 392


m
60.750
27.000
6.750
6.750
27.000
60.750
189.000

Analisa Pondasi Pier 393


Pmin
(kN)
Err:509
Err:509
Err:509
Err:509

Pmin
(kN)
Err:509
Err:509
Err:509
Err:509

Ketera-
ngan
Err:509
Err:509

Analisa Pondasi Pier 394


Err:509
Err:509

Analisa Pondasi Pier 395


Ketera-
ngan
Err:509
Err:509
Err:509
Err:509

m
m
m
kN/m2
kN/m2

> 2 (OK)

kN

kN

m2
kN
kN
kN
kN

kN
kN
kN

Analisa Pondasi Pier 396


Pumin
(kN)
Err:509
Err:509
Err:509
Err:509
Err:509

Pumin
(kN)
Err:509
Err:509
Err:509
Err:509
Err:509

Analisa Pondasi Pier 397


P4
(kN)
---
---
---
---
---

Momen

Analisa Pondasi Pier 398


(kNm)
401.953
40.195
442.148

Analisa Pondasi Pier 399


kNm
m
kNm
kN
m
kN

kNm
MPa
MPa
mm
mm
MPa

mm
mm
kNm

mm2
mm
mm
mm
mm2

mm2
mm
mm
mm

Analisa Pondasi Pier 400


mm2

Analisa Pondasi Pier 401


N

N
N

N
N
mm
mm2

mm
mm
mm

Analisa Pondasi Pier 402


P4
(kN)
---
---
---
---
---

Momen
(kNm)
87.891
8.789
96.680

kNm
m
kNm
kN
m
kN

kNm
MPa
MPa
mm

Analisa Pondasi Pier 403


mm
MPa

mm
mm
kNm

mm2
mm
mm
mm
mm2

mm2
mm
mm
mm
mm2

N
N

N
N
mm
mm2

Analisa Pondasi Pier 404


mm
mm
mm

Analisa Pondasi Pier 405


LAYAN
A K S I
1 2 3 4 5 6
Aksi Permanen :
Berat sendiri
Beban mati tambahan
Susut / rangkak
Pratekan X X X X X X
Pengaruh beban tetap pelaksanaan
Tekanan tanah
Penurunan
Aksi Transien :
Beban lajur "D" atau beban truk "T" X o o o o
Gaya rem atau gaya sentrifugal X o o o o
Beban pejalan kaki X
Gesekan perletakan o o X o o o
Pengaruh temperatur o o X o o o
aliran/hanyutan/batang kayu dan o o X o o
hidrostatik/apung
Beban angin o o X o
Aksi khusus :
Gempa
Beban tumbukan
Pengaruh getaran X X
Beban pelaksanaan X

(1) = aksi permanen "X" KBL + beban aktif "X"


KBL + 1 beban "o" KBL
"X" berarti beban yang selalu aktif.
"o" berarti beban yang boleh dikombinasikan (2) = aksi permanen "X" KBL + beban aktif "X"
dengan beban aktif, tunggal atau seperti KBL + 1 beban "o" KBL + 0,7 beban "o" KBL.
ditunjukkan.
(3) = aksi permanen "X" KBL + beban aktif "X"
KBL + 1 beban "o" KBL + 0,5 beban "o" KBL +
0,5 beban "o" KBL.
ULTIMIT
1 2 3 4 5 6

X X X X X X

X o o o o
X o o o
X
o o o o o
o o o o o
o X o o
o o X o

aksi permanen "X" KBU + beban aktif "X" KBU +


1 beban "o" KBL