Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah hanyalah milik Allah SWT yang telah


memberikan karunia dan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyusun
dan menyelesaikan tugas makalah ini dengan tepat waktu. Shalawat dan
salam kami persembahkan ke pangkuan Nabi Muhammad SAW, yang
telah membawa umat manusia ke zaman yang penuh dengan ilmu
pengetahuan. Makalah ini merupakan salah satu tugas dari mata kuliah
Sistem Informasi Manajemen adapun judul makalah ini adalah Dasar-
Dasar Intelijen Bisnis : Database dan Manajemen Informasi. Semoga
makalah ini bermanfaat bagi pembaca.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata


sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun
kami harapkan. Rasa terimakasih kami ucapkan kepada semua pihak
yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Semoga Allah
SWT meridhoi segala usaha kita.
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Dewasa ini penggunaan Intelegensi Bisnis dalam suatu perusahaan


adalah salah satu hal penting yang harus dimiliki suatu perusahaan jika
ingin mendapatkan keputusan strategis dari permasalah atau sasaran
bisnis yang ingin dicapai. Kemampuan teknologi Intelegensi Bisnis (IB),
yaitu untuk mengumpulkan, menyimpan,menganalisis dan menyediakan
akses ke data guna membantu pengguna mengambil keputusan secara
akurat. Hal tersebut dapat dicapai dengan melakukan berbagai aktivitas
diantaranya, sistem pendukung keputusan, query, reporting, Online
Analytical Processing (OLAP), analisa statistik, forecasting, dan data
mining. Business Intelligence report lahir untuk menjawab tantangan
yang tidak bisa dipenuhi oleh standard reporting, yaitu yang berkaitan
dengan empat hal yaitu accessibility, timeliness, format, data integrity.
Sehingga dengan menggunakan Business Intelligence, top level
manager dapat terbantu dalam pembuatan report untuk membantu
mengambil keputusan dengan cepat dan lebih baik (Chaudhuri, Dayal,
Narasayya, 2011).
BAB 11
PEMBAHASAN

6.1 MENGORGANISASIKAN DATA DALAM LINGKUNGAN


FILE TRADISIONAL
Sistem informasi yang efektif menyediakan pengguna informasi
yang akurat, tepat waktu, dan relevan. Informasi yang akurat, bearti
bebas dari kesalahan. Informasi yang tepat waktu bearti informasi yang
tersedia pda saaat diperlukan oleh pengambil keputusan. Informasi
dianggap relevan ketika ia memberi manfaat serta sejalan dengan jenis
pekerjaan dan keputusan yang akan dibuat.
Mungkin anda akan terkejut ketika mempelajari begitu banyak
organisasi bisnis yang tidak memiliki informasi yang akurat, tepat waktu
dan relevan karena data yang terdapat pada sistem informasinya
diorganisasikan dan dikelola dengan buruk. Itulah mengapa pengelolaan
data menjadi begitu penting. Untuk memahami masalah tersebut, mari
kita menyimak bagaimana sistem informasi mengatur data pada file
komputer dan metode tradisional dalam pengelolaan file.
GAMBAR 6.1 HIERARKI DATA
ISTILAH DAN KONSEP DALAM PENGORGANISASIAN FILE

Sistem komputer mengorganisasikan data berdasarkan suatu


hierarki yang dimulai dari bit kemudian byte, kemudian berlanjut ke
field, record, file, dan database. Satu bit (bit) mewakili unit data terkecil
yang dapat ditangani oleh komputer. Sekelompok bit disebut byte, yang
mewakili satu buah karakter tunggal,yang dapat berupa huruf, angka
ataupun simbol lainnya. Sekelompok karakter yang membentuk kata,
beberapa kata ataupun serial angkat (seperti nama ataupun usia
seseorang) disebut field. Sekelompok field yang saling berhubungan
dinamakan record (seperti nama siswa, mata pelajaran yang diambil,
tanggal serta tingkat nilai), sekumpulan record dengan jenis yang sama
dinamakan file.
Sebagai contoh, record pada gambar 6.1 dapat mewakili file mata
pelajaran yang diambil oleh siswa. Sekelompok file yang saling
berhubungan dinamakan database. File yang berisi mata pelajaran yang
diambil oleh siswa pada gambar 6.1, dapat dikelompokkan kedalam
riwayat pribadi siswa dan latar belakang keuangan yang menciptakan
database siswa.
Suatu record menggambarkan suatu entitas. Sebuah entitas (entity)
dapat berupa orang, tempat, barang, ataupun peristiwa yang dapat kita
simpan dan kelola sebagai informasi. Setiap karakteristik atau
penggambaran kualitas suatu entitas khusus disebut atribut (attribute).
Sebagai contoh, noor induk siswa, mata pelajaran, tanggal dan nilai
adalah atribut dari entitas MATA PELAJARAN. Nilai tertentu yang
dapat dimiliki atribut-atribut ini ditemukan di dalam field dari record
yang menggambarkan entitas dari MATA PELAJARAN.
GAMBAR 6.2 PEMROSESAN FILE TRADISIONAL

MASALAH-MASALAH DALAM LINGKUNGAN DATA


TRADISIONAL
Pada kebanyakan organisasi, sistem cenderung berkembang sendiri
diluar rencana perusahaan. Akuntansi, keuangan, manufaktur, sumber
daya manusia, penjualan, serta pemasaran semuanya mengembangkan
sistem dan file data sendiri.
Setiap aplikasi tentu saja memerlukan file-nya masing-masing dan
program komputer masuk untuk beroperasi. Sebagai contoh, area
fungsional sumber daya manusia mungkin memiliki master file
karyawan yang berisi file penggajian, file asuransi medis, file tunjangan
pensiun, file untuk daftar surel, dan sebagainya, yang mencapai puluhan
atau bahkan ratusan file dan program yang ada. Bagi perusahaan secara
keseluruhan, proses tersebut akan menyebabkan penggandaan master
file, yang dioperasikan dan dikelola lewat divisi atau departemen yang
berpisah-pisah. Apabila proses proses ini berjalan selama 5 atau 10
tahun, organisasi tersebut akan terbebani oleh ratusan program dan
aplikasi yang sangat sulit dirawat dan dikelola. Masalah-masalah yang
dihasilkan adalah penggandaan data dan inkonsistensi program data
(tidak tahu program mana yang harus dipercaya), ketergantungan
program data, tidak fleksibel, kualitas data yang buruk, dan tidak dapat
membagikan data ke berbagai aplikasi.

Redudansi dan Inkonsistensi Data


Redudansi data (data redundancy) adalah kehadiran data ganda
pada beberapa file data yang tersimpan di beberapa tempat ato lokasi.
Redudansi data terjadi ketika kelompok-kelompok yang berbeda pada
sebuah organisasi secara independen mengumpulkan data yang sama
dan menyimpannya masing-masing. Data redudansi menghabiskan
tempat penyimpanan data, dan menyebabkan terjadinya inkonsistensi
data (data inconsistency), dimana atribut-atribut yang sama, memiliki
nilai-nilai yang berbeda. Atribut yang sama, sebagai contoh, Nomor
Induk Siswa, mungkin memiliki nama yang berlainan pada beberapa
siste diseluruh organisasi. Beberapa sistem mungkin menggunakan
penulisan NIS, atau No. Siswa.
Kebingungan tambahan lainnya dapat terjadi pada sistem
pengkodean untuk mewakii nilai dari sebuah atribut. Sebagai contoh,
penjualan, persediaan, dan sistem manufaktur perusahaan ritel pakaian
mungkin menggunakan kode yang berbeda-beda.
Ketergantungan Program Data
Ketergantungan program-data (program-data
dependence)mengacu pada satu data paket yang tersimpanpada file yang
diperlukan oleh program-program tertentu untuk memperbaharui dan
mengelola file-file tertentu sehingga program tersebut perlu mengubah
data-data tersebut. Setiap program komputer tradisional harus
menjelaskan lokasi dan sifat data yang bvekerja padanya. Di dalam
lingkungan file tradisional, setiap perubahan program pada perangkat
lunak, mensyaratkan perubahan terhadap data yang diakses oleh
program tersebut. Sebuah program mungkin dimodifikasi dari 5 digit
menjadi 9 digit untuk kode enkripsi. Jika file data yang asli dimodifikasi
dari 5 digit ke 9 digit, kemudian program-program yang memerlukan 5
digit kode tidak dapat bekerja dengansemestinya lagi. Untuk
mengimplementasikan perubahan semacam itu diperlukan biaya jutaan
dollar.

Kurangnya Fleksibilitas
Sistem file tradisional dapat mengirimkan laporan rutin sesuai
jadwal setelah upaya pemograman yang ekstensif, namun tidak dapat
mengirimkan laporan-laporan ad-hoc (hanya diperlukan pada situasi
khusus saja) atau merespon kebutuhan informasi yang tidak dapat
diantisipasi pada kondisi waktu tertentu. Informasi-informasi tersebut
diperlukan oleh permintaan-permintaan ad-hoc (hanya diperlukan pada
situasi khusus saja) disuatu tempat pada sistem tersebut, tetapi terlalu
mahal untuk disediakan. Beberapa pemrogram mungkin harus bekerja
beberapa minggu untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam
sebuah file baru.
Sistem Keamanan yang Buruk
Karena longgarnya pengendalian atau pengelolaan terhadap data,
akses dan penyebaran informasi menjadi tidak terkendali. Manajemen
mungkin tidak memiliki cara untuk mengetahui siapa yang mengakses
ataupun mengubah data organisasi.

Kurangnya Ketersediaan dan Pendistribusian Data


Karena bagian-bagian informasi yang terdapat pada file-file yang
berbeda dan bagian-bagian organisasi tidak dapat dihubungkan satu
sama lain, jelas adalah tidak mungkin untuk mendistribusikan dan
mengakses informasi pada waktu bersamaan. Informasi tidak dapat
mengalir dengan baik lintas area fungsional, pada bagian dan divisi-
divisi pada organisasi.jika pengguna tahu nilai yang ditemukan pada
bagian informasi yang sama saling berbeda, mereka mungkin tidak akan
mau menggunakan sistim tersebut karena mereka tidak dapat
mempercayai akurasi datanya.