Anda di halaman 1dari 17

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Dari zaman ke zaman antara manusia dan energi memiliki hubungan yang erat,
dimana manusia sangat bergantung pada energi di setiap harinya, dalam
beraktivitas maupun yang lainnya. Dan seiring berkembangnya zaman dan
teknologi yang semakin canggih, terjadi perubahan yang sangat pesat terutama di
zaman modern ini manusia sangat membutuhkan energi listrik sebagai konsumsi
sehari-hari . Seperti yang diketahui energy listrik yang dihasilkan dapat berasal dari
berbagai macam sumber, seperti air, minyak, batu bara, angin, panas
bumi, nuklir, matahari, dan lainnya . Tentunya dengan hal tersebut manusia
semakin berlomba-lomba untuk mengkonversikan energi listrik tersebut ke
berbagai energi yang ada , salah satu contohnya adalah korek api elektrik yang
merupakan pengkonversian dari Energi Listrik yang berasal dari baterai menjadi
Enrgi Panas . Kita tahu bahwa korek api secara tidak langsung selalu dihubung-
hubungkan dengan perokok. Bahkan di beberapa kesempatan, banyak orang di
negeri ini yang memulai percakapan dari meminjam korek api untuk merokok.
Namun, perlu diperhatikan, sebetulnya tidak hanya rokok yang memiliki hubungan
dengan korek api, misalkan digunakan untuk menyalakan lilin atau obat nyamuk.
korek api elektrik ini memakai konsep arus listrik yang didapatkan dari baterai
prinsipnya hampir sama dengan pematik api pada mobil. Jadi ketika saklar pada
korek api elektrik dari baterai ditekan, listrik akan mengalir dan terjadi korsleting
yang mengakibatkan terjadi panas pada lilitan kawat kecil atau kumparan dan bisa
menimbulkan api.

1.2 Rumusan masalah


Dari latar belakang masalah diatas, permasalahan yang akan dibahas dalam
perancangan teknologi ini adalah :

1
1.2.1 Apa itu korek api elektrik dan Bagaimana cara kerja dari korek api elektrik
tersebut ?
1.2.2 Apa-apa saja komponen dari korek api elektrik ?
1.2.3 Bagaimana cara membuat korek api elektrik ?

1.3 Batasan masalah


Dalam rancangan ini, batasan-batasan masalah yang akan dibahas adalah :
1.3.1 Hanya menyangkut kajian teoritis terhadap korek api elektrik ini
1.3.2 Prinsip kerja dari korek api elektrik

1.4 Manfaat
Manfaat dari adanya perancangan teknologi ini adalah :
1.4.1 Bagaimana mahasiswa teknik mesin menambah acuan dan ilmu
pengetahuan tentang teknologi pemanfaatan energi terbarukan
1.4.2 Meningkatkan wawasan tentang penerapan aplikasi untuk perancangan
terutama Solid Works
1.4.3 Menginspirasi di lingkup mahasiswa untuk lebih kreatif dan inovatif dalam
bidang teknopreneurship, terutama untuk mahasiswa mesin

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Baterai
Baterai adalah suatu sel elektrokimia yang mengubah energi kimia menjadi
energi listrik. Listrik yang dihasilkan oleh sebuah baterai muncul akibat adanya
perbedaan potensial energi listrik dari kedua buah elektrodanya (katoda dan anoda).
Perbedaan potensial ini dikenal dengan potensial sel atau (ggl). Baterai yang kita
gunakan sekarang mempunyai perbedaan yang besar dengan baterai generasi awal.
Dari segi konstruksi, baterai generasi awal mempunyai ukuran yang besar dan
mempunyai komponen komponen yang rawan akan kerusakan. Baterai sekarang
mempunyai ukuran yang kecil dan sebagian komponennya padat, sehingga lebih
aman. Dari segi kapasitas energi, baterai sekarang mempunyai rasio energi
terhadap massa yang jauh lebih besar dibandingkan baterai generasi awal.
Berdasarkan kemampuannya untuk dikosongkan (dischargerd) dan diisi ulang
(recharged), baterai dibagi menjadi dua, yaitu baterai primer dan baterai sekunder.
Kemampuan atau ketidakmampuan sebuah baterai untuk diisi ulang terletak pada
reaksi kimiawi dalam baterai tersebut. Setiap Baterai terdiri dari Terminal Positif(
Katoda) dan Terminal Negatif (Anoda) serta Elektrolit yang berfungsi sebagai
penghantar. Output Arus Listrik dari Baterai adalah Arus Searah atau disebut juga
dengan Arus DC (Direct Current).

1. Baterai Primer (Baterai Sekali Pakai/Single Use)

Baterai Primer atau Baterai sekali pakai ini merupakan baterai yang
paling sering ditemukan di pasaran, hampir semua toko dan supermarket
menjualnya. Hal ini dikarenakan penggunaannya yang luas dengan harga yang
lebih terjangkau. Baterai jenis ini pada umumnya memberikan tegangan 1,5 Volt

3
dan terdiri dari berbagai jenis ukuran seperti AAA (sangat kecil), AA (kecil) dan
C (medium) dan D (besar). Disamping itu, terdapat juga Baterai Primer (sekali
pakai) yang berbentuk kotak dengan tegangan 6 Volt ataupun 9 Volt.

Jenis-jenis Baterai yang tergolong dalam Kategori Baterai Primer (sekali Pakai
/ Single use) diantaranya adalah :

a) Baterai Zinc-Carbon (Seng-Karbon)

Baterai Zinc-Carbon juga disering disebut dengan Baterai


Heavy Duty yang sering kita jumpai di Toko-toko ataupun
Supermarket. Baterai jenis ini terdiri dari bahan Zinc yang berfungsi
sebagai Terminal Negatif dan juga sebagai pembungkus Baterainya.
Sedangkan Terminal Positifnya adalah terbuat dari Karbon yang
berbentuk Batang (rod). Baterai jenis Zinc-Carbon merupakan jenis
baterai yang relatif murah dibandingkan dengan jenis lainnya.

b) Baterai Alkaline (Alkali)

Baterai Alkaline ini memiliki daya tahan yang lebih lama


dengan harga yang lebih mahal dibanding dengan Baterai Zinc-Carbon.
Elektrolit yang digunakannya adalah Potassium hydroxide yang
merupakan Zat Alkali (Alkaline) sehingga namanya juga disebut
dengan Baterai Alkaline. Saat ini, banyak Baterai yang menggunakan
Alkalline sebagai Elektrolit, tetapi mereka menggunakan bahan aktif
lainnya sebagai Elektrodanya.

4
c) Baterai Lithium

Baterai Primer Lithium menawarkan kinerja yang lebih baik


dibanding jenis-jenis Baterai Primer (sekali pakai) lainnya. Baterai
Lithium dapat disimpan lebih dari 10 tahun dan dapat bekerja pada suhu
yang sangat rendah. Karena keunggulannya tersebut, Baterai jenis
Lithium ini sering digunakan untuk aplikasi Memory Backup pada
Mikrokomputer maupun Jam Tangan. Baterai Lithium biasanya dibuat
seperti bentuk Uang Logam atau disebut juga dengan Baterai Koin
(Coin Battery). Ada juga yang memanggilnya Button Cell atau Baterai
Kancing.

d) Baterai Silver Oxide

Baterai Silver Oxide merupakan jenis baterai yang tergolong


mahal dalam harganya. Hal ini dikarenakan tingginya harga Perak
(Silver). Baterai Silver Oxide dapat dibuat untuk menghasilkan Energi
yang tinggi tetapi dengan bentuk yang relatif kecil dan ringan. Baterai
jenis Silver Oxide ini sering dibuat dalam dalam bentuk Baterai Koin
(Coin Battery) / Baterai Kancing (Button Cell). Baterai jenis Silver
Oxide ini sering dipergunakan pada Jam Tangan, Kalkulator maupun
aplikasi militer.

2. Baterai Sekunder (Baterai Isi Ulang/Rechargeable)

Baterai Sekunder adalah jenis baterai yang dapat di isi ulang atau
Rechargeable Battery. Pada prinsipnya, cara Baterai Sekunder menghasilkan
arus listrik adalah sama dengan Baterai Primer. Hanya saja, Reaksi Kimia pada
Baterai Sekunder ini dapat berbalik (Reversible). Pada saat Baterai digunakan

5
dengan menghubungkan beban pada terminal Baterai (discharge), Elektron akan
mengalir dari Negatif ke Positif. Sedangkan pada saat Sumber Energi Luar
(Charger) dihubungkan ke Baterai Sekunder, elektron akan mengalir dari Positif
ke Negatif sehingga terjadi pengisian muatan pada baterai. Jenis-jenis Baterai
yang dapat di isi ulang (rechargeable Battery) yang sering kita temukan antara
lain seperti Baterai Ni-cd (Nickel-Cadmium), Ni-MH (Nickel-Metal Hydride)
dan Li-Ion (Lithium-Ion).

Jenis-jenis Baterai yang tergolong dalam Kategori Baterai Sekunder (Baterai


Isi Ulang) diantaranya adalah :
a) Baterai Ni-Cd (Nickel-Cadmium)
Baterai Ni-Cd (NIcket-Cadmium) adalah jenis baterai sekunder
(isi ulang) yang menggunakan Nickel Oxide Hydroxide dan Metallic
Cadmium sebagai bahan Elektrolitnya. Baterai Ni-Cd memiliki
kemampuan beroperasi dalam jangkauan suhu yang luas dan siklus daya
tahan yang lama. Di satu sisi, Baterai Ni-Cd akan melakukan discharge
sendiri (self discharge) sekitar 30% per bulan saat tidak digunakan.
Baterai Ni-Cd juga mengandung 15% Tosik/racun yaitu bahan
Carcinogenic Cadmium yang dapat membahayakan kesehatan manusia
dan Lingkungan Hidup. Saat ini, Penggunaan dan penjualan Baterai Ni-
Cd (Nickel-Cadmiun) dalam perangkat Portabel Konsumen telah
dilarang oleh EU (European Union) berdasarkan peraturan Directive
2006/66/EC atau dikenal dengan Battery Directive.

b) Baterai Ni-MH (Nickel-Metal Hydride)


Baterai Ni-MH (Nickel-Metal Hydride) memiliki keunggulan
yang hampir sama dengan Ni-Cd, tetapi baterai Ni-MH mempunyai
kapasitas 30% lebih tinggi dibandingkan dengan Baterai Ni-Cd serta
tidak memiliki zat berbahaya Cadmium yang dapat merusak lingkungan

6
dan kesehatan manusia. Baterai Ni-MH dapat diisi ulang hingga ratusan
kali sehingga dapat menghemat biaya dalam pembelian baterai. Baterai
Ni-MH memiliki Self-discharge sekitar 40% setiap bulan jika tidak
digunakan. Saat ini Baterai Ni-MH banyak digunakan dalam Kamera
dan Radio Komunikasi. Meskipun tidak memiliki zat berbahaya
Cadmium, Baterai Ni-MH tetap mengandung sedikit zat berbahaya
yang dapat merusak kesehatan manusia dan Lingkungan hidup,
sehingga perlu dilakukan daur ulang (recycle) dan tidak boleh dibuang
di sembarang tempat.

c) Baterai Li-Ion (Lithium-Ion)


Baterai jenis Li-Ion (Lithium-Ion) merupakan jenis Baterai yang
paling banyak digunakan pada peralatan Elektronika portabel seperti
Digital Kamera, Handphone, Video Kamera ataupun Laptop. Baterai
Li-Ion memiliki daya tahan siklus yang tinggi dan juga lebih ringan
sekitar 30% serta menyediakan kapasitas yang lebih tinggi sekitar 30%
jika dibandingkan dengan Baterai Ni-MH. Rasio Self-discharge adalah
sekitar 20% per bulan. Baterai Li-Ion lebih ramah lingkungan karena
tidak mengandung zat berbahaya Cadmium. Sama seperti Baterai Ni-
MH (Nickel- Metal Hydride), Meskipun tidak memiliki zat berbahaya
Cadmium, Baterai Li-Ion tetap mengandung sedikit zat berbahaya yang
dapat merusak kesehatan manusia dan Lingkungan hidup, sehingga
perlu dilakukan daur ulang (recycle) dan tidak boleh dibuang di
sembarang tempat.

7
Design baterai yang digunakan

2.2 Baut dan Mur

Baut atau sekrup adalah suatu batang atau tabung dengan alur heliks pada
permukaannya. Penggunaan utamanya adalah sebagai pengikat (fastener) untuk
menahan dua objek bersama, dan sebagai pesawat sederhana untuk
mengubah torsi (torque) menjadi gaya linear. Baut dapat juga didefinisikan
sebagai bidang miring yang membungkus suatu batang . Sebagian besar baut

8
dipererat dengan memutarnya searah jarum jam, yang disebut ulir kanan. Baut
dengan ulir kiri digunakan pada kasus tertentu, misalnya saat baut akan menjadi
pelaku torsi berlawanan arah jarum jam. Pedal kiri dari sepeda memiliki ulir kiri.
Baut digunakan secara luas dalam industri kendaraan bermotor. Pada kendaraan
bermotor terdapat banyak sekali komponen yang dibuat secara terpisah, kemudian
disatukan menggunakan baut dan mur agar memudahkan dilakukan pelepasan
kembali saat diperlukan, misalnya untuk melakukan pekerjaan perbaikan atau
penggantian komponen. Baut biasanya digunakan berpasangan dengan mur.
Bagian batang baut yang berulir dimaksudkan untuk menepatkan dengan celah
lubang mur.

Untuk mengurangi efek gesekan antara kepala baut dengan benda kerja dapat
ditambahkan ring/washer di antara kepala baut dan permukaan benda kerja. Washer
berbentuk spiral dapat digunakan pada baut untuk membantu mencegah kekuatan
sambungan berkurang yang disebabkan baut mengendor akibat getaran.

Konstruksi baut terdiri atas batang berbentuk silinder yang memiliki kepala
pada salah satu ujungnya, dan terdapat alur di sepanjang (ataupun hanya di bagian
ujung) batang silinder tersebut. Baut terbuat dari bahan baja lunak, baja paduan,
baja tahan karat ataupun kuningan. Dapat pula baut dibuat dari bahan logam atau
paduan logam lainnya untuk keperluankeperluan khusus.

Bentuk kepala baut yang umum digunakan adalah :

segi enam (hexagon head). Kepala baut berbentuk segi enam merupakan
bentuk yang paling banyak digunakan.

segi empat (square head). Baut dengan kepala berbentuk segi empat pada
umumnya digunakan untuk industri berat dan pekerjaan konstruksi.

Berbagai jenis baut yang umum terdapat di pasaran adalah sebagai berikut :

9
Carriage bolts, atau juga disebut plow bolts. banyak digunakan pada kayu.
Bagian kepala carriage bolts berbentuk kubah dan pada bagian leher baut
berbentuk empat persegi. Pada saat baut dikencangkan, konstruksi leher baut
yang berbentuk empat persegi tersebut akan menekan masuk ke dalam kayu
sehingga menghasilkan ikatan yang sangat kuat . Carriage bolts dibuat dari
berbagai bahan logam dan terdapat berbagai ukuran yang memungkinkan
penggunaannya dalam berbagai pekerjaan.

Flange bolts, merupakan jenis baut yang pada bagian bawah kepala bautnya
terdapat bubungan (flens). Flens yang terdapat pada bagian bawah kepala baut
didesain untuk memberikan kekuatan baut seperti halnya bila menggunakan
washer. Dengan kelebihannya tersebut maka penggunaan flange bolts akan
memudahkan mempercepat selesainya pekerjaan.

Hex bolts, merupakan baut yang sangat umum digunakan pada pekerjaan
konstruksi maupun perbaikan. Ciri umum dari hex bolts adalah bagian kepala
baut berbentuk segi enam (hexagonal) . Hex bolts dibuat dari berbagai jenis
bahan, dan setiap bahan memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda. Cara
terbaik yang dapat dilakukan dalam memilih hex bolts yang akan digunakan
adalah dengan memilih bahan hex bolts disesuaikan dengan persyaratan-
persyaratan teknis dari konstruksi yang akan dikerjakan. Beberapa bahan yang
digunakan untuk hex bolts di antaranya : stainless steel, carbon steel, dan alloy
steel yang disepuh cadmium atau zinc untuk mencegah karat.

Lag bolts, merupakan baut dengan ujung baut berbentuk lancip, menyerupai
konstruksi sekrup. Lag bolts kebanyakan digunakan pada pekerjaan konstruksi
lapangan.

Shoulder bolts, merupakan baut yang pada umumnya digunakan sebagai


sumbu putar. Konstruksi shoulder bolts memungkinkan digunakan pada
sambungan maupun aplikasi yang dapat bergerak, bergeser, bahkan berputar.

10
Shoulder bolts dapat digunakan pada berbagai komponen yang terbuat dari
logam, kayu, dan bahan-bahan lainnya. Dikarenakan sering digunakan sebagai
sumbu tumpuan, maka shoulder bolts dibuat dari bahan logam yang memiliki
ketahanan terhadap gesekan.

Mur biasanya terbuat dari baja lunak, meskipun untuk keperluan khusus dapat
juga digunakan beberapa logam atau paduan logam lain.

Jenis mur yang umum digunakan adalah :

Mur segi enam (hexagonal plain nut). Digunakan pada semua industri,
Mur segi empat (square nut). Digunakan pada industri berat dan pada
pembuatan bodi kereta ataupun pesawat.
Mur dengan mahkota atau dengan slot pengunci (castellated nut & slotted
nut), merupakan jenis mur yang dilengkapi dengan mekanisme penguncian.
Tujuannya adalah mengunci posisi mur agar tidak berubah sehingga mur
tetap kencang.
Mur pengunci (lock nut), merupakan mur yang ukurannya lebih tipis
dibandingkan mur pada umumnya. Mur pengunci biasanya dipasangkan di
bawah mur utama, berfungsi sebagai pengunci posisi mur utama.

11
Design baut dan mur yang digunakan

2.3 Lilitan kawat ( Kumpaaran )


Kawat adalah benda yang terbuat dari logam yang panjang dan lentur. Kawat
merupakan bendar penghantar listrik. Kawat mempunyai banyak bentuk dan

12
ukuran. Kawat yang digunakan untuk menghantar listrik biasa dibungkus dengan
kulit yang terbuat dari karet yang biasa disebut kabel . Kawat juga banyak
variasinya seperti kawat kumparan . Kawat kumparan adalah sebuah gulungan
kawat berisolator untuk di aliri arus listrik atau suatu gulungan kawat diatas suatu
inti. Kumparan merupakan ukuan bagi arus yang dibawa oleh kumparan tersebut.
Sebuah cermin yang dipasang pada kumparan menyimpangkan
seberkas cahaya dan menyebabkan sebuah bintik cahaya yang telah diperkuat
bergerak di atas skala pada suatu jarak dari instrument. Fek optiknya adalah
sebuah jarum penunjuk yang panjang tetapi massanya nol. Dengan demikian
penyimpangan kumparan merupakan ukuran bagi arus yang dibawa oleh
kumparan tersebut.
Design kumparan yang dipakai

2.4 Saklar on/off


Saklar adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan jaringan
listrik, atau untuk menghubungkannya. Jadi saklar pada dasarnya adalah alat
penyambung atau pemutus aliran listrik. Selain untuk jaringan listrik arus kuat,
saklar berbentuk kecil juga dipakai untuk alat komponen elektronika arus lemah.

13
Secara sederhana, saklar terdiri dari dua bilah logam yang menempel pada suatu
rangkaian, dan bisa terhubung atau terpisah sesuai dengan keadaan sambung (on)
atau putus (off) dalam rangkaian itu. Material kontak sambungan umumnya dipilih
agar supaya tahan terhadap korosi. Kalau logam yang dipakai terbuat dari bahan
oksida biasa, maka saklar akan sering tidak bekerja. Untuk mengurangi efek korosi
ini, paling tidak logam kontaknya harus disepuh dengan logam anti korosi dan anti
karat. Pada dasarnya saklar tombol bisa diaplikasikan untuk sensormekanik,
karena alat ini bisa dipakai pada mikrokontroller untuk pengaturan rangkaian
pengontrolan.

Design sakelar yang digunakan

14
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Pengertian dan cara kerja korek api elektrik

Korek api adalah sebuah alat untuk menyalakan api secara terkendali ,
sedangkan korek api elektrik sendiri merupakan sebuah alat untuk menyalakan
api dengan menggunakan baterai sebagai sumbernya . Korek api elektrik ini
memakai konsep arus listrik yang didapatkan dari baterai prinsipnya hampir sama
dengan pematik api pada mobil. Jadi ketika saklar pada korek api elektrik dari
baterai ditekan, listrik akan mengalir dan terjadi korsleting yang mengakibatkan
terjadi panas pada lilitan kawat kecil atau kumparan dan bisa menimbulkan api.

3.2 Cara membuat korek api elektrik

1. Untuk Membuat Korek Elektrik dari Baterai 9v ini, pertama siapkan dulu,
baterai kotak 9v, mur dan baut kecil, kabel, saklar, kawat nikelin (nichroma)
kecil ukuran 0.1 milimeter, lem tembak .
2. Siapkan mur dan baut yang dipasang pada penjepit kabel dalam sptop kontak
3. Bentuk kabel kawat nikelin atau biasa disebut juga dengan kawat nichroma
serabut seperti lilitan dan pasangkan pada ujung baut.
4. Untuk memastikan bahwa Korek elektrik buatan sendiri ini berfungsi, coba
dahulu dengan cara menempelkan pangkal mur pada konektor baterai.
5. Pasang dan lem pada baterai, sambungkan kabel lalu solder juga pada saklar.

15
Design korek api elektrik

16
BAB 4

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 KESIMPULAN

Korek api adalah sebuah alat untuk menyalakan api secara terkendali ,
sedangkan korek api elektrik sendiri merupakan sebuah alat untuk menyalakan api
dengan menggunakan baterai sebagai sumbernya . Korek api elektrik ini memakai
konsep arus listrik yang didapatkan dari baterai prinsipnya hampir sama dengan
pematik api pada mobil. Jadi ketika saklar pada korek api elektrik dari baterai
ditekan, listrik akan mengalir dan terjadi korsleting yang mengakibatkan terjadi
panas pada lilitan kawat kecil atau kumparan dan bisa menimbulkan api.

5.2 SARAN

Untuk menghemat daya dari baterai sebaiknya dipasang kapasaitor dan resistor
Pada saat uji coba sebaiknya dijauhkan dari anak kecil
Diharapkan dari design kompor ini dapat dibuat menjadi sebuah alat.

17