Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kehamilan merupakan penyatuan sperma dan ovum dilanjutkan dengan

nidasi atau implantasi dihitung dari saat fertilisasi sampai bayi lahir dan

biasanya kehamilan berlangsung selama 40 minggu. Usia kehamilan dibagi

menjadi 3 trimester yang masing-masing berlangsung dalam beberapa

minggu (Cunningham,2013).

Setiap wanita yang sedang hamil akan mengalami perubahan-perubahan

pada fisik dan psikologis. Adapun perubahan fisik yang terjadi seperti uterus

yang akan membesar pada bulan pertama kehamilan karena dipengaruhi oleh

meningkatnya kadar hormon estrogen dan progesteron. Selain itu perubahan

sel reproduksi, perubahan metabolik, perubahan hematologik, perubahan

sistem kardiovaskuler, saluran pernafasan, sistem perkemihan serta sistem

endokrin. Perubahan pada vagina tampak lebih kemerahan dan kebiruan

karena terjadinya hipervaskularisasi. Mamae akan tampak lebih membesar

dan tegang akibat hormon somatomammotropin,estrogen, dan progesteron.

Perubahan juga terjadi pada kulit di daerah leher, areola mamae yaitu

hyperpigmentasi sehingga terlihat lebih gelap (Wiknjosatro,2007).

Perubahan terjadi diseluruh sistem tubuh, akibat perubahan ini dapat

memberikan dampak bagi diri ibu. Baik dampak positif berupa bahagia telah

diberikan keturunan namun dapat juga berdampak negatif akibat kompensasi

1
2

tubuh yang tidak sempurna. Kondisi ini dapat menyebabkan resiko yang

mengancam diri ibu dan bayinya. (Salmah,2006).

Menurut Word Health Organizastion (WHO) tahun 2010, sebanyak

536.000 wanita meninggal akibat persalinan. Sebanyak 99% kematian ibu

akibat masalah persalinan atau kelahiran terjadi di negara-negara berkembang

seperti Cina, Thailand, Vietnam, dan Indonesia. Rasio kematian ibu di

negara-negara berkembang yaitu 450 kematian ibu per 100.000 kelahiran bayi

hidup jika dibandingkan dengan rasio kematian ibu pada 9 negara maju

seperti Hongkong, Korea Selatan, Arab Saudi dan 51 negara persemakmuran

diantaranya India, Pakistan, Malaysia, Singapura, dan Brunai Darussalam.

Jumlah angka kematian ibu di Indonesia masih tergolong tinggi diantara

negara-negara Association of south East Asia Nations (ASEAN) lainnya, jika

dibandingkan angka kematian ibu (AKI) di Singapura adalah 6 per 100.000

per kelahiran hidup, Filipina 112 per 100.000 kelahiran hidup, Brunei 33 per

100.000 perkelahiran hidup, sedangkan di Indonesia 228 per 100.000

kelahiran hidup.

Salah satu untuk menurunkan angka kematian ibu adalah dengan

melakukan Antenatal Care (ANC). Pentingnya pelayanan ANC secara

teratur sebenarnya bukan untuk ibu saja akan tetapi pemeriksaan kehamilan

juga untuk kesejahteraan janin. ANC juga berguna untuk mendeteksi dini

terhadap komplikasi kehamilan, sehingga dapat segera mempertahankan dan

meningkatkan kesehatan selama kehamilan, mempersiapkan mental dan fisik

dalam menghadapi persalinan, mengetahui berbagai masalah dengan

kehamilan, sehingga dapat segera ditentukan pertolongan persalinan yang


3

aman. Pemeriksaan kehamilan dapat berguna untuk bayi yaitu meningkatkan

kesehatan janin dan mencegah janin lahir prematur, berat badan lahir rendah,

lahir mati, ataupun mengalami kematian saat baru lahir ( Salmah,2006 ).

Sesuai kebijakan program pelayanan ANC menurut Kemenkes 2013 yang

mana pemeriksaan ANC selama kehamilan dilakukan sebanyak 4 kali.

Adapun kunjungan I ( K1 ) dilakukan pada sebelum 16 minggu kehamilan

yang bertujuan untuk persiapan dan penjaringan faktor resiko pengobatan

serta pengobatan anemia. Kunjungan ke II ( K2 ) dilakukan saat 24-28

minggu kehamilan dan kunjungan ke III ( K3 ) dilakukan pada kehamilan 32

minggu, yang mana kunjungan K2 dan K 3 dilakukan untuk pengenalan

komplikasi kehamilan dan pengobatannya, penampisan pre-eklamsi,gamelli,

infeksi alat reproduksi dan saluran perkemihan serta mengulangi rencana

persalinan. K4 dilakukan pada minggu ke 36-lahir, pemeriksaan ini

tujuannya sama dengan kunjungan II dan III, serta untuk mengetahui adanya

kelainan letak dan persentase, memantapkan rencana persalinan dan

mengenali tanda-tanda persalinan. Meskipun program pemerintah sudah ada,

namun pelaksanaannya di setiap daerah masih belum mencapai hasil yang

maksimal ( Kemenkes, 2013 )

Secara nasional, Indikator kinerja cakupan pelayanan ibu hamil pada tahun

2015 secara umum sudah terjadi peningkatan. Baik cakupan K1 maupun K4.

Peningkatan tersebut mengindikasikan adanya perbaikan akses masyarakat

terhadap pelayanan kesehatan ibu hamil. Cakupan pelayanan kesehatan ibu

hamil K4 pada tahun 2015 telah memenuhi target rencana strategis (Renstra)

yaitu sebesar 72%. Akan tetapi masih terdapat provinsi yang belum
4

mencapai target yakni provinsi Papua (24,45%) provinsi papua barat

(30,40%) Maluku (43,88%), provinsi nusa tenggara timur (61,63%),

sedangkan di provinsi Riau cakupan pelayanan ibu hamil K4 sudah mencapai

target (85,67%) (Profil Kesehatan Indonesia, 2015). Meskipun provinsi Riau

sudah mencapai target namun masih terdapat angka kematian ibu yaitu 359

per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi 72 per 1000 kelahiran

hidup ( Profil Provinsi Riau,2015).

Berdasarkan Profil Kesehatan Kota Dumai tahun 2016 target sasaran K4

adalah sebesar 95%. Pencapaian cakupan pelayanan ibu hamil K4 sudah

mencapai target sebesar 93,60% dari 9,057 perkiraan ibu hamil. Namun

demikian capaian K4 di puskesmas sungai sembilan belum mencapai target,

dimana cakupan K4 di puskesmas sungai sembilan merupakan cakupan yang

terendah diantara 10 puskesmas yang terdapat di kota Dumai.

Puskesmas sungai sembilan merupakan puskesmas yang cukup luas ruang

lingkupnya yaitu dua per tiga dari kota dumai, dan memiliki wilayah kerja

yang sulit untuk dijangkau dengan angkutan darat. Dari data laporan tahunan

tahun 2016 yang sudah dirangkum dari seluruh laporan tenaga kesehatan di

wilayah kerja puskesmas sungai sembilan diperoleh jumlah ibu hamil 1.058

orang, yang melakukan Pelayanan antenatal care (ANC) K4 sebanyak 447

ibu hamil (42,2%). Jumlah ibu bersalin diwilayah puskesmas sungai

sembilan berjumlah 963 orang ibu bersalin dengan ditolong oleh tenaga

kesehatan sebanyak 880 orang (91,1%).dan masih tersebarnya keberadaan

dukun selain tenaga medis yang berjumlah 23 orang, serta kepercayaan dan

tradisi masyarakat lebih memilih untuk bersalin ke dukun. Dengan demikian


5

didapatkan jumlah ibu bersalin yang ditolong oleh dukun berjumlah 83 orang

ibu bersalin (8,9%). Dari kejadian tersebut timbul masalah angka kematian

neonatal urutan 3 tertinggi diantara 10 puskesmas yang ada di kota dumai

yaitu sebanyak 13 % dan angka kematian ibu (AKI) urutan ke 2 di kota dumai

yaitu sebanyak 25%.

Menurut penelitian Priani(2012) menyebutkan ada beberapa faktor yang

mempengaruhi ibu hamil yang tidak melakukan ANC yaitu meliputi : paritas

(jumlah anak), usia ibu,pengetahuan,sikap,geografis,informasi, serta

dukungan suami.

Menurut Vitriyani (2012) bahwa semakin rendahnya pengetahuan ibu

maka semakin sedikit keinginannya untuk memanfaatkan pelayanan

kesehatan, sehingga pengetahuan ibu sangat berperan dalam melakukan

kunjungan ANC. Disamping itu ibu hamil dengan usia tidak resti (<35 tahun)

yang melakukan pemeriksaan ANC sebanyak 81,5% dan usia resti (< 20

tahun dan 35 tahun) sebanyak 73,3%. Sedangkan penelitian berdasarkan

tingkat pendidikan ibu hamil yang melakukan ANC dengan pendidikan SMA

sebanyak 45,8% , sedangkan dengan pendidkan SMP 33,3%. Sedangkan dari

sikap ibu yang buruk 37,5% dengan kunjungan ANC rendah sebanyak 25,0%

dan tinggi sebanyak 12,5% . Ibu yang mempunyai sikap baik 62,5% dengan

kunjungan ANC rendah sebanyak 16,7% dan tinggi sebanyak 45,8%.

Hasil wawancara dari 2 orang petugas kesehatan di wilayah kerja

puskesmas sungai sembilan di dapati bahwa adapun faktor tidak

memeriksakan kehamilan yaitu kurang mendapat informasi tentang


6

pemeriksaan kehamilan, khususnya diakhir masa kehamilan (Triwulan III).

Oleh karena itu petugas puskesmas sungai sembilan melakukan inovasi

Pacari ibu hamil (Pelayanan cari ibu hamil). Pelayanan ibu hamil adalah

upaya pencarian ibu hamil yang berada diwilayah kerja puskesmas sungai

sembilan dengan mendapatkan informasi dari warga seperti kader dan tokoh

masyarakat yaitu dengan menggunakan skor puji rochyati. Berdasarkan

uraian masalah di atas, maka penulis tertarik untuk mengambil judul

penelitian tentang Pengaruh media interaktif terhadap kunjungan K4 ibu

hamil di wilayah kerja puskesmas sungai sembilan

1.2 Rumusan Masalah

Pentingnya pelayanan ANC secara teratur bukan hanya untuk ibu saja

tetapi juga untuk kesejahteraan janin. Namun pada kenyataannya di

puskesmas sungai sembilan masih banyak angka ibu hamil yang tidak

memeriksakan kehamilan ke tenaga kesehatan dan lebih memilih ke tenaga

non kesehatan yaitu dukun. Hal ini menimbulkan dampak kejadian yang tidak

diharapkan pada ibu dan bayi yang dilahirkan yaitu kematian akibat

pertolongan yang tidak tepat. Dari fenomena tersebut puskesmas sungai

sembilan dalam upaya peningkatan kunjungan K4 melakukan inovasi Pacari

ibu hamil dengan menggunakan metode media interaktif (penyuluhan).

Dengan penyebab kunjungan K4 ibu hamil memeriksakan kehamilan ke

tenaga kesehatan masih belum jelas. Sehingga peneliti menyimpulkan

rumusan masalah pada penelitian ini adalah Belum diketahuinya

pengaruh terhadap kunjungan K4 ibu hamil di wilayah kerja

puskesmas sungai sembilan.


7

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan umum

Mendeskripsikan pengaruh media interaktif terhadap kunjungan K4 ibu

hamil di wilayah kerja puskesmas sungai sembilan.

1.3.2 Tujuan Khusus

1.3.2.1 Mengetahui karakteristik, responden ibu hamil untuk

memeriksakan kehamilan (K4)

1.3.2.2 Mengetahui hasil kunjungan K4 ibu hamil dengan melakukan

inovasi Pacari

1.3.2.3 Mengetahui hubungan antara efektifitas media interaktif

dalam pemberian informasi tentang pemeriksaan kehamilan

dengan peningkatan kunjungan K4.

1,4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Bagi pendidikan

Sebagai acuan agar kejadian yang ditimbulkan atau pada ibu dan bayi

yang tidak memeriksakan kehamilan dapat di hindari.

1.4.2 Bagi puskesmas sungai sembilan

Sebagai bahan evaluasi terhadap capaian kunjungan K4 ibu hamil, dan

dapat untuk menentukan langkah selanjutnya dalam menyikapi masalah serta

mengimplementasikan strategi untuk meningkatkan capaian kunjungan K4

ibu hamil di puskesmas.

1.4.3 Bagi responden

Sebagai bahan dasar untuk mengetahui arti pentingnya memeriksakan

kehamilan K4.
8

1.4.4. Bagi peneliti selanjutnya

Hasil penelitian ini di harapkan dapat menjadi informasi tambahan

bagi penelitian selanjutnya yang terkait dengan media interaktif terhadap

kunjungan K4 ibu hamil.