Anda di halaman 1dari 17

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Teoritis

2.1.1 Pengertian Media Interaktif

Media adalah alat saluran komunikasi. Kata media berasal dari bahasa

Latin, yang merupakan bentuk jamak dari kata medium.Secara harfiah,

media berarti perantara, yaitu antara sumber pesan (a source) dengan

penerima pesan (a receiver).

Interaktif adalah sesuatu yang berhubungan dengan interaksi atau

hubungan. Berdasarkan kamus besar bahasa indonesia kata Interaktif

mengandung arti bersifat saling melakukan aksi antara hubungan atau

saling aktif.

Media Interaktif adalah metode komunikasi dimana output dari media

berasal dari masukan dari pengguna.

2.1.2 Macam- macam media interaktif

2.1.2.1 Brosur , yakni bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah

yang di susun secara sistematis.

2.1.2.2 Poster, yakni pelakat yang dipasang di tempat umum, biasanya

berupa pengumuman atau iklan.

2.1.2.3 Film (video), yakni

2.1.2.4 Slides, yakni barang yang tembus cahaya, yang dipakai untuk

menayangkan tulisan (atau gambar) pada layar proyektor.

9
10

2.1.3 Mamfaat Media Interaktif

2.1.5 Aspek-Aspek Yang Mempengaruhi Media Interaktif

2.1.6 Konsep Media Interaktif

2.1.7 Pengaruh Kualitas Media Interaktif terhadap kunjungan

kehamilan

2.2 Kehamilan

2.2.1 Pengertian Kehamilan

Hamil didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari

spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau

implantasi (Cunningham,2013).

Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauteri

mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan

(Manuaba & Candradinata,2008).

2.1.2 Tanda Kehamilan

Tanda hamil adalah perubahan fisiologis yang timbul selama hamil

Meurut Prawirohardjo (2008) ada 3 tanda kehamilan yaitu

presumtif (perubahan yang dirasakan wanita), kemungkinan

(perubahan yang bisa diobservasi pemeriksa) dan positif hamil.

2.1.2.1 Tanda presumtif (perubahan yang dirasakan wanita)

2.1.2.1.1 Amenore (Terhentinya menstruasi)

Kehamilan menyebabkan dinding dalam uterus

(endometrium) tidak dilepaskan sehingga terjadi


11

amenore atau tidak datangnya haid. Hal ini

dianggap sebagai tanda kehamilan, tidak

dianggap sebagai tanda pasti kehamilan karena

amenore dapat juga tejadi pada beberapa penyakit

kronik, tumor hipofise, perubahan faktor-faktor

lingkungan, manutrisi dan yang paling sering

gangguan emosional.

2.1.2.1.2 Peubahan payudara

Pada awal kehamilan wanita akan merasakan

payudaranya menjadi lebih lunak. Setelah bulan

kedua payudara akan bertambah ukurannya

dengan vena-vena dibawah kulit akan lebih

terlihat. Puting payudara akan lebih membesar

dan kehitaman. Setelah bulan pertama satu cairan

berwarna kekuningan yang disebut kolostrum

dapat keluar, kolostrum ini berasal dari kelenjar-

kelenjar asinus yang mulai bersekresi. Meskipun

dapat dikeluarkan, air susu belum dapat

diproduksi karena hormon prolaktin ditekan oleh

prolactin inhibiting hormone.

2,1,2,1,3 Morning sicknes (mual dan muntah pagi hari)

Kehamilan sering ditandai dengan gangguan

pencernaan, yang terutama bermanifestasi sebagai

mual dan muntah morning sicnes pada kehamilan


12

biasanya timbul pada pagi hari dan tetap hilang

pada beberapa jam, walaupun kadang-kadang

keluhan ini menetap lebih lama dan dapat timbul

pada waktu yang berbeda. Gejala yang

mengganggu ini biasanya dimulai sekitar 6

minggu setelah hari pertama menstruasi terakhir,

dan biasanya akan menghilang spontan 6 sampai

12 minggu kemudian.

2.1.2.1.3 Quickening (persepsi gerakan janin)

Pada usia kehamilan antara 16 20 minggu

(sejak hari pertama haid terakhir), wanita hamil

mulai menyadari adanya gerakan berdenyut

ringan diperutnya, dan intensitas gerakan ini

semakin meningkat secara bertahap. Sensasi ini

disebabkan olehgerakan janin, dan disaat

gerakan tersebut disadari oleh wanita hamil

disebut quickening atau munculnya persepsi

kehidupan.

2.1.3 Tanda Kemungkinan Hamil

Menurut Prawirohardjo (2008) ada 4 tanda kemungkinan hamil:

2.1.3.1 Tanda hegar

Pada minggu pertama kehamilan, meningkatnya

ukuran uterus masa gestasi selanjutnya korpus uterus

hampir membulat garis tengah uterus rata-rata 8 cm


13

dicapai pada minggu ke-12. Hal ini disebabkan karena

pembuluh darah dalam serviks bertambah dan karena

terjadi udema dari serviks menjadi lunak. Sekitar 6-8

minggu setelah hari pertama menstruasi terakhir,

tanda hegar mulai tampak. Tanda hegar dengan

melakukan satu tangan pemeriksa diatas abdomen dan

dua jari tangan yang lain dimasukkan ke dalamvagina,

dapat diperiksa serviks yang keras, dengan korpus

uterus yang elastis diatas ismus yang lunak bila

ditekan, yang terletak diantara dua bagian tersebut.

2.1.3.2 Ballottement (Baloteman)

Sekitar pertengahan kehamilan, volume janin lebih

kecil dibanding volume cairan amnion. Karena itu

tekanan mendadak pada uterus dapat menyebabkan

jain tenggelam dalam cairan amnion dan kemudian

memantul ke sisinya semula. Benturan yang

ditimbulkan dapat dirasakan oleh jari-jari tangan

pemeriksa.

2.1.3.3 Test kehamilan

Terdapat sejumlah perangkat uji kehamilan yang

beredar dipasaran dengan harga terjangkau. Uji

kehamilan ini dapat dibaca dalam 3 sampai 5 menit,

dengan tingkat akurasi yang tinggi dan tingkat

kecemasan yang tinggi pada tahap tertentu. Sistem


14

yang digunakan dalam berbagai perangkat berbeda-

beda, namun masing-masing berpegang pada prinsip

yang sama ( pengenalan HCG dan sub unitnya) oleh

suatu antibodi molekul.

2.1.3.4 Tanda goodel (serviks melunak)

Pada minggu ke 6-8 konsistensi jaringan serviks yang

mengelilingi os eksternus lebih mirip dengan mulut

bibir dari pada tulang rawan hidung, yang khas untuks

serviks pada wanita tidak hamil. Namun keadaan lain

dapat menyebabkan serviks melunak. Misalnya

kontrasepsi yang mengandung estrogen dan

progesteron. Seiring dengan perkembangan kehamilan

kanalis servikalis dapat menjadi sedemikian melebar

sehingga jari tangan dapat dimasukkan.

2.1.3.5 Positif hamil

2.1.3.5.1 Sonografi

Pemakaian sonografi transvaginal telah

menimbulkan revolusi dalam pencitraan

kehamilan tahap awal dan

perkembangannya. Dengan sonografi

abdomen kantung gestasi dapat dilihat

hanya setelah usia 4 sampai 5 minggu

sejak menstruasi terakhir. Pada hari ke 35

semua kantung gestasi normal seyogyanya


15

sudah terlihat setelah 6 minggu denyut

jantung seharusnya sudah terdeteksi. Pada

minggu ke 8 usia gestasi dapat

diperkirakan secara cukup akurat. Sampai

minggu ke 12 tiap milimeter panjang

puncak kepala, bokong merefleksikan

pertambahan usia gestasi 4 hari.

2.1.3.5.2 Bunyi jantung bayi

Mendengar atau mengamati denyut

jantung janin dapat memastikan diagnosis

kehamilan. Kontraksi jantung janin dapat

diidentifikasi dengan auskultasi

menggunakan fetoskop khusus,

ultrasonografi, dengan prinsip doppler dan

sonografi. Denyut jantung janin dapat

dideteksi dengan auskultasi dengan

menggunaka stetoskop rata-rata pada usia

kehamilan 17 minggu, pada usia 19

minggu denyut jantung janin dapat

dideteksi pada hampir semua wanita hamil

yang tidak kegemukan. Frekuensi denyut

jantung janin pada tahap ini dan

sesudahnya berkisar antara 120 sampai


16

160 mmhg dan terdengar mirip detak jam

dibawah bantal (Prawirohardjo,2008).

2.1.3.5.3 Pemeriksaan melihat dan merasakan

gerakan jain

Gerakan janin dapat terdeteksi oleh

pemeriksa setelah usia kehamilan sekitar

20 minggu. Gerakan janin

memperlihatkan intensitas yang bervariasi

dari getaran halus pada awal kehamilan

sekitar 20 minggu. Gerakan janin

memperlihatkan intensitas yang bervariasi

dari getaran halus pada awal kehamilan

sampai geraknya nyata pada periode

selanjutnya, apat dilihat dan juga dpat

diraba. Sensasi dapat ditimbulkan oleh

kontraksi otot abdomen atau peristaltik

usus ( Prawirohardjo,2008).

2.1.4 Antenatal Care

2.1.4.1 Pengertia Antenatal Care

Antenatal Care adalah pengawasan sebelum anak

lahir untu persiapan dalam menghadapi persalinan (

Manuaba dan Candradinata, 2009).


17

Antenatal Care adalah pelayanan kesehatan oleh

tenaga profesional untuk ibu hamil selama masa

kehamilan yang dilaksanakan sesuai dengan standar

pelayanan antenatal yang ditetapkan. Pelayanan

antenatal merupakan upaya untuk menjaga kesehatan

ibu pada masa kehamilan sekaligus upaya

menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu

maupun bayi (Kemenkes, 2013).

2.1.4.2 Tujuan Antenatal Care

Asuhan kehamilan penting untuk menjamin bahwa

proses alamiah dari kehamilan berjalan normal dan

tetap demikian seterusnya. Adapun tujuan antenatal

care adalah :

2.1.4.2.1. Mempromosikan, menjaga kesehatan fisik

dan mental ibu dan bayi, memberikan

edukasi (nutrisi, hygiene dan proses

kelahiran bayi).

2.1.4.2.2 Memantau kemajuan kehamilan untuk

memastikan kesehatan ibu dan tumbuh

kembang bayi.

2.1.4.2.3 Meningkatkan dan mempertahankan

kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan

bayi.
18

2.1.4.2.4 Mendeteksi dini adanya kelainan atau

komplikasi, termasuk komplikasi medis,

bedah ataupun obstetrik selama

kehamilan.

2.1.4.2.5 Mempersiapkan persalinan sampai

kelahiran serta kesiapan menghadapi

komplikasi dengan trauma seminimal

mungkin .

2.1.4.2.6 Mempersiapkan ibu agar dapat

memberikan ASI Eksklusif, menjalankan

nifas normal dan merawat anak secara

fisik, psikologis dan sosial.

2.1.4.2.7 Mempersiapkan peran ibu dan keluarga

dalam menerima kelahiran bayi agar dapat

tumbuh kembang secara normal.

2.1.5 Standar Pelayanan Antenatal Care

Merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga

kesehatan untuk ibu selama kehamilannya yang disesuaikan

dengan standar pelayanan anatenatal care, yang terdiri dari

10 T diantaranya yaitu:

1. Timbang berat badan dan tinggi badan


19

Kekurangan atau kelebihan nutrisi dapat menyebabkan

kelainan yang tidak diinginkan saat hamil, kekurangan

makan dapat menyebabkan anemia, abortus, partus

prematur, dan sebagainya.Sedangkan makan secara

berlebihan karena adanya salah persepsi bahwa ibu hamil

makan untuk 2 orang dapat pula mengakibatkan

komplikasi antara lain pre-eklamsi, bayi terlalu besar dan

sebagainya. Kenaikan berat badan wanita hamil rata-rata

6,5 16 kg (anjuran kenaikan berat badan disesuaikan

dengan indeks masa tubuh).

2. Ukur tekanan darah

Tekanan darah harus diperiksa secara tepat dan benar.

Banyak faktor yang mempengaruhi peningkatan tekanan

darah. Posisi ibu saat dilakukan pemeriksaan sebaiknya

posisi tidur setengah duduk. Jangan melakukan

pengukuran tekanan darah pada saat ibu baru datang,

tetapi persilahkan ibu untuk istirahat sebelum

pemeriksaan, karena aktivitas ibu akan menimbulkan

kenaikan tekanan darah sehingga hasilnya menjadi tidak

akurat.

3. Nilai status gizi ( ukur lingkar lengan atas)

Pada ibu hamil < 23,5 cm menunjukkan ibu hamil

menderita kurang energi kronis (ibu hamil KEK) dan


20

beresiko melahirkan bayi berat badan lahir rendah

(BBLR).

4. Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ)

Pada trimester III bagian bawah janin bukan kepala atau

kepala belum masuk pintu bawah panggul kemungkinan

ada kelainan letak atau ada masalah lain. Bila denyut

jantung janin kurang dari 120x/mt atau lebih dari 160x/mt

menunjukkan ada tand gawat janin dan segera rujuk.

5. Ukur tinggi fundus uteri (TFU)

TFU dapat digunakan untuk memantau pertumbuhan dan

perkembanngan janin. Mengukur tinggi fundus uteri bisa

menggunakan jari pada kehamilan 22 minggu dan

menggunakan sentimeter jika lebih dari 22 minggu.

6. Pemberian imunisasi Tetanus Toxoid (TT)

Imunisasi TT yang diberikan kepada ibu hamil sangat

bermanfaat untuk mencegah terjadinya tetanus

neonatorum.

7. Pemberian tablet besi

Tablet besi diminum 90 tablet selama kehamilan, dimulai

dengan memberikan 1 tablet besi setiap hari. Tablet besi

tidak diminum bersama teh atau kopi karena akan


21

mengganggu penyerapan. Tablet Fe berguna untuk

mengatasi kurang darah (anemia) pada ibu hamil.

8. Test laboratorium (rutin dan khusus)

Pada ibu hamil dilakukan pemeriksaan darahuntuk

mempersiapkan donor bagi ibu hamil jika diperlukan, tes

hemoglobin diperiksa untuk mengetahui apakah ibu

kekurangan darah (anemia),

9. Tatalaksana kasus

10. Temu wicara (konsling)

Dalam rangka persiapan rujukan ini melibatkan ibu, suami

dan keluarga meliputi mengidentifikasi rencana atau

rujukan dan bentuk transportasi untum mencapai tempat

tersebut, membuat rencana penyediaan donor darah,

mengadakan rencana persiapan finansial, mengidentifikasi

seorang pembuat keputusan kedua bila membuat keputusan

pertama tidak ada di tempat.

2.1.6 Jadwal kunjungan ANC dan tujuan

1. Kunjungan I (sebelum 16 minggu)

Yang bertujuan untuk penapisan dan pengobatan anemia,

perencanaan persalinan dan pengenalan komplikasi akibat

kehamilan dan pengobatannya.

2. Kunjungan II (24 28 minggu)

Yang bertujuan untuk pengenalan komplikasi akibat

kehamilan dan pengobatannya, penapisan pre-eklamsi,


22

gamelli, infeksi alat reproduksi dan saluran perkemihan

serta mengulang perencanaan persalinan.

3. Kunjungan III (32 minggu)

Tujuannya sama dengan kunjungan II yaitu untuk

pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan

pengobatannya, penapisan pre-eklamsi, gamelli, infeksi

alat reproduksi dan saluran perkemihan serta mengulang

perencanaan persalinan.

4. Kunjungan IV (36 minggu hingga melahirkan)

Tujuannya sama dengan kunjungan II dan III, megenali

adanya kelainan letak, memantapkan rencana persalinan

dan mengenali tanda-tanda persalinan.

2.1.7 Faktor Resiko Kehamilan

Deteksi dini pada kehamilan dengan faktor resiko adalah

kegiatan yang dilakukan untuk menentukan ibu hamil yang

mempunyai faktor resiko dalam kehamilan. Ada beberapa

faktor resiko pada kehamilan adalah :

a. Primigravida < 20 tahun atau > 35 tahun

b. Anak > 4 orang

c. Jarak persalinan terakhir dan kehamilan sekarang < 2

tahun

d. Kurang Energi Kronik (KEK) dan LILA <23,5 cm atau

penambahan berat badan > 9 kg selama kehamilan

e. Anemia dengan Hb < 11 g/dl


23

f. TB < 145 cm atau dengan kelainan bentuk panggul dan

tulang belakang

g. Riwayat hipertensi pada kehamilan sebelumnya atau pada

kehamilan sekarang

h. Sedang menderita penyakit kronis antaranya : TBC,

kelainan jantung, ginjal, hati, kelainan endokrin, tumor

dan keganasan.

i. Riwayat kehamilan buruk ( abortus berulang, mola

hidatidosa, KPD, kehamilan ektopik, bayi dengan cacat

congenital)

j. Riwayat persalinan dengan komplikasi (section cecaria,

ekstraksi vacum/porsep)

k. Kelainan jumlah janin (kehamilan ganda)

l. Kelainan besar janin

m. Kelainan letak janin.

2.3 Indikator Pemantauan Keberhasilan Program Kebidanan

Tabel 2.1 Indikator pemantauan keberhasilan program kebidanan

NO INDIKATOR
PROGRAM PENDIDIKAN
PEMANTAUAN

1 Antenatal care K1 & K4


2 Pertolongan persalinan Pn
3 Pelayanan kesehatan ibu nifas KF1-KF3
4 Pelayanan komplikasi kebidanan - Pemeriksaan ANC
- Pemeriksaan pada
saat pelayanan
kesehatan ibu nifas
5 Pelayanan KB berkualitas KB aktif
Sumber : Laporan Puskesmas Sungai Sembilan tahun 2016

Keterangan :
24

K1 : Cakupan ibu hamil yang pertama kali mendapat pelayanan

antenatal oleh tenaga kesehatan pada trimester pertama.

K4 : Cakupan ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal

sesuai standar ( paling sedikit 4 kali selama kehamilan).

Pn : Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan.

KF1 : Kunjungan nifas 6 jam 3 hari setelah persalinan.

KF3 : Kunjungan nifas dari hari ke 29 42 hari pasca persalinan.

2.4 Kerangka Konsep

Kerangka konsep adalah suatu hubungan atau kaitan antara konsep

konsep atau variabel- variabel yang diukur melalui penelitian yang dimaksud.

( Notoatmojo,2011).

Variabel Independen Variabel Dependen

KeMMmMMMMMM
Media Interaktif: Pemeriksaan antenatal care:
Sarana prasarana 4 Kali selama hamil
1 x pada trimester I
- 1 x pada trimester II
2 X Pada trimester III

Keterangan : Gambar Kerangka Konsep Penelitian

2.5 Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah atau

pertanyaan penelitian (Nursalam,2016).


25

Hipotesis pada penelitian ini adalah :

Ha: Ada hubungan sarana prasarana,...................................... yang

mempengaruhi media interaktif pada kunjungan kehamilan

Ho Tidak ada hubungan sarana prasarana ..............................................

yang mempengaruhi media interaktif pada kunjungan kehamilan.