Anda di halaman 1dari 28

1.

Bintang Segilima dan Peneropong Bintang Bosscha Berwarna Kuning Gambar bintang segilima
warna kuning emas dengan latar belakang berwarna biru melambangkan bahwa masyarakat
Kabupaten Bandung Barat adalah masyarakat dengan kehidupan yang Agamis (Religius) dan
Peneropongan Bintang sebagai simbol pengembangan ilmu pengetahuan dan merupakan ciri atau
identitas yang khas dari Kabupaten Bandung Barat.

2. Simbol Industri Berwarna Hijau Dengan Latar Belakang Berwarna Merah Gambar Simbol Industri
Warna Hijau dengan latar belakang berwarna merah melambangkan bahwa wilayah Kabupaten
Bandung Barat merupakan daerah kawasan industri yang berbasis Sumber Daya Alam (SDA)
sangat potensial dan strategis untuk mendukung agro industri yang ramah lingkungan.

3. Pohon Pisang Dengan 2 (Dua) Pelepah Daun Warna Hijau Dan 1 (Satu) Bunga Melati Warna
Putih Dengan Latar Belakang Berwarna Merah Gambar Pohon Pisang dengan 2 (dua) buah pelepah
daun warna hijau dan 1 (satu) Bunga Melati warna putih dengan latar belakang warna merah
menggambarkan tanggal 2 Januari sebagai hari jadi Kabupaten Bandung Barat dan melambangkan
bahwa wilayah Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi lahan pertanian, perkebunan, hasil
bunga yang sangat potensial untuk pengembangan agro wisata dan pada akhirnya dapat
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

4. Bendungan Bergerigi 19 Buah Berwarna Hitam Dan Gelombang Warna Biru Dan Warna Putih
Berjumlah 6 Buah Dan Gunung Berwarna Hijau Gambar bendungan bergerigi 19 (sembilan belas)
buah dan gelombang berjumlah 6 (enam) buah menggambarkan bahwa pada tanggal 19 bulan Juni
adalah peresmian Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan melambangkan bahwa di wilayah
Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi sumber air, danau dan bendungan yang berfungsi
sebagai lahan perikanan serta sumber pembangkit tenaga listrik, adapun pegunungan merupakan
kawasan konservasi dan wisata alam.

5. Mangkuk Berwarna Hitam Gambar Mangkuk berwarna hitam melambangkan bahwa daerah
Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi sumber daya alam dan lahan pertambangan yang
besar, seperti Batu Gamping, Andesit, Marmer dan Pasir.

6. Perisai atau disebut juga Garda Artinya alat pelindung yang memberikan rasa aman dari
ancaman, gangguan baik dari dalam maupun dari luar sehingga tercipta suasana tenang, damai dan
kondusif.

7. Jantung Merupakan alat pemompa, pengatur dalam menjalankan aktifitas sehingga dapat
mengukur kekuatan dan kelemahan yang dimiliki.

8. Pita Label Label yang berbentuk pita yang merupakan nilai yang dimiliki sebagai perwujudan
identitas diri sehingga dapat memberikan satu gambaran yang jelas terhadap kondisi objektif

Kabupaten Bandung Barat


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kabupaten Bandung Barat


.
Lambang Kabupaten Bandung Barat
.
Moto: Bandung Barat Cermat

Peta lokasi Kabupaten Bandung Barat


. di Jawa Barat
Koordinat: 653'14"S - 10725'58"E

Provinsi Jawa Barat

Dasar hukum Undang Undang Republik Indonesia


Nomor 12 Tahun 2007

Tanggal 2 Januari 2007


peresmian

Ibu kota Ngamprah

Pemerintahan

- Bupati Drs. H. Abu Bakar, M.Si.

- DAU Rp909.359.898.000.-(2013)[1]

Luas 1.311,31 km2

Populasi
- Total 1.531.072 jiwa (2008)[2]

- Kepadatan 1.167,59 jiwa/km2

Demografi

- Bahasa Sunda, Indonesia

- Kode area 022


telepon

Pembagian administrative

- Kecamatan 16

- Kelurahan 165

Simbol khas daerah

Situs web www.bandungbaratkab.go.id

Kabupaten Bandung Barat (aksara Sunda: . , Latin: Kab.


Bandung Kulon) adalah kabupatendi Provinsi Jawa Barat, Indonesia, sebagai hasil
pemekaran Kabupaten Bandung. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten
Purwakarta dan Kabupaten Subang di sebelah barat dan utara, Kabupaten Bandung dan Kota
Cimahi di sebelah timur, Kota Bandung di sebelah selatan, serta Kabupaten Cianjur di sebelah barat
dan timur.
Kabupaten Bandung Barat mewarisi sekitar 1.400.000 penduduk dari 42,9% wilayah lama
Kabupaten Bandung. Pusat pemerintahan Kabupaten Bandung Barat berlokasi di Kecamatan
Ngamprah yang terletak di jalur Bandung-Jakarta. Dan untuk sementara waktu, pusat pemerintahan
Kabupaten Bandung Barat dipindahkan ke Batujajar, dan Kecamatan Ngamprah akan di pilih
menjadi pusat pemerintahan pada tahun mendatang.

Daftar isi
[sembunyikan]

1Sejarah
2Penduduk
3Daftar Kecamatan
4Pendidikan
o 4.1SMK
o 4.2Perguruan Tinggi
5Pariwisata
o 5.1Wisata alam
o 5.2Wisata sejarah
o 5.3Wisata keluarga
o 5.4Wisata religi
6Referensi
7Pranala luar
Sejarah[sunting | sunting sumber]
Wacana pemekaran Kabupaten Bandung menjadi 2 kabupaten telah muncul sejak tahun 1999.
Berdasarkan surat permohonan Bupati KDH TK.II Bandung yang saat itu dijabat oleh H. Hatta Djati
Permana, S.Ip. mengajukan surat kepada Ketua DPRD yang saat itu dijabat oleh H. Obar Sobarna,
S.Ip. Surat permohonan bupati bernomor 135/1235/Tapem tanggal 22 juni 1999 perihal permohonan
persetujuan pemekaran wilayah Kabupaten Dati II Bandung. Bupati memohon kepada pimpinan
beserta anggota DPRD kiranya dapat mengabulkan dan mendukung atas terselenggaranya rencana
pemekaran Kabupaten Bandung menjadi Kabupaten Dati II Bandung dan Kabupaten Padalarang
(sekarang Kabupaten Bandung Barat). Hal tersebut disambut positif oleh DPRD Kabupaten
Bandung dengan diterbitkannya surat keputusan DPRD Dati II Bandung nomor 5/1999/12/07
tentang persetujuan awal DPRD terhadap pemekaran wilayah Kabupaten Dati II Bandung. Namun
pada tanggal 23 Desember 1999, Ketua DPRD Kabupaten Bandung melayangkan surat nomor
135/1499/TU tentang pemekaran Kabupaten Bandung yang isinya antara lain: Kami sampaikan
bahwa proses awal yang sedang ditempuh oleh Pemda (sesuai UU no 5/74) agar
ditangguhkan/dihentikan, demi ketertiban dan kelancaran pelaksanaan selanjutnya sesuai dengan
Undang-Undang no 22/1999.
Perkembanguan selanjutnya sesuai UU No.22/1999, sebagian kecil dari wilayah Kabupaten
Bandung yaitu Kota Administratif Cimahi ditingkatkan statusnya menjadi Pemerintah Kota Cimahi
yang meliputi 3 Kecamatan, yaitu Kecamatan Cimahi Selatan, Kecamatan Cimahi Tengah,
dan Kecamatan Cimahi Utara, maka rencana pemekaran Kabupaten Bandung semakin tertunda
karena Kota Cimahi sebelumnya merupakan bagian dari wilayah administratif Kabupaten Bandung.
Setelah Cimahi menjadi Kota Otonom, terpisah dari Kabupaten Bandung, tuntutan pemekaran
Kabupaten Bandung mencuat kembali ke permukaan sejalan dengan dibukanya ruang publik untuk
mengaspirasikan kehendak membentuk daerah otonom baru. Hal tersebut dijamin oleh Undang-
Undang No.22/1999.
Tuntutan pemekaran wilayah Kabupaten Bandung, dilihat dari kondisi geografisnya oleh beberapa
kalangan dinilai dapat dipahami sebab wilayah Kabupaten Bandung cukup luas (2.324.84 km2)
dengan letak wilayah mengelilingi Kota Bandung dan Kota Cimahi. Disamping itu, jumlah
penduduknya cukup banyak, berdasarkan SUPAS 2002 sebanyak 4.300.000 jiwa. Berangkat dari
kondisi itulah pada tanggal 9 Agustus 1999 para tokoh masyarakat Bandung Barat berkumpul
membentuk Forum Pendukung Percepatan Pemekaran Kabupaten Bandung Baratyang dipimpin
ketuanya Drs. H. Endang Anwar. Setahun kemudian terbentuk lagi Forum Peduli Bandung
Barat yang diketuai Asep Suhardi, Forum Bandung Barat Bersatu yang dipimpin H. Zaenal Abidin,
Drs. Ade Ratmadja, Asep Suhardi dan Asep Ridwan Hermawan, serta Forum Pemuda Bandung
Barat yang dipimpin Eman Sulaeman, SE. Disamping itu pergerakan ini didukung oleh beberapa
tokoh PNS seperti Drs. H. Pandji Tirtayasa, MSi., Drs. H. Megahari Pudjiharto, M.Si. Ir. Donny
Widiaman, MS. dan tokoh pendukung pemekaran lainnya. Karena sama-sama untuk
memperjuangkan berdirinya Kabupaten Bandung Barat, berbagai LSM dan Forum bergabung dalam
satu wadah, yaitu Komite Pembentukan Kabupaten Bandung Barat (KPKBB) yang dipimpin ketua
umumnya Drs. H. Endang Anwar. KPKBB bersama elemen masyarakat Bandung Barat mengawali
upaya perjuangannya dengan melaksanakan deklarasi bersama untuk terus berjuang agar Bandung
Barat menjadi daerah otonom terpisah dari Kabupaten Bandung. Deklarasi tersebut dilaksanakan di
Gedung Diklat Keuangan Gado Bangkong Kecamatan Ngamprah pada tanggal 30 Agustus 2003.
Naskah deklarasi dibacakan dan ditandatangani berbagai elemen masyarakat Bandung Barat. Hal
tersebut diakukan KPKBB sebagai bentuk komitmen bersama dalam upayanya memperjuangkan
dan menyampaikan aspirasi ke berbagai lembaga, baik legislatif maupun eksekutif Daerah Kab.
Bandung, Provinsi Jawa Barat dan Pemerinah Pusat serta DPR RI/DPD RI. Sampai lahirnya
Undang-Undang Republik Indonesia No. 12 tahun 2007 Tentang Pembentukan Kabupaten Bandung
Barat Menjadi Daerah Otonom di Provinsi Jawa Barat.
Penjabat Sementara Bupati Bandung Barat Drs. H. Tjatja Kuswara, SH.MH selesai menjalankan
tugasnya pada tanggal 17 Juli 2008. Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat pertama Drs. H.
Abubakar, M.Si dan Drs. Ernawan Natasaputra, M.Si hasil pemilihan umum dilantik pada tanggal 17
Juli 2008 oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Lc atas nama presiden. Drs. Ade Ratmadja
Ketua Panitia Deklarasi Komite Pembentukan Kabupaten Bandung Barat KPKBB yang dilaksanakan
tanggal 30 Maret 2003 diikuti oleh berbagai komponen masyarakat Bandung Barat berkomitmen
bersama untuk memeperjuangkan berdirinya Kabupaten Bandung Barat jadi daerah otonom di
Provinsi Jawa Barat. Kabupaten Bandung Barat adalah kabupaten baru provinsi Jawa Barat,
Indonesia, pemekaran dari Kabupaten Bandung. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten
Purwakarta dan Kabupaten Subang di sebelah barat dan utara, Kabupaten Bandung dan Kota
Cimahi di sebelah timur, serta Kabupaten Cianjur di sebelah barat dan timur. Kabupaten Bandung
Barat mewarisi sekitar 1,4 juta penduduk dari 42,9% wilayah lama Kabupaten Bandung ).

Penduduk[sunting | sunting sumber]


No Tahun 2011 2010 2009 2008

1. Jumlah Pria (jiwa) 784.540 771.729 796.149 787.042

2. Jumlah Wanita (jiwa) 752.862 741.905 752.285 744.030

3. Total (jiwa) 1.537.402 1.513.634 1.548.434 1.531.072

4. Pertumbuhan Penduduk (%) - 2 - -

5. Kepadatan Penduduk (jiwa/Km) - 1.184 - -

Daftar Kecamatan[sunting | sunting sumber]


No Kecamatan Jumlah desa

1. Batujajar 7

2. Cikalongwetan 13

3. Cihampelas 10

4. Cililin 11
5. Cipatat 12

6. Cipeundeuy 12

7. Cipongkor 14

8. Cisarua 8

9. Gununghalu 9

10. Lembang 16

11. Ngamprah 11

12. Padalarang 10

13. Parongpong 7

14. Rongga 8

15. Sindangkerta 11

16. Saguling 6

Total 165

Pendidikan[sunting | sunting sumber]


SMK[sunting | sunting sumber]

SMK Dwi Putra Sindangkerta


SMK Al Ikhsan Batujajar
SMK Plus Krida Utama Padalarang
SMK Bina Prestasi Bangsa
SMK Al Ikhsan Batujajar
SMK Bandung Barat
SMK Bina Wisata
SMK Peternakan Lembang
SMK Snakma Peternakan Cikole Lembang
SMK Kesehatan Fajar Kencana Batujajar
SMK Mitra Dharma Cililin
SMK Harapan Bangsa 1 Cililin
SMK Wiyata Mandala 1 Cipata
SMK LPPMRI 4 Padalarang
SMK Pertanian Gegerkalong
SMK Bina Putra Indonesia
SMK Tunas Bangsa Ngamprah
SMK Bina Pemuda Cihampelas
SMK Harapan Bangsa 2 Cililin
SMK Mahardika Batujajar
SMK Gema Nusantara V Cikalongwetan
SMK Jabir Al Hayyan Cangkorah
SMK Karya Pembangunan Padalarang
SMK Gema Nusantara VI Cikalongwetan
SMK 45 Lembang
SMK LPPMRI III Batujajar
SMK BUDI Bakti Utama
SMK Bina Wisata Lembang
SMK Bhakti Pertiwi
SMK Darul Fikri Cipongkor
SMK Aloer Wargakusumah Lembang
SMK Pusat Teknologi Cililin
SMK LPPMRI V Rajamandala
SMK Yuda Utama Ngamprah
SMK Wiyata Mandala 2 Cipatat
SMK LPPMRI 2 Batujajar
SMK Farmasi Bhakti Kencana Padalarang
SMK YPII Cililin
SMK Tunatsu
SMK Budi Raksa
SMK Karya Perjuangan
SMK Bina Essa Parongpong
SMK Pakuan Lembang
SMK Budi Raksa Lembang
SMK PGRI Lembang
SMK Bina Pemuda
SMK BNI Ngrampah
SMK Taruna Jaya Nusantara
SMK Pengetahuan Nusantara Sakti Padalarang
Perguruan Tinggi[sunting | sunting sumber]

Universitas Advent Indonesia


Politeknik Negeri Bandung
Stikes Borromeus Bandung
Akademi Bahasa Asing Internasional

Pariwisata[sunting | sunting sumber]


Wisata alam[sunting | sunting sumber]

Gunung Tangkuban Perahu


Gunung Burangrang
Curug Maribaya
Taman Begonia
Taman Hutan Jayagiri Lembang
Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda
Curug Omas
Curug Cimahi
Curug Malela
Situ Ciburuy
Stone Garden
Gua Pawon
Gua Sanghyang Tikoro
Lembah Curugan Gunung Putri
Waduk Cirata
Waduk Saguling
Sndang Geulis Kahuripan
Pasir Keraton
Tutugan Burangrang
Wisata sejarah[sunting | sunting sumber]

Observatorium Bosscha
Makam Karl Adolf Bosscha
Wisata keluarga[sunting | sunting sumber]

Kampung Gajah Wonderland


Pusat Tanaman Cihideung
Dusun Bambu Lembang
Ciwangun Indah Camp
Terminal Wisata Grafika Cikole
Floating Market Lembang
Farm House Lembang
De'Ranch Lembang
Kota Baru Parahyangan
Wisata religi[sunting | sunting sumber]

Vihara Vipassana Graha


Gua Maria Karmel
Geografi

Wilayah Administratif
Berdasarkan data, luas wilayah Kabupaten Bandung Barat yaitu 1.305,77 KM, terletak antara 60
41 s/d 70 19 lintang Selatan dan 107 22 s/d 108 05 Bujur Timur. Mempunyai rata-rata
ketinggian 110 M dan Maksimum 2.2429 M dari permukaan laut. Kemiringa wilayah yang bervariasi
antara 0 8%, 8 15% hingga diatas 45%, dengan batas wilayah sebagai berikut :

Sebelah barat : berbatasan dengan kabupaten Cianjur


Sebelah utara : berbatasan dengan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang.
Selebah timur : berbatasan dengan Kabupaten bandung dan Kota Cimahi.
Sebelah selatan : berbatasan dengan Selatan Kabupaten Badung dan Kabupaten Cianjur.

Cakupan wilayah Kabupaten Bandung Barat, meliputi 15 (lima belas) kecamatan yang terdiri dari :
Padalarang, Cikalongwetan, Cililin, Parongpong, Cipatat, Cisarua, Batujajar, Ngamprah,
Gununghalu, Cipongkor, Cipeundeuy, Lembang, Sindangkerta, Cihampelas dan Rongga.
Penggunaan lahan Eksisting
Dilihat dari sisi penggunaan lahan di wilayah Kabupaten Bandung Barat, penggunaan lahan untuk
budidaya pertanian merupakan penggunaan lahan terbesar yaitu 66.500,294 HA, sedangkan yang
termasuk kawasan lindung seluas 50.150,928 HA, budidaya non peratanian seluas 12.159,151 HA
dan lainnya seluas 1.768,654 HA.

Luas wilayah lindung di daerah Kabupaten Bandung Barat terkait dengan isu kawasan bandung
utara, disamping itu dilihat dari kondisi fisik geografis posisi wilayah Kabupaten Bandung Barat
dinilai kurang menguntungkan, hal ini dikarenakan terdiri dari banyak cekungan yang berbukit-bukit
dan di daerah-daerah tertentu sangat rawan dengan bencana alam.

Secara administrasi batas wilayah Kabupaten Bandung Barat adalah sebagai berikut:

Utara :

Kecamatan Cikalong Kulon (Kabupaten Cianjur); Kecamatan Maniis, Darang, Bojong &, Kecamatan
Wanayasa (Kab. Purwakarta);Kec. Sagalaherang, Jalancagak & Cisalak (Kab. Subang), dan Kab.
Sumedang;

Timur :

Kecamatan Cilengkrang, Kec. Cimenyan, Kecamatan Margaasih, Kecamatan Soreang (Kabupaten


Bandung); Kecamatan Cidadap, Kecamatan Sukasari (Kota Bandung); Kec. Cimahi Utara, Kec.
Cimahi Tengah, dan Kecamatan Cimahi Selatan (Kota Cimahi);
Selatan :

Kecamatan Ciwidey dan Rancabali (Kabupaten Bandung); Kecamatan Pagelaran (Kabupaten


Cianjur);

Barat :

Kecamatan Campaka, Kecamatan Cibeber, Kecamatan Bojongpicung, Kecamatan Ciranjang dan


Kecamatan Mande (Kabupaten Cianjur).

VISI

MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG CERDAS, RASIONAL, MAJU, AGAMIS DAN SEHAT


BERBASIS PADA PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN POTENSI WILAYAH

CERDAS

Mengandung pengertian seluruh komponen sumber daya manusia di Kabupaten Bandung Barat
baik sumber daya aparatur maupun masyarakat harus:

1. Memiliki kualitas, kompetensi, keterampilan dan menguasai informasi.

2. Produktif, mandiri, dinamis, kreatif dan inovatif.

3. Jujur, beretika dan mempunyai integritas serta memiliki kepedulian sosial.

RASIONAL

Mengandung pengertian bahwa dalam melaksanakan pembangunan di Kabupaten Bandung Barat


harus sesuai dengan kondisi yang ada, termasuk pemanfaatan potensi lokal dan sumber daya
melalui indikator capaian kinerja yang terukur;

MAJU

Mengandung pengertian bahwa seiring dengan bertambahnya waktu maka Kabupaten Bandung
Barat harus terus maju, bertambah baik dan mengalami peningkatan di semua aspek kehidupan;

AGAMIS
Mengandung pengertian bahwa keyakinan beragama menjadi landasan pengikat kebersamaan
dalam seluruh aspek penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan;

SEHAT

Mengandung pengertian bahwa di setiap komponen kehidupan bermasyarakat baik sumber daya
manusia, penyelenggaraan pemerintahan, maupun alam dan lingkungannya haruslah terawat,
bersih, nyaman dan senantiasa berada dalam keadaan yang baik;

PENGEMBANGAN POTENSI WILAYAH :

Merupakan upaya Kabupaten Bandung Barat untuk memacu perkembangan sosial ekonomi,
mengurangi kesenjangan antar wilayah dan menjaga kelestarian lingkungan hidup. Mengandung
makna suatu kondisi yang bergerak dinamis kearah yang lebih baik yang tergambar dari laju
pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan merata, diiringi peningkatan pendapatan perkapita di semua
lapisan, dengan laju inflasi yang terkendali sehingga daya beli masyarakat tetap tinggi yang
mendorong permintaan barang dan jasa dan pada gilirannya produksi meningkat dan memberikan
multiplier pada penciptaan kesempatan kerja, sehingga berdampak pada berkurangnya angka
pengangguran dan kemiskinan. Pengurangan kesenjangan pembangunan dan kemiskinan yang
mengedepankan kearifan lokal akan mendorong terjaganya kelestarian alam dan lingkungan hidup.
Maju bersama juga mengandung makna perwujudan pembangunan yang adil dan merata, tanpa
diskriminasi, baik antar golongan maupun wilayah, sehingga hasil pembangunan dapat dinikmati
masyarakat.

PEMBERDAYAAN POTENSI WILAYAH :

Merupakan usaha yang dilakukan oleh Kabupaten Bandung Barat membantu masyarakat dalam
upaya memperoleh daya untuk mengambil keputusan,serta menentukan tindakan mengurangi efek
hambatan ekonomi dan sosial. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kemampuan dan kapasitas
untuk menggunakan daya yang dimiliki individu, kelompok, ataupun komunitas untuk membentuk
masa depan yang lebih baik, meliputi :

Tumbuhnya ekonomi;

Terciptanya pemerataan pembangunan dan pendapatan;

Berkembangnya kehidupan sosial budaya yang konstruktif;

Tersedianya infrastruktur wilayah yang memadai;

Meningkatnya kesejahteraan masyarakat.


MISI

Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, ditetapkan 6 (enam) Misi Pembangunan Kabupaten
Bandung Barat Tahun 2013-2018, sebagai berikut:

1. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui kualitas birokrasi dalam melayani
masyarakat.

Yaitu Pembangunan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good
governance) secara konsisten dan berkelanjutan di semua tingkatan yang tercermin dari
berkurangnya penyalahgunaan wewenang dan keuangan daerah, peningkatan kinerja birokrasi,
peningkatan keberhasilan pembangunan di berbagai bidang, dan terbentuknya birokrasi
pemerintahan proporsional, efektif, transparan serta profesional.

2. Meningkatkan kualitas pelayanan prima dalam bidang pendidikan dan kesehatan yang terjangkau
bagi semua lapisan masyarakat.

Yaitu pembangunan yang menekankan pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ini ditandai
dengan membaiknya taraf pendidikan dan derajat kesehatan penduduk, yang didukung oleh
meningkatnya ketersediaan dan kualitas pelayanan sosial dasar bagi masyarakat agar lebih
produktif serta berdaya saing untuk mencapai kehidupan yang lebih makmur dan sejahtera.

3. Meningkatkan kemandirian dan daya saing ekonomi masyarakat, untuk optimalisasi penyerapan
tenaga kerja dan penanggulangan kemiskinan.

Yaitu Membangun ekonomi daerah yang berbasiskan ekonomi kerakyatan dengan seluruh kekuatan
sumber daya daerah, menciptakan iklim investasi yang kondusif, serta penyediaan sarana dan
prasarana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari semua sektor dan meningkatkan daya
saing daerah dengan tetap menjaga keseimbangan sumber daya alam dan kelestarian lingkungan
hidup.

4. Memantapkan pengelolaan prasarana dan sarana, sumberdaya alam dan lingkungan hidup
melalui pembangunan berkelanjutan.

Yaitu meningkatkan kuantitas, kualitas dan aksesibilitas sarana prasaran dan utilitas lainnya yang
memiliki daya dukung lingkungan dan berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial
serta berkeadilan dan mengutamakan kepentingan masyarakat umum untuk menunjang produksi,
produktivitas, efisiensi dan mobilitas publik;

5. Meningkatkan kesalehan dan modal sosial berdasarkan nilai agama dan kearifan budaya lokal.
Yaitu Pembangunan yang mengedepankan keselarasan kehidupan agama, sosial dan kearifan lokal
masyarakat Bandung Barat yang berkeadilan dengan menjamin toleransi, persamaan hak dan
kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat serta menumbuhkembangkan nilai-nilai budaya luhur.

6. Meningkatkan pemberdayaan pemerintahan dan masyarakat desa.

Meningkatkan kemampuan pemerintah desa melalui pemberian wewenang secara proporsional


kepada pemerintahan desa, sesuai dengan semanagat otonomi desa sebagaimana diamanatkan
oleh UUD 45, baik dalam menentukan nasibnya sendiri, maupun dalam pengambilan keputusan (to
give authority) dalam rangka membangun diri dan lingkungannya secara mandiri.

Meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat desa (to give ability or enable) melalui
pelaksanaan berbagai kebijakan dan program pembangunan, agar masyarakat desa dapat
mencapai tingkat kemampuan yang diharapkan. Hal ini menunjukan bahwa upaya pemberdayaan
masyarakat berarti memampukan dan memandirikan masyarakat.

MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG CERDAS, RASIONAL, MAJU, AGAMIS DAN SEHAT


BERBASIS PADA PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN POTENSI WILAYAH

CERDAS

Mengandung pengertian seluruh komponen sumber daya manusia di Kabupaten Bandung Barat
baik sumber daya aparatur maupun masyarakat harus:

1. Memiliki kualitas, kompetensi, keterampilan dan menguasai informasi.

2. Produktif, mandiri, dinamis, kreatif dan inovatif.

3. Jujur, beretika dan mempunyai integritas serta memiliki kepedulian sosial.

RASIONAL

Mengandung pengertian bahwa dalam melaksanakan pembangunan di Kabupaten Bandung Barat


harus sesuai dengan kondisi yang ada, termasuk pemanfaatan potensi lokal dan sumber daya
melalui indikator capaian kinerja yang terukur;

MAJU

Mengandung pengertian bahwa seiring dengan bertambahnya waktu maka Kabupaten Bandung
Barat harus terus maju, bertambah baik dan mengalami peningkatan di semua aspek kehidupan;
AGAMIS

Mengandung pengertian bahwa keyakinan beragama menjadi landasan pengikat kebersamaan


dalam seluruh aspek penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan;

SEHAT

Mengandung pengertian bahwa di setiap komponen kehidupan bermasyarakat baik sumber daya
manusia, penyelenggaraan pemerintahan, maupun alam dan lingkungannya haruslah terawat,
bersih, nyaman dan senantiasa berada dalam keadaan yang baik;

PENGEMBANGAN POTENSI WILAYAH :

Merupakan upaya Kabupaten Bandung Barat untuk memacu perkembangan sosial ekonomi,
mengurangi kesenjangan antar wilayah dan menjaga kelestarian lingkungan hidup. Mengandung
makna suatu kondisi yang bergerak dinamis kearah yang lebih baik yang tergambar dari laju
pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan merata, diiringi peningkatan pendapatan perkapita di semua
lapisan, dengan laju inflasi yang terkendali sehingga daya beli masyarakat tetap tinggi yang
mendorong permintaan barang dan jasa dan pada gilirannya produksi meningkat dan memberikan
multiplier pada penciptaan kesempatan kerja, sehingga berdampak pada berkurangnya angka
pengangguran dan kemiskinan. Pengurangan kesenjangan pembangunan dan kemiskinan yang
mengedepankan kearifan lokal akan mendorong terjaganya kelestarian alam dan lingkungan hidup.
Maju bersama juga mengandung makna perwujudan pembangunan yang adil dan merata, tanpa
diskriminasi, baik antar golongan maupun wilayah, sehingga hasil pembangunan dapat dinikmati
masyarakat.

PEMBERDAYAAN POTENSI WILAYAH :

Merupakan usaha yang dilakukan oleh Kabupaten Bandung Barat membantu masyarakat dalam
upaya memperoleh daya untuk mengambil keputusan,serta menentukan tindakan mengurangi efek
hambatan ekonomi dan sosial. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kemampuan dan kapasitas
untuk menggunakan daya yang dimiliki individu, kelompok, ataupun komunitas untuk membentuk
masa depan yang lebih baik, meliputi :

Tumbuhnya ekonomi;

Terciptanya pemerataan pembangunan dan pendapatan;

Berkembangnya kehidupan sosial budaya yang konstruktif;

Tersedianya infrastruktur wilayah yang memadai;


Meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

MISI

Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, ditetapkan 6 (enam) Misi Pembangunan Kabupaten
Bandung Barat Tahun 2013-2018, sebagai berikut:

1. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui kualitas birokrasi dalam melayani
masyarakat.

Yaitu Pembangunan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good
governance) secara konsisten dan berkelanjutan di semua tingkatan yang tercermin dari
berkurangnya penyalahgunaan wewenang dan keuangan daerah, peningkatan kinerja birokrasi,
peningkatan keberhasilan pembangunan di berbagai bidang, dan terbentuknya birokrasi
pemerintahan proporsional, efektif, transparan serta profesional.

2. Meningkatkan kualitas pelayanan prima dalam bidang pendidikan dan kesehatan yang terjangkau
bagi semua lapisan masyarakat.

Yaitu pembangunan yang menekankan pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ini ditandai
dengan membaiknya taraf pendidikan dan derajat kesehatan penduduk, yang didukung oleh
meningkatnya ketersediaan dan kualitas pelayanan sosial dasar bagi masyarakat agar lebih
produktif serta berdaya saing untuk mencapai kehidupan yang lebih makmur dan sejahtera.

3. Meningkatkan kemandirian dan daya saing ekonomi masyarakat, untuk optimalisasi penyerapan
tenaga kerja dan penanggulangan kemiskinan.

Yaitu Membangun ekonomi daerah yang berbasiskan ekonomi kerakyatan dengan seluruh kekuatan
sumber daya daerah, menciptakan iklim investasi yang kondusif, serta penyediaan sarana dan
prasarana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari semua sektor dan meningkatkan daya
saing daerah dengan tetap menjaga keseimbangan sumber daya alam dan kelestarian lingkungan
hidup.

4. Memantapkan pengelolaan prasarana dan sarana, sumberdaya alam dan lingkungan hidup
melalui pembangunan berkelanjutan.

Yaitu meningkatkan kuantitas, kualitas dan aksesibilitas sarana prasaran dan utilitas lainnya yang
memiliki daya dukung lingkungan dan berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial
serta berkeadilan dan mengutamakan kepentingan masyarakat umum untuk menunjang produksi,
produktivitas, efisiensi dan mobilitas publik;
5. Meningkatkan kesalehan dan modal sosial berdasarkan nilai agama dan kearifan budaya lokal.

Yaitu Pembangunan yang mengedepankan keselarasan kehidupan agama, sosial dan kearifan lokal
masyarakat Bandung Barat yang berkeadilan dengan menjamin toleransi, persamaan hak dan
kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat serta menumbuhkembangkan nilai-nilai budaya luhur.

6. Meningkatkan pemberdayaan pemerintahan dan masyarakat desa.

Meningkatkan kemampuan pemerintah desa melalui pemberian wewenang secara proporsional


kepada pemerintahan desa, sesuai dengan semanagat otonomi desa sebagaimana diamanatkan
oleh UUD 45, baik dalam menentukan nasibnya sendiri, maupun dalam pengambilan keputusan (to
give authority) dalam rangka membangun diri dan lingkungannya secara mandiri.

Meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat desa (to give ability or enable) melalui
pelaksanaan berbagai kebijakan dan program pembangunan, agar masyarakat desa dapat
mencapai tingkat kemampuan yang diharapkan. Hal ini menunjukan bahwa upaya pemberdayaan
masyarakat berarti memampukan dan memandirikan masyarakat.

Profile Bupati

Drs. H. Abubakar, M.Si


Bandung
09 Desember 1952
Jl. Grand Hotel No. 33 RT.04 / RW. 05 Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat Jl. Padalarang - Cisarua KM 2 Kecamatan Ngamprah
-

Profile Wakil Bupati

Drs.H. Yayat Turochmat Soemitra

Garut

11 Juli 1960

Jl. Raya Padalarang No. 506 Bandung Barat

Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat Jl. Padalarang - Cisarua KM 2 Kecamatan Ngamprah

DPRD
struktur organisasi:

Kepala SKPD:

Latar Belakang

Pemerintah daerah bekerjasama dengan Dewan Perwakilan Rakyat yang merupakan representasi
dari masyarakat. DPRD mengakomodir masukan-masukan, saran dan pendapat dari masyarakat
serta merealisasikannya sesuai dengan kondisi dan kultur masyarakat dengan tidak bertentangan
terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

DPRD berkedudukan sebagai mitra sejajar Bupati dalam memenuhi aspirasi yang disampaikan
masyarakat, perlu mengadakan komunikasi dan koordinasi dengan Bupati sehingga dalam
melaksanakan kegiatannya, pihak Pemerintah Daerah benar-benar memenuhi aspirasi masyarakat.

Agar proses kegiatan DPRD berlangsung dengan baik untuk memenuhi konstitusi, telah ditetapkan
Undang-undang No 27 Tahun 2009 tentang Undang-undang MPR, DPR, DPD dan DPRD yang
ditindak lanjuti dengan menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2012, tentang pedoman
penyusunan peraturan DPRD tentang Tata Tertib DPRD, dimana dalam ketentuan tersebut DPRD
mempunyai tiga fungsi yaitu :

1. Fungsi Legislasi;
2. Fungsi Anggaran;
3. Fungsi Pengawasan.

Untuk melaksanakan ketiga fungsi sebagaimana dimaksud di atas, DPRD Kabupaten Bandung
Barat mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut :

1. membentuk peraturan daerah kabupaten/kota bersama bupati/walikota;


2. membahas dan memberikan persetujuan rancangan peraturan daerah mengenai anggaran
pendapatan dan belanja daerah kabupaten/kota yang diajukan oleh bupati/walikota;
3. melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan anggaran
pendapatan dan belanja daerah kabupaten/kota;
4. mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian bupati/walikota dan/atau wakil bupati/wakil
walikota kepada Menteri Dalam Negeri melalui gubernur untuk mendapatkan pengesahan
pengangkatan dan/atau pemberhentian;
5. memilih wakil bupati/wakil walikota dalam hal terjadi kekosongan jabatan wakil bupati/wakil
walikota;
6. memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah daerah kabupaten/kota
terhadap rencana perjanjian internasional di daerah;
7. memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama internasional yang dilakukan oleh
pemerintah daerah kabupaten/kota;
8. meminta laporan keterangan pertanggungjawaban bupati/walikota dalam penyelenggaraan
pemerintahan daerah kabupaten/kota;
9. memberikan persetujuan terhadap rencana kerjasama dengan daerah lain atau dengan
pihak ketiga yang membebani masyarakat dan daerah;
10. mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan; dan
11. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-
undangan.

Visi, Misi dan Strategi

1. VISI

Visi DPRD Kabupaten Bandung Barat adalah:

Terwujudnya Lembaga Legislatif yang aspiratif, transparan dan partisipatif terhadap


masyarakatnya.

Lembaga Legislatif yang aspiratif, menggambarkan DPRD Kabupaten Bandung Barat yang bersifat
dapat mewadahi untuk menampung dan menyalurkan aspirasi dengan mengambil inisiatif terhadap
upaya penyelesaian berbagai masalah dan krisis yang muncul dan dihadapi masyarakat atau
kelompok masyarakat tertentu sebagai akibat dari perubahan situasi dan kondisi. Juga
mengakomodir aspirasi masyarakat sekaligus menindak lanjutinya dalam bentuk
peraturan/kebijakan, kegiatan dan program. Sebagai Wujud nyata secara responsive DPRD
menyediaan kotak saran dan forum-forum pertemuan publik antara DPRD dengan masyarakatnya.

Lembaga Legislatif yang transparan, mengacu pada ketersediaan informasi dan data, maka DPRD
harus memberikan penjelasan bagi masyarakat umum untuk memberikan gambaran proses
penyusunan, pelaksanaan serta hasil yang telah dicapai melalui sebuah kebijakan publik, baik yang
berkenaan dengan pelayanan publik maupun informasi tentang pelaksanaan kebijakan yang hasil-
hasilnya terbuka dan dapat diakses publik. Keterbukaan dan transparansi DPRD Kabupaten
Bandung Barat adalah forum komunikasi langsung dengan lembaga DPRD, dalam wadah
komunikasi politik, informasi lintas pelaku kegiatan baik melalui media cetak maupun elektronik.

Lembaga legislatif yang partisifatif, berpedoman pada pemikiran partisipasi masyarakat, bahwa
keterlibatan aktifivitas masyarakat dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan
penyelenggaraan pemerintah daerah. Dinyatakan dalam bentuk partisipasi yang diarahkan pada
peran sumbangsih, saran dan pendapat masyarakat yang masuk kepada lembaga DPRD
diakomodir dan diinventarisir sebagai bahan informasi dan data untuk kegiatan pembangunan,
kemasyarakatan dan pemerintahan.
Dengan demikian kepentingan masyarakat dapat tersalurkan didalam kebijakan, sehingga
keikutsertaan masyarakat mampu menunjukan sumbangsih pemikiran pada lembaga legislatif,
nampak jelas dan nyata dapat diterima oleh masyarakatnya.

2. MISI

Berdasarkan Visi di atas ditetapkan misi sebagai berikut :

1. Meningkatkan kualitas pelaksanaan fungsi legislasi, fungsi anggaran dan fungsi


pengawasan yang berfihak pada masyarakatnya.
2. Melaksanakan fungsi dan tugas untuk menampung dan menyalurkan aspirasi ke DPRD.
3. Menumbuhkan hubungan sinergitas antar Alat-alat Kelengkapan DPRD.
4. Mewujudkan sebuah transparansi kelembagaan.
5. Terwujudnya akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah dan terciptanya aparatur
yang bersih dan berwibawa.
6. Meningkatkan partisipasi publik dalam pengambilan keputusan lembaga.
7. Menumbuhkan hubungan harmonisasi komunikasi politik secra efektif antara fraksi dengan
masyarakat pemilih.

Guna mencapai kesatuan pandang dalam rangka melaksanakan misi yang ditetapkan, maka misi
dirumuskan tujuannya, pada sasaran, strategi, kebijakan dan program.

Tujuan, adalah pernyataan misi dijabarkan dalam kerangka kegiatan sebagai hasil akhir yang akan
dicapai, terfokus pada kinerja DPRD Kabupaten Bandung Barat, terutama pada penajaman arah
bagi sasaran yang hendaka dicapainya.

Sasaran, adalah penjabaran dari tujuan, diproyeksikan pada tindakan-tindakan/aktivitas yang harus
dilakukan oleh DPRD dalam rangka pencapaian tujuan dengan memberikan penekanan terhadap
penggunaan sumber daya manusia, yang dimiliki dimanfaatkan secara efisien, efektif dan ekonomis.

Strategi, adalah teknik untuk mencapai agara tujuan dan sasaran yang direncanakan dilakukan
dengan cara-cara menyeluruh dan terintegrasi dalam mengoperasionalkan tujuan dan sasaran
melalui penetapan kebijakan dan program.

Kebijakan, adalah alternatif keputusan yang sifatnya mendasar untuk dipergunakan sebagai
landasan bertindak dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya sebagai jalan terbaik
bagi pencapaian program kegiatan DPRD.

Program, adalah kegiatan perencanaan yang akan dilakukan sebagai penjabaran dari kebijakan.
Untuk mengambilan langkah-langkah penting yang berpedoman kepada gambaran kegiatan yang
jelas dan sederhana sehingga dapat dilihat benang merah dari seluruh strata rencana strategis.

3. STRATEGI
Strategi DPRD Kabupaten Bandung Barat adalah memantapkan kapasitas dan meningkatkan
sinergitas Alat-alat Kelengkapan DPRD dalam menjalankan kewenangan, tugas dan fungsinya
dengan dukungan pelayanan prima dari Sekretariat DPRD dengan sasaran sebagai berikut:

1. Meningkatnya kualitas kinerja DPRD.


2. Meningkatnya komunikasi fraksi dengan masyarakat pemilih.
3. Meningkatnya tindak lanjut hasil pengawasan dan evaluasi.
4. Meningkatnya kemitraan dengan Pemerintah Daerah dan komponen masyarakat lainnya.
5. Menetapkan Peraturan Daerah yang mampu mendorong kepada upaya pemenuhan
kebutuhan aktual masyarakat dan percepatan implementasi otonomi daerah secara optimal.
6. Menyusun APBD yang sejalan dengan prioritas kebutuhan publik.

Guna mendorong tercapainya visi, misi, kebijakan dan strategi di atas, maka sasaran prioritas
Program Kerja DPRD Kabupaten Bandung Barat Masa Persidangan Tahun 2010, diarahkan pada:

1. Bidang Pemerintahan. Sasaran bidang pemerintahan (good goverment) diarahkan pada


upaya mendorong terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang berkepastian hukum
dan terwujudnya pelayanan prima aparatur pemerintah.
2. Bidang Perekonomian. Sasaran bidang perekonomian diarahkan pada upaya mendorong
terwujudnya perekonomian berbasis ekonomi kerakyatan.
3. Bidang Keuangan. Sasaran bidang keuangan diarahkan pada upaya mendorong
terwujudnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah dalam struktur APBD sejalan dengan
pemberdayaan Badan Usaha Milik Daerah.
4. Bidang Pembangunan. Sasaran bidang pembangunan diarahkan pada upaya mendorong
terwujudnya kualitas pembangunan di sektor pendidikan dan transportasi disertai dengan
kegiatan pembangunan yang memperhatikan kualitas lingkungan hidup.
5. Bidang Kesejahteraan. Sasaran bidang kesejahteraan diarahkan pada upaya mendorong
terwujudnya sarana dan prasarana sosial yang memadai disertai dengan meningkatnya
kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan.

Susunan, Kedudukan, Tugas, Wewenang, Hak dan Kewajiban DPRD

1. Susunan dan Kedudukan

Sebagaimana disebut dalam Undang-Undang No. 27 Tahun 2009, Pasal 341 dan 342 Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten/kota terdiri atas anggota partai politik peserta
pemilihan umum yang dipilih melalui pemilihan umum.

DPRD kabupaten/kota merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai
unsur penyelenggara pemerintahan daerah kabupaten/kota.

2. Tugas dan Wewenang

Tugas dan wewenang DPRD kabupaten/kota, diatur dalam pasal 344 Undang-Undang Nomor 27
Tahun 2009, yaitu sebagai berikut:
1. membentuk peraturan daerah kabupaten/kota bersama bupati/walikota;
2. membahas dan memberikan persetujuan rancangan peraturan daerah mengenai anggaran
pendapatan dan belanja daerah kabupaten/kota yang diajukan oleh bupati/walikota;
3. melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan anggaran
pendapatan dan belanja daerah kabupaten/kota;
4. mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian bupati/walikota dan/atau wakil bupati/wakil
walikota kepada Menteri Dalam Negeri melalui gubernur untuk mendapatkan pengesahan
pengangkatan dan/atau pemberhentian;
5. memilih wakil bupati/wakil walikota dalam hal terjadi kekosongan jabatan wakil bupati/wakil
walikota;
6. memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah daerah kabupaten/kota
terhadap rencana perjanjian internasional di daerah;
7. memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama internasional yang dilakukan oleh
pemerintah daerah kabupaten/kota;
8. meminta laporan keterangan pertanggungjawaban bupati/walikota dalam penyelenggaraan
pemerintahan daerah kabupaten/kota;
9. memberikan persetujuan terhadap rencana kerjasama dengan daerah lain atau dengan
pihak ketiga yang membebani masyarakat dan daerah;
10. mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan; dan
11. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-
undangan.

3. Hak DPRD

Sesuai dengan pasal 349, Undang-Undang nomor 27 Tahun 2009 DPRD mempunyai hak:

1. interpelasi; yakni hak yang dimiliki DPRD untuk meminta keterangan kepada kepala daerah
mengenai kebijakan pemerintah daerah yang penting dan strategis yang berdampak luas
pada kehidupan masyarakat, daerah, dan negara.
2. angket; yakni pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD untuk melakukan penyelidikan
terhadap suatu kebijakan tertentu kepala daerah yang penting dan strategis serta
berdampak luas pada kehidupan masyarakat, daerah, dan negara yang diduga bertentangan
dengan peraturan perundang-undangan.
3. menyatakan pendapat; yakni hak DPRD untuk menyatakan pendapat terhadap kebijakan
kepala daerah atau mengenai kejadian luar biasa yang terjadi di daerah disertai dengan
rekomendasi penyelesaiannya atau sebagai tindak lanjut pelaksanaan hak interpelasi dan
hak angket.

4. Hak dan Kewajiban Anggota DPRD

1. Hak Anggota DPRD

Sebagai wakil rakyat yang memiliki tugas strategis dalam pembangunan di daerah, setiap anggota
DPRD sebagaimana dinyatakan pada pasal 350 Undang-undang Nomor 27 tahun 2009 memiliki
hak-hak sebagai berikut:

1. mengajukan rancangan peraturan daerah kabupaten/kota;


2. mengajukan pertanyaan;
3. menyampaikan usul dan pendapat;
4. memilih dan dipilih;
5. membela diri;
6. imunitas;
7. mengikuti orientasi dan pendalaman tugas;
8. protokoler; dan
9. keuangan dan administratif.

2. Kewajiban Anggota DPRD

Selain memiliki hak, anggota DPRD sebagaimana dinyatakan pasal 341 undang-undang Nomor 27
tahun 2009 memiliki kewajiban-kewajiban seperti berikut:

1. memegang teguh dan mengamalkan Pancasila;


2. melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menaati
peraturan perundang-undangan;
3. mempertahankan dan memelihara kerukunan nasional dan keutuhan Negara Kesatuan
Republik Indonesia;
4. mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan;
5. memperjuangkan peningkatan kesejahteraan rakyat;
6. menaati prinsip demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah;
7. menaati tata tertib dan kode etik;
8. menjaga etika dan norma dalam hubungan kerja dengan lembaga lain dalam
penyelenggaraan pemerintahan daerah kabupaten/kota;
9. menyerap dan menghimpun aspirasi konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala;
10. menampung dan menindaklanjuti aspirasi dan pengaduan masyarakat; dan
11. memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada konstituen di daerah
pemilihannya.
CAMAT BATUJAJAR

Informasi Camat

Drs. DEDI KUSNIADI


CAMAT
196203161986031009

CAMAT CIHAMPELAS

Informasi Camat

Drs. JAJANG NURYANA ARIFIEN


CAMAT
196505121992021009

CAMAT CIKALONG WETAN

Informasi Camat

DUDDY PRABOWO, S.Sos


CAMAT
197311181993031003

CAMAT CILILIN

Informasi Camat

A. ZAINI DAHLAN S.Pd.,M.Pd


Camat
195906101983081002

CAMAT CIPATAT

Informasi Camat

DUDUNG KUSNANA HS, S.Sos


Camat
196008051982101001

CAMAT CIPEUNDEUY

Informasi Camat

HERI KAMLUDIN, SIP


Camat
196310111986031005
CAMAT CIPONGKOR

Informasi Camat

DEDI ROHENDI, SP
Camat
196301071983091001

CAMAT CISARUA

Informasi Camat

USEP SUPRIATNA, S.Sos


CAMAT
196204221986031008

CAMAT NGAMPRAH

Informasi Camat

Drs. MED ARDIWILAGA, M.Si


CAMAT
196105011982041003

CAMAT GUNUNG HALU

Informasi Camat
Drs. TAUFIK FIRMANSYAH, M.Si
CAMAT
196706201992031005

CAMAT PADALARANG

Informasi Camat

Drs.ENDANG HADIAT, MM
CAMAT
196210161986081001

CAMAT SAGULING

Informasi Camat

IYEP TAMCHUR RACHMAT, S.sos


CAMAT
19631023198603 1 016
CAMAT SINDANGKERTA

Informasi Camat

Drs. SOBANDI
CAMAT
196301071981091001

CAMAT LEMBANG

Informasi Camat

Drs. SLAMET NUGRAHA


CAMAT
-196504291986031008

CAMAT PARONGPONG

Informasi Camat

MUHAMMAD YUDI, BA
CAMAT
196206031985031010

CAMAT RONGGA

Informasi Camat
AKHMAD SUHERMAN, S.Sos, M.Si
CAMAT
19811227 198303 1 009

PENGHARGAAN
Penghargaan

1. Bupati Terbaik dalam Bidang Pembinaan Peternakan Tahun 2009


2. Bupati Terbaik dalam Bidang Pembinaan Perikanan Tahun 2009
3. Pembina Terbaik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang Diberikan Kepada Bupati
Bandung Barat Dari Gubernur Provinsi Jawa Barat Tahun 2009
4. Bupati Peduli Kehutanan Pada Acara RAKORNAS Kehutana Gedung Di
Manggalawanabhakti, Jakarta Tahun 2010 oleh Presiden RI.
5. Piagam Penghargaan Manggala Karya Kencana Untuk Bupati Bandung Barat Dari BKKBN
Pusat Tahun 2011
6. Kategori Bupati Sebagai Ketua Tim Pembina OBIT Pada Peringatan HMPI Tahun 2011 Oleh
Gubernur Jawa Barat
7. Pembina Terbaik Dalam Rangka JAMSOSTEK AWARD yang Diberikan Kepada Bupati
Bandung Barat dari Direktorat JAMSOSTEK Tahun 2012
8. Penghargaan Satya Lencana Wirakarya, pada Acara Keluarga Ke 20 Tingkat Nasional
Tahun 2013, Penghargaan Tertinggi dari Presiden RI Atas Perstasi di Bidang Kependudukan
dan Keluarga Berencana untuk Bupati Bandung Barat
9. Satya Lencana Peringatan HKSN Tingkat Nasional Tahun 2016
10. Olimpiade SATPOL PP Juara II Tingkat Provinsi Tahun 2016
11. Lomba Promosi dan Konseling Rumah Sakit Tipe D oleh RSUD Cililin Kabupaten Bandung
Barat Juara III Tingkat Nasional Tahun 2016
12. Motivator Kb Pria A.N Jalaludin Sayuti Kecamatan Cipongkor Juara I (Regional) Tingkat
Nasional Tahun 2016
13. Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) A.N Flamboyan Ketua Nani Yuningsih, Kecamatan
Lembang Juara I Tingkat Nasional Tahun 2016
14. Kelompok UPPKS A.N Kelompok Kenanga Ketua Yeyet Kurniawati Kecamatan Cipongkor
Juara I TIngkat Nasional Tahun 2016
15. Lomba Promosi dan Konseling Rumah Sakit Tipe D oleh RSUD Cililin Kabpaten Bandung
Barat Terbaik Tingkat Nasioanal Tahun 2016
16. Kelompok Pusat Informasi dan Konseling (PIK Remaja) PIK-R Semut Tenjo Laut Kecamatan
Cikalong Wetan Kategori PIK-R Remaja Basis Masyarakat Juara I Tingkat Provinsi Tahun
2016
17. Kelompok Pusat Informasi dan Konseling (PIK Remaja) PIK-R SMA N 1 Cililin Kecamatan
Cililin Kategori PIK Remaja Basis Sekolah Juara II Tingkat Provinsi Tahun 2016
18. Duta Remaja Puteri A.N Nada Tsamrotun Nadwah Juara II Tingkat Provinsi Tahun 2016
19. Kelompok BIna Keluarga Balita (BKB) Hi Flamboyan, Ketua Dewi A Kecamatan Cihampelas
Juara II Tingkat Provinsi Tahun 2016
20. UPPKS Kenanga Ketua Yeyet Kurniawati, Kecamatan Cipongkor Juara I Tingkat Provinsi
Tahun 2016
21. Petugas Pengelolaan KB Pria A.N Encep Suryana Kecamatan Cipongkor Juara I Tingkat
Provinsi Tahun 2016
22. Anugrah Parahita Ekapraya dari Kategori Pratama-Keutama Tingkat Nasional Tahun 2016
23. Stand Up Comedy Tema KDRT Forum Anak Daerah FAD Kabupaten Bandung Barat A.N
Andi Taryadi Juara Tingkat Provinsi Tahun 2016
24. Tim Terbaik Ke 6 JAMBORE Forum Anak Daerah Jawa Barat Tingkat Provinsi Tahun 2016
25. KESRAK PKK-KB-KES Juara I Tingkat Provinsi Tahun 2016
26. GSC Award Untuk Satker dan Fasilitasi KBB Inspiratif TIngkat Nasional Tahun 2016
27. Juara II POSYANDU TIngkat Provinsi Tahun 2016
28. Juara II Lomba Desa Tingkat Provinsi Tahun 2016
29. Bupati Sebagai Pembina, Fasilitas, dan Pemberdayaan Masyarakat Melalui TTG Tingkat
Provinsi Tahun 2016
30. Juara Harapan III POSYANTEK Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2016
31. Piagam Penghargaan GSC AWARD Kategori Kabupaten Insipiratif Satuan Kerja dan
Fasilitator KBB Tahun 2016
32. Juara II POSYANDU TIngkat Provinsi Tahun 2016
33. Sertifikat Wahana Tata Nugraha Atas Keberhasiilan Mengikuti Penilaiana Kerja
Penyelenggaraan Sistem Transportasi Perkotaan Tahun 2016 Tingkat Nasional
34. Juara III Perpustakaan Desa (Cililin) Tingkat Provinsi Tahun 2016
35. Juara I TBM Teladan Tingkat Provinsi Tahun 2016
36. Penghargaan "The Best Performance Infrastructure" Tingkat Nasional Tahun 2016
37. Calung Juara II Tahun 2016
38. Juara II Kategori Penyaji Musik Terbaik Tahun 2016
39. Juara I BKPP kategori Penyaji Tari Terbaik Tahun 2016
40. Juara I Jabar Kategori Penyaji Seni Tari Terbaik I Tahun 2016
41. Juara II Jambore Ptk Paudni Berprestasi Tk. Nasional Kategori LKP Penyelenggara IT
Tahun 2016
42. Juara II Jambore Ptk Paudni Berprestasi Tk. Nasional Kategori Kursus Tata Rias Tahun
2016
43. Sertifikat Wahana Tata Nugraha Penilaian Kinerja Penyelenggaraan Sistem Trasformasi
Perkotaan Tahun 2016
44. Plakat Menteri Perhubungan RI Tahun 2016
45. Terbaik Listrik Masuk Desa se-Jawa Barat Tahun 2016
46. Peringkat I Kelompok Tani Ternak Azia Raya Tahun 2016