Anda di halaman 1dari 18

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.

id

PENGARUH LAJU ALIRAN COOLANT CAMPURAN AIR


DENGAN ETHYLENE GLYCOL TERHADAP LAJU
PERPINDAHAN PANAS DAN PENURUNAN TEKANAN
RADIATOR OTOMOTIF

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat


untuk memperoleh gelar
Sarjana Teknik

Oleh :

BERNADUS NANANG DWI NURYANTO


NIM. I 1409010

JURUSAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
commit to user
2015
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET - FAKULTAS TEKNIK

,uRusAN TEKNTK MESIN


Jl. lr. Sutami 36A Surakarta tlp. 0271632163 web: http://mesin.ft.uns.ac.id

SURAT TUGAS PEMBIMBING DAN PENGUJI TUGAS AKHIR


PROGRAM SAR ANA TEKNIK MESIN UNS
Program Studi :S1 Non Reguler
Nomor : O48X.ITA|S1/O6/2O13

Nama :BERNADUS NAilANG DWI NURYANTO


NIM :l14O9O1O
Bidang :Konversi Energi
Pembimbing 1 :WIBAWA ENDRA TUWANA., ST,MT/197OO9112OOOO31OOI
Pembimbing 2 :TRl ISTANTO, ST,MT/1973O82O2OO0121OO1
Penguji : 1. D. DANARDOIIO, ST, MT, PhD/ 196905141999031001
2. WIBOWO, ST,MT/ 1969O425L998O21OO1
3. I
Mata Kuliah Pendukung
1. PENUKAR KALOR(M506113.10}
2.GENERATOR UAP DAN GAS(MSO5O83.1O}
3. POMPA DAN KOMPRESOR{MSO61O3-1O}

Judul Tugas Akhir

"PENGARUH LAJU ALIRAN COOLANT CAMPURAN AIR


DENGAN ETHYLENE GLYCOL TERHADAP LA'U
PERPINDAHAN PANAS DAN PENURUNAN TEKANAN
RADIATOR OTOMOTIF"

2015-05-18 ].4t3?.z2l

6"ffi )
Teknik Mesin,

il,r""\H/i
JURUSAH
DJOKO SUSILO, ST,MT
1997021001
TEKf{IK MESIN
Tembusan:
1. Mahasiswa ybs.
2, Dosen Pembimbing TA ybs.
3. Koordinator TA.
4. Arsip.

commit to user

Hal ldari thal.


perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

PENGARUH LAJU ALIRAN COOLANT CAMPURAN AIR


DENGAII ETHYLENE GLYCOL TERIIADAP LAJU
PERPINDAHAN PANAS DAN PENURIINAN TEKANAN
RADIATOR OTOMOTIF
Disusun oleh :

Bemadus Nanans Dwi Nuryanto


NIM. I1409010

Dosen Pembimbing I

.( r.,
;7=$;^_\/
Wibawa Endra J. ST.. MT.
NIP. 1970091 1200003 1001 NrP. 197308202000121001

Telah dipertahankan di hadapan Tim Dosen Penguji pada hari RabU tanggal 30
April2015

1. D. Danardono. ST.. MT." Ph.D.


NIP. 196905 14199903 1001

an
2. Dr. Ene. Svamsul Hadi. ST." MT.
NIP. 1 97 1 0 61s1998021002

Mengetahui,

*::lirw
gutw*
Dr. Eng. Syamsul Hadi. ST.. MT.
t3199702t00r NIP. 1 97106t5t998021402

commit to user

iii
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

MOTTO

Suatu aspek penting dari kreatifitas adalah tidak takut gagal


~ Edwin Land~

Everything would be happen because we believe


~ iant16 ~

Birds can fly with their wings, but I flew with my mind
~ robotfintar ~

Commitment unlocks the doors of imagination, allows vision, and gives us


the "right stuff" to turn our dreams into reality.
~ James Womack~

Inovasi tak pernah berhenti pada ide


Inovasi adalah kreatifitas, nyali, trial and error,
dan semangat pantang menyerah
Jadi apa inovasimu??
~ http://www.youtube.com/watch?v=a4wZ5-WTujU ~

Take action, karena rejeki ada dalam tindakan, bukan dalam rencana
~ Mario Teguh~

Vision without action is merely a dream. Action without vision just passes
the time. Vision with action can change the world.
~ Joel Arthur Barker~

Hanya mimpi dan keyakinan yang bisa membuat manusia berbeda dengan
makhluk lainnya. Hanya mimpi dan keyakinan yang membuat manusia menjadi
sangat istimewa di mata sang Pencipta
~5 CM~

Dont fight to get the job, but fight to do the job.


~ Anies Baswedan~

commit to user

iv
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

HALAMAN PERSEMBAHAN

Dengan segala kerendahan hati seraya mengucakan syukur kehadirat Allah,


penulis persembahkan tulisan ini kepada:

1. Tuhan Yesus Kristus Sang Juru selamat yang telah menyelamatkan dan
menaungi dalam setiap langkah hidupku.
2. Kedua orang tuaku, kakak, kekasihku, kakek, nenek yang telah
mendampingi mendukung dalam perjalanan skripsiku.
3. Bapak Wibawa Endra J, ST., MT. dan Bapak Tri Istanto, ST., MT.
4. Teman-teman seperjuangan, Ribut, Didik, Hendrawan, dan Dani.
5. Teman-teman mahasiswa TMNR 10
6. Seluruh dosen, karyawan, dan mahasiswa Teknik Mesin UNS.
7. Semua pembaca skripsi ini.

commit to user

v
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

THE EFFECT OF WATER-ETHYLENE GLYCOL COOLANT FLOW


RATE ON THE HEAT TRANSFER RATE AND PRESSURE DROP ON
THE AUTOMOTIVE RADIATOR

Bernadus Nanang Dwi Nuryanto


Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta,
Indonesia
Email: nanang_bernadus@rocketmail.com

Abstract

This experimental study was conducted to examine the heat transfer rate
and pressure drop on corrugated louver fin with triangular channel radiator.
Radiator tube and fin were made of aluminium. Cold fluid flows verticaly from
top side to bottom while air flows horizontaly (crossflow heat exchanger). Water
and 20% Ethylene glycol were used as hot fluid (coolant) and maintained at
constant temperature of 80 oC and varied at flow rate of 25 lpm, 30 lpm, 35 lpm,
dan 40 lpm. Whereas air was used as cold fluid having its velocity varied at 1.5
m/s, 2 m/s, 2,5 m/s and 3 m/s. And air intake temperature was maintained around
30 oC.

The result shows the higher water flow rate in the radiator tube, resulting
in higher value of heat transfer rate, and coolant pressure drop. Ethylene glycol
mixing composition into the coolant, affects on decreasing the heat transfer rate.
The highest heat transfer rate enhancement was obtained at water coolant usage.
Ethylene glycol mixing affects the increasing coolant-side pressure drop

Key Words: radiator, louver fin, crossflow heat exchanger, Ethylene Glycol

commit to user

vi
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

PENGARUH LAJU ALIRAN COOLANT CAMPURAN AIR DENGAN


ETHYLENE GLYCOL TERHADAP LAJU PERPINDAHAN PANAS DAN
PENURUNAN TEKANAN RADIATOR OTOMOTIF

Bernadus Nanang Dwi Nuryanto


Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta,
Indonesia
Email: nanang_bernadus@rocketmail.com

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui laju perpindahan panas dan


penurunan tekanan pada radiator dengan tipe sirip corrugated louver fin with
triangular channel. Material pipa dan sirip radiator adalah aluminium. Aliran
fluida pendingin di dalam pipa radiator mengalir secara vertikal dari atas ke
bawah sedangkan udara mengalir secara horisontal (crossflow heat exchanger).
Fluida panas adalah air dan campuran 20% Ethylene glycol dengan air yang
temperaturnya masuk dipertahankan pada 80 oC dan udara sebagai fluida
pendingin. Laju aliran coolant divariasi 25 lpm, 30 lpm, 35 lpm, dan 40 lpm.
Kecepatan udara divariasi 1.5 m/s, 2 m/s, 2,5 m/s, 3 m/s. Temperatur udara masuk
berkisar antara 30 oC.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi laju aliran air pada
pipa radiator menghasilkan laju perpindahan panas, dan pressure drop pada
coolant terjadi peningkatan. Pada penambahan komposisi Ethylene glycol pada
coolant justru akan menghasilkan laju perpindahan panas yang semakin rendah.
Laju perpindahan panas terbesar adalah pada coolant water. Penambahan
Ethylene glycol pada coolant akan menyebabkan pressure drop di sisi coolant
meningkat.

Kata Kunci: radiator, louver fin, crossflow heat exchanger, Ethylene Glycol

commit to user

vii
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang
berjudul pengaruh laju aliran coolant campuran air dengan ethylene glycol
terhadap laju perpindahan panas dan penurunan tekanan radiator ini dengan baik.
Skripsi ini disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik di Jurusan
Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Dalam penyelesaian Skripsi ini tidaklah mungkin dapat terselesaikan tanpa
bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak, baik secara langsung ataupun tidak
langsung. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa
terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu
dalam menyelesaikan skripsi ini, terutama kepada:
1. Bapak Didik Djoko Susilo, ST,. MT. selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin
UNS Surakarta.
2. Bapak Wibawa Endra Juwana, ST,. MT. selaku Pembimbing I yang
membantu dan membimbing penulis menyelesaikan skripsi ini.
3. Bapak Tri Istanto, ST,.MT. selaku Pembimbing II yang membantu dan
membimbing penulis menyelesaikan skripsi ini.
4. Bapak D. Danardono, ST., MT., Ph.D., Bapak Wibowo, ST., MT., Bapak
Dr. Eng. Syamsul Hadi, ST., MT. selaku Dosen Penguji yang bersedia
memberikan saran yang membangun.
5. Bapak Tri Istanto, ST,.MT. selaku Pembimbing Akademik.
6. Bapak Dr. Eng. Syamsul Hadi, ST., MT. selaku koordinator Tugas Akhir
7. Seluruh dosen dan staf di Jurusan Teknik Mesin UNS, yang telah
membimbing dan membantu penulis hingga menyelesaikan studi S1.
8. Ayah dan ibu kakak dan kekasihku, yang selalu memberikan doa dan kasih
sayangnya kepada penulis.
9. Teman-teman skripsi radiator, Ribut, Didik, Hendrawan, dan Dani yang
telah menemani penulis dalam suka maupun duka.
10. Semua teman-teman Teknik Mesin.
commit to user

viii
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

11. Semua pihak yang telah membantu dalam melaksanakan dan menyusun
skripsi ini yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun dari semua pihak untuk memperbaiki dan menyempurnakan skripsi
ini. Semoga skripsi ini dapat berguna bagi pembaca sekalian dan bagi penulis
pada khususnya.

Surakarta, April 2015

Penulis

commit to user

ix
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

DAFTAR ISI

Halaman
Halaman Judul . i
Halaman Surat Penugasan ... ii
Halaman Pengesahan ... iii
Halaman motto iv
Halaman persembahan . v
Abstrak . vi
Kata pengantar . viii
Daftar isi . x
Daftar gambar .. xii
Daftar persamaan . xiii
Daftar notasi xv
Daftar lampiran xviii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang Masalah 1
1.2 Perumusan Masalah ... 3
1.3 Batasan Masalah 4
1.4 Tujuan Dan Manfaat .. 4
1.5 Sistematika Penulisan 5
BAB II LANDASAN TEORI 6
2.1 Tinjauan Pustaka 6
2.2 Dasar Teori 7
2.2.1 Radiator sebagai Penukar Panas Motor Bakar ... 7
2.2.2 Konstruksi radiator 10
2.2.2.1 Tangki atas (Upper Tank) .. 10
2.2.2.2 Tutup Radiator (Radiator Cap) .. 10
2.2.2.3 Inti Radiator (Radiator Core) 11
a. Pipa radiator (Radiator Tube) .. 11
b. Sirip (fin) radiator 12
2.2.2.4 Tangki bawah (Lower Tank) .. 13
2.2.3 Fluida Pendingin (Coolant) ... 13
2.2.4 Laju aliran Coolant terhadap Unjuk kerja Radiator 13
2.2.5 Perpindahan Panas . 13
2.2.6 Parameter Tanpa Dimensi .. 15
2.2.7 Perhitungan pada radiator .. 16
2.2.7.1 Geometri radiator ... 16
2.2.7.2 Perhitungan Luas Perpindahan Panas 17
2.2.8 Analisa Perpindahan Panas 18
2.2.8.1 Perhitungan Laju Perpindahan Panas . 18
commit to user
x
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

2.2.8.2 Perhitungan bilangan Reynolds dan


bilangan Nusselt air (Rew dan Nu) . 19
2.2.8.3 Perhitungan koefisien perpindahan panas
pada sisi coolant 20
2.2.8.4 Perhitungan Penurunan Tekanan
(Pressure Drop) 23
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 24
3.1. Lokasi Penelitian ... 24
3.2. Bahan Penelitian 24
3.3. Alat Penelitian ... 24
3.4. Prosedur Penelitian 28
3.4.1. Tahap Persiapan . 28
3.4.2. Tahap Pengujian 28
3.5. Metode Analisa Data . 29
3.6. Diagram Alir Penelitian . 30
BAB IV ANALISIS DATA 31
4.1 Uji Validitas Perpindahan panas . 31
4.2 Pengaruh Variasi Debit terhadap Laju Perpindahan
panas... 33
4.3 Pengaruh Variasi Debit coolant terhadap bilangan
Nusselt 34
4.4 Pengaruh Variasi Debit Coolant Terhadap Penurunan
Tekanan Pada radiator
Otomotif 36
BAB V PENUTUP 38
DAFTAR PUSTAKA .. 39
LAMPIRAN. 41

commit to user
xi
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 2.1 Susunan aliran coolant pada radiator 8
Gambar 2.2 Komponen radiator ... 10
Gambar 2.3 Tutup radiator ... 10
Gambar 2.4 Fin dan Tube Aluminium radiator 12
Gambar 2.5 Louver fin with triangular channel .. 12
Gambar 2.6 Ilustrasi jenis-jenis perpindahan panas . 14
Gambar 2.7 Dimensi dasar pada radiator . 16
Gambar 2.8 Faktor koreksi LMTD ... 20
Gambar 2.9 Analogi listrik untuk perpindahan panas pada radiator 21
Gambar 2.10 Pengukuran Pressure drop dengan manometer.. 23
Gambar 3.1 Skema alat Unit Stand Radiator 25
Gambar 3.2 Gambar 3D Unit Stand Radiator .. 26
Gambar 3.3 Unit Stand radiator 27
Gambar 3.4 Radiator otomotif . 27
Gambar 4.1 Grafik hubungan Reynols dengan Nu aktual dan Nu
Dittus Boelter untuk coolant water .. 32
Gambar 4.2 Grafik hubungan Reynols dengan Nu aktual dan Nu
Dittus Boelter untuk coolant 20% EG dan 80% water.. 33
Gambar 4.3 Grafik pengaruh debit Coolant terhdap laju
perpindahan panas 34
Gambar 4.4 Grafik hubungan Reynolds dengan Nu untuk coolant
coolant water dan coolant 20% EG + 80% water......... 35
Gambar 4.5 Grafik hubungan antara Renold coolant dengan P
sisi coolant dengan air murni dan campuran etylene
glycol...... 36

commit to user

xii
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

DAFTAR PERSAMAAN

Halaman
Persamaan (2.1) Perpindahan panas konduksi . 14
Persamaan (2.2) Perpindahan panas konveksi . 14
Persamaan (2.3) Perpindahan panas radiasi . 14
Persamaan (2.4) Bilangan Reynold . 15
Persamaan (2.5) Bilangan Prandtl ... 15
Persamaan (2.6) Bilangan Nusselt ... 16
Persamaan (2.7) Panjang sirip . 17
Persamaan (2.8) Luas frontal inti radiator ... 17
Persamaan (2.9) Luas frontal pipa coolant .. 17
Persamaan (2.10) Luas frontal perpindahan panas sirip 17
Persamaan (2.11) Luas perpindahan panas pada sirip ... 17
Persamaan (2.12) Luas perpindahan panas pada pipa coolant sisi
dinding luar tanpa sirip . 17
Persamaan (2.13) Luas perpindahan panas total pada sisi udara .. 17
Persamaan (2.14) Keliling penampang pipa coolant sisi
dinding dalam ... 17
Persamaan (2.15) Luas perpindahan panas pada pipa coolant sisi
dinding dalam ... 17
Persamaan (2.16) Luas permukaan rata-rata dinding pipa 17
Persamaan (2.17) Luas penampang pipa coolant sisi dinding dalam 17
Persamaan (2.18) Luas perpindahan panas total pada sisi coolant 17
Persamaan (2.19) Luas laluan udara total .. 18
Persamaan (2.20) Luas laluan coolant total ... 18
Persamaan (2.21) Laju perpindahan panas di sisi air 18
Persamaan (2.22) Laju perpindahan panas di sisi udara 18
Persamaan (2.23) Temperatur bulk air .. 18
Persamaan (2.24) Temperatur bulk udara . 18
Persamaan (2.25) Laju perpindahan panas sisi air . 18
Persamaan (2.26) Laju perpindahan panas sisi udara 18
commit to user

xiii
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Persamaan (2.27) Bilangan Reynolds 19


Persamaan (2.28) Diameter hidrolik pipa coolant bagian dalam .. 19
Persamaan (2.29) Kecepatan air di pipa coolant ... 19
Persamaan (2.30) Nusselt aktual rata-rata . 19
Persamaan (2.31) Nusselt korelasi Dittus-Boelter 19
Persamaan (2.32) Nusselt korelasi Dittus-Boelter 19
Persamaan (2.33) Laju perpindahan panas sisi air menggunakan
metode LMTD .. 20
Persamaan (2.34) Laju perpindahan panas sisi udara menggunakan
metode LMTD .. 20
Persamaan (2.35) Faktor koreksi metode LMTD . 20
Persamaan (2.36) Nilai TLMTD . 21
Persamaan (2.37) T1 21
Persamaan (2.38) T2 21
Persamaan (2.39) Tahanan termal total radiator 21
Persamaan (2.40) Koefisien perpindahan panas total 22
Persamaan (2.41) Koefisien perpindahan panas total 22
Persamaan (2.42) Koefisien perpindahan panas total sisi air 22
Persamaan (2.43) Koefisien perpindahan panas total sisi udara 22
Persamaan (2.44) Koefisien perpindahan panas konveksi rata-rata di
sisi air 22
Persamaan (2.45) . . .. 22
Persamaan (2.46) Koefisien perpindahan panas menyeluruh sisi air 22
Persamaan (2.47) Koefisien perpindahan panas konveksi rata-rata di
sisi air 22
Persamaan (2.48) Pressure drop .... 23
Persamaan (2.49) Pressure drop .... 23
Persamaan (2.50) Pressure drop .... 23

commit to user

xiv
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

DAFTAR NOTASI

 = luas perpindahan panas (m2)


 = luas perpindahan panas pipa sisi dinding luar tanpa sirip (m2)
 = luas perpindahan panas pipa sisi dinding dalam (m2)
 = luas penampang duct (m)
 = luas perpindahan panas pada sirip (m2)
 , = luas frontal perpindahan panas sirip (m2)
 , = luas frontal inti radiator (m2)
 , = luas frontal pipa coolant (m2)
 = luas perpindahan panas total pada sisi coolant (m2)
 = luas perpindahan panas total pada sisi udara (m2)
 , = luas laluan udara total pada radiator (m2)
 , = luas laluan coolant total pada radiator (m2)
 = luas penampang pipa coolant sisi dinding dalam (m2)
 = luas permukaan rata-rata dinding pipa (m2)
 = tinggi inti (m)
 = ketebalan inti (m)
 = lebar inti (m)
 , = panas jenis udara (J/kg.oC)
 , = panas jenis air (J/kg.oC)
, = diameter hidrolik yang terbentuk pada sirip (m)
, = diameter hidrolik pipa radiator (m)
/ = kekasaran relatif
 = faktor koreksi metode LMTD
 = faktor gesekan aliran udara
 = tinggi sirip (m)
 = panjang sirip (m)
 = panjang sirip (m)
 = fin pitch (m)
commit to user

xv
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

 = ketebalan sirip (m)


 = percepatan gravitasi = 9.8 (m/s2)
 = konduktivitas termal (W/m.oC)
 = konduktivitas termal udara (W/m.oC)
 = konduktivitas termal coolant (W/m.oC)
 = konduktivitas termal dinding pipa (W/m.oC)
 = konduktivitas termal air di pipa radiator (W/m.oC)
 = panjang pengukuran pressure drop (m)
! = laju aliran massa udara (kg/s)
! = laju aliran massa air (kg/s)
" = jumlah pipa coolant
" = jumlah sirip dalam satu profil
" = jumlah profil
" = jumlah kolom pipa coolant di kedalaman inti
"# = bilangan Nuselt
$ = keliling penampang pipa coolant sisi dinding dalam (m)
$% = tekanan udara masuk duct
$& = tekanan udara keluar duct
$' = tekanan atmosfer = 101325 Pa
( = laju perpindahan panas (Watt)
( = laju perpindahan panas di sisi udara (W)
()* = laju perpindahan panas rata-rata (W)
( = laju perpindahan panas di sisi coolant (W)
+ = bilangan Reynolds
+,, = bilangan Reynold berdasarkan diameter hidrolik
+ = bilangan Reynolds aliran coolant di pipa radiator
+, = faktor pengotoran di sisi air
+, = faktor pengotoran di sisi udara
+ = radius ujung sirip (m)
+ = radius ujung pipa coolant (m)
-.' = Specific gravity air raksacommit
= 13.56to user

xvi
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

-.' = Specific gravity minyak rem = 1.05


-/ = bilangan Stanton
0 = temperatur permukaan benda (K)
0 = temperatur fluida (oC)
0, = temperatur udara masuk saluran (oC)
0, = temperatur udara keluar saluran (oC)
0, = temperatur bulk udara (oC)
0, = temperatur bulk air (oC)
0, = temperatur air masuk pipa radiator (oC)
0, = temperatur air keluar pipa radiator (oC)
0 = temperatur permukaan benda (oC)
0, = temperatur dinding dalam pipa radiator (oC)
23455 o
0, = temperatur dinding luar pipa radiator = 6
( C)

7 = kecepatan aliran fluida dalam pipa (m/s)


7 = kecepatan udara rata-rata pada duct (m)
7 = kecepatan air di pipa coolant (m/s)
7! = debit air masuk radiator (m3/s)
= diffusivitas momentum (m2/s)
8 = ketebalan bahan (m)
9 = panjang penampang pipa coolant (m)
9 = lebar penampang pipa coolant (m)
9 = panjang pipa coolant (m)
9 = ketebalan pipa coolant (m)
= sudut kemiringan manometer = 15o
:' = berat jenis minyak raksa di dalam monometer ( kg/m2.s2)
: = berat jenis aliran air dalam radiator (kg/(m.s))
; = viskositas dinamik udara (kg/m.s)
; = viskositas dinamik air (kg/m.s)
< = massa jenis udara (kg/m3)
<' = massa jenis fluida (mercury) dalam manometer (kg/m3)
< = massa jenis air (kg/m3) commit to user
xvii
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman
Lampiran 1. Tabel data hasil pengamatan .... 41
Lampiran 2. Contoh perhitungan ............. 45
Lampiran 3. Tabel data hasil perhitungan. 50
Lampiran 4. Properties Ethylene Glycol .. 53
Lampiran 5. Properties air ....... 54
Lampiran 6. Properties udara ... 55
Lampiran 7. Alat penunjang yang digunakan ...... 56

commit to user

xviii