Anda di halaman 1dari 17

MINI RISET

KESELAMATAN KERJA DAN TATA LETAK BENGKEL


Ir.Firdaus, M.Kes.

DISUSUN OLEH :
ASTONI SINAMBELA
KRISTIAN NAINGGOLAN
MUHHAMAD SUHENDRA

PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIMED
2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dimana atas berkat kasih
karunianya yang begitu besar sehingga kami dapat menyelesaikan makalah mini riset
dengan judul KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA INDUSTRI
SEMEN dengan baik. Makalah mini riset ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu
tentang yang saya sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber.
Akhirnya saya menyadari bahwa tulisan ini jauh dari sempurna, karena itu tanggapan
dan bimbingan dari dosen saya, dari para pembaca umunya sangat saya harapkan demi
kesempurnaan tulisan ini di masa yang akan datang. Atas semua tanggapan dan bimingan
yang ikhlas terlebih dahulu saya ucapkan terimakasih.

Medan, 22 November 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ...............................i

Daftar Isi ........................................................ ii

Bab I Pendahuluan

A. Latar Belakang .......................... 1

B. Rumusan Masalah ..........................2

C. Tujuan .....................................................2

D. Manfaat ...................... .....3

Bab II Tinjauan Pustaka

A. Pengertian Kesehatan Kerja ......................... 4

B. Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja..........................................7

C. Contoh Sistem Manajemen K3 yang digunakan di beberapa Perusahaan CS... 8

D. Pencegahan dan Kontrol resiko ............ ........... 9

Bab III Metode Penelitian

A. Jenis Dan Desain Penelitian.......................11

B. Populasi Sampel dan Sampling........................11

BAB IV Penutup

A. Kesimpulan...............................13

B. Saran..................................13

Daftar Pustaka ........................ ...14

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perusahaan-perusahaan telah berkomitment penuh untuk meningkatkan


kinerja keselamatan kerja dalam perusahaan mereka dan telah mencapai peningkatan
yang berarti. Menyadari kenyataan ini, beberapa perusahaan semen memprakarsai
Cement Sustainability Initiative (CSI) sebagai program yang disponsori oleh anggota dari
World Business Council for Sustainable Development ( WBCSD) dimana saat ini, 16
(enam belas) perusahaan semen secara bersama-sama yang mewakili lebih dari separuh
industri kelas dunia di luar China, mensponsori inisiatif ini.
Di mulai pada akhir tahun 1999, Lembaga ini melaksanakan
1. Riset yang bersifat independen terhadap kinerja industri dan issue penting
bagi kesinambungan yang dihadapi.
2. Seri dialog yang mendapat fasilitas dari para Stakeholder di 7 kota (Kairo,
Kuritiba, `Bangkok, Lisbon, Brussels, Washington DC dan Beijing)
3. Serirekomendasi independen untuk meningkatkan kinerja.
4. Agenda industri dari tindakan-tindakan yang terkait dengan isu-isu yang timbul
( Substudy laporan CSI) .
Menjamin kondisi kesehatan dan keselamatan kerja untuk karyawan dan
kontrakto merupakan dasar dari tanggung jawab sosial korporasi dan merupakan salah
satu dari isu penting di industri semen. Anggota CSI menyadari perlunya diberikan
lebih banyak perhatian pada area ini di seluruh industri dan komitmen untuk
memainkan peran utama dalam prosesnya Sebagai latar belakang kutipan-kutipan berikut ini
mengihtisarkan temuan CSI sebelumnya dalam hal keselamatan & kesehatan kerja ( Agenda
Tindakan, 2004 ).

1
Prioritas terpenting bagi perusahaan semen yang berhubungan dengan kesehatan karyawan
adalah jaminan kesehatan & keselamatan kerja, baik untuk pekerja maupun tenaga
kontraktor. Industri semen belum semaju industri manufaktur berat lainnya dalam hal
implementasi sistem K3, di masa mendatang Perusahaan semen perlu memikirkan desain area
dan peralatan kerja yang aman dan inheren guna meminimalkan potensi kecelakaan. Sebagai
tambahan, konsiten dengan prinsip pengembangan yang berkelanjutan, diketahui ada
sejumlah isu lain mengenai kesehatan pekerja yang dapat dibantu oleh pihak Perusahaan,
seperti pelatihan, pengembangan karir, peningkatan professional, penghargaan terhadap hak
pekerja, kebebasan berkomunikasi dan berasosiasi, keseimbangan antara komitmen kerja dan
kehidupan pribadi/keluarga, peningkatan dari perbedaan, larangan diskriminasi dan
pelecehan. Langkah-langkah di atas akan memberi kontribusi pada produktifitas karyawan
dan kesadaran kesehatan, juga loyalitas dan kebanggaan (yang dapat disimpulkan dari
kesehatan karyawan; July, 2002 ).

B. Rumusan Masalah
Apa itu Kesehatan dan Keselamatan Kerja Pada Industri Semen beserta contohnya.
Mahasiswa dituntut mengerti apa yang diperlukan dalam Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
Pada Kesehatan dan Keselamatan Kerja Pada Industri Semen perencanaan suatu
sumber daya baik itu sumber daya manusia/sumber daya perusahaan.
Tahapan dalam proses perencanaan K3 dimulai dari arah strategi perusahaan. Arah
strategi perusahaan akan memberikan acuan mengenai profil dan kebutuhan pegawai yang
perlu dipenuhi. Dengan demikian, diharapkan akan muncul adanya koneksi antara strategi K3
di masa depan dengan strategi pengembangan K3 yang akan dijalankan.

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Makalah ini dibuat agar mahasiswa dapat memahami dan mengerti dalam mata kuliah
METODOLOGI PENELITIAN 1 dan dapat memberikan pengetahuan kepada kita sebagai
pembaca serta mempelajari sebagai masalah yang kita bahas dalam metodologi penelitian 1.

2
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui gambaran tentang k3 di industri semen.
b. Untuk mengetahuh gambaran tentang manajemen K3 di industri semen.
c. Untuk mengetahui kebijakan K3 di industri semen.

D. Manfaat
1. Merupakan salah satu usaha untuk memperdalam ilmu Metodologi Penelitian 1.
2. Sebagai bahan masukan bagi penulis lainya yang melakukan penelitian dengan mengankat
makalah yang sama.
3. Dapat di jadikan sebagai bahan masukan bagi industri dalam memberikan pelayanan K3
kepada kariyawan industri semen.

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian
a.KesehatanKerja
Pengertian sehat senantiasa digambarkan sebagai suatu kondisi fisik, mental dan sosial
seseorang yang tidak saja bebas dari penyakit atau gangguan kesehatan melainkan juga
menunjukan kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan dan pekerjaannya.
Paradigma baru dalam aspek kesehatan mengupayakan agar yang sehat tetap sehat dan
bukan sekedar mengobati, merawat atau menyembuhkan gangguan kesehatan atau penyakit.
Oleh karenanya, perhatian utama dibidang kesehatan lebih ditujukan ke arah pencegahan
terhadap kemungkinan timbulnya penyakit serta pemeliharaan kesehatan seoptimal mungkin(
ITB, 13 januari 2009 ).
Status kesehatan seseorang, menurut blum (1981) ditentukan oleh empat faktor yakni :
1. Lingkungan, berupa lingkungan fisik (alami, buatan) kimia (organik /
anorganik, logam berat, debu), biologik (virus, bakteri, microorganisme) dan sosial
budaya (ekonomi, pendidikan, pekerjaan).
2. Perilaku yang meliputi sikap, kebiasaan, tingkah laku.
3. pelayanan kesehatan: promotif, perawatan, pengobatan, pencegahan kecacatan, rehabilitasi,
dan
4. genetik, yang merupakan faktor bawaan setiap manusia.
pekerjaan mungkin berdampak negatif bagi kesehatan akan tetapi sebaliknya pekerjaan
dapat pula memperbaiki tingkat kesehatan dan kesejahteraan pekerja bila dikelola dengan
baik. Demikian pula status kesehatan pekerja sangat mempengaruhi produktivitas kerjanya.
Pekerja yang sehat memungkinkan tercapainya hasil kerja yang lebih baik bila dibandingkan
dengan pekerja yang terganggu kesehatannya.

4
Kesehatan kerja merupakan spesialisasi ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang
bertujuan agar pekerja/ masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya
baik fisik, mental maupun sosial dengan usaha preventif atau kuratif terhadap penyakit/
gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh faktor pekerjaan dan lingkungan kerja serta
terhadap penyakit umum.
Konsep kesehatan kerja dewasa ini semakin banyak berubah, bukan sekedar kesehatan pada
sektor industri saja melainkan juga mengarah kepada upaya kesehatan untuk semua orang
dalam melakukan pekerjaannya (Sumamur, 2004).

b.KeselamatanKerja
Keselamatan kerja atau Occupational Safety, dalam istilah sehari hari sering
disebut dengan safety saja, secara filosofi diartikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk
menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada
khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil budaya dan karyanya. Dari segi keilmuan
diartikan sebagai suatu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan
terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Pengertian Kecelakaan Kerja (accident) adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak
diinginkan yang merugikan terhadap manusia, merusak harta benda atau kerugian terhadap
proses.
Pengertian Hampir Celaka, yang dalam istilah safety disebut dengan insiden
(incident), ada juga yang menyebutkan dengan istilah near-miss atau near-accident,
adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan dimana dengan keadaan yang
sedikit berbeda akan mengakibatkan bahaya terhadap manusia, merusak harta benda atau
kerugian terhadap proses ( ITB, 13 januari 2009 ).

c. Pengertian Industri
Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang
setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk

5
mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian
dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa (
Submitted by godam, 2006 ).

d.Pengertian Semen
Semen adalah salah satu substansi yang paling banyak digunakan di bumi,
membuat
semen merupakan proses enerji dan intensif dalam sumber daya yang membawa
akibat terhadap lingkungan lokal maupun global serta akibat bagi keselamatan &
kesehatan ( Ringkasan laporan CSI tahun 2002 ).

e. Faktor Risiko di Tempat Kerja


Berkaitan dengan faktor yang mempengaruhi kondisi kesehatan kerja, seperti
disebutkan diatas, dalam melakukan pekerjaan perlu dipertimbangkan berbagai potensi
bahaya serta resiko yang bisa terjadi akibat sistem kerja atau cara kerja, penggunaan mesin,
alat dan bahan serta lingkungan disamping faktor manusianya.
Istilah hazard atau potensi bahaya menunjukan adanya sesuatu yang potensial untuk
mengakibatkan cedera atau penyakit, kerusakan atau kerugian yang dapat dialami oleh tenaga
kerja atau instansi. Sedang kemungkinan potensi bahaya menjadi manifest, sering disebut
resiko. Baik hazard maupun resiko tidak selamanya menjadi bahaya, asalkan upaya
pengendaliannya dilaksanakan dengan baik.

Ditempat kerja, kesehatan dan kinerja seseorang pekerja sangat dipengaruhi oleh:
1. Beban Kerja berupa beban fisik, mental dan sosial sehingga upaya
penempatan pekerja yang sesuai dengan kemampuannya perlu diperhatikan
2. Kapasitas Kerja yang banyak tergantung pada pendidikan, keterampilan,
kesegaran jasmani, ukuran tubuh, keadaan gizi dan sebagainya.
3. lingkungan Kerja sebagai beban tambahan, baik berupa faktor fisik, kimia,
biologik, ergonomik, maupun aspek psikososial ( ITB, 13 januari 2009 ).

6
A. Manajemen Kesehatan & Keselamatan
Dalam Agenda tindakan, TF3 saat ini telah membuat draft study kompilasi mengenai
praktek-praktek yang baik/percontohan dalam bidang K3 di industri semen. Dokumen ini
menggariskan bagaimana Manajemen K3 dapat dan seharusnya dicapai tanpa menjadi beban
berlebihan, dokumen ini memberikan panduan praktis mengenai praktek yang baik dari
prosedur keselamatan dalam industri semen berdasarkan pengalaman yang ada dan berfokus
pada kejadian fatal yang dilaporkan serta hasil investigasi dari penyebab kecelakaan. Secara
bersamaan dokumen ini juga memberikan panduan kesehatan karyawan, berfokus pada
masalah kesehatan yang paling umum dan yang secara khusus berhubungan dengan
penggunaan dari bahan bakar pengganti (AFR). Banyak perusahaan yang tergabung dalam
CSI telah mengimplementasikan panduan ini; walaupun telah diketahui sebagai suatu
kebutuhan, hal ini penting untuk disebarluaskan pada industri dengan skala yang lebih luas
dan stakeholders eksternal ( Health and safety, 2004 ).

Yang dilakukan oleh perusahaan perusahaan terkemuka untuk k3 antara lain :


a. Secara jelas menggambarkan apa yang diharapkan dari orang-orang dalam hal
keselamatan Setiap jenjang karyawan, dari eksekutif yang paling senior hingga pekerja yang
baru bekerja, secara jelas mengerti apa yang diharapkan dari K3. Terdapat standard yang
khusus dan mengikat untuk setiap orang di semua jenjang kegiatan kerja utama. Tanpa
standar yang mencukupi, sulit dilakukan pengukuran, evaluasi, koreksi atau rekomendasi
yang berarti dari suatu kinerja.
b. Menggabungkan keselamatan dalam proses bisnis sebagai suatu strategi operasional.
Pimpinan di seluruh dunia telah menyadari bahwa sistem keselamatan yang
dikelola denganbaik akan memberikan strategi operasional untuk meningkatkan
manajemen secara keseluruhan. Dalam tahun-tahun terakhir organisasi-organisasi utama
secara signifikan telah menemukan bahwa aplikasi dan tehnik manajemen keselamatan
bukan hanya mengurangi cidera dan penyakit namun juga terjadi peningkatan yang
dapat terukur dalam hal efisiensi, kualitas dan produktifitas.
c. Menggunakan standar K3 secara proaktif.
Konsultan manajemen terkemuka telah menekankan : Jika Anda tidak
dapat mengukurnya, anda tidak dapat menegelolanya. Inti dari manajemen keselamatan
adalah

7
mengukur kinerja dalam terminologi yang dapat diukur dan obyektif. Perusahaa-
perusahaan terkemuka secara standar menilai proses mereka untuk menentukan
apakah mereka telah cukup melakukan pengendalian resiko yang ada. Walaupun
mereka mendata ukuran keselamatan setelah ada konsekuensi atas kenyataan seperti yang
diminta misalnya oleh OHSA recordablerates dan lost time rate, mereka tidak
hanya mengandalkan laporan tersebut pada trailingindicator ( Les smith, 2004 ).

B. Contoh Sistem Manajemen K3 yang digunakan di beberapa Perusahaan CSI

Sebagai contoh kebijakan K3 secara umum, terlampir yang dipergunakan oleh perusahaan
CSI.
Kebijakan K3 secara berkelompok mensyaratkan semua Manajer setempat untuk :
- Mematuhi semua peraturan K3
- Menyediakan tempat kerja yang sehat dan aman bagi semua pekerja ( baik pekerja
langsung maupun tidak langsung)
- Secara terus menerus meningkatkan praktek K3 industri yang terbaik Kebijakan K3 group
juga mensyaratkan semua pekerja ( baik langsung maupun tidak langsung) untuk bekerja
dengancara yang aman & sehat sebagaimana disyaratkan oleh hokum dan diperintahkan oleh
Manajemen.
Contoh lain dari kebijakan K3 yang digunakan oleh perusahaan CSI :
Perusahaan menempatkan nilai tertinggi pada jaminan keselamatan & kesehatan bagi
karyawan, sub-kontraktor , pihak ketiga, dan pengunjung kami. Sekalipun kinerja kami
dibandingkan dengan Perusahaan yang terbaik dalam industri yang sama seperti misalnya
industri pertambangan dan industri berat memperlihatkan bahwa kami belum melaksanakan
K3 sebaik yang telah mereka terapkan, kami harus tetap meningkatkannya secara signifikan.
Tujuan kami adalah untuk mencapai nihil kecelakaan yang menyebabkan kematian atau cacat
permanen dan untuk secara substansial mengurangi kecelakaan yang menyebabkan
kehilangan jam kerja (lost time injury). Perusahaan menerapkan tantangan untuk mencapai
tujuan ini secara serius. Selama tahun 2002/2003 , Komite Eksekutif telah menunjuk K3
sebagai suatu fokus korporasi

8
yang utama. Kami telah menetapkan target dan standar K3 secara umum yang bersifat wajib
bagi semua perusahaan dalam group, dalam hal ini termasuk kontraktor. Untuk membantu
mencapai target dan standar ini, kami telah membuat suatu buku panduan K3 yang
menggambarkan elemen utama, sistem dan prosedur sesuai dengan pendekatan kami. Kami
juga telah membuat protokol audit penilaian standar untuk perusahaan kami guna keperluan
memonitor kemajuan mereka dalam pencapaian standar dunia ( Health and safety, 2004 ).

C. Pencegahan dan Kontrol resiko

a. Peralatan Menetap dan Bergerak


Instalasi baru didesain dan dibangun dengan mempertimbangkan keamanan operasi
dan keamanan personil perawatan.Instalasi dan peralatan yang bergerak harus diperlihara
secara efektif, diuji dan dilakukan inspeksi, merupakan subyek untuk dikontrol secara rutin.

b. Alat Pelindung Diri (APD)


APD guna keperluan kerja harus diidentifikasi, kondisi di mana APD harus dikenakan
harus ditentukan dan direncanakan secara sesuai dan dirancang meliputi training dan
pengawasan untuk menjamin APD dikenakan (lihat Appendix data sheet penggunaan APD)

c. Instruksi, peraturan dan prosedur


Instruksi, peraturan dan prosedur dibuat sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara
aman, tanpa resiko pada kesehatan, dan sesuai dengan penilaian resiko, akan bersifat :
- Tertulis
- Selalu disesuaikan / diperbaharui
- Sesuai dengan peraturan hokum/regulasi
- Realistik
- Diketahui dan dimengerti oleh semua pihak yang terlibat
- Ditindaklanjuti dan dihargai

9
d. Program Tanggap Darurat
Semua lokasi kerja harus memiliki rencana tanggap darurat, yang berhubungan
dengan sifat operasi mereka dan resiko yang telah dinilai. Rencana ini harus di perbaharui,
jika diperlukan dikomunikasikan dan dipraktekan secara rutin. Latihan wajib dilakukan dan
dilatih secara rutin mencakup skenario yang direncanakan atas resiko yang berpotensi tinggi.
(lihat appendix untuk kebijakan tanggap darurat).
Penelitian yang dilakukan di industri semen memperlihatkan bahwa 155 kasus cidera
terbakar terjadi pada populasi dengan jumlah pekerja 3200 orang, umur pekerja 30 50 tahun
(El-Megged dkk,1999) dengan jumlah total kerugian hari kerja sebanyak 4776 hari, rata-rata
31 hari per kasus. Penelitian ini menitikberatkan perlunya kebutuhan untuk menjamin kontrol
yang efektif .
Selama operasi berjalan normal; bahan mentah panas, produk antara dan produk akhir
ditampung dan menjadi pokok perhatian. Diketahui adanya resiko besar saat kontak yang
dimungkinkan terjadi saat operasi berjalan abnormal, kegiatan membersihkan sumbatan,
melaksanakan perbaikan/perawatan atau dalam kondisi emerjensi. Ini tidak selalu jelas
saat sesuatu alat/material panas atau tidak, resiko mencakup cidera yang dapat terjadi
pada orang (terbakar) atau kebakaran akibat kontak dengan bahan-bahan yang mudah
terbakar seperti oli, scaffold boards, tangga, kabel listrik.

10
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Disain Penelitian


Jenis penelitian yang digunakan yaitu Kuantitatif yang di terjemahkan dengan angka
dan menggunakan rancangan case control dimana di observasi untuk kebelakangnya melalui
pengukuran dan pengamatan pada saat yang bersamaan.

B. Populasi Sampel dan Sampling


1. Populasi
Populasi adalah wilayah generelisasi yang terdiri atas objek, subjek yang mempunyai
kuantitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian
diambil kesimpulan (Sugiyono, 2005).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kariyawan yang bekerja di
industri semen dengan jumlah pekerja 3200 orang umur pekerja 30-50
tahun.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi
(sugiyono, 2005).
Sampel dalam penelitian ini berjumlah 3200 orang.
Dengan rumus sebagai berikut :
N
n= 3200
n=
1 + N (d) 161
n = 19 orang

3200
n=
1 + 3200 (0,05)
3200
n=
1 + 160
11
Jadi Besar sampel yang digunakan penelitian berjumlan 19 orang
Keterangan : N = Jumlah Populasi
D = Tingkat ketepatan (0,05)
n = Jumlah Sampel
3. Sampling
Sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel untuk menentukan sampel
yang akan digunakan dalam penelitian. Teknik pengambilan sampling dengan menggunakan
closter sampling yaitu pengambilan sampel dimana pengelompokan sampel berdasarkan
wilayah, lokasi, populasi, di gunakan (sugiyono, 2005)

12
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Menjamin kondisi kesehatan dan keselamatan kerja untuk karyawan dan kontraktor
merupakan dasar dari tanggung jawab sosial korporasi dan merupakan salah satu dari isu
penting di industri semen. Anggota CSI menyadari perlunya diberikan lebih banyak perhatian
pada area ini di seluruh industri dan komitmen untuk memainkan peran utama dalam
prosesnya.
Prioritas terpenting bagi perusahaan semen yang berhubungan dengan kesehatan
karyawan adalah jaminan kesehatan & keselamatan kerja, baik untuk pekerja maupun tenaga
kontraktor. Industri semen belum semaju industri manufaktur berat lainnya dalam hal
implementasi sistem K3, di masa mendatang Perusahaan semen perlu memikirkan desain area
dan peralatan kerja yang aman dan inheren guna meminimalkan potensi kecelakaan. Sebagai
tambahan, konsiten dengan prinsip pengembangan yang berkelanjutan, diketahui ada
sejumlah isu lain mengenai kesehatan pekerja yang dapat dibantu oleh pihak Perusahaan,
seperti pelatihan, pengembangan karir, peningkatan professional, penghargaan terhadap hak
pekerja, kebebasan berkomunikasi dan berasosiasi, keseimbangan antara komitmen kerja dan
kehidupan pribadi/keluarga, peningkatan dari perbedaan, larangan diskriminasi dan
pelecehan.

B. Saran
1. Bagi Tenaga Karyawan Industri Semen
Diharapkan untuk selalu memakai APD saat bekerja agar terhindar dari marabahaya
yang ada di sekeliling kita, dan supaya kesehatan para karyawan aman untuk yang akan
dating.
2. Bagi institusi dan Peneliti Lainya
Diharapkan dimasa yang akan datang dilakukan penelitian lebih lanjut tentang K3
Pada Industri Semen.

13
DAFTAR PUSTAKA

http://www.ilo.org/public/english/protection/safework/managmnt/guide.htm
http://ifcln1.ifc.org/ifcext/enviro.nsf/Content/environmentalGuidelines
http://ifcln1.ifc.org/ifcext/enviro.nsf/AttachmentsByTitle/gui OHS/$FILE/OHSguideline.pdf
http://www.ohsas-18001-occupational-health-and-safety.com
Sugiyono,2005.statistik untuk penelitian. Bandung : Alfabeta

14

Anda mungkin juga menyukai