Anda di halaman 1dari 2

Nama : Krisnawan

Matakuliah : Homiletik III


Dosen : Siliwanus Gabriel, M. Th.
Tugas : Khotbah Visioner
Pertahankan Kemerdekaan
Galatia 5:1
Subyek
Tuhan telah memerdekakan kita dari semua belenggu dosa, karena itu jangan mau
dikenakan kuk perhambaan kembali.
Pada asalnya manusia diciptakan oleh Allah sangat istimewa, hal ini dikarenakan
manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Namun, akibat ketidaktaatan manusia
terhadap perintah Allah, membuat manusia jatuh dalam dosa. Ketidaktaatan manusia akan
perintah Allah ini membuat manusia terbelenggu dengan kuasa dosa. Ini dapat diartikan
bahwa manusia telah menjadi budak dosa. Bila dilihat dari budaya orang Yahudi pada saat
itu, seorang budak akan dapat mengalami kemerdekaan apabila ada seorang yang mau
membebaskan dia dengan menebusnya. Dengan demikian, bagaimana manusia dapat
merdeka dari belenggu dosa?
Figur
Kita adalah orang yang terbelenggu dengan dosa, hal ini secara otomatis menjadikan
manusia adalah budak dosa. Jika seorang telah menjadi budak, maka ia tidak dapat
menyelamatkan dirinya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa manusia tidak akan bisa
merasakan kemerdekaan dengan melakukan berbagai cara menurut dirinya sendiri. Dengan
situasi seperti ini banyak orang yang beranggapan bahwa percuma mau membebaskan dirinya
dari dosa karena hal ini tidaklah mungkin, lebih baik melakukan hal-hal yang berdosa.

Ground
Manusia tidak dapat membebaskan dirinya dari belenggu dosa dengan caranya
sendiri. Manusia akan bebas apabila ada seorang yang mau menebusnya. Hanya satu yang
mau menebus manusia dari belenggu dosa yaitu Allah sendiri yang dinyatakan dalam karya
keselamatan yang dilakukan Yesus di atas kayu salib. Dengan kematian Yesus ini membuat
manusia sungguh-sungguh meraskan kemerdekaan, seperti yang dinyatakan dalam kitab
Galatia. 5:1 (Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, KRISTUS telah memerdekakan kita.
Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan). Karena Yesus

STT Berea | 1
telah menebus diri kita dari belenggu dosa, maka tetaplah berdiri teguh dan jangan mau lagi
dijadikan budak dosa lagi.
Komposisi
Jemaat melihat bahwa mereka telah dibebaskan dari belenggu dosa, serta melihat
bahwa belenggu dosa tersebut telah dihancurkan. Hal ini memberi gambaran kepada jemaat
bahwa dengan kematian Yesus di atas kayu salib, membewa kemerdekaan.
Garis dan bentuk
Dalam ayat ini dijelaskan mengenai bahwa kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus
telah rela mati di atas kayu salib untuk menebus manusia dari belenggu dosa. Dengan hal ini,
berarti bahwa kita sekarang tidak lagi menjadi budak dosa. Tetapi kita sekarang menjadi
miliknya Tuhan. Kemenagan ini haruslah kita jaga dalam diri kita, jangan sampai dalam
kehidupan kita menjadi manusia yang terbelenggu dosa. Tetap terus diinat bahwa kita bukan
lagi menjadi budak dosa namun sekarang kita telah menjadi orang yang merdeka. Dengan
demikian, kita haruslah terus berdiri teguh dalam diri kita karena ketika kita tidak terus
berdiri dengan teguh maka kita akan membuat kita menjadi terikat kambali dengan belenggu-
belenggu dosa.
Warna dan Cahaya
Yesus itu sangat luar biasa. Ia telah rela mati bagi kita untuk menebus dosa kita.
Kematian Yesus diatas kayu salib membuktikan bahwa Ia sungguh-sungguh membawa kita
dalam kemenangan. Dengan demikian kita harus tetap berdiri teguh serta tetaplah hidup
sebagai orang yang merdeka, seperti yang dikatakan dalam kitab 1 Petrus 2:16 Hiduplah
sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu
untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.

Sekarang kita bukan lagi budak dosa, namun kita telah dijadikan orang yang merdeka.
Tetaplah jaga diri kita agar dalam diri kita tidak lagi terkena kuk perhambaan. Hal ini
haruslah terus kita lakukan dalam diri kita.
Tanggapan yang diharapkan
Saudara-saudara, saya berharap kita semua harus menyadari dalam diri kita bahwa
kita adalah orang yang sungguh-sungguh telah dimerdekakan oleh Tuhan. Kita harus selalu
berdiri teguh dalam diri kita, karena apabila kita tidak berdiri teguh maka kuk perhambaan
tersebut dapat terpasang dalam diri kita kembali. Tetaplah hidup seberti seorang pemenang.

STT Berea | 2