Anda di halaman 1dari 14

BAB I

Sebuah Pengantar Untuk Mengenal Dan Memahami Akuntansi Sektor Publik

Pendahuluan

Sebuah pertanyaan yang sering muncul-berdasr pengalaman penulis sebagai


pengasuhmata kuliah-di awal perkuliahan Akuntansi Sektor Publik (ASP) dari mahasiswa
adalah: Apa yang dipelajari dalam perkuliahan ASP, dan apa bedanya dengan perkuliahan
Akuntansi Pemerintahan? Pertanyaan tersebut sangat dapat dimaklumi karena memang
selama ini pada umumnya yang dipelajari dalam perkuliahan ilmu akuntansi sector bisnis.
Sector bisnis yang dikenal adalah perusahaan. Oleh karena itulah, dapat dipahami mengapa
diawal perkuliahan jurusan akuntansi sebuah fakultas ekonomi (sekarang sudah banyak yang
berubah menjadi fakultas ekonomika dan bisnis) diajarkan seluk beluk bisnis khususnya
seluk-beluk perusahaan.
Jenis perusahaan pastilah dikenalkan dari sisi kepemilikan. Dari sinilah dikenal jenis
perusahaan perorangan, persekutuan, dan perseroan. Selanjutnya jenis perusahaan dikenalkan
pula untuk kepentingan pengajaran akuntansi dengan menggolongkan perusahaan menjadi
perusahaan jasa, perusahaan dagang, dan perusahaan manufaktur. Lebih jauh, jenis
perusahaan yang biasa digunakan dalam memahami akuntansi adalah perusahaan-perusahaan
besar yang umumnya berbentuk Perseroan Terbatas (PT). perusahaan yang berbentuk PT
yang dipelajari adalah PT yang terbuka, artinya PT yang menjual sahamnya melalui pasar
modal, yang dikenal dengan PT yang go public. Oleh karena itu,wajarlah pertanyaan
kemudian muncul dengan adanya public sector accounting, yang barangkali dapat
membingungkan dengan kata public tersebut.
Kata public dalam konteks public finance umumnya diartikan sebagai
pemerintah. Jadi, sangat wajar pula ada pertanyaan perbedaan akuntansi sector publik dengan
akuntansi pemerintahan. Tulisan singkat berikut ini mencoba mengklarifikasi hal-hal diatas
yang sekaligus merupakan penjelasan sekilas isi dari buku Teori, Konsep dan Aplikasi
Akuntansi Sektor Publik ini.
Akuntansi dan Akuntansi Sektor Publik

Menurut Prof. Dr. Mardiasmo, MBA, Ak.

Akuntansi sektor publik pada awalnya merupakan aktivitas yang terspesialisasi dari
suatu profesi yang relative kecil. Namun demikian, saat ini akuntansi sektor publik sedang
mengalami proses untuk menjadi disiplin ilmu yang lebih dibutuhkan dan substansial
keberadaannya.
Akuntansi sektor publik memiliki kaitan yang erat dengan penerapan dan perlakuan
akuntansi pada domain publik. Domain publik sendiri memiliki wilayah yang lenih luas dan
kompleks dibandingan dengan sektor swasta. Keluasan wilayah publik tidak hanya
disebabkan luasnya jenis dan bentuk organisasi yang berbeda di dalamnya, akan tetapi juga
karena kompleksnya lingkungan yang mempengaruhi lembaga-lembaga publik tersebut.
Secara kelembagaan, domain publik antara lain meliputi badan-badan pemerintahan
(pemerintahan pusat dan daerah serta unit kerja pemerintah), perusahaan milik negara
(BUMN dan BUMD), yayasan, organisasi politik dan organisasi massa, Lembaga Swadaya
Masyarakat (LSM), universitas dan organisasi nirlaba lainnya. Jika dilihat dari variable
lingkungan, sektor publik, dipengaruhi oleh banyak faktor tidak hanya faktor ekonomi
semata, akan tetapi faktor politik, sosial, budaya, dan historis juga memiliki pengaruh yang
signifikan. Sektor publik tidak seragam dan sangat heterogen.
Istilah sektor publik sendiri memiliki pengertian yang bermacam-macam. Hal
tersebut merupakan konsekuensi dari luasnya wilayah publik, sehingga setiap disiplin ilmu
(ekonomi, politik, hokum, dan sosial) memiliki cara pandang dan definisi yang berbeda-beda.
Dari sudut pandang ilmu ekonomi, sektor publik dapat dipahami sebagai suatu entitas yang
aktivitasnya berhubungan dengan usaha untuk menghasilkan barang dan pelayanan publik
dalam rangka memenuhi kebutuhan dan hak publik.
Beberapa tugas dan fungsi sektor publik sebenernya dapat juga dilakukan oleh sektor
swasta, misalnya tugas untuk menghasilkan beberapa jenis pelanyan publik, seperti layanan
komunikasi, penarikan pajak, pendidikan, transportasi publik, dan sebagainya. Akan tetapi
untuk tugas tertentu keberadaan sektor publik tidak dapat digantikan oleh sektor swasta,
misalnya fungsi birokrasi pemerintahan. Sebagai konsekuensinya, akuntansi sektor publik
dalam beberapa hal berbeda dengan akuntansi pada sektor swasta.

Mulia Rahmah S.Kom M.Si ASP Semester Ganjil Th Akademik 2016/2017Page 1


Menurut Deddi Nordiawan

Organisasi sektor publik merupakan sebuah entitas ekonomi yang memiliki keunikan
tersendiri. Disebut sebagai entitas ekonomi karena memiliki sumber daya ekonomi yang tidak
kecil, bahkan bias dikatakan sangat besar. Organisasi sektor publik juga melakukan transaksi-
transaksi ekonomi dan keuangan. Tetapi berbeda dengan entitas ekonomi yang lain,
khususnya perusahaan komersial yang mencari laba, sumber daya ekonomi organisasi sektor
publik dikelola tidak untuk tujuan mencari laba (nirlaba).

Orgnisasi sektor publik menjadi berbeda dan unik karena memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Dijalankan tidak untuk mencari keuntungan financial
2. Dimiliki secara kolektif oleh publik.
3. Kepemilikan atas sumber daya tidak digambarkan dalam bentuk saham yang
dapatdiperjualbelikan.
4. Keputusan-keputusan yang terkait kebijakan maupun operasi didasarkan pada konsensus.

Meskipun mempunyai keunikan-keunikan tersebut di atas, sebagai entitas ekonomi organisasi


sektor publik tetap memiliki kesamaan dengan entitas bisnis lainnya. Beberapa kesamaan
tersebut antara lain:
1. Keduanya merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam sebuah sistem perekonomian
nasional yang secara bersama-sama menggunakan sumber daya, baik sumberdaya
financial, modal, maupun manusia. Keduanya saling bertransaksi dan saling
membutuhkan.
2. Keduanya sama-sama menghadapi sumber daya ekonomi yang terbatas untuk mencapai
tujuan-tujuannya.
3. Keduanya mempunyai pola manajemen keuangan yang sama yang dimulai dari
perencanaan sampai pengendalian di mana penggunaan akuntansi menjadi kebutuhan.
4. Dalam beberapa hal, keduanya mempunyai output produksi yang sama.

Mulia Rahmah S.Kom M.Si ASP Semester Ganjil Th Akademik 2016/2017Page 2


Menurut Drs. Tulis S. Meliala, Akt , Niko Silitonga, SE., MM , Dr. Timbul Sinaga, SE.,
MSA

Definisi Akuntansi Sektor Publik adalah suatu proses pengumpulan, pencatatan,


pengklasifikasian, penganalisaan, dan pelaporan transaksi keuangan dari suatu organisasi
publik yang menyediakan informasi keuangan bagi para pemakai laporan keuangan yang
berguna untuk mengambil keputusan.
Definisi akuntansi pemerintah adalah suatu proses pengumpulan, pencatatan,
pengklasifikasian, penganalisaan, dan pelaporan transaksi keuangan dari suatu pemerintahan
yang menyediakan informasi keuangan bagi para pemakai laporan keuangan yang berguna
untuk mengambil keputusan.
Maka perbedaan Accounting Financial dengan Accounting Publik adalah:
Akuntansi Keuangan = yang mengelola adalah pihak swasta atau perusahaan
pemerintah yang tujuan nya profit motif.
Akuntansi Sektor Publik = yang mengelola adalah pihak swasta atau pemerintah yang
tujuan nya non profir motif (nirlaba)
Untuk perusahaan-perusahaan Negara yang dananya juga dari masyarakat tetapi
tujuan perusahaannya adalah profit motif seperti PT. Perkebunan, BUMN, dan lain-lain maka
akuntansi yang digunakan adalah akuntansi keuangan komersial.

Menurut Abdul Halim, Syam Kusufi

Untuk memudahkan dalam memahami atau setidaknya mengenal akuntansi sektor


publik, maka akuntansi sebaiknya dilihat sebagai proses.

Berikut ini definisi akuntansi dari perspektif proses

Akuntansi adalah suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan dan pelaporan


transaksi ekonomi (keuangan)ndari suatu organisasi atau entitas yang dijadikan sebagai
informasi dalam rangka mengambil keputusan ekonomi oleh pihak-pihak yang memerlukan
(American Accounting Association, 1966)
Organisasi jika dilihat dari tujuan nya dapat digolongkan pada organisasi yang
betujuan atau bermotif mencari laba, dan organisasi yang bertujuan atau bermotif selain
mencari nirlaba. Akuntansi untuk organisasi yang bertujuan mencari laba dikenal dengan
Akuntansi (Sektor) Bisnis, dan untuk organisasi yang bertujuan selain mencari laba dikenal
dengan Akuntansi Sektor Publik. Dengan demikian ASP dapat diberi definisi sebagai :

Mulia Rahmah S.Kom M.Si ASP Semester Ganjil Th Akademik 2016/2017Page 3


Suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan dan pelaporan transaksi
ekonomi (keuangan) dari suatu organisasi atau entitas publik seperti pemerintahan, LSM,
dan lain-lain yang dijadikan sebagai informasi dalam rangka mengambil keputusan
ekonomi oleh pihak-pihak yang memerlukan.
Organisasi sektor publik yang paling mudah dikenal adalah organisasi pemerintah.
Organisasi pemerintah sebagaimana organisasi publik umumnya, akan beraktivitas
berdasarkan anggaran.

Perbedaan dan Persamaan Sektor Publik dan Sektor Swasta

Menurut Prof. Dr. Mardiasmo, MBA, Ak.

Perbedaan Sifat dan Karakteristik Organisasi Sektor Publik dengan Sektor Swasta,:
Perbedaan Sektor Publik Sektor Swasta
Tujuan Organisasi Nonprofit motive Profit motive
Sumber Pendanaan Pajak, retribusi, utang, Pembiayaan internal: Modal
obligasi, pemerintah, laba sendiri, laba ditahan,
BUMN/BUMD, penjualan penjualan aktiva.
aset negara dsb. Pembiayaan eksternal: utang
bank, obligasi, penerbitan
saham
Pertanggungjawaban Pertanggungjawaban kepada Pertanggungjawaban kepada
masyarakat (publik) dan pemegang saham atau
parlemen (DPR/DPRD) kreditor
Struktur Organisasi Birokratis, kaku dan hierarkis Fleksibel: datar, pyramid,
lintas fungsional, dsb.
Karakteristik Anggaran Terbuka untuk publik Tertutup untuk publik
Sistem Akuntansi Cash Accounting Accrual Accounting

Tabel 1.1
Perbedaan Sifat dan Karakteristik Organisasi Sektor Publik dengan Sektor Swasta

Mulia Rahmah S.Kom M.Si ASP Semester Ganjil Th Akademik 2016/2017Page 4


Menurut Deddi Nordiawan

Secara umum, yang membedakan secara signifikan antara organisasi sektor publik dengan
perusahaan :
1. Tujuan Organisasi
Perusahaan komersial bertujuan untuk memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham
melalui penciptaan keuntungan, sedangkan organisasi sektor publik mempunyai tujuan
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan. Dengan kata lain,
perusahaan merupakan organisasi yang dijalankan untuk mencari laba atau profit (profit
oriented), sedangkan organisasi sektor publik merupakan organisasi yang dijalankan
bukan untuk mencari laba (non-profit-oriented)
2. Sumber sumber Pendanaan
Perusahaan komersial didanai melalui hasil operasi perusahaan bersangkutan selain
investasi dari pemegang saham. Sementara itu sesuai dengan tujuan, organisasi sektor
publik mendanai operasinya tidak melalui laba operasi tetapi melalui cara khusus berupa
sumbangan atau melalui cara khusus berupa sumbangan atau donasi yang bersifat
sukarela. Di organisasi pemerintahan cara seperti ini direalisasikan melalui pembayaran
pajak atau retribusi. Bagi pemerintah daerah, termasuk sumber pendanaan adalah
sumbangan/subsidi dari pemerintah pusat. Di organisasi sektor publik lain sumber
pendanaan bias berupa iuran anggota, subsidi, atau sumbangan dari donator.
3. Peraturan Perundangan
Organisasi sektor publik khususnya lembaga pemerintah harus melakukan aktivitasnya
sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Menurut Drs. Tulis S. Meliala, Akt , Niko Silitonga, SE., MM , Dr. Timbul Sinaga, SE.,
MSA.

Karakteristik Akuntansi Sektor Publik:


Nonprifit motif.
Dimiliki secara kolektif.
Pihak-pihak yang memberikan sumber keuangan tidak harus menerima imbalan langsung
(baik barang maupun jasa)

Mulia Rahmah S.Kom M.Si ASP Semester Ganjil Th Akademik 2016/2017Page 5


Sedangkan Karakteristik bagi Akuntansi Komersial adalah :
Profit motif
Dimiliki secara perorangan atau badan
Persamaan Akuntansi Sektor Publik dengan Akuntansi Keuangan Komersial:
Semua dokumen yang ada harus memenuhi criteria Validitas dan Realibilitas
Laporan keuangannya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat ditelusuri
kewajarannya dan dapat diakui sebagai dasar hokum.

Menurut Abdul Halim, Syam Kusufi

Perbandingan Organisasi Sektor Publik dan Sektor Privat

Variabel Organisasi Sektor Publik Sektor Privat


Tujuan Motif nonlaba Motif laba
Karakteristik Sangat kompleks, domain Lebih spesifik
luas, Pembagian fungsi lebih jelas
Multifungsional, Controllable uncertainty
Ketidakpastian tinggi
Struktur Birokratis, Kaku, Hierarkis Fleksibel
Proses Penuh nuansa politis Nuansa politis lebih tidak
sebesar sektor publik
Sumber dana Publik Pemilik, kreditur, investor
(shareholders)

Tabel 1.2
Perbandingan Organisasi Sektor Publik dan Sektor Privat

Persamaan Sektor Publik dan Sektor Swasta


Meskipun sektor publik memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda dengan sektor swasta,
akan tetapi dalam beberapa hal terdapat persamaan, yaitu:
1. Kedua sektor, baik sektor publik maupun sektor swasta merupakan bagian integral dari
sistem ekonomi di suatu Negara dan keduanya menggunakan sumber daya yang sama
untuk mencapai tujuan organisasi.

Mulia Rahmah S.Kom M.Si ASP Semester Ganjil Th Akademik 2016/2017Page 6


2. Keduanya menghadapi masalah yang sama, yaitu masalah kelangkaan sumber daya
(scarcity of resources), sehingga baik sektor publik maupun sektor swasta dituntut untuk
menggunakan sumberdaya organisasi secara ekonomis, efisien dan efktif.
3. Proses pengendalian manajemen, termasuk manajemen keuangan, pada dasarnya sama
dikedua sektor. Kedua sektor sama-sama membutuhkan informasi yang handal dan
relevan untuk melaksanakan fungsi manajemen, yaitu : perencanaan, pengorganisasian,
dan pengendalian.
4. Pada beberapa hal, kedua sektor menghasilkan produk yang sama, misalnya: baik
pemerintah maupun swasta sama-sama bergerak dibidang transportasi massa, pendidikan,
kesehatan, penyediaan energi, dan sebagainya.
5. Kedua sektor terikat pada peraturan perundangan dan ketentuan hokum lain yang
disyaratkan.

Perkembangan Akuntansi Sektor Publik

Menurut Prof. Dr. Mardiasmo, MBA, Ak.

Berbagai kritik mengenai peran organisasi sektor publik dalam pembangunan telah
mengalami perubahan yang dramatis. Pada tahun 1950-an dan 1960-an sektor publik
memainkan peran utama sebagai pembuat dan pelaksana strategi pembangunan. Istilah
sektor publik mulai dipakai pertama kali pada tahun 1952. Pada waktu itu, sektor publik
sering dikaitkan sebagai bagian dari manajemen ekonomi makro yang terkait dengan
pembangunan pelaksana pembangunan.
Pada tahun 1970-an, adanya kritikan dan serangan dari pendukung teori pembangunan
radikal menunjukan kesan ingin mempertanyakan kembali peran sektor publik dalam
pembangunan. Benarkah sektor publik dapat menggerakan dan mempertahankan
pembangunan? Berbagai kritik muncul terhadap sektor publik dan keberadaannya dianggap
tidak efisien dan jauh tertinggal dengan kemajuan dan perkembangan yang terjadi di sektor
swasta. Sektor publik dianggap lebih rendah kedudukannya dibandingkan dengan sektor
swasta dan bahkan dianggap menggangu pembangunan ekonomi dan sosial itu sendiri dengan
alas an sektor publik sering dijadikan sebagai sarang pemborosan dan inefisiensi ekonomi.
Kedudukan sektor publik bertambah lemah karena orientassi pembangunan lebih diarahkan
pada pembangunan sektor swasta dan cenderung mengabaikan pembangunan sektor publik.
Baru pada tahun 1980-an reformasi sektor publik dilakukan di Negara-negara industry
maju sebagai jawaban atas berbagai jawaban atas berbagai kritikan yang ada. Berbagai

Mulia Rahmah S.Kom M.Si ASP Semester Ganjil Th Akademik 2016/2017Page 7


perubahan dilakukan misalnya dengan mengadopsi pendekatan New Public Management
(NPM) dan reinventing government di banyak negara terutama negara Anglo-Saxon. NPM
berakar dari teori manajemen yang pada dasarnya beranggapan bahwa praktik bisnis
komersial dan manajemen sektor swasta adalah lebih baik dibandingkan dengan praktik dan
manajemen pada sektor publik. Oleh kareba itu, untuk memperbaiki kinerja sektor publik,
perlu diadopsi beberapa praktik dan teknik manajemen yang diterapkan disektor swasta ke
dalam sektor publik, seperti pengadopsian mekanisme pasar, kompetisi tender (Compulsory
Competitive Tendering-CCT), dan privatisasi perusahaan-perusahaan publik.
Dengan adanya perubahan pada sektor publik tersebut, terjadi pula perubahan pada
akuntansi sektor publik. Akuntansi sektor publik kemudian mengikuti dan menyesuaikan diri
dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Sebagai contoh adalah terjadinya perubahan
sistem akuntansi dari akuntansi berbasis kas menjadi akuntansi berbasis akrual. Perubahan
akuntansi dari berbasis kas menjadi akuntansi berbasis akrual merupakan bagian penting dari
proses reformasi sektor publik di negara-negara Anglo-Saxon. Pemerintah New Zealand yang
diangap paling maju dan suskses dalam menerapkan akuntansi berbasiscakrual telah
mengadopsi sistem akuntansi tersebut sejak tahun 1991 yang kemudian diikuti oleh Jepang,
Itali dan negara-negara Eropa lainnya, meskipun di Itali sistem tersebut kurang efektif dan
kurang sukses. Tujuan memeperkenalkan sistem akuntansi akrual adalah membantu
meningkatkan transparansi dan memperbaiki efisiensi dan efektivitas sektor publik.
Anggapan bahwa lembaga sektor publik telah mengalami kebangkrutan dibanyak
negara terutama negara-negara berkembang, tidak sepenuhnya benar. Memang tidak dapat
disangkal bahwa kinerja sektor publik dinilai buruk, akan tetapi hal tersebut tidak dialami
oleh semua negara berkembang. Negara seperti Korea Selatan, Taiwan, Malaysia dan
Thailand memiliki pelayanan publik dan perusahaan-perusahaan publik yang baik kinerjanya
yang dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan nasional dan stabilitas
politik.
Lembaga sektor publik masih memiliki kesempatan yang luas untuk memperbaiki
kinerjanya dan memanfaatkan sumber daya secara ekonomis, efisien, dan efektif.
Memperbaiki kinerja sektor publik memang bukan sekedar masalah teknis belaka, akan tetapi
akuntansi sektor publik sebagai alat untuk menciptakan good public and corporate
governance memiliki peran yang sangat vital dan signifikan. Akuntansi sektor publik akan
terus berkembang seiring dengan meningkatnya tuntutan dilakukannya transparansi dan
akuntabilitas publik oleh lembaga-lembaga sektor publik.

Mulia Rahmah S.Kom M.Si ASP Semester Ganjil Th Akademik 2016/2017Page 8


Dalam dua dasawarsa terakhir, telah terjadi perkembangan (akuntansi) sektor publik
yang pesat. Istilah akuntabilitas publik, value for money, reformasi sektor publik, privatisasi,
good public governance, telah begitu cepat masuk ke dalam kamus sektor publik. Isu yang
muncul dalam sektor publik merupakan suatu rangkaian yang akarnya merupakan tuntutan
diciptakan good public and corporate governance. Isu tersebut kemudian diikuti dengan
munculnya isu-isu baru, misalnya tuntutan dilakukannya reformasi sektor publik yang
diorientasikan pada pembentukan organisasi sektor publik yang ekonomis, efisien, efektif,
transparan, responsive dan memiliki akuntabilitas publik yang tinggi.
Munculnya isu perlu dilakukan reformasi akntansi, auditing, sistem manajaemen
keuangan publik, privatisasi perusahaan-perusahaan publik, dan tuntutan dibuatnya laporan
keuangan eksternal merupakan percabangan dari isu besar dalam sektor publik.

Menurut Deddi Nordiawan

Dalam konteks Indonesia, perkembangan sektor publik tidak bisa dilepaskan dari
peran pemerintah mengingat pemerintah merupakan entitas sektor publik yang paling besar
dan dominan dinegara ini.
Terjadinya reformasi dibanyak Negara khususnya Indonesia juga memberikan
dampag signifikan dalam perkembangan akuntansi sektor publik.tuntutan agar pemerintah
dikelola secara profesional dan efisien membuka kesadaran bagi setiap orang, terutama aparat
pemerintah untuk senantiasa tanggap akan tuntutan lingkungannya, dengan berupaya
memberikan pelayanan terbaik, secara transparan dan berakuntabilitas.
Sejarah organisasi sektor publik sebenernya telah ada sejak ribuan tahun yang lalu.
Dalam buku Vernon (1989) sebagaimana dikutip oleh Indra Bastian (2001) menjelaskan
bahwa praktik akuntansi sektor publik sebenernya telah ada sejak ribuan tahun sebelum
masehi. Kemunculannya lebih dipengaruhi pada interaksi dan kekuatan sosial yang terjadi
dalam masyarakat. Kekuatan sosial masyarakat, yang umumnya berbentuk organisasi sektor
publik ini, dapat diklasifikasikan dalam:
1. Segmen kapitalis
2. Peristiwa politik dan ekonomi
3. Inovasi dan teknologi
Sejarah juga menunjukan bahwa praktik pencatatan telah dilakukan di zaman Mesir
Kuno. Menteri-menteri kerajaan melakukan praktik laporan bulanan terkait dengan hasil
pemungutan pajak. Saat itu, pemerintahan Mesir tersusun atas distrik-distrik. Setiap distrik

Mulia Rahmah S.Kom M.Si ASP Semester Ganjil Th Akademik 2016/2017Page 9


diawasi ole gubernur yang bertugas menyimpan catatan kekayaan setiap distrik sebagai dasar
pemungutan pajak. Di masa Babilonia, praktik pencatatan juga telah dilakukan untuk setiap
kegiatan pendapatan dan produksi.

Masa Yunani, pemerintahan yang berkuasa membagi secara adil berbagai sumber
pendapatan yang diterima Phartenonsebutan bagi organisasi kementerian yang bertugas,
telah mengembangkan berbagai metode pencatatan untuk barang-barang yang berharga. Di
masa Roma, praktik praktik akuntansi untuk mendukung mekanisme pajak dilakukan oleh
semua pejabat, baik itu gubernur maupun kaisar.
Dimasa selanjutnya, di akhir abad ke-14, praktik pencatatan transaksi keuangan
ditemukan Genoa. Temuan ini diperkirakan sebagai bukti transaksi keuangan antara
pemerintah yang berkuasa dengan rakyat. Berbagai temuan akhirnya menunjukan bahwa
proses pencatatan kemudian berkembang dalam proses perdagangan antarnegara.
Pada masaa merkantilisme (abad ke-15 sampai abad ke-17) kekuatan ekonomi
berpindah dari Italia ke Inggris. Sekolah merkantilisme membuat sistem dimana
pemerintahan pusat berusaha untuk mengendalikan dan mengatur semua tahap perdagangan.
Proses pelaporan dikembangkan lebih rinci terutama untuk informasi tenaga kerja, metode
produksi, tipe dan kualitas barang yang diproduksi, harga penjualan, hingga metode
pemasaran.
Pada akhir abad ke-18, terjadi perubahan mendasar dalam aturan bisnis. Inisiatif
individu menjadi lebih dihargai dan diberi peluang seluas-luasnya. Akibatnya, revolusi
industry muncul di inggiris. Kejadian ini menunjukan perkembangan akuntansi keuangan dan
biaya di perusahaan lebih dipicu oleh perkembangan praktik akuntansi sektor publik.
Praktik akuntansi sektor publik dapat dikatakan berkembang lebih lambat di abad ke-
19 dan ke-20. Interpretasi yang salah mulai muncul dengan penyamaan akuntansi sektor
publik adalah proses pencatatan penarikan pajak yang dipungut oleh pemerintah. Di iggris,
penekanan ini dinyatakan dalam penunjukan pejabat publik sebagai penganggung jawab
pengumpulan pajak, sekaligus pembelanjaan dana kerajaan.
Satu-satunya perkembangan dimasa itu adalah dimulainya praktik audit dana
pemerintah. Pada saat itu, para pejabat pemerintah yang bertugas mengaudit juga memiliki
tanggung jawab administrative lain seperti penjaga permata mahkota, pengawas utang
berbunga, dan sebagainya. Di tahun 1832, dibentuk komisi audit yang melaporkan ke Dewan
Perwakilan Rakyat tentang pelaksanaan pengeluaran dana.

Mulia Rahmah S.Kom M.Si ASP Semester Ganjil Th Akademik 2016/2017Page 10


Tujuan Akuntansi Sektor Publik

Menurut Prof. Dr. Mardiasmo, MBA, Ak.

American Accounting Association (1970) menyatakan bahwa tujuan akuntansi pada


organisasi sektor publik adalah untuk:
1. Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengelola secara tepat, efisien, dan
ekonomis atas suatu operasi dan alokasi sumber daya yang dipercayakan kepada
organisasi. Tujuan ini terkait dengan pengendalian manajemen (management
control).
2. Memberikan informasi yang memungkinkan bagi manajer untuk melaporkan
pelaksanaan tanggung jawab mengelola secara tepat dan efektif program dan
penggunaan sumber daya yang menjadi wewenangnya; dan memungkinkan bagi
pegawai pemerintah untuk melaporkan kepada publik atas hasil operasi pemerintah
dan penggunaan dana publik. Tujuan ini terkait dengan akuntabilitas
(accountability).
Akuntansi sektor publik terkait dengan tiga hal pokok, yaitu penyediaan informasi,
pengendalian manajemen, dan akuntabilitias. Akuntansi sektor publik merupakan alat
informasi baik bagi pemerintah sebagai manajemen maupun alat informasi bagi publik. Bagi
pemerintah, informasi akuntansi digunakan dalam proses pengendalian manajemen mulai dari
perencanaan strategic, pembuatan program, penganggaran, evaluasi kinerja, dan pelaporan
kinerja.
Informasi akuntansi bermanfaat untuk pengambilan keputusan, terutama untuk
membantu manajer dalam melakukan alokasi sumber daya. Informasi akuntansi dapat
digunakan untuk menentukan biaya suatu program, proyek, atau aktiivitas serta kelayakan
baik secara ekonomis maupun teknis. Dengan informasi akuntansi, pemerintah dapat
menentukan biaya pelayanan (cost of service) yang diberikan kepada publik, menetapkan
biaya standar, dan harga yang akan dibebankan kepada publik atas suatu pelayanan (charging
for service).
Selain itu informasi akuntansi dapat digunakan untuk membantu dalam pemilihan
program yang efektif dan ekonomis serta untuk penilaian investasi. Pemilihan program yang

Mulia Rahmah S.Kom M.Si ASP Semester Ganjil Th Akademik 2016/2017Page 11


tepat sasaran, efektif dan ekonomis akan sangat membantu dalam proses penganggaran, pada
sektor publik, penganggaran merupakan tahap yang membutuhkan keahlian khusus karena
penganggaran pada sektor publik merupakan proses politik, sehingga manajer sektor publik
dituntut untuk memiliki political skill disamping pemahaman teknis akuntansi.
Untuk melakukan pengukuran kinerja, pemerintah memerlukan informasi akuntansi
terutama untuk menentukan indicator kinerja (performance indicator) sebagai dasar penilaian
kinerja. Manajemen akan kesulitan untukk melakukan pengukuran kinerja apabila tidak ada
indicator kinerja yang memadai. Indicator kinerja tersebut dapat bersifat finansial maupun
nonfinansial. Informasi akuntansi memilikiperan utama dalam menentukan indicator kinerja
sektor publik.
Pada tahap akhir dari proses pengendalian manajemen, akuntansi dibutuhkan dalam
pembuatan laporan keuangan sektor publik berupa laporan surplus/defisit pada pemerintahan,
laporan rugi\laba dan aliran kas pada BUMN\BUMD, laporan pelaksanaan anggaran, laporan
alokasi sumber dana, dan neraca. Laporan keuangan sektor publik merupakan bagian penting
dari proses akuntabilitas publik. Akuntabilitas publik hendaknya dipahami bukan sekedar
akuntabilitas finansial saja, akan tetapi juga akuntabilitas value for money, akuntabilitas
manajerial, akuntabilitas hukum, dan akuntabilitas politik.

Menurut Drs. Tulis S. Meliala, Akt , Niko Silitonga, SE., MM , Dr. Timbul Sinaga, SE.,
MSA.

Tujuan diberikan pelajaran akuntansi sektor publik adalah:

1. Untuk memberikan gambaran tentang akuntansi pemerintah secara menyeluruh agar kita
dapat mengetahui jalannya pengurusan administrasi keuangan Negara.
2. Untuk memberikan pengetahuan tentang suatu sistem penyelenggaraan tata usaha
keuangan Negara Indonesia dan sistem yang dilakukan di Negara lain.
3. Untuk memberikan gambaran tentang Akuntansi Rumah Sakit, Yayasan Pendidikan, dan
Akuntansi Sektor Publik untuk entitas lain yang nirlaba.

Mulia Rahmah S.Kom M.Si ASP Semester Ganjil Th Akademik 2016/2017Page 12


Mulia Rahmah S.Kom M.Si ASP Semester Ganjil Th Akademik 2016/2017Page 13