Anda di halaman 1dari 8

Agatha Zelin

1401185
Teknik Perminyakan C 2014

Tugas Operasi Produksi Panas Bumi

1. Sumur-sumur di lapangan panasbumi Kamojang umumnya menghasilkan uap


jenuh (saturated steam). Kapasitas listrik terpasang total di PLTP Kamojang
adalah 140 MWe.
Tekanan masuk turbin = 5.5 barg
Tekanan condensor = 0.071 bara
Efisiensi turbin = 80 %

a) Gambarkan secara skematis aliran fluida dan fasilitas produksi di lapangan

kamojang, mulai dari reservoir hingga ke PLTP dan sumur injeksi.


Jawab:
Fluida panasbumi dapat berupa fasa cair, fasa uap atau campuran dari keduanya,
tergantung dari tekanan dan temperaturnya. Apabila fluida di kepala sumur berupa
fasa uap, maka uap tersebut dapat dialirkan langsung ke turbin (Gambar 1). Turbin
akan mengubah energi panas bumi menjadi energi gerak yang akan memutar
generator sehingga dihasilkan energi listrik

Gambar 1. Direct Dry Steam


Pembangkitan listrik di PLTP Kamojang pada prinsipnya sama seperti pada Gambar 1,
karena sumur-sumur di lapangan Kamojang menghasilkan uap kering
(temperatur di dalam reservoir 2400C)

(b) Sebutkan kegunaan dari masing-masing fasilitas produksi yang saudara

gambar !
Jawab
Sumur Produksi
Sumur produksi merupakan fasilitas utama yang bertugas mengalirkan uap dari
reservoir menuju ke permukaan tanah. Sumur produksi geothermal biasanya
memiliki kedalaman sekitar 2000 hingga 2500 meter di bawah permukaan tanah.
Sumur ini ada yang dibor dengan arah vertikal dan ada pula yang dibor dengan
arah dan belokan tertentu (directional drilling)
Pipeline (pipa alir)
Fungsi utama dari pipa alir adalah mengalirkan fluida (dua fasa) dari kepala
sumur menuju separator, mengalirkan uap kering dari separator menuju turbin,
mengalirkan air hasil pemisahan (brine) dari separator menuju sumur injeksi, dan
mengalirkan condensate water menuju sumur injeksi. Sehingga, pipa alir terdiri
dari pipa alir dua fasa, pipa alir uap, pipa alir brine, dan pipa alir kondensat.
Kondenser
Kondensor adalah alat yang berfungsi untuk menciptakan kondisi vakum ketika
uap keluar dari turbin. Besarnya daya listrik yang dihasilkan oleh PLTP sebanding
dengan selisih antara tekanan masuk turbin dan tekanan keluar turbin. Sehingga
jika kondisi keluar turbin dapat dipertahankan vakum maka selisih tekanan
tersebut akan maksimal dan daya listrik yang dihasilkan bisa optimal
Turbin & Generator
Pada pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), turbin akan mengkonversi
energi termal dari uap menjadi energi mekanis. Generator selanjutnya akan
mengubah energi mekanis ini menjadi energi listrik.
Menara pendingin (cooling tower)
Fungsi dari menara pendingin adalah menurunkan temperatur air kondensat yang
keluar dari kondensor. Air kondensat yang telah diturunkan temperaturnya ini
sebagian akan dikembalikan ke kondensor untuk mengkondensasikan fluida
berikutnya dan sebagian lagi akan dialirkan ke sumur injeksi untuk dikembalikan
ke dalam reservoir
Main cooling water pump
Main cooling water pump adalah pompa yang bertugas untuk memompakan air
kondensat dari kondensor menuju ke menara pendingin.
Sumur Injeksi
Sumur injeksi adalah sumur yang digunakan untuk mengalirkan air hasil
pemisahan dan air kondensat kembali ke dalam perut bumi. Sumur ini biasanya
diletakkan pada topografi yang relatif lebih rendah sehingga tidak diperlukan
pompa untuk mengalirkan fluida tersebut menuju ke wellpad sumur injeksi

(c) Gambarkan siklus konversi energi dalam diagram T-S dan berikan

keterangannya. Sebutkan asumsi yang saudara gunakan.

Gambar 2. Diagram T - S Untuk Sistem Konversi Uap Kering


(d) Berapakah banyaknya uap yang dibutuhkan (dalam ton/jam) untuk

menghasilkan listrik 140 MWe, apabila tekanan masuk turbin dan tekanan
kondensor pada unit pembangkit listrik lainnya sama dengan yang disebutkan
diatas.
Jawab : Banyaknya uap yang dibutuhkan (dalam ton/jam) untuk menghasilkan listrik 140
Mwe adalah sebesar 754.25 ton/jam.

(e) Berapa jumlah sumur yang harud diproduksikan apabila produksi uap

persumur adalah 40 ton/jam ?


Jawab : Jumlah sumur yang harus diproduksikan apabila produksi uap persumur adalah
40 ton/jam adalah 25 sumur.
2. Kapasitas listrik terpasang total di PLTP Gunung Salak adalah 330 MWe, yang
terdiri dari 6 unit dengan kapasitasnya masing-masing 5 MWe.
Tekanan masuk turbin = 5 barg
Tekanan condensor = 0.071 bara
Efisiensi turbin = 90 %

(f) Gambarkan secara skematis aliran fluida dan fasilitas produksi di lapangan

Awibengkok-Gunung Salak, mulai dari reservoir hingga ke PLTP dan sumur


injeksi.
Jawab:

Gambar 3. Separated Steam


Gambar 3 memperlihatkan proses pembangkitan listrik dari lapangan panasbumi
yang menghasilkan fluida dua fasa, yaitu campuran uap dan air. Fluida dari sumur
dipisahkan menjadi fasa uap dan air di dalam separator dimana uapnya kemudian
dialirkan ke turbin dan airya diinjeksikan kembali kebawah permukaan.Proses
pembangkitan listrik di lapangan Awibengkok-Gunung Salak pada prinsipnya
seperti gambar di atas, karena sumur-sumur di lapangan tersebut menghasilkan
fluida dua fasa, yaitu uap dan air (temperatur reservoir 220-2300C).

(g) Gambarkan siklus konversi energi dalam diagram T-S dan berikan keterangannya.

Jawab:

Gambar 4. Diagram T - S Untuk Sistem Konversi Uap pemisahan

(h) Berapakah banyaknya uap yang dibutuhkan (dalam ton/jam) untuk

menghasilkan listrik 330 MWe, apabila tekanan masuk turbin dan tekanan
kondensor pada unit pembangkit listrik lainnya sama dengan yang disebutkan
diatas.
Jawab : Banyaknya uap yang dibutuhkan (dalam ton/jam) untuk menghasilkan listrik 330
Mwe adalah 1616.96 ton/jam.

(i) Apabila kandungan NCG (non-condensible gas) dalam uap naik dan

menyebabkan tekanan kondensor naik menjadi 0.091 bara, hitunglah energi


listrik yang dapat dibangkitkan oleh turbin.

(j) Apabila fraksi uap pada tekanan separator adalah 20%, berapakah jumlah air

yang harus diinjeksikan kembali ?


Jawab : Jumlah air yang harus diinjeksikan kembali apabila fraksi uap pada tekanan
separator sebesar 20% adalah 1061.8 kJ/s.
3. Dari hasil uji output, sumur YF-1 mampu memproduksi fluida geothermal sebanyak 200
ton/jam dengan entalpi alir sebesar 1142 kJ/kg. Tekanan kepala sumur tercatat sebesar 9.5
barg. Disebabkan karena jarak, antara kepala sumur dan separator mengalami penurunan
tekanan sehingga tekanan separasi menjadi 8.6 barg. Air pisahan dari separator digunakan
untuk diinjeksikan kembali ke reservoir. Sedangkan uap digunakan untuk menggerakkan
condensing turbin dengan tekanan dikondenser sebesar 0.48 bar abs dan effisiensi isentropis
sebesar 80%. (tekanan atmosfer 0.95 bar abs).

a. Apabila tidak terjadi kehilangan tekanan disepanjang jalur pipa uap, buatlah
sketsa diagram alir dan diagram T-S untuk proses ini secara lengkap.
Jawab:
Apabila fluida panas bumi keluar dari kepala sumur sebagai campuran fluida dua
fasa (fasa uap dan fasa cair) maka terlebih dahulu dilakukan proses pemisahan pada
fluida. Hal ini dimungkinkan dengan melewatkan fluida ke dalam separator, sehingga
fasa uap akan terpisahkan dari fasa cairnya. Fraksi uap yang dihasilkan dari separator
inilah yang kemudian dipakai pada perhitungan daya turbin. Oleh karena itu, sistem
konversi energi ini dinamakan Siklus Uap Hasil Pemisahan (Gambar 5). Siklus ini
banyak digunakan pada reservoir panas bumi dominasi air.
Gambar 5. Skema Diagram Siklus Uap Hasil Pemisahan

Gambar 6. Diagram T - S Untuk Sistem Konversi Uap Hasil Pemisahan


Pada titik 1 fluida panas bumi berupa campuran dua fasa. Sebelum memasuki turbin
fluida menjalani proses isentalpik dari titik 1 ke titik 2. Pada kepala sumur diketahui laju
alir massa fraksi uap fluida (kualitas uap pada kepala sumur). Pada titik 2
fluida masuk ke separator, sehingga :
Dari persamaan di atas didapat fraksi uap yang masuk ke separator, sedangkan fraksi
airnya dibuang. Pada tekanan dan temperatur inlet turbin ini diketahui entalpi dan
entropi fluida dari tabel uap. Entropi pada titik 4 dan titik 5 (inlet dan outlet turbin)
dianggap sama (proses yang terjadi di dalam turbin isentropik), sehingga :

maka fraksi uap yang keluar dari turbin dapat diketahui. Harga fraksi uap ini
digunakan untuk menghitung entalpi outlet turbin.

Daya turbin bisa dihitung dengan menggunakan persamaan:

Perhitungan daya turbin pada sistem ini hampir sama dengan perhitungan pada Siklus
Penguapan Tunggal, perbedaannya hanya terletak pada penentuan kondisi awal dari
fluida. Pada titik 1 fluida berupa campuran dua fasa (fasa cair dan fasa uap), sehingga
entalpi fluida sama dengan jumlah entalpi kedua fasa tersebut. Selanjutnya, prosedur
penentuan daya turbin sama dengan prosedur perhitungan pada Siklus Penguapan
Tunggal.

b. Hitunglah berapa besarnya


i. Kualitas uap (dryness) di separator.
ii. Kualitas uap di output condensing turbin pada kondisi ideal.
c. Daya yang mampu dibangkitkan oleh turbin.
d. Jumlah air dari separator yang diinjeksikan kembali ke reservoir.