Anda di halaman 1dari 14

PENCEGAHAN PENCEMARAN

HARI BUMI

OLEH :
RYAN TITO (1507165761)

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK KIMIA


NON REGULER FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS RIAU
2017
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Pada saat ini, bumi yang kita gunakan sebagai tempat tinggal dan menjalani
kehidupan telah mengalami kerusakan yang cukup parah yang sebenarnya diakibatkan oleh
ulah manusia sendiri yang sangat tidak peduli dengan kondisi alam. Padahal hakikatnya,
manusia diciptakan oleh Tuhan dan ditempatkan di bumi, dengan tujuan agar manusia dapat
memanfaatkan kekayaan alam yang ada untuk kelangsungan hidupnya dan menjaga
kelestarian alam sekitarnya termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan dengan akal pikiran yang
dimiliknya. Tetapi, pada kenyataannya dalam mengambil sumber sumber dari alam
manusia sangat tidak memperdulikan sisi kelestariannya, mereka hanya mengeksploitasi alam
secara besar-besaran tanpa disertai upaya pelestarian, seperti penanaman lahan gundul dan
lain-lain.
Sebagai contoh, Negara Indonesia yang mempunyai kekayaan alam yang sangat
melimpah seperti Kalimantan dan Papua, dan disanalah tambang tambang besar didirikan
seperti Freeport dan masih banyak lagi, dimana dilokasi tersebut manusia mengeksplotitasi
alam secara hebat untuk mendapatkan keuntungan dari alam, tetapi di area tambang tersebut
terjadi kerusakan lahan yang sangat parah akibat dari kurangnya perhatian manusia dengan
alam sekitarnya. Selain itu, dari diri kita sendiri banyak melakukan hal kecil yang sebenarnya
sangat merusak alam, seperti pada saat kita main, kita dengan tanpa rasa salah membuang
botol atau bungkus makanan atau permen sembarangan, menggunakan kendaraan bermotor
yang menghasilkan gas yang dapat merusak lapisan ozon bumi dan masih banyak contoh
lainnya lagi.
Melihat kondisi bumi yang saat ini semakin parah, maka diadakannya peringatan Hari
Bumi yang jatuh pada setiap tanggal 22 April, sebagai tanda refleksi diri manusia untuk
melakukan perubahan dalam menyikapi kondisi alam dari yang apatis menjadi merasa peduli
terhadap kelangsungan kelestarian alam di sekitarnya.

1.2 Rumusan Masalah


Dengan memperhatikan latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan beberapa
masalah, antara lain :
1. Apa pengertian dari hari bumi?
2. Bagaimana sejarah dari hari bumi?
3. Apa saja wujud implementasi dari peringatan hari bumi?

1.3 Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah yang ada, maka tujuan dari penyusunan makalah ini
adalah sebagai berikut :

1. Mengetahui pengertian dari hari bumi.


2. Mengetahui sejarah dari hari bumi.
3. Mengetahui wujud implementasi dari peringatan hari bumi.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Hari Bumi (Earth Day)

Hari Bumi atau Earth Day adalah hari pengamatan tentang bumi yang dicanangkan
setiap tahun pada tanggal 22 April dan diperingati secara internasional. Tentunya bukan
sekadar peringatan saja, tetapi Hari Bumi dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran tidak
hanya sebatas menyadarkan, tetapi juga memberikan apresiasi terhadap planet dengan
julukan planet hijau ini, yang dijadikan sebagai tempat tinggal umat manusia. Selain itu,
adanya peringatan Hari Bumi ini dimaksudkan untuk meningkatkan rasa kepedulian dari
manusia terhadap berbagai masalah yang tengah dialami bumi saat ini, karena mayoritas
orang sudah tahu dengan kenyataan yang terjadi bahwa kondisi bumi semakin lama semakin
tua. Terlebih, kerusakan yang ada di bumi telah terjadi di mana-mana sehingga menimbulkan
keprihatinan dan sayangnya kerusakan tersebut mayoritas disebabkan oleh ulah manusia itu
sendiri.

Hari Bumi sekaligus merupakan hari jadi lahirnya sebuah gerakan kepedulian
terhadap lingkungan dan kelangsungan hidup di muka bumi ini. Hari Bumi tersebut juga
dapat dijadikan sebagai sebuah peringatan bagi seluruh manusia untuk mengukur seberapa
besarkah kesadaran, kepedulian, dan apresiasi serta peran serta setiap manusia terhadap
planet bumi yang ditempati oleh berbagai makhluk hidup yang ada di dalamnya tersebut. Hari
Bumi selain sebagai sebuah gerakan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga sebagai
momentum untuk merenungkan dan mengevaluasi segala aktivitas dan kontribusi apa saja
yang telah dilakukan oleh manusia di bumi, tempat di mana selama ini mereka berpijak.

Alangkah lebih bijaknya lagi, pengertian tentang peringatan Hari Bumi tidak hanya
sekadar dimengerti dan seremonial saja tetapi dengan perwujudan nyata. Dengan segala yang
Bumi berikan kepada hidup manusia, ada baiknya kita juga menjaganya dengan baik dan
memperlakukan segala hal yang ada di dalamnya dengan rasa cinta terkait dengan
kelangsungan hidup di masa mendatang, serta demi menjaga keseimbangan alam dan seluruh
isinya.
2.2. Sejarah Earth Day atau Hari Bumi

Earth Day atau Hari Bumi yang setiap tahunnya selalu diperingati pada tanggal 22
April, ternyata di selenggarakan pertama kali pada tanggal 22 April 1970 di Amerika Serikat.
Tokoh yang menjadi penggagas Earth Day atau Hari
Bumi bernama Gaylord Anton Nelson, seorang senator
Amerika Serikat dari Wisconsin yang juga sekaligus
seorang pengajar lingkungan hidup. Gagasan tentang
peringatan Earth Day atau Hari Bumi mulai disampaikan
oleh Gaylord Nelson sejak tahun 1969. Pada saat itu
Gaylord Nelson memandang perlunya isu-isu lingkungan
hidup untuk masuk dalam kurikulum resmi perguruan
tinggi. Selain itu, Gaylord Nelson juga melakukan protes
secara nasional terhadap kalangan nasional masih terkait Gaylord Anton Nelson, Pencetus Earth Day

dengan isu permasalahan lingkungan hidup yang menjadi gagasannya tersebut. Gaylord
Nelson mendesak agar isu-isu tersebut dimasukkan dalam agenda nasional.

Perjuangan Gaylord Nelson dimulai sekitar lebih dari tujuh tahun sebelum peringatan
Earth Day atau Hari Bumi pertama kali diselenggarakan. Pada awalnya Gaylord Nelson
berharap buah dari hasil pemikirannya dapat tercapai melalui kunjungan yang dilakukan oleh
Presiden Kennedy, presiden Amerika Serikat pada saat itu. Kunjungan tersebut dilakukan
pada bulan September 1963 ke sebelas negara bagian. Sayangnya dengan beberapa alasan,
kunjungan Presiden Kennedy tersebut tidak mampu membawa isu lingkungan hidup ke
dalam agenda nasional seperti apa yang diharapkan Gaylord Nelson. Gagal menyampaikan
gagasannya dalam kunjungan Presiden Kennedy, Gaylord Nelson tetap berupaya agar
gagasan mengenai isu-isu lingkungan hidup tersebut dapat direalisasikan. Gaylord Nelson
akhirnya secara individu memutuskan untuk melakukan kampanye mengenai isu-isu
lingungan hidup ke beberapa negara bagian. Selama melakukan kampanye ke beberapa
negara, Gaylord Nelson membuktikan bahwa dia menemukan bahwa kualitas lingkungan
hidup yang ada di bumi ini mengalami penurunan dan kerusakan lingkungan telah terjadi di
mana-mana.

Pada akhirnya pada bulan September tahun 1969, melalui sebuah konferensi di
Seattle, Washington Gaylord Nelson yang juga sekaligus sebagai Senator Amerika Serikat
berhasil mengemukakan gagasannya dan mengumumkan akan melakukan demonstrasi secara
nasional pada musim semi tahun 1970 dan setiap orang dan berbagai elemen masyarakat
dapat berpartisipasi dalam demonstrasi yang akan dilakukannya. Gaylord Nelson melakukan
demonstrasi tersebut dengan atas nama lingkungan, sebagai bentuk kepeduliannya terhadap
bumi tempat di mana dia dan umat manusia lainnya tinggal. Melalui demonstransi yang
dilakukan oleh Gaylord Nelson, ternyata membawa kabar gembira bagi warga Amerika
karena mereka akhirnya memiliki forum yang dapat menyalurkan aksi kepedulian warga
terhadap kondisi bumi yang telah mengalami penurunan kualitas lingkungan hidup dan
keseimbangan alamnya telah terganggu.

Lima bulan sebelum peringatan Earth Day atau Hari Bumi yang pertama, yaitu
tepatnya pada tanggal 30 November 1969 The New York Times melaporkan terjadinya
peningkatan aktivitas yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan di seluruh negeri
terutama di kampus-kampus, serta terdapat hari khusus untuk memperingati permasalahan
lingkungan yang tengah dirancang untuk musim semi mendatang telah dikoordinasi oleh
Senator Amerika Serikat, yaitu Gaylord Nelson. Peristiwa tersebut merupakan bukti
keberhasilan Gaylord Nelson dalam memperjuangkan gagasannya mengenai isu-isu
lingkungan menjadi sebuah agenda tetap nasional, setelah sebelumnya pernah mengalami
kegagalan.

Dukungan terhadap peringatan Earth Day atau Hari Bumi ini mencapai puncaknya
pada tanggal 22 April 1970. Majalah TIME mencatat sekitar 20 juta warga Amerika turun ke
jalan untuk berdemonstrasi dan memadati Fifth Avenue di New York untuk mengecam segala
tindakan yang dapat menyebabkan kerusakan pada bumi. Mereka juga sekaligus
mengkampanyekan tentang keseimbangan alam yang nantinya akan menyangkut
keberlangsungan lingkungan dan kehidupan semua makhluk hidup yang ada di bumi,
termasuk manusia itu sendiri. Peristiwa itulah yang kemudian dijadikan tonggak sejarah
diperingatinya sebagai Earth Day atau Hari Bumi yang pertama kali. Pada tanggal 22 April
juga sekaligus bertepatan dengan musim semi di Northern Hemisphere (belahan bumi utara)
sekaligus musim gugur di belahan bumi selatan, serta terbentuknya United States
Environmental Protection Agency (US EPA). Sejak itu, pada tanggal 22 April setiap
tahunnya Earth Day atau Hari Bumi diperingati secara global. Kini, Earth Day atau Hari
Bumi telah menjadi gerakan global yang mendunia dan pelaksanaannya dikoordinasi oleh
Earth Day Networks, yaitu sebuah organisasi nirlaba beranggotakan berbagai LSM di
seluruh dunia.
Penggagas Earth Day atau Hari Bumi sebenarnya bukan hanya Gaylord Anton Nelson
tetapi ada satu nama lagi yang memiliki ide serupa yaitu seorang aktivis perdamaian yang
bernama John McConell. Saat Konferensi UNESCO yang diselenggarakan di San Fransisco
pada bulan Oktober 1969, John McConell mengajukan sebuah proposal yang berisi hari libur
sedunia untuk merayakan Kehidupan dan Keindahan Bumi. Selain itu, John McConell juga
mencetuskan ide hari untuk orang-orang bumi yang maksudnya adalah untuk
mengingatkan kepada orang-orang mengenai perlunya melestarikan alam dan memperbaharui
ekologi yang dapat mengancam bagi kelangsungan dan kehidupan bumi. Sama halnya dengan
Gaylord Nelson, isu mengenai lingkungan tersebut juga mendapat perhatian luas. Namun,
John McConell mengajukan tanggal yang berbeda dengan Gaylord Nelson, dia mengajukan
tanggal 21 Maret 1970 sebagai Earth Day atau Hari Bumi yang pertama karena pada tanggal
tersebut bertepatan dengan hari pertama musim semi di belahan bumi utara.

Gagasan dari John McConell sebenarnya sudah disetujui oleh U Than, yang saat itu
menjabat sebagai Sekjen PBB. Namun sebulan setelah gagasannya, muncul gagasan lain
yaitu gagasan dari Gaylord Nelson yang mengimbau masyarakat Amerika Serikat untuk
memperingati Hari Bumi pada 22 April 1970. Ide penentuan hari itu adalah peristiwa
pencemaran laut oleh tumpahan minyak di selat Santa Barbara pada tahun 1969 yang
merupakan pencemaran laut terbesar di Amerika Serikat sampai saat itu. PBB sendiri
memilih tanggal 20 Maret sebagai peringatan Earth Day atau Hari Bumi atas pertimbangan
ide yang dicetuskan oleh John McCollen dan pada tanggal tersebut merupakan saat di mana
matahari tepat di atas khatulistiwa. Hari yang lebih dikenal sebagai Hari Bumi Equinoks ini
diperingati PBB setiap tahunnya sejak 21 Maret 1971. Namun PBB juga mengakui tanggal 22
April sebagai hari bumi yang dilaksanakan secara global. PBB secara resmi merayakannya 22
April sebagai International Mother Earth Day yang sampai saat ini tetap dilaksanakan di
berbagai dunia dan dikenal dengan nama Earth Day atau Hari Bumi.

2.3. Implementasi dari Peringatan Earth Day atau Hari Bumi

Semakin lama isu-isu mengenai kerusakan lingkungan semakin sering terdengar.


Mulai dari kualitas lingkungan yang menurun akibat polusi udara, keseimbangan alam yang
terganggu akibat eksploitasi alam yang dilakukan oleh manusia , terbatasnya pasokan energi
yang berasal dari dalam bumi, hingga masalah yang saat ini terus bergulir dan telah nyata
dirasakan yaitu global warming. Bicara tentang isu-isu mengenai kerusakan lingkungan dan
berbagai masalah yang dihadapi memang seolah-olah tidak ada habisnya. Hal tersebut
menunjukkan bahwa bumi ini sudah tidak seperti dulu yang dijuluki sebagai planet hijau.
Kondisi bumi yang sekarang ini sungguh memprihatinkan, semakin lama bumi semakin tua
dan kerusakan yang ada di dalamnya telah terjadi di mana-mana. Bermula dari itulah kini
banyak dikampanyekan dan digalakan aksi untuk melestarikan bumi serta mencintai
lingkungan.

Peringatan Earth Day atau Hari Bumi pada tanggal 22 April merupakan kampanye
mengenai kepedulian lingkungan serta momentum untuk menunjukkan aksi kecintaannya
terhadap bumi tempat di mana umat manusia tinggal, walaupun seharusnya untuk
menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan bumi tidak harus menunggu datangnya
tanggal tersebut setiap hari pun kita harus selalu peduli dengan lingkungan, mulai dari di
sekitar rumah, tempat bekerja, tempat kuliah, dan juga di tempat umum. Sebab, hanya dengan
kepedulian manusia lah, kondisi bumi dapat terjaga dengan baik. Namun, aksi kepedulian
terhadap lingkungan dan bumi tidak akan memberikan kontribusi yang berarti bagi perubahan
apabila tidak diikuti dengan kesadaran dalam diri individu untuk lebih mencintai bumi dan
seisinya. Untuk itu, diperlukan sebuah wujud nyata untuk mengimplementasikan
kepeduliannya terhadap lingkungan. Implementasi tersebut dapat diwujudkan dalam
kehidupan sehari-hari mulai dari hal yang kecil terlebih dahulu.

Berikut merupakan tindakan-tindakan yang dapat dilakukan :

a. Membuang sampah pada tempatnya dan mengelola sampah tersebut dengan cara 3R
yaitu reuse, reduce, dan recycle.
Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan
untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Contohnya, botol bekas
minuman yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat minyak goreng.
Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah.
Contohnya, mengurangi pemakaian barang yang hanya satu kali pakai.
Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau
produk baru yang bermanfaat. Contohnya, memanfaatkan kertas-kertas bekas
untuk diolah menjadi kertas daur ulang atau kerajinan.
b. Tidak terlalu boros dalam memakai kertas, artinya lebih bijak lagi dalam
pemakaiannya misalnya, memakai kertas bekas fotokopi untuk menulis.
c. Menghemat penggunaan air.
d. Menghemat penggunaan listrik, misalnya mematikan lampu yang tidak perlu
dinyalakan.
e. Menanam pohon.

Memang tindakan-tindakan kecil tersebut tidak memberikan perubahan yang berarti


bagi bumi. Akan tetapi, dalam prosesnya apabila tindakan-tindakan kecil tersebut dibiasakan
dan dilanjutkan secara terus-menerus serta bersama-sama maka akan memberikan pengaruh
yang besar. Selain melakukan tindakan-tindakan kecil, hal lain yang dapat dilakukan demi
membawa perubahan bagi lingkungan, yaitu dengan bergabung bersama sebuah komunitas
sosial yang senang menunjukkan aksi kepedulian terhadap bumi dan lingkungan. Asalkan
komunitas tersebut tidak hanya melakukan kumpul-kumpul yang tidak berarti saja, namun
harus ada wujud nyata yang menunjukkan komunitas tersebut benar-benar melakukan aksi
kepeduliannya terhadap lingkungan. Misalnya, komunitas yang menyuarakan gerakan aksi
peduli terhadap lingkungan, seperti menyuarakan earth hour, greenpeace, back to nature, dan
lain sebagainya. Maka apa yang telah mereka suarakan harus benar-benar diimpementasikan.

Berikut merupakan beberapa tindakan yang biasanya digalakkan oleh komunitas yang
melakukan aksi kepedulian terhadap lingkungan, yakni antara lain :

a. Earth Hour
Earth Hour adalah sebuah kampanye ramah lingkungan yang memfokuskan
gerakannya pada penghematan penggunaan energi listrik. Aksi earth hour ini
bertujuan untuk mengajak seluruh penduduk dunia agar menghemat penggunaan
listrik mereka, yang dapat dimulai dari hal-hal kecil contohnya mematikan lampu
yang tidak terpakai. Earth Hour sekaligus merupakan salah satu kegiatan kampanye
WWF, yang berupa inisiatif global untuk mengajak setiap individu, berbagai
komunitas, praktisi bisnis dan sektor pemerintahan di seluruh dunia untuk ikut turut
serta mematikan lampu serta peralatan elektronik yang sedang tidak dipakai selama 1
jam, pada setiap hari Sabtu di minggu ke-3 bulan Maret setiap tahunnya. Selain itu,
setiap orang harus tahu bahwa membiarkan alat elektronik seperti laptop, televisi
dalam posisi standby itu tetap menghabiskan energi listrik. Salah satu pesan yang
hendak disampaikan di kegiatan Earth Hour begitu banyak yaitu kesadaran akan
merubah pola hidup yang kecil akan memiliki dampak besar bagi bumi dan
lingkungan.
b. Say No To Plastic Bag !
Kantong atau tas plastik merupakan salah satu sampah yang sulit untuk
duraikan dan disebut-sebut sebagai salah satu faktor penyebab terjadinya global
warming karena tingginya penggunaan tas plastik. Oleh karena itu, pada saat
seseorang ingin berbelanja entah di pasar, minimarket, maupun supermarket alangkah
lebih bijaknya apabila sudah membawa tas sendiri dari rumah yang tentu dapat
dipakai berulang-ulang. Dengan begitu, secara tidak langsung turut mengurangi
penggunaan kantong plastik.
c. Memilah Sampah
Hendaknya sebelum membuang sampah, lebih baik untuk memilah sampah
tersebut terlebih dahulu dengan cara memisahkan jenis sampah organik atau sampah
non-organik. Memilah sampah dapat
memperbesar kemungkinan jangka
waktu bertahan hidup yang lebih lama
untuk sampah-sampah yang sebenarnya
belum pantas dibuang dan masih
terpakai alias sampah-sampah yang
masih bisa di daur ulang. Langkah
selanjutnya setelah memilah sampah
yaitu menerapkan sistem 3R (Reuse,
Reduce, dan Recycle). Jadi, sampah-sampah yang sekiranya masih dapat
dipergunakan kembali, dapat dimanfaatkan untuk membuat kerajinan tangan atau
benda lainnya yang mungkin dapat menghasilkan uang istilahnya from trash to
cash!
d. Memulung Sampah
Memulung sampah yaitu sebuah aksi kepedulian lingkungan dengan cara
memungut sampah-sampah yang berserakan, terutama sampah non-organik yang
tidak dapat diuraikan. Aksi kepedulian ini bertujuan untuk memanfaatkan segi
ekonomi dari sampah. Adapun sebagai bentuk dukungan implementasi terhadap
penerapan 3R, yakni reuse (penggunaan kembali), reduce (pengurangan sampah), dan
recycle (mendaur ulang sampah) sebuah komunitas biasanya melakukan penyuluhan
mengenai pengelolaan sampah. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan
informasi mengenai berbagai cara pengelolaan sampah yang dapat dilakukan sebagai
usaha untuk meminimalisir pembuangan sampah, baik mulai dari pemisahan sampah
organik dan non-organik sampai pada bidang pemberdayaan lingkungan. Harapannya
dengan adanya kegiatan ini, orang-orang dapat lebih peduli terhadap kebersihan dan
kelestarian lingkungan, serta memanfaatkan sampah agar dapat diolah menjadi barang
yang bernilai.

e. Kesalahpahaman terhadap Slogan Save Our Earth !


Saat membaca slogan Save Our Earth ! banyak yang salah paham dalam
mengartikannya. Alasannya, manusia bisa saja mencemari bumi habis-habisan dengan
sampah, merusak ekosistem yang ada dan memburu hewan yang berarti merusak
rantai makanan di alam sehingga keseimbangannya terganggu, namun nanti pada
akhirnya manusia yang justru akan tercekik sendiri oleh ulah yang mereka
perbuat. Apalagi perubahan iklim merupakan salah satu ancaman yang telah tampak
saat ini. Salah satu caranya untuk mengantisipasinya yaitu dengan mengajak setiap
orang untuk melakukan perubahan gaya hidup mereka, misalnya dapat dimulai
dengan menghemat energi dan peduli akan alam. Di sini bergaya hidup hemat energi
bukan hanya dengan menghemat energi listrik yang menggunakan sumber daya
energi fosil saja, tetapi harus dibuktikan dan dilakukan setiap harinya dengan
mengubah gaya hidup ramah lingkungan lainnya, seperti naik sepeda atau jalan kaki
apabila jaraknya tidak terlalu jauh, hemat air, menggunakan bahan bakan alternatif
yang lebih ramah lingkungan, melakukan penghijauan dengan menanam pohon, dan
kegiatan lainnya.

Pentingnya memperingati hari bumi dikarenakan seiring dengan kemajuan teknologi,


banyaknya industri dan populasi manusia, maka sejalan dengan itu pula keseimbangan alam
dan lingkungan hidup menjadi terganggu. Sementara sejak dahulu hingga sekarang bahkan di
masa mendatang, manusia masih sangat membutuhkan dan tergantung dengan keseimbangan
alam beserta komponen-komponen lingkungan hidup yang ada di sekitarnya demi menjaga
kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa semakin hari bumi ini
semakin tua dan di dalamnya telah rentan dengan berbagai kerusakan, maka dengan kondisi
tersebut diperlukan kesadaran dari manusia untuk dapat menjaga bumi dan seisinya ini
dengan baik dan benar.

Apabila manusia yang notabene menjadi penghuni bumi itu sendiri tidak mempunyai
kesadaran akan kecintaannya terhadap bumi dan seisinya maka hampir dapat dipastikan
bahwa bumi ini kondisinya semakin lama akan semakin buruk. Pada akhirnya hal-hal buruk
tersebut akan menimpa manusia itu sendiri dan tentunya akan membuat banyak kerugian.
Kerugian yang diakibatkan oleh kerusakan bumi dan lingkungan hidup misalnya bencana
alam terutama yang disebabkan dari faktor ulah manusia, pemanasan global, hujan asam, dan
lain sebagainya. Salah satu kondisi yang telah tampak saat ini yaitu terjadinya perubahan
iklim yang ditandai dengan cuaca yang tidak menentu dan sulit diprediksi.

Semua orang seharusnya sadar bahwa bumi merupakan satu-satunya planet di tata
surya yang dapat dihuni oleh umat manusia. Bumi sebagai rumah sekaligus tempat tinggal
manusia, sudah sepatutnya apabila setiap manusia menjaga kelestarian lingkungan yang ada
agar bumi yang ditempati ini
akan selalu tetap terjaga,
keseimbangan alamnya tidak
terganggu, kerusakan yang
terjadi semakin sedikit, dan
tetap layak dihuni untuk
generasi di masa yang akan
mendatang. Oleh karena itu,
semua aktivitas yang dilakukan
manusia hendaknya senantiasa
menunjukkan perilaku yang berwawasan lingkungan. Artinya, manusia diperbolehkan
memanfaatkan kekayaan alam yang ada di bumi namun tetap menjaga kelestarian dan
keseimbangan alamnya, dengan memperlakukan alam secara bijak dan baik maka akan
tercipta sebuah keselarasan antara alam dengan penghuninya yaitu manusia.
BAB III

KESIMPULAN

Earth Day atau Hari Bumi merupakan kampanye untuk mengajak orang-orang lebih
peduli dengan lingkungan yang diperingati setiap tanggal 22 April dan telah menjadi gerakan
kepedulian yang mendunia. Selain itu, Earth Day atau Hari Bumi dapat dimanfaatkan untuk
meningkatkan kesadaran sekaligus memberikan apresiasi terhadap bumi ini. Penggagas Earth
Day atau Hari Bumi adalah Gaylord Anton Nelson yaitu seorang pengajar lingkungan hidup
sekaligus Senator Amerika Serikat dari Wisconsin.
Perjuangan untuk mencapai bumi yang bersih dan sehat telah banyak dilakukan oleh
banyak orang diseluruh negara dan masih terus berlangsung sampai sekarang dan bahkan
sampai bumi ini akan berakhir atau mati. Hari Bumi yang bukan hanya seremonial belaka,
seharusnya telah menginspirasi manusia untuk menuju kehidupan yang lebih peduli lagi
dengan bagaimana kondisi alam atau lingkungan disekitarnya.
Hari Bumi diadakan untuk menyadarkan manusia bahwa alam yang telah memberikan
banyak manfaat bagi kehidupan makhluk di bumi seharusnya dirawat dengan baik, sehingga
bumi ini akan mampu menopang segala kebutuhan yang manusia butuhkan untuk menjalani
kehidupan. Segala tingkah laku manusia yang bersifat merusak alam atau bumi sangat banyak
dan sering dilakukan oleh manusia, sebagai contoh membuang sampah sembarangan,
menggunakan bahan bahan yang sulit untuk diurai oleh bakteri seperti plastik,
menggunakan alat alat yang memakai Freon, menggunakan parfum, membakar sampah,
tidak mengurangi penggunaan kendaraan bermotor seperti mobil, motor dalam bekerja atau
beraktifitas, dan masih banyak lagi sikap yang lainnya.
Seharusnya manusia mampu meninggalkan kebudayaan buruk tersebut sedikit demi
sedikit dan berganti dengan teknologi atau cara lain yang lebih cinta lingkungan, demi
berlangsungnya kelestarian alam sekitar. Manusia seharusnya belajar terhadap kondisi bumi,
karena begitu banyak penghidupan yang telah diberikan bumi kepada manusia. Satu hal yang
paling penting adalah bagaimana memaknai Hari Bumi dalam kehidupan sehari-hari, dalam
setiap perbuatan dan tingkah laku manusia, bukan hanya pada saat seremoni Hari Bumi saja.
DAFTAR PUSTAKA

Agistia, A. 2012. Sebuah Wujud Nyata Cinta Lingkungan. [online] Tersedia:


http://agistianggi.blogspot.com/2012/12/sebuah-wujud-nyata-cinta-lingkungan.html
[diakses pada 24 April 2017]

Alamendah. 2010. Reuse, Reduce, Recycle Sampah. [online] Tersedia:


http://alamendah.org/2010/07/01/3r-reuse-reduce-recycle-sampah/ [diakses pada 24
April 2017]

Alamendah. 2011. Sejarah Hari Bumi atau Earth Day. [online] Tersedia:
https://alamendah.org/2011/04/08/sejarah-hari-bumi-atau-earth-day/ [diakses pada
24 April 2017]

Mahameru, K. 2010. Sejarah Hari Bumi. [online] Tersedia:


http://www.belantaraindonesia.org/2012/04/sejarah-hari-bumi.html [diakses pada
24 April 2017]

Melyana, J. 2013. Peringatan Hari Bumi wujud Cinta Bumi. [online] Tersedia:
http://ngeblogitukeren.blogspot.com/2013/04/Peringatan-Hari-Bumi-Wujud-Cinta-
Bumi.html [diakses pada 24 April 2017]

Wongso, A. 2013. Hari Bumi. [online] Tersedia: http://www.andriewongso.com [diakses


pada 24 April 2017]