Anda di halaman 1dari 14

jo etto advena: MAKALAH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA

Lainnya Blog Berikut Buat Blog Masuk

jo etto advena
Selasa, 18 November 2014 Mengenai Saya
etto kono
Ikuti 0
MAKALAH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA
Lihat profil lengkapku

MAKALAH Arsip Blog

KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA 2015 (4)


2014 (8)
Makalah Ini Dibuat Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Nilai Tugas Mata
November
Kulia Manajemen Sumber Daya Manusia (8)
MAKALAH
Semester IIIB/2014 ANAK PRA
SEKOLAH
DAN
SEKOLAH
MAKALAH
INTERAKSI
SOSIAL
MAKALAH
Aplikasi
Ultrasonogr
afi (USG)
Dalam
Bidan...
MAKALAH
PERBEDAAN
ANTARA
EEG, USG
DAN
OLEH RONTGEN
JOAO DOCARMO/22130042 MAKALAH
PEMBUNUH
ETTO KONO/22130026 AN
KONSEP HAK
ASASI
MANUSIA
MAKALAH
KONFLIK
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA KERJA DAN
STRES
KERJA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
makalah
UNIVERSITAS TIMOR kenakalan
remaja
KEFAMENANU

2014

KATA PENGANTAR

http://joadvena.blogspot.co.id/2014/11/makalah-konflik-kerja-dan-stres-kerja.html[12/7/2017 2:25:59 AM]


jo etto advena: MAKALAH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA

Puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat

dan perlindungannya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini tepat

pada waktunya, walaupun dalam penulisan makalah ini penulis masih mengalami berbagai

kesulitan tapi akhirnya dapat terselesaiakan.


Dalam makalah ini penulis membahas mengenai konflik kerja dan stres kerja.

Selesainya makalah ini bukan semata-mata atas usaha penulis sendiri melainkan atas

bantuan dan dorongan dari berbagai pihak untuk itu penulis ucapkan terima kasih yang

tulus kepada :

1. Ibu Aplonia Pala,S.Sos.MM karena telah memberikan sistematika penulisan makalah

yang baik dan benar dan sangat membantu penulis dalam penyusunan makalah yang

nantinya akan dibuat dalam mata kuliah yang baik.

2. Kepada teman-teman semua karena dengan caranya masing-masing yang dari awal

pemberian tugas ini teman-teman memberikan masukan kepada penulis sehingga


penulisan makalah ini dapat terselesaikan.

Akhir kata penulis menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari yang

diharapkan untuk itu penulis selalu terbuka dan menerima semua kritik dan saran yang
membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Kefamenanu Oktober 2014

ii

Penulis
DAFTAR ISI

JUDUL..................................................................................................................
KATA PENGANTAR.........................................................................................
DAFTAR ISI.........................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................
1.1 Latar Belakang..................................................................................................
1.2 Rumusan Masalah.............................................................................................
1.3 Tujuan Penulisan...............................................................................................
BAB II PEMBAHASAN......................................................................................
2.1 Konflik Kerja....................................................................................................
2.1.1 Penyebabpenyebab konflik ................................................................
2.1.2 Bentukbentuk Konflik Struktural ......................................................
2.1.3 Jenisjenis Konflik ...............................................................................
2.1.4 Penyebab Terjadinya Konflik Kerja ....................................................
2.1.5 Cara Mengatasi Konflik Kerja..............................................................
2.1.6 Faktor Penyebab Konflik......................................................................
2.1.7 Akibat konflik.......................................................................................
2.2 Stres Kerja........................................................................................................

http://joadvena.blogspot.co.id/2014/11/makalah-konflik-kerja-dan-stres-kerja.html[12/7/2017 2:25:59 AM]


jo etto advena: MAKALAH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA

2.2.1 Pengertian Stres Kerja..........................................................................


2.2.2 Penyebab Stres Kerja............................................................................
2.2.3 Pendekatan Stres Kerja.........................................................................
2.2.4 Cara Mengatasi Stres Kerja..................................................................
BAB III PENUTUP..............................................................................................
3.1 Kesimpulan.......................................................................................................
3.2 Saran ................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................

iii

BAB I

PENDAHULUAN

1.4 Latar Belakang

Perkembangan ekonomi yang cepat, perampingan perusahaan, PHK, dan


bangkrutnya beberapa perusahaan sebagai akibat dari krisis yang berkepanjangan telah

menimbulkan dampak yang sangat merugikan bagi ribuan bahkan jutaan tenaga kerja.

Mereka harus rela dipindahkan ke bagian yang sangat tidak mereka kuasai dan tidak

tahu berapa lagi mereka akan dapat bertahan atau diperkerjakan. Selain itu mereka
harus menghadapi boss baru, pengawasan yang ketat, tunjangan kesejahteraan

berkurang dari sebelumnya, dan harus bekerja lebih lama dan lebih giat demi
mempertahankan status sosial ekonomi keluarga. Para pekerja di setiap level

mengalami tekanan dan ketidakpasitan. Situasi inilah yang sering kali memicu

terjadinys stres kerja.

Banyak hasil penelitian menemukan adanya kaitan sebab-akibat antara stres

dengan penyakit, seperti jantung, gangguan pencernaan, darah tinggi, maag, alergi, dan
beberapa penyakit lainnya. Oleh karena itu perlu kesadaran penuh setiap orang untuk

mempertahankan tidak hanya kesehatan dan keseimbangan fisik saja, tetapi juga
psikisnya.

1.5 Rumusan Masalah

1. Apa itu konflik kerja?


2. Apa saja penyebab-penyebab konflik kerja?

3. Apa saja jenis-jenis konflik kerja?

http://joadvena.blogspot.co.id/2014/11/makalah-konflik-kerja-dan-stres-kerja.html[12/7/2017 2:25:59 AM]


jo etto advena: MAKALAH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA

4. Bagaimana cara mengatasi konflik kerja?

5. Apa itu stres kerja?


6. Apa saja penyebab stres kerja?

1.6 Tujuan Penulisan

Dengan melihat rumusan masalah yang telah ditulis diatas maka penulis dapat

menyimpulkan beberapa tujuan dari penulisan makalah ini antara lain :


1. Untuk mengetahui apa itu konflik kerja?

2. Untuk mengetahui apa saja penyebab-penyebab konflik kerja?

3. Untuk mengetahui apa saja jenis-jenis konflik kerja?


4. Untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi konflik kerja?

5. Untuk mengetahui apa itu stres kerja?


6. Untuk mengetahui apa saja penyebab stres kerja?

BAB II
PEMBAHASAN

2.3 Konflik Kerja


Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul.
Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau

lebih ( bisa juga kelompok ) di mana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak
lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar

anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang

bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam


suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut di antaranya adalah menyangkut ciri

fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan
dibawa ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang

wajar dalam setiap masyarakat Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan

integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan

menghasilkan integrasi. Sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan

konflik.

http://joadvena.blogspot.co.id/2014/11/makalah-konflik-kerja-dan-stres-kerja.html[12/7/2017 2:25:59 AM]


jo etto advena: MAKALAH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA

Konflik biasanya timbul dalam organisasi sebagai hasil adanya masalahmasalah

komunikasi, hubungan pribadi, atau struktur organisasi. Konflik adalah segala macam

interaksi pertentangan antara dua pihak atau lebih. Konflik organisasi (organizational

conflict) adalah ketidaksesuaian antara dua atau lebih anggotaanggota atau

kelompokkelompok organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka


harus membagi sumber dayasumber daya yang terbatas atau kegiatankegiatan kerja

dan atau karena kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan, nilai,

atau persepsi.

Konflik adalah suatu pertentangan yang terjadi antara apa yang diharapkan oleh

seseorang terhadap dirinya, orang lain, organisasi dengan kenyataan apa yang
diharapkannya.

2.3.1 Penyebabpenyebab konflik


1. Komunikasi : salah pengertian yang berkenaan dengan kalimat, bahasa yang

sulit dimengerti, atau informasi yang tidak lengkap, serta gaya individu
manajer yang tidak konsisten.

2. Struktur : pertarungan kekuasaaan antar departemen dengan kepentingan

kepentingan atau sistem penilaian yang bertentangan, persaingan untuk


memperebutkan sumber dayasumber daya yang terbatas, atau saling

ketergantungan dua atau lebih kelompok kelompok kegiatan kerja untuk

mencapai tujuan mereka.


3. Pribadi : ketidaksesuaian tujuan atau nilainilai sosial pribadi karyawan

dengan perilaku yang diperankan pada jabatan mereka, dan perbedaan


dalam nilainilai persepsi.

Dalam kehidupan organisasi, pendapat tentang konflik dapat dilihat dari 3

sudut pandang, yaitu :


1. Pandangan tradisional, berpendapat bahwa konflik merupakan sesuatu yang

diinginkan dan berbahaya bagi kehidupan organisasi.

2. Pandangan perilaku, berpendapat konflik merupakan suatu kejadian atau


peristiwa yang biasa terjadi dalam kehidupan organisasi, yang biasa

bermanfaat ( konflik fungsional ) dan bisa pula merugikan organisasi (

konflik disfungsional ).

3. Pandangan interaksi, berpendapat bahwa konflik merupakan suatu peristiwa


yang tidak dapat terhindarkan dan sangat diperlukan bagi pemimpin

organisasi.

Berdasarkan ketiga pandangan tentang konflik tersebut, pihak pemimpin

organisasi perlu menganalisis dengan nyata konflik yang terjadi di organisasi,

apakah konflik itu fungsional atau disfungsional dan bagaimana manajemen

http://joadvena.blogspot.co.id/2014/11/makalah-konflik-kerja-dan-stres-kerja.html[12/7/2017 2:25:59 AM]


jo etto advena: MAKALAH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA

konflik agar berpengaruh positif bagi kemajuan organisasi.

Menurut Stephen P. Robbins tentang perbedaan pandangan tradisional

dan pandangan baru (pandangan interaksionis) tentang konflik dapat dilihat

berikut ini :

Perbedaan Pandangan Lama dan Baru tentang Konflik


Pandangan Lama :

1. Konflik dapat dihindarkan

2. Konflik disebabkan oleh kesalahankesalahan manajemen dalam

perancangan dan pengelolaan organisasi atau oleh pengacau.

3. Konflik menggangu organisasi dan menghalangi pelaksanaan optimal.


4. Tugas manajemen adalah menghilangkan konfllik.
5. Pelaksanaan kegiatan organisasi yang optimal membutuhkan penghapusan
konflik.
Pandangan Baru :

1. Konflik tidak dapat dihindarkan

2. Konflik timbul karena banyak sebab, termasuk struktur organisasi,

perbedaan tujuan yang tidak dapat dihindarkan, perbedaan dalam persepsi


dan nilainilai pribadi dan sebagainya.

3. Konflik dapat membantu atau menghambat pelaksanaan kegiatan organisasi

dalam berbagai derajat.


4. Tugas manajemen adalah mengelola tingkat konflik dan penyelesaiannya.
5. Pelaksanaan kegiatan organisasi yang optimal membutuhkan tingkat konflik

yang moderat.
Segi fungsional konflik antara lain :

1. Manajer menemukan cara penggunaan dana yang lebih baik.

2. Lebih mempersatukan para anggota organisasi.


3. Manajer mungkin menemukan cara perbaikan prestasi organisasi.

4. Mendatangkan kehidupan baru di dalam hal tujuan serta nilai organisasi.

5. Penggantian manajer yang lebih cakap, bersemangat dan bergagasan baru.

2.3.2 Bentukbentuk Konflik Struktural

Dalam organisasi klasik ada empat daerah struktural di mana konflik

sering timbul :

1. Konflik hierarki, yaitu konflik amtara berbagai tingkatan organisasi.


Contohnya, konflik antara komisaris dengan direktur utama, pemimpin

dengan karyawan, pengurus dengan anggota koperasi, pengurus dengan

manajemen, dan pengurus dengan karyawan.

2. Konflik fungsional, yaitu konflik antar berbagai departemen fungsional

http://joadvena.blogspot.co.id/2014/11/makalah-konflik-kerja-dan-stres-kerja.html[12/7/2017 2:25:59 AM]


jo etto advena: MAKALAH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA

organisasi. Contohnya, konflik yang terjadi antara bagian produksi dengan


bagian pemasaran, bagian administrasi umum dengan bagian personalia.

3. Konflik lini staf yaitu konflik yang terjadi antara pimpinan unit dengan

stafnya terutama staf yang berhubungan dengan wewenang / otoritas kerja.

Contoh : karyawan staf secara tidak fornal mengambil wewenang


berlebihan.

4. Konflik formal informal yaitu konflik antara organisasi formal dan


informal. Contoh : Pemimpin yang menempatkan norma yang salah pada

organisasi.

2.3.3 Jenisjenis Konflik

Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi :


1. Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu menghadapi

ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk


melaksanakannya. Bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan,

atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.

2.Konflik antar individu dalam organisasi yang sama, hal ini sering

diakibatkan oleh perbedaanperbedaan kepribadian.Konflik ini berasal dari


adanya konflik antar peranan ( seperti antara manajer dan bawahan ).

3. Konflik antar individu dan kelompok, yang berhubungan dengan cara

individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh


kelompok kerja mereka. Sebagai contoh, seorang individu mungkin

dihukum atau diasingkan oleh kelompok kerjanya karena melanggar norma

norma kelompok.

4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama, karena terjadi


pertentangan kepentingan antar kelompok.

5. Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan


ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara. Konflik ini telah

mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi, dan jasa,


hargaharga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya lebih efisien.

2.3.4 Penyebab Terjadinya Konflik Kerja

Penyebab terjadinya konflik dalam organisasi, antara lain :

1. Koordinasi kerja yang tidak dilakukan.

2. Ketergantungan dalam pelaksanaan tugas.


3. Tugas yang tidak jelas ( tidak ada deskripsi jabatan ).

4. Perbedaan dalam otorisasi pekerjaan.

http://joadvena.blogspot.co.id/2014/11/makalah-konflik-kerja-dan-stres-kerja.html[12/7/2017 2:25:59 AM]


jo etto advena: MAKALAH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA

5. Perbedaan dalam memahami tujuan organisasi.

6. Perbedaan persepsi.

7. Sistem kompetensi insentif ( reward ).


8. Strategi pemotivasian tidak tepat.

2.3.5 Cara Mengatasi Konflik Kerja


Manajemen konflik dapat dilakukan dengan cara antara lain :

1. Pemecahan masalah ( Problem Solving ).

2. Tujuan tingkat tinggi ( Lipsordinate Goal ).


3. Perluasan sumber ( Ekspansion of Resources )

4. Menghindari konflik ( avoidance ).


5. Melicinkan konflik ( Smoothing ).

6. Perintah dari wewenang ( Authoritative Commands ).


7. Mengubah variabel manusia ( Altering the Human Variabel ).

8. Mengubah variabel struktural ( Altering the Structural Variables ).

9. Mengidentifikasikan musuh bersama ( Identifying a Common Enemy ).

2.3.6 Faktor Penyebab Konflik


1. Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki
pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan

pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini

dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani


hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya.

Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu

perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu

karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.


2. Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi

yang berbeda.

Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan

pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada

akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu


konflik.

3. Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.

Manusia memiliki perasaan, pendirian, maupun latar belakang kebudayaan

yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-

masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda.


Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan

http://joadvena.blogspot.co.id/2014/11/makalah-konflik-kerja-dan-stres-kerja.html[12/7/2017 2:25:59 AM]


jo etto advena: MAKALAH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA

yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam

hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menganggap hutan sebagai

kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga

harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menebang pohon-pohon

karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun


atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan

kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka

pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari

lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan

kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan


mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan

kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan
budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok

dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan

pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya.

Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha


menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan

memperbesar bidang serta volume usaha mereka.

4. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.


Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika
perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut

dapat memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masyarakat

pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan

memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat


tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi
nilai-nilai masyarakat industri. Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai

kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang

disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Hubungan kekerabatan bergeser

menjadi hubungan struktural yang disusun dalam organisasi formal

perusahaan. Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-


nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah

menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat
dalam dunia industri. Perubahan-perubahan ini, jika terjadi seara cepat atau

mendadak, akan membuat kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat,

bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan

karena dianggap mengacaukan tatanan kehidupan masyarakat yang telah

ada.

http://joadvena.blogspot.co.id/2014/11/makalah-konflik-kerja-dan-stres-kerja.html[12/7/2017 2:25:59 AM]


jo etto advena: MAKALAH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA

2.3.7 Akibat konflik

Hasil dari sebuah konflik adalah sebagai berikut :

1.Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (ingroup) yang

mengalami konflik dengan kelompok lain.

2. Keretakan hubungan antar kelompok yang bertikai.

3. Perubahan kepribadian pada individu, misalnya timbulnya rasa dendam,


benci, saling curiga dll.

4. Kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia.


5. Dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.

Para pakar teori telah mengklaim bahwa pihak-pihak yang berkonflik


dapat memghasilkan respon terhadap konflik menurut sebuah skema dua-

dimensi; pengertian terhadap hasil tujuan kita dan pengertian terhadap hasil

tujuan pihak lainnya. Skema ini akan menghasilkan hipotesa sebagai berikut :
1. Pengertian yang tinggi untuk hasil kedua belah pihak akan menghasilkan
percobaan untuk mencari jalan keluar yang terbaik.
2. Pengertian yang tinggi untuk hasil kita sendiri hanya akan menghasilkan

percobaan untuk "memenangkan" konflik.


3. Pengertian yang tinggi untuk hasil pihak lain hanya akan menghasilkan

percobaan yang memberikan "kemenangan" konflik bagi pihak tersebut.


4. Tiada pengertian untuk kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan

untuk menghindari konflik.


(http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/03/konflik-kerja-definisi-jenis-dan_10.html)
(http://manajemenppm.wordpress.com/2013/07/31/menangani-konflik-di-tempat-kerja/)

2.4 Stres Kerja

2.4.1 Pengertian Stres Kerja

Stres Kerja adalah perasaan tertekan yang dialami karyawan dalam

menghadapi pekerjaan. Stress kerja ini tampak dari Simpton, antara lain emosi
tidak stabil, perasaan tidak tenang, suka menyendiri, sulit tidur, merokok yang

berlebihan, tidak bisa relaks, cemas, tegang, gugup, tekanan darah meningkat,
dan mengalami gangguan pencernaan.

2.4.2 Penyebab Stres Kerja

Penyebab stres kerja antara lain beban kerja yang dirasakan terlalu berat,
waktu kerja yang mendesak, kualitas pengawasan kerja yang rendah, iklim

kerja yang tidak sehat, otoritas kerja yang tidak memadai yang berhubungan

http://joadvena.blogspot.co.id/2014/11/makalah-konflik-kerja-dan-stres-kerja.html[12/7/2017 2:25:59 AM]


jo etto advena: MAKALAH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA

dengan tanggung jawab, konflik kerja, perbedaan yang lain antara karyawan

dengan pemimpin yang prustasi dalam kerja.

2.4.3 Pendekatan Stres Kerja


Menurut pendapat Keith Davis dan John W. Newstrom, (1989:490) yang

mengemukakan bahwa Four approaches that of ten involve employee and

management cooperation for stress management are social support, meditation,


biofeedback and personal wellness programs.

Ada empat pendekatan terhadap stress kerja yaitu

1. Pendekatan dukungan sosial (social support)

Pendekatan ini dilakukan melalui aktivitas yang bertujuan memberikan

kepuasan sosial kepada karyawan. Misalnya bermain game, lelucon, dan


bodor kerja.

2. Pendekatan melalui meditasi (meditation)


Pendekatan ini perlu dilakukan karyawan dengan cara berkonsentrasi ke
alam pikiran, mengendorkan kerja otot, dan menenangkan emosi.

3. Pendekatan biofeedback

Pendekatan ini dilakukan melalui bimbingan medis. Melalui bimbingan


dokter, psikiater, dan psikolog sehingga diharapkan karyawan dapat

menghilangkan stres yang dialaminya.

4. Pendekatan program kesehatan pribadi.


Pendekatan ini merupakan pendekatan preventif sebelum terjadinya stres.
Dalam hal ini karyawan secara periode waktu yang kontinu memeriksa

kesehatan, melakukan relaksasi otot, pengaturan gizi, dan olahraga secara

teratur.

2.4.4 Cara Mengatasi Stres Kerja


Mendeteksi penyebab stres dan bentuk reaksinya melalui tiga pola dalam

mengatasi stress, antara lain:

1. Pola sehat, yaitu pola menghadapi stres yang terbaik dengan kemampuan

mengelola perilaku dan tindakan sehingga adanya stres tidak menimbulkan


gangguan, akan tetapi menjadi lebih sehat dan berkembang. Mereka yang

tergolong kelompok ini biasanya mampu mengelola waktu dan kesibukan

dengan cara yang baik dan teratur sehingga mereka tidak perlu merasa ada

sesuatu yang menekan, meskipun sebenarnya tantangan dan tekanan cukup

banyak.
2.Pola harmonis adalah pola menghadapi stress dengan kemampuan

http://joadvena.blogspot.co.id/2014/11/makalah-konflik-kerja-dan-stres-kerja.html[12/7/2017 2:25:59 AM]


jo etto advena: MAKALAH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA

mengelola waktu dan kegiatan secara harmonis dan tidak menimbulkan

berbagai hambatan. Dalam pola ini, individu mampu mengendalikan

berbagai kesibukan dan tantangan dengan cara mngatur waktu secara

teratur. Ia pun slalu menghadapi tugas secara tepat, dan kalau perlu ia

mendelegasikan tugas-tugas tertentu kepada orang lain dengan memberikan


kepercayaan penuh. Dengan demikian, akan terjadi keharmonisan dan

keseimbangan antara tekanan yang diterima dan reaksi yang diberikan.

Demikian juga terhadap keharmonisan antara dirinya dan lingkungan.


3. Pola patalogis ialah pola menghadapi stress denga berdampak berbagai

gangguan fisik maupun social-psikologis. Dalam pola ini, individu akan

menghadapi berbagai tantangan dengan cara-cara yang tidak memilki


kemampuan dan keteraturan mengelola tugas dan waktu. Cara ini dapat

menimbulkan reaksi-reaksi yang berbahaya karena bisa menimbulkan

berbagai masalah-masalah yang buruk.

(http://muhammad-reza.blogspot.com/2013/03/stress-kerja_26.html)

(http://ppm-manajemen.ac.id/manajemen-stres-di-tempat-kerja/)

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dengan melihat beberapa pernyataan dalam pembahasan di atas maka penulis dapat

menarik beberapa kesimpulan antara lain:

1. Konflik adalah suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) di

mana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau
membuatnya tidak berdaya.

2.Konflik biasanya timbul dalam organisasi sebagai hasil adanya masalah-masalah

http://joadvena.blogspot.co.id/2014/11/makalah-konflik-kerja-dan-stres-kerja.html[12/7/2017 2:25:59 AM]


jo etto advena: MAKALAH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA

komunikasi, hubungan pribadi, atau struktur organisasi.

3. Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan
perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan

sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial,
sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan

kelompoknya.

4. Stres Kerja adalah perasaan tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan.

Stress kerja ini tampak dari Simpton, antara lain emosi tidak stabil, perasaan tidak tenang,

suka menyendiri, sulit tidur, merokok yang berlebihan, tidak bisa relaks, cemas, tegang,

gugup, tekanan darah meningkat, dan mengalami gangguan pencernaan.


5. Penyebab stres kerja antara lain beban kerja yang dirasakan terlalu berat, waktu kerja yang

mendesak, kualitas pengawasan kerja yang rendah, iklim kerja yang tidak sehat, otoritas

kerja yang tidak memadai yang berhubungan dengan tanggung jawab, konflik kerja,
perbedaan yang lain antara karyawan dengan pemimpin yang prustasi dalam kerja.

3.2 Saran

Dengan membaca beberapa penjelasan mengenai konflik kerja dan stres kerja di atas
maka penulis dapat menyampaikan beberapa saran antara lain:

1. Dengan mengerjakan tugas yang diberikan oleh Ibu mengenai konflik kerja dan stres kerja
maka penulis berharap agar Ibu memberikan penjelasan mengenai pembuatan makalah
yang baik dan benar agar ke depannya penulis bisa mengetahui cara penulisan makalah

yang baik dan benar.

2. Makalah tentang konflik kerja dan stres kerja menyadarkan kepada kita semua bahwa

didalam melakukan suatu pekerjaan harus lebih berhati-hati sehingga tidak menimbulkan
konflik yang dapat membuat seseorang merasa stres atau down.

DAFTAR PUSTAKA

Business and Society, oleh Archie B. Carrol, South Western College Publiching. Ethics
and The Conduct of Business, John R. Boatright, Prentice Hall.

Etika Bisnis, oleh Sondang Siagian, Penerbit Pustaka Binaman Presindo.

Etika Bisnis, oleh Sonny Keraf, Penerbit Kanisius.

Psikologi Kerja, oleh Pandji Anoraga, S.E. M.M. Penerbit Rineka Cipta.

http://joadvena.blogspot.co.id/2014/11/makalah-konflik-kerja-dan-stres-kerja.html[12/7/2017 2:25:59 AM]


jo etto advena: MAKALAH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA

Psikologi Pelayanan dalam Industri Jasa, oleh Ir. Endar Sugiarto, M.M. Penerbit Gramedia
Pustaka Utama.

Diposting oleh etto kono di 10.43

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beri komentar sebagai:

Publikasikan Pratinjau Beri tahu saya

Posting Lebih Baru Beranda Posting Lama

Langganan: Posting Komentar (Atom)

Tema Perjalanan. Gambar tema oleh graphixel. Diberdayakan oleh Blogger.

http://joadvena.blogspot.co.id/2014/11/makalah-konflik-kerja-dan-stres-kerja.html[12/7/2017 2:25:59 AM]