Anda di halaman 1dari 75

Rio Anshari, M.

Si
3353
(rioanshari@fmipa.unp.ac.id)
(rio.anshari@gmail.com)
Sistem dan Lingkungan

Sistem adalah suatu daerah dalam ruang atau sejumlah


benda yang dibatasi oleh permukaan tertutup.

Permukaan tertutup yang membatasi sistem dapat berupa


permukaan nyata atau permukaan khayal.

Sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di


luar sistem
Sistem dan Lingkungan
Sistem dan Lingkungan
Sistem dan Lingkungan

Jenis jenis sistem berdasarkan dapat atau tidaknya melakukan


pertukaran zat dan energi dengan lingkungan :
Dinding pemisah sistem

Antara sistem dengan lingkungan terdapat dinding pemisah


yaitu berupa permukaan, baik itu permukaan nyata ataupun
khayal.
Hukum ke-nol termodinamika

Bila dua sistem berada


dalam kesetimbangan termal
dengan sistem ketiga, maka
sistem itu berada dalam
kesetimbangan termal satu

sama lain
Kesetimbangan termodinamika

Sistem dikatakan dalam keadaan kesetimbangan


termodinamika jika sistem berada dalam keadaan
kesetimbangan termal, kimia dan mekanik.
Proses

Proses adalah perubahan


salah satu atau lebih dari
variabel keadaan sistem.
ISOBARIK
ISOKHORIK
ISOTERMIK
ADIABATIK
SIKLUS
PERSAMAAN KEADAAN GAS IDEAL

Sifat mekanika gas yang tersusun atas sejumlah besar atom-


atom atau molekul-molekul penyusunnya dijelaskan dalam
teori kinetik gas.

Dalam menjelaskan perilaku gas dalam keadaan tertentu,


teori kinetik gas menggunakan beberapa pendekatan dan
asumsi mengenai sifat sifat gas yang disebut gas ideal.

Gas ideal pada dasarnya tidak terdapat di alam.

Gas ideal memenuhi beberapa asumsi-asumsi berikut yang


dikenal sebagai sifat-sifat gas ideal.
PERSAMAAN KEADAAN GAS IDEAL

Sifat-sifat gas ideal :


1. Jumlah partikel gas sangat banyak, tetapi tidak ada gaya
tarik menarik (interaksi) antarpartikel.
2. Setiap partikel gas selalu bergerak dengan arah
sembarang atau acak.
3. Ukuran partikel gas dapat diabaikan terhadap ukuran
ruangan tempat gas berada.
4. Setiap tumbukan yang terjadi antarpartikel gas dan
antara partikel gas dan dinding bersifat lenting
sempurna.
5. Partikel gas terdistribusi merata di dalam ruangan.
6. Berlaku Hukum Newton tentang gerak.
PERSAMAAN KEADAAN GAS IDEAL
PERSAMAAN KEADAAN GAS IDEAL

Dari grafik terlihat bentuk kurva dari beberapa gas selalu


berpotongan pada titik yang sama yaitu terjadi ketika
tekanan rendah.

Dari hubungan inilah diperoleh bentuk persamaan keadaan


gas ideal :

Dimana :
n = Jumlah mol (mol)
R = Konstanta gas umum = , /.
T = Suhu mutlak (Kelvin)
PERSAMAAN KEADAAN GAS IDEAL

= =


=


= =

=
Dimana :
N = Jumlah partikel gas
k = Konstanta Boltzmann = , /
PERSAMAAN KEADAAN GAS IDEAL
Jika ketiga variabel gas
yaitu tekanan (P),
Volume (V) dan
Temperatur (T), maka
akan berbentuk grafik
permukaan yang dikenal
sebagai permukaan P-V-T
dari gas ideal.
PERSAMAAN KEADAAN GAS IDEAL

Hukum-hukum tentang gas


Hukum Boyle T = konstan
Sehingga diperoleh :
=
=
=
PERSAMAAN KEADAAN GAS IDEAL

Hukum-hukum tentang gas


Hukum Gay-Lussac P = konstan
Sehingga diperoleh :
=

=


=


=

PERSAMAAN KEADAAN GAS IDEAL

Hukum-hukum tentang gas


Hukum Charles V = konstan
Sehingga diperoleh :
=

=


=


=

PERSAMAAN KEADAAN GAS IDEAL

Soal :
1. Sejumlah gas ideal dalam suatu ruang mengalami proses
isobarik sehingga volumenya menjadi dua kali volume semula.
Jika temperatur awal gas 27 C, tentukan temperatur gas saat
ini !
2. Diketahui volume bola B dua kali
volume bola A. Kedua bola terisi gas
ideal. Volume tabung penghubung
dapat diabaikan. Gas A berada pada
suhu 300 K. Jika jumlah molekul gas
dalam bola A adalah N dan jumlah
molekul gas dalam bola B adalah 3
N, tentukan suhu gas dalam bola B !
PERSAMAAN KEADAAN GAS IDEAL

3. Suatu gas memiliki volume 2 L, temperatur 30C, dan tekanan


1 atm. Gas tersebut dipanaskan sampai 60C dan ditekan
sampai volume 1,5 L. Hitunglah besar tekanan akhir gas
tersebut.

4. Sejumlah gas ideal menjalani proses isobarik sehingga


suhunya (dalam Kelvin) menjadi dua kali semula. Sehingga
volume gas tersebut akan menjadi n kali semula. Berapakah
nilai n?

5. Temperatur gas ideal yang tekanannya 800 mmHg adalah 300


K. Jika gas dipanaskan pada volume tetap hingga tekanannya
menjadi 1.600 mmHg, hitunglah temperatur gas tersebut.
PERSAMAAN KEADAAN GAS NYATA

Gas yang mengikuti hukum Boyle dan hukum Charles, yakni


hukum gas ideal, disebut gas ideal.

Namun, didapatkan, bahwa gas yang kita jumpai, yakni gas


nyata, tidak secara ketat mengikuti hukum gas ideal.

Semakin rendah tekanan gas pada temperatur tetap,


semakin kecil deviasinya dari perilaku ideal.

Semakin tinggi tekanan gas, atau dengan kata lain, semakin


kecil jarak intermolekulnya, semakin besar deviasinya.
PERSAMAAN KEADAAN GAS NYATA

Paling tidak ada dua alasan yang menjelaskan hal ini.

1. Definisi temperatur absolut didasarkan asumsi bahwa


volume gas real sangat kecil sehingga bisa diabaikan.
Molekul gas pasti memiliki volume nyata walaupun
mungkin sangat kecil.

2. Ketika jarak antarmolekul semakin kecil, beberapa jenis


interaksi antarmolekul akan muncul.
PERSAMAAN KEADAAN GAS NYATA
PERSAMAAN KEADAAN GAS NYATA

Persamaan van der waals


PERSAMAAN KEADAAN GAS NYATA

Persamaan van der waals

Fisikawan Belanda Johannes Diderik van der Waals (1837-


1923) mengusulkan persamaan keadaan gas nyata, yang
dinyatakan sebagai persamaan keadaan van der Waals atau
persamaan van der Waals.

Ia memodifikasi persamaan gas ideal dengan cara


menambahkan koreksi pada P untuk mengkompensasi
interaksi antarmolekul dan mengurangi dari suku V yang
menjelaskan volume real molekul gas.
PERSAMAAN KEADAAN GAS NYATA

Persamaan van der waals

Persamaan van der Waals dirumuskan sebagai berikut :


+ =

Dimana :

= = kualitas tarik menarik antar partikel


= = volume tambahan dari partikel
= bilangan Avogadro
PERSAMAAN KEADAAN GAS NYATA

Persamaan van der waals

Persamaan van der Waals dirumuskan sebagai berikut :


Atau : + =

Dimana :
= volume molar
=

N= = jumlah partikel

= = Konstanta Blotzmann

PERSAMAAN KEADAAN GAS NYATA

Persamaan van der waals


PERSAMAAN KEADAAN GAS NYATA

Persamaan van der waals


PERSAMAAN KEADAAN GAS NYATA

Koefisien Virial

Persamaan keadaan gas nyata ini dinyatakan dalam bentuk


sebagai berikut :


= + + +

A, B, C dan seterusnya merupakan fungsi dari temperatur dan
disebut koefisien virial.

Persamaan van der Waals jika diungkapkan dalam bentuk


koefisien virial, dapat dituliskan sbb :
PERSAMAAN KEADAAN GAS NYATA

Koefisien Virial


Dengan menggunakan teorema virial, suku dapat

diekspansi menjadi :


=+ + +

PERSAMAAN KEADAAN GAS NYATA

Koefisien Virial

Sehingga persamaannya dapat dituliskan :


= + + +

Dimana A=RT, B=RTb-a dan C=RT .

Pada gas ideal, volume gas sangat besar dan volume masing-
masing molekul diabaikan, sehingga suku kedua, ketiga dan
seterusnya dapat diabaikan.
PERSAMAAN KEADAAN GAS NYATA

Koefisien Virial
Proses pada sistem termodinamika berarti terjadinya
perubahan dari keadaan sistem.

Sistem yang berada dalam keadaan setimbang


termodinamik akan tetap mempertahankan keadaannya.

Untuk merubah keadaan setimbang itu, sistem harus


berinteraksi dengan lingkungannya.

Terdapat 3 bentuk interaksi sistem dengan lingkungannya :

1. Melakukan usaha luar.


2. Melakukan pertukaran kalor.
3. Melakukan usaha luar dan pertukaran kalor.
Proses
kuasistatik
Proses
Termodinamika
Proses non-
kuasistatik
Terdapat 4 proses pada sistem termodinamika :

Proses isobarik

Proses Proses isokhorik


Termodinamika
Proses isotermik

Proses adiabatik
Keempat proses tersebut diasumsikan terjadi secara
kuasistatik, artinya setiap fungsi keadaannya dapat diwakili
oleh fungsi f(P,V,T).

Dimana :

P = f (V,T) ; atau

V = f (P,T) ; atau

T = f (P,V).
Energi dalam suatu sistem adalah jumlah energi yang
dimiliki oleh partikel-partikel sistem, yang dapat berupa
energi kinetik, energi rotasi, energi vibrasi, energi magnetik,
dan lain sebagainya.

Secara sederhananya, energi dalam suatu sistem mewakili


total energi kinetik sistem pada temperatur tertentu
sehingga dapat diungkapkan sbb :

=
Secara detail untuk jenis gas monoatomik dan diatomik :


Gas monoatomik = =

Gas diatomik

Temperatur rendah = =


Temperatur sedang = =


Temperatur tinggi = =

Sedangkan perubahan energi dalam sistem diartikan
sebagai selisih antara energi dalam sistem pada saat
temperatur akhir dengan energi dalam sistem saat
temperatur awal.

Gas monoatomik = =

Gas diatomik

Temperatur rendah = =


Temperatur sedang =


Temperatur tinggi = =

Usaha dalam
Usaha
Termodinamika
Usaha luar
Usaha dalam diartikan sebagai usaha yang dilakukan oleh
suatu bagian sistem ke bagian sistem yang lain.

Secara keseluruhan, tidak terdapat perubahan pada sistem


karena usaha hanya berefek pada bagian masing-masing
sistem.

Usaha luar diartikan sebagai usaha yang dilakukan oleh


sistem ke lingkungan.

Dapat terjadi dua keadaan pada sistem ketika usaha luar


terjadi yaitu pengembangan atau penyusutan.
Kembali pada konsep usaha menurut fisika, yaitu
merupakan produk antara gaya dan perpindahan.

Jika suatu sistem yang memberi/menerima gaya tetapi tidak


terdapat perpindahan, maka secara fisika sistem tersebut
dikatakan tidak melakukan usaha.

Oleh karena itu, dalam termodinamika, usaha yang


dimaksud adalah usaha luar. Sedangkan usaha dalam
dianggap bukanlah usaha karena secara keseluruhan tidak
terjadi perubahan apa-apa pada sistem.
Besarnya usaha dapat dituliskan :


= = =

= =

Pada proses kuasitatik, nilai P merupakan suatu fungsi


temperatur dan volume sistem sehingga nilai P dapat

diganti dengan

Sedangkan pada proses non-kuasistatik, tidak ada
persamaan keadaan yang dapat menunjukkan perubahan
keadaan sistem sehingga nilai P berdiri sendiri.

Ketika sistem mengembang, sistem melakukan usaha ke


luar pada lingkungannya. Sistem melakukan usaha ke luar
berefek kepada berkurangnya energi dalam sistem,
sehingga jika sistem melakukan usaha, usahanya bertanda
negatif.
=

Jika volume sistem berubah secara kuasistatik dari Vi


menjadi Vf, maka usahanya totalnya dapat dituliskan :

=

Usaha sistem pada kurva P-V

Pada kurva P-V, usaha sistem


diperoleh dari :

Yang tak lain adalah luas


daerah di bawah kurva.

= =

Proses Isobarik

Pada proses isobarik, tekanan


gas tetap / konstan.

Persamaan keadaannya dapat


dituliskan menjadi :


=


=

Proses Isobarik

Perubahan volume gas ditentukan oleh perubahan


temperaturnya.

Oleh karena volume sistem berubah sedangkan tekanannya


tetap, maka nilai usaha sistem adalah :

= = =

Proses Isobarik

Sehingga usaha pada proses isobarik adalah :

= =
Proses Isotermik

Pada proses isotermik,


temperatur sistem tetap.

Bentuk grafiknya seperti gambar


disamping dimana kurvanya
landai.

Persamaan keadaan sistemnya


dapat dituliskan menjadi :
Proses Isotermik

=
=

Pada proses ini, baik tekanan maupun volume sistem


keduanya sama-sama berubah sehingga persamaan =
tidak dapat diterapkan.

Dari segi perubahan volume, besarnya usaha pada sistem


isotermik diungkapkan menjadi persamaan berikut :
Proses Isotermik

=
=



= =


Proses Isotermik



= =

Dari segi perubahan tekanan, besarnya usaha pada sistem


isotermik diungkapkan menjadi persamaan berikut :


= =


Proses Isotermik



= =


=

Proses Isotermik

Sehingga usaha pada proses isotermik adalah :


=

Proses Isokhorik atau isovolume

Pada proses isokhorik atau


isovolume, volume sistem tetap.

Bentuk grafiknya seperti gambar


disamping dimana kurvanya
berupa garis vertikal.

Persamaan keadaan sistemnya


dapat dituliskan menjadi :
Proses Isokhorik atau isovolume


=


=

Perubahan tekanan pada sistem sepenuhnya ditentukan oleh
perubahan temperatur sistem.

Usaha pada sistem dapat diungkapkan :


Proses Isokhorik atau isovolume

Karena Volume sistem konstan maka


= dV bernilai nol

=
Pada proses isokhorik atau isovolume, tidak ada usaha yang
dikerjakan oleh sistem

=
Proses Adiabatik

Pada proses adiabatik, tidak ada


kalor yang keluar ataupun masuk ke
dalam sistem.

Proses ini dapat dilakukan dengan


cara mengisolasi sistem
menggunakan bahan adiabatik

Bentuk grafiknya seperti gambar


disamping dimana kurvanya berupa
kurva yang lebih curam daripada
kurva isotermik.
Proses Adiabatik

Proses adiabatik mengikuti persamaan Poisson, yaitu :


= =

=

Proses Adiabatik

Oleh karena sistem tidak melepaskan atau menerima kalor,


pada kalor sistem proses adiabatik Q sama dengan nol.
Dengan demikian, usaha yang dilakukan oleh sistem hanya
mengubah energi dalam sistem tersebut.

Pada gas monoatomik :


= = =

Suatu gas ideal mengalami proses siklus seperti
diagram pV berikut. Hitunglah usaha yang
dihasilkan pada siklus ini.
TERIMA KASIH