Anda di halaman 1dari 79

Rio Anshari, M.

Si
3353
(rioanshari@fmipa.unp.ac.id)
(rio.anshari@gmail.com)
HUKUM PERTAMA TERMODINAMIKA
HUKUM PERTAMA TERMODINAMIKA

Bila sistem menyerap kalor, sebagian energi digunakan


untuk menaikkan energi dalam sistem (U positif) dan
sisanya digunakan untuk melakukan usaha ke luar (W
negatif).

Dalam bentuk differensial


= =

Q positif bila sistem menyerap kalor dan bertanda negatif


jika sistem melepas kalor.
HUKUM PERTAMA TERMODINAMIKA

Pada proses kuasistatik nilai usaha luar :

Maka hukum pertama termodinamika untuk proses kuasistatik


dapat dituliskan menjadi :

= =

= +
KALOR PADA PROSES TERMODINAMIKA
1. Isobarik

Dari hukum pertama termodinamika :



= Dimana : =

2. Isokhorik

Dari hukum pertama termodinamika :

=
Pada proses isokhorik W = 0, maka nilai Q :

= =

KALOR PADA PROSES TERMODINAMIKA
3. Isotermik

Dari hukum pertama termodinamika :

Pada proses isotermik, T = 0 sehingga U = 0


= =

KALOR PADA PROSES TERMODINAMIKA
4. Adiabatik

Dari hukum pertama termodinamika :

Pada proses adiabatik, Q = 0 sehingga :

= =
=
=
SOAL

1. Delapan mol gas ideal dipanaskan pada tekanan


tetap sebesar 2 105 N/m2 sehingga volumenya
berubah dari 0,08 m3 menjadi 0,1 m3. Jika gas
mengalami perubahan energi dalam gas sebesar
1.500 J, berapakah kalor yang diterima gas tersebut ?

2. Suatu sistem mengalami proses isobarik. Pada sistem


dilakukan usaha sebesar 100 J. Jika perubahan
energi dalam sistem U dan kalor yang diserap
sistem = 150 joule, berapakah besarnya U?
SOAL

3. Kedalam sejumlah gas dialirkan kalor sebesar 300


joule. Kemudian gas dikenai kerja 120 joule.
Berapakah perubahan energi dalam gas?

4. Dari dalam gas diserap kalor sebesar 1205 joule.


Sehingga energi dalamnya turun 1000 joule.
Tentukan usaha yang dilakukan gas.

5. Gas ideal dalam wadah memiliki tekanan 1,5 atm


dan volume 10 lt. Pada saat gas menyerap kalor
ternyata volumenya menjadi 12 lt dan tekanan
tetap. Tentukan kalor yang diserap gas tersebut!
SOAL

6. Sejumlah gas ideal mengalir proses isobarik pada


tekanan 2 atm. Jika volumenya berubah dari 1,5 lt
menjadi 2 lt maka tentukan:
a. usaha gas,
b. pembentukan energi dalam,
c. kalor yang diserap gas!

7. Tiga mol gas ideal menyerap kalor 225 joule.


Kemudian gas melakukan kerja pada suhu tetap.
Berapakah kerja yang dilakukan gas?
MESIN KALOR

Mesin-mesin dipergunakan untuk mengerakkan sesuatu.


Prinsipnya mesin menghasilkan energi kinetik.

Berdasarkan hukum kekekalan energi, maka harus ada jenis


energi yang lain yang dapat diubah menjadi energi kinetik,
salah satunya adalah energi kalor.

Energi kalor biasanya diperoleh dari pembakaran bahan bakar


seperti BBM, batubara, kayu bakar, sampah dll.

Namun yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar


sebenarnya tidak hanya kalor tetapi juga gas buang, salah
satunya gas CO2.
MESIN KALOR

Mesin kalor adalah sebutan untuk alat yang berfungsi


mengubah energi panas menjadi energi mekanik.

Semua alat transportasi yang menggunakan bahan bakar


merupakan mesin kalor seperti mobil, sepeda motor, pesawat
terbang, jet dll.

Mesin-mesin yang ada sekarang yang pada prinsipnya


menggunakan panas sebagai sumber energi untuk
mengasilkan kerja semuanya merupakan mesin kalor.

Mesin kalor pertama kali berhasil ditemukan oleh James Watt


pada awal abad 18 yaitu berupa mesin uap.
MESIN KALOR
MESIN KALOR
MESIN KALOR
MESIN KALOR
MESIN KALOR
MESIN KALOR
MESIN KALOR
MESIN KALOR

Sekarang mesin uap digunakan untuk membangkitkan energi


listrik.

Gagasan dasar dibalik penggunaan mesin kalor adalah bahwa


kalor bisa diubah menjadi energi mekanik hanya jika kalor
dibiarkan mengalir dari tempat bersuhu tinggi menuju tempat
bersuhu rendah.

Selama proses ini, sebagian kalor diubah menjadi energi


mekanik (sebagian kalor digunakan untuk melakukan kerja),
sebagian kalor dibuang pada tempat yang bersuhu rendah.

Proses perubahan bentuk energi dan perpindahan energi pada


mesin kalor tampak seperti diagram berikut :
MESIN KALOR
MESIN KALOR

Dari diagram, temperatur tinggi (TH) dan temperatur rendah (TL)


dikenal juga dengan julukan temperatur operasi mesin.

Kalor yang mengalir dari tempat bertemperatur tinggi diberi simbol


QH, sedangkan kalor yang dibuang ke tempat bertemperatur rendah
diberi simbol QL.

Ketika mengalir dari tempat bertemperatur tinggi menuju tempat


bertemperatur rendah, sebagian QH diubah menjadi energi mekanik
(digunakan untuk melakukan kerja/W), sebagian lagi dibuang
sebagai QL.

Sebenarnya kita sangat mengharapkan bahwa semua QH bisa


diubah menjadi W, tapi pengalaman sehari-hari menunjukkan
bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi. Selalu saja ada kalor yang
terbuang.
MESIN KALOR

Mesin kalor yang ditinjau adalah mesin kalor yang berkerja secara
terus menerus.

Konsekuensinya dengan kerja yang terus menerus, maka kalor


masukan pun harus secara terus menerus juga diberikan.

Dari diagram, terlihat kalor masukan tidak semuanya menjadi usaha


tetapi sebagian dibuang. Berarti jumlah kalor yang diserap oleh
sistem adalah selisih dari kalor masuk dengan kalor yang dibuang.

Jika kalor masuk disimbolkan dengan Q1 sedangkan kalor yang


dibuang disimbolkan dengan Q2, maka besarnya kalor yang diserap
sistem (Q) adalah :

=
MESIN KALOR

Menurut hukum Termodinamika I :

Karena yang ditinjau adalah mesin yang bekerja secara terus


menerus, berarti prosesnya terjadi secara berkala dan berulang
secara periodik.

Karena terdapat perulangan, maka sistem otomatis kembali ke


keadaan awal setiap satu proses.

Karena U merupakan U akhir U awal, sedangkan keadaan akhir


sama dengan keadaan awal, maka U bernilai 0, sehingga
berdasarkan hukum Termodinamika I di atas diperoleh :
MESIN KALOR

=
=

Besarnya : =
Ini berarti semua kalor yang diserap sistem sepenuhnya dikonversi
menjadi usaha luar (tanda negatif merupakan arah yang
memperlihatkan sistem melakukan usaha ke lingkungan).

Sehingga besarnya usaha yang dilakukan sistem dapat dituliskan :

= =
EFISIENSI MESIN KALOR

Bagaimana efisiensi dari mesin kalor ???

Efisiensi termal mesin kalor adalah ukuran tanpa dimensi yang


menunjukkan performa peralatan termal seperti mesin
pembakaran dalam dan sebagainya.

Pada prinsipnya, konsep efiensi merupakan perbandingan hasil


yang diperoleh dengan biaya produksi.

Suatu kondisi dikatakan efisien jika tidak ada biaya produksi yang
terbuang sia-sia

Jika diaplikasikan ke dalam termodinamika, efisiensi merupakan


perbandingan kerja yang dihasilkan dengan besarnya kalor yang
diserap oleh sistem.
EFISIENSI MESIN KALOR

Suatu mesin kalor dikatakan efisien jika semua kalor yang


diberikan seluruhnya dikonversi oleh mesin menjadi usaha
tanpa ada yang terbuang.

Panas yang masuk (Q1) adalah energi yang didapatkan dari


sumber energi. Output yang diinginkan dapat berupa panas
atau kerja, atau mungkin keduanya. Sedangkan panas yang
terbuang (Q2) adalah pelepasan kalor ke lingkungan yang tidak
diharapkan.

Suatu mesin kalor akan sangat efisien jika tidak ada kalor yang
dibuang ke lingkungan, dalam arti kata ketika mesin
beroperasi mesin tetap dalam keadaan dingin.
EFISIENSI MESIN KALOR

Kenyataannya itu adalah kondisi ideal dan tidak mungkin hal


itu dapat terjadi.

Sehingga besarnya efisiensi mesin kalor dapat diungkapkan


sbb :


=

EFISIENSI MESIN KALOR


= =


=


=


=

EFISIENSI MESIN KALOR

Nilai efisiensi :


Q2 = 0 = =

Ini berarti tidak ada kalor yang terbuang (Q2=0), semua
kalor yang masuk (Q1) seluruhnya dikonversi menjadi usaha.


Q2 = Q1 = ==

Ini berarti seluruh kalor yang masuk terbuang (Q2=Q1),
semua kalor yang masuk (Q1) seluruhnya terbuang ke
lingkungan. Tidak ada kalor yang diserap oleh sistem.
EFISIENSI MESIN KALOR

Bagaimana kaitan temperatur kedua reservoir mesin kalor


dengan besarnya efisiensi mesin kalor ?

Dengan pendekatan :


=

EFISIENSI MESIN KALOR

Pengungkapan efisiensi dalam bentuk persentase :


= %


= %


= %

EFISIENSI MESIN KALOR

Pengungkapan efisiensi dalam bentuk persentase :

Idealnya mesin kalor memiliki efisiensi 100%, namun itu tidak


mungkin terjadi karena bertentangan dengan hukum II
Termodinamika (akan dibahas pada pertemuan selanjutnya)

Mobil bensin memiliki efisiensi 50%-60%


Mesin pembangkit listrik tenaga batu bara yang besar
memiliki efisiensi maksimum 46%.
Mesin diesel terbesar di dunia memiliki efisiensi maksimum
70%.
HUKUM KEDUA TERMODINAMIKA
Hukum ke-nol termodinamika menjelaskan bagaimana
kesetimbangan temperatur pada suatu sistem atau beberapa
sistem yang berada dalam keadaan setimbang.

Hukum pertama termodinamika menyatakan proses perubahan


energi pada suatu sistem, baik sistem tersebut memperoleh
energi maupun melepaskan energi.

Hukum pertama secara umum mendasarkan ke hukum kekekalan


energi, bahwa energi di alam tidak dapat diciptakan ataupun
dimusnahkan, namun hanya mengalami perubahan bentuk
menjadi energi yang lain.

Walupun begitu, energi tidak serta merta dapat dirubah menjadi


energi dengan bentuk yang lain walaupun hukum kekekalan
energi berkata hal tersebut dapat terjadi.
HUKUM KEDUA TERMODINAMIKA

Walaupun hukum per-


tama termodinamika
menunjukkan peru-
bahan energi pada
suatu sistem, namun
ternyata perubahan ter-
sebut tidak berlangsung
sembarangan.

Terdapat aturan tetentu


yang menentukan arah
perubahan dari energi
tersebut.
HUKUM KEDUA TERMODINAMIKA

Hukum kedua termodinamika menjelaskan tentang arah


perubahan tersebut, terutama tentang arah perubahan
pada energi kalor.

Energi kalor merupakan salah satu bentuk energi yang dapat


dengan mudah berpindah dari suatu tempat ke tempat
yang lain, atau dari suatu sistem ke sistem yang lain.
HUKUM KEDUA TERMODINAMIKA

MESIN
PENDINGIN
PENJELASAN
CLAUSIUS
ENTROPI
HUKUM KEDUA
TERMODINAMIKA

PENJELASAN
MESIN KALOR
KELVIN-PLANCK
PENJELASAN KELVIN-PLANCK
PENJELASAN KELVIN-PLANCK
PENJELASAN KELVIN-PLANCK

Penjelasan Kelvin-Planck berkaitan dengan mesin kalor :

Tidak mungkin membuat suatu


mesin kalor yang bekerja dalam

suatu siklus yang semata-mata
menyerap kalor dari sebuah
reservoir dan mengubah
seluruhnya menjadi usaha luar
PENJELASAN KELVIN-PLANCK

Dengan kata lain pernyataan Kelvin-Planck ini menyatakan


tidak mungkin untuk membuat mesin kalor yang
efisiensinya 100%.
PENJELASAN CLAUSIUS
PENJELASAN CLAUSIUS

Penjelasan Clausius berkaitan dengan mesin pendingin :

Kalor mengalir secara spontan dari


benda bertemperatur tinggi ke

benda bertemperatur rendah dan
tidak mengalir secara spontan
dalam arah kebalikannya
PENJELASAN CLAUSIUS

Hal ini berarti :


Tidak mungkin membuat suatu mesin yang bekerja dalam
suatu siklus dimana kalor diserap dari suatu reservoir yang
bertemperatur rendah dan melepaskan kalor tersebut ke
reservoir yang bertemperatur tinggi tanpa memerlukan
usaha luar.
PENJELASAN CLAUSIUS

Penjelasan Clausius berkaitan dengan entropi :

Total entropi semesta tidak


berubah ketika proses

reversibel terjadi dan
bertambah ketika proses
ireversibel terjadi
PENJELASAN CLAUSIUS

Dari penjelasan Clausius tentang entropi, terdapat beberapa


istilah yaitu entropi, proses reversibel dan proses
ireversibel.

Entropi menyatakan besarnya energi yang tidak dapat


diubah menjadi usaha.

Proses revesibel adalah suatu proses termodinamika


dimana setelah proses terjadi, sistem kembali ke keadaan
awal. Proses reversibel juga dikenal dengan istilah siklus.
Dikenal beberapa siklus pada sistem termodinamika.

Sedangkan proses ireversibel merupakan kebalikan dari


proses reversibel. Pada proses ini, perubahan pada sistem
terjadi satu arah dan tidak dapat kembali ke arah semula.
MESIN PENDINGIN

Prinsip kerja mesin pendingin adalah memindahkan kalor


dari benda bertemperatur lebih rendah pada reservoir
bertemperatur rendah ke reservoir bertemperatur tinggi.

Prinsip kerja mesin pendingin berkaitan dengan pernyataan


Clausius pada hukum kedua termodinamika tentang mesin
pendingin.

Clausius menyatakan jika kalor dipaksakan berpindah dari


reservoir dingin ke panas, maka harus ada usaha luar yang
diberikan ke dalam sistem.

Arah aliran kalor menjadi berlawanan dengan arah aliran


kalor pada mesin kalor.
MESIN PENDINGIN
MESIN PENDINGIN
MESIN PENDINGIN

Jenis-jenis mesin pendingin :

1. Refrigerant
Jenis ini lebih dikenal dengan
sebutan kulkas atau lemari es.
Tipe dan kapasitasnya ber-
macam-macam, dan umumnya
digunakan untuk rumah
tangga. Fungsinya untuk men-
dinginkan minuman, menga-
wetkan bahan makanan,
menghasilkan es. Suhu
untuk lemari es dipertahankan
3o - 100o C
MESIN PENDINGIN

Jenis-jenis mesin pendingin :

2. Freezer
Jenis yang satu ini tidak berbeda dengan kulkas, hanya
saja kapasitas lebih besar, dan suhunya lebih rendah.
MESIN PENDINGIN

Jenis-jenis mesin pendingin :

3. Air Conditioner (AC)


Alat ini diperuntukkan untuk mengatur termperatur dan
kelembapan udara di dalam suatu ruangan.
MESIN PENDINGIN

Mesin pendingin yang baik adalah mesin pendingin yang


menyerap kalor dari benda yang akan didinginkan sebanyak-
banyaknya dengan menggunakan usaha luar seminimalnya.

Sebuah mesin pendingin yang dapat menyerap kalor


sebanyak-banyaknya dengan usaha luar seminimalnya
dikatakan memiliki nilai performansi yang bagus.

Nilai performansi dari mesin pendingin dinyatakan dalam


bentuk koefisien performansi (Kp)

Jika kalor yang diambil dari reservoir rendah Q2, kalor yang
dibuang ke resevoir panas adalah Q1 sedangkan kerja yang
diberikan adalah W, maka koefisien performansi dapat
dinyatakan sbb :
MESIN PENDINGIN

Dari skema terdapat hubungan :

Maka koefisien performansi dapat diungkapkan :


=

MESIN PENDINGIN

Jika sistem yang didinginkan mematuhi persamaan gas


ideal, maka koefisien performansi dapat juga diungkapkan
menjadi :

Bagaimana nilai koefisien performansinya ???


= =


MESIN PENDINGIN

Nilai Q1 pasti selalu lebih besar dari Q2 , dan tidak mungkin


sama kecuali mesin dalam kadaan tidak beroperasi.


Oleh karena itu nilai < < berakibat nilai koefisien

performansi :

>

Semakin besar nilai koefisien performansi suatu mesin


pendingin, semakin bagus performa dari kerja mesin.
Contoh Soal

1. Sebuah lemari es memiliki koefisien


performansi 6. Jika suhu ruang di luar lemari es
adalah 28C, berapakah suhu paling rendah di
dalam lemari es yang dapat diperoleh?

2. Suhu di dalam mesin pendingin 3C dan suhu


di luarnya 27C. Jika daya yang dipakai untuk
mengaktifkan mesin pendingin adalah 250
watt, hitunglah besarnya panas yang
dikeluarkan dari ruangan setiap jamnya!
SIKLUS OTTO

SIKLUS MESIN
SIKLUS DIESEL
KALOR

SIKLUS
CARNOT
SIKLUS OTTO
SIKLUS OTTO
SIKLUS OTTO

Siklus Otto adalah siklus thermodinamika yang paling banyak


digunakan dalam kehidupan manusia.

Mobil dan sepeda motor berbahan bakar bensin (Petrol Fuel)


adalah contoh penerapan dari sebuah siklus Otto.

Siklus Otto dikenal juga dengan istilah siklus volume konstan.


SIKLUS OTTO

Secara thermodinamika, siklus ini memiliki 4 buah proses


thermodinamika yang terdiri dari 2 buah proses isokhorik
(volume tetap) dan 2 buah proses adiabatis (kalor tetap).

Proses yang terjadi adalah :


1-2 : Kompresi adiabatis
2-3 : Pembakaran isokhorik
3-4 : Ekspansi / langkah kerja adiabatis
4-1 : Langkah buang isokhorik
SIKLUS OTTO
SIKLUS DIESEL
SIKLUS DIESEL

Ditemukan pada tahun 1890 oleh seorang berkebangsaan


Jerman yaitu Rudolph Diesel.

Sama halnya dengan siklus otto, siklus diesel merupakan siklus


bolak-balik (reciprocating), namun pada siklus ini terdapat
pengapian kompresi yang berbeda dengan siklus otto
(menggunakan spark plug).

Pada siklus diesel ini spark plug dan karburator digantikan


oleh injektor bahan bakar.

Kelebihan siklus ini adalah efisiensinya yang tinggi karena


tingkat kompresinya yang cukup besar
SIKLUS DIESEL
SIKLUS DIESEL

Efisiensi siklus diesel yang tinggi menyebabkan siklus ini


digunakan untuk mesin-mesin dengan kapasitas besar, seperti
yang terdapat pada truk, lokomotif, mesin kapal, dan
pembangkit tenaga listrik darurat (genset).

Siklus ini dikenal juga dengan istilah siklus tekanan tetap.


SIKLUS DIESEL

Langkah (0-1) adalah langkah hisap udara, pada tekanan konstan.


Langkah (1-2) adalah langkah kompresi, pada keadaan isentropik.
Langkah (2-3) adalah langkah pemasukan kalor, pada tekanan konstan.
Langkah (3-4) adalah langkah ekspansi, pada keadaan isentropik.
Langkah (4-1) adalah langkah pengeluaran kalor, pada volume konstan.
Langkah (0-1) adalah langkah buang, pada tekanan konstan.
SIKLUS CARNOT
SIKLUS CARNOT

Siklus Carnot adalah siklus ideal dari mesin pemanas yang


reversible (dapat balik) secara sempurna.

Siklus ini menggunakan proses pemuaian isotermis, pemuaian


adiabatic, pemampatan isotermis, dan pemampatan adiabatic
yang berlangsung berurutan terus menerus.

Konsep dari siklus ini diperkenalkan oleh Sadi Carnot, ahli


fisika berkebangsaan Perancis.

Konsep mesin kalor ideal diwakili oleh siklus Carnot. Kata ideal
dapat diartikan bahwa siklus ini pada kenyataannya belum
dapat direalisasikan ke dalam suatu mesin kalor.
SIKLUS CARNOT
SIKLUS CARNOT

Pada proses A-B terjadi ekspansi isotermik


pada proses B-C terjadi ekspansi adiabatik
pada proses C-D terjadi pemampatan isotermik
pada proses D-A terjadi pemampatan adiabatik
SIKLUS CARNOT

Mesin carnot manakah yang efisiensinya terkecil dan


terbesar?
SIKLUS CARNOT
TERIMA KASIH