Anda di halaman 1dari 3

SURAT - KEPUTUSAN

Nomor : /S1. RSAJ/SK/XI/2017


Tentang

PANDUAN PENGELOLAAN BAHAN SERTA LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN


BERACUN RUMAH SAKIT
DI RUMAH SAKIT AKADEMIS JAURY JUSUF PUTERA

DIREKTUR RS. AKADEMIS JAURY JUSUF PUTERA

Menimbang : 1. bahwa lingkungan hidup yang berada dirumah sakit perlu dijaga
kelestariannya sehingga tetap mampu menunjang pelaksanaan
kegiatan di dalam serta di sekitar rumah sakit.
2. bahwa setiap kegiatan yang dilakukan di dalam rumah sakit ada
yang menggunakan bahan berbahaya dan beracun serta
menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun.
3. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
butir ke 2 maka perlu ditetapkan suatu panduan tentang
pengelolaan bahan dan limbah bahan berbahaya dan beracun.
4. bahwa sehubungan dengan hal tersebut maka perlu ditetapkan
Peraturan Direktur Tentang Panduan Pengelolaan Bahan dan
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun di Rumah Sakit Akademis
Jaury Jusuf Putera.

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009


Tentang Rumah Sakit.
2. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1087/Menkes/SK/I/III/2010
Tentang Standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja Di Rumah
Sakit.
3. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 432/Menkes/SK/V/2007,
Tentang Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja
di Rumah Sakit.
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1204/Menkes/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan
Lingkungan Rumah sakit.
5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 Tentang Kesehatan Kerja
6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 85 tahun 1999
tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun
1999 Tentang Bahan Berbahaya dan Beracun.
7. Undang-Undang Nomor 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan
Lingkungan Hidup.
8. Peraturan pemerintah No 74 tahun 2001 tentang Pengelolaan
Bahan Berbahaya dan Beracun.
9. Peraturan menteri Lingkungan Hidup No. 03 Tahun 2008 tentang
Tata Cara Pemberian Simbol Bahan berbahaya dan Beracun

M EM U T U S K A N

Menetapkan : 1. Peraturan Direktur Rumah Sakit Akademis Jaury Jusuf Putera


Tentang Panduan Pengelolaan Bahan dan Limbah Bahan
Berbahaya dan Beracun Di Rumah Sakit Akademis jaury Jusuf
Putera
2. Panduan Pengelolaan Bahan dan Limbah Bahan Berbahaya dan
Beracun Di Rumah Sakit Akademis jaury Jusuf Putera
sebagaimana dimaksud dalam diktum kesatu, tercantum dalam
lampiran peraturan ini.
3. Panduan pengelolaan Bahan dan Limbah Bahan Berbahaya dan
Beracun di Rumah Sakit ini harus dibahas sekurang-kurangnya 3
tahun sekali dan apabila diperlukan dapat dilakukan perubahan
sesuai perkembangan yang ada
4. peraturan ini berlaku sejak ditetapkan dengan ketentuan apabila
dikemudian hari terdapat kesalahan akan diadakan perbaikan
sebagaimana mestinya.

Catatan : Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan


ini, akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : M a k a s s a r.
Pada tanggal : . 2016
---------------------------------------------------
RS. Akademis Jaury Jusuf Putera.
Direktur,

Prof.dr. John MF. Adam, Sp.PD-KEMD


Tembusan :
1. Direksi RSA. Jaury.
2. Wadir Pelayanan Medis
3. Instalasi Farmasi
4. .
5. Arsip
LAMPIRAN SURAT PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT
Nomor : ./../DIR-SK/./.
Tanggal : ..

PENGAWASAN, PENGGUNAAN OBAT DAN KEAMANAN OBAT

1. Pengawasan mutu obat

Istilah mutu obat dalam pelayanan farmasi tidak sama dengan istilah mutu obat
secara ilmiah, dimana umumnya selalu dicantumkan dalam buku-buku standard
seperti farmacope. Secara teknis mutu obat mencakup identitas, kemurnian,
potensi, keseragaman, dan ketersediaan hayatinya.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan mutu obat, yaitu:
a. Kontaminasi
Beberapa jenis sediaan obat harus selalu berada dalam kondisi steril, bebas
pirogen dan kontaminan misalnya obat injeksi. Oleh sebab itu proses
manufaktur, pengepakan, dan kontribusi hingga penyimpanan harus memenuhi
syarat tertentu. Dalam prakteknya kerusakan obat jenis ini umumnya berkaitan
dengan kesalahan penyimpanan dan penyediaannya. Contohnya