Anda di halaman 1dari 13

1.

Cara pertentangan

Pengembangan paragraf dengan cara pertentangan biasanya menggunakan ungkapan-ungkapan


seperti berbeda dengan, bertentangan dengan, sedangkan, lain halnya dengan, akan tetapi.

2. Cara perbandingan

Pengembangan paragraf dengan cara perbandingan biasanya menggunakan ungkapan-ungkapan


seperti serupa dengan, seperti halnya, demikian juga, sama dengan, sejalan dengan, akan tetapi,
sedangkan, dan sementara itu.

3. Cara analogi

Analogi adalah bentuk pengungkapan suatu objek yang dijelaskan dengan objek lain yang memiliki
kesamaan atau kemiripan. Biasanya dialakukan dengan bantuan kiasan. Kata-kata yang digunakan
yaitu ibaratnya, seperti, dan bagaikan.

4. Cara contoh

Kata seperti, misalnya, contohnya, dan lain-lain adalah ungkapan-ungkapan dalam pengembangan
paragraf dengan contoh.

5. Cara sebab akibat

Pengembangan paragraf dengan cara sebab akibat dilakukan jika menerangkan suatu kejadian, baik
dari segi penyebab maupun dari segi akibat. Ungkapan yang digunakan yaitu padahal, akibatnya,
oleh karena itu, dan karena.

6. Cara definisi
Yang dimaksud dengan definisi adalah usaha penulis untuk menerangkan pengertian atau konsep
istilah tertentu.Adalah, yaitu, ialah merupakan kata-kata yang digunakan dalam mengembangkan
paragraf dengan cara definis. Kata adalah biasanya digunakan jika sesuatu yang akan didefinisikan
diawali dengan kata benda, yaitu digunakan jika sesuatu yang akan didefinisikan diawali dengan kata
kerja atau sifat. Jika akan menjelaskan sinonim suatu hal, kata ialah digunakan dan jika akan
mendefinisikan pengertian rupa atau wujud, kata merupakan yang dipakai.

Contoh:

Apakah psikologi itu? R.S. Woodwort berpendapat, Psikologi ialah ilmu jiwa, sedangkan menurut
Crow dan Crow Psikologi adalah kejiwaan manusia dalm berinteraki dengan dunia sekitar.
Sementara itu, Santian mengemukakan bahwa psikologimerupakan perwujudan tingkah laku
manusia.

7. Cara klasifikasi

Cara klasifikasi adalah pengembangan paragraf melalui


pengelompokan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Kata-
kata atau ungkapan yang lazim digunakan yaitu
dibagi menjadi, digolongkan menjadi, terbagi
menjadi. 1. Klimaks-Antiklimaks
a. Klimaks adalah perincian gagasan cerita dari bawah
menuju gagasan cerita yang paling puncak. Bisa juga
diartikan sebagai bagian dalam cerita yang mendeskripsikan
peristiwa sampai pada konflik yang paling tinggi.

Contoh :

Setelah cobaan bertubi-tubi menimpa Arifin dalam pencarian


Istrinya, akhirnya ia mengetahui istrinya berada di kamp.
Tahanan politik di pulau Buru. Tak terhitung tetesan air mata
dan darah yang mengucur. Pengorbanannya terbayar sudah.
Ia bisa bertemu dengan Nurbaya, istri tercintanya. Ia pun
segera berlari tanpa alas kaki menuju kamp. Tahanan itu.
Begitu kagetnya ketika arifin mendapati istrinya tergeletak
lemas dengan bekas tikaman pisau di dada kirinya. Ia tak
kuasa menahan tangis dan menjerit sejadi-jadinya.

b. Antiklimaks adalah variasi gagasan yang dimulai dari


gagasan cerita yang paling tinggi kemudian diikuti dengan
gagasan yang lebih rendah secara perlahan-lahan. Bisa juga
diartikan sebagai penurunan masalah dalam cerita dari
konflik tertinggi kemudian berangsur-angsur menuju ke
konflik terendah.

Contoh :

Kini ia menjadi salah satu mafia kelas kakap di daerahnya.


Ia sudah memiliki daerah kekuasaannya sendiri. Tak ada yang
bakal menyangka kalau penjahat itu dulunya adalah seorang
anak yang pintar dan sholeh. Entah apa yang membuatnya
begini. Satu hal yang pasti adalah, anak itu telah mengalami
tahun-tahun yang buruk sehingga membuatnya menjadi
seperti ini.

Baca Juga: Pengertian, Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan,


dan Macam-Macam Kebutuhan Manusia

2. Sudut Pandang
Pola sudut pandang ialah pola pengembangan paragraf yang
didasarkan pada persepsi berkaitan dengan posisi atau
tempat penulis pada sebuah teks.

Contoh :

Aku dilahirkan di kota tapis berseri ini. Ketika aku berumur


dua tahun, ayah dan ibuku membawaku ke sebuah kerajaan
tambak udang di kabupaten tulang Bawang. Disinilah aku
pertama kalinya merasakan kehidupan sejauh yang kuingat.
Karena aku tak ingat bagaimana aku dilahirkan dan
bagaimana orang tuaku membawaku ke sini.

3. Perbandingan dan Pertentangan


Perbandingan adalah upaya mengamati persamaan yang
dimiliki oleh dua benda atau lebih, sedangkan pertentangan
lebih banyak menonjolkan perbedaan yang ada pada dua
benda atau lebih.

Contoh :

Pemerintah telah menyediakan gas epigi 3kg dan 12 kg.


Sama halnya dengan minyak tanah, gas elpigi juga dapat
digunakan untuk kegunaan rumah tangga dengan harga
yang murah. Pemerintah memandang perlu untuk
mengonversikan keterbutuhan minyak tanah ke gas elpigi
karena produksi minyak tanah saat ini sangat mahal.
Disamping itu, penggunaan gas elpigi dianggap lebih praktis
dan ekonomis.

4. Analogi
Analogi adalah bentuk pengungkapan suatu objek yang
dijelaskan dengan objek lain yang memiliki kesamaan atau
kemiripan.

Contoh :

Dalam hal belajar manusia perlu mencontoh ilmu padi.


Semakin berisi maka ia akan semakin merunduk. Begitulah
seharusnya, semakin kita berilmu hendaknya diikuti dengan
kerendahan hati. Tidak sepatutnya manusia sombong atas
kepintaran yang dimilikinya. Ilmu yang sebenarnya pada
hakikatnya ialah ilmu yang dapat berguna bagi banyak
orang. Kecerdasan yang sebenarnya adalah ketika
kecerdasan itu dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

5. Contoh
Sebuah gagasan dalam paragraf menjadi terang benderang
ketika diperkuat dengan beberapa contoh atau ilustrasi.
Contoh dapat diuraikan dalam bentuk narasi atau deskripsi.

Baca Juga: Faktor yang Mempengaruhi Frekuensi Pernapasan


pada Manusia

Contoh :

Sudah sepuluh hari setelah bantuan terakhir datang. Warga


konban banjir di pinggiran kali Code membutuhkan bahan
makanan dan pakaian. Mereka bertahan hidup dengan
mengandalkan daun-daunan yang direbus, jika beruntung
mereka makan dengan umbi-umbian dan ikan hasil
tangkapan sungai. Pakaian mereka hanya sebatas yang
mereka pakai saat ini. Banyak diantara mereka yang
menderita penyaki kulit karena tidak pernah mencuci dan
mengganti pakaian.

6. Pola Klausalitas
Dalam pola ini sebab bertindak sebagai gagasan utama,
sedangkan akibat sebagai rincian pengembangannya. Namun
demikian, susunan tersebut biasanya juga terbalik. Akibat
dapat berperan sebagai gagasan utama, sedangkan sebab
menjadi rincian pengembangannya.

a. Pola SebabAkibat

Contoh :
Batu akik saat ini sedang menjadi primadona. Bukan hanya
dikalangan bapak-bapak saja, bahkan ibu-ibu dan anak-anak
pun juga menyukai batu permata ini. Tak heran harga batu
akik untuk jenis tertentu sangat mahal dan pedagang batu
akik mendapatkan untung yang tinggi.

b. Akibat-Sebab

Contoh :

Banyak pedagang batu akik yang meraup keuntungan yang


luar biasa. Hal ini dikarenakan kepopuleran batu akik setahun
terakhir ini. Batu akik saat ini sedang menjadi primadona.
Bukan hanya dikalangan orang tua saja, bahkan ibu-ibu dan
anak-anak pun juga menyukai batu permata ini.

7. Generalisasi
Generalisasi adalah menarik kesimpulan dengan cara
penalaran secara umum berdasarkan referensi data, atau
peristiwa khusus secara representatif.

a. Umum-Khusus

Contoh :

Dalam melakukan sesuatu hal butuh perencanaan yang


matang. Seperti menulis agenda pada buku catatan kecil.
Selanjutnya membuat daftar agenda dari yang paling
mendesak untuk dilakukan. Berikutnya memulai dari yang
paling mudah ke agenda yang tersulit. Konsisiten terhadap
agenda yang dibuat. Insya Allah agenda yang sudah
terencana dapat dilakukan dengan baik.

Baca Juga: Soal Sosiologi Kelas 10 Tentang Penerapan


Pengetahuan Sosiologi di Masyarakat
b. Khusus-Umum

Contoh : Ikan cupang terkenal dengan kegesitannya dalam


bertarung dan bentuknya yang mungil dan indah. Ikan
Lauhan terkenal dengan motif menyerupai huruf mandari di
tubuhnya. Ikan mas koki identik dengan corak keemasannya
yang indah. Memelihara ikan hias sungguh merupakan
keasyikan tersendiri bagi para pencintanya.

8. Klasifikasi
Klasifikasi adalah usaha mengelompokkan berbagai hal yang
dianggap memiliki kesamaan ke dalam satu kategori. Dengan
demikian hubungan di antara berbagai hal itu menjadi satu
kesatuan yang utuh.

Contoh :

Fiil (kata kerja) dalam bahasa arab terbagi menjadi tiga.


Yakni fiil madhi (lampau), fiil mudharek (sekarang dan yang
akan datang), dan fiil amar (kata kerja perintah). Masing-
masing kata kerja dari ketiganya memiliki bentuk dasar yang
sama dan akan berubah mengikuti kaidah yang berlaku
dalam bahasa arab.

9. Definisi Luas
Paragraf ini menguraikan sebuah gagasan yang abstrak atau
istilah yang menimbulkan kontroversi yang membutuhkan
penjelasan.

Contoh:

Sejatinya sebuah pergerakan mahasiswa terlahir dengan


adanya sebuah cita-cita yang luhur, visi- misi yang jelas,
serta kemauan kuat membangun bangsa ini dari
keterpurukan. Namun, yang terjadi saat ini sangat jauh
berbeda dari tujuan berdirinya sebuah pergerakan tersebut.
Pola pengkaderan yang salah atau melencengnya ideologi
pergerakan membuat arah dan tujuan berubah, langkah
menjadi tidak pasti, tidak tegas dan cenderung
mementingkan kepentingan kelompok. Kampus dijadikan
sebuah ladang garapan banyak pih

Pengembangan paragraf dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu ;

1) Cara Definisi
Cara definisi adalah pengembangan paragraf melalui pengungkapan penjelasan atau
pengertian dari suatu masalah yang dibicarakan, serta diungkapkan dari berbagai sudut
pandang.
Kata-katayang digunakan dalam mengembangkan paragraf secara definisi, antara
lainadalah, ialah, yaitu.
Contoh :
Paragraf ialah suatu bagian dari karangan yang di dalamnya terdiri atas beberapa
kalimat yang selalu berkaitan satu sama lain sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh
membentuk satu pikiran utama. Di dalam paragraf biasanya terdapat satu kalimat yang
menjadi pokok pikiran dari paragraf tersebut yang biasa kita kenal dengan kalimat utama.

2) Cara Analogi
Analogi adalah bentuk pengungkapan suatu objek yang dijelaskan dengan objek lain
yang memiliki suatu kesamaan atau kemiripan, biasanya dilakukan dengan bantuan kiasan.
Kata-kata kiasan yang digunakan yaitu ibaratnya, seperti dan bagaikan.

Contoh :
Bahasa bukan merupakan tujuan dalam penulisan karangan ilmiah.Bahasa hanya
sebagai alat (komunikasi) agar gagasan ilmiah yang diungkapakan dalam karangan tersebut
dapat dipahami oleh pembaca dengan baik. Oleh sebab itu,sebelum karangan itu sampai
ketangan pembaca,penulis karang tersebut harus memeriksa bahasa yang digunakannya,
baik dari segi ketetapan pemilihan kata dan istilah maupun dari segi gramatikal satuan-
satuan struktur bahasa, misalnyastuktur satuan kata, frasa klausa, kalimat, dan alinea atau
paragraph dan juga pemakaiaan ejaan dan tanda baca secara tepat. Jika terjadi gangguan
atau kerusakan pada unsur-unsur bahasa tersebut,besar kemungkinan pembaca tidak dapat
memahami gagasan ilmiah yang disampaikannya itu dengan baik. Hal ini
dapat diibaratkan dengan kendaraan yang digunakan untuk mencapai tujuan perjalanan
yang jauh. Sebelum berangkat,orang yang akan bepergian dengan kendaraan tersebut harus
memeriksa kondisi kendaraannya, baik yang berkaitan dengan rem, versneling, roda, ban,
bensin dan sebagainya.kalau perlu orang itu harus membawa kendaraannya ke bengkel
untuk diperiksa agar yang bersangkutan selamat sampai ketempat tujuan.

3) Cara Contoh-Contoh
Contoh-contoh disajikan sebagai gagasan penjelas untuk mendukung atau memperjelas
gagasan umum agar mudah dipahami oleh pembaca.
Kata, seperti, misalnya, contohnya dan lain-lain merupakan ungkapan-ungkapan dalam
pengembangan dalam mengembangkan paragraf dengan contoh.
Contoh :
Tak ada seorang pun yang tak ingin kaya, apalagi kaya dengan rejeki yang halal, tapi
didunia ini berlaku hukum keseimbangan, kaya dengan halal harus kerja keras, kerja cerdas
dan kerja waras. Kekayaan hasil korupsi tidak akan pernah membuahkan
kebahagiaan. Contohnya : Bapak G memimpin sebuah lembaga negara, yang asalnya biasa
sekarang jadi superkaya, rumahnya bak istana, setiap anak punya mobil dan apartemen,
tetapi anehnya ketiga anak laki-lakinya tidak ada yang lulus kuliah, anak perempuannya
hobi kawin cerai dan dua cucunya mengalami keterbelakangan mental.

4) Cara Sebab Akibat


Cara sebab akibat sering disebut dengan kausalitas. Pengembangan paragraf cara ini
dapat dilakukan dengan menyajikan sebab sebagai gagasan penjelas, atau sebaliknya
disajikan akibat sebagai gagasan pokok utama diikuti dengan penyebab sebagai gagasan
penjelas.
Kata yang digunakan yaitu, padahal, akibatnya, oleh karena itu dan karena.
Contoh :
Pertama kali pindah kekota ia adalah anak yang baik, tahun pertama ia masuk Kuliah,
ia mulai merokok, malam minggu kumpul ditempat tongkrongan langganan, disuguhi
minuman beralkohol, mulailah mabuk-mabukan. Kini rokoknya diganti dengan lintingan
ganja, uang transport sering dipakai beli ganja, kuliah sering bolos, akibatnyahasil ujian
jelek, badan kurus dan sekarang mulai berani menjual barang-barang rumah untuk membeli
si daun haram itu.

5) Cara Perbandingan
Cara perbandingan merupakan sebuah pengembangan paragraf yang dilakukan dengan
membandingkan guna memperjelas suatu paparan.
Biasanya menggunakan ungkapan seperti, serupa dengan, seperti halnya, demikian juga,
sama dengan, sejalan dengan, akan tetapi, sedangkan, dan sementara itu.
Contoh :
Tata cara kehidupan masyarakat primitif berbeda dengan modern. Masyarakat primitif dapat
memenuhi kebutuhan hidupnya dari bahan-bahan yang tersedia dilingkungannya tanpa
membelinya. Jika barang yang diperlukannya tidak ada dilingkungannya,maka mereka dapat
memperolehnya dari masyarakat tetangganya dengan sistem barter (saling menukar
barang). Alat-alat yang diperluka untuk memenuhi kebutuhannya juga diperoleh dari
lingkungannya, yaitu berupa batu, tanah liat, atau pun dahan pohon yang diolah secara
manual.Sedangkan masyarakat modern memperoleh kebutuhannya dengan cara membeli
barang atau membayar jasa. Alat-alat yang diperlukan merupakan olahan dari pabrik yang
juga harus dibeli untuk memeperolehnya.

6) Cara Pertentangan
Yaitu cara pengembangan paragraf yang biasanya menggunakan ungkapan-ungkapan
sepertiberbeda dengan, bertentangan dengan, sedangkan, lain halnya dengan, akan tetapi,
dan bertolak belakang dari.
Contoh :
Sekolah tinggi (umum) berbeda dengan sekolah swasta.Perbedaan itu dapat dilihat dari
segi biaya sekolah, fasilitas, standar sekolah serta kualitas pengejarannya.Untuk sekolah
umum biayanya mampu dicapai bagi semua kalangan masyarakat.Akan tetapi,fasilitas yang
ditawarkan kurang memadai bagi kelangsungan sistem belajar mengajar.Sedangkan,
sekolah swasta biaya yang ditawarkan hanya mampu mencapai batas keuangan beberapa
kalangan masyarakat, artinya kalangan orang mampu.Hal ini sejalan dengan fasilitas,
standar sekolah sertakualitas pengajarnya.Sehingga sekolah swasta mampu bersaing dengan
sekolah-sekolah unggulan.

7) Cara Klasifikasi
Cara klasifikasi adalah pengembangan paragraf melalui pengelompokan berdasarkan ciri-
ciri tertentu.
Kata-kata ungkapan yang lazim digunakan yaitu dibagi menjadi, digolongkan menjadi,
terbagi menjadi, dan mengklasifikasikan.
Contoh :
Penyelidikan tentang tempramen dan watak manuia telah dilakukan sejak dahulu kala.
Hippo Crate dan Galenus mengemukakan bahwa manusia dapat dibagi menjadiempat
golongan menurut keadaan zat-zat cair yang ada dalam tubuhnya. Empat golong tersebut
yaitu sanguinis ( banyak darah ) yang sifatnya periang, gembira, optimis, dan lekas berubah-
ubah. Kemudian kolerik ( banyk empedu kuning ) adalah manusia yang memiliki sifat
garang, hebat, lekas mrah, dan agresif. Selanjutnya, flegmatis ( banyak lendirnya ) adalah
manusia yang sifatnya tenang, tidak mudah berubah, dan lamban. Terakhir, melankolis
( banyak empedu hitam ) memiliki sifat muram, tidak gembira, dan pesimis.

2.3 Implementasi Paragraf Pada Jenis Tulisan


Berikut diuraikan mengenai penerapan paragraf pada jenis tulisan atau karangan deskrisi,
argumentasi, eksposisi, narasi, dan persuasi.
1) Deskripsi
Deskripsi adalah karangan yang sifatnya melukiskan, menggambarkan sesuatu dengan
jelas dan terperinci.Tujuannya ialah memberikan pelukisan atau gambaran terhadapsesuatu
dengan sejelas-jelasnya sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan
hal yang dideskripsikan.
Contoh :
Malam itu, indah sekali.Dilangit, bintang-bintang berkelip-kelip memancarkan
cahaya.Hawa dingin menusuk kulit.Sesekali terdengar suara jangkrik.Binatang malam dan
kalilawar mengusik sepinya malam.Angin berembus pelan dan tenang.
2) Argumentasi
Argumentasi adalah karanan yang mengutarakan gagasan, pendapat, dan ide dengan
menyertakan alasan-alasan dengan tujuan untuk meyakinkan orang lain ( pembaca ) terhadap
gagasan, pendapat, dan ide yang diungkapkan penulis.
Contoh :
Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai
berkunjung, tetapi juga sering menelan korban.Yang disayangkan, sebagian masyarakat
Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni
dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal.Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik
musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama
hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip
current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat,
tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali
dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga
menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung
(pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah
yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam.
3) Eksposisi
Eksposisi adalah karangan yang bertujuan menjelaskan, menerangkan, dan
memberitahukan suatu peristiwa atau objek dengan tujuan agar orang lain mengetahuinya
(menambah wawasan).
Contoh :
Tim peneliti yang dipimpin Graham Hutchings, seorang kimiawan dari Cardiff University
Inggris telah menemukan cara agar reaksi kimia menjadi ramah lingkungan. Mereka
menggunkan partikel emas yang masing-masing berukuran 25 nanometer ntuk mengaktifkan
oksign dari udara. Oksigen sangat diperlukan dalam proses oksidai. Oksidasi adalah proses
penmbahan atom-atom oksigen dalam senyawa karbon untuk menghasilkan produk organic
yang bermanfaat. Pada prinsipnya, proses ini akan ramah lingkunan jika menggunakan
oksigen murni (O2) dari udara. Dalam reaksi oksidasi, ikatan kimia diantara kedua atom
oksigen harus dilepaskan sehingga masing-masing atomnya bebas digunakan dalam
reaksi.Hal inilah yang sulit dilakukan.Hampir seluruh reaksi oksidasi yang dilakukan dalam
industry menggunakan oksidasi yang berbahaya seperti asam parasetik yang menghasilkan
limbah beracun.Oksigen yang telah diaktifkan mudah ditambahkan pada molekul
karbon.Dalam berbagai reaksi kimia, cairan digunakan untuk membantu melarutkan reaktan
(zat yang direaksikan) dan mendorong atom untuk mengaktifkan oksigen tanpa harus
menggunakan bahan-bahan pelarut seperti itu.
4) Narasi
Narasi adalah karangan yang mengisahkan suatu peristiwa yang disusun secara
kronologis ( sistematika waktu ). Wacana narasi disebut juga karangan kisahan karena isinya
menceritakan suatu peristiwa atau kisah seseorang.

Contoh :
Tepat ketika tanggal 25 Oktober, sekolahku libur selama tiga hari dan akan berakhir
pada tanggal 27 Oktober. Aku dan seluruh keluargaku tidak menyia-nyiakan waktu ini untuk
mengadakan liburan keluarga.Ketika itu aku memilih berlibur ke Pantai Kute.Pagi-pagi aku
telah berbenah dan menyiapkan semua perbekalan yang nantinya diperlukan.Sepanjang
perjalanan, aku iringi dengan nyanyian lagu riang.Betapa senangnya aku ketika sampai di
pantai tersebut. Dengan hati suka ria, aku sambut PantaiK Kute dengan senyumku. Pantai
Kute, pantai nan elok yang menjadi favoritku. Tanpa menyia-nyiakan waktu, aku mengajak
kakakku untuk bermain air.Kuambil air dan aku ayunkan ke mukanya.Dengan canda tawa,
kami saling berbalasan.Puas rasanya, terasa hilang semua kepenatan karena kesibukan tiap
harinya. Di sana, aku dan seluruh keluargaku saling berfoto-foto untuk mengabadikan
momen yang indah ini. Tak terasa waktu berjam-jam telah kuhabiskan disana.Hari pun
mulai sore menandakan perpisahan dan kembali pulang.Tak rela rasanya kebahagiaan ini
akhirnya selesai. Dalam benakku, aku kan kembali esok.
5) Persuasi
Persuasi adalah karangan yang sifatnya memengaruhi, mengajak, dan menganjurkan
sesuatu pada orang lain ( pembaca ) untuk berbuat atau bertindak sesuai dengan harapan
penulis. Dalam wacana persuasi, terdapat kata ajakan seperti ayoatau mari.
Contoh :
Setiap orang normal akan senang pada kebersihan, baik kebersihan lingkungan maupun
kebersihan dirinya sendiri. Bahkan bagi umat islam upaya menciptakan kebersihan itu
merupakan sebagian dari iman, sehingga orang yang menciptaan kebersihan berarti
memperkokoh imanya untuk itulah sebaiknya setiap saat kita harus menjaga dan
menciptakan kebersihan agar iman kita semakin tebal.
Setiap saat diri kita harus bersih, baik bersih lahir maupun batin. Demikian pula lingkungan
kita.Tempat tinggal kita harus bersih, karena selain enak dipandang mata juga dapat
menjaukan diri kita dari bibit penyakit. Oleh karena itu, marilah sama-sama kita ciptakan
budaya hidup bersih pada diri kita sendiri dan lingkungan kita.

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
Paragraf atau alinea merupakan gabungan dari beberapa kalimat yang saling berkaitan
dan membentuk sebuah gagasan.Gagasan itu lebih jelas kalau dilengkapi dengan uraian-
uraian tambahan. Setiap kalimat dalam paragraf akan selalu berkaitan satu dengan lainnya
untuk membentuk suatu bagian paragraf.
Pembentukkan paragraf yang baik harus memenuhi persyaratan kesatuan, kepaduan, dan
kelengkapan.Untuk itu, diperlukan pengembangan paragraf yang baik.Kerangka struktur
paragraf dikembangkan berdasarkan peletakan kalimat utama dan kalimat-kalimat penjelas.
Dalam mengembangkan paragraf dapat dilakukan dengan beberapa metode atau cara
pengembangan, antara lain :
1) Cara deskripsi
2) Cara analogi
3) Cara contoh-contoh
4) Cara sebab-akibat
5) Cara perbandingan
6) Cara pertentangan
7) Cara klasifikasi
3.2 Saran
Berdasarkan uraian yang telah ada, penulis menyarankan kepada pembaca agar dalam
melakukan proses pengembangan paragraf sebaiknya memperhatikan metode atau cara-cara
dalam pengembangannya. Sehingga hasil dari karangan atau tulisan kita merujuk pada bentuk
karangan yang baik yang mampu memenuhi syarat-syarat dari sebuah paragraf yang baik,
yakni kesatuan, kepaduan, dan kelengkapan.