Anda di halaman 1dari 12

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS (P3N)

KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS DAN KELUARGA


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
DI RW II KELURAHAN MEDOKAN SEMAMPIR
KECAMATAN SUKOLILO SURABAYA
9 Oktober 25 November 2017

PRE PLANNING

PENYULUHAN PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK WARGA


MENJADI PUPUK KOMPOS

Hari/Tanggal : Sabtu, 04 Npember 2017


Tempat : Balai RW II Kelurahan Medokan Semampir Surabaya
Waktu : 18.30 WIB 19.30 WIB
Sasaran : Warga RT 04, 05 dan 06 RW II Kelurahan Medokan
Semampir Surabaya
Nama Kegiatan : Penyuluhan Pembuatan Sampah TAKAKURA

I. Latar Belakang Kegiatan


Sampah merupakan suatu bahan yang dibuang atau terbuang sebagai
hasil dari aktivitas manusia maupun hasil aktivitas alam yang tidak atau belum
memiliki nilai ekonomis. Sampah merupakan material sisa yang tidak
diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan
manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-
produk yang tak bergerak. Sampah dapat berada pada setiap fase materi padat,
cair atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir,
terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan
dengan polusi. Dalam kehidupan bermasyarakat, sampah dalam jumlah besar
datang dari sampah rumah tangga. Hampir semua olahan rumah tangga akan
menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip
dengan jumlah konsumsi.
Berdasarkan pengkajian dan observasi di lingkungan RT 04, 05 dan 06
RW II Kelurahan Medokan Semampir didapatkan belum seluruh warga
memanfaatkan sampah organik sebagai pupuk. Hanya pada RT 04 terdapat
pengelolaan sampah untuk pupuk.
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS (P3N)
KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS DAN KELUARGA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
DI RW II KELURAHAN MEDOKAN SEMAMPIR
KECAMATAN SUKOLILO SURABAYA
9 Oktober 25 November 2017

Diharapkan dengan adanya penyuluhan Pembuatan Sampah TAKAKURA ,


masyarakat di RT 04, 05 dan 06 RW II Kelurahan Medokan Semampir Kecamatan
Sukolilo Surabaya dapat mengetahui dan memanfaatkan sampah rumah tangga
untuk digunakan sebagai pupuk.

Sampah Organik
Sampah organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan
yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang
lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah
tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik,
misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun.
Sampah Anorganik
Sampah anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral
dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat
di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan
tidak dapat diuraikan oleh alam, sedangkan sebagian lainnya hanya dapat diuraikan
dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga,
misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.

II. Tujuan
Setelah mengikuti penyuluhan sampah TAKAKURA diharapkan Warga RT 4, 5
dan 6 RW II Kelurahan Medokan Semampir dapat meningkatkan wawasan dan
kemampuan masyarakat mengenai pemanfaatan sampah organik dalam bentuk
kompos agar mengurangi pencemaran lingkungan

III. Plan of Action


1. Rencana Strategi
1) Menyusun preplanning
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS (P3N)
KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS DAN KELUARGA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
DI RW II KELURAHAN MEDOKAN SEMAMPIR
KECAMATAN SUKOLILO SURABAYA
9 Oktober 25 November 2017

2) Menyusun Satuan Acara Penyuluhan

2. Tindakan
1) Melakukan koordinasi dengan Ketua RW 02 untuk mengadakan
penyuluhan sampah TAKAKURA di lingkungan RW 02 Kelurahan
Medokan Semampir.
2) Melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing tentang kegiatan
penyuluhan sampah TAKAKURA di RW 02 Kelurahan Medokan
Semampir.

3. Pengorganisasian Kelompok
Dosen Pembimbing : Rista Fauziningtyas, S.Kep., Ns., M.Kep
Penanggungjawab/ Pemateri : Hellen Setyo Utomo, S.Kep
Acara/ moderator : Fauzan Rifai, S.Kep
Kesekertariatan : Nora Dwi Purwanti, S.Kep
Fasilitator : Widyasih Inprihati U, S.Kep
Saskiyanti Ari A, S.Kep
Lailatul Isnaini, S.Kep
M. Adil Sipahutar, S.Kep
Observer : Nita Tri Septiana., S.Kep
Nailiyatul F., S.Kep
Perlengkapan : M. Nursalim., S.Kep
Mentari Dwi Ardila, S.Kep
Dokumentasi : Erlia Widyaningrum, S.Kep

4. Sasaran
Warga RT 04, RT 05, dan RT 06 di lingkungan RW 02 Kelurahan
Medokan Semampir Kecamatan Sukolilo
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS (P3N)
KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS DAN KELUARGA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
DI RW II KELURAHAN MEDOKAN SEMAMPIR
KECAMATAN SUKOLILO SURABAYA
9 Oktober 25 November 2017

5. Media
1) Alat tulis
2) Laptop
3) LCD Proyektor
4) Program Powerpoint
5) Leaflet

6. Metode
1) Ceramah
2) Tanya jawab
3) Diskusi

7. Susunan Acara
No. WAKTU KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN PESERTA
Pembukaan :
1. Membuka kegiatan dengan mengucapkan Menjawab salam
5 salam.
1.
Menit 2. Memperkenalkan diri Mendengarkan
3. Menjelaskan tujuan dari penyuluhan Memperhatikan
4. Menyebutkan materi yang akan diberikan Memperhatikan
Pelaksanaan :
1. Menggali pengetahuan peserta terkait Memperhatikan
pengelolaan sampah TAKAKURA
2. Menjelaskan tentang : Memperhatikan
20
2. a. Pengertian sampah TAKAKURA
Menit
b. Manfaat sampah TAKAKURA
c. Cara penggunaan sampah metode
TAKAKURA
3. Menanyakan kejelasan isi penyuluhan Bertanya tentang materi
Evaluasi :
1. Menanyakan kepada peserta tentang Menjawab pertanyaan
7
3. materi yang telah diberikan
Menit
2. Memberikan reinforcement kepada
peserta yang dapat menjawab pertanyaan
Terminasi :
3 1. Mengucapkan terima kasih atas peran Mendengarkan
4.
Menit serta peserta.
2. Mengucapkan salam penutup Menjawab salam
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS (P3N)
KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS DAN KELUARGA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
DI RW II KELURAHAN MEDOKAN SEMAMPIR
KECAMATAN SUKOLILO SURABAYA
9 Oktober 25 November 2017

IV. Setting Tempat

Ket:

: Pemateri

: Moderator

: Fasilitator

: Audien

V. Kriteria Evaluasi : Observer

1. Evaluasi struktur
Perencanaan disusun 1 Minggu sebelum hari pelaksanaan dan warga
diberitahu baik oleh ketua RT maupun pemberitahuan dari mahasiswa.
2. Evaluasi Proses
Warga RT 4, 5 dan 6 RW 02 terlibat aktif dalam kegiatan penyuluhan
pengelolaan sampah TAKAKURA.
3. Evaluasi Hasil
a. Kegiatan penyuluhan pengelolaan sampah TAKAKURA dimulai tepat
waktu.
b. Warga RT 4, 5, dan 6 RW 2 dan mahasiswa terlibat aktif.
c. Warga mampu mengetahui bahan pembuatan sampah TAKAKURA
d. Warga mampu memahami pengelolaan sampah TAKAKURA
e. Warga mampu menjelaskan cara pembuatan sampah TAKAKURA
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS (P3N)
KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS DAN KELUARGA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
DI RW II KELURAHAN MEDOKAN SEMAMPIR
KECAMATAN SUKOLILO SURABAYA
9 Oktober 25 November 2017

Surabaya, 23 Oktober 2017


Ketua Kelompok RW 2 Ketua Pokja Kesling

Hellen Setyo Utomo, S.Kep Fauzan Rifai, S.Kep


NIM. 131623143092 NIM. 131623143076

Mengetahui,
Pembimbing Keperawatan Kesehatan Komunitas
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan UNAIR

Dr. Joni Haryanto, S.Kep., M.Si


1963060819911031002
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS (P3N)
KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS DAN KELUARGA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
DI RW II KELURAHAN MEDOKAN SEMAMPIR
KECAMATAN SUKOLILO SURABAYA
9 Oktober 25 November 2017

Surabaya, 8 Mei 2017


Ketua Kelompok RW 2 Ketua Pokja Kesling

Hellen Setyo Utomo, S.Kep Fauzan Rifai, S.Kep


NIM. 131623143092 NIM. 131623143076

Mengetahui,
Pembimbing Keperawatan Kesehatan Komunitas
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan UNAIR

Rista Fauziningtyas, S.Kep.Ns., M.Kep


NIP. 198707172015042002
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS (P3N)
KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS DAN KELUARGA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
DI RW II KELURAHAN MEDOKAN SEMAMPIR
KECAMATAN SUKOLILO SURABAYA
9 Oktober 25 November 2017

CARA PEMBUATAN SAMPAH TAKAKURA


Pernah mendengar istilah kompos takakura? Bila ditilik dari hasil akhirnya,
tidaklah jauh berbeda dengan kompos yang biasa kita temukan. Perbedaannya,
kompos takakura dibuat dengan cara Takakura Home Method Composting, sebuah
metode pembuatan kompos yang ditujukan untuk mendaur ulang sampah dapur.
Metode kompos takakura pertamakali diperkenalkan di Surabaya pada tahun 2004
oleh seorang Jepang bernama Mr. Takakura. Waktu itu, beliau mencoba mencari
solusi terhadap penumpukan sampah organik di kota itu. Sehingga muncul ide
untuk mendaur ulang sebagian sampah rumah tangga sejak di dapur. Maka,
dirancanglah sebuah metode pembuatan kompos yang bisa dilakukan di dapur.
Syaratnya harus higienis tidak berbau dan tidak jorok, mengingat dapur merupakan
tempat mengolah makanan.
Proses pembuatan kompos takakura sangatlah mudah, hanya saja kita harus
menyiapkan starter mikroorganisme dan pembuatan bibit kompos terlebih dahulu.
Langkah persiapan ini cukup dilakukan sekali saja. Selanjutnya tinggal melakukan
pengomposan secara terus menerus. Apabila Anda tidak sempat membuat starter
dan bibit kompos, saat ini sudah banyak yang menjual paket kompos takakura siap
pakai.
Menyiapkan starter mikroorganisme
Larutan starter dibuat dengan cara mengisolasi mikroorganisme pengurai dari
bahan makanan seperti tempe, youghurt, tauco, sayuran dan buah-buahan.
Mikroorganisme dipilih dari bahan-bahan tersebut karena sifatnya yang tidak
berbau busuk. Ada dua larutan starter yang harus disiapkan. Pertama larutan
berbasis bakteri fermentasi dengan tambahan gula. Kedua, bakteri yang diambil
dari sayuran dan buah dengan penambahan garam. Starter ini akan dipakai sebagai
dekomposer dalam pembuatan bibit kompos takakura.
a. Starter dengan larutan gula
Siapkan stoples kaca ukuran lima liter, pilih yang kedap udara.
Tambahkan kedalam toples 200 gram gula merah, encerkan dengan 3 liter
air bersih aduk sampai merata.
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS (P3N)
KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS DAN KELUARGA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
DI RW II KELURAHAN MEDOKAN SEMAMPIR
KECAMATAN SUKOLILO SURABAYA
9 Oktober 25 November 2017

Masukkan 5 butir ragi atau ragi tempe. Apabila tidak ada bisa diganti
dengan sepotong tempe atau tape.
Tutup rapat dalam toples, diamkan hingga 3-5 hari. Warna akhir larutan
coklat pekat baunya wangi tape. Larutan siap untuk digunakan.
b. Starter dengan larutan garam
Siapkan stoples kaca ukuran lima liter, pilih yang kedap udara.
Tambahkan kedalam toples 1 sendok makan garam dapur, encerkan dengan
3 liter air bersih aduk sampai merata.
Pilih beberapa potong sayuran hijau seperti kangkung, bayam, atau kulit
buah-buahan seperti pepaya, pisang. Lumat material tersebut dengan
blender, masukkan kedalam toples.
Tutup toples dengan rapat, diamkan 3-5 hari. Apabila baunya enak, seperti
bau tape atau alkohol artinya larutan sudah siap digunakan.
Membuat bibit kompos takakura
Bibit kompos takakura dibuat dari dua bahan, yakni dedak dan sekam padi.
Perbandingan antara dedak dan sekam adalah satu banding satu. Dekomposer yang
digunakan adalah kedua larutan starter yang sudah dibuat dengan cara di atas.
Berikut langkah-langkahnya:
Siapkan 100 kg dedak, 100 kg sekam, starter mikroorganisme, air bersih dan
terpal plastik.
Cari tempat yang terlindung panas dan hujan dengan dasar plester atau
permukaan keras lainnya.
Aduk dedak dan sekam sampai merata. Kemudian tambahkan larutan starter
yang telah kita buat sebelumnya kemudian aduk sampai merata.
Siram dengan air bersih secukupnya hingga mencapai kelembaban 40-60%.
Untuk memperkirakan kelembaban adalah dengan cara menggenggam
material dengan kepalan tanagan. Apabila material sudah bisa membentuk
dan solid itu tandanya kelembaban sudah tercapai. Namun apabila ketika
dikepal mengeluarkan air, tandanya kelembaban sudah berlebih.
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS (P3N)
KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS DAN KELUARGA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
DI RW II KELURAHAN MEDOKAN SEMAMPIR
KECAMATAN SUKOLILO SURABAYA
9 Oktober 25 November 2017

Tutup rapat tumpukan material tersebut dengan terpal plastik dan diamkan
selama 5-7 hari.
Tanda kompos sudah matang apabila permukaan tumpukan kompos
diselimuti lapisan mould putih. Warna kompos coklat gembur dan tidak
berbau. Bibit kompos yang dihasilkan cukup untuk 40-50 rumah tangga.

(1) Dedak dan sekam padi, (2) Cara mengukur tingkat kelembaban, (3)
Pengadukan, (4) Penutupan, (5) Bibit kompos telah jadi
Menyiapkan keranjang takakura
Siapkan keranjang berukuran kira-kira 60 liter. Keranjang bisa terbuat dari plastik,
anyaman bambu atau anyaman rotan. Karena proses pembuatan kompos takakura
bersifat aerobik, dinding keranjang harus memiliki pori-pori udara. Bentuk
keranjang boleh silinder boleh kotak.
Lapisi dinding keranjang dengan kardus atau kertas tebal. Tujuannya agar material
yang ada dalam keranjang tidak berceceran keluar, serangga dari luar tidak bisa
masuk kedalam, kelebihan air bisa terserap kardus tidak membasahi tempat .
Proses pengomposan takakura
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS (P3N)
KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS DAN KELUARGA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
DI RW II KELURAHAN MEDOKAN SEMAMPIR
KECAMATAN SUKOLILO SURABAYA
9 Oktober 25 November 2017

Proses pembuatan kompos takakura ini berlangsung kering dan tidak berbau,
sehingga tidak terkesan jorok dan keranjang bisa ditempatkan di dapur. Proses
reaksinya berlangsung secara aerobik dengan reaksi seperti berikut:

Bahan baku utama membuat kompos takakura ini adalah bibit kompos takakura dan
sampah dapur organik. Sampah dapur yang cocok dijadikan kompos takakura
adalah sisa sayuran, buah-buahan, nasi, roti, mie, kue, dll. Sampah yang tidak
diperkenankan adalah daging, tulang, telur, susu, dan sampah hewani lain. Perlu
diingat, sebelum dimasukkan ke keranjang takakura buang terlebih dahulu air yang
ada dalam sampah.
Berikut langkah-langkah membuat kompos takakura:
Masukkan sekitar 2-3 kg bibit kompos takakura atau kira-kira serempat
keranjang.
Masukkan sampah organik kedalam keranjang takakura. Kemudian aduk-
aduk sampah tersebut dengan bibit kompos takakura yang terdapat dalam
keranjang.
Tutup keranjang rapat-rapat agar serangga dan lalat tidak masuk. Keranjang
tidak usah diisi langsung penuh, masukkan sampah organik seadanya.
Lakukan secara rutin setiap hari sampai keranjang penuh. Sampah yang baru
dimasukkan akan difermentasi dalam 1-2 hari.
Apabila keranjang sudah penuh, kira-kira 90% sudah terisi, ambil
duapertiganya. Pindahkan kompos tersebut kedalam karung, biarkan selama
2 minggu sebelum digunakan. Kompos yang dihasilkan kering tidak
terdapat cairan.
Kompos takakura sudah terbentuk sempurna apabila teksturnya sudah
seperti tanah, warna coklat kehitaman, tidak berbau.
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS (P3N)
KEPERAWATAN KESEHATAN KOMUNITAS DAN KELUARGA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
DI RW II KELURAHAN MEDOKAN SEMAMPIR
KECAMATAN SUKOLILO SURABAYA
9 Oktober 25 November 2017

Untuk menguji kualitas kompos larutkan dalam air bersih. Kompos yang
baik akan tenggelam, apabila ada yang terapung berarti belum material
tersebut belum menjadi kompos. Air akan tetap bersih, apabila air berubah
warnanya jadi kecoklatan, artinya dalam kompos terdapat cairan hasil
fermentasi anaerobik.