Anda di halaman 1dari 4

Tips Pencegahan Penyakit Jantung

Penyakit jantung adalah salah satu penyakit yang berpotensi menyebabkan kematian. Tapi itu bukan
berarti kita harus menerimanya sebagai takdir, karena sebagai manusia kita diberi hak untuk berusaha
(ikhtiar), salah satu usaha yang paling utama yaitu mencegah penyakit jantung.

Memang ada banyak penyebab atau faktor risiko penyakit jantung yang tidak dapat kita ubah seperti
bertambahnya usia, gender, dan riwayat keluarga. Namun masih banyak juga faktor risiko yang dapat
kita ubah sehingga kita bisa melakukan pencegahan penyakit jantung dengan pola hidup yang sehat.

ilustasi : nyeri dada akibat serangan jantung

Tips Pencegahan Penyakit Jantung

Ada beberapa cara yang dapat membantu mengurangi resiko terkena penyakit jantung, seperti
menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol darah. Berikut beberapa tips untuk mencegah penyakit
jantung:

Makanan Sehat atau diet seimbang

Makanan sehat untuk jantung yaitu makanan yang rendah lemak dan tinggi serat, termasuk buah-
buahan segar dan sayuran serta biji-bijian. Selain itu kita juga harus membatasi jumlah garam pada
makanan kita, yang tidak lebih dari 6gram perhari karena terlalu banyak garam akan meningkatkan
tekanan darah. Enam gram garam itu sekitar satu sendok teh.

Perlu juga diketahui, ada dua jenis lemak, yaitu lemak jenuh dan tak jenuh. Kita harus menghindari
makanan yang mengandung lemak jenuh karena akan meningkatkan kadar kolesterol.

Makanan tinggi lemak jenuh yang harus dibatasi antara lain:


sosis dan potongan lemak daging

mentega

lemak babi

keju keras

kue dan biskuit

makanan yang mengandung kelapa (bersantan) atau kelapa sawit

Hindari atau batasi sumber makanan tinggi lemak trans, meliputi:

Goreng-gorengan

Produk roti

Makanan ringan kemasan

Kerupuk

Namun, diet seimbang harus mencakup sejumlah kecil lemak tak jenuh, yang akan membantu
mengurangi kadar kolesterol. Makanan tinggi lemak tak jenuh meliputi:

Minyak ikan

Alpukat

Kacang-kacangan dan biji-bijian

Biji bunga matahari, minyak zaitun dan minyak nabati

Tidak merokok atau menggunakan tembakau

Merokok atau menggunakan tembakau dalam bentuk apapun merupakan salah satu faktor risiko yang
paling signifikan untuk mengembangkan penyakit jantung. Bahan kimia dalam tembakau dapat merusak
jantung dan pembuluh darah, menyebabkan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis).
Aterosklerosis akhirnya dapat menyebabkan serangan jantung koroner.
Lebih aktif secara fisik

Menggabungkan diet sehat dengan olahraga teratur adalah cara terbaik untuk menjaga berat badan
yang sehat. Memiliki berat badan yang sehat mengurangi resiko terkena tekanan darah tinggi.

Olahraga teratur akan membuat jantung dan sistem sirkulasi darah menjadi lebih efisien, menurunkan
kadar kolesterol, dan juga menjaga tekanan darah tetap normal.

Menjaga berat badan ideal

Berat badan yang ideal juga berperan penting mengurangi risiko penyakit jantung, ketahuilah berat
badan adan apakah sudah ideal dengan kalkulator berat badan.

Tidur yang cukup dan berkualitas

Kurang tidur dapat membahayakan kesehatan. Orang yang tidak cukup tidur memiliki risiko lebih tinggi
dari obesitas, tekanan darah tinggi, serangan jantung, diabetes dan depresi. Kebanyakan orang dewasa
membutuhkan tujuh sampai delapan jam untuk tidur setiap malam.

Pemeriksaan kesehatan secara teratur

Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi dapat merusak jantung dan pembuluh darah. Tanpa terlebih
dahulu melakukan pemeriksaan, seseorang tidak akan tahu bahwa mereka memiliki kondisi ini. Oleh
karena pemeriksaan sangat penting.

Tekanan darah. Tekanan darah yang optimal yaitu kurang dari 120/80 milimeter air raksa (mmHg).
Seseorang yang sudah terbukti memiliki hipertensi atau darah tinggi maka harus rutin kontrol dan
minum obat sesuai yang diresepkan, karena jika darah tinggi dibiarkan akan berbahaya bagi jantung.
Kadar kolesterol. Orang dewasa harus periksa kadar kolesterol darah setidaknya sekali setiap lima tahun
dimulai pada usia 20 tahun jika mereka memiliki faktor risiko penyakit jantung, seperti obesitas atau
tekanan darah tinggi. Jika sehat, maka dapat mulai melakukan pemeriksaan rutin kolesterol di usia 35
tahun untuk pria dan 45 tahun untuk wanita. Baca juga : Tips Menurunkan Kolesterol

Diabetes. Karena diabetes merupakan faktor risiko penyakit jantung, maka perlu juga periksa gula darah
apakah memiliki diabetes atau tidak. Tergantung pada faktor-faktor risiko, seperti kelebihan berat badan
atau memiliki riwayat keluarga diabetes, dokter akan merekomendasikan skrining awal untuk diabetes.
Jika berat badan Anda normal dan Anda tidak memiliki faktor risiko lain untuk diabetes tipe 2, American
Diabetes Association merekomendasikan mulai skrining pada usia 45 tahun, dan kemudian pengujian
ulang setiap tiga tahun. Bagi yang sudah memiliki diabetes maka harus selalu melakukan kontrol rutin
sesuai yang dijadwalkan agar gula darah terkontrol.

Itulah beberapa langkah pencegahan penyakit jantung yang dapat kita terapkan untuk meminimalisir
terjadinya serangan jantung di kemudian hari.