Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Saat ini, pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih dalam angka yang sangat memprihatinkan,
karena secara umum masyakarat telah memberikan makanan pendamping pada sewaktu bayi
masih berumur muda. Pemberian air dan madu disamping pemberian ASI juga diberikan sejak
bayi lahir. Berdasarkan hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002-2003
pemberian ASI eksklusif pada bayiberumur 2 bulan hanya 64%. Presentase ini menurun dengan
jelas menjadi 46% pada bayi berumur 2-3 bulan dan 14% pada bayi berumur 4-5 bulan. Keadaan
lainyang memprihatinkan adalah 13% dari bayi berumur 2 bulan telah diberi susu formula dan
15% telah diberi makanan tambahan. Padahal menyusui pada jam pertama akan menghindarkan
ibu dari bahaya pembengkakakn payudara dan saluran ASI tersumbat.

Untuk meningkatkan pemberian ASI Eksklusif, telah dilakukan beberapa promosi antara lain
melalui penyelenggaraan Pekan ASI Sedunia yang dilakukan setiap bulan Agustus. Untuk tahun
2007 ini, tema Pekan ASI sedunia adalah Menyusui : Pada SATU Jam Pertama Kehidupan
Dilanjutkan Menyusui Eksklusif 6 Bulan akan Menyelamatkan Lebih dari Sejuta Bayi.

B. Rumusan Masalah

- Apa yang dimaksud pemberian ASI awal ?


- Bagaimana cara pemberian ASI awal ?
- Apa saja langkah pemberian ASI awal ?

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pemberian Asi Awal / Inisiasi Menyusui Dini


Bayi normal disusui segera setalah lahir. Lamanya disusui hanya untuk satu atau dua menit pada
setiap payudara ibu. Dengan adanya reflex sucking (mengisap) pada bayi menyebabkan terjadi
perangsangan terhadap pembentuka air susu ibu yang secara tidak langsung rangsangan isap
membantu mempercepat pengecilan uterus. Walaupun air susu ibu yang berupa kolostrum itu
hanya dapat diisap beberapa tetes, ini sudah cukup untuk kebutuhan bayi dalam hari-hari
pertama. Kadang-kadang ibu keberatan untuk menyusui bayinya dengan alasan asi belum keluar.
Dalam hal ini ibu harus diberi penjelasan sebaik-baiknya tentang maksud dan tujuan pemberian
ASI sedini mungkin. Pada hari ketiga bayi sudah harus menyusu selama 10 menit pada mammae
ibu dengan jarak waktu tiap 3 menit. Apabila diantara waktu itu bayi menangis karena lapar, ia
boleh disusui pada satu mamma secara bergantian. Dengan demikian kebutuhan on demand
dapat dipenuhi, hal ini dapat dilaksanakan bila bayi dirawat bersama ibunya. Bayi yang pada
permulaan minum on demand, pada minggu-minggu berikutnya sudah dapar dipenuhi
kebutuhannya dengan minum setiap 3-4 jam.

Pemberian ASI harus dianjurkan pada ibu yang melahirkan karena :

1. ASI yang pertama (kolostrum) mengandung beberapa antibodi yang dapat mencegah
infejsi pada bayi. ASI diperkirakan dapat mengirimkan limfosit ibu ke dinding usus bayi
dan memulai proses imunologik sehingga memberikan imunitas pasif pada bayi terhadap
penyakit infeksi tertentu hingga mekanisme itu sepenuhnya berfungsi setelah 3 sampai 4
bulan.
2. Bayi yang minum ASI jarang menderita gastroenteritis.
3. Lemak dan protein ASI mudah dicerna dan diserap secara lengkap baik untuk
pertumbuhan serta tidak mungkin menyebabkan kegemukan.
4. Kemungkinan bayi menderita kejang oleh karena hipokalsemia sangat sedikit.
5. Pemberian ASI merupakan satu-satunya jalan yang paling baik untuk mengeratkan
hubungan ibu dan bayi, dan ini sangat dibutuhkan bagi perkembangan bayi yang normal
terutama pada bulan-nulan pertama kehidupannya.
6. Menyusui mempercepat involusi uterus karena pengisapan puting susu akan merangsang
pelepasan oksitosin sehingga menyebabkan peningkatan kontraksi uterus.

Inisiasi Dini Pada Persalinan Caesar

Apabila anda melakukan operasi Caesar dengan pembiusan secara spinal dan anda tetap sadar,
bayi yang lahir segera dikeringkan tanpa menghilangkan lemak yang menempel di tubuhnya (
jika ada ) apabila kondisi peralatan memungkinkan, bayi ditengkurapkan diperut atau dada anda.
Kemudian keduanya diselimuti. Bayi kemudian dibiarkan mencari sendiri putting susu ibu
dengan tidak memaksakan meletakkan bayi ke putting susu ibu.

2
Apabila dilakukan pembiusan ( anastesi ) umum, sang ayah dapat melakukan kontak kulit
dengan kulit bayi saat menunggu ibu selesai operasi. Bila kontak ditunda, bayi dapat dimasukkan
ke dalam incubator. Inisiasi menyusui dini dapat dilakukan setelah kondisi ibu dan bayi setabil.

Inisiasi Dini Pada Persalinan Kembar

Jika persalinan berlangsung spontan, segera setelah lahir. Bayi pertama diletakkan pada kulit ibu.
Sampai ibu memulai proses persalinan kedua. Saat proses persalinan kedua berlangsung, bayi
pertama dibiarkan kontak kulit dengan ayahnya. Kemudian keduannya diletakkan tengkurap
didada ibu untuk mendapat kontak kulit dengan kulit. Berikan bantuan apabila bila mereka
menunjukkan kesiapan menyusu.

B. Menyusui satu jam pertama


Air Susu Ibu (ASI) telah terbukti mempunyai keunggulan yang tak bisa digantikan susu
manapun, karema ASI mengandung zat gizi yang selalu menyesuaikan dengan kebutuhan bayi
setiap saat, bahkan ketika sakitpun kandungan gizi ASI akan menyesuaikan dengan kebutuhan
bayi. ASI juga berfungsi sebagai imunitas (kekebalan) terhadap penyakit, sehingga anak akan
sulit terserang penyakit.

ASI merupakan hak anak, untuk kelangsungan hidup dan tumbuh berkembang secara optimal
dan hak ibu untuk menyusui anaknya. Pemberian ASI juga dapat membentuk perkembangan
intelegensia, rohani dan perkembangan emosional, karnea dalam dekapan ibu selama disusui,
bayi bersentuhan langsung dengan ibu serta mendapat kehangata, kasih sayang dan rasa aman.

MENYUSUI SATU JAM PERTAMA KEHIDUPAN

1. Menyusui SATU jam pertama yang menakjubkan

Apabila bayi sehat diletakkan segera pada perut dan dada ibu setelah lahir untuk kontak
kulit ibu dan kulit bayi, bayi memperlihatkan kemampuan yang menakjubkan. Bayi siaga.
Bayi bisa merangkak, dirangsang oleh sentuhan ibu yang lembuh, melintasi perut ibu
mencapai payudara.

Bayi mulai menyentuh dan menekan payudara. Sentuhan awal yang lembut oleh tangan
atau kepala bayi pada payudara merangsang produksi hormon oksitoksin ibu, sehingga
mulailah ASI mengalir dan juga meningkatkan rasa cinta kasih pada bayi.

Kemudian bayi mencium, menyentuh dengan mulut dan menjlita puting ibu dan akhirnya
bayi melekat pada payudara dan mengisap minum ASI.

3
Urutan kegiatan ini penting bagi bayi manusia untuk bisa bertahan hidup.

Meski banyak peneliti menjelaskan perilaku normal ini, namun baru sekarang kita
menemukan pentingnya memberikan kesempatan pada ibu dan bayinya untuk
memperoleh pengalaman ini. Untuk pertama kali, peneliti telah menilai dampak dari
memperoleh makanan pertama ini terhadap kematian bayi baru lahir. Kematian
berkurang apabila tindakan segera mulai menyusui bayi baru lahir dilakukan SATU jam
pertama.

2. Mengapa kontak kulit ibu-bayi setelah lahir dan menyusui dalam SATU jam
pertama ini begitu penting?
1. Tubuh ibu membantu kehangatan bayi dengan tepat, yang penting khususnya
untuk bayi kecil dan bayi berat lahir rendah
2. Bayi berkuang stress, lebih tenang, pernapasan dan detak jantung lebih stabil
3. Bayi terpapar pertama terhadap kuman ibu yang kebanyakan tidak berbahaya atau
kuman yang telah direspon dengan tersedianya faktor protektif dalam ASI.
Kuman ibu membentuk koloni yang sama dalam usus dan kulit bayi serta
melawan kuman berbahaya dari petugas dan lingkungannya. Dengan demikian
mencegah terkena infeksi.
4. Bayi memperoleh kolustrum sebagai minuman pertama-disebut cairan berstandar
emas-ada yang menyebutkan Karunia untuk hidup, karena :
Kolustrum kaya akan sel aktif imunitas, antibody dan protein protektif
lainnya. Jadi ini memberikan imunisasi pertama, melindungi terhadap
banyak infeksi. Ini membantu untuk mengatur perkembangan sistem imun
bayi.
Kolustrum mengandung faktor pertumbuhan yang membantu kematangan
saluran pencernaan bayi untuk berfungsi efektif. Ini menyebabkan kuman
dan zat alergi sulit masuk ke badan bayi.
Kolustrum kayak akan vitamin A yang membantu melindungi mata dan
mengurangi infeksi
Kolustrum merangsang bayi agar terjadi gerakan usus sehingga mekonium
(tinja bayi yang berwarna hitam) cepat dikeluarkan dari usus. Ini
mengatasi masalah zat dalam tubuh bayi yang menyebabkan bayi kuning
(bilirubin) atau dapat menguranginya.
Kolustrum keluar hanya berjumlah sedikit, namun tepat apa yang
dibutuhkan bayi yang baru lahir.
5. Sentuhan atau tekanan tangan, mulut dan kepala bayi serta isapan pada payudara
merangsang produksi oksitosin. Hormon oksitoksin ini penting karena :
Oksitoksin menyebabkan kontraksi rahim. Ini bisa membantu keluarnya
plasenta dan mengurangi perdarahan paska persalinan.
Oksitoksin merangsang hormon lain yang menyebabkan ibu merasa
tenang, rileks dan ada yang menyebutkan jatuh cinta dengan bayinya.
Oksitoksin merangsang aliran ASI dalam payudara ke mulut bayi
6. Perempuan mengalami senang yang luar biasa dengan pertemuan awal dengan
bayinya dan sering ayah juga ikut berbahagia. Mulailah ikatan kasih sayang ibu
dan bayi.

4
Secara keseluruhan kontak kulit dan pemberian kolustrum berkaitan dengan penurunan
kematian, utamanya dalam bula pertama kehidupan manusia. Ini juga berkaitan dengan
meningkatkan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif, dan lebih lama menyusui yang
selanjutnya akan meningkatkan kesehatan dan menurunkan kematian.

3. Apakah tindakan mulai menyusui dalam SATU jam pertama yang normal ini
merupakan semua yang dibutuhkan untuk menjamin keberhasilan menyusui
eksklusif?

Tentu saja tidak. Ibu membutuhkan bantuan terus menerus untuk dapat menyusui
eksklusif selama 6 bulan. Keluarga, petugas kesehatan, dukun dan semua yang ada di
tingkat masyarakat memegang peranan penting dalam sistem jejaring dukungan pada ibu.

Petugas kesehatan,pengunjung kesehatan dan lainnya memerlukan pelatihan klinis dalam


menilai menyusui, mengenai masalah dan pengetahuan serta ketrampilan untuk
membantu ibu mengatasi masalah. Pelayanan tindak lanjut oleh petugas dalam 48-72 jam
setelah persalinan, selanjutnya setelah satu minggu dan ketika ibu membutuhkan,
memberi kesempatan untuk mengatasi masalah sedini mungkin dan untuk meyakinkan
ibu bahwa semuanya bisa berjalan baik.

4. Bagaimana cara segera mulai menyusui dalam SATU jam pertama kehidupan?
1. Berikan pendamping yang sesuai, peka sosial budaya dan mendukung membantu
ibu bersalin.
2. Anjurkan tindakan tanpa obat dalam membantu ibu menjadai persalinan.
3. Izinkan posisi persalinan yang dilakukan ibu yang dipilih.
4. Keringkan bayi secepatnya, pertahankan krim putih alami (vernix) yang
melindungi kulit baru bayi.
5. Letakkan bayi telanjang pada dada telanjang ibu, kulit bayi kontak dengan kulit
ibu, menghadap ibu dan tutup selimut ibu dan bayi bersamaan.
6. Biarkan bayi mencari payudara. Ibu dirangsang oleh sentuhan bayi dan dapat
membantu posisi bayi dekat dengan puting (jangan paksakan bayi pada puting).
7. Pertahankan bayi kontak kulit dengan kulit ibu hingga minum pertamanya
dilakukan dan selama bayi menginginkannya lagi.
8. Ibu yang mengalami operasi/sectio juga harus mendapatkan kontak kulit dengan
kulit bayinya setelah lahir.
9. Tunda tindakan/prosedur bayi yang membuat sakit/stress : bayi ditimbang, diukur
dan diberi obat pencegahan, setelah bayi minum ASI.
10. Bayi jangan diberi cairan pralaktal atau minuman kecuali ada indikasi medik yang
jelas.

5
5. Kepercayaan dan mitos-mitos yang salah : Hambatan untuk tindakan menyusui
yang normal
1. Kolustrum tidak baik atau bahkan bahaya untuk bayi
Imunisasi pertama melindungi terhadap infeksi saluran cerna dan infeksi
lain
Pencahar untuk mengurangi ikterus bayi (bayi kuning)

Kolustrum sangat utama untuk tumbuh kembang yang sehat dari bayi:

2. Bayi membutuhkan teh khusus atau cairan lain sebelum menyusui

TIDAK! Cairan pralaktal apapun (pemberian minuman sebelum mulai


menyuysui) meningkatkan risiko bayi terkena infeksi, menurunkan keberhasilan
pemberian ASI ekslusif dan memperpendek lama menyusui.

3. Bayi tidak akan mendapatkan cukup makanan/cairan bila hanya diberi


kolustrum/ASI

TIDAK! Kolustrum cukup untuk makanan pertama bayi. Adalah normal bila bayi
baru lahir kehilangan berat lahir 3-6%. Bayi dilahirkan dengan cadangan air dan
gula dalam tubuh untuk digunakan saat ini.

4. Bayi akan kedinginan

TIDAK! Bayi derada pada suhu aman apabila dilakukan kontak kulit dengan sang
ibu. Yangmenakjubkan, suhu payudara ibu meningkat 0.5 derajat dalam 2 menit
bila bayi diletakkan di dada ibu.

5. Ibu terlalu lelah setelah persalinan dan melahirkan untuk menyusui bayinya
segera

TIDAK! Keluarnya oksitoksin karena kontak kulit dan menyusui, membantu


menenangkan ibu setelah bayinya lahir.

6. Adalah penting mengisap mulut hidung tenggorokan bayi sebelum mulai


bernapas untuk nencegah mengisap cairan ibu bersalin terutama bila bayi
mempunyai gerakan usus selama persalinan

TIDAK! Mengisap bayi baru lahir normal sehat tidak menurunkan terjadinya
aspirasi mekonium (tinja hitam bayi) dan dapat melukai jaringan mulut
tenggorokan atau pita suara. Isap lambung juga menganggu bayi menyusu.

7. Vitamin K dan pengobatan mencegah infeksi mata oleh gonorrhea harus


diberikan segera setelah bayi lahir

6
TIDAK! The American College of Obstetrics and Gynaecology dan The
Academy o Breastfeeding Medicine menyatakan bahwa tindakan pencegahan ini
dapat ditunda selama satu jam, setelah bayi menyusu, tanpa risiko pada bayi.
Mereka dalam hal apapun tidak memerlukan pemisahan bayi dari ibu.

8. Ibu membutuhkan pemberian obat untuk menghilang sakit karena


persalinan normal

TIDAK! Penggunaan analgesi/anastesi persalinan dapat mengurangi kesadaran


bayi, menghambat perilaku bayi mencari payudara dan menunda inisiasi
menyusui sampai beberapa jam atau beberapa hari. Adanya teman pendamping
selama persalinan bisa mengurangi rasa sakit dan hasil obstetric yang lebih baik.

9. Memerlukan banyak tenaga dan waktu untuk membantu ibu saat ini

TIDAK! Ketika bayi di dada ibu penolong persalinan dapat melanjutkan


penilaian rutin ibu dan bayi atau tugas lainnya. Bayi akan menemukan caranya
sendiri pada dada ibu.

6. Apakah kontak kulit dengan kulit, bermasalah pada ibu dengan HIV positif?

Meski pada seorang ibu dengan HIV positif, pemberian susu formula memenuhi
pesayaratn AFASS (bisa diterima, dapat melaksananan mampu beli berkelanjutan dan
aman) dan memilih untuk tidak menyusui, harus juga dilakukan kontak kulit dengan sang
bayi. Pasangan ibu-bayi ini secara khusus rentan. Kontak kulit memberikan kedekatan
khusus awal ikatan ibu dan bayi.

Bila kondisi tidak AFASS, menjadi penting bagi ibu dan bayi untuk kontak kulit segera
setelah bayi lahir dan mulai menyusui dalam jam pertama. Pada bayi-bayi ini,
mendapatkan ASI Eksklusif berdampak menurunkan risiko penularan virus HIV daripada
pemberian ASI campur susu formula (mixed feeding). Ingat bagi ibu yang tidak diketahui
status HIVnya, direkomendasikan pemberian ASI eksklusif.

7
BAB III
PENUTUP
a. Kesimpulan

ASI yang pertama (kolostrum) mengandung beberapa antibodi yang dapat mencegah
infeksi pada bayi. ASI diperkirakan dapat mengirimkan limfosit ibu ke dinding usus bayi
dan memulai proses imunologik sehingga memberikan imunitas pasif pada bayi terhadap
penyakit infeksi tertentu hingga mekanisme itu sepenuhnya berfungsi setelah 3 sampai 4
bulan.

Bayi yang minum ASI jarang menderita gastroenteritis.

Lemak dan protein ASI mudah dicerna dan diserap secara lengkap baik untuk
pertumbuhan serta tidak mungkin menyebabkan kegemukan.

Kemungkinan bayi menderita kejang oleh karena hipokalsemia sangat sedikit.

Pemberian ASI merupakan satu-satunya jalan yang paling baik untuk mengeratkan
hubungan ibu dan bayi, dan ini sangat dibutuhkan bagi perkembangan bayi yang normal
terutama pada bulan-nulan pertama kehidupannya.

Menyusui mempercepat involusi uterus karena pengisapan puting susu akan merangsang
pelepasan oksitosin sehingga menyebabkan peningkatan kontraksi uterus.

b. Saran
Kami sebagai penyusun berharap agar makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca.
Apabila ada kekurangan dalam penyusunan makalah kami harap masukan dari para
pembaca agar pembuatan makalah ini bisa lebih baiklagi ke depannya.