Anda di halaman 1dari 3

KASUS:

Daun cengkeh mengandung zat kimia yang dapat dimanfaatkan sebagai anti mikroba seperti
virus dan bakteri bahkan digunakan dalam insektisida. Dalam laboratorium untuk mengisolasi
zat tersebut dengan teknik cair-cair, agar dapat menghasilkan eugenol murni. Maka pada isolasi
tersebut ditambahkan larutan encer dari basa kuat seperti KOH, ternyata dilaboratorium
KOHnya habis.
Pertanyaan Soal :
1. Larutan apakah yang dapat dipakai sebagai pengganti KOH?
A. NH2
B. NaCl
C. NaOH
D. CaCl
E. CaCl2

KASUS:
Ekstraksi merupakan kegiatan penarikan kandungan kimia yang dapat larut sehingga terpisah dari
bahan yang tidak dapat larut dengan menggunakan pelarut cair. Metode ekstraksi sendiri dibagi
menjadi beberapa macam.
Pertanyaan soal :
2. Metode Ekstraksi apakah yang dilakukan dengan cara mengalirkan pelarut melalui serbuk
simplisia yang telah dibasahi?
A. Maserasi
B. Soxhletasi
C. Destilasi
D. Perkolasi
E. Infus

KASUS:
Fraksinasi adalah memisahkan suatu zat aktif dari ekstrak berdasarkan kepolaranya. Urutan
dalam metode fraksinasi adalah dari senyawa non polar menuju ke senyawa polar.
Pertanyaan Soal :
1. Jika kita akan melakukan fraksinasi untuk mendapatkan senyawa zat aktif, urutan pelarut
manakah yang digunakan pada ekstrak etanol suatu simplisia?
A. N Heksana, etanol, Etil asetat
B. Etil asetat, etanol, N-Heksana
C. Etanol, N-Heksana, Etil asetat
D. N-Heksana, Etil asetat, etanol
E. Etil asetat, N-Heksana, Etanol
KASUS:
Pemilihan metode ekstraksi sangat dipengaruhi oleh sifat bahan yang akan di isolasi. Salah satu
cara yang bisa dipakai adalah dengan cara memanaskan panci yang berisi simplisia di atas
penangas air yang mendidih selama 30 menit.
Pertanyaan soal :
1. Metode simplisia apakah yang dimaksud dalam pernyataan di atas?
A. Soxhletasi
B. Maserasi
C. Perkolasi
D. Destilasi
E. Sonifikasi

KASUS:
Prinsip maserasi adalah ekstraksi zat aktif yang dilakukan dengan cara merendam serbuk
dalam pelarut yang sesuai selama beberapa hari pada temperature kamar terlindung dari
cahaya, dan dilakukan pengadukkan pada setiap hari nya.
Pertanyaan soal :
9. Apa fungsi pengadukkan pada metode maserasi?
A. untuk meratakan konsentrasi larutan di luar butir serbuk simplisia sehingga tetap
terjaga adanya derajat konsentrasi yang sekecil-kecilnya antara larutan di dalam sel
dengan larutan di luar sel
B. untuk mencampurkan sampel dengan pelarut yang digunakan
C. untuk memberikan tekanan yang sama pada semua sampel
D. agar tidak mudah tumbuh nya jamur dan kapang
E. agar mudah dilakukkannya identifikasi pada zat kimia yang terkandung pada sampel
KASUS:
Proses isolasi dilakukan melalui beberapa tahap hingga didapat zat aktif yang diinginkan. Pada
isolasi piperin dari buah lada putih, salah satu tahap yang harus dilakukan adalah menyimpan
filtrat hasil isolasi di dalam lemari es selama kurang lebih 24 jam.
Pertanyaan soal :
12. Apa fungsi dari penyimpanan filtrat hasil isolasi di dalam lemari es ?
A. Mendapatkan kristal yang bersih
B. Memperoleh kristal yang banyak
C. Memperoleh kristal yang murni
D. Mendapatkan kristal yang berkualitas
E. Mempercepat pembentukan Kristal
KASUS:
Salah satu metabolit sekunder dari daun teh yang dapat diisolasi adalah kafein. Dari serangkaian
tahapan pada proses isolasinya penambahan larutan tertentu sangat diperlukan, salah satunya
adalah penambahan pelarut yang berfungsi untuk memberikan suasana asam sehingga garam
alkaloid lebih mudah larut dalam air tetapi tidak larut dalam pelarut organik.
Pertanyaan soal :
16. Pelarut apa yang ditambahkan untuk tujuan diatas ?
A. Air D. Etanol
B. Kloroform E. Metanol
C. Pb asetat
KASUS:
Kafein merupakan senyawa yang bersifat basa, larut dalam pelarut organik dan air panas, berasa
pahit dan mempunyai efek fisiologis sebagai stimulansia. Pada prosedur isolasinya untuk
mendapatkan kafein diperlukan penambahan pelarut organik yaitu kloroform.
Pertanyaan soal :
17. Apa fungsi dari kloroform pada isolasi kafein?
A. Mengikat kafein yang larut dalam pelarut organik tetapi tidak larut dalam air
B. Memberikan suasana asam
C. Melarutkan garam alkaloid kafein
D. Mempermudah kelarutan kafein dalam air
E. Mempercepat pembentukan kafein
KASUS:
Isolasi eugenol dapat dilakukan dengan pelarut eter, dengan pertimbangan bahwa eugenol mudah
larut di dalam eter. Dalam prosedurnya dapat dilakukan ekstraksi dengan eter tersebut secara
berulang-ulang, yang sering dilakukan adalah sebanyak 3 kali ekstraksi.
Pertanyaan soal :
24. Apa fungsi dilakukannya ekstraksi sebanyak 3 kali?
A. Mendapatkan eugenol murni
B. Mempercepat terikatnya eugenol dalam eter
C. Menghindari gagalnya isolasi
D. Memperoleh eugenol berkualitas
E. Mengikat eugenol dalam jumlah maksimal