Anda di halaman 1dari 5

Konseling Gizi

Spesifikasi Program Konseling Gizi

OLEH :

Lila Putri Zaskia (P2.31.31.0.15.032)

Dosen Pengampu

Dra. Rosmida magdalena Marbun, M.Kes

Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Jakarta II

2017
SPESIFIKASI PROGRAM PENYULUHAN GIZI

1. Bidang : Gizi
2. Pokok pembahasan : Diet Klinik
3. Topik : TBC
4. Tujuan :
- Umum :
Memberikan atau memecahkan masalah seperti memperbaiki dan menormalkan
asupan makanan klien, dan juga mencegah kerusakan jaringan tubuh lebih lanjut
serta memperbaiki status gizi agar penderita dapat melakukan aktifitas normal.
- Khusus :
o Mengubah Pola Asupan oral sesuai kebutuhan klien.
o Menormalkan status gizi klien
o Memonitoring dan mengevaluasi kepatuhan klien.
o Memberitahu pentingnya kepatuhan diet pasien.
5. Materi :
- Apa pengertian TBC?
- Apa saja penyebab terjadinnya TBC?
- Apa saja tanda klinis TBC?
- Kenapa TBC berkaitan dengan asupan makanan?
- Bagaimana penatalaksanaan diet TBC?
- Bagaimana cara penularan TBC?
6. Metode: Tanya jawab dan ceramah
7. Media : Power point, poster, dan leaflet

LAMPIRAN MATERI
A. Pengertian
Imunisasi adalah cara pencegahan penyakit menular khususnya Penyakit yang
Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Cara Kerjanya itu dengan memberikan
antigen bakteri atau virus tertentu yang sudah dilemahkan dengan tujuan
merangsang sistem imun tubuh untuk membentuk antibodi.
Vaksin adalah bibit penyakit yang telah dilemahkan/ dimatikan yang diberikan
saat imunisasi, yang menyebabkan anak memproduksi antibodi (zat kekebalan
tubuh), bukan menimbulkan penyakit.
B. Manfaat imunisasi
1. Menurunkan angka kematian.
2. Menurunkan angka kesakitan dan kecacatan.
3. Imunisasi mencegah timbulnya jenis penyakit tertentu pada anak. Namun bila
anak terserang juga penyakit tersebut maka anak tidak akan sakit lebih parah.
Dan mencegah terjadinya kecacatan seperti pada penyakit poliomyelitis.
4. Mengendalikan wabah
C. Tempat untuk mendapatkan imunisasi
1. Rumah Sakit
2. Bidan
3. Posyandu
4. Klinik
D. Bagaimana Jika bayi tidak diberikan Imunisasi

1. Polio (Poliomyelitis)

Polio disebabkan oleh virus. Penyakit ini sangat mudah menular melalui air
liur. Tanda-tanda awalnya adalah anak demam, batuk dan menjadi rewel. Polio
tidak dapat diobati, namun dapat dicegah dengan imunisasi.

2. TBC (Tuberculosis)
Penyakit ini disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis dan sangat
menular melalui pernafasan. Anak dapat menderita cacat atau terjadi kematian.
3. Campak (Measles/ Morbili/ Rubella)
Penyebabnya adalah virus Morbili. Menyerang selaput lendir dan kulit.
Komplikasi yang dapat timbul akibat penyakit ini adalah Enchepalitis (radang
otak) dan Bronchopneumonia (radang paru).
4. Diphteri.
Penyakit yang sangat menular, disebabkan oleh Corynebacterium
Dyphteriae. Menyerang daerah mukosa.

5. Pertusis (batuk rejan/ batuk 100 hari)

Penyakit batuk yang disebabkan Bordetella Pertusis, yang menyerang anak-


anak selama kira-kira 100 hari. Jika tidak diobati penyakit ini dapat
mengakibatkan radang paru-paru sehingga anak batuk darah, dapat juga terjadi
kerusakan otak, sehingga anak kejang, pingsan, bahkan terjadi kematian.

6. Tetanus

Tetanus disebabkan oleh Clostridium Tetani. Penyakit ini menyerang semua


usia dengan gejala kejang pada otot muka, leher, tulang belakang dan punggung
kaku, perut kram dan keras seperti papan, serta anggota gerak kejang. Pada bayi
baru lahir (5 28 hari) mendadak tidak mau menyusu lagi karena mulutnya kaku.

7. Hepatitis B.

Ciri-ciri penyakit ini adalah mual muntah, dan kadang warna kuning pada
kulit. Penyakit ini berlangsung secara menahun dan akan mengakibatkan kanker
hati di kemudian hari.

E. Jenis-jenis Imunisasi
BCG : memberi kekebalan pada penyakit TBC
DPT : memberi kekebalan pada penyakit difteri, batuk rejan dan tetanus.
Polio : memberi kekebalan pada penyakit poliomielitis.
Campak: memberi kekebalan pada penyakit campak.
HB : memberi kekbalan pada penyakit hapatitis B
TT : memberi kekebalan pada penyakit tetanus
DT : memberi kekebalan pada penyakit difteri dan tetanus.

F. Siapa yang mendapatkan Imunisasi


1. Semua anak di bawah usia 1 tahun.
2. Anak-anak lain yang belum mendapat imunisasi lengkap.
3. Anak usia sekolah DT.
4. Calon pengantin dan ibu hamil untuk imunisasi TT.