Anda di halaman 1dari 11

HADITS MENURUT PEMBELA DAN PENGINGKARNYA

MAKALAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas

Mata Kuliah: Ulumul Hadits

Dosen Pengampu: Bapak Darmuin

Disusun Oleh:

Luluk Hafidhotul Uyun (1503026031)

Wiwin Liffia Miskana (1503026033)

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG

2016
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Hadits merupakan sumber hukum Islam yang kedua setelah Alquran.
Hadits adalah segala sesuatu yang datang dari Rasulullah SAW baik dari
perkataan, perbuatan, maupun ketetapan Nabi. Fungsi hadits sendiri adalah
menjelaskan segala sesuatu hukum didalam Alquran yang sifatnya masih
umum. Jadi, hadits juga merupakan sebagai penjelas, perinci, dan penafsir
Alquran.
Namun kenyataanya, walaupun Hadits merupakan sumber hukum
Islam yang kedua setelah Alquran, ternyata masih banyak juga yang tidak mau
menerima ataupun menolak adanya Hadits sebagai sumber hukum Islam yang
kedua. Para pengingkar tersebut memiliki argumen-argumen tersendiri terkait
pengingkarannya terhadap Hadits. Mereka beranggapan bahwa Alquran adalah
kalam yang sempurna yang tidak lagi memerlukan hadits sebagai penjelasnya.
Jadi, dalam makalah ini, kami mencoba memaparkan apa alasan mereka
ingkar terhadap Hadits dan seperti apa argumen-argumennya.

B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Ingkar Sunah ?
2. Apa Penyebab Ingkar Sunah ?
3. Bagaimana Sejarah Ingkar Sunnah ?
4. Apa Pokok-Pokok Ajaran Ingkar Sunah ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Ingkar Sunah

Secara etimologi kata Ingkar sunnah, terdiri atas dua kata, yaitu inkar dan
sunnah. Menurut Ahmad Warson Munawwir (1984-1569), kata inkar berasal dari
yang berarti sulit, tidak mengakui, atau mengingkari.

Sedangkan pengertian as-Sunnah menurut bahasa, seperti dikemukakan oleh


Ahmad Warson Munawwir (1984-1569), yaitu sebagai berikut :

1. As-sunnah dengan makna jalan.


2. As-sunnah dengan makna tabiat (watak).
3. As-sunnah dengan makna al-hadits.

Masyfuk Zuhdi (1993; 13) memberikan tarif al-sunnah menurut bahasa, yaitu
jalan yang ditempuh, Hal ini sebagaimana di dalam sabda Nabi saw :

Artinya : Barang siapa yang melopori mengerjakan suatu pekerjaan yang


baik, maka baginya mendapat pahala atas perbuatan itu dan menerima pahala
orang-orang yang mengerjakannya hingga hari kiamat. Dan barang siapa melopori
mengerjakan suatu perbuatan yang jahat, maka ia berdosa atas perbuatannya itu
dan menanggung dosa orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat. (H.R.
Bukhari dan Muslim, Masyfuk Zuhdi, 1993: 13)1

Dalam buku yang lain juga terdapat pengertian ingkar yang berati tidak
mengakui dan tidak menerima baik di lisan dan di hati, bodoh atau tidak
mengetahui sesuatu (antonim kata al-irfan, dan menolak apa yang tidak
tergambarkan dalam hati , misalnya firman Allah SWT :

1
Drs. Sohari Sahrani, M.M, M.H, Ulumul Hadits, (Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia, 2010), hlm.141
,

Lalu mereka (saudara-saudara Yusuf) masuk ke (tempat) nya. Maka Yusuf


mengenal mereka, sedang mereka tidak kenal (lagi) kepadanya (QS. Yusuf (12):
58)2

As-Sunnah Menurut Istilah

Menurut ahli hadits, seperti yang dikutip oleh M.M Azami (1993: 14), sunnah
adalah sabda, pekerjaan, ketetapan, sifat ( watak, budi, atau jasmani ), atau tingkah
laku Nabi Muhammad saw, baik sebelum menjadi nabi maupun sesudahnya.
Dengan pengertian ini, menurut mayoritas ulama, sunnah adalah sinonim dengan
hadits. Sedangkan Masyfuk Zuhdi ( 1993: 14 ) memberikan definisi sunnah
menurut istilah, yaitu sebagai berikut :

Sunnah ialah segala yang dinukilkan dari Nabi saw, baik berupa perkataan,
perbuatan, takrirnya atau selain itu.

Ada beberapa definisi Ingkar Sunnah yang sifatnya masih sangat sederhana
pembatasannya diantaranya sebagai berikut :

Paham yang timbul dalam masyarakat Islam yang menolak hadits atas sunnah
sebagai sumber ajaran agama Islam kedua setelah Alquran.
Suatu paham yang timbul pada sebagian minoritas umat Islam yang menolak
dasar hukum Islam dari sunnah shahih baik sunnah praktis atau yang secara
formal dikodifikasikan para ulama, baik secara totalitas mutawatir maupun
ahad atau sebagian saja, tanpa ada alasan yang dapat diterima.

2
Abdul Majid Khon, Ulumul Hadis, (Jakarta: Amzah, 2009), hlm.27
Dari definisi di atas dapat di pahami bahwa Ingkar Sunnah adalah paham atau
pendapat perorangan atau paham kelompok, bukan gerakan dan aliran, ada
kemungkinan paham ini dapat menerima sunnah selain sebagai sumber hukum
Islam, misalnya sebagai fakta sejarah, budaya, tradisi dan lain-lain.3

M. Syuhudi Ismail ( 1994: 14 ) mengemukakan bahwa memang cukup banyak


argumen yang telah dikemukakan para pengingkar al-sunnah, baik oleh mereka
yang hidup pada zaman Al-Syafii maupun yang hidup pada zaman sesudahnya.
Dari berbagai argumentasi yang jumlahnya banyak itu, ada yang berupa argumen-
argumen naqli (Alquran dan hadits) dan ada yang berupa argumen-argumen non
aqli.4

a. Argumen-Argumen Naqli

Yang dimaksud dengan argumen-argumen naqli ialah alasan


pengingkar sunnah yang menggunakan dalil, baik dari Alquran maupun dari
hadits Nabi.

Argumen dari ayat-ayat Alquran yang mereka gunakan, antara lain


sebagai berikut :

1. Alquran (Q.S. Al-Nahl: 89)



Dan kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh
umat manusia dan kami turunkan kepadamu Al Kitab (Alquran) untuk
menjelaskan segala sesuatu (Hasbi al-Shiddieqi, 1992: 414).
2. Alquran (Q.S. Al-Anam 38)

Tiadalah kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab (Hasbi al-Shiddieqi,
1992: 192).

3
Abdul Majid Khon, Ulumul Hadis, (Jakarta: Amzah, 2009), hlm.29

4
Drs. Sohari Sahrani, M.M, M.H, Ulumul Hadits, (Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia, 2010), hlm.142
3. Sejumlah riwayat hadits, antara lain berbunyi sebagai berikut :

Artinya : Apa yang datang kepadamu dari saya, maka
konfirmasikanlah dengan kitabullah; jika sesuai dengan kitabullah,
maka hal itu berarti aku telah mengatakannya, dari suatu yang
menyalahi Alquran, berarti aku tidak mengatakannya. (As-Suyuti,
1997: 39).
b. Argumen-Argumen non-naqli
Yang dimaksud dengan argumen-argumen non naqli ialah argumen-
argumen yang tidak berupa Alquran dan hadits-hadits Nabi.
Diantara argumen non naqli yang diungkapkan oleh pengingkar sunnah
tersebut ialah sebagai berikut :
1) Alquran diwahyukan oleh Allah kepada Nabi Muhammad (melalui
malaikat jibril) dalam bahasa arab.
2) Dalam sejarah, umat Islam telah mengalami kemunduran. Umat Islam
mundur karena Umat Islam terpecah-pecah. Perpecahan itu terjadi
karena umat Islam berpegang kepada hadits Nabi.
3) Asal mula hadits nabi yang dihimpun dalam kitab-kitab hadits adalah
dongeng-dongen semata. Dinyatakan demikian, karena hadits-hadits
Nabi lahir setelah Nabi wafat (M. Syuhudi Ismail, 1994; 20)5

B. Penyebab Ingkar Sunnah

Penulis telah menerapkan bahwa latar belakang timbulnya ingkar sunnah


adalah karena beberapa faktor, antara lain sebagai berikut:

a) Salah paham terhadap penafsiran Alquran. Hal ini terlihat dalam memahami
Surat al-Anam ayat 38 :

Tiadalah kami alpakan sesuatupun di dalam al-kitab (Alquran) (Hasbi Ash-
Shiddieqi, 1992: 192)

5
Drs. Sohari Sahrani, M.M, M.H, Ulumul Hadits, (Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia, 2010), hlm.144
Disamping adanya salah faham terdapat penafsiran. Surat al-Anam
tersebut, mereka (para pengingkar sunnah) terlalu sempit dalam menulis
Alquran. Untuk memperjelas alasan tersebut, penulis kutip firman Allah
dalamSurat Al-Hasyr ayat 7 sebagai berikut :
....
Apa-apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah dia, dan apa yang
dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah... (Hasybi Ash-Shiddieqi 1992: 916).
b) Faktor dari sebab-sebab adanya ingkar sunah ialah terkait dengan adanya
larangan Nabi, yang nota benenya adalah sabda Nabi(yang berarti) alhadits.
Jadi, mereka sesungguhnya termasuk orang-orang yang kebingungan. Disatu
sisi, mereka tidak berpedoman kepada al-sunnah (al-hadits), namun
menjadikan al-hadits sebagai salah satu argumen.
c) Mereka merasa angkuh dan gengsi.dikatakan angkuh dan gengsi karena pada
prinsipnya para pengingkar sunnah tidak mengakui ayat lain atau hadits-hadits
yang diriwayatkan oleh sahabat tertentu. Oleh karena itu mereka termasuk
orang-orang yang tidak punya pendirian.6
C. Sejarah Ingkar Sunnah
Sejarah perkembangan Ingkar Sunnah hanya terjadi dua masa, yaitu masa
klasik dan masa modern. Menurut Prof.Dr.M.Mushthafa Al-azhami Sejarah
Ingkar Sunnah klasik terjadi pada masa Asy-Syafii (w.204 H) abad ke 2 H,
7 M, kemudian hilang dari peredarannya selama kurang lebih 11 abad.
Kemudian pada abad modern Ingkar Sunnah timbul kembali di India dan
Mesir dari abad 19 M./13 H sampai pada masa sekarang.
a) Ingkar Sunnah Klasik
Ingkar sunnah klasik terjadi pada masa Imam Asy-Syafii (w, 204 H) yang
menolak kehujahan sunnah dan menolak sunnah sebagai sumber hukum Islam
baik mutawattir atau ahad.
Menurut penelitian Muhammad Al-Khudhari Beik bahwa seseorang yang
mengajak berdebat dengan Asy-Syafii tersebut dari kelompok Mutazilah
karena dinyatakan oleh Asy-Syafii bahwa ia datang dari Bashrah .

6
Drs. Sohari Sahrani, M.M, M.H, Ulumul Hadits, (Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia, 2010), hlm.146-147
Sementara Bashrah pada saat itu menjadi basis pusat teologi Mutazilah dan
munculnya para tokoh Mutazilah yang dikenal sebagai oposisi Ahlu hadis.7
Secara garis besar , Muhammad Abu Zahrah berkesimpulan bahwa ada
tiga kelompok pengingkar sunnah yang berhadapan dengan Asy-Syafii, yaitu
:
Menolak sunnah secara keseluruhan, golongan ini hanya mengakui
Alquran saja yang dapat dijadikan hujjah.
Tidak menerima sunnah kecuali yang semakna dengan Alquran.
Hanya menerima sunnah mutawatir saja dan menolak selain mutawattir
yakni sunnah ahad.

Kesimpulannya, ingkar sunnah klasik diawali akibat konflik internal umat


Islam yang dikobarkan oleh sebagian kaum Zindik yang berkedok pada sekte-
sekte dalam Islam, kemudian diikuti oleh para pendukungnya, dengan cara
saling mecari para sahabat dan melemparkan hadis palsu. Ingkar sunnah klasik
hanya terdapat di Basrah Irak karena ketidaktahuannya tentang kedudukan
sunnah dalam syariah Islam, tetapi setelah diberikan penjelasan akhirnya
menerima kehujahannya.8

b) Ingkar Sunnah Modern

Sebagaimana pembahasan di atas, bahwa Ingkar Sunnah Klasik lahir di


Irak (kurang lebih abad 2 H/7 M), kemudian menetas kembali pada abad
modern di India (kurang lebih abad 19 M/13 H), setelah hilang dari
peredarannya kurang lebih 11 abad. Baru muncul Ingkar sunnah di Mesir
(pada abad 20 M).

Sebab utama pada awal timbulnya Ingkar Sunnah modern ini adalah
akibat pengaruh kolonialisme yang semakin dahsyat sejak awal abad 19 M
didunia Islam, terutama di India setelah terjadinya pemberontakan melawan
kolonial Inggris 1857 M, berbagai usaha-usaha yang dilakukan kolonial untuk
pendangkalan ilmu agama dan umum,

7
Abdul Majid Khon, Ulumul Hadis, (Jakarta: Amzah, 2009), hlm.30

8
Achmad Majid Khon, Ulumul Hadis, (Jakarta: Amzah, 2009), hlm.29-32
penyimpangan aqidah melalui pimpinan-pimpinan umat Islam dan tergiurnya
mereka terhadap teori-teori Barat untuk memberikan interpretasi hakikat
Islam.9

D. Pokok-Pokok Ajaran Ingkar Sunnah


Diantara ajaran-ajaran pokoknya adalah sebagai berikut :
1) Tidak percaya kepada semua hadits Rasulullah.
2) Dasar hukum Islam hanya Alquran saja.
3) Syahadat mereka; Isyhadu bi anna muslimin.
4) Shalat mereka bermacam-macam.
5) Puasa wajib hanya bagi orang yang melihat bulan saja.
6) Haji boleh dilakukan selama 4 bulan haram yaitu Muharram, Rajab,
Zulqadah, dan Zulhijjah.
7) Pakaian Ihram adalah pakaian Arab dan membuat repot.
8) Rasul tetap diutus sampai hari kiamat.10

Demikian, diantara argumentasi ingkar sunah yang dikemukakan yang pada


prinsipnya mereka menolak sunnah karena ketidak tahuannya baik dari segi
keilmuan hadits atau sejarah terkodifikasiannya. Disamping adanya pengaruh dari
latar belakang pendidikan agama yang tidak memadahi dan buku-buku bacaan
tulisan kaum orientalis atau yang sepemikiran dengan mereka. Jadi, jelaslah
kiranya alasan-alasan ingkar sunnah sangat lemah dan hanya mempermainkan
agama semata.

9
Abdul Majid Khon, Ulumul Hadis, (Jakarta: Amzah, 2009), hlm.33-34

10
Abdul Majid khon, Ulumul Hadis, (Jakarta: Amzah, 2009), hlm.35
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari uraian diatas, pengertian Ingkar sunah adalah paham perorangan atau
kelompok yang menolak atau tidak mengakui hadis atau sunnah sebagai sumber
ajaran agama Islam yang kedua setelah Alquran.
Adapun penyebab Ingkar Sunah antara lain :
Salah paham terhadap penafsiran Alquran
Terkait dengan adanya larangan Nabi, yang nota benenya adalah sabda Nabi(yang
berarti) al-hadits.
Mereka merasa angkuh dan gengsi

Sejarah perkembangan Ingkar Sunnah hanya terjadi dua masa, yaitu masa
klasik dan masa modern. Menurut Prof.Dr.M.Mushthafa Al-azhami Sejarah Ingkar
Sunnah klasik terjadi pada masa Asy-Syafii (w.204 H) abad ke 2 H, 7 M, kemudian
hilang dari peredarannya selama kurang lebih 11 abad. Kemudian pada abad modern
Ingkar Sunnah timbul kembali di India dan Mesir dari abad 19 M./13 H sampai pada
masa sekarang.

Diantara ajaran-ajaran pokok Ingkar Sunah adalah sebagai berikut :


Tidak percaya kepada semua hadits Rasulullah
Dasar hukum Islam hanya Alquran saja
Syahadat mereka; Isyhadu bi anna muslimin
Shalat mereka bermacam-macam dan lain sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA

Majid Khon, Abdul. 2009. Ulumul Hadis. Jakarta: AMZAH

Sahrani, Sohari. 2010. Ulumul Hadits. Bogor: Ghalia Indonesia