Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM

PRAKTIKUM 2

FARMAKOKINETIK OBAT

Syahda Nabilla A. (172010101017)


Annisa Citra HH (172010101018)
Iva I`anatillah (172010101019)
Elok Tiara P. (172010101020)
Arief Prasetya (172010101063)
Nadilla Aprilya (172010101064)
Hafsah Labibah (172010101065)
Gangsar Lintas D .(172010101066)
Ari Primadanti (172010101067)
Istaz Maulana (172010101068)
Ramaditya A.P. (1720101010113)
Fatma Devyta (1720101010114)
Marwah Pradani (1720101010115)
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS JEMBER

2017
BAB 1. PENDAHULUAN

Farmakokinetik adalah ilmu yang mempelajari perjalanan obat mulai dari


absorbsi, distribusi, metabolisme dan ekskresi. Absorbsi obat dapat melalui
berbagai cara tergantung pada jalur pemberiannya. Obat dapat diberikan melalui
oral, suntikan intravena, suntikan intramuskular atau subkutan, serta jalur lain
(inhalasi, rektal, sublingual, topikal). Proses absorbsi dipengaruhi banyak faktor,
namun yang paling berperan adalah kelarutan obat dalam lemak. Obat dapat
melewati membran sel dengan cara difusi pasif atau transport aktif.
Bioavailabilitas adalah jumlah obat yang diabsorbsi setelah pemberian
melalui jalur tertentu dibandingkan dengan jumlah obat yang diabsorbsi jika
diberikan secara intravena (iv). Dengan kata lain bioavailabilitas adalah proporsi
obat yang diberikan yang mencapai sirkulasi sistemik. Distribusi obat ke seluruh
tubuh terjadi saat obat mencapai sirkulasi. Selanjutnya obat akan masuk ke
jaringan untuk bekerja. Waktu paruh (t) adalah waktu yang dibutuhkan sehingga
konsentrasi obat dalam darah berkuang setengah dari jumlah awal. Volume
distribusi (VD) adalah volume yang menunjukkan distribusi obat. Bersihan
(Clearance) adalah volume darah atau plasma yang dibersihkan dari obat dalam
satuan waktu.
Hati merupakan organ utama untuk metabolisme obat. Metabolisme obat
mempunyai dua efek penting yaitu
a. Obat menjadi lebih hidrofilik, hal ini mempercepat eksresi melalui ginjal
b. Obat menjadi kurang aktif daripada obat asalnya, namun sebagian obat justru
menjadi lebih aktif (prodrug)
Ekskresi ginjal memegang tanggung jawab utama untuk eliminasi sebagian
besar obat. Obat terdapat dalam filtrat glomerulus, tetapi bila larut lemak obat ini
dapat direabsorbsi dalam tubulus ginjal melalui difusi pasif. Metabolisme obat
sering menghasilkan senyawa yang kurang larut lemak sehingga membantu
ekskresi ginjal. Ekskresi bilier dilakukan bila obat terkonsentrasi dalam empedu
sehingga diekskresikan ke dalam usus halus.
BAB 2. DASAR TEORI

Beberapa parameter farmakokinetik dapat dilakukan pengukuran dengan


menggunakan cara sebagai berikut
1. Waktu Puncak (Tmax)
Waktu puncak dapat dihitung dari persamaan kurva kadar obat terhadap
waktu. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai konsentrasi maksimum
dihitung menggunakan turunan dari persamaan kurva dimana y= 0.
2. Kadar Puncak (Cmax)
Kadar puncak dapat dihitung dari persamaan kurva kadar obat terhadap waktu,
dengan memasukkan waktu puncak (Tmax) akan didapatkan kadar puncak.
3. Waktu Paruh (t)
Waktu paruh dapat dihitung dengan membuat persamaan garis linier pada
kurva fase eliminasi. Persamaan garis yang dihasilkan adalah y = -ax + c.
Nilai a merupakan konstanta eliminasi (ke).
0,693
=

4. Bioavailabilitas
Besarnya bioavailabilitas suatu obat oral digambarkan oleh AUC (area under
the curve atau luas area dibawah kurva kadar obat dalam plasma terhadap
waktu) obat oral tersebut dibandingkan dengan AUC yang diberikan secara
i.v. Hal ini disebut bioavailabilitas oral dan merupakan bioavailabilitas absolut
dari obat oral tersebut.

Bioavailabilitas absolute obat oral = F =
.
BAB 3. METODE

1.1 Waktu dan Tempat


Praktikum Fakmakokinetik Obat dilaksanakan pada hari Rabu, 7
Desember 2016 pukul 06.00-08.00 WIB di Ruang Kuliah 2-3 Fakultas
Kedokteran Universitas Jember.

1.2 Alat dan Bahan


Alat yang digunakan dalam praktikum Farmakokinetik Obat adalah
sebagai berikut :
1. Program Microsoft Office Excel
2. Tabel data praktikum
3. Alat tulis
4. Kertas

1.3 Langkah Kerja


1. Membuka program Microsoft Excel dan membuat tabel data waktu dan
konsentrasi paracetamol.
2. Membuat grafik mengenai konsentrasi paracetamol dalam darah dengan
lamanya waktu.
3. Membuat grafik baru mengenai konsentrasi paracetamol secara oral untuk
menghitung waktu puncak (Tmax) obat secara oral.
4. Mencari persamaan kurva grafik konsentrasi paracetamol secara oral,
kemudian mencari turunan persamaannya. Persamaan dapat dicari dengan klik
kanan pada garis kurva, klik add trendline. Kemudian klik polynomial,
kemudian centang Display Equation on chart.
5. Mencari turunan persamaan kurva kadar obat secara oral terhadap waktu.
6. Menghitung kadar puncak (Cmax) obat secara oral dari persamaan kurva yang
telah didapat dan menggunakan Tmax.
7. Membuat grafik baru mengenai konsentrasi obat secara oral dari 3 data
terakhir yang merupakan fase eliminasi untuk mencari waktu paruh obat
secara oral (T12).
8. Mencari persamaan garis linier dari grafik konsentrasi obat secara oral dari 3
data terakhir. Persamaan garis linier dapat dicari dengan cara klik kanan pada
grafik, kemudian klik add trendline. Kemudian klik linear, lalu centang
Display Equationon chart.
9. Didapatkan persamaan y=-ax+c. Nilai a merupakan konstanta eliminasi (ke).
Menghitung waktu paruh menggunakan rumus:
0,693
=

10. Menghitung luas daerah di bawah grafik (Area Under Curvant/UAC) pada
grafik konsentrasi paracetamol terhadap waktu baik pada pemberian oral
maupun intravena dan total UAC IV dan oral kemudian menuliskan ke dalam
tabel
11. Menghitung bioavaibilitas obat secara oral dengan menggunakan rumus F=
AUCoral/AUCiv.
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Tabel konsentrasi paracetamol pada pemberian oral dan intravena

Konsentrasi Paracetamol (ug/ml)


Jam Ke
Oral Intravena
0,1 0,27 15,11
0,5 2,14 14,12
1 2,55 11,21
2 2,33 8,13
3 1,61 5,32
4 1,15 4,22
6 0,56 3,32
10 0,27 2,22
24 0 0

Grafik konsentrasi paracetamol (g/ml) terhadap waktu


4.2 Pembahasan
1. Waktu Puncak Pemberian Paracetamol secara Oral (Tmax)
Untuk mencari waktu puncak pemberian paracetamol secara oral
diperlukan sebuah persamaan kuadrat dari grafik konsentrasi paracetamol
pada pemberian oral sehingga harus digambar dahulu grafik dari tabel
konsentrasi paracetamol pada pemberian oral.

Konsentrasi
Prasetamol
Jam Ke (ug/ml)
Oral
0,1 0,27
0,5 2,14
1 2,55
2 2,33
3 1,61
4 1,15
6 0,56
10 0,27
24 0

Konsentrasi Grafik Paracetamol (Oral)


3
1.1
K 2.55
o 2.5 2.33
n 2.14
s 2
e 1.61
n 1.5
1.15
t
r 1
a 0.56
s 0.5 0.27 0.27
i 0
0
0 5 10 15 20 25 30
Jam Ke-
Jika dilihat dari grafik konsentrasi paracetamol pada pemberian
oral, tidak semua titik pada grafik mendekati sebuah grafik persamaan
kuadrat, sehingga grafik konsentrasi paracetamol pada pemberian oral di
atas harus di potong. Seperti yang terlihat di atas, bagian dari grafik
konsentrasi paracetamol pada pemberian oral yang mendekati sebuah
grafik persamaan kuadrat, terletak pada interval jam ke 0,1 hingga 2 .
Sehingga diperoleh grafik baru dengan sebuah persamaan kuadrat.

Gambar di atas merupakan grafik persamaan kuadrat yang berasal dari


potongan grafik 1.1. Ada sebuah garis persamaan kuadrat yang
bersesuaian dengan grafik di atas yaitu garis y = -1,634x2 + 4,418x - 0,004

Sumbu X : waktu (jam)

Sumbu Y : konsentrasi (g/ml

Karena sudah ditemukan sebuah garis persamaan kuadrat yang


bersesuaian dengan grafik tersebut, maka sudah dapat ditentukan waktu
puncak dari pemberian paracetamol secara oral. Untuk menentukan x
puncak/waktu puncak caranya yaitu dengan menurunkan fungsi y = -
1,634x2 + 4,418x - 0,004. Pada dasarnya turunan suatu fungsi kuadrat
adalah gradiennya, karena pada titik puncak, gradient suatu fungsi
kuadrat adalah 0, maka posisi fungsi menurut sumbu x dapat dicari
dengan menurunkan :

y = -1,634x2 + 4,418x - 0,004


menjadi

= 3,268 + 4,418

0 = 3,268 + 4,418

3,268 = 4,418

= 1,3 jam

Sehingga ditemukan bahwa waktu puncak (Tmax) untuk pemberian


paracetamol secara oral adalah 1,3 jam.

2. Kadar Puncak Pemberian Paracetamol secara Oral (Cmax)


Untuk menentukan kadar puncak dapat dengan cara memasukkan nilai
waktu puncak (Tmax) pada nilai x pada fungsi y = -1,634x2 + 4,418x - 0,004
sehingga
y = 1,634x 2 + 4,418x 0,004

Cmax = 1,634(1,3)2 + 4,418(1,3) 0,004

Cmax = 2,76146 + 5,7434 0,004

Cmax = 2,977

Jadi nilai kadar puncak (Cmax) pemberian paracetamol secara oral adalah
2,977 g/ml.

3. Waktu Paruh Pemberian Paracetamol Secara Oral dan Intravena (T1/2)

A. Waktu Paruh Pemberian Paracetamol Secara Oral (T1/2)

Waktu paruh dapat dihitung dengan membuat persamaan garis


linier pada kurva fase eliminasi.Persamaan garis yang dihasilkan adalah y
= -ax + c. Nilai a merupakan konstanta eliminasi (ke). Setelah persamaan
fungsi linier pada fase eliminasi ditentukan, nilai waktu paruh dapat
langsung dicari dengan rumus :

T 12 = 0,693

Ke
Gambar di atas merupakan grafik persamaan kuadrat yang berasal dari
potongan grafik 1.1. Ada sebuah garis persamaan linear yang bersesuaian
dengan grafik di atas yaitu garis y = -0,028x + 0,650.

Sumbu X : waktu (jam)

Sumbu Y : konsentrasi (g/ml)

Persamaan garis lurus yang didapat dari grafik di atas adalah =


0,028 + 0,6503. Untuk mendapatkan waktu paruh, dapat digunakan
0,693
rumus = , dimana ke merupakan nilai a dari persamaan garis

lurus fase eliminasi. Nilai a pada persamaan tersebut adalah 0,028,
sehingga penghitungan waktu paruh adalah sebagai berikut.

0,693
=

0,693
=
0,028
= 24,75
Berdasarkan penghitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa
waktu pada pemberian paracetamol melalui oral adalah 24,75 jam.
B. Waktu Paruh Pemberian Paracetamol Secara Intravena (T1/2)
Waktu paruh dapat dihitung dengan membuat persamaan garis linier pada
kurva fase eliminasi.Persamaan garis yang dihasilkan adalah y = -ax + c. Nilai a
merupakan konstanta eliminasi (ke). Setelah persamaan fungsi linier pada fase
eliminasi ditentukan, nilai waktu paruh dapat langsung dicari dengan rumus :

T 12 = 0,693

Ke

Gambar di atas merupakan grafik persamaan kuadrat yang berasal dari potongan
grafik Kosentrasi Grafik Paracetamol (Intravena) Ada sebuah garis persamaan
linear yang bersesuaian dengan grafik di atas yaitu garis y = -0,2263x +5.1428

Sumbu X : waktu (jam)

Sumbu Y : konsentrasi (g/ml)

Persamaan garis lurus yang didapat dari grafik di atas adalah y = -0,2263x
0,693
+5.1428. Untuk mendapatkan waktu paruh, dapat digunakan rumus = ,

dimana ke merupakan nilai a dari persamaan garis lurus fase eliminasi. Nilai a
pada persamaan tersebut adalah 0,02263, sehingga penghitungan waktu paruh
adalah sebagai berikut.

0,693
=

0,693
=
0,2263

= 3,0623 Jam
1. Bioavailabilitas Pemberian Paracetamol Secara Oral (F)
Besarnya bioavailabilitas suatu paracetamol oral digambarkan oleh
AUC (area under the curve atau luas area dibawah kurva kadar
paracetamol dalam plasma terhadap waktu) paracetamol oral tersebut
dibandingkan dengan AUC yang diberikan secara i.v. Hal ini
disebutbioavailabilitas oral dan merupakan bioavailabilitas absolut dari
paracetamol oral tersebut.

=

Untuk menghitung AUC oral dan intravena, kedua grafik nantinya
akan dibagi menjadi 8 bagian (area) menurut interval. Misalnya area 1
memiliki interval pembatas 0 dan 0,1, area 2 memiliki interval pembatas
0,1 dan 0,5, area 3 memiliki interval pembatas 0,5 dan 1, area 4 memiliki
interval pembatas 1 dan 2, area 5 memiliki interval pembatas 2 dan 3, dan
seterusnya.

Grafil oral :
Grafik intravena :

Nilai dari AUC baik oral maupun intravena sendiri merupakan jumlah
setiap luas dari masing-masing area, yang itu merupakan bangun trapesium
yang luasnya adalah jumlah alas dikali tinggi dibagi 2, jika rumus tersebut
disesuaikan, maka akan menjadi

Luas = (selisih interval pembatas) x (jumlah konsentrasi pada interval


pembatas) / 2

Konsentrasi
Jam Luas Interval
paracetamol Area
ke Pembatas
Oral Intravena Oral Intravena
0,1 0,27 15,11
0,5 2,14 14,12 0,482 5,846 Area 1 0,1 dan 0,5
1 2,55 11,21 1,1725 6,3325 Area 2 0,5 dan 1
2 2,33 8,13 2,44 9,67 Area 3 1 dan 2
3 1,61 5,32 1,97 6,725 Area 4 2 dan 3
4 1,15 4,22 1,38 4,77 Area 5 3 dan 4
6 0,56 3,32 1,71 7,54 Area 6 4 dan 6
10 0,27 2,22 1,66 11,08 Area 7 6 dan 10
24 0 0 1,89 15,54 Area 8 10 dan 24
12,
67, 5035
7045
Dari perhitungan di atas ditemukan bahwa nilai AUC oral = 12,7045 dan nilai
AUC intravena = 67,5035, sehingga bioavailabilitas dapat dihitung dengan
memasukkan nilai tersebut pada


=

sehingga

12,7035
= = 0,1881 = 18,81%
67,5035

Sehingga diperoleh bioavailabilitas absolut (F) paracetamol adalah 18,81%


BAB 5. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil kalkulasi yang diperoleh pengukuran parameter farmakokinetik


dapat dilakukan dengan menghitung waktu puncak, kadar puncak, waktu paruh,
dan bioaviabilitas nya. Sehingga dapat diketahui perjalanan obat mulai dari
absorbsi, distribusi, metabolisme dan ekskresi. Hasil pengukuran yang diperoleh
sebagai berikut:

Waktu Puncak Pemberian Paracetamol secara Oral (Tmax) = 1,3 jam

Kadar Puncak Pemberian Paracetamol secara Oral (Cmax) = 2,977 g/ml

Waktu Paruh Pemberian Paracetamol Secara Oral (T1/2) = 24,75 jam

Waktu Paruh Pemberian Paracetamol Secara Intravena (T1/2) = 3,0623 Jam

Bioavailabilitas Pemberian Paracetamol Secara Oral (F) = 18,81%