Anda di halaman 1dari 2

FENOMENA KETERGANTUNGAN TRAMADOL

Tramadol adalah obat analgetik opioid yang digunakan untuk meredakan nyeri sedang sampai
berat. Obat ini sering dikombinasikan dengan paracetamol untuk meningkatkan efek
analgetiknya. Tramadol bekerja dengan dua mekanisme. Pertama, dengan mengikat secara
stereospesifik reseptor -opioid di sistem saraf pusat untuk mengeblok sensasi nyeri dan respon
terhadap nyeri (inflamasi). Kedua, menghambat pelepasan neurotransmitter, serotonin dan
norepinephrine dari sistem saraf aferen yang sensitif terhadap rangsang yang berakibat
terhambatnya impuls nyeri.
Kenali Efek Samping dan Bahaya Tramadol
Beberapa efek samping yang umum terjadi setelah menggunakan tramadol adalah:
Pusing dan limbung.
Lelah dan mengantuk.
Mual dan muntah.
Konstipasi dan sulit buang air kecil.
Mulut kering.
Perut kembung.
Diare.
Dalam kondisi tertentu, tramadol dapat menyebabkan efek samping serius bagi anak-anak usia di
bawah 17 tahun, seperti kesulitan bernapas, napas menjadi lebih lambat, linglung, atau kesulitan
tidur. Disarankan untuk segera menghubungi dokter apabila terjadi hal-hal berikut setelah
menggunakan tramadol seperti Kejang., Sakit kepala yang hebat, Kesulitan bernapas dan Nafsu
makan menurun. Tramadol memiliki risiko ketergantungan, namun sifat ketergantungan tersebut
masih dalam tahap ketergantungan ringan. Karena itu tramadol tidak termasuk dalam daftar
narkotika. Akan tetapi untuk meminimalisir risiko ketergantungan, sebaiknya penggunaannya
berada di bawah pengawasan dokter.
bagaimana jika sudah menjadi pencandu tramadol ??
Memang tramadol bisa membuat kecanduan bagi yg sering konsumsinya, apalagi jika di
konsumsi bukan untuk pengobatan. Jika sudah menjadi pecandu tramadol, sehari saja tidak
mengkonsumsi akan terasa sakit di sekujur tubuh dan sama seperti sakau ( kacanduan terhadap
narkoba ).Berikut ini cara mengatasi kecanduan tramadol, bagi pencadu trmadol bisa mengikuti
langkah-lengkah berikut ini.
Hindari bergaul dengan teman yang mengkonsumsi tramadol / sesama pecandu tramadol.
Beritahukan orang tua Anda dan orang lain yang Anda percaya mengenai permasalahan
Anda dan agar membantu Anda lepas dari kecanduan tramadol dan lepas dari lingkungan
buruk.
Berikan tekad yang kuat dan motivasi yang besar serta konsistensi dalam hati dan pikiran
Anda.
Lakukan tappering off / mengurangi dosis tramadol secara perlahan sampai Anda bisa
melewati masa detoksifikasi.
Jika timbul rasa sakit di tubuh karena tidak minum tramadol , coba minum obat pereda
nyeri seperti paracetamol / ibuprofen untuk mengurangi rasa nyeri tsb.
Berkonsultasi dengan dokter pada tempat rehabilitasi khusus atau melakukan hipnoterapi.
Yang bisa membuat Anda berhenti dari kecanduan tramadol, ialah diri Anda sendiri. Lawan diri
Anda jika timbul rasa ingin mengkonsumsi tramadol, jika tubuh terasa sakit karena tidak
mengkonsumsi tramadol, lawan juga rasa sakit tsb. Jika Anda kalah dengan keinginan
mengkonsumsi tramadol dan kalah melawan rasa sakit akibat tramadol, sampai kapan pun Anda
akan terus menjadi pecandu tramadol dan akan semakin sulit untuk berhenti dari kecanduan
tramadol. Jika rasa sakit itu muncul seperti yg dikatakan tadi bisa Anda coba konsumsi obat
pereda nyeri yg lebih aman, seperti paracetamol dan ibuprofen. Namun demikian paracetamol
atau ibuprofen pun termasuk obat kimiawi yg jika di konsumsi jangka panjang bisa
menimbulakan kerusakan pada ginjal.
Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma sebagai pusat rujukan pelayanan Rehabilitasi Narkoba dan
HIV AIDS sering menangani kasus seseorang yang mengalami ketergantungan tramadol.
Apabila Anda mengetahui seseorang yang mengalami ketergantungan tramadol langkah yang
paling tepat untuk mengatasinya dengan cara menghubungi petugas atau merujuknya ke pusat
rehabilitasi terdekat. RSJ Mutiara Sukma saat ini membuka layanan penyalahgunaan obat-obatan
terutama tramadol. Hal ini diharapkan mampu menekan angka penyalahgunaan obat-obatan
sehingga di NTB diharapkan seluruh masyarakatnya bersih dari pemyalahgunaan zat. (Ayu
Anggrek)