Anda di halaman 1dari 9

NAMA : AGUNG ARIWIBOWO SISTEM PEMINDAH TENAGA

NIM/BP : 13845/2009 PENGUKUAN POROS PROPELER


PRODI : PEND TEK OTOMOTIF FAKULTAS TEKNIK
WAKTU : 1 x 100 Menit UNIVERSITAS NEGERI PADANG

A. TUJUAN
1. Mahasiswa dapat mengenal komponen-komponen POROS PROPELER
dengan baik.
2. Mahasiswa dapat melakukan pengukuran terhadap komponen-komponen
POROS PROPELER dengan baik.
3. Mahasiswa dapat melepas dan memasang komponen-komponen POROS
PROPELER dengan baik.
4. Mahasiswa dapat menganalisa kebengkokan yang terjadi pada komponen-
komponen POROS PROPELER.

B. KESELAMATAN KERJA
1. Menggunakan pakaian praktik
2. Membersihkan tempat kerja dari kotoran
3. Menggunakan alat sesuai dengan fungsinya
4. Bekerja sesuai prosedur operasional pada buku manual

C. ALAT DAN BAHAN


1. Tool box 1 set
2. Poros Propeler 1 unit
3. Tang spi 1 buah
4. Dial Gauge 1 buah
5. Micrometer Scrup 1 buah
6. Jangka Sorong 1 buah
7. Meja Perata 1 buah
8. V Blok 1 buah
9. Tracker Universal joint 1 buah
10. Mesin Press 1 buah
D. TEORI SINGKA

1
1. Pengertian Poros Propeler
Poros Propeler adalah saluran penggerak umumnya digunakan
untuk menjelaskan bagian dari kendaraan yang memindahkan tenaga putar
(torsi) dari transmisi ke roda.

Gambar 1. Bentuk Poros Propeler

Fungsi saluran penggerak


Saluran penggerak memiliki 3 (tiga) fungsi utama:
a. Untuk memindahkan putaran dengan lembut dari transmisi ke poros
sambungan roda belakang.
b. Untuk meneruskan dan menyalurkan tenaga pada roda belakang saat
bergerak naik dan turun.
c. Untuk menyediakan penyesuaian pada gerakan melentur
karenaperubahan panjang poros penggerak.
Pada kendaraan yang bermesin didepan dengan penggerak roda
belakang, salran penggerak terdiri dari rangkaian batang poros penggerak
dan sambungan sumbu roda belakang. Agar lebih jelas bentuk poros
pengerak, maka liat pada gambar berikut :

2
Gambar 2. prinsip Kerja menggunakan konsep momen

2. Bagian utama dan fungsi utama rangkaian poros penggerak.

menghubungkan poros keluaran transmisi ke


Slip yoke
sambungan universal (universal joint) depan
Front Universal mengikat slip yoke pada poros penggerak (drive
Joint shaft)
memindahkan gaya putar dari sambungan
Drive shaft universal depan ke sambungn universal
belakang (rear Universal joint).
Rear Universal melenturkan sambungan yang menghubungkan
Joint sumbu penggerak dengan yoke deferensial
memegang sambungan universal belakang dan
Yoke rear memindahkan gaya putar ke rangkaian gigi
sumbu roda belakang

3
Gambar 3. Rangkaian jalur penggerak

E. Langkah kerja dan Data pengukuran


A. Pembongkaran
1. Buatlah tanda pada poros dan flens atau yoke .
2. Lepas snap ring.
3. Pukul sedikit luncuran luar bantalan masuk.
4. Menggunakan dua obeng, lepas empat snap ring dari alurnya.

5. Lepas bantalan spider, Menggunakan SST, tekan bantalan keluar dari


poros propeller.

6. Jepitlah luncuran luar bantalan pada ragum dan pukul poros


propeller dengan palu.

4
B. Pengukuran dan Pemeriksaan
1. Periksa poros propeller dari kerusakan atau kebengkokan.

A B C

Kebengkokan maksimum yaitu 0,8 mm.


Hasil pengukuran :
A : kebengkokan 0,35 mm
B : kebengkokan 0,20 mm
C : kebengkokan 0,55 mm
Jadi, Poros Propeler kebengkokan nya masih dalam batas toleransi.
2. Periksa bantalan spider.
3. Periksa bantalan spider dari keausan atau kerusakan.
4. Periksa gerak bebas aksial bantalan spider dengan memutar yoke
sambil menahan kuat poros propeller, Gerak bebas aksial bantalan: >
dari 0,05 mm.

5
5. Ukurlah panjang poros propeller (L)
Ukur menggunaka mistar baja dari ujung ke ujung baca hasil
penggukuran dan catat.
6. Ukurlah diameter luar poros propeller (D)
Ukur menggunakan micrometer scrup diameter luar, baca hasil
pengukuran dan catat.
7. Ukurlah diameter dalamporos propeller (d)
8. Ukur menggunakan micrometer scrup diameter dalam, baca hasil
pengukuran dan catat.

Hasil Pengukuran :
L : 134,7 cm
D : 76 mm = 7,6 cm
d : 38,7 mm = 3,87 cm

Banyaknya putaran = n

6
Jadi banyaknya putaran adalah : 75931430 rpm

C. Pemasangan
1. Pasang bantalan spider.

7
2. Oleskan gemuk pada spider dan bantalan.

3. Tepatkan tanda pada yoke dan poros.


4. Pasang spider baru pada yoke.

5. Menggunakan SST, pasang bantalan baru pada spider.

8
6. Pasang snap ring, Pasang dua snap ring dengan ketebalan yang sama
yang memberikan gerak bebas 0 - 0,05 mm

F. KESIMPULAN
1. Poros propeler menghubungkan langsung antara garden dan transmisi
serta langsung terhubung dengan poros roda.
2. Dari Poros propeller yang digunakan sebagai bahan praktek untuk
dilakukan pemeriksaan keadaannya masih baik.