Anda di halaman 1dari 12

HOME DOWNLOADS PARENT CATEGORY FEATURED HEALTH

HOME VB PROGRAM DOWNLOADS PARENT CATEGORY FEATURED HEALTH UNCATEGORIZED

Home Ngobrol Teknik Berkenalan Dengan Tegangan, Regangan, Modulus Elastisitas & SOCIAL PROFILES
Daktalitas Material (Part-1)

Berkenalan Dengan Tegangan, Regangan, Modulus Elastisitas &


Daktalitas Material (Part-1) Search
Lut Andrian 11:08 PM 10 comments

Suka 57 orang menyukai ini. Daftar untuk mengetahui apa yang disukai teman Anda. CARI ARTIKEL

Search

FOLLOW BY EMAIL

Kalau kita akan mendesain sebuah struktur bangunan yang direncanakan Email address... Submit
dengan menggunakan konstruksi beton bertulang, tentunya kita tidak
asing lagi dengan beberapa parameter seperti fc, fs, fy, fu, s, y, c, Ec
dan Es. POSTING ARTIKEL

Parameter2 tersebut adalah parameter yang berkenaan dengan tegangan, 2015 (1)
regangan dan modulus elastisitas beton dan baja. 2013 (1)

2012 (5)
Dalam desain beton bertulang, parameter2 ini memegang peranan penting
August (3)
dalam perhitungan, karena nilainya dijadikan acuan dalam analisa
July (2)
perhitungan selama proses perencanaan berlangsung.
Berkenalan Dengan Tegangan, Regangan,
Modulus Elas...
Lho kok bisa,?
Excel Untuk Teknik Sipil (Part-2) EBC
Mudahnya seperti ini sobat, For STAAD

1. Kalau kita ingin mengetahui nilai regangan leleh (y) dari sebuah baja tulangan, kira-kira bisa
2011 (5)
tidak ya kita ketahui nilainya jika nilai modulus elastisitas baja tulangannya (Es) tidak kita ketahui
2010 (35)
atau kita abaikan?. Atau mungkin sebaliknya, parameter modulus elastisitas (Es) kita ketahui tapi
nilai (parameter) tegangan leleh tarik baja tulangannya (fy) tidak kita ketahui, kira-kira bisa tidak
ya kita ketahui nilai regangan lelehnya (y) ? LABELS

Computer Structure (1) Hidrologi (5) Irigasi (1)


smile_sad hmmm, ya mana mungkin bisa, kan y = fy / Es
Serba-
Jembatan (1) Ngobrol Teknik (1) Pondasi (1)
Serbi Arsitektur (4) Serba-Serbi
2. Seandainya parameter atau nilai regangan lelehnya tidak diketahui, kira2 dengan patokan Lapangan (4) Software (2) Spreadsheet
parameter apa ya, kita bisa menilai atau mengetahui leleh dan tidaknya tulangan yang terpasang Excel (5) Struktur Beton (3) Tanya-Jawab (1) Tips
pada balok atau kolom untuk kondisi dan pembebanan tertentu? AutoCAD (4) Tips STAAD Pro (1) Tutorial SAP2000
(2) Tutorial STAAD Pro (8)
smile_sad hmmm, ya tidak ada. Sekarang coba lihat gambar dibawah ini


POPULAR POSTS
CARA CEPAT MENGHITUNG
BERAT BESI TANPA TABEL
Berbicara tentang struktur,
khususnya struktur beton
bertulang, menghitung kebutuhan
besi adalah hal pokok yang tidak
bisa dihindari, dan le...

Berkenalan Dengan Tegangan,


Regangan, Modulus Elastisitas &
Daktalitas Material (Part-1)
Kalau kita akan mendesain
sebuah struktur bangunan yang
direncanakan dengan
menggunakan konstruksi beton bertulang,
tentunya kita tid...
Dari diagram kesetimbangan tegangan-regangan diatas bisa dilihat bahwasanya leleh atau
tidaknya tulangan (As) bisa dicek atau diketahui dari besarnya nilai (regangan) s. Jika nilai PROSEDUR PERENCANAAN
s < y maka tulangan belum leleh, tapi jika s >= y maka tulangan sudah leleh. BALOK TERHADAP LENTUR
DENGAN TULANGAN TARIK
Jadi tahu leleh dan tidaknya tulangan pada balok tergantung dari parameter y. Patokannya (TUNGGAL). PART1
Introduction Dalam
ada di paremater regangan leleh (y) hmmm smile_regular
merencanakan struktur sebuah
konstruksi bangunan (semisal : rumah tinggal
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- dengan 2-3 lantai / kategori rumah mewah),
ka...
catatan :smile_omg
Popular Tags Blog Archives
dalam desain beton bertulang, mengetahui leleh dan tidaknya tulangan (misal pada balok) itu sangat penting lho, karena ini
hubungannnya dengan sifat penulangannya, apakah termasuk bertulangan kuat, lemah atau seimbang. Jika tulangan sudah LINK-SAHABAT
mencapai leleh sebelum beton mencapai regangan batas, maka balok sudah memenuhi dan masuk dalam kategori tulangan
lemah, ini yang diharapkan dan dikehendaki dalam perencanaan. Tapi apabila tulangan belum mencapai leleh tapi beton sudah Berthing wordpress
mencapai/melampaui regangan batas, maka balok masuk dalam kategori bertulangan kuat (Over reinforcement), ini yang tidak Civil Engineering
boleh dan harus dihindari dalam perencanaan, karena hancurnya beton saat beban batas tidak diawali dengan adanya tanda-
Civil engineering software book
tanda (lendutan) seperti pada balok bertulangan lemah, tapi secara mendadak atau tiba-tiba.
Dunia teknik sipil
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
EngFanatiC (Civil Engineering)
3. Kira2 bisa tidak ya kita mendesain kebutuhan tulangan dari pelat, balok atau kolom jika tidak Ilmu Sipil
memasukan parameter tegangan tekan beton (fc) dan tegangan tarik leleh baja tulangan (fy)
Wahyu Group
dalam proses perencanaanya?
Wiryanto wordpress

smile_sad hmmm, ya jelas ndak bisa donk

4. Kira2 software hitung struktur merek apa dan dari vendor mana ya yang bisa mendesain
SOBAT KAMPUZ
kebutuhan tulangan balok, kolom dari sebuah konstruksi bangunan beton, jika tanpa memasukan
data fc dan fy ? Pengikut (89) Berikutnya

smile_angry Wah jangan ngawur, Ya jelas gak ada donk!, mana ada software seperti itu,

Nah Sobat, dari sini saja bisa kita ketahui bahwa keberadaan parameter2 tersebut sangat penting
sekali dalam proses perencanaan struktur. Coba bayangkan bila seandainya parameter2 tersebut
Ikuti
diatas tidak ada?. Kira2 bisa ndak ya proses desain struktur dilakukan? smile_sarcastic

Tentunya tidak kan smile_regular hehe TENTANG SAYA

Nah, setelah kita mengetahui betapa pentingnya keberadaan parameter2 tersebut, sekarang timbul Follow 41

pertanyaan, apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan fc, fs, fy, fu, s, y, c, Ec dan Es ?, apa sih View my complete pro le
yang dimaksud dengan tegangan leleh dan regangan leleh itu ?

Sebelum kita akan membahas parameter-parameter tersebut lebih lanjut, mungkin ada baiknya
kita cari tahu dahulu tentang apa sih yang dimaksud dengan tegangan, regangan dan modulus
elastisitas itu
Yuk kita berkenalan dengan mereka smile_nerd

TEGANGAN

Bila kita hendak mengangkat sebuah benda tetapi kita tidak memiliki
mesin angkat maka benda tersebut dapat kita angkat dengan
menggunakan bantuan katrol dan tali. katrol menancap erat pada
balok diatasnya dan tali ditempatkan pada rol katrol. Apa yang terjadi
pada kasus ini ? benda tersebut bergantung pada salah satu ujung tali
dan ditarik oleh kita pada ujung yang lainnya. Tali yang tertarik akan
tegang sehingga balok katrol dapat dianggap sebagai sebuah struktur.

Dari yang sudah kita pelajari pada teori kekuatan bahan, bahwasanya
tegangan tarik dapat ditentukan dengan membagi berat beban ( berat
dari benda yang menggantung pada tali ) dengan luas penampang
elemennya ( tali yang memegang benda tersebut ).

keadaan ini dapat dinyatakan sebagai berikut :

= N / A

dimana :

= tegangan normal

N = gaya longitudinal (aksial)

A = luas penampang tali

Jadi disini bisa disimpulkan, bahwasanya tegangan yang terjadi pada tali merupakan
perbandingan antara gaya tarik yang bekerja pada tali dengan luas penampang tali itu sendiri.

Penyebab terjadinya tegangan pada suatu benda, tidak hanya dari gaya tarik saja, tapi juga bisa
dari gaya tekan dan gaya lentur. Karena disini yang dijadikan contoh adalah benda yang diangkat
tali melalui rol katrol, maka yang bekerja adalah gaya tarik.

Secara redaksional, tegangan dapat diartikan sebagai berikut :

Tegangan (Stress)

Tegangan adalah Perbandingan antara gaya tarik atau tekan yang bekerja terhadap luas
penampang benda .

= N / A

REGANGAN

Benda yang menggantung pada tali, menimbulkan gaya tarik pada tali , sehingga tali memberikan
perlawanan berupa gaya dalam yang sebanding dengan berat beban yang dipikulnya (gaya aksi =
reaksi). Respon perlawanan dari tali terhadap beban yang bekerja padanya akan mengakibatkan
tali menegang sekaligus juga meregang sebagai efek terjadinya pergeseran internal di tingkat
atom pada partikel-partikel yang menyusun tali, sehingga tali mengalami pertambahan panjang
(istilah jawanya : modot atau melur).
Jika pada akhirnya tali telah mengalami pertambahan sejauh l dari yang semula sepanjang L,
maka regangan yang terjadi pada tali merupakan perbandingan antara penambahan panjang yang
terjadi terhadap panjang mula-mula dari tali dan dinyatakan sebagai berikut :

= L / L

dimana : L = perubahan panjang (perpanjangan) (satuan panjang)

L = panjang awal (panjang semula) (satuan panjang)

karena pembilang dan penyebutnya memiliki satuan yang sama, maka regangan adalah sebuah
nilai nisbi, yang dapat dinyatakan dalam persen dan tidak mempunyai satuan.

Regangan (Strain)

Regangan adalah Perbandingan antara pertambahan panjang (L) terhadap panjang mula-
mula(L)
Regangan dinotasikan dengan dan tidak mempunyai satuan.

MODULUS ELASTISITAS

Besarnya pertambahan panjang yang dialami oleh setiap benda ketika meregang adalah berbeda
antara satu dengan yang lainnya, tergantung dari elastisitas bahannya. dan elastisitas yang
dimiliki oleh tiap2 benda tergantung dari jenis bahan apakah benda itu terbuat.

Sebagai suatu contoh, anda akan lebih mudah untuk meregangkan sebuah karet gelang daripada
besi pegas yang biasanya dipakai untuk melatih otot dada.

untuk merenggangkan sebuah besi pegas, anda akan membutuhkan ratusan kali lipat dari tenaga
yang anda butuhkan untuk merenggangkan sebuah karet gelang.

Ketika diberi gaya tarik, karet ataupun pegas akan meregang, dan mengakibatkan pertambahan
panjang baik pada karet gelang ataupun besi pegas. Besarnya pertambahan yang terjadi pada
setiap keadaan tergantung pada elastisitas bahannya dan seberapa besar gaya yang bekerja
padanya

Semakin elastis sebuah benda, maka semakin mudah benda tersebut untuk dipanjangkan atau
dipendekan (istilah jawanya : gampang molor). Semakin besar gaya yang bekerja pada suatu
benda, maka semakin besar pula tegangan dan regangan yang terjadi pada benda itu, sehingga
semakin besar pula pemanjangan atau pemendekan dari benda tersebut. Jika gaya yang bekerja
berupa gaya tekan, maka benda akan mengalami pemendekan, sedangkan jika gaya yang bekerja
berupa beban tarik, maka benda akan mengalami perpanjangan.

Dari sini sudah bisa disimpulkan bahwasanya regangan () yang terjadi pada suatu benda
berbanding lurus dengan tegangannya () dan berbanding terbalik terhadap ke elastisitasannya.
Ini dinyatakan dengan rumus :
= / E atau = E x

rumus ini dikenal sebagai hukum Hooke.

Dalam rumus ini, (E) adalah parameter modulus elastisitas atau modulus young. Modulus ini
adalah sebuah konstanta bahan yang memiliki nilai tertentu untuk bahan tertentu. Seperti yang
diuraikan diatas, tiap bahan mempunyai modulus elastisitas (E) tersendiri yang memberi
gambaran mengenai perilaku bahan itu bila mengalami beban tekan atau beban tarik. Bila nilai E
semakin kecil, maka akan semakin mudah bagi bahan untuk mengalami perpanjangan atau
perpendekan

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

catatan :

tidak semua regangan selalu berbanding lurus dengan tegangan, ada sebuah keadaan dimana regangan sama sekali tidak
berbanding lurus tegangan, dan ada juga regangan yang berbanding lurus dengan tegangan hanya pada suatu kondisi tertentu
saja, tapi dikondisi lain regangannya sudah tidak berbanding lurus lagi dengan tegangannya.

mengapa demikian ? nanti akan saya jelaskan setelah ini.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------

Modulus Elastisitas

Modulus Elastisitas adalah sebuah konstanta bahan yang memiliki nilai tertentu untuk
bahan tertentu.

Semakin kecil modulus elastisitas sebuah benda, maka akan semakin mudah bagi bahan
untuk mengalami perpanjangan atau perpendekan. begitu pula sebaliknya, Semakin besar
modulus elastisitas sebuah benda, maka akan semakin sulit bagi bahan untuk mengalami
perpanjangan atau perpendekan

Di antara beberapa material utama konstruksi (baja, beton, kayu, aluminium), baja adalah material
yang memiliki regangan maksimum yang besar dan modulus elastisitas yang tinggi.

HUBUNGAN TEGANGAN, REGANGAN & MODULUS ELASTISITAS

Jika sebuah benda dengan luas penampang sebesar (A), kemudian diberi gaya tekan, tarik
atau lentur (N), maka benda tersebut akan menegang sebesar gaya (N) dibagi dengan luasan
penampangnya (A). Jika gaya tersebut dari (N) = 0 kemudian berangsur-angsur diperbesar
maka benda tersebut akan meregang (memendek/ memanjang/ membengkok) sebesar 0
sampai dengan .

Sekarang perhatikan gambar berikut.

Andaikata batang dengan panjang L ditarik hingga menjadi dua kali panjang semula, atau dengan
kata lain, pertambahan panjang yang dialami sama dengan panjang semula, sehingga L = L.

ini berarti = L / L

= L / L

= 1 .. (pers. 1)

Jika persamaan 1 dimasukan ke hukum hooke = / E, maka didapat 1 = / E


Ini berarti = E

Nah sobat, sekarang terlihat berapa besarnya tegangan yang dibutuhkan untuk meregangkan
sebuah benda menjadi dua kali dari panjang semula, yaitu sebesar modulus elastisitasnya
(dengan anggapan luas penampangnya tidak berubah) wuihh, gede banget ckckck :)

Jika hubungan tegangan dan regangan dibuat dalam bentuk gra k dimana setiap nilai tegangan
dan regangan yang terjadi dipetakan kedalamnya dalam bentuk titik-titik, maka titik-titik tersebut
terletak dalam suatu garis lurus (linear) sehingga terdapat kesebandingan antara tegangan dan
regangan. (lihat gambar bawah)

Hubungan tegangan regangan seperti ini adalah linear, dimana regangan berbanding lurus
dengan tegangannya, Bahan benda yang memiliki bentuk diagram tegangan-regangan seperti ini
disebut bahan elastis linear, dimana bahannya memiliki modulus elastisitas yang konstan. Hukum
hooke berlaku dalam keadaan ini.

Namun dalam kenyataan, tidak selalu tegangan itu berbanding lurus dengan regangan, dimana
apabila nilai dari tegangan dan regangan apabila dipetakan dalam bentuk titik2, maka tidak
terbentuk hubungan linear didalamnya. (lihat gambar bawah).

Hubungan tegangan regangan seperti ini adalah non-linear, dimana regangan tidak berbanding
lurus dengan tegangannya, Bahan benda yang memiliki bentuk diagram tegangan-regangan
seperti ini disebut bahan elastis non-linear, dimana bahannya tidak memiliki modulus elastisitas
yang konstan. Hukum hooke tidak berlaku dalam keadaan ini.

Ada juga sob, suatu keadaan hubungan tegangan-regangan dimana hubungan linearnya terjadi
pada nilai tegangan yang rendah (hukum hooke berlaku) , dan setelah nilai tegangannya naik
maka hubungannya tidak linear lagi, sehingga hukum hooke tidak berlaku (lihat gambar bawah)

Nah sob, ngomong2, baja masuk dalam kategori benda yang memiliki bentuk hubungan tegangan-
regangan yang mirip seperti ini lho, hehehe

ELASTIS & PLASTIS

Jika sebuah benda diberi gaya tarik atau tekan, maka benda tersebut akan meregang
(berdeformasi memanjang atau memendek), Namun jika suatu ketika gaya tersebut dihilangkan,
maka benda tersebut akan kembali seperti semula (seperti sebelum diberi gaya). Keadaan ini
disebut sebagai keadaan elastis, yaitu suatu keadaan dimana benda kembali dari bentuk
deformasinya ketika beban/gaya yang bekerja pada benda tersebut dihilangkan.

Contohnya adalah karet gelang. Jika sobat menarik karet gelang, maka karet akan mulur panjang,
tapi jika sobat melepaskannya maka karet akan kembali seperti sediakala.

Dalam kondisi elastis, besarnya gaya berbanding lurus dengan besarnya deformasi.

Namun ada suatu keadaan dimana jika gaya atau beban yang bekerja pada benda tersebut
ditambah besarnya, benda tersebut tidak bisa kembali ke bentuk semula atau kembali seperti
sebelum benda tersebut berdeformasi. Keadaan ini disebut sebagai keadaan Plastis atau Inelastis.

Pada kondisi awal dimana beban bekerja, perpanjangan (deformasi) akan hilang jika beban
dihilangkan. Tapi jika beban terus ditingkatkan sehingga tegangan terus bertambah, maka pada
suatu titik atau batas tertentu, perpanjangannya tidak bisa hilang seluruhnya alias terjadi regangan
permanen. Nah, titik dimana mulai terjadi perpanjangan (deformasi) secara permanen adalah
titik leleh, sedangkan regangan yang terjadi saat titik ini terjadi disebut sebagai regangan leleh
dan tegangan yang mengakibatkannya disebut tegangan leleh.

Saat titik leleh ini tercapai, maka hubungan tegangan-regangan sudah tidak linear lagi,
perpanjangan (deformasi) dari benda sudah tidak elastis lagi, tapi sudah plastis atau inelastis, jadi
sedikit saja tegangannya dinaikan, maka perpanjangan (deformasi) akan menjadi berkali-kali lipat
jika dibandingkan saat deformasinya masih elastis. Dan seandainya tegangan terus ditambah,
maka pada suatu titik tertentu perpanjangan (deformasi) akan mencapai batasnya.

Titik saat deformasinya sudah mencapai batas disebut titik batas atau titik ultimate. Dimana saat
titik ini tercapai, deformasi benda sudah mencapai puncaknya (tinggal menunggu saat untuk
putus / runtuh saja), tidak ada kenaikan tegangan yang berarti tapi deformasi (regangan) yang
terjadi terus bertambah, ini ditunjukan dengan garis kurva yang turun setelah titik batas tercapai
(lihat gambar atas), sehingga sampai suatu titik dimana deformasi (regangan) sudah mencapai
putus (runtuhnya).
Titik dimana regangan sudah mencapai runtuh (putus) disebut sebagai titik putus / runtuh, dan
regangan yang terjadi disebut sebagai regangan putus/runtuh.

DAKTALITAS

Sekarang coba perhatikan alur keruntuhan dari sebuah benda dengan alur seperti gambar diatas ,
yaitu dimulai dari titik awal (tegangan = 0 dan regangan = 0) hingga mencapai titik putus/runtuh.
Disini terlihat, bahwasanya saat deformasi benda sudah mencapai batas elastisnya (sudah
mencapai titik leleh), benda tidak langsung putus, tetapi mengembangkan regangannya terlebih
dahulu hingga mencapai titik batasnya baru kemudian runtuh/putus.

Nah sobat,... benda yang memiliki kemampuan seperti ini, yaitu sanggup mengembangkan
regangannya sampai batas maksimal setelah terjadi pelelehan (mencapai titik leleh) disebut
sebagai benda yang daktail. Semakin daktail suatu benda, maka semakin besar benda tersebut
bisa mengembangkan regangan diatas titik lelehnya (kurva warna merahnya semakin panjang),
dan sebaliknya semakin tidak daktail suatu benda, maka semakin kecil benda tersebut bisa
mengembangkan regangan diatas titik lelehnya (kurva warna merahnya semakin pendek).

Jadi, secara singkat daktalitas bisa diartikan sebagai berikut :

Kemampuan sebuah benda untuk mengembangkan regangan diatas titik lelehnya

Tentu saja tidak semua benda memilki mekanisme keruntuhan dengan alur seperti yang saya
uraikan diatas. Ada benda yang mana ketika regangannya sudah mencapai leleh, maka saat itu
juga regangan putus terjadi, jadi regangan leleh sama dengan regangan putusnya atau dengan kata
lain, saat terjadi titik leleh maka saat itu benda langsung putus. Kita ambil contoh yang paling
mudah, semisal karet, saat sobat menarik karet sehingga karet mengalami perpanjangan, maka
ketika perpanjangan sudah mencapai batas (titik leleh), maka disitu karet langsung putus, jadi
tidak ada pengambangan regangan seperti yang saya uraikan diatas.

Ngomong2 soal daktalitas,. baja tulangan termasuk benda yang memilki daktalitas yang tinggi
lho,.. yang konon sifat inilah yang membuat baja tulangan (sampai sekarang) selalu
dikolaborasikan dengan beton selain sifat utamanya, yaitu kuat menahan beban tarik.

Nah sob, salah satu sifat atau perilaku dari materal baja inilah yang harus kita pelajari dalam
kaitannya untuk memahami pengertian fs, fy, fu, s dan y.
Mengenai, seperti apa dan bagamana sifat atau perilaku dari material baja tersebut, Insya Alloh
akan dibahas pada posting selanjutnya yang berjudul Memahami Perilaku Material Baja

Berikut adalah sekilas preview mengenai perilaku material baja tulangan sebagai bahan untuk
diskusi kita selanjutnya

BAJA TULANGAN

Perilaku materal baja tulangan dinyatakan dalam bentuk kurva hubungan tegangan-regangan
seperti diatas.

Terdapat empat fase kurva tegangan-regangan dari baja tulangan, dimulai dari titik awal
(tegangan = 0, regangan= 0), kemudian secara kontinue beban terus ditingkatkan hingga
akhirnya baja mengalami keruntuhan (putus) .

1. Fase elastis
2. Fase Plastis
3. Fase Strain hardening
4. Fase Necking

.. Penjelasannya kita lanjutkan di posting selanjutnya ya

Share:

Related Posts:

Berkenalan
Dengan
Tegangan,
Regangan,
Modulus
Elastisitas &
Daktalitas
Material (Part-
1)

Newer Post Home Older Post

10 comments:

Edo Haryanto September 14, 2012


This comment has been removed by the author.
Reply

Anonymous September 14, 2012


bos ane mau nanya buat menghitung maksimum allowable strain untuk baja
benar ngak begini rumus nya?:

regangan = (tegangan geser/E)* (1-2v)

v = poison ratio...
Reply

Akbar Gumilar September 07, 2015


terimakasih banyak gan atas infonya

salam Rajalistrik.com
Reply

Nasrul Hafez November 19, 2015


Bagus sekali
Reply

Abdi Septia Putra December 18, 2015


Terima kasih Admin blog ini, materinya mudah dipahami dan sangat membantu
bagi saya mahasiswa semester 3. :D
Reply

Dewi Aja May 11, 2016


Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda
berencana untuk mengoleksi les menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info
selengkapnya.

Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip,
music, video, lem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah
registrasi terlebih dahulu. Gratis :)
Reply

Bhisma Sulaiman October 13, 2016


lanjutannya dong min..
Reply

Fajrin Sidik Marzuki February 19, 2017


Terima Kasih artikelnya,, jangan lupa baca Sinopsis Hari Ini ya... ! Semoga
bermanfaat bagi kami. ijin share

Reply
andi purnomo March 08, 2017
bagus artikelnya om..ijin share ya,amal jariyah buat anda..aamiin..
Reply

Beyond-steel Indonesia April 19, 2017


Kami dari Beyond-steel Indonesia menyediakan: Material stavax dan equivalent,
Baja AISI 4140 high quality dan VCNdll, dengan kualitas terjamin. bisa
dipertanggung jawabkan, c/w certi cate. Untuk info lebih lengkap silahkan hubungi:
sales@beyond-steel.com
Reply

Enter your comment...

Comment as: Select profile...

Publish Preview

Merupakan sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi kami, jika anda berkenan untuk
meluangkan waktu sejenak untuk memberikan kritik dan saran bagi blog kecil ini, melalui
kotak komentar dibawah ini.

KOMENTAR TERBARU TEXT WIDGET


Excel Untuk teknik Sipil (Part-3) EBC V1.1 For
STAAD + Tutorial Rezkul on spreadsheet excel perencanaan Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur
pondasi adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Pertanyaan Seputar Penggunaan Excel Beam sangat bermanfaat sekali mas, apalagi sekarang incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut
Calculation (EBC) Desain EBC Untuk Balok lagi ada tugas merancang bangunan. tapi
Yang Terpotong Balok Anak enim ad minim veniam, quis nostrud
masih...(more)
exercitation test link ullamco laboris nisi ut
Rotate Reference : Memutar Object Dengan arspy on spreadsheet excel perencanaan aliquip ex ea commodo consequat.
Sudut Tertentu Pada AutoCAD pondasi
mas link nya mati kalo bole minta ke email saya Duis aute irure dolor in reprehenderit in
Spreadsheet Excel, Perencanaan Pondasi
ary939@gmail.com voluptate another link velit esse cillum dolore
Telapak Persegi Panjang
wawan_studio on excel untuk teknik sipil part 1 eu fugiat nulla pariatur.
Yuk Kita Buat Ruang Sholat Di Rumah Kita
linknya sudah tidak bisa, mohon untuk di
upload ulang, atau bisa dikirim ke...(more)

wawan_studio on spreadsheet excel


perencanaan pondasi
sangat bermanfaat sekali, bisa di emailkan ke
wawan29@gmail.com,link diatas sudah tidak
bisa

annisyah nurjaman on spreadsheet excel


perencanaan pondasi
Mas linknya sdh mati. Mohon emailkan
excelnya nurjaman95annisyah@gmail.com

Copyright 2017 Kampus Teknik Sipil | Powered by Blogger

Design by FlexiThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20