Anda di halaman 1dari 3

international Seed Testing Association (2010) mendefinisikan bahwa vigor

sebagai sekumpulan sifat yang dimiliki benih yang menentukan tingkat potensi
aktivitas dan kinerja benih atau lot benih selama perkecambahan dan munculnya
kecambah.
Uji vigor ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan benih untuk
berkecambah dalam kondisi sub optimal, semakin tinggi vigor maka viabilitas
benih semakin bagus dan benih tersebut semakin bermutu.
Pengujian vigor dapat memberikan petunjuk mutu benih yang lebih tepat
daripada pengujian daya berkecambah, memberikan tingkatan yang konsisten dari
lot benih yang acceptable germination mengenai mutu fisiologis, fisik lot benih,
dan memberikan keterangan tentang pertumbuhan dan daya simpan suatu lot
benih guna perencanaan strategi pemasaran.
Benih yang mampu menumbuhkan tanaman normal, meskipun kondisi alam tidak
optimum atau suboptimum disebut benih memiliki vigor (Vg). Benih yang
memiliki vigor akan menghasilkan produksi diatas normal bila ditumbuhkan pada
kondisi optimum (Sadjad, 1994).
Menurut Sadjad (1993), nilai keserempakan tumbuh berkisar antara 40 70
persen, dimana jika nilai keserempakan tumbuh lebih besar dari 70%
mengindikasikan vigor kekuatan tumbuh sangat tinggi dan keserempakan kurang
dari 40%mengindikasikan kelompok benih yang kurang vigor. Keserempakan
tumbuh benih yang tinggi mengindikasikan vigor kekuatan tumbuh absolute yang
tinggi karena suatu kelompok benih yang menunjukkan pertumbuhan serempak
dan kuat akan memiliki kekuatan tumbuh yang tinggi.
Kecepatan tumbuh mengindikasikan vigor kekuatan tumbuh benih karena benih
yang cepat tumbuh lebih mampu menghadapi kondisi lapang yang suboptimal.
Berdasarkan hasil yang didapat, maka benih kacang hijau dan jagung memiliki
kecepatan tumbuh yang kuat dibanding dengan kacang panjang dan kedelai
karena kecepatan tumbuh ulangan 1 benih kacang hijau 89%dan kacang panjang
....selama tiga hari pengamatan dibanding dengan jagung yang hanya .....
Hal ini sesuai dengan pendapat Sadjad (1993), yang juga memberi kriteria bila
benih mempunyai kecepatan tumbuh lebih besar dari 30 persen memiliki vigor
kecepatan tumbuh yang kuat.
Benih yang memiliki vigor rendah akan berakibat terjadinya kemunduran benih
yang cepat selama penyimpanan, makin sempitnya keadaan lingkungan, tempat
benih dapat tumbuh, kecepatan berkecambah benih yang menurun, serangan hama
dan penyakit meningkat, jumlah kecambahabnormal meningkat, dan rendahnya
produksi tanaman.
Komposisi akhir yang terdapat dalam benih ditentukan oleh kegiatan metabolisme
selama masa pematangan biji, komposisi dalam biji atau benih akan
mempengaruhi anabolisme dan katabolisme yang terjadi pada saat benih
dikecambahkan. Keadaan ini pada akhirnya akan mempengaruhi viabilitas dan
vigor benih padi yang diuji. Hal ini sejalan dengan pendapat Sutopo (1993) bahwa
reaksi katabolisme dan anabolisme dalam benih merupakan pendukung dari
pertumbuhan kecambah. Anabolisme dan katabolisme pada benih yang
berkecambah akan menghambat perkembangan morfologi, fisiologi, dan
fungsional benih (Mugnisyah dan Setiawan, 1995).
Faktor genetik yang mempengaruhi vigor benih adalah pola dasar perkecambahan
dan pertumbuhan yang merupakan bawaan genetik dan berbeda antara satu
spesies dan spesies lain. Faktor fisiologis yang mempengaruhi vigor benih adalah
semua proses fisiologis yang merupakan hasil kerja komponen pada system
biokimia benih. Faktor eksternal yang mempengaruhi vigor benih adalah kondisi
ingkungan pada saat memproduksi benih, saat panen, pengolahan, penyimpanan,
dan penanaman kembali (Bedell, 1998). Faktor-faktor yang dapat menyebabkan
perbedaan vigor benih menurut Powell (2006), adalah penuaan benih akibat
kemunduran benih, kerusakan benih pada saat imbibisi, dan kondisi lingkungan
pada saat pengembangan benih serta ukuran benih.

5.1 Kesimpulan
Dari praktikum diperoleh kesimpulan bahwa :
Jagung Kedelai Padi
No
Daya Kecepatan Daya Kecepatan Daya Kecepatan
1 25 % 54% 35% 66% 45% 86%

Kecepatan tumbuh mengindikasikan vigor kekuatan tumbuh benih karena


benih yang cepat tumbuh lebih mampu menghadapi kondisi lapang yang
suboptimal. Berdasarkan hasil yang didapat, maka benih kedelai dan padi
memiliki kecepatan tumbuh yang kuat dibanding dengan jagung karena kecepatan
tumbuh benih kdelai 30% dan padi 45% selama tiga hari pengamatan dibanding
dengan jagung yang hanya 25%.
Semakin tinggi kecepatan kecambah benih maka semakin baik vigor benih.
Vigor benih dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang telah disebutkan di atas.