Anda di halaman 1dari 12

A.

Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT)


1. Definisi SEFT
SEFT adalah sebuah metode yang menggunakan dasar sistem
energi tubuh dalam menghilangkan masalah-masalah fisik maupun emosi
secara cepat (Zainuddin, 2007). Sedangkan menurut Mulyo (2007) dalam
Sutjahjo (2003) SEFT merupakan sebuah metode untuk mengatasi
masalah yang dikembangkan sesuai dengan sifat manusia, yaitu
dirancang untuk memenuhi sisi spiritual yang melekat pada setiap orang.
SEFT sendiri merupakan kombinasi dari dua kekuatan Energy
Psychology dengan Spritual Power dengan menggunakan metode
tapping pada beberapa titik tertentu pada tubuh. SEFT ini berfokus pada
kata atau kalimat tertentu yang diucapkan berulang kali dengan ritme
teratur serta sikap pasrah kepada Tuhan sesuai keyakinan pasien
(Zainuddin, 2007).
SEFT adalah suatu metode yang membuat diri penderita bisa
menerima persoalan yang mengganggu stabilitas emosinya, semisal
marah, jengkel, tertekan, sedih dan lain-lain. Ketika penderita bisa
berdamai dengan situasi yang mengganggu emosinya, maka penyakit-
penyakit fisik akan sirna dengan sendirinya.
SEFT merupakan teknik pengembangan diri ekletis yang
menggabungkan 14 macam teknik terapi (termasuk kekuatan spiritual)
untuk mengatasi berbagai macam masalah fisik, emosi, pikiran,sikap,
motivasi, perilaku dan peak performance secara cepat, mudah dan
universal.
14 macam teknik terapi yang masuk dalam teknik SEFT
(CognitiveTherapy (NLP), Behavioral Therapy, Logotherapy,
Psychoanalisa, EMDR, self Hypnosis (Ericsonian) sugesty dan
Affimmation, Visualization, GestaltTherapy, Meditatin, Sedona Methode
Provocative Therapy, Energy Therapy (EFT), powerful Prayer).
SEFT ditemukan oleh Ahmad Faiz Zainuddin dan kini
dikembangkan oleh LoGOS Institute. SEFT dapat digunakan untuk
mengatasi berbagai masalah fisik dan emosi, meningkatkan kinerja dan
prestasi, meningkatkan keberuntungan, meraih apa yang kita inginkan
dan masih banyak lagi manfaat dari SEFT ini.
SEFT merupakan penggabungan antara spiritualitas (melalui doa,
keikhlasan dan kepasrahan) dan energy psychology. Teknik ini telah
dibuktikan oleh berbagai macam riset ilmiah. Tidak ada unsur
supranatural atau klenik dalam SEFT.
SEFT (spiritual emotional freedom technique) adalah tehnik
penyembuhan yang memadukan keampuhan energi psikologi dengan
doa dan spiritualitas. Energi psikologis adalah ilmu yang menerapkan
berbagai prinsip dan teknik berdasarkan konsep sistem energi tubuh
untuk memperbaiki kondisi pikiran, emosi dan perilaku seseorang.
a. Perkembangan Terapi SEFT (spiritual emotional freedom technique)
SEFT dikembangkan dari Emotional Freedom Technique (EFT),
oleh Gary Craig (USA), yang saat ini sangat popular di Amerika,
Eropa dan Australia sebagai solusi tercepat dan termudah untuk
mengatasi berbagai masalah fisik, dan emosi, serta untuk
meningkatkan performa kerja. Saat ini EFT telah digunakan oleh
lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia.
SEFT Efektif, mampu menyelesaikan berbagai masalah fisik
dan emosi, bahkan untuk beberapa masalah yang divonis tidak
ada harapan lagi oleh dokter.
SEFT Mudah, semua orang, bahkan anak-anak dan orang
lanjut usia, bisa melakukan.
SEFT sangat cepat, hanya membutuhkan waktu 5-50 menit.
Umumnya sudah dapat terasa efektivasnya dalam waktu
sekitar 15 menit.
SEFT Aman, tanpa efek samping, karena tidak menggunakan
obat-obatan apapun, alat-alat khusus, atau teknik yang
berisiko.
SEFT Murah, sekali belajar dapat dipakai selamanya.
SEFT Memberdayakan, tidak tergantunng kepada terapis,
setiap orang bisa melakukannya sendiri bahkan bisa membantu
orang lain.
SEFT Universal, dapat digunakan untuk berbagai macam
masalah dan dapat dipraktekan oleh berbagai orang tanpa
memerdulikan latar belakang apapun dari orang tersebut.
SEFT Compatible, dapat digabungkan dengan berbagai macam
teknik lain dan dapat meningkatkan efektivitas teknik-teknik lain
tersebut.
Berapa banyak orang yang stagnan atau terhenti pengembangan
dirinya hanya karena tidak dapat mengatasi satu atau beberapa masalah
pribadi. Berusaha mengembangkan diri dengan masih memikul beban
emosi yang belum terselesaikan ibarat mengendarai mobil dengan hand
brake terkunci. Kita tetap bisa maju, tetapi tersendat-sendat, tidak bisa
full-speed.
SEFT adalah terapi yang membantu membebaskan diri dari
masalah masalah pribadi tersebut. Dengan kata lain, menyelesaikan
unfinished business yang tertunda, konflik batin yang belum
terselesaikan. Setelah bebas dari belenggu penjajahan emosi, barulah
dapat melangkah lebih jauh untuk mengembangkan potensi diri dengan
optimal.Mengolah diri menjadi manusia sempurna.
Teknik SEFT ini dimulai dari SEFT for Healing yakni
menghilangkan hambatan-hambatan negatif berupa penyakit fisik
maupun emosi. Penyakit fisik seperti using, keseloeo hingga stroke,
kanker, juga penyakit emosi seperti stress, depresi, trauma, phobia,
mudah marah, takut, sedih, kecanduan rokok, kurang konsentrasi. Dalam
waktu relative singkat 5 sampai 50 menit beberapa penyakit fisik maupun
emosi bisa diatasi oleh SELF for Healing
Selanjutnya teknik ini melangkah ke teknik SELF for Succes.
Setelah hambatan emosi di atasi maka baru dipacu untuk sukses. Teknk
ini berbeda dengan teknik sukses lainnya. Jika pada teknik yang lain
orang dipacu untuk sukses tapi hambatannya tidak dihilangkan, maka
SEFT for Succes justru menghilangkan hambatannya dahulu, baru
kemudianorang tersebut dipacu untuk sukses. Ibaratsebuah mobil, pada
SEFT for Succes, orang baru boleh tancap gas setelah handreamnya
dilepas.
SEFT for SUCCES menggunakan dua pendekatan yaitu the luck
factor (yakni teknik yang membuat orang hidup bisa lebih beruntung) dan
teknik Deep SEFT (yakni teknik SEFT untuk lebih menarik energy positif,
sehingga apa yang kita inginkan bisa tercapai).
Teknik berikutnya disebut dengan istilah SEFT for Happiness.
Pada teknik ini, yang banyak diajarkan adalah bagaimana mencapai
kebahagiaan. Hal ini karena banyak orang sukses dan berhasil mencapai
posisi tertinggi namun tidak merasa bahagia. SEFT for Happiness
dilakukan dengan pendekatan mapping 7 dimensi kebutuhan manusia
yang disebut HOPES (Holystic Person Empowerment System).
b. Manfaat Terapi SEFT (spiritual emotional freedom technique)
Terapi SEFT (Spiritual Emosional Freedom Technique)
termasuk teknik relaksasi, merupakan salah satu bentuk mind-body
therapy dari terapi komplementer dan alternatif dalam keperawatan.
SEFT (Spiritual Emosional Freedom Technique) merupakan teknik
penggabungan dari sistem energy tubuh (energy medicine) dan terapi
spiritual dengan menggunakan metode tapping pada beberapa titik
tertentu pada tubuh. Terapi SEFT (Spiritual Emosional Freedom
Technique) bekerja dengan prinsip yang kurang lebih sama dengan
akupuntur dan akupresur. Ketiganya berusaha merangsang titiktitik
kunci pada sepanjang 12 jalur energi (energy meridian) tubuh.
Bedanya dibandingkan metode akupuntur dan akupresur adalah
teknik SEFT (Spiritual Emosional Freedom Technique) menggunakan
unsur spiritual, cara yang digunakan lebih aman, lebih mudah, lebih
cepat dan lebih sederhana, karena SEFT (Spiritual Emosional
Freedom Technique) hanya menggunakan ketukan ringan (tapping).
Terapi SEFT (Spiritual Emosional Freedom Technique) dapat
digunakan sebagai salah satu teknik terapi untuk mengatasi masalah
emosional dan fisik, yaitu dengan melakukan totok ringan (tapping)
pada titik syaraf atau meridian tubuh. Spiritual dalam SEFT (Spiritual
Emosional Freedom Technique) adalah doa yang diafirmasikan oleh
klien pada saat akan dimulai hingga sesi terapi berakhir. Terapi SEFT
(Spiritual Emosional Freedom Technique) bersifat universal, artinya
untuk semua kalangan tanpa membeda-bedakan latar belakang
keyakinan klien
Mengatasi Berbagai Masalah Fisik: Sakit Kepala, Nyeri
Punggung, Maag, Asma, Sakit Jantung, Kelebihan Berat Badan,
Alergi,dan sebagainya.
Mengatasi Berbagai Masalah Emosi: Takut (phobia), Trauma,
Depresi, Cemas, Kecanduan Rokok, Stress, Sulit Tidur, Mudah
Marah, atau Sedih, Gugup Menjelang Ujian, atau Presentasi,
Latah, Kesurupan, Kesulitan Belajar, Tidak Percaya Diri, dan
sebagainya.
Mengatasi Berbagai Masalah Keluarga dan Anak-anak: Ketidak
harmonisan Keluarga, Selingkuh, Masalah Seksual, di ambang
Perceraian, Anak Nakal, Anak Malas Belajar, anak Mengompol,
dan sebagainya.
Meningkatkan Prestasi: Meningkatkan Prestasi OlahRaga,
Prestasi di Tempat Kerja, Prestasi Belajar, Meningkatkan Omset
Penjualan, Meningkatkan Performa Sales, Memperlancar
Negosiasi, Mencapai goals dan Target yang di tetapkan.
Meraih Kesuksesan Hidup, Meningkatkan Pendapatan, Menjadi
Money Magnet.
Mendapatkan Pencerahan Spiritual, Meningkatkan Kedamaian
Hati dan Kebahagiaan Diri.

2. Cara Melakukan SEFT


Cara melakukan SEFT ,yaitu: The Set-Up, The Tune-in dan The
Tapping (Zainuddin, 2007). Ketiga tahapan ini merupakan tahap-tahap
yang cukup sederhana dan diakhir tahap ini ada tapping yang dilakukan
di 18 titik tertentu pada tubuh.
1. The Set-Up
The Set-Up bertujuan untuk memastikan agar aliran energi tubuh kita
terarahkan dengan tepat. Langkah ini dilakukan untuk menetralisir
Psychological Reversal atau perlawanan psikologis (biasanya berupa
pikiran negatif spontan atau keyakinan bawah sadar negatif). Contoh
Psychological Reversal ini diantaranya:
a. Saya tidak termotivasi untuk hidup lama
b. Saya menyerah, saya tidak mampu menahannya
c. Saya cemas dengan kondisi saya saat ini
d. Saya stres, dengan nyeri yang terasa terus menerus
Jika keyakinan atau pikiran negatif seperti contoh di atas
terjadi, maka obatnya adalah berdoa dengan khusyu, ikhlas, dan
pasrah:Ya Tuhan... meskipun saya... (perihal yang dikeluhkan), saya
ikhlas menerima sakit/ masalah saya ini, saya pasrahkan pada-Mu
kesembuhan saya
Kata-kata di atas disebut The Set-Up Words, yaitu beberapa
kata yang perlu diucapkan dengan penuh perasaan untuk
menetralisir Psychological Reversal (keyakinan dan pikiran negatif).
Dalam bahasa religius, the set-up words adalah doa kepasrahan
kepada Tuhan.
The Set-Up sebenarnya terdiri dari dari 2 aktivitas, yang
pertama adalah mengucapkan kalimat seperti di atas dengan penuh
rasa khusyu, ikhlas dan pasrah sebanyak 3 kali. Dan yang kedua
adalah, sambil mengucapakan kalimat set-up dengan penuh
perasaan, dilakukan penekanan pada dada tepatnya di bagian Sore
Spot (titik nyeri = daerah di sekitar dada atas yang jika ditekan
terasa agak sakit) atau mengetuk dengan dua ujung jari di bagian
Karate Chop. (Gambar 2.14)

Gambar 2.1 Titik Sore Spot dan Karate Chop


Setelah dilakukan penekanan pada titik nyeri atau mengetuk
karate chop sambil mengucapkan kalimat set-up seperti di atas,
maka dilanjutkan pada langkah kedua, the tune-in.
2. The Tune-In
Tune-in dilakukan dengan cara merasakan rasa sakit yang di
alami, lalu mengarahkan pikiran ke tempat rasa sakit, dibarengi
dengan hati dan mulut mengatakan, Ya Allah saya ikhlas, saya
pasrah ... atau Ya Allah saya ikhlas menerima sakit saya ini, saya
pasrahkan pada-Mu kesembuhan saya.
Contoh tune-in pada pasien yang nyeri selama menderita kanker
:Seorang pasien yang mengalami snyeri dengan kanker yang
dideritanya diminta untuk memikirkan nyeri yang dirasakan. Ketika
terjadi reaksi negatif (khawatir, cemas atau takut) hati dan mulut
mengatakan, Ya Allah..saya ikhlas.. saya pasrah
Bersamaan dengan tune-in dilakukan pula langkah ketiga yaitu the
tapping. Pada proses inilah (tune-in yang dibarengi tapping) emosi
negatif atau rasa sakit fisik dapat dinetralisir.
3. The Tapping
Tapping adalah mengetuk ringan dengan dua ujung jari pada
titik-titik tertentu di tubuh sebanyak kurang lebih 7 kali ketukan, sambil
terus melakukan tune-in. Titik-titik ini adalah titik-titik kunci dari The
Major Energy Meridians, yang jika diketukan beberapa kali akan
berdampak pada ternetralisirnya gangguan emosi atau rasa sakit
yang dirasakan. Karena aliran energi tubuh berjalan dengan normal
dan seimbang kembali. Titik-titik untuk melakukan tapping adalah
sebagai berikut:
a. Daerah kepala:
1. Crown Point (CR): pada titik
dibagian atas kepala
2. Eye Brown (EB): pada titik
permulaan alis mata
3. Side of Eye (EB): di atas tulang di
samping mata (lateral canthus)
4. Under the Eye (UE): 2 cm dibawah

kelopak mata
5. Under the Nose (UN): tepat
di bawah hidung
6. Chin Point (CH): di anatara
dagu dan bagian bawah
bibir
b. Daerah dada:
1. Collar Bone (CB): di
ujung tempat bertemunya
tulang dada, collar bone dan tulang rusuk pertama
2. Under the Arm (UA): dibawah ketiak sejajar dengan
puting/nipple
3. Bellow Nipple (BN): 2,5 cm di bawah puting/nipple
c. Daerah tangan:
1. Inside of Hand (IH): di bagian dalam
tangan yang berbatasan dengan telapak
tangan
2. Outside of Hand (OH): di bagian luar
tangan yang berbatasan dengan telapak
tangan
3. Thum Point (Th): Ibu jari disamping luar
bagian bawah kuku
4. Index Finger (IF): Jari telunjuk di samping
luar bagian bawah kuku (bagian yang
menghadap ibu jari)
5. Middle Finger (MF): jari tengah samping
luar bagian bawah kuku (bagian yang
menghadap ibu jari)
6. Ringer Finger (RF): Jari manis disamping
luar bagian bawah kuku (bagian yang
menghadap ibu jari)
7. Baby Finger (BF): di jari kelingking
disamping luar bagian bawah kuku
(bagian yang menghadap ibu jari)
8. Karate Chop (KC): disamping telapak tangan, bagian yang
digunakan untuk mematahkan balok
9. Gamut Spot (GS): di antar ruas tulang jari kelingking dan
jari manis
Keterangan : Khusus pada titik Gamut Spot ini, sambil men-tapping titik
tersebut dilakukan The 9 Gamut Procedure. Ini adalah 9
gerakan untuk merangsang otak. Sembilan gerakan itu
adalah :
1. Menutup mata
2. Membuka mata
3. Mata digerakkan dengan kuat ke kanan bawah
4. Mata digerakkan dengan kuat ke kiri bawah
5. Memutar bola mata searah jarum jam
6. Memutar bola mata berlawanan jarum jam
7. Bergumam dengan berirama selama 3 detik
8. menghitung 1, 2, 3, 4, 5
9. Bergumam lagi selama 3 detik
Setelah menyelesaikan 9 Gamut Procedure, langkah terkahir adalah meng-
ulangi lagi tapping dari titik pertama hingga ke-17 (berakhir di karate chop).
Kemudian diakhiri dengan mengambil nafas panjang dan
menghembuskannya, sambil mengucap rasa syukur (Alhamdulillah).
B. Kunci Keberhasilan SEFT
Ada 5 hal yang harus diperhatikan agar SEFT yang dilakukan efektif.
Lima hal ini harus dilakukan selama proses terapi, mulai dari Set-Up, Tune-
In, hingga Tapping. Jika salah satu atau beberapa dari kelima hal ini
diabaikan, maka SEFT tidak akan efektif bahkan terapi yang dilakukan juga
bisa gagal. Kelima hal tersebut adalah yakin, khusyu, ikhlas, pasrah dan
syukur (Hamka, 2009).
ANALISIS PICO

Problem :

Subjek penelitian ini adalah 4 orang residen, yang semuanya mengalami


insomnia kategori sangat tinggi, dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu 2 subjek
kelompok eksperimen dan 2 subjek kelompok kontrol secara random

Intervention :

Dalam penelitian ini Alat yang digunakan untuk pengumpulan data


berupa skala insomnia, kuesioner kualitas tidur, self monitoring, lembar
observasi, agenda refleksi dan tindakan, dan lembar evaluasi
penelitian.

a. Kuesioner kualitas tidur, terdiri dari 13 item pertanyaan


semiterstrukstur, yang disusun berdasarkan diagnostik insomnia
diinduksi zat dari DSM-IV TR (2006).
b. Self monitoring, berisi tentang jam memulai tidur, bangun tidur, dan
perasaan yang dirasakan saat bangun tidur, yang disusun secara
terstruktur, terdiri dari 6 pertanyaan.
c. Agenda refleksi dan tindakan merupakan evaluasi terhadap kondisi
subjek, baik pikiran dan segala aktivitas yang dilakukan subjek sehari-
hari.
d. Evaluasi penelitian merupakan pesan dan kesan residen selama
mengikuti penelitian dari awal hingga akhir.

Comparision :
Judul : Efektivitas Terapi Spritual Emotion Freedom Technique (Seft)
Terhadap Penurunan Insomnia Pada Remaja Sebagai Residen Napza
Hasil :
Adapun hasil analisis data yang menggunakan analisis kualitatif, menunjukkan
bahwa terdapat penurunan skor skala insomnia antara subjek KE dan KK pada
saat sebelum dan sesudah perlakuan. Subjek KE cenderung mengalami
penurunan skor skala insomnia, dan hal ini bisa bertahan dari fase pretest,
posttest sampai dengan follow up. Sedangkan subjek KK tidak mengalami
penurunan keluhan insomnia, bahkan cenderung dalam kategori sangat tinggi dari
fase pretest, posttest hingga follow up.
Judul : Terapi Spiritual Emotional Freedom Tehnique (SEFT)Untuk
Meningkatkan Kualitas Tidur Pasien Pasca Operasi di Rumah sakit
Hasil :
Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa pasien pada kelompok kontrol dan
perlakuan sama-sama mengalami gangguan kualitas tidur. Setelah diberikan
terapi SEFT pada kelompok kontrol kualitas tidur pasien terpenuhi pada hari ke-
3. Sedangkan pada kelompok perlakuan kualitas tidur pasien sudah terpenuhi
pada hari pertama. Hasil ini membuktikan bahwa terapi SEFT meningkatkan
kualitas tidur pasien pascaoperasi sejak hari pertama.

Outcome:
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa:
1. Terapi SEFT terbukti berpengaruh terhadap penurunan insomnia pada
remaja sebagai residen NAPZA. Hal tersebut dapat dilihat pada
saatpretest,posttest dan follow up. Pada gambar perbandingan skor
pretest skor insomnia pada subjek eksperimen dan kontrol mengalami
skor insomnia yang sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa tidak
adanya perbedaan skor insomnia pada fase pretest. Kemudian
kelompok eksperimen mengalami penurunan setelah diberikan terapi
atau fase posttest sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami
penurunan justru kenaikan skor insomnia pada fase posttest. Khusus
pada kelompok eksperimen efektivitas terapi SEFT masih tetap
bertahan pada fase follow up.
2. Peningkatan kualitas tidur subjek, walaupun subjek terkadang masih
tidur diatas jam 23.00, namun subjek mudah untuk mulai tidur, tidak
terbangun pada malam hari, dan walaupun terbangun malam hari
namun dapat dengan mudah untuk tidur kembali, saat bangun tubuh
dalam keadaan segar, tidak terganggunya kegiatan pada keesokan
harinya, serta tidak menggunakan obat tidur. Hal ini tidak terjadi pada
kelompok control yang sampai fase follow up sesekali masih
menggunakan obat tidur.