Anda di halaman 1dari 4

BAB III

METODE PRAKTIKUM LAPANG

3.1 Waktu dan Tempat


Waktu : Hari Sabtu s/d Minggu, Tanggal 12-13 Oktober april 2016
Tempat : Desa Panaikang, Kelurahan Bonto Lerung, Kecamatan
Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan
3.2 Teknik Pengambilan Data
Teknik yang digunakan pada saat praktikum lapang ialah pengukuran
langsung dengan menggunakan dua cara yaitu:
3.2.1 Data Digital
Pengambilan data digital dilakukan dengan menggunakan satu set alat
Theodolit, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Atur tinggi statif hingga memenuhi pengukuran si pengukur, biasanya
hingga dagu si pengukur.
2. Lebarkan kaki statif hingga membentuk segituka sama sisi, injak pedal
kaki statif disetiap kakinya, hal ini bertujuan agar menguatkan berdirinya
statif.
3. Atur ulang tinggi statif hingga tribar platnya mendatar, agar
memudahkan menyentringkan alat nantinya.
4. Letakkan Theodolit diatas tribar plat statif, kemudian kencangkan sekrup
pengunci yang terdapat pada statif.
5. Temukan titik ikat yang telah ditentukan sebelumnya yang terdapat pada
tengah-tengah ketiga kaki statif
6. Atur gelembung pada nivo mata sapi hingga gelembung tersebut masuk
pada lingakaran nivo dengan cara mengatur ulang ketinggian statif
ataupun dengan cara mengatur sekrup pendatar di ketiga sisi Theodolit
7. Atur gelembung pada nivo tabung hingga gelembung tersebut berada di
tengah-tengah nivo tabung dengan cara mengatursekrup pendatar di
ketiga sisi Theodolit. Lakukan hal tersebut pada ketiga sisi Theodolit (sisi
antara sekrup pendatar)

Laporan Praktikum Lapang Handasah | 13


8. Nyalakan Theodolit dengan menekan tombol ON/OFF.
9. Utarakan Theodolit dengan menggunakan bantuan kompas, kemudian
tekan O SET.
10. Ukur tinggi Theodolit menggunakan mistar bak
11. Letakkan mistar bak pada titik pengukuran, syarat titik pengukuran
tersebut ialah memiliki perbedaan arah ataupun perbedaan kemiringan
lereng.
12. Arahkan Theodolit menuju titik pengukuran menggunakan visir, setelah
yakin, kunci menggunakan mengunci horizontal.
13. Shoot mistar bak menggunakan Theodolit, kemudian cari angka yang
telah ditentukan sebelumnya (tinggi Theodolit), lakukan dengan cara
menggerakkan teropong secara vertikal, jika belum terlihat atur
fokusnya. Setelah menemukan angka yang dimaksud kunci
menggunakan pengunci vertikal dan lakukan pembacaan Batas Atas,
Tengah dan Bawah (BA, BT, BB)
14. Setalah melakukan pembacaan BA, BT dan BB tekan HOLD dan
lakukan pembacaan Vertikal Angle (VA) dan Horizontal Angle (HA).
15. Catat hasil pengukuran tersebut pada lembar kerja praktikum lapang.
Teknik yang digunakan pada saat praktek lapang ialah Observasi.
3.2.2 Data Manual
Pengambilan data manual dilakukan dengan menggunakan kompas,
clinometer dan roll meter, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Tentukan titik pengukuran awal dan titik pengukuran selanjutanya,
dengan cara melihat perbedaan arah dan atau kemiringan lereng.
2. Ukur panjang jalur antar titik pengukuran dengan menggunakan roll
meter, lakukan pembacaan panjang dan catat di lembar praktikum lapang
3. Ukur arah antara titik pengkuran awal dan titik pengukran selanjutnya
menggunakan kompas, lakukan pembacaan arah dan catat di lembar kerja
praktikum lapang.
4. Ukur kemiringan lereng antara titik pengkuran awal dan titik pengukran
selanjutnya menggunakan clinometer, dilakukan oleh 2 orang dengan

Laporan Praktikum Lapang Handasah | 14


tinggi yang sama, orang pertama berdiri di titik selanjutanya, kemudian
orang kedua melakukan pengukuran dengan membidik mata orang
pertama, lakukan pembacaan kemiringan dan catat di lembar kerja
praktikum.
3.3 Pengelolaan dan Analisis
3.3.1 Penentuan HA.DD (Horizontal Angle.Decimal Degree)
Dalam penentuan Horizontal Angle Decimal Degree, digunakan data
Horizontal Angle kemudian dimasukkan kedalam rumus:
HA.DD = Derajat + (menit/60) + (detik/3600)
3.3.2 Penentuan VA.DD (Vertical Angle.Decimal Degree)
Dalam penentuan Vertikal Angle Decimal Degree, digunakan data
Vertical Angle kemudian dimasukkan kedalam rumus:
VA.DD = Derajat + (menit/60) + (detik/3600)

3.3.3 Penentuan JO (Jarak Optik)


Dalam penentuan Jarak Optik, digunakan data Batas Atas (BA) dan
Batas Bawah (BB) kemudian dimasukkan kedalam rumus:
JO = (BA BB) 100
3.3.4 Penentuan JD (Jarak Datar)
Dalam penentuan Jarak Datar, digunakan data Jarak Optik (JO) dan
Vertikal Angle . Decimal Degree (VA.DD) kemudian dimasukkan kedalam
rumus:
JD = JO x Cos2 VA.DD
3.3.5 Penentuan JPK (Jarak pada Peta data Kemiringan)
Dalam Penentuan Jarak pada Peta data Kemiringan, digunakan data
Jarak Optik (JO) dan Skala kemudian dimasukkan kedalam rumus:
JO
JPK = SKala

3.3.6 Penentuan JPA (Jarak pada Peta data Arah)


Dalam Penentuan Jarak pada Peta data Kemiringan, digunakan data
Jarak Datar (JD) dan Skala kemudian dimasukkan kedalam rumus:
JD
JPK = SKala

Laporan Praktikum Lapang Handasah | 15


3.3.7 Penentuan Jarak pada Peta menggunakan alat manual
Dalam Penentuan Jarak pada Peta menggunakan alat manual,
digunakan data jarak sebenarnya (JS) dan Skala kemudian dimasukkan
kedalam rumus:
Jarak Sebenarnya
JP = Skala

3.4 Diagram Alir Praktikum Lapang

Penentuan Lokasi

Penentuan Hari

Pelatihan Alat

Berangkat ke Lokasi
Alat Digital
menggunakan (Theodolit)
Praktikum Lapangan
Alat Manual
(Kompas, Clinometer,
Roll Meter)
Pengolahan Data

Penggambaaran Peta

Kembali ke Kampus

Pembuatan Laporan

Gambar 3.1 Diagram Alir Praktikum Lapang

Laporan Praktikum Lapang Handasah | 16