Anda di halaman 1dari 3

PENGERTIAN IPTEK

Ilmu adalah pemahaman mengenai suatu pengetahuan, yang mempunyai fungsi untuk mencari,
menyelidiki, lalu menyelesaikan suatu hipotesis. Ilmu juga yaitu merupakan suatu pengetahuan
yang sudah teruji akan kebenarannya.
Pengetahuan adalah suatu yang diketahui ataupun disadari oleh seseorang yang didapat dari
pengalamannya. Pengetahuan juga tidak dapat dikatakan sebagai suatu ilmu karena kebenarannya
belum teruji. Pengetahuan muncul disebabkan seseorang menemukan sesuatu yang sebelumnya
belum pernah dilihatnya.
Teknologi adalah suatu penemuan melalui proses metode ilmiah, untuk mencapai suatu tujuan
yang maksimal. Atau dapat diartikan sebagai sarana bagi manusia untuk menyediakan berbagai
kebutuhan atau dapat mempermudah aktifitas.
IPTEK adalah singkatan dari ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu suatu sumber informasi
yang dapat meningkatkan pengetahuan ataupun wawasan seseorang dibidang teknologi. Dapat
juga dikatakan, definisi IPTEK ialah merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan
teknologi, baik itu penemuan yang terbaru yang bersangkutan dengan teknologi ataupun
perkembangan dibidang teknologi itu sendiri.
Saat ini IPTEK telah berkembangan sangat pesat/cepat. Dapat dilihat dari semakin banyaknya
bermunculan berbagai macam teknologi canggih yang dapat membantu aktifitas dalam kehidupan
manusia. Bengan semakin berkembangannya IPTEK itu sendiri, sehingga menimbulkan efek
negatif dan positif, seperti misalnya:
Sisi negatif seperti:

Dapat merusak moral, dimana Internet menjadi media IPTEK yang dapat mempengaruhi
moral dari seseorang. Seperti misalnya konten yang berbau negatif dan yang lainnya.
Dapat menimbulkan polusi. Perkembangan IPTEK yang semakin pesat dan banyak
dimanfaatkan. Akan tetapi disamping itu banyak sekali polusi pencemaran yang dihasilkan
dari perkembangan IPTEK itu sendiri.
Dapat membuat orang semakin malas, karena IPTEK memiliki tujuan untuk
mempermudah & memanjakan manusia. Jadi manusia akan semakin malas sebab sudah
ada teknologi yang dapat menggantikan dirinya bekerja.

Dan sisi positifnya seperti:

Dapat meringankan berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia.


Dapat membuat segala sesuatunya menjadi lebih cepat dan mudah.
Dapat mengurangi pemakaian bahan-bahan alami yang semakin kesini semakin langka.
IPTEK juga membawa manusia kearah lebih maju

dhttp://www.pengertianku.net/2015/01/pengertian-iptek-atau-ilmu-pengetahuan-dan-
teknologi-lengkap.htmlan modern
ULUL ALBAB
Kata UlUl Albab dalam pengertian secara sederhana sering diartikan sebagai orang yang
Berakal atau orang yang berfikir
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang
terdapat tanda-tanda bagi Ulul Albab. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri
atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan
bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha
Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka". (Ali Imran: 190-191)
seseorang akan dikatakan sebagai Ulil Albab jika ia telah mampu melaksanakan keiatan dzikir
dalam artian selalu mengingat Allah dalam segala kondisi. Baik dalam keadaan berdiri, duduk,
berbaring bahkan pada saat sedang berpikir, dirinya tidak pernah terlepas dari dzikir.
CIRI-CIRI ULUL ALBAB
1.Bersungguh-sungguh menggali ilmu pengetahuan
Menyelidiki dan mengamati semua rahasia wahyu (al-Quran maupun gejala-gejala
alam), menangkap hukum-hukum yang tersirat di dalamnya, kemudian menerapkannya dalam
masyarakat demi kebaikan bersama.
2. Selalu berpegang pada kebaikan dan keadilan
Ulul Albab mampu memisahkan yang baik dari yang jahat, untuk kemudian memilih
yang baik. Selalu berpegang dan mempertahankan kebaikan tersebut walau sendirian dan walau
kejahatan didukung banyak orang
3. Teliti dan kritis dalam menerima informasi, teori, proporsisi ataupun dalil yang dikemukakan
orang lain
Bagai sosok mujtahid, ulul albab tidak mau taqlid pada orang lain, sehingga ia tidak mau
menelan mentah-mentah apa yang diberikan orang lain, atau gampang mempercayainya sebelum
terlebih dahulu mengecek kebenarannya.
4. Sanggup mengambil pelajaran dari sejarah umat terdahulu
Sejarah adalah penafsiran nyata dari suatu bentuk kehidupan. Dengan memahami sejarah
kemudian membandingkan dengan kejadian masa sekarang, ulul albab akan mampu membuat
prediksi masa depan, sehingga mereka mampu membuat persiapan untuk menyambut
kemungkinan- kemungkinan yang bakal terjadi.
5. Rajin bangun malam untuk sujud dan rukuk dihadapan Allah swt
Ulul Albab senansiasa "membakar" singgasana Allah dengan munajadnya ketika malam
telah sunyi. Menggoncang Arasy-Nya dengan segala rintihan, permohonan ampun, dan
pengaduan segala derita serta kebobrokan moral manusia di muka bumi. Ulul Albab sangat
"dekat" dengan Tuhannya.
6. Tidak takut kepada siapapun, kecuali Allah semata
Sadar bahwa semua perbuatan manusia akan dimintai pertanggungan jawab, dengan
bekal ilmunya, ulul albab tidak mau berbuat semena-mena. Tidak mau menjual ilmu demi
kepentingan pribadi (menuruti ambisi politik atau materi). Ilmu pengetahuan dan teknologi ibarat
pedang bermata dua.
Dengan demikian, ulul albab bukan sekedar ilmuwan atau intelektual. Dalam diri ulul
albab terpadu sifat ilmuwan, sifat intelektual dan sekaligus sifat orang yang dekat dengan Allah.
Dalam dunia pendidikan dewasa ini, kita sangat mengharapkan perguruan tinggi mampu
mencetak sosol sarjana yang mempunyai kemampuan keilmuan dan kepribadian seperti itu.
Seorang sarjana yang benar-benar, bukan hanya sekedar sarjana.

HUBUNGAN AGAMA DENGAN SAINS

Hubungan antara Al-Qur'an, ilmu pengetahuan dan teknologi sangatlah erat, hal ini
disebabkan karena Al-Qur'an selalu merangsang akal manusia untuk berfikir lebih lanjut tentang
isi ayat-ayatnya yang banyak menyangkut tentang ilmu pengetahuan dan teknologi. Ternyata ayat-
ayat Al-Qur'an tidak ada yang menghambat kemajuan iptek, bahkan sebaliknya Al-Qur'an selalu
menantang manusia menggunakan akalnya, contoh dalam QS.Ar-Rohman:33
Hai sekalian jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (malintasi) penjuru langit dan bumi,
maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.

Kekuatan yang dimaksud disini adalah penguasaan IPTEK tentang ilmu peroketan. Al-Qur'an
memang tidak membicarakan tentang ilmu peroketan dan ilmu tentang pesawat luar angkasa,
namun manusia dituntut untuk menggunakan akalnya agar diperoleh suatu ilmu tentang peroketan.
Ternyata QS. Ar-Rohman: 33 sudah terbukti kebenarannya dangan mendaratnya manusia pertama
kali di Bulan pad tanggal 16 Juli 1969 dengan membawa astronot Neil A. Amstrong, Edwin E.
Aldrin dan Michael Collins yang menggunakan pesawat appolo milik AS.

Contoh lain seperti disebutkan dalam surat Al-Anbiya': 80


"Dan telah kami ajarkan Daud membuat baju besi (perisai) kamu, guna memelihara kamu dalam
peperanganmu, maka hendaklah kamu bersyukur (kapada Allah)".

Kandungan IPTEK yang tersirat dalam ayat tersebutadalah ilmu metalurgi yaitu ilmu pengetahuan
tentang bagaimana mengerjakan logam (besi) agar bisa dibuat baju besi (perisai). Dengan
teknologi baju besi, Nabi Daud dapat memenangkan peperangan. Ternyata Al-Qur'an sudah lebih
dulu mengenalkan sejak 15 abad yang lalu. Dalam zaman yang telah maju sperti sekarang ini
kiranya kita tidak mungkin untuk membuat berbagai macam peralatan tanpa adanya basi dan
paduan logam lainya.