Anda di halaman 1dari 6

2.

5 Ayutthaya, Thailand
2.5.1 Lokasi
Jalan: Tha Wa Su Kri Nakhon Si Ayutthaya District, Phra Nakhon Si
Ayutthaya 13000, Thailand
Map:

2.5.2 Tinjauan Umum

Pemerintah Ayutthaya merupakan kerajaan bangsa Thai yang berdiri pada


kurun waktu 1351 sampai 1767 M . Nama Ayyuthaya diambil
dari Ayodhya , nama kerajaan yang dipimpin oleh Sri Rama , sosok
di Ramayana . Pada tahun 1350 Raja Ramathibodi I (Uthong) mendirikan
Ayyuthaya sebagai ibu kotanya dan mengalahkan dinasti Kerajaan
Sukhothai , yang berjarak 640 km utara, pada tahun 1376.

Dalam perkembangannya, Ayyuthaya sangat aktif melakukan perdagangan


dengan berbagai negara asing seperti Tiongkok, India, Jepang, Persia dan
beberapa negara Eropa. Penguasa Ayyuthaya bahkan mengizinkan
pedagang Portugis, Spanyol, Belanda, dan Perancis untuk mendirikan
permukiman di luar tembok kota Ayyuthaya. Raja Narai (1656-1688)
bahkan memiliki hubungan yang sangat baik dengan Raja Louis XIV dari
Perancis dan tercatat pernah mengirimkan dutanya ke Perancis.

Setelah melalui pertumpahan darah perebutan kekuasaan antar dinasti,


Ayutthaya memasuki abad keemasannya pada perempat kedua abad ke-18.
Pada masa yang relatif damai tersebut, kesenian, kesusastraan dan
pembelajaran berkembang. Perang yang terjadi kemudian ialah melawan
bangsa luar. Ayyuthaya mulai berperang melawan dinasti
Nguyen (penguasa Vietnam Selatan) pada tahun 1715 untuk
memperebutkan kekuasaan atas Kamboja.

Namun, ancaman terbesar datang dari Burma dengan pemimpin baru Raja
Alaungpaya setelah menaklukkan daerah Shan-Shan . Pada tahun 1765
wilayah Thailand diserang oleh dua pembantaian Burma, yang kemudian
disatukan di Ayutthaya. Menghadapi dua pasukan besar tersebut, satu-
satunya perlawanan signifikan dimaksudkan oleh sebuah desa
bernama Bang Rajan . Ayutthaya akhirnya menyerah dan terbakar pada
1767 setelah pengepungan berkepanjangan. Berbagai harta karun,
perpustakaan sastra, dan penyimpanan dokumen sejarah Ayutthaya hampir
hancur; dan kota itu ditinggalkan dalam reruntuhan.

Dalam keadaan negara yang tidak menentu, provinsi-provinsi melepaskan


diri dan menjadi negara-negara independen di bawah pimpinan penguasa
militer, biksu pemberontak, atau sisa-sisa keluarga kerajaan. Bangsa Thai
dapat terselamatkan dari penaklukan Birma karena terjadinya
serangan Tiongkok terhadap Birma serta adanya perlawanan dari seorang
pemimpin militer bangsa Thai bernama Phraya Taksin, yang akhirnya
mengembalikan kesatuan negara.

Peninggalan yang cukup menarik dari kota tua Ayutthaya hanyalah puing-
puing reruntuhan istana kerajaan. Raja Taksin lalu mendirikan ibukota
baru di Thonburi, yang terletak di seberang sungai Chao
Phraya berhadapan dengan ibukota yang sekarang, Bangkok. Peninggalan
kota bersejarah Ayutthaya dan kota-kota bersejarah sekitarnya yang
terdapat pada lingkungan Taman Bersejarah Ayutthaya telah dimasukkan
oleh UNESCO sebagai Warisan Dunia UNESCO. Kota Ayutthaya yang
baru kemudian didirikan di dekat lokasi kota lama, dan sekarang
merupakan ibukota dari Provinsi Ayutthaya.

2.5.3 Pengamatan Obyek dan Hasil Observasi

Untuk mencapai kota Ayutthaya peserta kuliah lapangan


menggunakan transportasi darat, yakni kereta api. Ayuttahaya Railway
Station merupakan tempat pemberhentian peserta kuliah lapangan. Kondisi
Ayutthaya Railway Station sangat tertata dan sangat bersih. Bentuk dan
material yang digunakan pada railyway station ini cenderung trandisional.

Area Penghijauan

Keramik yang tertata


dengan motif tradisional

Kolom besi tambahan untuk


menahan kantilever

Pipa Drainase di samarkan


dengan warna kolom
Ayutthaya merupakan komplek candi-candi bersejarah yang
menjadi pusat berkumpulnya raja-raja pada jaman dahulu. Misalnya, Wat
Maha That, Wat Phra Si Sanphet, Mongkon Bophit, Wat Phra Ram, dsb.
Namun untuk mengunjungi masing-masing candi tidak dapat ditempuh
dengan berjalan kaki, sehingga peserta kuliah lapangan menyewa beberapa
sepeda motor yang berada
di dekat Ayutthaya Railway
Station. Dikarenakan jarak
antar candi terlalu jauh
maka candi yang dapat
dikunjungi oleh peserta
kuliah lapangan hanya
candi Wat Maha That. Tempat Menyewa Sepeda Motor

Menurut cerita, Wat Mahathat dibangun pada tahun 1384 oleh Raja
Rachatirat untuk menyimpan sebuah relik Buddha, tetapi kemungkinan
besar wat ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Boromaraja (1370-
88). Pada tahun 1956 sebuah ruang rahasia ditemukan di dalam
reruntuhan; di dalamnya terdapat pula perhiasan emas, sebuah kotak emas
yang berisi relik Buddha, dan barang pecah belah.
Maket Wat Maha That Layout Wat Maha That

Tebal pagar pembatas


Area Wat Maha That : 1 m

Ukuran bata yang


digunakan pada candi ini
cenderung berukuran 30 x
15 x 5

Ciri khas yang paling menonjol pada Candi Wat Maha That ini ialah kepala
buddha yang muncul diantara akar pohon, selain itu patung buddha di central
lokasi. Di Wat Maha That terdapat banyak titik-titik kerusakan pada beberapa
bagian di candi yang masih di pertahankan, seperti dengan menggunakan
penyangga. Konstruksi pada Candi ini cenderung menggunakan material bata
merah dan semen.
Iconic Wat Maha That

Patung Buddha di Central Lokasi

Penyangga pada dinding

Semen