Anda di halaman 1dari 6

PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DR.

NENDEN

VAGINOSIS BACTERIAL (VB)


Sindroma klinik akibat pergantian Lactobasilus sp.
penghasil H2O2 dengan bakteri anaerob: Prevotella sp,
G. vaginalis, mycoplasma hominis

Etiologi: bukan organisme tunggal


perubahan situasi dlm vagina --> anaerob

Klinis: tanpa gejala, atau hanya vagina yg berbau seperti


ikan
Dx: 3 dari 4 gejala:
1. Discar vagina, homogen, putih keabuan, melekat
pd dinding vagina
2. PH vagina > 4,5
3. Discar bau spt ikan --> tes amin
4. Clue cells --> Gram
5.
Komplikasi: korioamnionitis, infeksi nifas, PID,
premature

Terapi:
metronidazol 500mg, dosis tunggal selama 7 hari
klindamisin cream 2%, intra vaginal, 5 gr, selama 7 hr
metronidazol gel 0,75 % intravag. 2 x sehari, 5 hr
Alternatif:
metronidazol 2 gr, oral, ds tunggal, atau
klindamisin 300 mg, oral, 2x /hr, 7 hr

TRIKOMONIASIS
Peny. Infeksi protozoa yg disebabkan oleh T. vaginalis
Etiologi: T. vaginalis
Klinis: tidak khas, kadang discar vagina banyak, bau busuk

Dx: 1. Discar vagina kuning kehijauan, bau


2. Peradangan pd dinding vagina
3. Lab: NaCl 0,9% : T. vaginalis motil

Terapi: harus diberikan pd yg bergejala maupun tidak


- Metronidazol 2 gr dosis tunggal, atau
DISCAR VAGINAL MENULAR SEKSUAL - metronidazol 2x 500 mg, 7 hr.
Discar vaginal menular seksual: mitra seksual harus diobati: dosis multipel 7 hr
1. Discar vagina kehamilan: kontraindikasi
2. Discar endoservik
Discar vagina KANDIDOSIS VULVOVAGINAL
Vaginitis: keputihan, Infeksi vagina dan/atau vulva oleh candida khususnya C.
kadang gatal, iritasi, kadang bau albicans, termasuk STD-related vaginal disharge
3 penyakit utama : Etiologi: Genus candida t/u C. albicans (80%)
- vaginosis bakterial, kandida: kuman oportunis: di seluruh badan
- trikomoniasis, Predisposisi: Hormonal, DM, antibiotik, imunosupresi,
- kandidosis vulvovaginal iritasi
Discar endoservik Klinis: keluhan panas/iritasi, keputihan tak bau/masam
- Cervicitis mukopurulenta vulvitis, vaginitis, ektoservisitis
GO, non-GO
Diagnosis: Dx: CS (+); klinis + lab
1. Keluhan gatal/iritasi vulvovaginal Tx: - Ciprofloksasin 500mg/dosis tunggal
2. Discar putih kental spt susu/keju, bisa banyak, masam - Ofloxacin 800 mg/dosis tunggal
3. Dinding vagina dijumpai gumpalan keju - Thiamphenicol 3 x 500 mg/hr- 5 hari
4. Vulva & vagina inflamatif - Mensing: Thiamphenicol 3,5 gr + 3 x
5. Lab KOH 10%: pseudohifa 500mg/hr-5hr
- Mitra sex (+)
Tx:
- Mikonasol 200mg/hr, intravag., 3 hr URETRITIS NON SPESIFIK
- Klotrimazol 500mg,intravag, ds tunggal Infeksi uretra yg penyebabnya tdk dpt ditemukan pd
- Nistatin 100.000 IU,intravag/hr, 14 hr Px.lab
Vulva: Klotrimasol cr.,mikonasol cr, 7-14 hr Penyebab:- terbanyak C. trachomatis
Alternatif : - Ureaplasma urealyticum
- Flukonazol 150mg, ds tunggal, oral - Trichomonas vaginalis
- Ketokomazol 2 x 200 mg 5hr - Candida albicans
- HSV
CERVICITIS GO - tdk diketahui (20%)
Peradangan serviks o/k N. gonorrhoeae Inkubasi: 1-5 minggu
Penyebab: N. gonorrhoeae: diplokokus Gram negatif Klinis:- BAK sakit (gatal, pedih pd pangkal/muara uretra)
Klinis: asimtomatis; keputihan warna kuning - polakisuria: + darah, nokturia
Px: vulva tenang - keluar cairan dr uretra, jernih- sdkt keruh, lendir,
inspeculo: dd vagina eritem/tenang t/u pagi; tdk sebanyak UGO/bercak pd celana
ektoserviks: eritem/normal - Demam, skrotum bengkak, nyeri/bengkak inguinal
endoserviks: eritem, edem, ektopi, bleeding, discar muko- Px:
purulen - Meatus eksternus eritem, edem; tdk ada radang
Lab: Gram: pmn > 10; DGNI (+); kultur - Discar uretra mukous, seromukous atau jernih,
Tx: - ciprofloxacin 500 mg dosis tunggal mukopurulen
- Thiamphenicol 3,5 gr dosis tunggal Lab: Gram: PMN > 5; DGNI (-)
- Ofloxacin 400 mg dosis tunggal Urine tampung 2 gelas (Tes Thompson)
- Erythromycin 4x500 mg/hr 7 hari Dx: CS (+); klinis + lab
Tx: - Tetracycline 4 x 500 mg/hr 7 hr
CERVISITIS NON GO - Doksisiklin 2 x 100 mg/ hr 7 hr
Peradangan serviks bukan o/k GO - Eritromisin 4 x 500 mg/hr 7 hr
Penyebab: C. trachomatis (terbanyak) - Mitra sex (+)
Klinis: asimtomatis; keputihan kuning
Px: vulva tenang PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DENGAN GEJALA ULKUS
inspeculo: dd vagina eritem/normal GENITAL
ektoserviks: eritem/normal PMS dg ulkus genital t/u: sifilis, ulkus mole, HG
endoserviks: eritem, edem, ektopi, swab bleeding, discar penting ---> penularan HIV
mukopurulen
Lab: Gram: pmn > 10; DGNI (-); ELISA, PCR SIFILIS
Dx: klinis + lab Peny. Infeksi disebabkan oleh T. pallidum, kronis, sitemik,
Tx: - Doksisiklin 2x 100 mg/hr- 7 hr menyerang seluruh organ tubuh, penularan
- Tetrasiklin 4x 500 /hr- 7 hr kontak seksual, dpt menular pd bayi.
- Azitromycin 1 gr dosis tunggal
Etiologi: T. pallidum --> Spirochaeta, spiral, Gram neg.
DISCAR URETRA MENULAR SEKSUAL Bergerak berputar, atau maju spt pembuka tutup botol
KENCING NANAH
Tersering: uretritis: UGO, UNS(UNG) Penularan: kontak langsung dari lesi infeksius
treponema --> selaput lendir --> kelenjar limfe -->
URETRITIS GONORE pemb.darah --> seluruh tubuh
Uretritis (radang uretra) o/k infeksi N. gonorrhoeae
Penyebab: Neisseria gonorrhoeae Perjalanan sifilis tanpa Tx:
Inkubasi: 1-7 hari 1. Sifilis primer
Klinis: 2. Sifilis sekunder
- Keluhan gatal/nyeri pd ujung kemaluan; BAK sakit 3. Laten dini
- Keluar cairan pus dari kemaluan, t/u pagi, makin banyak 4. Laten lanjut - tertier benigna, kardiovaskuler,
- Demam, skrotum bengkak, nyeri/bengkak inguinal neurosifilis
Px: Mukosa uretra eritem, edem, discar mukopurulen, ektropion 5. Sifilis lanjut
Lab: Gram: pmn > 5; DGNI (+)
1. Sifilis primer
- ulkus di daerah genital eksterna, 3 mgg setelak CS Sifilis terstier: Benzatin penisilin G 2,4 juta IU/mgg, 3 mgg
- tunggal/multipel, uk 1-2 cm Tindak lanjut: ulang serologi, 6, 12, 24 bl
- papula- erosi, keras, permukaan tertutup krusta - ulserasi Tx. Berhasil jika titer turun 4 x
- tepi meninggi, keras
- pembesaran lln. Inguinal bilateral ULKUS MOLE = CHANCROID
- sembuh spontan 4-6 mgg Peny. Infeksi genital akut, setempat, dpt inokulasi sendiri
disebakan oleh H. ducreyi, dg gejala klinis ulkuspd
2. Sifilis sekunder: inokulasi,disertai supurasi kel.limfe regional.
- Ruam pd kulit, selaput lendir, organ tubuh
- Demam, malaise Etiologi: H. ducreyi, bakteri Gram neg., anaerob fakultatif
- Lesi kulit simetris, makula, papula, batang kecil/pendek, ujung bulat, tdk bergerak, spora (-)
- Folikulitis, papuloskuamosa,pustula Gram: batang sejajar, berderet spt rel/ikan
- Alopesia : moth-eaten alopecia - oksipital
- Papula basah daerah lembab: kondilomata lata Gb.klinis:
- Lesi pd mukosa mulut, kerongkongan, serviks: plakat - inkubasi 2-35 hr, rerata 7 hr
- Pembesaran kel. Limfe multipel - wanita asimtomatik
- Splenomegali - pria heteroseksual > homo
- masuk melalui kulit non-intak
3. Sifilis laten dini: - pria: preputium, meatus eretre eksternum; tak sunat >>
- stadium sifilis tanpa gejala klinis - wanita: sekitar meatus uretra, dlm labia minora
- tes serologis reaktif - tanpa gejala prodromal
- < 1 th - KU: ulkus, adenopati

4. Sifilis laten lanjut: - Lesi awal: papula kecil, eritem di sekitar, sentral
- Gumma pustulasi- erosi
- endarteritis obliterans - peradangan-nekrosis - ulkus terbentuk dlm 48 jam setelah lesi awal, tertutup
- neurosifilis, kardiosifilis eksudat
nekrotik kuning keabuan. Tanpa stadium vesikel.
Sifilis pd kehamilan & sifilis kongenital: ulkus multipel, sangat nyeri, tepi tak rata,
- infeksi janin terjadi umur 10 mgg bergaung, batas tegas,
- ibu pada tingkat dini dasar ulkus rapuh, kotor, mudah berdarah,
- ibu tdk diobati --> bayi nekrotik, tak indurasi
- makin lama ibu terkena inf. -> sedikit kemingkinan ke janin ukuran 2-3 cm, menyebarke perineum, anus,
Sifilis kongenital dini: < 2 th skrotum, paha
- lesi kulit: terjadi segera, vesikobulosa, erosi, papuloskuamosa, Komplikasi: adenitis inguinal= bubo inflamatorik
- mukosa: hidung, pharing: perdarahan timbul bbrp hari-3 mgg setelah lesi primer,
- tulang: osteokondritis tl panjang
unilateral
- anemia hemolitik
kelnejar membesar, nyeri, bergabung, supurasi-
- hepatosplenomegali
abses unilokuler.
- SSP
kulit eritematus, fluktuasi - pecah- sinus tunggal-
Sifilis kongenital lanjut: > 2 th - neurosufilis
ulkus chancroid
- keratitis interstisialis, pubertas, bilateral - sklerosis - sabre
fimosis, parafimosis - sikatrik
- gigi hutschinson - rhagade
fistula uretra
- gigi Mulberry - kardiovaskular
fistula rektovaginal
- Gangguan saraf pusat VIII - tuli
Dx: Klinis + lab Gram- basil berderet
Diagnosis: klinis + lab
1. Lab: medan gelap (dark field) Tx:
2, antibodi serum : VDRL, TPHA - azitromisin 1 gr,oral, ds tunggal, atau
- ceftriaxone250 mg.IM, ds tunggal, atau
Tx.: - siprofloksasin 300mg, 2x /hr, 3 hr, atau
sifilis primer & sekunder - eritromisin base 4 x 500 mg, oral, 7 hr
Benzatin penisilin G 2,4 juta IU, IM, ds tunggal lokal: kompres/irigasi/rendam lar.saline
anak: 50.000 IU/kg , IM, ds tunggal aspirasi bubo > 5 cm - mencegah pecah
sifilis laten:
laten dini: Benzatin penisilin G 2,4 juta IU. IM, ds tunggal
laten lanjut: Benzatin penisilin G 2,4 juta IU, IM/mgg, 3 mgg
anak: 50.000 IU/kg,IM,ds tunggal
50.000 IU/kg,IM/mgg, 3 mgg

HERPES GENITALIS
Definisi: Infeksi genital o/k HSV, vesikel berkelompok, rekuren
Etiologi: HSV-1, HSV -2
Gb.klinis: inkubasi 3-7 hr, berat/ringan/asimtomatik PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DENGAN GEJALA
- rasa terbakar dan gatal sebelum lesi muncul VEGETASI GENITAL
- gejala konstitusi, malaise, demam, nyeri otot
- vesikel berkelompok dasar eritem
CONDYLOMA ACUMINATA
- mudah pecah - erosi multipel
Definisi: infeksi kelamin o/k HPV
- sembuh 5-7 hr, tanpa parut
Penyebab: HPV tipe 6,11,16,18 dst
Inkubasi: 3 mgg-8 bln; rerata 3 bln
Komplikasi: abortus, malformasi mikrosefali, hepatitis, infeksi
Klinis:
berat, ensefalitis, keratokonjungtivitis, lahir mati
- bintil/kutil di kemaluan tdk sakit/gatal; makin banyak
Dx:
- benjolan makin besar & mudah berdarah
- klinis khas
Lokasi: uretra, area genital eksterna, genital interna
- lab: tes Tzank: sel raksasa berinti banyak
Px:- papula datar/verukosa; tumor verukosa; sewarna
(multinucleated giant cell)
kulit
- ELISA: deteksi antigen & antibodi
Lab: PA: koilosit; acetowhite
Dx. Klinis
Tx.
Tx: TCAA 40%;
Spesifik:
Podophylin tinct ;
- asiklovir: 5x 200 mg/hr, oral ,5-10 hr
cauter, eksisi
- valasiklovir: 2 x 500-1000mg/hr, oral, 5-10 hr
- famsiklovir: 3 x 500 mg/hr, oral, 5 hr
Non-spesifk:
analgetik, antipruritus, antiseptik, antibiotik

LIMFOGRANULOMA VENEREUM = LGV


Definisi: PMS yg mengenai pemb & kel. Limfe,
t/u genital, anus,rektum.
Etiologi: C. trachomatis serovar L1,L2,L3
Gb.klinis:
1. Stadium dini: - lesi primer genital
- sindroma inguinal
2. Stadium lanjut: - sindrom ano-rektal
- elefantiasis genital
Lesi primer genital:
- inkubasi 3-20 hr
- lesi tdk khas: erosi, ulkus dangkal, papul, vesikel, tdk sakit
cepat hilang
- lokasi : sulkus koronarius, frenulum, preputium, penis, uretra,
skrotum; dd posterior vagina, portio, posterior serviks
- limfangitis dorsal penis- nodul limfangitis - bubonuli
Sindrom inguinal:
- bbrp hari-mgg setelah lesi primer menghilang
- limfadenitis inguinal unilateral
- pria> wanita
- demam, menggigil, nausea, anoreksia, sakit kepala
- lln. Inguinal membesar, nyeri, padat - perilimfadenitis
- perlekatan antar kelenjar - paket - biru, panas, nyeri
- perlunakan kelenjar-fluktuasi - abses multipel
- abses pecah - sinus/fistel multipel - 1/3 kasus
- involusi - massa padat, kenyal
Dx: klinis + Px.penunjang
Tx: doksisiklin 2 x 100 mg/hr, oral, 21 hr, atau
eritromisin base 4 x 500 mg/hr, oral, 21 hr