Anda di halaman 1dari 3

INSTRUKSI KERJA

Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)

1. Sasaran : 1. Perumahan
2. Tempat umum + Sekolah
3. Kantor
2. Tujuan : Membina peran serta masyarakat dalam pemberantasan penyakit DBD,
terutama dalam memberantas jentik nyamuk penularnya, sehingga
penularan penyakit DBD dapat dicegah atau dibatasi, masyarakat yang
berperilaku hidup bersih dan sehat.
3. Pelaksana : 1. Masyarakat sendiri
2. Koordinator desa (Satgas PSN)
3. Koordinator kecamatan (Kaur Kesra Kecamatan)
4. Tenaga teknis (Petugas kesehatan)
5. Lintas sektor terkait tingkat kecamatan
4. Sarana : 1. Administrasi
Ada dasar hukum yang mengatur berupa SK dan Struktur Organisasi
mulai dari Kabupaten sampai dengan tingkat Desa
2. Sarana Kegiatan
- Senter
- Abate
- Alat fogging yang mencukupi (apabila terjadi KLB)
5. Pokok Kegiatan
1. Persiapan
a. Penerbitan Dasar Hukum berupa SK tentang pelaksana Pemberantasan Sarang
Nyamuk mulai dari tingkat Kabupaten sampai dengan tingkat Desa.
b. Pembentukan struktur organisasi mulai dari kabupaten sampai tingkat desa
c. Pelatihan Satgas PSN
2. Kegiatan Pelaksanaan
a. Penggerakan PSN di desa.
Sasaran penggerakan PSN di desa adalah keluarga / masyarakat yaitu
dilaksanakannya PSN di rumah rumah secara terus menerus.
Kegiatannya meliputi :
1) Kunjungan rumah berkala sekurang kurangnya tiap 3 bulan sekali untuk
kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan jentik oleh kader RT / RW, Dasa Wisma
atau petugas lain sesuai kesepakatan masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut dibimbing oleh Satgas PSN yang telah dilatih oleh petugas
Puskesmas.
2) Penyuluhan kelompok masyarakat oleh kader, tokoh masyarakat atau Satgas
PSN di posyandu, Tempat ibadah dan pada saat ada pertemuan pertemuan
warga masyarakat.
3) Kerja bakti PSN DBD dan kebersihan lingkungan secara berkala
b. Penggerakan PSN di Tempat Umum dan Sekolah. Sasarannya adalah sekolah dan
tempat umum yaitu dilaksanakannya PSN di sekolah dan tempat umum secara
terus menerus.
Kegiatannya meliputi :
1) Kunjungan ke sekolah dan TTU secara berkala tiap 3 bulan sekali untuk
kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan jentik oleh petugas kesehatan pada
waktu skrining dan kunjungan petugas kesehatan.
2) Penyuluhan kelompok pada pertemuan Kepala Sekolah dan pertemuan guru
UKS oleh petugas kesehatan
3) Kerja bakti PSN dan kebersihan lingkungan secara berkala
c. Penyuluhan dan motivasi kepada masyarakat luas
1) Penyuluhan kepada masyarakat luas melalui media seperti : TV, radio,
poster, surat kabar, dan lain lain.
2) Motivasi tentang PSN dilakukan melalui : berbagai lomba, misalnya lomba
PSN desa, Sekolah/ TTU.
6. Pemantauan
a. Pemantauan PSN di desa maupun di sekolah dan Tempat Umum di pantau secara
berkala tiap 3 bulan oleh Satgas PSN tingkat desa sampai dengan tingkat Kabupaten.
b. Pemantauan dilakukan dengan pemeriksaan jentik secara berkala pada sejumlah
sampel rumah sekolah, dan TTU.
7. Indikator Kebersihan
- ABJ perdesa >..%
- Angka kesakitan DHF = 0
PSN

TIDAK ADA KASUS ADA KASUS

1. Penyuluhan rutin SURVEILAN


2. PSN 1 minggu sekali EPIDEMIOLOGI

PENDERITA PENDERITA
LAIN (-) LAIN (+)

1. Penyuluhan 1. Penyuluhan
2. Survei Jentik 2. Survei Jentik
3. PSN ditingkatkan 3. PSN ditingkatkan
4. Abatisasi 4. Abatisasi
5. Fogging 5. Fogging