Anda di halaman 1dari 3

Asidosis Metabolik

Ditandai dengan turunnya kadar ion HCO3 diikuti dengan penurunan tekanan parsial CO2 di
dalam arteri. Kompensasi umumnya terdiri dari kombinasi mekanisme respiratorik dan ginjal, ion
hydrogen berinteraksi dengan ion bikarbonat membentuk molekul CO2 yang dieliminasi di paru
sementara itu ginjal mengupayakan ekskresi ion hydrogen ke urin dan memproduksi ion
bikarbonat yang dilepaskan ke cairan ekstraseluler.

Beberapa penyebab asidosis metabolik:

Pembentukan asam yang berlebihan di dalam tubuh : asidosis laktat, ketoasidosis,


intoksikasi salisilat, intoksikasi etanol
Berkurangnya kadar ion HCO3 di dalam tubuh : diare, renal tubular acidosis
Adanya retensi ion H di dalam tubuh :penyakit ginjal kronik

Dari persamaan Henderson-Hasselbalch pH dipengaruhi oleh rasio kadar bikarbonat (HCO3-) dan
asam karbonat darah (H2CO3) sedangkan kadar asam karbonat darah dipengaruhi oleh tekanan
CO2 darah (pCO2). Bila rasio ini berubah, pH akan naik atau turun. Penurunan pH darah di bawah
normal yang disebabkan penurunan kadar bikarbonat darah disebut asidosis metabolik. Sebagai
kompensasi penurunan bikarbonat darah, akan dijumpai pernafasan cepat dan dalam (pernafasan
Kussmaul) sehingga tekanan CO2 darah menurun (hipokarbia). Di samping itu ginjal akan
membentuk bikarbonat baru (asidifikasi urine) sehingga pH urine akan asam. Penurunan kadar
bikarbonat darah bisa disebabkan hilangnya bikarbonat dari dalam tubuh (keluar melalui saluran
cerna atau ginjal) ataupun disebabkan penumpukan asam-asam organik, -baik endogen maupun
eksogen-, yang menetralisir bikarbonat.

Khusus penilaian terhadap faktor penyebab asidosis metabolic terdapat dua cara yaitu cara
tradisional dengan kesenjangan anion (anion gap), dan cara kuantitatif kimia-fisik (stewart) dengan
menghitung strong ion gap dan atau BE gap. Menurut analisis stewart, untuk mencari factor
penyebab asidosis metabolic diperlukan pemeriksaan elektrolit natrium, klor dan juga albumin.
Asidosis Respiratorik

Terjadi apabila terdapat gangguan ventilasi alveolar yang mengganggu eliminasi CO2 sehingga
akhirnya terjadi peningkatan PCO2 (hiperkapnia). Beberapa factor yang menimbulkan asidosis
respiratorik:

Inhibisi pusat pernafasan : obat yang mendepresi pusat pernafasan (sedative, anastetik),
kelebihan O2 pada hiperkapnia
Penyakit neuromuscular : neurologis (poliomyelitis, SGB), muskular (hipokalemia,
muscular dystrophy)
Obstruksi jalan nafas : asma bronchial, PPOK, aspirasi, spasme laring
Kelainan restriktif : penyakit pleura (efusi pleura, empiema, pneumotoraks), kelainan
dinding dada (kifoskoliosis, obesitas), kelainan restriktif paru (pneumonia, edema)
Overfeeding

Prinsip dasar terapi asidosis respiratorik adalah mengobati penyakit dasarnya dan dukungan
ventilasi . hiperkapnia akut merupakan keadaan kegawatn medis karena respon ginjal berlangsung
lambat dan biasanya disertai dengan hipoksemia, sehingga bila terapi yang ditujukan untuk
penyakit dasar maupun terapi oksigen sebagai suplemen tidak member respon baik maka mungkin
diperlukan bantuan ventilasi mekanik baik invasive maupun non invasive.

Alkalosis Metabolik

Suatu proses terjadinya peningkatan primer bikarbonat dalam arteri. Akibat peningkatan ini, rasio
PCO2 dan kadar HCO3 dalam arteri berubah. Usaha tubuh untuk memperbaiki rasio ini dilakukan
oleh paru dengan menurunkan ventilasi (hipoventilasi) sehingga PCO2 meningkat dalam arteri dan
meningkatnya konsentrasi HCO3 dalam urin.

Penyebab alkalosis metabolik:

Terbuangnya ion H- melalui saluran cerna atau melalui ginjal dan berpindahnya ion H
masuk ke dalam sel
Terbuangnya cairan bebas bikarbonat dari dalam tubuh
Pemberian bikarbonat berlebihan
Alkalosis Respiratorik

Terjadi hiperventilasi alveolar sehingga terjadi penurunan PCO2 (hipokapnia) yang dapat
menyebabkan peningkatan ph. Hiperventilasi alveolar timbul karena adanya stimulus baik
langsung maupun tidak langsung pada pusat pernafasan, penyakit paru akut dan kronik,
overventilasi iatrogenic (penggunaan ventilasi mekanik).

Beberapa etiologi alkalosis respiratorik:

Rangsangan hipoksemik :penyakit jantung dengan edema paru, penyakit jantung dengan
right to left shunt, anemia gravis
Stimulasi pusat pernafasan di medulla : kelainan neurologis, psikogenik (panic, nyeri),
gagal hati dengan ensefalopati, kehamilan
Mechanical overventilation
Sepsis
Pengaruh obat : salisilat, hormone progesterone

2. Gangguan keseimbangan asam basa disebabkan oleh factor-faktor yang mempengaruhi


mekanisme pengaturan keseimbangan antara lain system buffer, system respirasi, fungsi ginjal,
gangguan system kardiovaskular maupun gangguan fungsi sususnan saraf pusat. Gangguan
keseimbangan asam basa serius biasanya menunjukkan fase akut ditandai dengan peregeseran ph
menjauhi batas nilai normal. Secara umum, analisis keseimbangan asam basa ditujukan untuk
mengetahui jenis gangguan keseimbangan asam basa yang sedang terjadi pada pasien. Gangguan
keseimbangan asam basa dikelompokkan dalam 2 bagian utama yaitu respiratorik dan metabolic.
Kelainan respiratorik didasarkan pada nilai pCO2 yang terjadi karena ketidakseimbangan antara
pembentukan CO2 di jaringan perifer dengan ekskresinya di paru, sedangkan metabolic
berdasarkan nilai HCO3-, BE, SID (strong ions difference), yang terjadi karena pembentukan CO2
oleh asam fixed dan asam organic yang menyebabkan peningkatan ion bikarbonat di jaringan
perifer atau cairan ekstraseluler.