Anda di halaman 1dari 12

TINJAUAN PUSTAKA1.

Definisi
Eritroderma yang juga dikenal sebagai
exfoliative dermatitis
atau pitriasis rubra.Eritroderma adalah suatu penyakit kulit dengan gambaran
dermatologis berupa eritemadifusa dan skuama yang meliputi lebih dari 90% area
permukaan kulit.
1, 2
2.Epidemiologi
Insiden eritroderma berdasarkan beberapa studi sangat bervariasi antara 0,9-
71tiap 100.000. Rasio kejadian penyakit eritroderma pada laki-laki lebih
tinggi daripadawanita yaitu 2:1 hingga 4:1. Eritroderma lebih banyak terjadi
pada rentang usia antara41-61 tahun. Lebih dari 50% kasus eritroderma
dilatarbelakangi oleh penyakit yangmendasarinya dimana psoriasis
merupakan penyakit terbanyak yang dapat mendasariterjadinya eritroderma
yakni sebesar 25% kasus. Laporan terkini menyatakan 87 dari160 kasus
eritroderma didasari oleh psoriasis berat.
2

3.Etiologi
Dasar terjadinya eritroderma adalah adanya penyakit yang mendasari. Penyakityang
mendasari eritroderma ini bisa berupa penyakit yang terbatas pada kulit
ataupun penyakit yang bersifat sistemik. Dermatosis yang menyebabkan
eritroderma
merupakan penyakit yang terbanyak mendasari timbulnya eritroderma yakni
mencapai 52% darikasus-kasus eritroderma. 23% dari kasus-kasus
eritroderma dicetuskan oleh psoriasis,spongiotic dermatitis menyebabkan
eritroderma sebesar 20%, eritroderma akibat reaksiobat sebesar 15% dan akibat cutaneous
T cell lymphoma (CTCL) atau
sezary syndrome
sebesar 5%. Sekitar 20% dari kasus-kasus eritroderma tidak dicetuskan oleh
penyakityang mendasarinya dan diklasifikasikan sebagai eritroderma idiopatik.
2
Penyebab eritroderma yang
kurang umum pada pasien dewasa antara lain penyakit imunobulosa,
penyakit jaringan ikat, infeksi yang meliputi skabies dandermatofit, pitiriasis
rubra piliaris (PRP) dan penyakit keganasan.

Tabel 1. Penyakit-penyakit yang Berhubungan dengan Eritroderma

*Nama penyakit yang tersering

4.Patogenesis
Patogenesis timbulnya eritroderma berkaitan dengan patogenesis dari
kelainanyang mendasari timbulnya penyakit ini. Mekanisme
kelainan yang mendasari akan bermanifestasi sebagai eritroderma
seperti dermatosis yang menimbulkan eritroderma,atau bagaimana timbulnya
eritroderma secara idiopatik tidak diketahui secara pasti.
2
Riset terbaru mengenai imunopatogenesis dari infeksi yang diperantarai
toksin,misalnya teori yang mengatakan bahwa kemungkinan kolonisasi
stafilokokus aureus tau antigen lain, seperti toksin-1

toxic shock syndrome


, berperan dalam patogenesiseritroderma.
1
Pada pasien eritroderma ditemukan kolonisasi
S. aureus
di hidung pada83 persen dan pada kulit dan hidung pada 17 persen pasien.
2
Peningkatan immunoglobulin E (IgE) dapat terjadi pada berbagai kelainan
yangm e n d a s a r i t e r j a d i n ya e r i t r o d e r m a , d a n m e k a n i s m e n ya p
u n d a p a t b e r b e d a - b e d a . Misalnya pada eritroderma karena psoriasis,
dimana peningkatan IgE pada pasien iniadalah akibat perubahan dari profil sitokin
T helper 1 pada psoriasis menjadi sitokin
Th e l p e r 2 p a d a e r i t r o d e r m a k a r e n a p s o r i a s i s . M e k a n i
s m e i n i b e r b e d a d e n g a n overproduksi IgE primer pada dermatitis atopik.
2
Sindroma hiper IgE adalah suatu defisiensi imun yang berhubungan
dengane r i t r o d e r m a , p a d a k a s u s i n i p r o d u k s i I g E t i n g g i a k i b
a t k e t i d a k c u k u p a n s e k r e s i interferon selektif.
1
Peningkatan IgE ini mungkin terkait dengan proses penyakit yangmendasari atau dengan
manifestasi penyakit sebagai eritroderma.
2
Jumlah sel germinal dan kecepatan mitosis pada kulit dengan eritr
odermameningkat dibandingkan dengan kulit normal, sehingga wa
ktu transit sel melaluiepidermis menjadi lebih pendek. Akibatnya
protein, asam amino, dan asam nukleatyang memediasi proses tersebut akan
lebih cepat hilang dari tubuh. Kehilangan unsur protein yang lebih tinggi
daripada umumnya akan mempengaruhi proses metabolisme.

5.GambaranklinisRiwayat
Anamnesis yang lengkap sangat membantu dalam menentukan etiologi
darieritroderma. Dari anamnesis dapat diperoleh informasi
mengenai kemungkinan faktor pencetus termasuk diantaranya riwayat peny
akit sebelumnya (riwayat dermatosis,keadaan kesehatan sistemik), riwayat
keluarga, dan penggunaan obat-obatan.
2
Pada pasien yang memiliki riwayat psoriasis dan dermatitis atopik
harusditanyakan dengan jelas mengenai pengobatan dengan korti
kosteroid topikal dan
sistemik, methotrexate, dan pengobatan sistemik lainnya; iritan t
opikal, penyakitsistemik; infeksi; dan stres emosional.

2
Waktu onset sangat penting untuk menentukan etiologi dari eritr
oderma.Eritroderma yang dicetuskan oleh reaksi obat biasanya waktu
onsetnya cepat. Kecualiyang menjadi pencetusnya obat-
obat seperti antikonvulsan, antibiotik, dan allopurinol,dimana reaksinya terjadi 2-
5 minggu setelah pengobatan
.2

Manifestasidermatologi
Secara klinis eritroderma ditandai dengan adanya eritema dan sisik yang
lebihdari 90% luas permukaan kulit. Penyakit ini umumnya diawali sebagai
plak eritemayang timbul akibat dilatasi kapiler. Setelah beberapa hari hingga
minggu plak eritemaakan menjadi lebih terang dan menyebar hampir ke seluruh
permukaan kulit.
2
Deskuamasi mulai beberapa hari setelah onset eritem dan tampak pertama
kali pada fleksura. Skuama yang terbentuk biasanya berwarna putih atau ku
ning. Akibat proses deskuamasi ini kulit akan tampak kering berwarna mera
h tua yang dilapisiskuama yang mengelupas.
2
Eritroderma kronis juga akan bermanifestasi pada kulit kepala dimana
padakulit kepala timbul sisik (skuama), kelainan kuku berupa onikolisis,
hiperkeratosissubungual, perdarahan, paronikia,
beau lines
, dan bahkan dapat terjadi onikomadesis.

Gambar1.IdiopatikEritroderma
3
7.Pengobatan
Penyakit eritroderma memerlukan perawatan medis yang serius, oleh karena itu pasien
dengan eritroderma perlu dirawat di rumah
sakit.P r i n s i p p e n g o b a t a n p a s i e n e r i t r o d e r m a a n t a r a l a i
n m a n a j e m e n a w a l , menghindari faktor pencetus, mencegah hi
potermia, diet cukup protein, menjagakelembaban kulit pasien,
menghindari menggaruk, mencegah infeksi sekunder
baik lokal maupun sistemik, mengurangi edema, penggunaan korti
kosteroid sistemik,methotrexate, cyclosporin, dan mycophenolat mofetil.

Gambar1.IdiopatikEritroderma
3
7.Pengobatan
Penyakit eritroderma memerlukan perawatan medis yang serius, oleh karena itu pasien
dengan eritroderma perlu dirawat di rumah
sakit.P r i n s i p p e n g o b a t a n p a s i e n e r i t r o d e r m a a n t a r a l a i
n m a n a j e m e n a w a l , menghindari faktor pencetus, mencegah hi
potermia, diet cukup protein, menjagakelembaban kulit pasien,
menghindari menggaruk, mencegah infeksi sekunder
baik lokal maupun sistemik, mengurangi edema, penggunaan korti
kosteroid sistemik,methotrexate, cyclosporin, dan mycophenolat mofetil.
2
Manajemenawal
Pada fase ini perlu dilakukan pengawasan dan pengontrolan asupan cairan
danelektrolit karena dapat menyebabkan pasien menjadi dehidrasi ataupun
menyebabkan pasien menjadi gagal jantung akibat
overload
.
2
Menghindarifaktorpencetus
Semua obat yang dianggap sebagai faktor pemicu eritroderma harus
dihentikan pemakaiannya, termasuk obat-
obat yang mengandung lithium dan obat antimalariayang dapat menjadi
pencetus pada pasien dengan psoriasis.
2
Mencegahhipotermia
Pada pasien erittroderma dapat timbul komplikasi berupa hipoter
mia yangd i s e b a b k a n g a n g g u a n p a d a f u n g s i t e r m o r e g u l a s i
d i k u l i t s e h i n g g a k u l i t a k a n melepaskan panas tubuh secara
spontan. Untuk mencegah komplikasi tersebut perludilakukan pengaturan suhu
lingkungan sekitar pasien agar tetap hangat. Selain itu untuk mencegah penguapan panas
tubuh yang berlebihan dapat dimanfaatkan
wet dressings
.
2
Dietcukupprotein
Pada pasien eritroderma terjadi penggunaan protein yang berlebi
han karenat e r j a d i p e n i n g k a t a n p e m b e n t u k a n s k u a m a . K e h
i l a n g a n b a n y a k p r o t e i n i n i a k a n menyebabkan terjadinya
hipoalbuminemia. Karena itu asupan gizi yang cukup proteinsangat berguna
dalam proses terapi pasien eritroderma.
2
Menjagakelembabankulit
Pada pasien eritroderma kulit akan cenderung kering dan bersisik. Kulit
yangkering dan menjadi retak-retak berisiko untuk terjadi infeksi sekunder
yang bersifatlokal. Untuk itu diperlukan bahan yang dapat menjaga kelembaban kulit.
2
Emollient merupakan bahan yang melembutkan dan mele
m b a b k a n k u l i t . Emollient merupakan bahan dasar untuk
kosmetik dan berfungsi untuk membatasihilangnya cairan. Ada lima
kategori emollient antara lain hidrokarbon, waxes, naturallipid poliester, ester,
dan eter dengan berat molekul rendah dan silikon.
2

Pada pasien erittroderma dapat timbul komplikasi berupa hipoter


mia yangd i s e b a b k a n g a n g g u a n p a d a f u n g s i t e r m o r e g u l a s i d i
k u l i t s e h i n g g a k u l i t a k a n melepaskan panas tubuh secara spontan.
Untuk mencegah komplikasi tersebut perludilakukan pengaturan suhu lingkungan
sekitar pasien agar tetap hangat. Selain itu untuk mencegah penguapan panas tubuh yang
berlebihan dapat dimanfaatkan
wet dressings
.
2
Dietcukupprotein
Pada pasien eritroderma terjadi penggunaan protein yang berlebih
an karenat e r j a d i p e n i n g k a t a n p e m b e n t u k a n s k u a m a . K e h i l a n
g a n b a n ya k p r o t e i n i n i a k a n menyebabkan terjadinya
hipoalbuminemia. Karena itu asupan gizi yang cukup proteinsangat berguna
dalam proses terapi pasien eritroderma.
2
Menjagakelembabankulit
Pada pasien eritroderma kulit akan cenderung kering dan bersisik. Kulit
yangkering dan menjadi retak-retak berisiko untuk terjadi infeksi sekunder
yang bersifatlokal. Untuk itu diperlukan bahan yang dapat menjaga kelembaban kulit.
2
E m o l l i e n t m e r u p a k a n b a h a n ya n g m e l e m b u t k a n d a n m e l e m
b a b k a n k u l i t . Emollient merupakan bahan dasar untuk k osmetik
dan berfungsi untuk membatasihilangnya cairan. Ada lima kategori
emollient antara lain hidrokarbon, waxes, naturallipid poliester, ester, dan eter
dengan berat molekul rendah dan silikon.
2

Menghindarimenggaruk
Penggunaan antihistamin dapat diberikan pada pasien eritroderma
sebagaiterapi simtomatis terhadap rasa gatal. Sensasi gatal yang timbul
pada permukaan kulitmerupakan bagian dari alergi imunologi yang
disebabkan oleh histamin yakni padareseptor H1. Sehingga antihistamin H1 akan
menekan reseptor H1 akibatnya rasa gatalakan berkurang.
2
Mencegahinfeksisekunder
Antibiotik sistemik diperlukan bagi pasien yang terbukti mendapa
t infeksisekunder baik yang bersifat lokal maupun sistemik. Pemberian antibiotik
sistemik pada pasien yang tidak terbukti mengalami infeksi
sekunder juga memberikan keuntungankarena kolonisasi bakteri dapat
menyebabkan eksaserbasi eritroderma.

2
Mengurangiedema
Pada pasien eritroderma akan terjadi peningkatan pembentukan sk
uama.Pembentukan skuama ini memerlukan protein sebagai bahan dasar.
Akibatnya proteindi dalam tubuh menurun, terjadi hipoalbuminemia.
Albumin yang rendah di dalamdarah menyebabkan tekanan onkotik
menurun sehingga cairan intrasel akan
mengisi jaringan interstitiel (terjadi edema). Untuk mengurangi edema dapat
diberikan obat-obat diuretika.
2
Kortikosteroid sistemik
Kortikosteroid sistemik harus dihindari pada pasien eritro
d e r m a ya n g dicetuskan oleh psoriasis karena dapat menyebabkan
reborn flare
1
. Eritroderma
yangdisebabkan oleh psoriasis berespon baik metotrexat, cyclospo
rin, acitretin, danmycophenolat mofetil.
2
Kortikosteroid sistemik berguna untuk eritroderma yang dimediasi oleh
reaksihipersensitivitas obat, spongiotic dermatitis dan papuloerythroderma of
Ofuji.S e l a i n i t u k o r t i k o s t e r o i d s i s t e m i k d a p a t d i g u n a k a n s e b
a g a i t e r a p i e m p i r i s p a d a eritroderma yang tidak diketahui etiologinya.
Dosis kortikosteroid yang digunakanadalah 1-2mg/kg/hari dengan taper.

Methotrexate
Methotrexate adalah golongan antimetabolik yang awalnya ditujuk
an untuk pengobatan keganasan hematologi dan beberapa tumor epitel. Ke
mudian obat inidigunakan untuk mengobati penyakit yang tidak tergolong
penyakit keganasan sepertirheumatoid arthritis, asma, penyakit
graft versus host
, p s o r i a s i s , c u t a n e u s c e l l lymphoma dan sarcoidosis.
2
Cyclosporin
Cyclosporin adalah golongan obat imunosupresif. Selain digunakan
sebagaiobat transplantasi, cyclosporin juga digunakan pada psoriasis,
dermatitis atopik berat,kadang digunakan pada rheumatoid arthtritis.
2
Mycophenolatmofetil
Mycophenolat mofetil (MMF) termasuk dalam golongan obat
imunosupresif yang merupakan etil ester asam mycofenolic yang
dimetabolisme menjadi obat aktif mycofenolic acid (MPA).
1
Metabolit aktif MPA
telah digunakan sejak dulu untuk mengobati psoriasis rekalsitrans
yang berat. MMF efektif dan aman untuk pengobatan beberapa kelainan
kulit autoimun dan inflamasi termasuk pemfigus, pemfigoid, lupuseritemato
sus, dermatomiositis, pioderma gangrenosa, lichen planus, penyakit
graft versus host
, dermatitis actinic kronik dan cutaneus vaskulitis.
2
7.Komplikasi
Komplikasi sistemik erittroderma meliputi gangguan keseimbangan cairan
danelektrolit, gangguan termoregulator, infeksi, syok kardiogenik, sindrom
gawat napas,dekompensasi pada penyakit hati kronis, dan ginekomastia.
2
Cairan dan elektrolit hilang melalui kapiler-kapiler yang bocor akibatnya
terjadig a n g g u a n k e s e i m b a n g a n c a i r a n d a n e l e k t r o l i t . H i l a n g n
y a p r o t e i n p a d a p a s i e n eritroderma terjadi melalui pembentukan
skuama yang lebih dari normal dimana
pada pembentukan skuama meningkat hingga 20-30%.
2
Hilangnya protein yang signifikanmenyebabkan
negative nitrogen balance
(keseimbangan nitrogen negatif) yang dapatmenimbulkan edema dan
hipoalbuminemia.
2
Pada lesi akan mudah terbentuk kolonis asi bakteri yang akan
menimbulkanreaksi inflamasi, pecah-pecah, dan ekskoriasi pada kulit.
Pasien eritroderma akibatCTCL atau HIV-
AIDS sebagai penyakit yang mendasari akan lebih rentan terjadise
psis oleh bakteri stafilokokus.
2
KESIMPULAN
1.Eritroderma adalah suatu penyakit kulit
dengan
g a m b a r a n d e r m a t o l o g i s berupa eritema difusa dan skuama y
ang meliputi lebih dari 90% area permukaankulit.2 . D a s a r
terjadinya eritroderma adalah adanya
penyakit y a n g m e n d a s a r i . Penyakit yang mendasari
eritroderma ini bisa berupa penyakit yang terbatas padakulit ataupun penyakit
yang bersifat sistemik.3 . P r i n s i p pengobatan pasien
eritroderma antara lain manajemen
a w a l , menghindari faktor pencetus, mencegah hipotermia, diet cukup
protein, menjagakelembaban kulit pasien, menghindari menggaruk, mencegah infeksi
sekunder baik lokal maupun sistemik, mengurangi edema, penggunaan
kortikosteroid sistemik,methotrexate, cyclosporin, dan mycophenolat mofetil.
DAFTARPUSTAKA
1.William D James, Timothy G Berger, Dirk M Elston.
Exfoliative Dermatitis
.
Andrews Disease of The Skin Clinical Dermatology. 10
th
ed
. Canada: WBSaunders Company.2006:215-2162.Grant-
Kels JM, Bernstein ML, Rothe MJ. Exfoliative dermatitis. In:
Wolff K,Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffel DJ, eds.
Fitzpatricks Dermatology in General Medicine
,7
th
ed. Chicago: McGraw-Hill Company,2008: 225-32.