Anda di halaman 1dari 5

TEKS EDITORIAL

Nama Kelompok :

1. RIRI ARIKA PUTRI

2. RENI DESTRIANTI

3. RIO HARISANDY
Teks Editorial / Opini (Lengkap)

A. Pengertian Teks Editorial

Teks editorial adalah teks yang berisi pendapat pribadi seseorang terhadap suatu isu atau masalah
aktual. Isu tersebut meliputi masalah politik, sosial, atau pun masalah ekonomi yang memiliki hubungan
secara signifikan dengan politik.

Teks editorial/opini rutin ada di koran atau majalah. Pengungkapan teks ini harus dilengkapi dengan
bukti, fakta, maupun alasan yang logis agar pembaca atau pendengar bisa menerimanya.

B. Tujuan Teks Editorial / Opini

Mengajak pembaca untuk ikut berpikir dalam masalah (isu/topik) yang sedang hangat terjadi
dikehidupan sekitar. Memberikan pandangan kepada pembaca terhadap isu yang sedang berkembang.

Manfaat Teks Editorial atau Opini: Teks editorial memberi informasi kepada pembaca, untuk
merangsang pemikiran, dan terkadang mampu menggerakkan pembaca untuk bertindak.

C. Fungsi Teks Editorial /Opini

Fungsi tajuk rencana umumnya menjelaskan berita dan akibatnya pada masyarakat. Mengisi latar
belakang dari kaitan berita tersebut dengan kenyataan sosial dan faktor yang mempengaruhi dengan lebih
menyeluruh. Terkadang ada analisis kondisi yang berfungsi untuk mempersiapkan masyarakat akan
kemungkinan yang bisa terjadiMeneruskan penilaian moral mengenai berita tersebut.

Ciri-Ciri Teks Editorial atau Opini:

Tema tulisannya selalu hangat (sedang berkembang dibicarakan secara luas oleh masyarakat),

Aktual dan faktual,

Bersifat sistematis dan logis,

Tajuk rencana merupakan Opini atau pendapat yang bersifat argumentatif,

Menarik untuk dibaca karena penggunaan kalimatnya yang singkat,

Padat dan jelas.

D. Struktur teks editorial/opini:

1. Pernyataan pendapat (tesis)


Tesis merupakan bagian berisi sudut pandang penulis mengenai masalah yang dibahas.
Biasanya sebuah teori yang akan diperkuat oleh argumen.

2. Argumentasi

Merupakan alasan atau bukti yang digunakan guna memperkuat pernyataan dalam tesis,
walau secara umum argumentasi diartikan untuk menolak suatu pendapat. Argumen bisa
berbentuk pertanyaan umum atau data hasil penelitian, pernyataan para ahli, maupun fakta-fakta
berdasarkan referensi yang bisa dipercaya.

3. Penyataan/Penegasan ulang pendapat (Reorientasi)

Merupakan bagian berisi penegasan ulang pendapat yang didorong oleh fakta di bagian
argumentasi guna memperkuat/menegaskan. Ada di bagian akhir teks.

E. Kaidah kebahasaan teks editorial

1. Terdapat kalimat utama dalam setiap paragraf. Dalam setiap paragraf selalu ada kalimat utama.
Kalimat utama adalah kalimat yang mewakili gagasan utama. Contoh pada teks berjudul
Perekonomian Indonesia Memprihatinkan pada paragraf satu, saat ini kondisi perekonomian
Indonesia sedang masa memprihatinkan.

2. Menggunakan adverbial frekuensi. Adverbia frekuensi adalah kata keterangan yang menunjukkan
intensitas kegiatan, seperti sering, kadang-kadang, jarang, dan kerap. Contoh, Hal ini tentu seringkali
membuat pusing masyarakat.

3. Menggunakan konjungsi yang digunakan untuk menata argumentasi. Konjungsi ini menunjukkan
urutan dari sebuah peristiwa, seperti pertama, kedua, kemudian, dan berikutnya. Contohnya,
kemudian, tak lama setelah itu, imbas dari kenaikan BBM mulai terasa.

4. Menggunakan konjungsi untuk memperkuat argumentasi. Konjungsi ini menunjukkan tambahan


argumen dari argumen sebelumnya, seperti bahkan, juga, selain itu, dan lagi pula, dan justru.
Contohnya,Selain itu, cabai dan bawang pun ikut-ikutan naik.

5. Menggunakan konjungsi yang menyatakan harapan. Konjungsi ini terdiri dua bagian kalimat.
Kalimat yang pertama berisi pernyataan sedangkan kalimat kedua berisi tujuan atau harapan.
Contohnya, Pemerintah mencari strategi-strategi jitu untuk mengatasi masalah ekonomi agar ekonomi
Indonesia tidak semakin parah.

6. Menggunakan kata kerja material, relasional, dan mental.

Kata kerja material adalah kata kerja yang menunjukkan perbuatan fisik atau peristiwa,
seperti berlari, atau mencuci. Contohnya, Akibat kebijakan tersebut, masyarakat harus
membeli BBM lebih mahal.

Kata kerja relasional adalah kata kerja yang mengandung pengertian A adalah B. Kata kerja
ini biasanya digunakan untuk menjabarkan sebuah definisi. Contohnya, Ironi memang,
Indonesia adalah negara agraris, dan dahulu terkenal dengan swasembada beras, justru
bermasalah dengan harga beras. Selain itu, adapula kata kerja relasional atributif. Kata kerja
relasional atributif adalah kata kerja yang menyatakan milik. A memiliki B, contoh Budi
memiliki tiga buah mobil.

Kata kerja mental adalah kata kerja ini terdiri atas kata kerja yang menerangkan persepsi,
afeksi, kognisi.

Kata kerja persepsi adalah kata kerja yang berkaitan dengan pancaindera, contoh
melihat, mendengar, mencium. Contohnya, Pemerintah harus melihat kondisi
ekonomi masyarakat Indonesia secara real.

Kata kerja afeksi adalah kata kerja yang berkaitan dengan perasaan psikologis
seseorang,seperti marah, sedih, khawatir, dan senang. Contohnya, masyarakat
Indonesia khawatir dengan kondisi perekonomian Indonesia saat ini.

Kata kerja kognisi adalah kata kerja yang berkaitan dengan proses memahami
sesuatu, seperti berpikir, mengerti, dan memahami. Contohnya, Saya memahami
bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini dipengaruhi oleh merosotnya nilai
tukar rupiah.

7. Kaya akan kosakata.

Dalam teks editorial/opini biasanya banyak dijumpai kata-kata yang jarang digunakan
dalam keseharian, seperti dianalogikan, subsidi, imbas, dan kewirausahaan.

F. Contoh Teks Editorial/Opini

Perekonomian Indonesia Memprihatinkan

(1) Saat ini kondisi perekonomian Indonesia sedang masa memprihatinkan. Mungkin jika dapat
dianalogikan, kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang dalam keadaan lampu merah (warning).
Akibatnya kehidupan masyarakat kelas bawah yang pas-pasan semakin menjadi korban. Mereka
tidak kuasa menghadapi kenyataan ekonomi yang kian pahit saja.

(2) Di awali dengan mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) pada masa awal
pemerintahan baru. Akibat kebijakan tersebut, masyarakat harus membeli BBM lebih mahal.
Kemudian, tak lama setelah itu, imbas dari kenaikan BBM mulai terasa. Harga-harga bahan
makanan semakin melambung tinggi. Beras contohnya, harga beras yang notabene adalah
makanan pokok masyarakat Indonesia pada umumnya, harganya kian melambung. Kenaikannya
mencapai hingga 30 persen. Ironi memang, Indonesia adalah negara agraris, dan dahulu terkenal
dengan swasembada beras, justru bermasalah dengan harga beras.
Referensi:

http://www.materikelas.com/2016/01/teks-editorialopini-pengertian-struktur.html

http://www.bloggedewek.com/2016/01/contoh-teks-editorial-singkat-mudah.html