Anda di halaman 1dari 43

MAKALAH METODOLOGI PENELITIAN

COLLECTING DATA

DI SUSUN OLEH :

KELOMPOK A-1

1. Arwinda Hening P (141610101010)


2. Stefani Silvia Diany A (141610101021)
3. Dina Kurniasari (141610101022)
4. Novia Fisca Liliany (141610101042)
5. Devica Dwi Ratna P (141610101047)

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS NEGERI JEMBER

2017

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena
berkat rahmat dan ridho-Nya, akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas
makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas mengenai
Collecting Data. Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah sebagai salah
satu tugas kelompok dari Blok Metodelogi Penelitian.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis mengucapkan terima kasih
kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan makalah ini.
Dalam tugas yang telah diberikan, kami menyadari bahwa makalah
ini masih banyak kekurangan dan kesalahan dari pada yang diharapkan.
Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya
membangun bagi perbaikan pada makalah ini. Akhir kata kami mengucapkan
terima kasih.

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................... i

DAFTAR ISI...................................................................................ii

Bab 1. Pendahuluan

1.1 Latar belakang......................................................................... 4

1.2 Tujuan penulisan.......... 5

Bab 2. Pembahasan. 6

Kesimpulan ..................................................................................... 21

Daftar pustaka ................................................................................ 22

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pengumpulan data dilakukan setelah berbagai langkah penelitian sebelumnya


dirumuskan dengan baik. Kualitas data ditentukan oleh kualitas alat pengambil
data atau alat pengukurnya. Jika alat pengambil data dinilai cukup reliable dan
valid, data yang dihasilkan juga reliable dan valid.

Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat


digunakan oleh peneliti untuk pengumpulan data. Teknik dalam menunjuk suatu
kata yang abstrak dan tidak diwujudkan dalam benda, tetapi hanya dapat dilihat
penggunaannya melalui: angket, wawancara, pengamatan, ujian (tes),
dokumentasi, dan lain-lain. Peneliti dapat menggunakan salah satu atau gabungan
teknik tergantung dari masalah yang dihadapi atau yang diteliti. Dalam
prakteknya, pengumpulan data ada yang dilaksanakan melalui pendekatan
penelitian kuantitatif dan kualitatif.

Tulisan ilmiah yang baik adalah tulisan yang merupakan hasil


pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, dan membutuhkan
metode atau teknik sehingga memudah seorang peneliti dalam proses pembuatn
karya ilmiah berupa penelitian. Oleh karena itu penting bagi kami untuk
membahas secara dalam tentang bagaimana teknik dalam pengumpulan data baik
kuntitatif maupun kualitatif termasuk bagaiman teknik pengambilan sampel.

1.2 TUJUAN

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Metode Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian pengumpulan data
adalah proses, cara, perbuatan mengumpulkan, atau menghimpun data. Metode
pengumpulan data ialah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti
untuk menghimpun data. Metode (cara atau teknik) menunjuk suatu kata yang
abstrak dan tidak diwujudkan dalam benda, tetapi hanya dapat dilihat
penggunaannya melalui: angket, wawancara, pengamatan, ujian (tes),
dokumentasi dan lainya. Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh
informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Tujuan yang
diungkapkan dalam bentuk hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap
pertanyaan penelitian. Jawaban itu masih perlu diuji secara empiris, dan untuk
maksud inilah dibutuhkan pengumpulan data (Arikunto, 2000).
Sedangkan instrumen adalah alat yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu
(seperti alat yang dipakai oleh pekerja teknik, alat-alat kedokteran, optik, dan
kimia), perkakas, sarana penelitian (berupa seperangkat tes dan sebagainya) untuk
mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan.
Menurut Suharsimi Arikunto, instrumen pengumpulan data adalah alat
bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan
data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya (Hajar,
1996).
Ibnu Hadjar berpendapat bahwa instrumen merupakan alat ukur yang
digunakan untuk mendapatkan informasi kuantitatif tentang variasi karakteristik
variabel secara objektif (Heriyanto dan Sandjaya, 2006)
Sementara itu, Sumadi Suryabrata menyatakan bahwa instrumen penelitian
adalah alat yang digunakan untuk merekam-pada umumnya secara kuantitatif-
keadaan dan aktivitas atribut-atribut psikologis. Atibut-atribut psikologis itu
secara teknis biasanya digolongkan menjadi atribut kognitif dan atribut non

5
kognitif. Sumadi mengemukakan bahwa untuk atribut kognitif, perangsangnya
adalah pertanyaan. Sedangkan untuk atribut non-kognitif, perangsangnya adalah
pernyataan (Kaelan, 2010).
Dari uraian beberapa pakar di atas, dapat diambil suatu generalisasi bahwa
metode pengumpulan data dan instrumennya adalah teknik dan alat bantu yang
digunakan dalam sebuah research untuk mengumpulkan aneka ragam informasi
yang diolah secara kuantitatif atau kualitatif kemudian disusun secara sistematis.

2.2 Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam
proses penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.
Teknik pengumpulan data yang diperlukan disini adalah teknik pengumpulan data
mana yang paling tepat, sehingga benar-benar didapat data yang valid dan
reliable.
Dalam suatu penelitian, langkah pengumpulan data adalah satu tahap yang
sangat menentukan terhadap proses dan hasil penelitian yang akan dilaksanakan
tersebut. Kesalahan dalam melaksanakan pengumpulan data dalam satu penelitian,
akan berakibat langsung terhadap proses dan hasil suatu penelitian.
Kegiatan pengumpulan data pada prinsipnya merupakan kegiatan
penggunaan metode dan instrumen yang telah ditentukan dan diuji validitas dan
reliabilitasnya. Secara sederhana, pengumpulan data diartikan sebagai proses atau
kegiatan yang dilakukan peneliti untuk mengungkap atau menjaring berbagai
fenomena, informasi atau kondisi lokasi penelitian sesuai dengan lingkup
penelitian. Dalam prakteknya, pengumpulan data ada yang dilaksanakan melalui
pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Dengan kondisi tersebut,
pengertian pengumpulan data diartikan juga sebagai proses yang menggambarkan
proses pengumpulan data yang dilaksanakan dalam penelitian kuantitatif dan
penelitian kualitatif. Pengumpulan data, dapat dimaknai juga sebagai kegiatan
peneliti dalam upaya mengumpulkan sejumlah data lapangan yang diperlukan
untuk menjawab pertanyaan penelitian (untuk penelitian kualitatif), atau menguji
hipotesis (untuk penelitian kuantitatif).

6
Teknik pengumpulan data sangat ditentukan oleh metodologi penelitian,
apakah kuantitatif atau kualitatif. Dalam penelitian kualitatif dikenal teknik
pengumpulan data: observasi, focus group discussion (FGD), wawancara
mendalam (indent interview), dan studi kasus (case study). Sedangkan dalam
penelitian kuantitatif dikenal teknik pengumpulan data: angket (questionnaire),
wawancara, dan dokumentasi.
Beberapa teknik pengumpulan data secara umum:
1. Observasi (pengamatan)
Nasution (1998) menyatakan bahwa, observasi adalah dasar semua ilmu
pengetahuan. Para ilmuwan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta
mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi. Mursall (1999)
menyatakan bahwa through observation, the researcher learn about behavior
and the meaning attached to those behavior melalui observasi, peneliti belajar
tentang perilaku, dan makna dari perilaku tersebut.
Sanafiah Faisal (1990) membedakan observasi menjadi observasi
berpartisifasi (participant observastion), Observasi secara terang-terangan dan
tersamar (overt observastion and covert observastion), observasi yang tak
berstruktur (unstructured observation), masing-masing tipe dan jenis observasi
tersebut digunakan sesuai dengan karakteristik objek material sumber data
penelitian.
a. Observasi Partisipatif (participant observastion).
Observasi partisipatif merupakan seperangkat strategi dalam penelitian yang
tujuannya adalah untuk mendapatkan data yang lengkap. Hal ini dilakukan dengan
mengembangkan keakraban yang dekat dan mendalam dengan satu kelompok
orang dilingkungan alamiah mereka. Dalam penelitian ini peneliti menetapkan
sejumlah tujuan dan menempatkan dirinya sebagai bagian dari objek yang sedang
di telitinya.
Susan Stainback (1998), menyatakan bahwa in participant observation, the
researcher observes what people do, listen to what they say, and participates in
their activities. Dalam observasi partisipatif, peneliti mengamati apa yang

7
dikerjakan orang, mendengarkan apa yang mereka ucapkan, dan berpartisipasi
dalam aktivitas mereka.1[7]
Dalam observasi partisipatif terdapat beberapa kategori peran partisipan yang
terjadi di lapangan penelitian kualitatif. Menurut Junker terdapat beberapa macam
kategori peran partisipan dilapangan yaitu:
1) Peran serta lengkap, yaitu peran pengamat dalam hubungan ini menjadi
anggota penuh dari yang diamati. Pengamat akan memperoleh informasi tentang
apapun dari yang diamati, termasuk yang barang kali yang dirahasiakan.
2) Peran serta sebagai pengamat, yaitu peneliti dalam hubungan ini berperan
sebagai pengamat (ply on the wall). Statusnya sebagai anggota dalam hubungan
ini sebenarnya hanya sebatas pura-pura saja, sehingga tidak melebur secara fisik
maupun psikis dalam pengertian yang sesungguhnya.
3) Pengamat sebagai pemeran serta, dalam hubungan ini peneliti sebagai
pengamat ikut melakukan apa yang di lakukan oleh nara sumber sebagai yang
teramati meskipun belum sepenuhnya.
4) Pengamat penuh, dalam hubungan ini kedudukan pengamat dan yang diamati
terpisah, informasi diteruskan satu arah saja, sehingga subjek tidak merasa
diamati.2[8]

b. Observasi Terus Terang atau Tersamar


Pada uraian di atas telah dijelaskan bahwa ciri penelitian kualitatif diantaranya
adalah untuk menemukan dan mengungkap fakta yang ada di lapangan secara
alamiah (natural setting). Konsekuensinya peneliti harus secara cermat dan
bijaksana menerapkan teknik pengumpulan data di lapangan pada nara sumber,
agar benar-benar data diperolehnya bersifat alamiah.

8
Oleh karena itu dalam observasi peneliti dalam pengumpulan data menyatakan
terus terang kepada sumber data (kepada masyarakat yang ditelitinya, bahwa
peneliti sedang melakukan observasi dalam penelitian.3[9] Pada tipe ini semua
proses yang dilakukan oleh peneliti diketahui semuanya oleh orang yang diteliti.
Tapi dalam suatu saat peneliti tidak terus terang atau tersamar dalam observasi,
hal ini untuk menghindari kalau suatu data yang dicari merupakan data yang
masih dirahasiakan. Kemungkinan kalau dilakukan dengan terus terang, maka
peneliti tidak akan diijinkan untuk melakukan observasi.4[10]
c. Observasi Tak Berstruktur
Dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan tidak terstruktur, karena fokus
penelitian belum jelas. Fokus observasi akan berkembang selama kegiatan
observasi berlangsung. Kalau masalah penelitian sudah jelas seperti dalam
penelitian kuantitatif, maka observasi dapat dilakukan secara berstruktur dengan
menggunakan pedoman observasi.
Observasi tidak terstruktur adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara
sistematis tentang apa yang akan di observasi. Hal ini dikarenakan peneliti tidak
tahu secara pasti tentang apa yang akan diamati. Dalam melaksanakan penelitian
tidak menggunakan instrumen yang telah baku, tapi hanya berupa rambu-rambu
pengamatan.5[11]
Selanjutnya Spradley (1980) mengatakan dalam penelitian kualitatif memiliki
tahapan dan objek yang observasi. Tahapan observasi, yaitu; Observasi deskriftif,
Observasi terfokus, dan Observasi terseleksi. Dan objek yang diobservasi adalah
ruang (tempat), pelaku (aktor) dan kegiatan (aktivitas).6[12]

9
Dari ketiga objek tersebut dapat dikembangkan lagi menjadi beberapa item pokok,
yaitu; Ruang (tempat) dalam aspek fisiknya; Pelaku yaitu semua orang yang
terlibat dalam situasi; Kegiatan, yaitu apa yang dilakukan orang dalam situasi itu;
Objek, yaitu benda-benda yang terdapat di tempat itu; Perbuatan, yaitu tindakan-
tindakan tertentu; Kejadian atau peristiwa, yaitu rangkaian kegiatan; Waktu, yaitu
menyangkut urutan kegiatan, tujuan, yaitu apa yang ingin dicapai dan emosi;
Perasaan yang dirasakan dan dinyatakan.7[13]

2. Questioner (Kuesioner/Angket)
Questioner disebut pula angket atau self administrated questioner adalah teknik
pengumpulan data dengan cara mengirimkan suatu daftar pertanyaan kepada
responden untuk diisi.8[14]
Berdasarkan cara menyusun petanyaan dalam teknik questioner ini dibagi menjadi
dua:
a. Kuesioner terbuka (Opene and Items)
Adalah suatu kuesioner dimana pertanyaan-pertanyaan yang dituliskan tidak
disediakan jawaban pilihan sehingga responden dapat bebas/terbuka luas untuk
menjawabnya sesuai dengan pendapat/pandangan dan pengetahuannya.
Kelebihan kuesioner terbuka; 1) Menyusun pertanyaan sangat mudah, 2)
Memberikan kebebasan kepada responden untuk menjawab dan mencurahkan isi
hati dan pemikirannya.
Kelemahan kusioner terbuka; 1) Untuk peneliti sangat sulit mengolah dan
mengelompokkan jawaban karena sangat bervariasinya jawaban yang diberikan
oleh responden, 2) Pengolahan jawaban memakan waktu yang lama, satu dan lain

10
hal peneliti harus membaca satu persatu, 3) Untuk peneliti mungkin menimbulkan
rasa bosan karena tulisannya sulit dibaca, kalimat tidak jelas dari jawaban yang
diberikan oleh responden, 4) Rasa malas akan timbul pada responden yangtidak
mempunyai banyak waktu luang untuk menjawab.
b. Koesioner tertutup (Closed and Items)
Adalah suatu kuesioner dimana pertanyaan-pertanyaan yang dituliskan telah
disediakan jawaban pilihan, sehingga responden tinggal memilih salah satu dari
jawaban yang telah disediakan.
Kelebihan kuesioner tertutup; 1) Untuk peneliti, mudah mengolah jawaban
yang masuk, 2) Untuk peneliti, waktu yang dimanfaatkan dalam pengelompokkan
jawaban menjadi singkat karena dapat memanfaatkan bantuan enumerator, 3)
Untuk responden, mudah memilih jawaban, 4) Untuk responden, dalam mengisi
jawaban mmerlukan waktu singkat.
Kelemahan kuestioner tertutup; 1) Untuk peneliti, dalam penyusunan
pertanyaan perlu berhati-hati agar tidak ditafsirkan lain (berarti ganda), 2) Untuk
responden, kebebasan menjawab merasa dibatasi.

3. Interview (Wawancara)
Wawancara adalah suatu tanya jawab secara tatap muka yang dilaksanakan
oleh pewawancara dengan orang yang diwawancarai untuk memperoleh informasi
yang dibutuhkan.9[15]
Esterberg (2002) mendefinisikan interview sebagai berikut: a meeting of
two persons to exchange information and idea through question and responses,
resulting in-communication and joint construction of meaning about a particular
topic. Wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar

11
informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna
dalam topik tertentu.10[16]
Menurut Mishler (1986:82), ia mengungkapkan tentang wawancara
lapangan adalah The field interview is a joint production of researcher and a
member. Member are active participant whose insights, feelings, and cooperation
are essential part of a discussion process that reveals subjective meanings. The
interviewer's presence and from of involvement how she or he listens, attends,
encourages, interrupts, digresses, initiates topics, and terminates responses-is
integral to the respondent's account.11[17] Wawancara lapangan adalah
produksi bersama peneliti dan anggota. Anggota yang peserta aktif yang
wawasan, perasaan, dan kerjasama merupakan bagian penting dari proses diskusi
yang mengungkapkan makna subjektif. Kehadiran pewawancara dan dari
keterlibatan bagaimana dia mendengarkan, menghadiri, mendorong, menyela,
digresses, memulai topik, dan berakhir tanggapan-merupakan bagian integral akun
responden.
a. Macam-macam Interview/wawancara.
Esterberg (2002) mengemukakan beberapa macam wawancara, yaitu;
Wawancara terstruktur (structured interview); Wawancara semiterstruktur
(semistructure Interview); Wawancara tak berstruktur (unstructured
Interview).12[18]
b. Langkah-langkah wawancara.
Lincoln dan Guba dalam Sanapiah Faisal, mengemukakan ada tujuh langkah
dalam penggunaan wawancara untuk mengumpulkan data dalam penelitian
kualitatif, yaitu:

12
1) Menetapkan kepada siapa wawancara itu akan dilakukan.
2) Menyimpan pokok-pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan.
3) Mengawali atau membuka alur wawancara.
4) Mengkonfirmasikan ikhtisar hasil wawancara dan mengakhirinya.
5) Menuliskan hasil wawancara ke dalam catatan lapangan.
6) Mengidentifikasikan tindak lanjut hasil wawancara yang telah diperoleh.13[19]
c. Isi wawancara
Beberapa jenis yang dapat dinyatakan dalam wawancara adalah:
1) Pengalaman dan perbuatan responden, yaitu apa yang telah dikerjakannya atau
yang lazim dikerjakannya.
2) Pendapat, pandangan, tanggapan, tafsiran atau perkiraanya tentang sesuatu.
3) Perasaan, respons emosional, apakah ia merasa cemas, takut, senang,
gembira,curiga, jengkel dan sebagainya tentang sesuatu..
4) Pengetahuan, fakta-fakta, apa yang diketahuinya tentang sesuatu..
5) Penginderaan, apa yang dilihat, didengar, dirabah, dikecap atau diciumnya,
diuraikan secara deskriptif.
6) Latar belakang pendidikan, pekerjaan, daerah asal, tempat tinggal, keluarga dan
sebagainya.14[20]
Beberapa aspek di atas dipersiapkan agar dapat mengantisipasi kekosongan
terhadap sesuatu yang hendak ditanyakan. Materi pertanyaan dapat
melingkupidimensi waktu, seperti tentang apa-apa yang dikerjakan responden di
masa lampau, sekarang dan akan datang. Dan pada intinya pertanyaan-pertanyaan
yang dirumuskan harus berpedoman pada arah penelitian atau harus sesuai dengan
tujuan penelitian.
d. Alat-alat wawancara

13
1) Buku catatan: berfungsi untuk mencatat semua pembicaraan atau percakapan
dengan sumber data, sekarang sudah banyak komputer-komputer kecil, notebook
yang dapat digunakan untuk mencatat hasil pembicaraan.
2) Tape recorder: berfungsi untuk merekam semua percakapan atau pembicaraan.
Penggunaan tape recorder dalam wawancara perlu memberi tahu kepada informan
boleh atau tidak.
3) Kamera: untuk memotret kalau peneliti sedang melakukan pembicaraan dengan
informan/sumber data. Dengan adanya foto-foto ini dapat meningkatkan
keabsahan dan penelitian akan lebih terjamin, karena peneliti betul-betul
melakukan pengumpulan data.15[21]

4. Document (Dokumen)
Dokumen adalah merupakan catatan peristiwa yang telah lalu. Dokumen
dapat berbentuk tulisan, gambar, atau karya menumental dari seseorang lainnya.
Dokumen yang berbentuk tulisan, misalnya catatan harian, sejarah kehidupan (life
histories), cerita, biografi, peraturan, kebijakan. Dokumen yang berbentuk
gambar, misalnya foto, gambar hidup, sketsa, film, video, CD, DVD, cassete, dan
lain-lain. Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni, karya lukis, patung
naskah, tulisan, prasasti dan lain sebagainya.16[22]
Secara interpretatif dapat diartikan bahwa dokumen merupakan rekaman
kejadian masa lalu yang ditulis atau dicetak, dapat merupakan catatan anekdotal,
surat, buku harian dan dokumen-dokumen. Dokumen kantor termasuk lembaran
internal, komunikasi bagi publik yang beragam, file siswa dan pegawai, diskripsi
program dan data statistik pengajaran.17[23] Nasution menjelaskan bahwa: ada

14
sumber yang non manusia (non human resources), antara lain adalah dokumen,
foto dan bahan statistik.18[24]
Dokumen digunakan dalam penelitian sebagai sumber data sekunder
manakala dokumen tersebut memiliki nilai. Menurut Wang dan Soergel (1998),
nilai kegunaan dokumen dapat dilihat dari beberapa hal sebagai berikut:
a. Evistemic values, yaitu suatu dokumen keberadaannya sangat berguna bagi
pemenuhan kebutuhan akan pengetahuan atau informasi yang tidak/belum
diketahui. Nilai evistemic merupakan prasyarat bagi semua dokumen.
b. Functional values, yaitu suatu dokumen yang keberadaannya sangat berguna
karena memberi konstribusi pada penelitian yang dilakukan. Dokumen akan
berguna karena berisi teori, data pendukung empiris, atau metodologi.
c. Conditional values, yaitu suatu dokumen sangat berguna apabila muncul
beberapa kondisi atau syarat terpenuhi, atau terdapat dokumen lain yang dapat
memperkuat dokumen tersebut.
d. Social values, yaitu suatu dokumen keberadaannya sangat berguna dalam
hubungan dengan kelompok atau individu. Seperti berhubungan dengan guru,
tokoh masyarakat, kiyai, ulama, atau tokoh lainnya.19[25]

Jadi hasil penelitian dari observasi atau wawancara, akan dapat dipercaya
kalau didukung oleh sejarah pribadi kehidupan dimasa kecil, di sekolah, di tempat
kerja, di masyarakat, dan autobiografi. Hasil penelitian juga akan lebih kredibel
apabila didukung oleh foto-foto atau karya tulis akademik dan seni yang telah ada.
Selanjutnya perlu diperhatikan bahwa tidak semua dokumen memiliki
kredibel yang tinggi, misalnya terdapat berbagai foto yang tidak mencerminkan
aslinya, karena foto dibuat untuk kepentingan tertentu. Begitu pula autoboigrafi
yang di tulis untuk dirinya sendiri.

15
C. Instrumen Penelitian Untuk Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif
1. Instrumen Penelitian Kualitatif
Dalam penelitian kualitatif instrumen terpenting adalah peneliti itu sendiri.
Peneliti mungkin menggunakan alat-alat bantu untuk mengumpulkan data seperti
tape recorder, video kaset, atau kamera. Tetapi kegunaan atau pemanfaatan alat-
alat ini sangat tergantung pada peneliti itu sendiri. Oleh karena dalam penelitian
kualitatif yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri,
maka peneliti harus divalidasi. Validasi terhadap peneliti, meliputi; pemahaman
metode penelitian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti,
kesiapan peneliti untuk memasuki objek penelitian -baik secara akademik maupun
logiknya.
Peneliti kualitatif sebagai human instrumen berfungsi menetapkan fokus
penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data,
menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan
atas temuannya (Sugiono,2009:306).
Peneliti sebagai instrumen atau alat penelitian karena mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut:
a. Peneliti sebagai alat peka dan dapat bereaksi terhadap segala stimulus dari
lingkungan yang harus diperkirakannya bermakna atau tidak bagi penelitian.
b. Peneliti sebagai alat dapat menyesuaikan diri terhadap semua aspek keadaan
dan dapat mengumpulkan aneka ragam data sekaligus.
c. Tiap situasi merupakan keseluruhan artinya tidak ada suatu instrumen berupa
test atau angket yng dapat menangkap keseluruhan situasi kecuali manusia.
d. Suatu situasi yang melibatkan interaksi manusia tidak dapat dipahami dengan
pengetahuan semata dan untuk memahaminya, kita perlu sering merasakannya,
menyelaminya berdasarkan pengetahuan kita.
e. Peneliti sebagai instrumen dapat segera menganalisis data yang diperoleh. Ia
dapat menafsirkannya, melahirkan hipotesis dengan segera untuk menentukan
arah pengamatan, untuk mentest hipotesis yang timbul seketika.

16
f. Hanya manusia sebagai instrumen dapat mengambil kesimpulan berdasarkan
data yang dikumpulkan pada suatu saat dan menggunakan segera sebagai balikan
untuk memperoleh penegasan, perubahan, perbaikan atau perlakuan.20[26]
Peneliti sebagai instrumen (disebut "Paricipant-Observer") di samping memiliki
kelebihan-kelebihan, juga mengandung beberapa kelemahan. Kelebihannya antara
lain:
a. Peneliti dapat langsung melihat, merasakan, dan mengalami apa yang terjadi
pada subjek yang ditelitinya. Dengan demikian, peneliti akan lambat laut
"memahami" makna-makna apa saja yang tersembunyi di balik realita yang kasat
mata (verstehen). Ini adalah salah satu tujuan yang hendak dicapai melalui
penelitian kualitatif.
b. Peneliti akan mampu menentukan kapan penyimpulan data telah mencukupi,
data telah jenuh, dan penelitian dihentikan. Dalam penelitian kualitatif,
pengumpulan data tidak dibatasi oleh instrumen (misalnya kuesioner) yang
sengaja membatasi penelitian pada variabel-variabel tertentu saja.
c. Peneliti dapat langsung melakukan pengumpulan data, menganalisanya,
melakukan refleksi secara terus menerus, dan secara gradual "membangun"
pemahaman yang tuntas tentang sesuatu hal. Ingat, dalam penelitian kualitatif,
peneliti memang "mengkonstruksi" realitas yang tersembunyi di dalam
masyarakat.
Sementara beberapa kelemahan peneliti sebagai instrumen adalah:
a. Tidak mudah menjaga obyektivitas dan netralitas peneliti sebagai peneliti.
Keterlibatan subjek memang bagus dalam penelitian kualitatif, tetapi jika tidak
hati-hati, peneliti akan secara tidak sadar mencampuradukkan antara data
lapangan hasil observasi dengan pikiran-pikirannya sendiri.
b. Pengumpulan data dengan cara menggunakan peneliti sebagai instrumen
utama ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan peneliti dalam menulis,
menganalisis, dan melaporkan hasil penelitian. Peneliti juga harus memiliki

17
sensitifitas/kepekaan dan "insight" (wawasan) untuk menangkap simbol-simbol
dan makna-makna yang tersembunyi. Lyotard (1989) mengatakan "lantaran
pengalaman belajar ini sifatnya sangat pribadi, peneliti seringkali mengalami
kesulitan untuk mengungkapkannya dalam bentuk tertulis".
c. Peneliti harus memiliki cukup kesabaran untuk mengikuti dan mencatat
perubahan-perubahan yang terjadi pada subjek yang ditelitinya. Dalam penelitian
kuantitatif, penelitian dianggap selesai jika kesimpulan telah diambil dan hipotesis
telah diketahui statusnya, diterima atau ditolak. Tetapi peneliti kualitatif harus
siap dengan hasil penelitian yang bersifat plural (beragam), sering tidak terduga
sebelumnya, dan sulit ditentukan kapan selesainya. Ancar-ancar waktu tentu bisa
dibuat, tetapi ketepatan jadwal (waktu) dalam penelitian kualitatif tidak mungkin
dicapai seperti dalam penelitian kuantitatif.
Menurut (Ulfatin, 2014:188) penelitian kualitatif dalam pengumpulan
datanya, instrumen yang dapat digunakan antara lain:
a. Instrumen Wawancara
Instrumen wawancara digunakan dalam penelitian kualitatif karena dapat
mengungkap informasi lintas waktu, yaitu berkaitan dengan dengan masa lampau,
masa sekarang, dan masa yang akan datang. Dan data yang dihasilkan
dariwawancara bersifat terbuka, menyeluruh, dan tidak terbatas, sehingga mampu
membentuk informasi yang utuh dan menyuluruh dalam mengungkap penelian
kualitatif.
b. Instrumen Observasi atau Pengamatan
Instrumen observasi digunakan dalam penelitian kualitatif sebagai
pelengkap dari teknik wawancara yang telah dilakukan. Observasi dalam
penelitian kualitatis digunakan untuk melihat dan mengamati secara langsung
objek penelitian, sehingga peneliti mampu mencatat dan menghimpun data yang
diperlukan untuk mengungkap penelitian yang dilakukan. Observasi dalam
penelitian kualitatif peneliti harus memahami terlebih dahulu variasi pengamatan
dan peran-peran yang dilakukan peneliti.
c. Instrumen Dokumen

18
Dokumen dalam penelitian kualitatif digunakan sebagai penyempurna dari
data wawancara dan observasi yang telah dilakukan. Dokumen dalam penelitian
kualitatif dapat berupa tulisan, gambar, atau karya monumental dari obyek yang
diteliti.

2. Instrumen Penelitian Kuantitatif


Jika dalam penelitian kualitatif, instrumen penelitian adalah penelitinya
sendiri, maka dalam penelitian kuantitatif, instrumen harus dibuat dan menjadi
perangkat yang "independent" dari peneliti. Peneliti harus mampu membuat
instrumen sebagus mungkin, apapun instrumen itu.
Pada umumnya instrument penelitian dalam penelitian kuantitatif terbagi
dua yakni tes dan non tes. Tes sebagai instrument penelitian adalah suatu alat
yang berisi serangkaian soal-soal yang harus dijawab oleh responden untuk
mengukur suatu aspek tertentu, sesuai dengan tujuan penelitian. Selain tes,
terdapat instrumen berupa non tes, seperti skala sikap atau daftar pernyataan untuk
digunakan bagi peneliti yang menggunakan teknik pengumpulan data jenis
angket, pedoman wawancara untuk peneliti yang menggunakan teknik interview
atau wawancara, pedoman observasi untuk peneliti yang menggunakan teknik
observasi, dan lainnya.
Skala bertingkat (ratings) adalah suatu ukuran subyektif yang dibuat
berskala. Walaupun skala bertingkat ini menghasilkan data yang kasar, tetapi
cukup memberikan informasi tertentu tentang program atau orang. Intrumen ini
dapat dengan mudah menberikan gambaran penampilan, terutama panampilan di
dalam orang menjalankan tugas, yang menunjukan frekuensi munculnya sifat-
sifat. Pedoman wawancara berisi sebuah daftar pertanyaan yang mungkin akan
diajukan kepada responden. Sedangkan pedoman observasi berisi sebuah daftar
jenis kegiatan yang mungkin timbul dan akan diamati.

19
Penelitian kuantitatif dalam mengambil data menggunakan instrumen yang
berupa:

a. Instrumen Tes dan Inventori


Tes dan inventori digunakan untuk pengambilan data penelitian kuantitatif
karena instrumen tes untuk mengukur kemampuan seseorang dalam bidang
tertentu, seperti bakat matematika, bakat musik, kemampuan bahasa dan
sebagainya. Sedangkan inventori untuk mengetahui karakteristik (psikologis)
tertentu dari individu. Dari kedua instrumen ini data yang terkumpul berupa
angka-angka yang nantinya akan diuji dengan statistik untuk menentukan tujuan
dari penelitian.
b. Instrumen Angket atau Kuesioner
Angket atau kuesioner digunakan dalam penelitian kuantitatif, untuk
menjaring data yang sifatnya informatif dan faktual. Misalnya data tentang tingkat
pendidikan, umur, penilaian terhadap kepribadian dan sebagainya. Jenis data
untuk angket atau kuesioner berupa angka-angka, kemudian akan diolah dengan
bantuan software statistik untuk mengetahui hasil datanya. Angket atau kuesoner
dalam pengambilan data, sebelumnya harus sudah tentukan dan sudah diuji coba
terlebih dahulu.
c. Instrumen Lembar Observasi
Lembar observasi digunakan dalam pengambilan data penelitian kuantitatif
haruslah disusun terlebih dahulu dan diuji coba, serta digunakan dalam
pengambilan data yang berupa angka-angka.
d. Instrumen Dokumen
Dokumen digunakan dalam pengambilan data penelitian kuantitatif sebagai
pengambilan data atau rekapan data yang terdiri dari data nilai yang berupa angka
dan bisa diseleksi dengan menggunakan statistik.

20
BAB III

KESIMPULAN

21
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. 2000. Manajemen Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.

22
Esten, Mursal. 1999. Kajian Transformasi Budaya. Bandung: Angkasa.

Faisal, S. 1990. Penelitian Kualitatif: Dasar-dasar Aplikasi, Yayasan Asih Asah


Asuh Malang (YA3 Malang) Edisi I Cetakan I.

Hajar, I. 1996. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif Dalam Pendidikan.


Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Heriyanto, A dan Sandjaja. 2006. Metode Penelitian. Jakarta : Prestasi Pustaka.

Nasution. 1998. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.

23
Makalah

DATA SEKUNDER DAN DATA PRIMER

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Koleksi data merupakan tahapan dalam proses penelitian yang penting, karena
hanya dengan mendapatkan data yang tepat maka proses penelitian akan
berlangsung sampai peneliti mendapatkan jawaban dari perumusan masalah yang
sudah ditetapkan. Data yang kita cari harus sesuai dengan tujuan penelitian.
Dengan teknik sampling yang benar, kita sudah mendapatkan strategi dan
prosedur yang akan kita gunakan dalam mencari data di lapangan. Pada bagian
ini, kita akan membahas jenis data apa saja yang dapat kita pergunakan untuk
penelitian kita. Yang pertama ialah data sekunder dan yang kedua ialah data
primer.

Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari
dan mengumpulkan; sedang data primer adalah data yang hanya dapat kita peroleh
dari sumber asli atau pertama. Jika data sekunder dapat kita peroleh dengan lebih
mudah dan cepat karena sudah tersedia, misalnya di perpustakaan, perusahaan-
perusahaan, organisasi-organisasi perdagangan, biro pusat statistik, dan kantor-
kantor pemerintah; maka data primer harus secara langsung kita ambil dari
sumber aslinya, melalui nara sumber yang tepat dan yang kita jadikan responden
dalam penelitian kita.

1.2 Tujuan

Meski data sekunder secara fisik sudah tersedia dalam mencari data tersebut kita
tidak boleh lakukan secara sembarangan. Untuk mendapatkan data yang tepat dan
sesuai dengan tujuan penelitian, kita memerlukan beberapa pertimbangan,
diantaranya sebagai berikut:

a. Jenis data harus sesuai dengan tujuan penelitian yang sudah kita tentukan
sebelumnya.

b. Data sekunder yang dibutuhkan bukan menekankan pada jumlah tetapi pada
kualitas dan kesesuaian; oleh karena itu peneliti harus selektif dan hati-hati dalam
memilih dan menggunakannya.

24
c. Data sekunder biasanya digunakan sebagai pendukung data primer; oleh
karena itu kadang-kadang kita tidak dapat hanya menggunakan data sekunder
sebagai satu-satunya sumber informasi untuk menyelesaikan masalah penelitian
kita.

Pengumpulan data merupakan salah satu tahapan penting dalam kegiatan


penelitian dan dilakukan setelah peneliti selesai membuat desain penelitian sesuai
dengan masalah yang akan diteliti. Pengambilan data primer dalam survei
menggunakan kuesioner. Secara teori proses pengambilan data memegang
peranan penting dalam menentukan validitas hasil penelitian. Oleh karena itu,
dalam teori validitas, hasil riset tidak akan mempunyai validitas tinggi, jika
peneliti melakukan kesalahan dalam pengambilan data yang secara tekni disebut
data collection error. Kesalahan dalam pengambilan data primer akan berakibat
secara langsung dalam hasil analisa yang tidak sesuai dengan masalah yang akan
dijawab sehingga hasil studi akan menghasilkan kesimpulan yang salah.

Pengambilan data yang dilakukan secara online mengikuti kaidah dan aturan
sesuai dengan penelitian secara tradisional. Perbedaan pokok ialah sarana dan cara
penyampaian kepada responden serta cara mendapatkan responden. Sarana
pengambilan data dilakukan dengan menggunakan komputer yang tersambung
dengan Internet atau disebut Computer Assisted Data Collection (CADAC), cara
pengambilan data dengan menggunakan email dan / atau web site dan cara
mendapatkan responden didasarkan pada alamat email pengguna Internet.Data
primer mempunyai pengertian bahwa data atau informasi tersebut diperoleh dari
sumber pertama, yang secara teknis dalam penelitian disebut responden. Data
primer dapat berupa data-data yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif.
Perbedaan utama dalam pencarian data primer yang diambil secara online ialah
data primer di Internet tidak terbatas oleh faktor-faktor geografis sebagaimana
data primer yang diambil secara langsung dalam penelitian lapangan. Karena sifat
Internet yang mengglobal, maka peneliti akan mendapatkan dua hal yang bertolak
belakang secara sekaligus, yaitu keuntungan dan kelemahan sifat tersebut
berkaitan dengan cara mengambil data di Internet. Keuntungannya ialah peneliti
akan dapat melakukan pengumpulan data secara cepat, murah dan mendapatkan
banyak pilihan calon responden; sedang kelemahannya ialah jika tidak
menggunakan teknik sampling yang benar, maka responden yang diperoleh tidak
akan sesuai dengan apa yang diinginkan atau tidak sesuai dengan masalah yang
sedang dikaji. Persoalan kedua menyangkut pengguna email di Internet pada
umumnya tidak memberikan data pribadinya sesuai dengan kondisi sebenarnya.

1.3 Metode Penulisan

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

25
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Tujuan

1.3 Metode Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Prosedur Pengumpulan Data

2.2 Sumber Data

2.2.1 Data Sekunder (Secindary Data)

2.2.2 Data Primer (Primary Data)

BAB III PENUTUP

Kesimpulan

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Prosedur Pengumpulan Data

Prosedur pengumpulan data antara lain adalah dengan cara :

1. Wawancara atau interiviu adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh


pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari
terwawancara.
2. Kuesioner atau angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan
untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang
pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Dipandang dari cara menjawab
kuesioner dapat dibedakan atas :
3. Observasi adalah cara pengambilan data dengan pengamatan langsung
yang dapat dilakukan dengan menggunakan seluruh alat indera.

Kuesioner terbuka : kuesioner yang memberi kesempatan kepada


responden untuk menjawab dengan kalimat sendiri.
Kuesioner tertutup : kuesioner tertutup yang sudah disediakan jawbannya
sehingga responden tiggal memilih.

2.2 Sumber Data

26
Sumber data penelitian terdiri atas sumber data sekunder dan primer data
sekunder.

2.2.1 Data Sekunder (Secindary Data)

Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara
tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain).
Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah
tersusun dalam arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak
dipublikasikan.

Sebelum proses pencarian data sekunder dilakukan, kita perlu melakukan


identifikasi kebutuhan terlebih dahulu. identifikasi dapat dilakukan dengan cara
membuat pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: 1) Apakah kita memerlukan data
sekunder dalam menyelesaikan masalah yang akan diteliti? 2) Data sekunder
seperti apa yang kita butuhkan? Identifikasi data sekunder yang kita butuhkan
akan membantu mempercepat dalam pencarian dan penghematan waktu serta
biaya.

Data sekunder dapat dipergunakan untuk hal-hal sebagai berikut:

a. Pemahaman Masalah:Data sekunder dapat digunakan sebagai sarana


pendukung untuk memahami masalah yang akan kita teliti. Sebagai contoh
apabila kita akan melakukan penelitian dalam suatu perusahaan, perusahaan
menyediakan company profile atau data administratif lainnya yang dapat kita
gunakan sebagai pemicu untuk memahami persoalan yang muncul dalam
perusahaan tersebut dan yang akan kita gunakan sebagai masalah penelitian.

b. Penjelasan Masalah: Data sekunder bermanfaat sekali untuk memperjelas


masalah dan menjadi lebih operasional dalam penelitian karena didasarkan pada
data sekunder yang tersedia, kita dapat mengetahui komponen-komponen situasi
lingkungan yang mengelilinginya. Hal ini akan menjadi lebih mudah bagi peneliti
untuk memahami persoalan yang akan diteliti, khususnya mendapatkan pengertian
yang lebih baik mengenai pengalaman-pengalaman yang mirip dengan persoalan
yang akan diteliti

c. Formulasi Alternative-Alternative Penyelesaian Masalah yang Layak

Sebelum kita mengambil suatu keputusan, kadang kita memerlukan beberapa


alternative lain. Data sekunder akan bermanfaat dalam memunculkan beberapa
alternative lain yang mendukung dalam penyelesaian masalah yang akan diteliti.
Dengan semakin banyaknya informasi yang kita dapatkan, maka peneyelesaian
masalah akan menjadi jauh lebih mudah.

d. Solusi Masalah: Data sekunder disamping memberi manfaat dalam membantu


mendefinisikan dan mengembangkan masalah, data sekunder juga kadang dapat

27
memunculkan solusi permasalahan yang ada. Tidak jarang persoalan yang akan
kita teliti akan mendapatkan jawabannya hanya didasarkan pada data sekunder
saja.

Kita perlu memilih metode pencarian data sekunder apakah itu akan dilakukan
secara manual atau dilakukan secara online. Jika dilakukan secara manual, maka
kita harus menentukan strategi pencarian dengan cara menspesifikasi lokasi data
yang potensial, yaitu: lokasi internal dan / atau lokasi eksternal. Jika pencarian
dilakukan secara online, maka kita perlu menentukan tipe strategi pencarian;
kemudian kita memilih layanan-layanan penyedia informasi ataupun database
yang cocok dengan masalah yang akan kita teliti.

Setelah metode pencarian data sekunder kita tentukan, langkah berikutnya ialah
melakukan penyaringan dan pengumpulan data. Penyaringan dilakukan agar kita
hanya mendapatkan data sekunder yang sesuai saja, sedang yang tidak sesuai
dapat kita abaikan. Setelah proses penyaringan selesai, maka pengumpulan data
dapat dilaksanakan.

Data yang telah terkumpul perlu kita evaluasi terlebih dahulu, khususnya
berkaitan dengan kualitas dan kecukupan data. Jika peneliti merasa bahwa
kualitas data sudah dirasakan baik dan jumlah data sudah cukup, maka data
tersebut dapat kita gunakan untuk menjawab masalah yang akan kita teliti.

Tahap terakhir strategi pencarian data ialah menggunakan data tersebut untuk
menjawab masalah yang kita teliti. Jika data dapat digunakan untuk menjawab
masalah yang sudah dirumuskan, maka tindakan selanjutnya ialah menyelesaikan
penelitian tersebut. Jika data tidak dapat digunakan untuk menjawab masalah,
maka pencarian data sekunder harus dilakukan lagi dengan strategi yang sama.

Pengambilan data sekunder tidak boleh dilakukan secara sembarangan, oleh


karena itu kita memerlukan metode tertentu. Cara-cara pengambilan data dapat
dilakukan secara a) manual, b) online dan c) kombinasi manual dan online.

a. Pencarian Secara Manual

Sampai saat ini masih banyak organisasi, perusahaan, kantor yang tidak
mempunyai data base lengkap yang dapat diakses secara online. Oleh karena itu,
kita masih perlu melakukan pencarian secara manual. Pencarian secara manual
bisa menjadi sulit jika kita tidak tahu metodenya, karena banyaknya data sekunder
yang tersedia dalam suatu organisasi, atau sebaliknya karena sedikitnya data yang
ada. Cara yang paling efisien ialah dengan melihat buku indeks, daftar pustaka,
referensi, dan literature yang sesuai dengan persoalan yang akan diteliti. Data
sekunder dari sudut pandang peneliti dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu
data internal__ data yang sudah tersedia di lapangan; dan data eksternal__ data
yang dapat diperoleh dari berbagai sumber lain.

28
*) Lokasi Internal: Lokasi internal dapat dibagi dua sebagai sumber informasi
yang berasal dari database khusus dan database umum. Data base khusus biasanya
berisi informasi penting perusahaan yang biasanyan dirahasiakan dan tidak
disediakan untuk umum, misalnya, data akutansi, keuangan, sdm, data penjualan
dan informasi penting lainnya yang hanya boleh diketahui oleh orang-orang
tertentu di perusahaan tersebut. Data jenis ini akan banyak membantu dalam
mendeteksi dan memberikan pemecahan terhadap masalah yang akan kita teliti di
perusahaan tersebut.

Sebaliknya, database umum berisi data yang tidak bersifat rahasia bagi
perusahaan dan boleh diketahui oleh umum. Data jenis ini biasanya dapat
diketemukan di perpustakaan kantor / perusaahaan atau disimpan dalam
komputer yang dapat diakses secara umum. Data ini diperoleh dari luar
perusahaan biasanya berbentuk dokumen-dokumen peraturan pemerintah
mengenai perdagangan, berita, jurnal perusahaan, profil perusahaan dan data-data
umum lainnya.

*) Lokasi Eksternal: Data eksternal dapat dicari dengan mudah karena biasanya
data ini tersimpan di perpustakaan umum, perpustakaan kantor-kantor pemerintah
atau swasta dan universitas, biro pusat statistik dan asosiasi perdagangan, dan
biasanya sudah dalam bentuk standar yang mudah dibaca, seperti petunjuk
penelitian, daftar pustaka, ensiklopedi, kamus, buku indeks, buku data statistik
dan buku-buku sejenis lainnya.

b. Pencarian Secara Online

Dengan berkembangnya teknologi Internet maka munculah banyak data base yang
menjual berbagai informasi bisnis maupun non-bisnis. Data base ini dikelola oleh
sejumlah perusahaan jasa yang menyediakan informasi dan data untuk
kepentingan bisinis maupun non-bisnis. Tujuannya ialah untuk memudahkan
perusahaan, peneliti dan pengguna lainnya dalam mencari data.

Pencarian secara online memberikan banyak keuntungan bagi peneliti,


diantaranya ialah: a) hemat waktu: karena kita dapat melakukan hanya dengan
duduk didepan komputer, b) ketuntasan: melalui media Internet dan portal tertentu
kita dapat mengakses secara tuntas informasi yang tersedia kapan saja tanpa
dibatasi waktu, c) Kesesuaian: peneliti dapat mencari sumber-sumber data dan
informasi yang sesuai dengan mudah dan cepat, d)hemat biaya: dengan
menghemat waktu dan cepat dalam memperoleh informasi yang sesuai berarti
kita banyak menghemat biaya.

Kriteria Dalam Mengevaluasi Data Sekunder

Ketepatan memilih data sekunder dapat dievaluasi dengan kriteria sebagai berikut:

29
Waktu Keberlakuan: Apakah data mempunyai keberlakuan waktu?
Apakah data dapat kita peroleh pada saat diutuhkan. Jika saat dibutuhkan
data tidak tersedia atau sudah kedaluwarsa, maka sebaiknya jangan
digunakan lagi untuk penelitian kita.
Kesesuaian: Apakah data sesuai dengan kebutuhan kita? Kesesuaian
berhubungan dengan kemampuan data untuk digunakan menjawab
masalah yang sedang diteliti.
Ketepatan: Apakah kita dapat mengetahui sumber-sumber kesalahan yang
dapat mempengaruhi ketepatan data, misalnya apakah sumber data dapat
dipercaya? Bagaimana data tersebut dikumpulkan atau metode apa yang
digunakan untuk mengumpulkan data tersebut?
Biaya: Berapa besar biaya untuk mendapatkan data sekunder tersebut?
Jika biaya jauh lebih dari manfaatnya, sebaiknya kita tidak perlu
menggunaknnya.

2.2.2 Data Primer (Primary Data)

Data primer merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari sumber asli
(tidak melalui media perantara). Data primer dapat berupa opini subjek (orang)
secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik),
kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian. Metode yang digunakan untuk
mendapatkan data primer yaitu : (1) metode survei dan (2) metode observasi.

Metode Survei (Survey Methods)

Metode survei merupakan metode pengumpulan data primer yang


menggunakan pertanyaan lisan dan tertulis.
Metode ini memerlukan adanya kontak atau hubungan antara peneliti
dengan subjek (responden) penelitian untuk memperoleh data yang
diperlukan.
Data yang diperoleh sebagian besar merupakan data deskriptif, akan tatapi
pengumpulan data dapat dirancang untuk menjelesakan sebab akibat atau
mengungkapkan ide-ide.
Umumnya digunakan untuk mengumpulkan data yang sama dari banyak
subjek.
Teknik yang digunakan adalah (1) wawancara, dan (2) kuesioner.

Wawancara (Interview)

Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dalam metode survei


yang menggunakan pertanyaan secara lisan kepada responden atau subjek
penelitian.
Teknik wawancara dilakukan jika peneliti memerlukan komunikasi atau
hubungan dengan responden.
Data yang dikumpulkan umumnya berupa masalah tertentu yang bersifat
kompleks, sensitif atau kontroversial, sehingga kemungkinan jika

30
dilakukan dengan kuesioner akan kurang memperoleh tanggapan
responden.
Teknik ini terutama untuk responden yang tidak dapat membaca-menulis
atau sejenis pertanyaan yang memerlukan penjelasan dari pewawancara
atau memerlukan penerjemahan.
Teknik wawancara dapat dilakukan dengan (1) melalui tatap muka dan (2)
melalui telepon.

Wawancara Tatap Muka (Personal atau Face-to-face Interviews)

Kelebihan teknik wawancara melalui tatap muka daripada melalui telepon atau
pun kuesioner :

Memungkinkan untuk mengajukan banyak pertanyaan yang memerlukan


waktu yang panjang.
Memungkinkan bagi pewawancara untuk memahami kompleksitas
masalah dan menjelaskan maksud penelitian kepada responden.
Partisipasi responden lebih tinggi dibandingkan teknik kuesioner.

Kelemahannya :

Kemungkinan jawaban responden bias karena terpengaruh pewawancara.


Memerlukan banyak biaya dan tenaga jika jumlah responden relatif
banyak dan lokasi wawancara secara geografis terpencar.

Wawancara dengan Telepon (Telephone Interviews)

Kelebihan teknik ini dibandingkan tatap muka :

Dapat menjangkau responden yang letak geografisnya terpencar.


Biaya lebih murah dan tenaga yang diperlukan relatif sedikit serta waktu
yang diperlukan lebih cepat.

Kelemahannya :

Pewancara tidak dapat mengamati ekspresi responden yang pada kondisi


tertentu diperlukan untuk menyakinkan apakah responden menjawab
sesuai dengan fakta.
Ada kemungkinan diputuskan sewaktu-waktu jika responden keberatan
untuk menjawab pertanyaan.
Tidak semua responden mempunyai telepon
Terbatasnya jumlah dan waktu untuk pertanyaan.
Teknik ini dapat dibantu dengan komputer untuk mencatat jawaban
responden da secara otomatis jawaban responden akan disimpan dalam
memori komputer. Computer-Asisted Telephone Interviewing umumnya

31
memerlukan jawaban responden yang terstruktur berdasarkan program
tertentu.

Kuesioner (Questionnaires)

Teknik ini memberikan tanggungjawab kepada responden untuk membaca dan


menjawab pertanyaan. Kuesioner dapat didistribusikan dengan berbagai cara,
antara lain : secara langsung disampaikan oleh peneliti, dikirim bersama paket
atau majalah, diletakkan di tempat-tempat ramai, melalui pos faksimile atau
komputer.

Survei memerlukan data primer dengan menggunakan kuesioner sebagai sarana


pengambilan datanya. Jika dilakukan secara online melalui Internet, ada teknik-
teknik yang berbeda dengan cara pengambilan data secara manual. Tulisan ini
akan membahas strategi dan teknik dalam mencari dan mengumpulkan data
primer di Internet, etika pencarian data, sumber-sumber data primer, validasi data,
kendala dan solusi serta pertimbangan-pertimbangan lainnya.

Kuesioner secara Personal (Personally Administered Quistionnaires)

Jika lokasi antar responden relatif berdekatan seperti dalam satu perusahaan, maka
teknik merupakan cara yang sesuai. Teknik ini seperti halnya wawancara tatap
muka, biayanya relatif mahal jika jumlah responden relatif banyak dan letak
geografisnya terpencar.

Kuesioner Lewat Pos (Mail Quistionnaires)

Kusioner yang diajukan kepada responden dan jawabannya dikirim


lewat pos.
Memungkinkan peneliti memperoleh jawaban dari responden yang
terpencar letak geografisnya.
Jumlah pertanyaan yang diajukan relatif banyak yang tidak efisien jika
diajukan melalu telepon.
Kelemahan utama teknik ini adalah responden tidak mengembalikan
kembali kuesioner.
Teknik ini memiliki tingkat tanggapan (respon rate) yang paling rendah
dibandingkan teknik pengumpulan data primer lainnya.
Kemungkinan jawaban responden tidak sesuai dengan konteks pertanyaan.

Metode Observasi (Observation Methods)

Metode observasi adalah peroses pencatatan pola perilaku subyek (orang), objek
(benda) atau kejadian yang sistematik tanpa adanya pertanyaan atau komunikasi
dengan individu-individu yang diteliti.

32
Kelebihan metode ini dibandingkan metode survei adalah data yang dikumpulkan
umumnya tidak terdistorsi, lebih akurat dan bebas dari response bias. Metode ini
menghasilkan data yang lebih rinci mengenai perilaku (subjek), benda atau
kejadian (objek).

Tipe-tipe Observasi

Ada beberapa jenis subyek, obyek dan kejadian yang dapat diobservasi oleh
peneliti, antara lain: perilaku fisik, perilaku verbal, perilaku ekspresif, benda fisik
atau kejadian-kejadian yang rutin dan temporal.

Teknik observasi dalam penelitian bisnis dapat dilakukan dengan observasi


langsung oleh peneliti atau dengan bantuan peralatan mekanik. Tipe observasi
yang diiakukan langsung oleh peneliti dinamakan observasi langsung (direct
observation), terutama untuk subyek atau obyek penelitian yang sulit diprediksi.
Teknik observasi yang dilakukan dengan bantuan peralatan mekanik, antara lain:
kamera foto,video, mesin penghitung disebut observasi mekanik (mechanical
observation). Observasi mekanik umumnya diterapkan pada penelitian terhadap
perilaku atau kejadian yang bersifat rutin, berulang-ulang dan telah terprogram
sebelumnya.

Teknik observasi langsung dan observasi mekanik dapat dilakukan tanpa


sepengetahuan subyek yang diteliti (hidden observation) atau dengan
sepengetahuan responden (visible observation). Observasi yang dilakukan tanpa
sepengetahuan responden dimaksudkan agar perilaku atau kejadian yang diamati
dapat berlangsung wajar atau aiami dan untuk menghindari kemungkinan perilaku
reaktif dari subyek yang diteliti. Penggunaan teknik hidden observation (disebut
juga unobstrusive observation) diharapkan dapat meminimalkan kemungkinan
terjadinya respondent error. Meskipun sebagian besar teknik observasi diterapkan
pada setting lingkungan yang dialami, peneliti dapat juga melakukan observasi
pada setting artifisial (contrived observation). Observasi pada setting lingkungan
buatan umumnya diterapkan pada penelitian yang bertujuan menguji hipotesis.

Observasi Langsung (Direct Observation)

Penggunaan teknik observasi langsung memungkinkan bagi peneliti untuk


mengumpulkan data mengenai perilaku dan kejadian secara detail. Peneliti dalam
observasi langsung tidak berusaha untuk memanipulasi kejadian yang diamati.
Pengamat hanya mencatat apa yang terjadi sehingga mempunyai peran yang pasif.
Banyak tipe data yang dikumpulkan melalui teknik observasi langsung ini
hasilnya lebih akurat dan memerlukan biaya yang relatif lebih ekonomis
dibandingkan dengan teknik wawancara atau pertanyaan yang digunakan dalam
metode survei. Data yang diperoleh melalui observasi langsung kadang digunakan
untuk melengkapi data yang diperoleh melalui wawancara atau kuesioner.

33
Teknik observasi langsung, meskipun tidak memerlukan komunikasi dengan
responder, tidak bebeas dari kemungkinan kesalahan. Data yang dikumpulkan
melalui teknik ini kadang dipengaruhi oleh subyektivitas pengamat dalam
menginterpretasikan perilaku atau kejadian selama proses observasi. Metode
observasi pada penelitian terhadap perilaku lebih menekankan pada respon subyek
secara nonverbal dibandingkan dengan metode survei yang lebih menekankan
pada respon subyek secara verbal. Respon nonverbal atau perilaku ekspresi yang
umumnya dilakukan dalam komunikasi, antara lain: mengangguk, tersenyum,
mengernyitkan alis mats, dan ekspresi wajah yang lain atau bahasa tubuh
(isyarat). Observasi terhadap perilaku ekspresi atau komunikasi nonverbal yang
lain Bering menghasilkan interpretasi yang keliru. Misal, pengamat kemungkinan
menginterpretasikan bahwa tersenyum atau tertawa merupakan ekspresi dari
kegembiraan seseorang.

Observasi Terhadap Perilaku dan Lingkungan Sosial

Tujuan observasi dalam banyak hal adalah untuk memahami perilaku dan
kejadian-kejadian dalam lingkungan sosial. Ada dua teknik observasi yang dapat
digunakan pada penelitian terhadap lingkungan sosial, yaitu: (1) partisipant
observation dan (2) nonpartisipant observation.

Partisipant Observation

Peneliti melakukan observasi dengan cars melibatkan diri atau menjadi bagian
dari lingkungan sosial atau organisasi yang diamati. Peneliti melalui teknik ini
dapat memperoleh data yang relatif lebih banyak dan akurat, karena peneliti dapat
secara langsung mengamati perilaku dan kejadiankejadian dalam lingkungan
sosial yang diteliti. Kehadiran peneliti kemungkinan dapat diketahui atau tidak
diketahui oleh lingkungan sosial yang diamati. Teknik yang digunakan untuk
mengumpulkan data adalah kombinasi antara observasi langsung dan wawancara
secara formal dan nonformal.

Nonpartisipant observation

Peneliti dapat melakukan observasi sebagai pengumpul data tanpa melibatkan diri
atau menjadi bagian dari lingkungan sosial atau organisasi yang diamati. Misal,
seorang peneliti dapat berada di sudut ruangan suatu kantor untuk melihat dan
mencatat bagaimana seorang manajer menggunakan waktunya. Kegiatan ini
umumnya memerlukan waktu yang relatif lama, apalagi jika manajer yang diamati
jumlahnya relatif banyak.

Content Analysis

Content analysis merupakan metode pengumpulan data penelitian melalui teknik


observasi dan analisis terhadap isi atau pesan dari suatu dokumen (antara lain

34
berupa : iklan, kontrak kerja, laporan, notulen rapat, surat, jurnal majalah atau
surat kabar).

Tujuan content analysis adalah melakukan identifikasi terhadap karakteristikl atau


informasi spesipik yang terdapat pada suatu dokumen untuk menghasilkan
deskripsi yang objektif dan sistematik.

Observasi Mekanik

Observasi mekanik adalah observasi yang menggunakan bantuan mesin.


Observasi mekanik dalam penelitian bisnis digunakan untuk mengukur dan
mengevaluasi reaksi fisik atau bagian tubuh manusia.

Ada empat macam peralatan mekanik yang digunakan, yaitu (1) pengukur
pergerakan mata (eye-tracking monitors), (2) pengukur pergerakan biji atau manik
mata (pupilometers), (3) pengukur reaksi kulit (psychogalvanometer), dan (4)
pengukur perubahan suara (voice pitch analyzers).

Pengambilan data yang dilakukan secara online mengikuti kaidah dan aturan
sesuai dengan penelitian secara tradisional. Perbedaan pokok ialah sarana dan cara
penyampaian kepada responden serta cara mendapatkan responden. Sarana
pengambilan data dilakukan dengan menggunakan komputer yang tersambung
dengan Internet atau disebut Computer Assisted Data Collection (CADAC), cara
pengambilan data dengan menggunakan email dan / atau web site dan cara
mendapatkan responden didasarkan pada alamat email pengguna Internet.

Data primer mempunyai pengertian bahwa data atau informasi tersebut diperoleh
dari sumber pertama, yang secara teknis dalam penelitian disebut responden. Data
primer dapat berupa data-data yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif.
Perbedaan utama dalam pencarian data primer yang diambil secara online ialah
data primer di Internet tidak terbatas oleh faktor-faktor geografis sebagaimana
data primer yang diambil secara langsung dalam penelitian lapangan. Karena sifat
Internet yang mengglobal, maka peneliti akan mendapatkan dua hal yang bertolak
belakang secara sekaligus, yaitu keuntungan dan kelemahan sifat tersebut
berkaitan dengan cara mengambil data di Internet. Keuntungannya ialah peneliti
akan dapat melakukan pengumpulan data secara cepat, murah dan mendapatkan
banyak pilihan calon responden; sedang kelemahannya ialah jika tidak
menggunakan teknik sampling yang benar, maka responden yang diperoleh tidak
akan sesuai dengan apa yang diinginkan atau tidak sesuai dengan masalah yang
sedang dikaji. Persoalan kedua menyangkut pengguna email di Internet pada
umumnya tidak memberikan data pribadinya sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Computer Assisted Data Collection (CADAC)

CADAC mulai popular mengganti fungsi kertas dan pena dalam proses
pengambilan data sejak tahun 1990-an bersamaan dengan berkembangnya

35
teknologi World Wide Web yang mengubah tampilan fisik Internet di layar
monitor komputer. CADAC merupakan instilah umum yang digunakan secara
internasional dan mencakup beberapa model pengambilan data dengan alat bantu
komputer sbb:

CAPI (Computer Assisted Personal Interviewing)


CASI (Computer Assisted Self Interviewing); CSAQ (Computerized Self-
Administered Questionnaire)
CASI atau CASIIP (computer assisted self-interviewing with interviewer
present). CASI-V (question text on screen: visual). CASI-A (text on screen
and on audio)
DBM (Disk by Mail) dan EMS (Electronic Mail Survey)
CAPAR (Computer Assisted Panel Research), Teleinterview, (Electronic
diaries)
TDE (Touchtone Data Entry), VR (Voice Recognition), ASR (Automatic
Speech Recognition)

CAPI (Computer Assisted Personal Interviewing): Sesuai dengan namanya CAPI


digunakan untuk melakukan interview dengan cara pewawancara mengunjungi
responden dengan menggunakan komputer notebook untuk melakukan
wawancara tatap muka dengan responden. Setelah selesai wawancara, maka data
yang meliputi hasil wawancara dan data profil reponden dikirim ke komputer
sentral melalui email.

CASI (Computer Assisted Self Interviewing); CSAQ (Computerized Self-


Administered Questionnaire): CASI mempunyai ciri responden melakukan
wawancara tanpa didampingi pewawancara. Pertanyaan dibaca melalui layar
monitor dan dijawab oleh responden kemudian jawaban dikirim melalui alamat
yang sudah tersedia. Jika dilakukan melalui email biasanya responden tinggal
menekan tombol reply saja. .

Bentuk lain CASI ialah CAPI dimana pewawancara memberikan komputer pada
responden sambil memandu jalannya wawancara. Model seperti ini disebut
dengan CASI-IP, dimana IP merupakan singkatan dari interviewer present.

DBM (Disk by Mail) dan EMS (Electronic Mail Survey): DBM merupakan
bentuk program survei dalam disket yang berisi program wawancara yang
dikirimkan ke responden. Kemudian responden menjalankan programnya ke
komputernya sendiri kemudian mengembalikannya kepada peneliti setelah semua
pertanyaan dijawab. Pada EMS survei dikirim dengan menggunakan email
melalui jaringan komputer, system email tertentu, dan bulletin boards. Pada
umumnya responden diminta berpartisipasi dalam survei ini, jika yang
bersangkutan bersedia mereka diminta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
sudah tersedia melalui email.

36
CAPAR (Computer Assisted Panel Research), Teleinterview, (Electronic diaries):
Dalam model ini, teleinterview merupakan wawancara dilakukan sendiri tanpa
kehadiran pewawancara. Sedang CAPAR responden diminta mengisi kuesioner
elektronik. Peneliti mengirimkan komputer kepada para responden kemudian
komputer komputer tersebut dihubungkan ke jaringan dengan menggunakan
modem. Pada tele-interview populasi tidak terbatas pada pengguna Internet;
sedang pada CAPAR responden dipilih yang mempunyai akses ke Internet
sehingga sedikit membatasi pemilihan responden.

TDE (Touchtone Data Entry), VR (Voice Recognition), ASR (Automatic Speech


Recognition): TDE, VR dan ASR merupakan bentuk aplikasi spesifik dari CASI.
Pada TDE seorang responden dipanggil oleh satu komputer, pertanyaan-
pertanyaan dibacakan oleh suara komputer, kemudian responden diminta
menjawab dengan cara menekan tombol keyboard yang sesuai. Pada model VC
responden hanya diwajibkan menjawab dengan ya atau tidak secara lisan. Pada
ASR jawaban lebih kompleks responden tidak hanya menjawab dengan
menggunakan kata ya atau tidak.

Cara Email Bekerja

Email merupakan fasilitas yang paling banyak dipakai di Internet. Apa-apa yang
dapat dikirim melalui email selain teks diantaranya ialah file-file biner, seperti
gambar, video, suara dan file-file yang dapat dijalankan berupa aplikasi tertentu.
Email dikirim melalui Internet sebagaimana data dikirimkan, yaitu isi email
dipecah-pecah dalam bentuk paket-paket yang lebih kecil oleh protokol TCP,
kemudian protokol IP mengirimkan semua paket ke lokasi tujuan. Ketika sampai
ke tujuan TCP menggabung lagi semua paket menjadi satu bagian seperti semula
sehingga ketika dibuka di komputer kita email sudah dapat dibaca secara utuh.
Perjalanan email di Internet cukup berliku-liku mulai dari komputer pengirim
untuk sampai ke komputer tujuan. Email tersebut harus melalui sederetan jaringan
yang kadang masing-masing jaringan mempunyai format email yang berbeda-
beda. Agar email tidak menjadi rusak maka gateway bertugas untuk
menterjemahkan format format email yang berbeda-beda dari satu jaringan ke
jaringan lainnya sehingga email dapat melewati berbagai jaringan dengan aman
sampai ke komputer yang dituju.

Mencermati cara kerja email yang demikian itu, maka penelitian yang
menggunakan email sebaiknya mengikuti cara kerja tersebut. Sebaiknya jangan
mengirimkan data yang besar. Data yang besar lebih baik dipecah-pecah ke dalam
sub-data yang lebih kecil. Data yang berlebihan kemungkinan tidak akan dapat
sampai ke tempat tujuan atau bahkan rusak.

Cara World Wide Web (WWW) Bekerja

World Wide Web atau disingkat dengan WWW merupakan teknologi yang
berkembang dengan pesat dan inovatif. Karena teknologi tersebut, maka para

37
penggunjung dunia Internet dapat melihat halaman-halaman yang berisi teks,
grafik, suara dan video yang berisi gambar bergerak. Untuk berpindah dari satu
halaman ke halaman lainnya kita dapat menggunakan sarana penghubung yang
disebut hypertext links. Bahasa yang memungkinkan kita dapat menggunakan
sarana penghubung tersebut dan melihat-lihat halaman-halaman di Web ialah
Hypertext Markup Language atau yang popular disebut HTML.

Agar peneliti dapat mencari lokasi halaman Web tertentu, maka yang
bersangkutan harus mengaktifkan browser di layar monitor kemudian menuliskan
alamat atau lokasi dimana halaman-halaman yang akan kita cari tersebut berada.
Nama lokasi Web tersebut disebut sebagai URL atau Uniform Resource Locator.
Sarana yang memungkinkan terjadi komunikasi antara Web browser yang
mengirimkan URL tertentu dengan Web server ialah Hypertext Transfer Protocol
atau HTTP. Oleh karena itu setiap penulisan lokasi Web tertentu harus dimulai
dengan kata http. Ketika server menemukan halaman utama suatu situs,
dokumen atau objek yang dicari maka server yang bersangkutan kemudian
mengirimkan kembali halaman utama suatu situs, dokumen atau objek yang
diminta tersebut ke browser klien dan memunculkan ke layar monitor komputer
peminta.

Cara Mengumpulkan Data Online Secara Umum

Ada dua cara untuk mengumpulkan data primer melalui Internet:

1. pertama melalui web site

2. kedua melalui email.

Jika kita menggunakan web site sebagai media penempatan kuesioner maka
strateginya ialah:

1. Umumkan alamat web site dimana kita menempatkan kuesioner yang akan
digunakan untuk memperoleh data primer melalui web site atau portal yang sudah
popular, misalnya http://www.detik.com, http://www.kompas.com dan sejenisnya

2. Pengumuman dapat berupa banner atau teks yang berisi link ke alamat web site
dimana studi sedang dilaksanakan, sehingga pengunjung situs tersebut dapat
secara langsung membuka kuesioner dengan cara memilih link yang ada pada
banner atau teks tersebut.

3. Pengumuman dapat juga dilakukan dengan cara memberikan undangan kepada


responden yang memenuhi criteria sebagaimana sudah ditetapkan melalui email.
Dalam email tersebut berisi undangan singkat yang menjelaskan tujuan penelitian,
cara pengisian kuesioner dan alamat web site dimana penelitian sedang
dilaksanakan dan jika diperlukan password untuk mengakses kuesioner yang akan
diisi oleh para responden.

38
Jika kita menggunakan email sebagai sarana penelitian yang sedang dilaksanakan,
maka strateginya ialah:

1. Kirimkan email kepada para responden yang sudah ditetapkan sebelumnya.

2. Lampirkan kuesioner pada email yang dapat berupa file dokumen atau pdf
pada attachment atau jika dalam format HTML dapat langsung sebagai isi email
itu sendiri.

3. Dalam email tersebut sebaiknya ditulis tujuan penelitian, cara mengisi


kuesioner dan cara mengirimkan kembali kuesioner yang ada dalam email
tersebut.

Netiquette dalam Dunia Maya

Dalam dunia Internet atau yang dikenal dengan istilah dunia maya (virtual world)
terdapat aturan yang disebut Netiquette yang berupa kebiasaan-kebiasaan,
konvensi, praktik-praktik yang sama dan harapan-harapan tertentu; oleh karena itu
jika kita ingin berhasil dalam pencarian data primer ini sebaiknya kita ikuti
aturan-aturan yang berlaku di dunia maya. Pemahaman akan aturan-aturan yang
berlaku tersebut akan menolong mempercepat dalam pencarian data yang kita
butuhkan. Beberapa konvensi dalam dunia maya diantaranya ialah:

Jangan mengirim email sampah (bulk mail) karena itu akan mengganggu
privasi orang lain dan membuat si penerima mengeluarkan biaya untuk
membuka email-email tersebut.
Jangan membanjiri alamat email orang lain dengan menggunakan teknik
email spam karena akan merusak server milik orang lain
Jangan menulis email dengan menggunakan huruf besar semua karena itu
tidak sopan
Mintalah infromasi yang hanya sesuai dengan kelompok yang dituju, jika
yang dituju merupakan kelompok kepentingan (usenet interest groups)
Kirimlah informasi sesingkat mungkin antara satu atau dua halaman saja.
Informasikan mengenai penelitian yang sedang dilaksanakan kepada para
pemberi informasi yang kita butuhkan.

Sumber-Sumber Mendapatkan Alamat Email Calon Responden

Dimana kita dapat mengirimkan email kepada calon responden yang akan kita
mintai informasi? Berikut ini adalah tempat-tempat para pengunjung Internet
(netter) melakukan komunikasi atau berkumpul secara maya.

1. Usenet News Groups: News Groups merupakan tempat dimana pesan-pesan


atau berita ditempatkan dan para netter mengunjungi alamat tersebut untuk
membaca pesan atau berita yang sudah dipasang dengan topik-topik tertentu.

39
2. Mailing Lists: mailing lists berfungsi mirip dengan news groups perbedaannya
ialah jika pada news groups pesan atau berita dibaca di alamat web tertentu, maka
dalam mailing lists pesan atau berita dengan topik tertentu dikirimkan melalui
email.

3. Web Forums: merupakan tempat dimana para netter berkomunikasi berkaitan


satu dengan lain dan difasilitasi oleh situs-situs tertentu, misalnya yahoo

4. Interest Groups: merupakan kelompok-kelompok kepentingan orang-orang


yang mempunyai kepentingan sama. Misalnya Yahoo Groups
(http://groups.yahoo.com), Google Groups (http://groups.google.com)

5. Pengunjung tetap situs-situs tertentu: ada orang-orang tertentu yang selalu


secara tetap mengunjungi situs-situs tertentu, misalnya situs berita
http://www.detik.com; http://www.kompas.com. Para pengunjung tetap ini
biasanya akan menjadi member pada situs-situs tersebut.

6. Server-server lokal dimana alamat situs dan email disimpan

Dalam mencari alamat email tersebut tentunya tidak semudah yang kita
bayangkan, oleh karena itu kita perlu menggunakan metode tertentu. Metode ini
sama dengan metode pencarian data sekunder di Internet sebagaimana tertulis di
bagian ke lima buku ini. Metode dapat berupa metode tradisional seperti
penggunaan FTP, Gopher, Telnet, Wais atau menggunakan piranti canggih seperti
Search Tools dalam World Wide Web, misalnya pada http://www.google.com
yang merupakan search tool yang paling banyak informasinya sampai dengan
artikel ini ditulis terdapat 4,285,199,774 halaman situs di seluruh dunia.

Pertimbangan Umum Dalam Mencari Data Primer / Informasi di Internet

Agar kita dapat memperoleh data atau informasi yang berkualitas, maka kita perlu
melakukan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:

Sumber data atau informasi harus dapat dipercaya asalnya


Kejelasan orang yang memberikan informasi terutama kredibilitas pemberi
informasi
Tujuan pemberian informasi jelas dan obyektif tidak disertai dengan
kepentingan-kepentingan tertentu, misalnya kepentingan politik atau bisnis
Ada kecocokan antara tujuan penelitian dan data yang diperoleh dan umur
data tidak kedaluwarsa.
Pertimbangkan tingkat response (response rate) para responden. Hasil
penelitian akan semakin baik jika tingkat response tinggi. Jika tingkat
response rendah, hasil penelitian akan mempunyai kesalahan dengan apa
yang disebut sebagai kesalahan yang disebabkan karena tidak adanya
jawaban (no response error). Untuk mensiasati masalah ini, penelitian

40
bisnis biasanya memberikan insentif dalam bentuk undian berhadiah bagi
para responden yang bersedia menjadi respondennya.
Gunakan teknik sampling yang benar sesuai dengan kaidah yang berlaku
dalam dunia penelitian.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Pengumpulan data merupakan salah satu tahapan penting dalam kegiatan


penelitian dan dilakukan setelah peneliti selesai membuat desain penelitian sesuai
dengan masalah yang akan diteliti. Pengambilan data primer dalam survei
menggunakan kuesioner. Secara teori proses pengambilan data memegang
peranan penting dalam menentukan validitas hasil penelitian. Oleh karena itu,
dalam teori validitas, hasil riset tidak akan mempunyai validitas tinggi, jika
peneliti melakukan kesalahan dalam pengambilan data yang secara tekni disebut
data collection error. Kesalahan dalam pengambilan data primer akan berakibat
secara langsung dalam hasil analisa yang tidak sesuai dengan masalah yang akan
dijawab sehingga hasil studi akan menghasilkan kesimpulan yang salah.

Sebelum kita mengambil suatu keputusan, kadang kita memerlukan beberapa


alternative lain. Data sekunder akan bermanfaat dalam memunculkan beberapa
alternative lain yang mendukung dalam penyelesaian masalah yang akan diteliti.
Dengan semakin banyaknya informasi yang kita dapatkan, maka peneyelesaian
masalah akan menjadi jauh lebih mudah.

Data sekunder disamping memberi manfaat dalam membantu mendefinisikan dan


mengembangkan masalah, data sekunder juga kadang dapat memunculkan solusi
permasalahan yang ada. Tidak jarang persoalan yang akan kita teliti akan
mendapatkan jawabannya hanya didasarkan pada data sekunder saja.

Adapun perbedaan yang dapat saya simpulkan dari data primer dengan data
sekunder adalah :

Data primer :merupakan data yang dikumpulkan oleh perusahaan

Contoh: periset pemasaran perusahaan melakukan survei pelanggan

Data sekunder: Data sekunder dikumpulkan oleh orang lain dan disediakan untuk
perusahaan

Contoh: data sekunder tersedia dalam bentuk database komersial yang disediakan
oleh jasa database dengan bayaran

41
secara ringkas, jenis dan sumber data disajikan pada bagan berikut

Hubungan Sumber dan Jenis Data Penelitian

Pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer atau sumber sekunder.

Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca ^_^

Iklan

http://www.ghorayeb.com/files/branchial_cleft_cyst_ct_labeled.jpg

Pramod, John R. 2011. Text Book of Dental Radiography Second Edition. New
Delhi : Jaypee Brothers Medical Publisher.

Regezi, Joshep A,dkk.2003.Oral Phatology Clinical Phatologic Correlation.


USA: Elsevier.

Shear, Mervyn. 2002. Kista Rongga Mulut Edisi 3. Jakarta : EGC.

White,Stuart C dan Michael J Pharoah.2000. Oral Radiology Principle and


interpretation. United States : Mosby.

42
43