Anda di halaman 1dari 3

ETIKA PROFESI DAN TATA KELOLA KORPORAT

Teori Etika dan Pengambilan Keputusan Beretika

Case Study 1 Ford Pinto

Dosen: Putri Paramita Agritansia, S.E., M.Buss

Kelompok 4

Bondan Bagus Wicaksono 17/414041/EE/07206

Ivone Katriani 17/414049/EE/07214

Lalang Palambang 17/414051/EE/07216

Ni Putu Bella Novindra 17/414062/EE/07227

Novi Hartanti 16/406834/EE/07188

Nuhidayah Rasyid 17/414064/EE/07229

Renaldi Delba Girdaga 17/414068/EE/07233

Wa Ode Almuriat Markuta 16/406843/EE/07197

PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS

UNIVERSITAS GADJAH MADA

2017
1. Apakah keputusan untuk menginstall bladder karet adalah tepat? Gunakan kerangka 5-
pertanyaan untuk mendukung analisis Anda!
Menurut kelompok kami tidak tepat untuk perusahaan Ford Pinto memasang bladder karet,
karena biaya instalasi bladder karet melebihi manfaatnya sehingga tidak efektif dari sisi
biaya.
Kerangka 5 pertanyaan :
a. Profitability
Apabila dipandang dari segi perusahaan, jika Ford memutuskan untuk memasang
bladder karet, maka perusahaan akan mengeluarkan biaya sebesar $137.500.000. Namun
apabila perusahaan tidak memasang bladder karet maka perusahaan hanya akan
mengeluarkan biaya sebesar $49.530.000.
Jadi, apabila diukur dari manfaat ekonomi jangka pendek hal tersebut memberikan
profit bagi perusahaan. Namun apabila diukur dari manfaat ekonomi jangka panjang hal
tersebut tidak memberikan profit bagi perusahaan karena hal tersebut dapat mengurangi
trust customer terhadap perusahaan.
b. Legality
Menurut kami, perusahaan lalai secara hukum. Dinyatakan dalam kasus bahwa
perusahaan menunda selama 8 tahun untuk tes wajib kecelakaan.
c. Fairness
Menurut kami, secara keseluruhan masalah tersebut tidak adil untuk semua pihak,
baik pihak perusahaan maupun pihak customer karena sama-sama akan merugikan kedua
belah pihak.
d. Impact on Rights
Berdasarkan kasus tersebut Ford dikatakan telah melakukan pelanggaran etika profesi
dimana perusahaan tidak bertanggungjawab atas kesalahan teknis yang dihasilkan dan
kemudian mendatangkan kerugian terhadap konsumennya sehingga menimbulkan korban.
Hal ini tidak boleh terjadi dalam dunia perindustrian karena berdampak negatif bagi
perusahaan itu sendiri dimana perusahaan akan kehilangan kepercayaan dari
customernya.
e. Does it provide the highest net benefit for all?
Hal tersebut memberikan profit yang tinggi bagi perusahaan dengan hanya
mengeluarkan biaya sebesar $49.530.000 dibandingkan dengan biaya memasang bladder
karet sebesar $137.500.000.

1
2. Kesalahan apa yang dapat Anda identifikasi dalam analisis cost and benefit Ford?
Berdasarkan Analisis Biaya-Manfaat, Ford lebih memilih untuk menganti rugi kecelakaan
daripada memasang bladder karet untuk customer karena Ford menganggap bahwa
pemasangan bladder karet tidak efektif akan biaya dan melebihi manfaatnya.
Secara ekonomi, Ford tidak memperhitungkan dampak jangka panjang yang bisa
mengakibatkan profitnya turun (karena kehilangan trust dari customer).
Dari sisi etika, Ford telah melakukan tindakan yang tidak etis dengan
mengestimasikan jumlah korban kecelakaan atas penggunaan mobil Ford yang
kurang aman sebagai manfaat (bentuk penghematan biaya yang harus dikeluarkan
Ford untuk memasang bladder karet).

3. Haruskah Ford memberikan pelanggan Pinto opsi untuk menginstall bladder pada saat
produksi, katakanlah, biaya sebesar $20?
Menurut kami, perusahaan harusnya memasang bladder karet untuk mengurangi angka
kecelakaan. Perusahaan tidak harusnya menawarkan opsi kepada customer untuk memasang
bladder karet dengan biaya tambahan.

Kesimpulan
Jika kita kaitkan case study Ford Pinto dengan teori etika dan penerapannya dalam
pengambilan keputusan beretika, manajemen Ford telah melakukan pengambilan keputusan yang
tidak etis dengan adanya kesalahan desaign mobil dan penekanan biaya produksi tanpa
memperhatikan keselamatan pengguna. Tujuannya adalah untuk tetap mendapatkan profit ditengah
adanya tekanan persaingan pasar dengan Jepang dengan cara mengestimasikan nyawa seseorang yang
mengalami kecelakaan dan menjadikannya sebagai manfaat (dalam penghematan biaya).
Stakeholder Impact Analysis merupakan penerapan Teori Utilitarianism dalam keputusan
bisnis yang berfokus pada hasil akhir atau result based (profit) dengan memberikan kerangka analisis
pihak-pihak yang terkena pengaruh atas keputusan yang diambil. Dalam case Ford Pinto, terdapat
analisis Biaya-Manfaat yang digunakan manajemen dalam pengambilan keputusan (lebih memilih
untuk membayar asuransi korban kecelakaan daripada harus memasang bladder karet yang tujuannya
adalah untuk keselamatan penumpang). Ford Pinto hanya berfokus pada pemerolehan profit atas
penjualan mobil dengan mengorbankan keselamatan penumpang atas pertimbangan penghematan
biaya produksi yang efisien.

Referensi
Brooks and Dunn (2012). Business & Professional Ethics for Directors, Executives and Accountants.
South Western College Publishing 6th Edition.

Anda mungkin juga menyukai