Anda di halaman 1dari 5

INDIKASI & KONTRAINDIKASI PERAWATAN MYOFUNCTIONAL

Indikasi

Pasien dalam masa tumbuh kembang aktif

Diskrepansi skeletal dari sagital ringan sampai sedang

Tidak ada kehilangan gigi geligi

Tidak ada gigi yang tipping atau rotasi parah

Gigi insisivum teradaptasi dengan baik dalam profil

Diastema dan crowding yang minimal dalam lengkung rahang

Pasien kooperatif

Kontraindikasi

Pasien pada pre-pubertas, post-pubertas dan dewasa

Malposisi, diastema dan crowding yang parah

Pasien tidak kooperatif

Pasien alergi4,5

Pesawat Frankle
Aktivator

Indikasi pemakaian aktivator


1. Penederita dapat bekerja sama dengan baik.
2. Digunakan pada anomali-anomali tertentu, khususnya klas II dan klas III angle untuk
memperbaiki kelainan hubungan gigi-gigi dan rahang. Walaupun demikian, anomaly klas
I Angle dengan gigitan terbuka anterior dapat juga dipakai activator.
3. Tidak ada kelainan skeletal yang berat.
4. Anomalinya tidak dalam keadaan berjejal yang berat.
5. Activator dapat digunakan untuk perawatan kebiasaan buruk seperti menjulurkan lidah ke
depan, meletakkan lidah di antara gigi-gigi ke depan, meletakkan lidah diantara gigi-gigi
depan atas dan bawah, maupun menghisap jari atau bibir.
6. Activator sangat baik digunakan pada penderita dalam masa pertumbuhan atau masa gigi
bercampur.
7. Activator dapat digunakan sebagai retainer.
8. Menurut Houston (1983), activator biasanya digunakan antara lain untuk kasus selektif
klas II divisi I dengan lengkung tidak berjejal . jika insisivus bawah jarang keadaan ini
menguntungkan.

Kontraindikasi pemakaian aktivator


1. Pasien yang tidak dapat bekerja sama dengan baik merupakan kontraindikasi perawatan
dengan activator. Disamping pasien, kerja sama orang tua pasien yang tidak baik dapat
juga menyebabkan kegagalan perawtan yang dilakukan.
2. Pada gigi yang sangat berjejal, keadaan yang demikian perlu perawatan dengan pesawat
mekanik lebih dahulu. Setelah gigi-gigi tersusun dengan baik, tahap berikutnya dirawat
dengan activator untuk memperbaiki kelainan hubungan sagital dari gigi-gigi, rahang,
maupun wajah pasien.
3. Kasus klas II dan Klas III angle dengan peregeseran garis median yang disebabkan oleh
faktor dental. Untuk mengoreksi pergeseran garis median diperlukan pesawat mekanik
karena lebih efektif. Dlam hal ini perbaikan hubungan rahang dilakukan pada tahap
berikutnya.
4. Pada kelainan skeletal yang berat merupakan kontraindikasi pemakaian activator. Kasus
ini lebih sesuai dirawat dengan tindakan bedah-orthodonti. Sesudah masa pertumbuhan
dan perkembangan skeletal.

Twin Block

Indikasi penggunaan Twin blok antara lain koreksi maloklusi kelas II, pengembangan vertikal,
koreksi vertikaluntuk menutup open bite anterior, ekspansi lengkung dan menambahkan panjang
lengkung(Clark dkk., 2004).
Kontraindikasi pada pasien dengan asimetris wajah yang sering terlihat pada pasiendengan
unilateral cross bite dan inklinasi gigi insisivus maksila tidak boleh terlalu verikalatau ke lingual,
maksila jika tidak dalam posisi yang benar karena menyebabkan twin block tidak stabil (www.)

Indikasi :
- Maloklusi kelas II divisi 1 dengan bentuk gigi normal
- Terdapat overjet ringan sampai berat dan deep overbite
- Pasien kasus disto-oklusi pada segmen bukal
- Pasien harus dalam masa pertumbuhan aktif yaitu masa gigi bercampur
- Twin block lebih idel bagi pasien yang tidak memiliki kelainan pertumbuhan arah vertical
secara berlebihan

Kontraindikasi :
- Kelas II dimana maksila mengalami prognasi dan mandibula dalam posisi normal
- Pada kasus gigi yang sangat berjejal

Bionator

T.M.Graberdalam bikinya pada tahun 1985 membagi indikasi berdasarkan penggunaan bionator,
berikut ini :
Kasus maloklusi klass I divisi 1, dengan gejala klinis sebagai berikut :
- Lengkung gigi geligi pada maksila dan mandibula baik.
- Letak mandibula lebih ke belakang daripada maksila atau functional retrusion.
- Kelainan skeletal tidak terlalu berat.
- Gigi incisivus maksilla lebih ke labial atau mendongos.
Kasus deep over bite, yang terdapat pada :
- Masa pertumbuhan premolar.
- Kasus yang disebabkan infraoklusi gigi molar dan premolar akibat posisi lidah yang terlalu ke
lateral.
Kasus open bite dengan menggunakan bionator open bite. Umumnya pada kasus yang
disebabkan karena kebiasaan menggigit-gigit jari, menghisap jempol, bernafas melalui mulut,
dll.
Pada kasus maloklusi klass III dengan menggunakan bionator klass III.

KONTRA INDIKASI BIONATOR


1. Menurut T.M.Graber pada yahun 1985
Maloklusi klass II dengan gejala:
- Disebabkan karena maksila prognatism
- Pertumbuhan ke arah vertikal berlebihan, karena perawatan bionator akan menyebabkan wajah
bagian bawah lebih tingg
Kasus deep bite yang disebabkan karena supraoklusi gigi incisivus
2. Menurut T.M. Graber bersama dengan Bedrich Neumann bahwa kontra indikasi penggunaan
bionator ialah pada kasus gigi berjejal. Maloklusi dengan gigi berjejal dan pergeseran midline
maka posisi gigi yang demikian merupakan kontra indikasi penggunaan bionator karena
memerlukan pencabutan dan pergeseran gigi geligi. Seringkali perawatan orthodonsi merupakan
perawatan kombinasi antara bionator dengan alat cekat.

Pesawat Herbst

Indikasi pesawat Herbst dirancang untuk menstimulasi pertumbuhan kondilus mandibula dan
secara khusus digunakan pada maloklusi kelas II dengan mandibula yang retrognasi. Pasien yang
memiliki riwayat obstruksi jalan napas lewat hidung dan tidak memungkinkan untuk memakai
pesawat lepas, dapat menggunakan pesawat Herbst. Peswat Herbst dapat juga di indikasikan
pada pasien yang tidak kooperatif karena pesawat dicekatkan ada gigi dan bekerja 24 jam sehari
tanpa bantuan pasien.