Anda di halaman 1dari 3

PERTANYAAN:

1. Depi Ratna Sari (141.15.048) : Apa itu Plant Asset?


Jawab: Plant asset adalah asset yang merupakan kepemilikan perusahaan namun dapat
digunakan secara berkali-kali dan juga tidak mudah habis nilainya, namun tetap
mengalami yang namanya penyusutan. Contohnya itu seperti peralatan perusahaan, mesin
produksi, kendaraan kantor, dan gedung.

2. Ayu Ratnasari (141.15.002) : Jelaskan kelebihan perusahaan pada studi kasus kalian!
Jawab: Untuk kelebihan dari perusahaan Hino sendiri itu, barang selalu ready stock jadi
apapun permintaan order warehouse selalu tersedia. Sedangkan untuk PT.Trimitra
kemungkinan untuk penyimpangan pengadaan barangnya itu kecil, karena barang yang
dipesan sesuai dengan pemakaian barang dilapangan.

3. Chaedar (141.14.074) : Contoh spesifik dari salah satu studi kasus tentang proses akuisisi
dan pengujian!
Jawab: Jika ada perusahaan A tidak dapat membayar hutang usaha, biasanya perusahaan
yang professional akan membayar hutang tersebut dengan menggunakan sistem
pembayaran berupa barang atau lisensi atau juga berupa gedung yang kemudian
diakuisisi atau mendapat perolehan oleh pihak yang memiliki piutang usaha perusahaan
B dari perusahaan A. Misalnya gedung perusahaan A dinilai 200jt maka akan dilihat lagi
berapa utang yang dimiliki, maka akan dibayar dan melakukan pembayaran terhitung
lebih atau kurang bayar yang tersedia.

4. Ratna Yusnita (141.15.062) : Bagaimana menindak lanjuti pekerja yang sengaja


melakukan kecurangan sehingga mengakibat stock opname?
Jawab: Pertama-tama perusahaan mungkin akan member sanksi berupa ganti rugi seharga
barang yang dihilangkan atau jika karyawan tersebut tidak mampu mengganti kerugian
yang ia sebabkan maka ada yang dilaporkan kepada pihak berwajib atau mungkin
dipekerjakan tanpa dibayar sebagai ganti rugi.

5. Mifta Pradivia Putri (141.15.057) : Bagaimana aktivitas pengeluaran barang agar tidak
terjadi lagi kecurangan?
Jawab: Yang pasti pada saat pengeluaran barang harusnya ada pencatatan atas barang apa
saja yang dikeluarkan, untuk keperluan apa, siapa yang membawa barang tersebut dan
harus diketahui atau disetujui oleh si kepala bagian warehouse, agar dapat menjamin
tidak adanya tindakan kecurangan pada saat melakukan aktivitas pengeluaran barang.

6. Yeyen Oktaviana (141.15.070) : Apa saja prosedur pengendalian secara umum yang
terkait dengan siklus pengeluaran?
Jawab: Jadi prosedur dalam pengendalian siklus pengeluaran itu pada umumnya ada 5
kategori. Yang pertama adanya otorisasi yang memadai, adanya pemisahan tugas, adanya
dokumen dan catatan akuntansi, adanya akses kearah pengendalian, dan yang terakhir
adanya pengecekan yang dilakukan oleh personel yang independen.

7. Jumardi (141.15.055) : Apa yang menjadi kesalahan dari sistem tersebut? Dan bagaimana
cara menanggulanginya?
Jawab: Yang menjadi kesalahan adalah karena proses pencatatannya yang masih manual
dan juga tidak adanya pengawasan yang layak disetiap bagian di dalam perusahaan,
sehingga dapat menyebabkan adanya kerjasama antara karyawan dalam memalsukan
pemakaian barang tersebut. Dan juga karena seharusnya perputaran pemakaian rantai
tersebut dilapangan rata-rata memakan waktu 6 bulan pemakaian. Dan cara
menanggulanginya adalah adanya pengawasan disetiap bagian tadi dan juga harus adanya
pihak yang bertanggung jawab memantau setiap aktivitas kegiatan yang terjadi, mulai
dari pembelian hingga ke pemakaian. Guna untuk meminimalisir terjadinya kerjasama
antar karyawan tadi.

8. Nugraini Nofita Sari (141.15.305) : Untuk audit pengadaan adakah dasar hukum audit
pengadaan di Indonesia, jika terjadi perselisihan pengadaan barang dan apakah ada badan
yang menanggulangi/bertanggung jawab?
Jawab: a. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
b. UU Nomor 1 Tahun 2003 tentang Perbendaharaan Negara
c. Kitab UU Hukum Perdata
d. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa
Konstruksi
e. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara
f. Keppres Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah
g. Keputusan Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas
Keppres Nomor 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah
h. Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Ketentuan Mengenai Tata Cara
Pembebasan Tanah
i. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2011, dan
perubahan kedua dengan Peraturan Presiden Nomor 70 2012.
Untuk pengadaan dalam pemerintahan jika terjadi perselisihan pengadaan barang yang
bertanggung jawab adalah pihak Pengguna Anggaran, PPK (Pejabat Pembuat
Komitmen), PPHP (Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan), ULP (Unit Layanan Pengadaan).

9. Ery Yulians (141.16.301) : Pada 4 perusahaan dari studi kasus tadi, apakah sudah
menerapkan Good Corporate Governance?
Jawab: Dari permasalahan yang terjadi pada studi kasus yang sudah kami bahas, 4
perusahaan tersebut belum menerapkan Good Corporate Governance. Karena dari segi
tata kelolanya sendiri perusahaan-perusahaan tersebut belum memenuhi standar prinsip
yang sesuai dan belum mencapai keseimbangan antara kekuatan serta kewenangan pihak-
pihak yang terlibat dalam perkembangan lingkungan perusahaan. Karena pada dasarnya
prinsip good corporate governance itu digunakan untuk meningkatkan nilai perusahaan.

10. Saucy Wiryahutami Hartati (141.15.037) : Kan ada 10 macam prosedur audit, nah dalam
siklus pengeluaran menggunakan prosedur apa saja?
Jawab: Observasi, penelusuran, inspeksi, pemeriksaan bukti pendukung

11. Cahya Wulandari (141.15.003) : Bagaimana mencegah terjadinya penyimpangan dalam


pengadaan barang?
Jawab: Memperbaiki sistem keamanan dan pengawasan dan juga sistem pencatatan
keluar masuknya barang serta pemberitahuan sanksi yang berat kepada karyawan guna
mencegah terjadinya penyimpangan.