Anda di halaman 1dari 36

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DAERAH KEPULAUAN RIAU


RESORT BINTAN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR


TENTANG
PENJAGAAN MARKAS KOMANDO
SATUAN SABHARA POLRES BINTAN
NOMOR : SOP / / II / 2017

I. PENDAHULUAN

1. Umum

a. Polri sebagai aparat Negara yang bertugas memelihara keamanan dan


ketertiban masyarakat, Penegak Hukum, Pelindung, Pengayom dan
Pelayan Masyarakat dalam pelaksanaan tugasnya dihadapkan pada
permasalahan internal berupa keterbatasan sumber daya personel,
kesejahteraan yang masih rendah, keterbatasan materil, peralatan, sarana
dan prasarana serta anggaran maupun tantangan eksternal sebagai akibat
pengaruh lingkungan strategis global, regional dan Nasional dan tuntutan
masyarakat terhadap peningkatan kualitas pelayanan Polri secara cepat,
tepat dan akuntabel.

b. Polri dalam peningkatan kualitas kepada masyarakat, melakukan


Pembenahan melalui Reformasi Birokrasi Polri yang meliputi bidang
instrumental, structural dan kultural yang dilaksanakan secara terus
menerus sesuai dengan tahapan Renstra Birokrasi Polri yang hasilnya
cepat dirasakan oleh masyarakat sebagai pelaksanaan tugas Polri selaku
Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat, menjaga Harkamtibmas
dan Penegak Hukum maka Polri melaksanakan program Pelayanan Publik
yang merupakan program unggulan (Quick Wins) dalam rangka
memberikan Pelayanan Prima kepada masyarakat.

c. Penjagaan merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota


Polri yang bersifat pencegahan (preventif) dengan memberikan
perlindungan, pengayoman, pelayanan dan memelihara keselamatan jiwa
dan harta benda untuk kepentingan masyarakat dan negara.

/d. Sabhara .....


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 1
d. Sabhara Polri dalam pelaksanaan Pelayanan Publik melaksanakan kegiatan
pengaturan, penjagaan, pengawalan, patroli (Patroli Dialogis) yang
merupakan salah satu program unggulan (Quick Wins) Reformasi Birokrsi
Polri bidang tugas Sabhara, telah dilaksanakan di seluruh jajaran Satuan
kewilayahan yang dimulai sejak digulirkannya program RBP Gelombang
Kedua dan diharapkan dapat memberikan pelayanan prima berupa
kecepatan datang ke TKP, keberadaan dan penggelaran Polisi berseragam
di tempat-tempat rawan gangguan Kamtibmas dan tempat tempat lain
yang membutuhkan kehadiran Polisi, melalui penggalian permasalahan
dan kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dengan cara dialog
langsung, menangani dan memberi solusi permasalahan masyarakat
tersebut serta adanya perubahan sikap perilaku anggota dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sikap sopan santun,
humanis dalam bentuk senyum, sapa dan salam.

e. Agar pelaksanakan penjagaan dapat dilaksanakan dengan baik,


menjunjung tinggi Ham dan sesuai yang diharapkan masyarakat, bangsa
dan Negara maka perlu disusun Standar Operasional Prosedur di Bidang
Penjagaan sebagai arah dan pedoman dalam penyelenggaraan Penjagaan.

2. Dasar

a. Peraturan Presiden Republik Indonesia No 25 Tahun 2010 tanggal 30


September 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian
Negara Republik Indonesia.

b. Peraturan Presiden Republik Indonesia No 81 Tahun 2010 tanggal 21


Desember 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 - 2025.

c. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi


Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010 tanggal 30 Des 2010 tentang Road Map
Reformasi Birokrasi 2010-2014.

d. Surat Keputusan Kapolri No. Pol : Skep / 262 / IV / 2004 tanggal 21 April
2011 tentang Naskah sementara petunjuk kegiatan penjagaan.

e. Surat Telegram Kapolri Nomor : ST / 1834 / IX / 2011 tanggal 20


September 2011 tentang Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Bidang
Fungsi Sabhara yang merupakan Quick Wins Sabhara.

f. Surat Kabaharkam Polri Nomor : B / 1583 / IX / 2011 / Baharkam tanggal


15 September 2011 tentang Pengiriman Buku Road Map Reformasi
Birokrasi Polri Gelombang II tahun 2011-2014.

/g. Perkap .....


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 2
g. Perkap Kapolri Nomor 25 tahun 2011 tanggal 13 Desember 2011 tentang
Naskah Sementara Petunjuk Kegiatan Penjagaan.

h. Peraturan Kabaharkam Polri Nomor 2 Tahun Tanggal 13 Desember 2011


tentang Penjagaan.

i. Peraturan Dirsabhara Polri nomor 01 tahun 2011 tanggal 09 September


2011 tengang Pedoman Pelayanan Publik melalui pengaturan, penjagaan,
pengawalan dan patroli (Turjawali) Sabhara.

3. Maksud dan Tujuan

a. Maksud

Maksud sebagai pedoman anggota Sabhara Polres Bintan dalam


pelaksanaan tugas penjagaan di lapangan;

b. Tujuan

Tujuan agar terdapat persamaan persepsi dan pola tindak anggota dalam
pelaksanaan tugas penjagaan Sabhara.

4. Tata Urut

Standar Operasional Prosedur di Bidang Penjagaan Sabhara disusun


berdasarkan Tata Urut sebagai berikut :

I. PENDAHULUAN
II. TUGAS POKOK, FUNGSI DAN PERAN
III. STANDAR PELAYANAN
IV. KEGIATAN PENJAGAAN
V. ADMINISTRASI LOGISTIK, DAN SISTIM LAPORAN
VI. ANALISA DAN EVALUASI
VII. PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
VIII. PENUTUP

/ II. Organisasi .....

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 3


II. ORGANISASI, TUGAS POKOK, FUNGSI DAN PERAN

1. Organisasi

a. Satsabhara Polres Bintan melaksanakan pembinaan terhadap jajaran


Sabhara Polres Bintan dalam pelaksanaan kegiatan penjagaan Sabhara.

b. Satsabhara Polres Bintan melaksanakan operasional penjagaan Sabhara


untuk memback up unit Sabhara jajaran di kewilayahan.

c. Pelaksana Penjagaan Sabhara untuk tingkat Polsek dilaksanakan oleh Unit


Sabhara.

d. Pihak-pihak yang terlibat dan atau yang bertanggung jawab terhadap


pelaksanaan penjagaan Sabhara adalah seluruh anggota penjagaan, Kasat
Sabhara, Kaurbinopsnal Sabhara, Kaurmintu Sabhara, Kanit Turjawali,
dan Kanit Sabhara.

2. Tugas Pokok Sabhara

Sabhara melaksanakan dan membina tugas pokok fungsi Sabhara yang meliputi
Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, Patroli, TPTKP, Bantuan Sar, Dalmas,
Negosisasi dan Tipiring yang merupakan tugas preventif dalam rangka
memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

3. Fungsi Sabhara

Sabhara merupakan bagian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia yang


mengemban fungsi Polisi Tugas Umum (Backbone).

4. Peran Sabhara

Peranan Sabhara melaksanakan tugas Polri bidang preventif dalam rangka


Pelayanan, Perlindungan dan Pengayoman pada masyarakat, menegakkan
hukum dan mewujudkan ketertiban dan keamanan masyarakat.

Dalam pelaksanaan program Pelayanan Publik Sabhara salah satunya


melaksanakan kegiatan Penjagaan Sabhara.

/III. Standar .....


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 4
III. STANDAR PELAYANAN

Penjagaan

a. Tujuan

1) Menciptakan, memelihara dan menjaga situasi yang mantap,terkendali


dan dinamis dalam rangka memelihara kamtibmas;
2) Memelihara, menjaga dan mengamankan keselamatan orang / jiwa raga
dan harta benda;
3) Terpelihara dan terciptanya ketaatan warga Negara dan masyaraka
terhadap peraturan yang berlaku dalam rangka mewujudkan tegak dan
tertib hukum dalam masyarakat.

b. Parameter keberhasilan

1) Terciptanya, terpeliharanya dan terjaganya situasi yang mantap,


terkendali dan dinamis dan tidak timbul gangguan kamtibmas;

2) Terpelihara, terjaga dan keselamatan setiap orang / jiwa raga dan harta
benda;

3) Timbulnya kesadaran dan ketaatan warga Negara terhadap peraturan


yang berlaku dalam rangka mewujudkan tegak dan tertib hukum dalam
masyarakat;

4) Waktu pelaksanaan penjagaan disesuaikan dengan kebutuhan dinas dan


masyarakat;

5) Berjalannya kegiatan masyarakat dengan tertib dan lancar, tanpa adanya


suatu gangguan.

6) Tetap terpeliharanya situasi Kamtibmas yang kondusif dan meningkatnya


masyarakat patuh hukum.

7) Meningkatnya partisipasi masyarakat.

c. Parameter Pelayanan Prima Fungsi Sabhara

Kecepatan dan ketepatan mendatangi lokasi kejadian;


Melakukan pelayanan kepada masyarakat melalui kegiatan
penjagaan di lokasi;
Memberikan pertolongan dan bantuan kepada masyarakat serta
menyampaikan informasi kepada yang membutuhkannya.

/IV. Kegiatan .....


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 5
IV. KEGIATAN PENJAGAAN

1. Berdasarkan sasaran / obyek meliputi :

a. Penjagaan markas;
b. Penjagaan tahanan;
c. Penjagaan obyek tertentu / kegiatan masyarakat atau pemerintah.

2. Berdasarkan atas bentuknya dibagi menjadi :

a. Pos Tetap (Statis);


b. Pos Sementara (Taktis).

3. Urutan kegiatan Penjagaan :

a. Perencanaan :

1) Menentukan sasaran Penjagaan :

(a) Penjagaan Perkantoran;


(b) Penjagaan Tahanan;
(c) Penjagaan Obyek tertentu.

2) Jadwal kegiatan Pengaturan meliputi :

(a) Waktu pelaksanaan;


(b) Kekuatan personel yang dilibatkan.

b. Pengorganisasian

1) Mempersiapkan Sarpras :

(a) Kendaraan;
(b) Dukungan BBM;
(c) Call Centre
(d) Peralatan pendukung penjagaan (antara lain Quick Respons Set
Alat Komunikasi dan Metal Detector);
(e) Senjata api;
(f) Perlengkapan perorangan.

2) Mempersiapkan Personel :
(a) Kuat Pers yang dilibatkan;
(b) Pelatihan kemampuan.

/3) Persiapan .....


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 6
3) Persiapan Adminstrasi :

(a) Sprin penugasan;


(b) Blangko kegiatan penjagaan;
(c) Buku mutasi penjagaan.

c. Pelaksanaan :

1) Petugas penjagaan melaksanakan serah terima tugas jaga dari


petugas jaga lama kepada petugas jaga baru;

2) Perwira jaga melaksanakan APP pada anggota jaga;

3) Petugas jaga membuat jadwal kegiatan dan pembagian tugas jaga;

4) Petugas jaga melayani para tamu / pengunjung sesuai dengan


prosedur secara cepat tanpa diskriminasi, tetapi tetap
memperhatikan factor keamanan Mako / Perkantoran / Obyek
penjagaan;

5) Kegiatan petugas penjagaan meliputi pelayanan tamu / pengunjung,


Patroli lingkungan Mako / Perkantoran / Obyek penjagaan dan
pengamanan mako / perkantoran / obyek penjagaan.

d. Pengendalian :

1. Melalui Laporan :

a. Laporan kegiatan langsung :


Laporan hasil kegiatan penjagaan dibuat langsung oleh petugas
penjagaan dengan isi materi laporan antara lain :

1) Petugas Penjagaan;
2) Lokasi Penjagaan;
3) Waktu Pelaksanaan Penjagaan;
4) Temuan Penjagaan;
5) Tindakan Polisional yang dilakukan.

b. Laporan Bulanan :
1) Merupakan rekap laporan kegiatan penjagaan yang
dilaksanakan selama satu bulan berjalan;

/ Dibuat .....
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 7
2) Dibuat oleh Unit Sabhara Polsek jajaran Polres Bintan;

3) Laporan dikirimkan kepada Kasatker dan dilanjutkan ke


Satker setingkat di atasnya;

4) Laporan sudah terkirim ke Satuan atasnya minggu


pertama bulan berikutnya laporan kegiatan pelaksanaan
penjagaan.

2. Melalui Pengawasan :

1) Pengawasan langsung oleh Pimpinan secara berjenjang oleh


Pimpinan di atasnya;
2) Pengawasan melalui peralatan CCTV;
3) Pengawasan melalui monitoring asistensi dan supervisi oleh
Pembina pengemban fungsi.

V. ADMINISTRASI, LOGISTIK DAN SISTIM LAPORAN

1. Dukminlog

a. Administrasi :

(1) Sprin penugasan;


(2) Blanko laporan kegiatan;
(3) Buku mutasi penjagaan;

b. Logistik :

(1) Kendaraan;
(2) Dukungan BBM;
(3) Call centre;
(4) Senjata api;
(5) Perlengkapan perorangan.

c. Sistem pelaporan :

1) Laporan singkat :
Laporan tertulis singkat sesuai dengan format berita acara laporan
kegiatan.

/ 2) Laporan .....
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 8
2) Laporan periodik ( bulanan / triwulan / semester / tahunan ) :

(a) Format laporan sesuai dengan standar tata naskah dinas yang
berlaku di lingkungan Kepolisian;

(b) Materi dan sistematika laporan meliputi :

(1) Pendahuluan;
(2) Organisasi, tugas fungsi;
(3) Pelaksanaan;
(4) Analisa dan evaluasi;
(5) Kendala dan hambatan;
(6) Kesimpulan dan saran;
(7) Penutu.

VI. ANALISA DAN EVALUASI

1. Kegiatan yang dilaksanakan dilingkungan Satsabhara Polres Bintan, dianalisa


oleh Kasat Sabhara setiap bulan dan setiap dipandang perlu untuk dilakukan
analisa.

2. Evaluasi terhadap Standar Operasional Prosedur di Bidang Penjagaan di


lingkungan Satsabhara Polres Bintan dievaluasi per tri wulan.

VII. PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

1. Pengawasan dan pengendalian kegiatan Satsabhara Polres Bintan sesuai


Standar Operasional Prosedur di Bidang Penjagaan dilakukan oleh Kapolres
Bintan atau Waka Polres Bintan melalui Kasat Sabhara.

2. Pengendalian kegiatan Satsabhara Polres Bintan sesuai Standar Operasional


Prosedur di Bidang Penjagaan dilakukan oleh Kaur Bin Ops Satsabhara Polres
Bintan.

/VIII. Penutup

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 9


VIII. PENUTUP

Demikian Standar Operasional Prosedur di Bidang Penjagaan Satsabhara Polres


Bintan ini dibuat dan disusun sebagai pedoman dan acuan dalam bidang pelayanan
publik yang diterapkan di lingkungan Polres Bintan.

Bintan, Februari 2017


an. KEPALA KEPOLISIAN RESORT BINTAN
KASAT SABHARA

MARZON
AJUN KOMISARIS POLISI NRP 62030640

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 10


LAMPIRAN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

TENTANG

PENJAGAAN MARKAS KOMANDO

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 11


DAFTAR LAMPIRAN

1. CONTOH PAPAN DAFTAR JAGA

2. CONTOH BUKU BEROBAT ORANG-ORANG TAHANAN

3. CONTOH BUKU KONTROL TAHANAN

4. CONTOH BUKU REGISTER PENCARIAN ORANG / BARANG

5. CONTOH BUKU REGISTER BARANG TEMUAN

6. CONTOH BUKU DAFTAR BARANG MILIK ORANG / TAHANAN

7. CONTOH DAFTAR KECELAKAAN LALU LINTAS

8. CONTOH BUKU REGISTER PATROLI

9. CONTOH BUKU REGISTER BENCANA ALAM DAN KEBAKARAN

10. CONTOH BUKU KONTROL / KUNJUNGAN PEJABAT

11. CONTOH BUKU PENGIRIMAN / PENERIMA TELEPON

12. CONTOH BUKU REGISTER TAHANAN / TITIPAN

13. CONTOH BUKU REGISTER LAPORAN POLISI

14. CONTOH BUKU TAMU

15. CONTOH BUKU REGISTER PERMINTAAN VISUM ET REPERTUM

16. CONTOH DAFTAR INVENTARIS KANTOR DAN PENJAGAAN SABHARA

17. CONTOH BUKU REGISTER BARANG BUKTI

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 12


1. CONTOH PAPAN DAFTAR JAGA

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH KEPULAUAN RIAU
RESORT BINTAN

PLUG/REGU : A
DINAS JAGA : PAGI (08.00 S/D 08.00 WIB)
HARI/TANGGAL : SABTU, 24 FEBRUARI 2013

JAM DINAS
NO NAMA PANGKAT KETERANGAN
08/09 09/10 10/11 11/12 12/13 13/14 14/15
1. C P II C P Y I I : POS PENJGAAN
2. I C P Y II C P II : POS TAHANAN
3. Y I C P Y II C Y : YANMAS
4. P Y I C P Y II P : PATROLI
5. C P Y I C P Y C : CADANGAN

YANG MENERIIMA Bintan, 24 Februari 2013


YANG MENYERAHKAN

NAMA NAMA
PANGKAT / NRP PANGKAT / NRP

YANG MENGETAHUI :
KA. SPK ..

NAMA
PANGKAT / NRP

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 13


2. CONTOH BUKU BEROBAT ORANG-ORANG TAHANAN

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH KEPULAUAN RIAU
RESORT BINTAN

BUKU DAFTAR BEROBAT TAHANAN

PENYAKIT BEROBAT
NO. REG JENIS
NAMA UMUR YANG TEMPAT KET
TAHANAN KELAMIN TANGGAL
DIDERITA BEROBAT

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 14


3. CONTOH BUKU KONTROL TAHANAN

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH KEPULAUAN RIAU
RESORT BINTAN

BUKU KONTROL TAHANAN

PEJABAT YANG MENGONTROL


KET /
NO HARI TANGGAL JAM TEMPAT KET
TANGGAL JABATAN HASIL
BEROBAT

(Agar diisi oleh pejabat yang mengontrol atau petugas jaga tahanan)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 15


4. CONTOH BUKU REGISTER PENCARIAN ORANG / BARANG

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH KEPULAUAN RIAU
RESORT BINTAN

BUKU REGISTER PENCARIAN ORANG / BARANG

PELAPOR CIRI-CIRI / INDENTITAS


URAIAN PASAL
NO.&
NO. SINGKAT YANG ORG YG BRG YG KET
TGL
KEJADIAN DILANGGAR DICARI DICARI
LAPORAN

*) Buku ini biasanya merupakan titipan dan serse.

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 16


5. CONTOH BUKU REGISTER BARANG TEMUAN

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH KEPULAUAN RIAU
RESORT BINTAN

BUKU REGISTER BARANG TEMUAN

DISERAHKAN KEMBALI
TGL/JAM/ MACAM & KEPADA SIAPA
NO & TGL
TEMPAT DISERAHKAN JUMLAH BERDASARKAN TGL
NO LAPORAN KET
DITEMUKAN OLEH SIAPA BARANG BERITA ACARA
POLISI
BARANG TEMUAN PENYERAHAN KEMBALI
BARANG TEMUAN
1 2 3 4 5 6 7

Catatan : Barang-barang yang ditemukan oleh orang dan diserahkan kepada Polisi
adalah merupakan barang bukti, jadi harus dibukukan.

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 17


6. CONTOH BUKU DAFTAR BARANG MILIK ORANG TAHANAN / TITIPAN

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH KEPULAUAN RIAU
RESORT BINTAN

BUKU DAFTAR BARANG MILIK ORANG TAHANAN/TITIPAN

JUMLA JUMLA PETUGAS


NAMA DISERAHAKA HARI/ TGL
N H H HARI/TG YANG KE
PEMILI N KEMBALI PENYERAHA
O BARAN SATUA L TITIP MENERIM T
K KEPADA N
G N A

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 18


7. CONTOH DAFTAR KECELAKAAN LALU LINTAS

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH KEPULAUAN RIAU
RESORT BINTAN

DAFTAR BUKU KECELAKAAN LALU LINTAS

HARI/ TGL TEMPAT URAIAN KORBAN MANUSIA


SUMBER
KEJADIAN KEJADIAN SINGKAT NAMA JENIS/ KET
NO LAP ALAMAT
JAM (JALAN) KEJADIAN LENGKAP KEL

Catatan : Biasanya Polsek tidak ada petugas lalu lintasnya jadi kecelakaan lalu lintas
perlu didata oleh petugas jaga.

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 19


8. CONTOH BUKU REGISTER PATROLI

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH KEPULAUAN RIAU
RESORT BINTAN

BUKU REGISTER PATROLI

KETERANG
HARI/TGL/JAM NAMA-
PANGKAT/ ROUTE KEMBALI AN
NO BERANGKAT NAMA
NRP PATROLI HARI/TGL/JAM SITUASI
PATROLI PETUGAS
ROUTE
1 2 3 4 5 6 7

Buku ini berfungsi sebagai pengganti saat perintah tugas patroli apabila tidak ada.

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 20


9. CONTOH BUKU REGISTER BENCANA ALAM DAN KEBAKARAN

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH KEPULAUAN RIAU
RESORT BINTAN

BUKU REGISTER BENCANA ALAM DAN KEBAKARAN

BENCANA URAIAN
HARI/TGL LOKASI DILAPORKAN KORBAN
NO APA YG PELAKU SAKSI SINGKAT
/JAM BENCANA OLEH SIAPA NAMA
TERJADI KEJADIAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9

Apabila terjadi bencana alam atau kebakaran harus dicatat dalam buku register.

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 21


10. CONTOH BUKU KONTROL / KUNJUNGAN PEJABAT

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH KEPULAUAN RIAU
RESORT BINTAN

BUKU KONTROL / KUNJUNGAN PEJABAT

PANGKAT MAKSUD KETERANGAN TAMU


NO JABATAN KESATUAN
NRP TUJUAN PERINTAH PESAN KESAN DATANG
1 2 3 4 5 6 7 8 9

Apabila ada pejabat Ankum / Atasan langsung maka kontrol ini bisa disodorkan untuk diisi
pada saat pejabat berada di penjagaan.

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 22


11. CONTOH BUKU PENGIRIMAN / PENERIMAAN TELEPON

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH KEPULAUAN RIAU
RESORT BINTAN

BUKU PENGIRIMAN / PENERIMAAN TELEPON

ISI YANG YANG


N HARI/TGL/JA BERIT DITUJUKA DITERUSKA
BERIT MENGIRI MENERIM
O M A DARI N KEPADA N KEPADA
A M A
1 2 3 4 5 6 7 8

1. Buku penerimaan atau pengiriman berita lewat telepon bentuknya bisa sama cukup
dibedakan pada sampulnya.
2. Setiap penggunaan telepon harus ditulis.

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 23


12. CONTOH BUKU REGISTER TAHANAN / TITIPAN

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH KEPULAUAN RIAU
RESORT BINTAN

BUKU REGISTER TAHANAN / TITIPAN

UMUR PERJANJIAN PENAHANAN

NO. NO. NOMOR NOMOR


NO NAMA PASAL ALAMAT SURAT SURAT
LP SPP
LK PR PERMINTAAN PERINTAH
PERPANJANGA PERPANJANGA
N PENAHANAN N PENAHANAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

*) Tahanan kecuali dicatat pada buku register tahanan juga dicatat pada papan tahanan.

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 24


13. CONTOH BUKU REGISTER LAPORAN POLISI

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH KEPULAUAN RIAU
RESORT BINTAN

BUKU REGISTER LAPORAN POLISI

LAPORAN
UMUR URAIAN PASAL
POLISI
NO SINGKAT YANG TERSANGKA KET
NO.
TGL NAMA L/P UMUR ALAMAT KEJADIAN DILANGGAR
LP
1 2a 2b 3a 3b 3c 3d 4 5 6 7

*) Blangko dan pengisian laporan Polisi Model 1.E Model A Model B telah diajarkan oleh
instruktur
administrasi Sabhara.

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 25


14. CONTOH BUKU TAMU

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH KEPULAUAN RIAU
RESORT BINTAN

BUKU TAMU

TGL/JAM BERTEMU
JENIS KEMBALI
NO DATANG NAMA ALAMAT DENGAN KEPENTINGAN KET
KELAMIN TANGGAL
BERTEMU SIAPA
1 2 3 4 5 6 7 8 9

1. Tamu yang datang untuk laporan tidak perlu ditulis dalam buku tamu.
2. Tamu yang dicatat di buku ini adalah tamu instansi atau tamu pejabat VIP yang bukan
atasan.

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 26


15. CONTOH BUKU REGISTER PERMINTAAN VISUM ET REPERTUM

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH KEPULAUAN RIAU
RESORT BINTAN

BUKU REGISTER PERMINTAAN VISUM ET REPERTUM

TANGGAL NO & TGL URAIAN PERMINTAAN


INDENTITAS PEMERIKSAAN
NO SURAT LAPORAN SINGKAT KET
KORBAN
PERMINTAAN POLISI KEJADIAN LUKA/CEDERA MAYAT
1 2 3 4 5 6 7 8

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 27


16. CONTOH DAFTAR INVENTARIS KANTOR DAN PENJAGAAN SABHARA

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH KEPULAUAN RIAU
RESORT BINTAN

DAFTAR INVENTARIS KANTOR DAN PENJAGAAN SABHARA

NO NAMA BARANG SATUAN KETERANGAN


1 2 3 4

*) Apabila keadaannya tidak jelas sesuai dengan catatan semula, agar disebutkan pada
kolom
keterangan secara jelas.

.. 2013
YANG MENERIMA YANG MENYERAHKAN


. .
NRP NRP

MENGETAHUI :
KA.SPK..


NRP

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 28


17. CONTOH BUKU REGISTER BARANG BUKTI

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH KEPULAUAN RIAU
RESORT BINTAN

BUKU REGISTER BARANG BUKTI

PENERIMAAN PENGIRIMAN PENITIPAN / PENYIMPANAN


NO.&T YG
JENIS
GL KEPA OLE MENERI DASAR
DAN NAMA T YG KE
NO SURAT DA TG H MA PENITIPA
JUMLAH PENY G MENITIPK T
TANDA SIAP L SIAP TITIPAN/ N/PENYIM
BARANG IDIK L AN
PENERI A A PENYIMP PANAN
BUKTI
MAAN ANAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 29


MEKANISME PELAYANAN DAN PENGADUAN DI PENJAGAAN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 30


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 31
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 32
BAGIAN PELAYANAN DAN PENGADUAN

BENTUK PIHAK YANG DILAYANI STANDAR TINGKAT LAYANAN PERALATAN / KET


NO PROSES PELAYANAN
LAYANAN EKSTERNAL INTERNAL WAKTU HASIL PERLENGKAPAN
1. Berpenampilan yang baik dan 15 20 Pelapor/pengadu a. Komputer;
sopan pada saat jaga/dinas serta Menit terlayani dengan b. Printer;
tidak meninggalkan penjagaan cepat dan baik. c. Buku Agenda
pada saat dinas. Meningkatnya Citra d. Buku Mutasi
2. Memberikan Senyum, Sapa, Propam yang baik e. Buku Surat
Salam (3 S) kepada pelapor Masuk, Surat
yang datang ke kantor Keluar dan
Penjagaan. Ekspedisi
3. Menerima dan melayani tamu
dengan baik.
4. Menerima penjelasan maksud
dan tujuan dari pelapor /
pengadu.
5. Menerima dan membuat
Laporan Pengaduan/ Laporan
Melayani Pelapor/ Polisi serta mendatakan /
Anggota
1. Pengadu Masyarakat
Polri mengagendakan.
(Y01)
6. Membuat dan menyerahkan
Surat Penerimaan Laporan Polisi
(SPLP) kepada
pelapor/pengadu.
7. Memberikan informasi/
penjelasan tentang mekanisme
dan jangka waktu standar
penyelesaian penanganan
laporannya/ pengaduannya baik
diminta ataupun tidak.
8. Meneruskan pelapor/ pengadu,
saksi-saksi lainnya beserta alat
bukti (bilamana ada) ke ruang
Provos untuk dilakukan proses
pemeriksaan pendahuluan/Berita

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 33


Acara Pemeriksaan (BAP)
9. Menilai permasalahan yang
dilaporkan oleh pengadu /
pelapor.
10. Melimpahkan Laporan
Pengaduan/Laporan Polisi dan
BAP pendahuluan serta alatbukti
sesuai dengan kapasitasnya.
11. Menerbitkan surat
pemberitahuan tindak lanjut
penanganan perkara kepada
pelapor /saksi korban.
a. Berpenampilan yang baik dan 20 Menit Terlapor terlayani a. Komputer;
sopan pada saat jaga / dinas dengan cepat dan b. Printer;
serta tidak meninggalkan baik. c. Buku Agenda
penjagaan pada saat dinas.
d. Buku Mutasi
b. Memberikan Senyum, Sapa,
Salam (3 S) kepada terlapor Terselesaikannya e. Buku Surat
yang datang ke Penjgaan. masalah yang Masuk, Surat
c. Menerima dan melayani tamu dihadapi oleh pelapor Keluar dan
dengan baik. dan terlapor Ekspedisi
d. Menerima penjelasan maksud
dan tujuan dari terlapor.
e. Menganalisa dan mengevalusi
permasalahan yang
Melayani Terlapor Anggota disampaikan.
2. Masyarakat f. Mengkoordinasikan dengan
(Y02) Polri
atasan/pejabat yang
berwewenang sesuai dengan
permasalahannya.
g. Memberikan informasi/
penjelasan tentang mekanisme
dan jangka waktu standar
penyelesaian penanganan
laporannya/ pengaduannya baik
diminta ataupun tidak.
h. Menyerahkan produkyang
diperlukan (bilamana telah
tersedia)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 34


1. Menerima permintaan informasi 25 Menit a. Tersampaikannya a. Komputer;
melalui surat, telepon, email, informasi tindak b. Printer;
sms, dan datang langsung ke lanjut kasus yang c. Buku Agenda
Penjgaan. dilaporkan dengan d. Buku Mutasi
2. Meminta dan meneliti identitas si baik, cepat, tepat, e. Buku Surat
Melayani pencari informasi. dan akurat. Masuk, Surat
permintaan 3. Mencari informasi yang diminta Keluar dan
informasi tindak Anggota
3. Masyarakat di database Ka. SPK. b. Pencari informasi Ekspedisi
lanjut kasus yang Polri
dilaporkan. 4. Menganalisis dan menyimpulkan faham dan mengerti
(Y03) hasil diminta. kemajuan kasus
5. Memberikan informasi tindak yang dilaporkan.
lanjut kasus yang dilaporkan
sesuai dengan kapasitas si
pencari informasi melalui media
komunikasi atau dengan lisan.

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 35


ALUR MEKANISME
PENERIMAAN PENGADUAN MASYARAKAT

LAPORAN
MASYARAKAT

KASAT PIKET KA. SPKT I,II, II LUNCURKAN PERS


BESERTA BAMIN SPK. PATROLI TERDEKAT
SABHARA
PIKET PENJAGAAN SABHARA DNG TKP
PIKET FUNGSI.

KANIT DALMAS PERALATAN / SARPRAS


Komputer;
KANIT TURJAWALI Printer; AMANKAN STATUS
Buku Agenda QUO TKP
Buku Mutasi
Buku Surat Masuk,
Surat Keluar dan
Ekspedisi

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG PENJAGAAN Page 36