Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN

ANALISA MATRIKS BCG & GE PADA PRODUK PT.


MAYORA INDAH, Tbk.

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan yang diampu


oleh:
Azafilmi Hakiim, ST., MT.

Disusun oleh:
Rahmad Faisal 1510631140115
Rahman Dwi Maulana 1510631140117
Ripaldi Wijaya 1510631140122
Salmah Ayu Haryanti 1510631140128
Tazkia Rasyid Munajat 1510631140135
Tegar Arung Samudra 1510631140136

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG
2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
rahmat-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan laporan Analisa matriks BCG dan
GE Pada Produk PT. Mayora Indah, Tbk. ini dengan baik. Laporan ini bertujuan
untuk menunjang proses belajar mengajar mata kuliah Kewirausahaan dan sebagai
tugas yang harus dipenuhi pada mata kuliah ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini banyak memiliki kekurangan, oleh


karena itu kritik dan saran dari pembaca sangat kami hargai dan kami perlukan
untuk kesempurnaan laporan ini. Untuk itu penulis mengucapkan banyak terima
kasih.

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................... i

DAFTAR ISI ................................................................................................... ii

DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ............................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah .......................................................................... 2

1.3 Tujuan ............................................................................................ 2

BAB II LANDASAN TEORI ........................................................................ 3

2.1 Profil Perusahaan .......................................................................... 3

2.2 Strategi Pemasaran Marketing Mix 4P ......................................... 5

2.3 Siklus Hidup Produk ..................................................................... 6

2.4 Matriks BCG (Boston Consultan Group) ..................................... 7

2.5 Matriks GE (General Electric) ...................................................... 8

BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN ................................................. 10

3.1 Matriks BCG Produk PT. Mayora Indah, Tbk ............................. 10

3.2 Matriks GE PT. Mayora Indah, Tbk ............................................ 16

BAB IV PENUTUP ........................................................................................ 19

4.1 Kesimpulan .................................................................................. 19

4.2 Saran ............................................................................................ 19

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

ii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Kurva Siklus Hidup Produk ............................................................ 6

Gambar 2.5 Diagram Matriks GE .................................................................... 9

Gambar 3.1 Top Brand Awards Kategori Biskuit ............................................ 10

Gambar 3.2 Top Brand Awards Kategori Permen ........................................... 12

Gambar 3.3 Top Brand Awards Kategori Wafer ............................................. 12

Gambar 3.4 Top Brand Awards Kategori Kopi ............................................... 13

Gambar 3.5 Top Brand Awards Kategori Sereal Sarapan Pagi ....................... 13

Gambar 3.6 Matriks BCG PT. Mayora Indah, Tbk. ........................................ 14

Gambar 3.7 Martriks GE PT. Mayora Indah, Tbk ........................................... 17

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Suatu perusahaan manufaktur biasanya menghasilkan banyak produk untuk


memenuhi kebutuhan pasar dan keinginan pelanggan. Selain daripada itu,
banyaknya produk yang dihasilkan akan berpengaruh terhadap keuntungan yang
diterima oleh perusahaan. Perlu banyak strategi bagi sebuah perusahaan dengan
produk yang banyak agar bisa mengembangkan ataupun mempertahankan posisi
produknya di pasar seperti produk yang ditawarkan oleh PT. Mayora Indah,Tbk.

Setiap produk pasti mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri. Ada


beberapa produk yang sangat menguntungkan bagi perusahaan juga adapula
beberapa produk yang malah jadi beban untuk perusahaan. Oleh karena itu, untuk
mengetahui bagaimana posisi suatu produk di dalam perusahaan dilakukan lah
teknik analisis dengan matriks BCG dan matriks GE.

Matriks BCG merupakan sebuah teknik analisis yang dapat membantu


perusahaan untuk dalam mempertimbangkan peluang suatu produk untuk tetap
dipertahankan, dikembangkan, atau dilepaskan. Sedangkan, matriks GE merupakan
matriks yang digunakan untuk membuat strategi yang tepat terhadap suatu produk
berdasarkan faktor daya tarik industri dan kemampuan bersaing. Kedua teknik
analisis tersebut sangat tepat untuk dapat menggambarkan posisi produk yang kita
miliki serta dapat membantu manajemen dalam mengambil langkah atau strategi
yang baik untuk kelangsungan produk tersebut di perusahaan.

1
1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud Matriks BCG dan GE?


2. Bagaimana posisi produk PT. Mayora Indah, Tbk. dengan menggunakan
teknik analiss matriks BCG?
3. Bagaimana posisi produk PT. Mayora Indah, Tbk. dengan menggunakan
teknik analiss matriks GE?

1.3 Tujuan

1. Untuk memahami teknik analisis matriks BCG dan GE.


2. Mengetahui posisi produk PT. Mayora Indah, Tbk. dengan matriks BCG.
3. Mengetahui posisi produk PT. Mayora Indah, Tbk. dengan matriks GE.

2
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Profil Perusahaan

2.1.1 Riwayat Singkat Perusahaan

PT. Mayora Indah Tbk. (Perseroan) didirikan pada tahun 1977 dengan
pabrik pertama berlokasi di Tangerang dengan target market wilayah Jakarta dan
sekitarnya. Setelah mampu memenuhi pasar Indonesia, Perseroan melakukan
Penawaran Umum Perdana dan menjadi perusahaan publik pada tahun 1990 dengan
target market; konsumen Asean. Kemudian melebarkan pangsa pasarnya ke negara
negara di Asia. Saat ini produk Perseroan telah tersebar di 5 benua di dunia.

Sebagai salah satu Fast Moving Consumer Goods Companies, PT. Mayora
Indah Tbk telah membuktikan dirinya sebagai salah satu produsen makanan
berkualitas tinggi dan telah mendapatkan banyak penghargaan, diantaranya adalah
Top Five Best Managed Companies in Indonesia dari Asia Money, Top 100
Exporter Companies in Indonesia dari majalah Swa, Top 100 public listed
companies dari majalah Investor Indonesia, Best Manufacturer of Halal
Products dari Majelis Ulama Indonesia, dan banyak lagi penghargaan lainnya.

2.1.2 Visi dan Misi Perusahaan

Menjadi produsen makanan dan minuman berkualitas dan terpercaya dimata


konsumen domestik maupun internasional dan menguasai pangsa pasar
terbesar dalam kategori produk sejenis.
Dapat memperoleh Laba Bersih Operasi diatas rata-rata industri dan
memberikan value added yang baik bagi seluruh stakeholders Perseroan.
Dapat memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan dan negara
dimana Perseroan berada.

3
2.1.3 Kegiatan Usaha serta Jenis Produk yang Dihasilkan

Sesuai dengan Anggaran Dasarnya, kegiatan usaha Perseroan diantaranya


adalah dalam bidang industri. Saat ini, PT. Mayora Indah Tbk. dan entitas anak
memproduksi dan secara umum mengklasifikasikan produk yang dihasilkannya
kedalam 6 (enam) divisi yang masing masing menghasilkan produk berbeda namun
terintegrasi, meliputi :

Divisi Merek Dagang


Biskuit Roma Marie Susu, Roma kelapa, Roma Kelapa Sandwich,
Roma Malkist, Roma Malkist Abon, Roma Malkist Seaweed,
Roma Malkist Coklat, Roma Malkist Garlic Butter, Cream
Creakers, Danisa, Royal Choice, Better, Muuch Better, Slai O
Lai, Slai O Lai Twice, Sari Gandum, Sari Gandum Sandwich,
Coffeejoy, Chees'kress, Roma Cookies Coklat, Roma Cookies
Pineapple, dll
Kembang Kopiko, Kopiko Cappuccino, KIS, KIS Chewy, Tamarin,
Gula Juizy Milk, dll
Wafer Beng Beng, Beng Beng Maxx, Astor, Astor Skinny Roll, Roma
Wafer Coklat, Roma Zuperrr Keju, dll
Kopi Torabika Duo, Torabika Duo Susu Full Cream, Torabika
Moka, Torabika 3 in One, Torabika Cappuccino, Torabika Jahe
Susu, Torabika Creamy Latte, Kopiko Brown Coffee, Kopiko
White Coffee, Kopiko White Mocca
Makanan Energen Cereal, Energen Oatmil, Energen Go Fruit
Kesehatan
Coklat Choki-choki

Di Indonesia, Perseroan tidak hanya dikenal sebagai perusahaan yang memproduksi


makanan dan minuman olahan, tetapi juga dikenal sebagai market leader yang
sukses menghasilkan produk produk yang menjadi pelopor pada kategorinya
masing masing. Produk-produk hasil inovasi Perseroan tersebut diantaranya :

4
Permen Kopiko, pelopor permen kopi
Astor, pelopor wafer stick
Beng Beng, pelopor wafer caramel berlapis coklat
Choki-choki, pelopor coklat pasta
Energen, pelopor minuman cereal
Kopi Torabika Duo dan Duo Susu, pelopor coffee mix
Kopiko Brown Coffee, pelopor racikan kopi dengan gula aren
Torabika Creamy Latte, pelopor kopi Latte dengan sajian gula terpisah

Hingga saat ini, Perseroan dan entitas anak tetap konsisten pada kegiatan utamanya,
yaitu dibidang pengolahan makanan dan minuman. Sesuai dengan tujuannya,
Perseroan bertekad akan terus menerus berupaya meningkatkan segala cara dan
upaya untuk mencapai hasil yang terbaik untuk kepentingan seluruh pekerja, mitra
usaha, pemegang saham, dan para konsumennya.

2.2 Strategi Pemasaran Marketing Mix 4p

Menurut Kotler, strategi pemasaran dipengaruhi oleh unsur-unsur yang


disebut bauran pemasaran. Bauran pemasaran adalah kelompok kiat pemasaran
yang digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam pasar
sasaran. Bauran pemasaran terdiri dari 4 variabel utama yaitu:

a. Product (Produk)
Produk merupakan semua yang ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan,
diperoleh dan digunakan atau dikonsumsi untuk dapat memenuhi kebutuhan
dan keinginan yang berupa fisik, jasa, orang, organisasi dan ide.
b. Price (Harga)
Harga menggambarkan besarnya rupiah yang harus dikeluarkan seorang
konsumen untuk memperoleh satu buah produk dan hendaknya harga akan
dapat terjangkau oleh konsumen.
c. Promotion (Promosi)
Menggambarkan berbagai macam cara yang ditempuh perusahaan dalam
rangka menjual produk ke konsumen.

5
d. Place (Saluran Distribusi)
Tempat dimana produk tersedia dalam sejumlah saluran distribusi dan outlet
yang memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh suatu
produk.

2.3 Siklus Hidup Produk

Siklus hisup produk adalah suatu konsep penting yang memberikan


pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk. Sebagian besar kurva siklus
hidup produk digambarkan dalam bentuk bel. Kurva ini umumnya dibagi dalam 4
tahap: pengenalan, pertumbuhan, kedewasaan dan penurunan.

Gambar 1 Kurva Siklus Hidup Produk

Berikut merupakan rangkuman mengenai karakteristik, tujuan, dan strategi siklus


hidup produk:

Pengenalan Pertumbuhan Kedewasaan Penurunan


Karakteristik
Penjualan Penjualan rendah Penjualan Penjualan mencapai Penjualan
meningkat pesat puncak menurun
Biaya Biaya tinggi per Biaya rata-rata Biaya rendah per Biaya rendah per
pelanggan per pelanggan pelanggan pelanggan
Laba Negatif Laba meningkat Laba tinggi Laba menurun
Pelanggan Inovator Pengadopsi awal Mayoritas menengah Orang yang
lambat

6
Pesaing Sedikit Semakin banyak Jumlah yang stabil Jumlah menurun
mulai menurun
Tujuan Pemasaran
Meningkatkan Memaksimalkan Memaksimalkan laba Mengurangi
kesadaran dan pangsa pasar sambil pengeluaran dan
percobaan produk mempertahankan memerah merek
pangsa pasar
Strategi
Produk Menawarkan produk Menawarkan Mendiversifikasikan Membuang
dasar perluasan produk, merek dan model produk lemah
layanan, jaminan barang
Harga Mengenakan Harga untuk Harga untuk Menurunkan
tambahan biaya penetrasi pasar menyamai atau harga
mengalahkan pesaing
Distribusi Membangun Membangun Membangun Menjadi selektif;
distribusi selektif distribusi insentif distribusi yang lebih membuang gerai
insentif yang tidak
menguntungkan
Iklan Membangun Membangun Menekankan Mengurangi
kesadaran produk kesadaran dan perbedaan dan sampai tingkat
diantara pengadopsi minat di pasar manfaat merek yang diperlukan
awal dan penyalur massal untuk
mempertahankan
pelanggan yang
sangat loyal
Promosi Menggunakan Mengurangi Naik untuk Mengurangi
Penjualan promosi penjualan promosi untuk mendorong agar promosi sampai
besar-besaran untuk memanfaatkan pelanggan pindah tingkat minimal
membuat pelanggan permintaan merek
mencoba konsumen yang
besar

2.4 Matriks BCG (Boston Consultan Group)

Merupakan perencanaan potofolio model yang dikembangkan oleh Bruce


Henderson dari Boston Consulting Group pada tahun 1970 awal. Model BCG sering
digunakan untuk memprioritaskan produk mana dalam bauran produk perusahaan
yang mendapatkan lebih banyak dana dan perhatian. Model BCG didasarkan pada
klasifikasi produk (dan secara implisit juga unit bisnis perusahaan) dalam empat
kategori berdasarkan kombinasi dari pertumbuhan pasar (market growth) dan

7
pangsa pasar relatif (relative market share) terhadap pesaing terbesar (highest
competitor). Kerangka kerja ini mengategorikan produk dalam portofolio sebuah
perusahaan sebagai bintang, sapi perah, anjing, atau tanda tanya sesuai dengan
tingkat pertumbuhan, pangsa pasar, dan arus kas positif atau negatif. Dengan
menggunakan arus kas positif, perusahaan dapat memanfaatkan peluang
pertumbuhan. Matriks BCG terdapat empat posisi bisnis diantaranya:
1. Bintang
Bintang adalah bisnis atau produk dengan pertumbuhan dan pangsa yang
tinggi. Bisnis atau produk ini sering memerlukan investasi besar untuk
mendanai pertumbuhannya yang cepat. Namun pada akhirnya
pertumbuhannya akan melambat dan berubah menjadi sapi kas.
2. Sapi Kas
Sapi kas adalah bisnis atau produk yang pertumbuhannya rendah, tetapi
pangsanya tinggi. SBU yang terkenal dan berhasil ini memerlukan investasi
yang lebih kecil untuk mempertahkankan pangsa pasarnya. SBU ini
menghasilkan banyak uang yang digunakan perusahaan untuk membayar
tagihannya dan untuk mendukung SBU lain yang memerlukan investasi.
3. Tanda Tanya
Tanda tanya adalah unit bisnis dengan pangsa rendah dalam pasar yang
pertumbuhannya tinggi. Unit bisnis ini memerlukan banyak uang untuk
mempertahankan pangsanya, apalagi meningkatkannya. Manajemen harus
berpikir keras tentang tanda tanya mana yang harus dicoba untuk dibangun
menjadi bintang dan mana yang harus dibuang.
4. Anjing
Anjing adalah bisnis dan produk yang memiliki pertumbuhan dan pangsa
yang rendah. Bisnis ini bisa menghasilkan uang yang cukup untuk
mempertahankan dirinya sendiri tetapi tidak menjanjikan sumber uang yang
besar.

2.5 Matriks GE (General Electric)


Matriks GE sering disebut juga sebagai matriks Daya Tarik-Kekuatan
Industri dimana teknik ini menekankan pada kekuatan sumber-sumber daya
potensial, tidak hanya penguasaan pangsa pasar dan tingkat pertumbuhan saja,

8
melainkan meliputi banyak faktor yang berkaitan dengan daya tarik industri dan
kekuatan bisnis.

Teknik analisis ini terdiri dari dua sumbu yaitu kekuatan bisnis dan daya
tarik industri, selain itu teknik ini terbagi menjadi sembilan kuadran dimana posisi
produk dalam matriks ditentukan oleh nilai yang diperoleh dari perhitungan faktor-
faktor yang dievaluasi dalam daya tarik industri dan kekuatan bisnis. Berikut
merupakan diagram matriks GE

Posisi Unit Bisnis


Strong Average Weak

Invest/ Invest/ Hold/


Daya Tarik Industri

High Grow Grow Selective

Medium Invest/ Hold/ Divest/


Grow Selective Harvest

Hold/ Divest/ Divest/


Low
Selective Harvest Harvest

Gambar 2.5 Diagram Matriks GE.

Gambar dibawah ini merupakan strategi yang harus dilakukan oleh perusahaan
untuk kategori tertentu yang dikemukakan oleh Kotler:

9
BAB III

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

3. 1 Matriks BCG Produk PT. Mayora Indah, Tbk.

3.1.1 Top Brand Awards produk PT. Mayora Indah, Tbk.

Untuk menganalisis BCG matriks produk PT. Mayora Indah, Tbk, data
yang kita ambil merupakan data dari Top Brand Awards untuk periode 2017 Fase
1 dan 2. Berikut merupakan data Top Brand Awards dari berbagai divisi PT.
Mayora Indah, Tbk:

1. Divisi Biskuit

Gambar 3.1 Top Brand Awards kategori Biskuit

Gambar 3.1 Top Brand Awards kategori Biskuit Sandwich

10
Gambar 3.1 Top Brand Awards kategori Biskuit Marie

Gambar 3.1 Top Brand Awards kategori Biskuit Malkist

Gambar 3.1 Top Brand Awards kategori Crackers

11
Dari data tersebut, produk biskuit PT. Mayora Indah, Tbk mempunyai
indeks yang sangat baik.
2. Divisi Kembang Gula

Gambar 3.2 Top Brand Awards kategori Permen

Pada divisi ini, indeks merek produk Kopiko dan Kiss berada tipis dibawah
produk pesaingnya. Kedua merek permen tersebut juga mendapatkan TOP.
3. Divisi Wafer

Gambar 3.3 Top Brand Awards kategori Wafer


Pada divisi ini, indeks merek produk Khong Guan dan Beng-beng sangatlah
kecil.

12
4. Divisi Kopi

Gambar 3.4 Top Brand Awards kategori Kopi Bubuk Instan

Gambar 3.4 Top Brand Awards kategori Kopi dalam Kemasan


Siap Minum

Pada divisi kopi, ada dua kategori yaitu kopi bubuk instan dan kopi bubuk
dalam kemasan siap minum. Produk pada dua kategori tersebut cukup bisa
bersaing walaupun tidak menunjukkan indeks yang bagus.
5. Divisi Makanan Kesehatan

Gambar 3.5 Top Brand Awards kategori Sereal Sarapan Pagi

Produk energen mampu menguasai pangsa pasar untuk kategori sereal


sarapan pagi dengan indeks yang sangat besar.

13
6. Divisi Coklat
Pada divisi ini, merek Choki-choki tidak masuk dalam Top Brand Awards
untuk kategori coklat ataupun kategori lainnya.

3.1.2 Klasifikasi Produk PT, Mayora Indah, Tbk. Dalam BCG Matriks

Berikut ini merupakan pembahasan Matriks BCG yang dimiliki oleh PT.,
Mayora Indah, Tbk.:

High
Market Growth Rate

Low

High Low
Relative Market Share
Gambar 3.6 Matriks BCG PT. Mayora Indah, Tbk.

1. Kategori Question Marks

Pada kategori ini ditempati oleh divisi wafer. Wafer yang diproduksi oleh
PT. Mayora Indah, Tbk. memiliki pangsa pasar yang relatif rendah. Top Brand
Index yang dimiliki oleh produk ini terbilang kecil berarti kesadaran konsumen
terhadap produk pada divisi ini masih kurang. Akan tetapi, market growth rate yang
dimiliki produk pada divisi ini cukup tinggi terbukti dengan banyaknya jenis produk
yang dimiliki oleh satu merek. Perusahaan masih berusaha menumbuhkan produk-
produk pada divisi ini agar bisa berubah menjadi kategori Stars.

14
2. Kategori Star

Berdasarkan data Top Brand Awards, pada kategori ini ditempati oleh divisi
biskuit. Market share yang dimiliki divisi ini sangatlah tinggi. Brand biskuit Roma
memiliki indeks yang sangat tinggi karena biskuit tersebut telah melegenda bahkan
selama 4 dasawarsa produk tersebut masih tetap berjaya di pasar. Oleh karena itu,
kepercayaan konsumen terhadap rasa dan kualitas produk ini lah yang
menempatkan Roma sebagai merek produk biskuit terbaik di berbagai kategori
manapun dalam Top Brand Awards. Selain market share yang tinggi, market
growth rate yang dimiliki pada divisi biskuit juga sangatlah tinggi terbukti dengan
berbagai banyak varian produk yang diberikan pada divisi biskuit.

3. Kategori Cash Cows

Pada kategori Cash Cows, ditempati oleh divisi kembang gula, kopi dan
makanan kesehatan. Pada divisi makanan kesehatan, Energen sangat dikenal
masyarakat sebagai produk sereal yang paling terkenal dan paling banyak diminati.
Divisi kopi pun demikian, produknya banyak diminati dan bahkan beberapa
diantaranya menjadi pelopor. Untuk divisi kembang gula, merek kopiko lah yang
sangat terkenal karena merupakan permen dengan cita rasa kopi pertama di
Indonesia. Oleh karena itu, ketiga divisi ini memiliki market share yang tinggi
namun dengan market growth rate yang terbilang rendah karena banyak pesaing
yang lebih baik diantara mereka dan juga sulit untuk mengembangkan produk-
produknya.

3. Kategori Dogs

Pada kategori ini, ditempati oleh divisi coklat. Divisi coklat hanya
mempunyai produk dengan merek choki-choki. Walaupun choki-choki merupakan
pelopor coklat pasta, akan tetapi kesadaran konsumen terhadap produk ini sangatlah
rendah. Bahkan untuk kategori coklat pasta pada Top Brand Index, tidak ada merek
choki-choki tercantum disana. Menurut hasil pengamatan, produk ini paling banyak
diminati oleh kalangan anak-anak saja. Oleh karena itu, market share yang dimiliki
sangatlah rendah serta market growth rate pun rendah karena produk ini sulit sekali
untuk dikembangkan dan bersaing dengan produk coklat yang lain.

15
3.2 Matriks GE PT. Mayora Indah, Tbk.

Analisis portofolio direkomendasikan sebagai alat bantu dalam


mengevaluasi data lingkungan untuk perusahaan yang memiliki beberapa unit
usaha (SBU) atau memproduksi beberapa produk. Dalam melakukan penempatan
posisi untuk matriks GE terdiri dari daya tarik industri dan kekuatan bisnis.

1. Daya Tarik Industri

Analisis mengenai daya tarik industri meliputi faktor-faktor seperti ukuran


industri, tingkat pertumbuhan pasar, intensitas persaingan, margin laba perusahaan,
perkembangan teknologi, dan perilaku konsumen. Berikut merupakan gambaran
dalam menilai besarnya daya tarik industri untuk setiap divisi:

Daya Tarik Industri Divisi 1 Divisi 2 Divisi 3 Divisi 4 Divisi 5 Divisi 6


Faktor Bobot Rating Skor Rating Skor Rating Skor Rating Skor Rating Skor Rating Skor
Ukuran Pasar 0.25 5 1.25 4 1 4 1 3 0.75 5 1.25 2 0.5
Tingkat pertumbuhan pasar 0.20 5 1 3 0.6 4 0.8 3 0.6 3 0.6 2 0.4
Intensitas Persaingan 0.15 4 0.6 3 0.45 3 0.45 3 0.45 5 0.75 2 0.3
Margin Laba Perusahaan 0.18 5 0.9 3 0.54 3 0.54 3 0.54 3 0.54 2 0.36
Perkembangan Teknologi 0.13 4 0.52 4 0.52 4 0.52 4 0.52 4 0.52 4 0.52
Perilaku Konsumen 0.09 4 0.36 4 0.36 3 0.27 3 0.27 4 0.36 3 0.27
Total 1.00 4.63 3.47 3.58 3.13 4.02 2.35

Catatan: Divisi 1 (Biskuit), Divisi 2 (Kembang Gula), Divisi 3 (Wafer), Divisi 4 (Kopi), Divisi 5 (Divisi
Makanan Kesehatan), dan Divisi 6 (Coklat).

Skor daya tarik industri terbesar diperoleh divisi biskuit dengan nilai daya tarik
industri 4.63 sedangkan untuk skor terkecil diperoleh divisi coklat dengan skor
2.35.

2. Kekuatan Bisnis

Dimensi kekuatan bisnis terdiri dari faktor-faktor yang mempengaruhi


kesuksesan produk PT. Mayora Indah Tbk dan menentukan posisi produk dalam
lingkungan industrinya. Analisis kekuatan bisnis meliputi faktor-faktor seperti
pertumbuhan pangsa pasar, mutu produk, citra produk, harga, dan distribusi.

16
Kekuatan Bisnis Divisi 1 Divisi 2 Divisi 3 Divisi 4 Divisi 5 Divisi 6
Faktor Bobot Rating Skor Rating Skor Rating Skor Rating Skor Rating Skor Rating Skor
Pangsa Pasar 0.22 5 1.1 3 0.66 3 0.66 3 0.66 4 0.88 2 0.44
Mutu Produk 0.22 5 1.1 4 0.88 4 0.88 3 0.66 4 0.88 3 0.66
Citra Produk 0.18 5 0.9 3 0.54 3 0.54 3 0.54 4 0.72 2 0.36
Bentangan Produk 0.12 5 0.6 2 0.24 3 0.36 4 0.48 3 0.36 1 0.12
Harga 0.15 4 0.6 4 0.6 3 0.45 4 0.6 3 0.45 3 0.45
Distribusi 0.11 5 0.55 4 0.44 3 0.33 3 0.33 4 0.44 3 0.33
Total 1.00 4.85 3.36 3.22 3.27 3.73 2.36

Catatan: Divisi 1 (Biskuit), Divisi 2 (Kembang Gula), Divisi 3 (Wafer), Divisi 4 (Kopi), Divisi 5 (Divisi
Makanan Kesehatan), dan Divisi 6 (Coklat).

Skor kekuatan bisnis tertinggi diperoleh divisi biskuit dengan skor 4.85 dan yang
terkecil yaitu divisi coklat dengan skor 2.36.

Berikut merupakan skema posisi dalam matriks GE untuk setiap divisi:

Gambar 3.7 Matriks GE PT. Mayora Indah, Tbk.

3.2.1 Strategi

A. Divisi 1
Strategi yang tepat untuk divisi ini adalah melindungi posisi. Banyak
melakukan investasi terhadap produk ini adalah yang paling baik untuk
keberlangsungan produk-produk dalam divisi ini.
B. Divisi 2
Pada divisi ini, investasi secara besar-besaran harus dilakukan agar tetap
mempertahankan posisi ataupun menaikkan kembali posisi produk dalam

17
divisi ini. Selain itu, perusahaan harus memusatkan banyak usaha tehadap
divisi ini.
C. Divisi 3
Strategi yang tepat untuk divisi ini adalah berinvestasi untuk tumbuh.
Investasi untuk tumbuh dilakukan agar produk dapat merajai segmen
tertentu sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang lebih untuk
perusahaan.
D. Divisi 4
Pada divisi ini, perusahaan harus selektif dalam melakukan investasi.
E. Divisi 5
Strategi yang tepat untuk divisi ini adalah melindungi posisi. Banyak-
banyaklah berinvestasi agar produk dalam divisi ini bisa bertahan.
F. Divisi 6
Pada divisi ini, perusahaan harus selektif dalam melakukan investasi.
Produk dalam divisi ini tidak terlalu baik dalam hal pertumbuhan maupun
juga penjualan. Oleh karena itu, perusahaan harus berhati-hati dalam
melakukan investasi.

18
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

BCG merupakan perencanaan potofolio model yang digunakan untuk


memprioritaskan produk mana dalam bauran produk perusahaan yang
mendapatkan lebih banyak dana dan perhatian berdasarkan penguasaan pangsa
pasar dan tingkat pertumbuhannya.

Matriks GE merupakan matriks yang menekankan pada kekuatan


sumber-sumber daya potensial, tidak hanya penguasaan pangsa pasar dan
tingkat pertumbuhan saja, melainkan meliputi banyak faktor yang berkaitan
dengan daya tarik industri dan kekuatan bisnis.

Posisi divisi produk pada matriks BCG yaitu divisi wafer menempati
kategori question marks. Divisi biskuit menempati kategori star. Divisi
kembang gula, kopi, dan makanan kesehatan menempati kategori cash cows.
Sedangkan divisi cokelat menempati kategori dogs.

Pada matriks GE, divisi biskuit, divisi makanan kesehatan dan divisi
kembang gula kemenempati kategori invest/grow dengan skor daya tarik
industri tinggi dan kekuatan bisnis kuat. Divisi wafer menempati kategori
invest/grow dengan skor daya tarik industri tinggi dan kekuatan bisnis rata-rata.
Adapun divisi kopi dan cokelat berada pada kategori hold/selective dengan skor
daya tarik industri medium dan kekuatan bisnis rata-rata.

4.2 Saran

Berdasarkan analisa matriks BCG dan GE yang telah kami lakukan,


berikut ini merupakan saran kami untuk divisi produk PT. Mayora Indah, Tbk.

Divisi biskuit yang berada pada kategori star pada matriks BCG dan
berada pada posisi invest/grop pada matriks GE merupakan unit bisnis dengan

19
pertumbuhan dan pangsa pasar yang tinggi. Saran kami perusahaan perlu
memberi investasi besar untuk mendanai pertumbuhannya yang cepat.

Divisi makanan kesehatan, kembang gula yang berada pada kategori


cash cows pada matriks BCG dan berada pada posisi invest/grow pada matriks
GE merupakan unit bisnis yang pertumbuhannya rendah tapi pangsa pasarnya
tinggi. Oleh Karena itu saran kami perusahaan hanya perlu melakukan investasi
yang lebih kecil dan menggunakan keuntungannya untuk mendukung investasi
divisi wafer dan biskuit.

Divisi kopi yang berada pada kategori cash cows pada matriks BCG dan
berada pada posisi hold/selective pada matriks GE merupakan unit bisnis yang
pertumbuhannya rendah dan pangsa pasarnya rata-rata. Saran kami perusahaan
tidak perlu melakukan investasi yang lebih besar dan dan menunggu untuk
melihat apakah lingkungan pasar akan berubah dan pangsa pasarnya akan naik.

Divisi wafer yang berada pada kategori question marks pada matriks
BCG dan berada pada posisi invest/grow pada matriks GE merupakan unit
bisnis dengan pangsa rendah dalam pasar yang pertumbuhannya tinggi. Oleh
karena itu perusahaan dapat mempertimbangkan menambah modal untuk
mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasarnya.

Adapun divisi cokelat yang berada pada kategori dogs pada matriks
BCG dan berada pada posisi hold/selective pada matriks GE dapat
mempertimbangkan untuk menunggu atau menahan unit bisnis untuk melihat
apakah lingkungan pasar dapat berubah.

20
DAFTAR PUSTAKA

Kotler, Philip. 2009. Manajemen Pemasaran Edisi 13 Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

David, Fred R. 2011. Strategic Management Concepts and Cases. New Jersey:
Prentice Hall.

Wardani, Suciwati Mega. 2006. Analisis Strategi Pemasaran Industri Ban Mobil
Pada PT. INTIRUB. Fakultas Agribisnis. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Annual Report PT. Mayora Indah Tbk Periode 2016.

https://swa.co.id/swa/trends/marketing/mayora-indah-produknya-merajai-pasar-
dunia

https://swa.co.id/swa/trends/marketing/wow-bisnis-biskuit-rp-18-triliun-jadi-
rebutan

http://digilib.mercubuana.ac.id/manager/n!@file_skripsi/Isi3719476984121.pdf

https://managementgirls.wordpress.com/analisis-risiko-saham-risiko-bisnis-dan-
portofolio-bisnis-pt-mayora-indah-tbk/
LAMPIRAN

1. Divisi Biskuit

2. Divisi Kembang Gula

3. Divisi Wafer
4. Divisi Coklat

5. Divisi Kopi

6. Divisi Makanan Kesehatan

Anda mungkin juga menyukai