Anda di halaman 1dari 17

Tugas Ringkasan Paper 10

BUDGETARY CRITERIA IN PERFORMANCE EVALUATION:


A CRITICAL APPRAISAL USING NEW EVIDENCE

DAVID OUTLEY, RAILI M. POLLANEN


Accounting, Organization and Society, 25 (2000),483-496

Disusun Oleh :
Yuni Rosdiana NIM: 222161414

Ditulis untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Teori Akuntansi Manajemen
yang Dibina oleh Dr. Ari Purwanti, Ak., M.Si.

PROGRAM DOKTOR ILMU EKONOMI


KONSENTRASI AKUNTANSI
UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
September, 2017
Pendahuluan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa penelitian sebelumnya yang
menguji validitas temuan serta untuk memastikan bahwa basis model dapat
digunakan untuk masa selanjutnya. Selama 25 tahun berlalu, penelitian mengenai
pengaruh pengendalian anggaran terhadap kinerja manajerial terus dilakukan
walaupun dalam jumlah yang minim misalnya menggali peran data akuntansi
untuk evaluasi kinerja (Hopwood, 1972) namun memberikan hasil berbeda
dengan penelitian lanjutannya (Otley, 1978). Bahkan beberapa penelitian lain
memperkenalkan variabel lain dalam pengukuran (Brownell, 1982, 1985; Dunk,
1989; Harrison, 1992). Keragaman lain dalam penelitian misalnya isu yang
diangkat oleh peneliti, manajer yang dijadikan contoh (dari berbagai tipe
organisasi, jumlah, perbedaan negara) bahkan terdapat penelitian yang hanya
menggunakan manajer di satu organisasi saja. Sayangnya, tidak terdapat satu
penelitian pun yang mereplikasi secara mutlak.
Penelitian ini mereplikasi secara utuh (sejauh dimungkinkan) instrument
pengukuran dan menggunakan contoh sebanyak 125 manajer di satu sektor.
Hasilnya pun beragam. Beberapa kesimpulan dapat dikonfirmasi (sesuai dengan
penelitian sebelumnya-red), temuan tidak signifikan bahkan ada yang berlawanan
dengan penelitian sebelumnya. Sehingga topik penelitian ini memerlukan acuan
(benchmarked) yang lebih hati-hati sehingga hasil penelitian tidak dapat
digeneralisasi. Namun setidaknya penelitian ini telah banyak mengkonfirmasi
(accumulation of more reliable result) penelitian sebelumnya walau tidak
maksimal (one small step).

1. Pengembangan Hipotesis
Penelitian sebelumnya telah pengukuran cara evaluasi atau dikenal dengan
Reliance on Accounting Performance Measures (RAPM) yaitu oleh Brownell
(1982), Brownell and Hirst (1986), Dunk (1989), Brownell and Dunk (1991) and
Harrison (1992). Seluruh penelitian mengikusertakan budgetary participation
sebagai variabel penjelas (X), sedangkan kinerja manajerial dijadikan sebagai
variabel dependen (Y) kecuali tekanan dalam pekerjaan (job-related tension atau
JRT) karena variable ini dijadikan perwakilan (surrogate). Namun JRT
sesungguhnya juga digunakan sebagai variabel dependen tambahan. Dua
penelitian lainnya juga kepuasan kerja (job satisfaction) sebagai dependent
variable bahkan moderating variable. Dua penelitian lain menggunakan
ketidakpastian tanggung jawab pekerjaan (task uncertainty) sebagai moderating
variable walaupun masing masing diukur dengan cara yang berbeda.
Penelitian ini mengikutsertakan ketidakpastian tanggung jawab pekerjaan
(task uncertainty) namun diukur dengan cara yang berbeda sesuai dengan
konteksnya. Penelitian ini juga mereplikasi beberapa bagian dari penelitian
sebelumnya, mengujinya dan membentuk hipotesa sebagai berikut,
H1 : Brownell (1982) bahwa tidak ada interaksi antara cara supervisor
mengevaluasi dan budgetary participation terhadap kinerja atau kepuasan
kerja.
H2 : Brownell and Hirst (1986) bahwa tidak ada interaksi antara tekanan
terhadap anggaran (budget emphasis), budgetary participationdan
ketidakpastian tanggung jawab pekerjaan (task uncertainty) terhadap
kinerja atau tekanan dalam pekerjaan (job-related tension atau JRT)
H3 : Dunk (1989) bahwa tidak ada interaksi antara tekanan terhadap anggaran
(budget emphasis) dan budgetary participationterhadap kinerja.
H4 : Brownell and Dunk (1991) bahwa tidak ada budget emphasis, budgetary
participationdan task uncertainty terhadap kinerja
H5 : Harrison (1992) bahwa tidak ada interaksi antara budget emphasis dan
participation terhadap job satisfaction dan job-related tension.

2. Pengukuran Variabel
2.1 Budget Emphasis (RAPM)
Seluruh penelitian mereplikasi instrument pengukuran (8 item) yang
dibangun oleh Hopwoods (1972) namun dimodifikasi oleh Otley (1978), Brownell
(1982), Brownell and Hirst (1986) serta peneliti lainnya.
Penelitian ini menggunakan instrument pengukuran (10 item) yang
diadopsi dari Brownell and Hirst (1986) dengan 2 variasi. Pertama, item perilaku
(attiude) langsung digunakan dalam satu skala pengukuran (instead of two item)
sedangkan Brownell and Hirst (1986) membaginya menjadi dua skala yang
berbeda. Kedua, item kerjasama dengan kolega (cooperation with peers) juga
ditambahkan. Skala ranking dan rating tetap digunakan namun pertanyaannya
diberikan dua kali, pertama dengan mengikursertakan ranking, kedua hanya untuk
tujuan scores.

2.2 Participation
Penelitian ini menggunakan 6 item seperti yang dikembangkan oleh Milani
(1975). Namun bila diperluas, 6 item ini dapat disandingkan dengan 3 item seperti
yang diusung oleh Pope and Otley (1996) walaupun pada penelitian selanjutnya 3
item ini tidak digunakan karena tidak berkorelasi baik (not correlate well). Skala
yang digunakan, termasuk penelitian sebelumnya, mencapai 7-point kecuali oleh
Dunk (1989) yang hanya mencapai 5-point saja.

2.3 Task Uncertainty


Penelitian ini menggunakan pengukuran yang dikembangkan oleh Sathe
(1974), dan diperbaiki oleh Duncan's (1972). Pengukuran ini termasuk 3 dimensi
utama yaitu kurangnya informasi tentang lingkungan pekerjaan, tidak mampu
memperhitungkan kemungkinan di lingkungan pekerjaan serta tidak paham
dampak kesalahan sebuah keputusan. Penelitian sebelumnya hanya menggunakan
10 item dari 12 item karena dengan menghilangkan 2 item mengindikasikan
tingkat keberhasilan hingga 70%.

2.4 Job Satisfaction


Penelitian ini menggunakan 20 item pengukuran versi Minnesota
Satisfaction Questionnaire (MSQ) yang terhubung dengan 20 sub dimensi dengan
100 item kuesioner. Pengukuran ini digunakan oleh Brownell (1982, 1983) and
Harrison (1992) walaupun dengan sedikit perubahan misalnya mengganti kata
perusahaan dengan organisasi.
2.5 Job-related tension
Penelitian ini menggunakan 15 item yang dikembangkan oleh Institute for
Social Research at the University of Michigan walaupun dengan sedikit
perubahan.

2.6 Performance
Penelitian ini menggunakan 9 item yang dikembangkan oleh
Mahoney,Jerdee, and Carroll (1963) yang terdiri dari 8 sub dimensi dan 1
pertanyaan penutup (one overall question).

3. Research Site
Penelitian ini di desain dengan berbagai kendala dan solusi sebagai
berikut,
a. Walaupun responden dari manajer di berbagai organisasi dapat memberikan
hasil maksimal namun pengawasan terhadap observasi sulit untuk dilakukan
sehingga responden yang dituju hanya manajer di berbagai organisasi yang
ada di dalam 1 sektor saja.
b. Sektor yang dipilih ialah bagian administrasi di universitas dan college yang
berada di provinsi Ontario, Kanada sehingga memungkinkan mendapatkan
populasi yang homogen. Walaupun jenis organisasinya beragam, namun
lingkungan pengendaliannya relatif sama karena syarat pelaporan dan
pengendalian dipegang oleh Ontario Ministry of Education and Training.
c. Kuesioner disebarkan kepada 176 responden terpilih dimana 134 (76%)
merespon, namun hanya lebih dari 120 yang dapat digunakan karena dari 127
yang siap gunakan ternyata beberapa responden tidak menjawab pertanyaan
secara lengkap. 176 responden terdiri dari vice president, academic,
administrative, financial atauservice operations, atau dean of an academic
program area.
Rangkuman dari variabel yang diteliti tampak dalam tabel berikut

4. Result
Hasil dari penelitian ini akan dibandingkan dengan penelitian terdahulu
yaitu Brownell (1982), Brownell and Hirst (1986), Dunk (1989), Brownell and
Dunk (1991), Harrison (1992). Bila hasilnya serupa, maka diindikasikan
kesimpulan penelitian teruji untuk semua berbagai jenis organisasi dan situasi.
Bila hasilnya berbeda, maka penelitian terdahulu tidak bersifat universal. Perlu
diingat bahwa penelitian ini bukanlah untuk dibandingkan kecuali terdapat
penggunaan skala yang sama.
4.1 Brownell (1982)
Hasil deskriptif dan kesimpulan antara penelitian saat ini dengan terdahulu
tampak dalam tabel berikut,

Penelitian ini mengkaji dampak budget emphasis dan job satisfaction terhadap
kinerja manajerial. Penelitian ini menggunakan 48 manajer yang
bertanggungjawab di cost centre pada perusahaan manufaktur Amerika Serikat.
Penelitian ini menggunakan instrument pengukuran (10 item) yang diadopsi dari
Brownell and Hirst (1986) dan dikombinasikan dengan model Hopwoods yaitu
kategori Budget-Constrained [BC] dan Budget-Profit [BP] ke dalam high budget
emphasis (coded 1) dan kategori Profit Conscious [PC] dan Non-Accounting
[NA] ke dalamlow budget emphasis (coded +1). Terdapat dua perbedaan utama.
Pertama, tingkat budgetary participation yang relatif tinggi dibandingkan
penelitian terdahulu namun secara interaksi tidak terdapat perbedaan. Kedua,
score distribusi budget emphasis sedikit berbeda lebih kurang 14% (dibandingkan
45% dalam penelitian terdahulu).
Model interaksi antara job satisfaction dan managerial performance
terlihat dalam tabel III. Terlihat jelas indikasi signifikan 5% untuk job satisfaction
namun tidak signifikan untuk managerial performance. Hasil ini jelas berbeda
dengan penelitian terdahulu. Berkaitan dengan job satisfaction, kombinasi
participation dan budget emphasis (high-high dan low-low) berasosisasi dengan
job satisfaction yang rendah (low-high dan high-low). Hasil ini sejalan dengan
pengujian rata-rata dan analisa grafis serta menggunakan dua alternatif
pengukuran budget emphasis.
Berkaitan dengan kinerja, dimana Brownell menemukan hasil positif dan
signifikan, penelitian ini justru memberikan hasil sebaliknya. Bila alternatif
pengukuran budget emphasis digunakan [kombinasi accounting style
(BC+BP+PC) kedalam satu kategori dan non-accounting ke dalam kategori yang
lain] maka hasil negatif akan signifikan pada level 2%.
Kesimpulannya, penelitian ini tidak sesuai dengan hasil penelitian
terdahulu. Penelitian ini tidak dapat dijadikan rujukan untuk perbedaan distribusi
budget emphasis maupun perbedaan absolut dari participation level. Penelitian ini
hanya dapat diletakan sebagai jalan masuk pada konteks yang berbeda. Hasil
penelitian terdahulu tidak berlaku universal, validitasnya perlu diuji kembali.

4.2 Brownell and Hirst (1986)


Penelitian ini mereplikasi penelitian sebelumnya (Brownell, 1982) namun
menggunakan job-related retention (JRT) sebagai variabel dependen yang
ditempatkan pada performance dan job satisfaction.
Perbedaan minor diantara kedua penelitian ini ialah budget emphasis tidak
diukur menggunakan ranking 3 item yang dikembangkan Hopwood, namun
menggunakan 4 item. Prosedur ini yang juga digunakan dalam penelitian ini.
Perbandingan langsung dampak budget emphasis dan participation terhadap JRT
menggunakan model Brownell and Hirst (1986) tidak dapat dilakukan karena
tidak adanya batasan persamaan (restricted equation). Namun interaksi koefisien
2-way dengan menggunakan regresi 2 variabel menghasilkan nilai positif
+0.271(p = 0.0258) dan memberikan indikasi kombinasi sesuai berkaitan dengan
High JRT, sedangkan kombinasi tidak sesuai berkaitan dengan low JRT. Hasil ini
berbeda dengan penelitian terdahulu (Brownell, 1982) bahkan berlawanan dengan
penelitian Brownell and Hirst (1986).
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, perbedaan pengukuran task
uncertainty digunakan dalam penelitian ini namun tidak mempengaruhi signifikan
secara statistik seperti tampak dalam tabel 4.Interaksi koefisien 3-way yang
sebelumnya signifikan, justru menghasilkan hasil yang berlawanan dalam
penelitian ini. Keduanya memberikan kemampuan penjelas yang serupa (19%).
Faktor pendorong penelitian Brownell and Hirst (1986) ialah dengan
mengikutsertakan variabel penjelas yaitu task uncertainty. Secara tabel akan
tampak sebagai berikut.
Temuan Brownell and Hirst (1986) menyatakan interaksi antara budget
emphasis dan participation hanya memberikan hasil signifikan bila kondisi low
task uncertainty tidak diikutsertakan. Penelitian ini juga tidak mendukung hasil
penelitian Brownell and Hirst (1986). Dalam penelitian ini task uncertainty
menjadi relevan bila menjadi dampak utama (main effect). Hasil yang kontradiksi
justru ditemukan pada interaksi budget emphasis X participation terhadap JRT
termasuk interaksi job satisfaction dan managerial performance. Tidak ditemukan
interaksi koefisien 3-way, artinya organisasi yang dikaji berbeda karakteristik
dengan kajian Brownell and Hirst (1986) yang menggunakan perusahaan
manufaktur di Australia.
5.3. Dunk (1989)
Penelitian yang dilakukan oleh Dunk mereplikasi penelitian dari Brownell
(1982) berkerkaitan dengan interaksi antara budget emphasis dan participation.
Ada perbedaan besar antara pengukuran budget emphasis meskipun berdasarkan
skala Hopwood, metode peringkat tidak digunakan sebaliknya kepentingan mutlak
dari 2 item yang berbasis anggaran (yaitu meeting the budget dan concern with
cost) digunakan.
Statistik deskriptif untuk variabel-variabel yang bersangkutan ditunjukkan
dalam Tabel 5. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh
Dunk, untuk para manajer pada penelitian Dunk adanya tingkat yang lebih tinggi
dari budget emphasis (manajer produksi dari 26 perusahaan di Inggris utara).

Hasil regresi untuk kinerja manajerial pada budget emphasis dan budget
participation dapat dilihat pada tabel 6. Hasil statistik signifikan yang ditemukan
pada penelitian Dunk tidak ditemukan pada penelitian ini meskipun menggunakan
2-way interaction yang sama. Model fit pada penelitian ini sangat kurang, dengan
menggunakan model regresi hanya menjelaskan kurang dari 2% dari variasi
dibandingkan dengan data pada penelitian Dunk yaitu sebesar 20%. Pada
penelitiannya Dunk menyimpulkan bahwa telah ditemukan bukti untuk ketiga
dampak interaksi (yaitu positive, negative dan null). Pada penelitian Dunk (1989)
validitas ukuran adiktif digunakan tergantung pada intercorrelation antara 2 item
yang dikumpulkan. Tidak ada hasil yang jelas pada penelitian ini,signifikan
statistik untuk interaction coefficient tidak dapat dicapai meskipun contoh yang
digunakan jauh lebih besar.

5.4 Brownell dan Dunk ( 1991)


Dengan menggunakan teknik pengukuran, Penelitian Brownell dan Dunk
(1991) berupaya untuk menemukan 3-way interaktion, khususnya, yang berkaitan
dengan task uncertaintyyang menggunakan ukuran Van de Ven dan Delbecq
(1974). Mereka juga modified ukuranbudget emphasis, yang bergerak menjauh
dari ukuran asli Hopwood untuk ukuran penting yang pasti yang dilaporkan pada
penelitian Brownell (1985) yang digunakan oleh Dunk (1989). Sebagian
Penelitian ini mereplikasi dari penelitian Brownell dan Dunk (1991), kecuali
dengan mengukur task uncertainty yang identik. (tabel 7).
Contoh anggaran yang digunakan oleh Brownell dan Dunk sebagian besar
dicatat oleh mereka karena orientasi anggaran yang rendah yang dimiliki. Pada
tabel 8, Persamaan 3-way interaction regression yang dijalankan persis seperti
yang dilaporkan pada penelitian Brownell dan Dunk (1991). 3-way interaction
coefficient secara statistik signifikan untuk kedua kasus tersebut Meskipun secara
keseluruhan model yang digunakan hanya menjelaskan 18% dari varians
dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan oleh Brownell dan Dunk yaitu
sebesar 28%. Pada Statistik signifikan, koefisien interaksi dapat menghasilkan
berbagai mekanisme yang mendasar; meskipun model dapat memprediksi tanda
khusus untuk koefisien interaksi 3-way, model pada hasil ini tidak berarti bahwa
yang mendasarinya adalah suara. Dalam hal ini, meskipun besaran dan
signifikansi statistikserta tanda dalam istilah interaksi sama, pada pengamatan
yang dilakukan oleh Brownell dan Dunk (1991) cara yang dihasilkan sangat
berbeda.

5.5. Harrison (1992)


Penelitian yang dilakukan oleh Harrison (1992) untuk mengetahui
pengaruh budaya nasional pada hubungan yang dipelajari sebelumnya. Penelitian
ini tidak berusaha untuk mengukur budaya, dan dirancang untuk menahan culture
constan serta tidak ada replikasi langsung yang terjadi pada penelitian ini. Namun,
aspek tambahan pada penelitian Harrison adalah varian lanjut dari ukuran budget
emphasis. Harrison mengembangkan sebuah ukuran relative dengan membagi
(empat kali) skor mutlak dengan jumlah delapan nilai lain dari skala sepuluh item.
Empat kali multiplier adalah standarisasi nilai, yang memiliki skor kesatuan jika
kriteria anggaran dan non-anggaran memiliki rata-rata sama pentingnya. Hal Ini
merupakan peningkatan potensi pada ukuran mutlak Brownell, namun secara
konsep berbeda dari ukuran asli Hopwood.
Ukuran yang digunakan Harrison tidak menghasilkan koefisien regresi
yang signifikan untuk kepuasan kerja atau kinerja manajerial. Untuk JRT, ketika
istilah 3-way interaction masuk dalam persamaan, tidak ada koefisien yang
signifikan, tetapi jika itu dihilangkan hasil yang ditetapkan dalam Tabel 9
diproduksi.Dalam Tabel 9, menunjukkan interaksi yang signifikan antara budget
emphasis dan task uncertainty. PadaTabel 10dengan data yang dibagi pada nilai
rata-rata dari setiap variabel, menunjukkan bahwa meskipun interaction
coeffisien signifikan, task uncertainty merupakan pendorong utama dari perbedaan
dalam tekanan yang berhubungan dengan pekerjaan.Dengan demikian, dampak
interaksi yang signifikan secara statistik tidak selalu berarti adanya hubungan
substantif utama.
5.5 Summary of results
Dalam penelitian ini Hasilnya bervariasi tetapi banyak yang tidak
konsisten dengan pekerjaan yang dilaporkan sebelumnya. Brownell (1982) hasil
tidak direplikasi, tetapi tanda-tanda dari 2-way interaction coefficients dilaporkan
berlawanan, meskipun secara statistik tidak selalu signifikan. Brownell dan Hirst
(1986) menemukan hal yang sama berlaku untuk dampak 3-way interaction.
Sebaliknya Penelitian yang dilakukan Dunk (1989) mengungkapkan bahwa hasil
yang ditemukan tidak konsisten meskipun model penelitian menjelaskan hanya
2% dari varians dalam kinerja dibandingkan dengan Dunk 20%. Hasilnya
konsisten dengan 3-way interaksi negatif antara budget emphasis, participation
dan task uncertainty manajerial yang diteliti oleh Brownell dan Dunk (1991).
Akhirnya, perbandingan dengan Harrison (1992) yang mengindikasikan bahwa
meskipun analisis regresi menemukan 2-way interaction yang signifikan secara
statistik antara budget emphasis dan task uncertainty pada JRT, analisis yang
lebih rinci sebenarnya dijelaskan oleh satu-satunya dampak dari task uncertainty.
Dalam konteks ini Kesulitan dalam menginterpretasikan interaction coeffisien, di
mana ada kemungkinan akan menjadi multi-kolinearitas antar variabel, dan
kebutuhan untuk melaporkan ukuran dampak substantif serta tingkat signifikansi
statistik.

5. Discussion
Beberapa argumen dapat dikembangkan dari hasil penelitian ini. Pertama,
bahwa penjelasan utama untuk hasil yang berbeda terletak pada organisasi yang
terlibat dalam penelitian ini. Contoh untuk setiap penelitian direplikasi adalah
sebagai berikut :
Kedua, argumen metode penelitian yang digunakan. Secara umum
penelitian ini berfokus pada metode pengukuran yang berbasis kuesioner,
meskipun perlu dicatat bahwa penelitian ini telah menggabungkan berbagai
tingkat pengamatan dari situs yang dipilih. Tujuan utama dari penelitian ini
mengembangkan pemahaman tentang operasi dari proses kontrol organisasi; jika
tujuan tersebut diterima maka penekanan lebih besar pada kasus dan pekerjaan
tampaknya akan sesuai.
Ketiga, pengembangan konsep dan tindakan yang tepat. Hopwood pertama
kali mengemukakan konsep budget emphasis yang merupakan pusat untuk bidang
pekerjaan ini. Hal Ini mengklarifikasi pembedaan antara perangkat jangka pendek
dimaksudkan untuk melaporkan hasil anggaran dan penekanan jangka panjang
pada kinerja ekonomi riil. Perbedaan penting dan salah satu yang akan
menanggung penyelidikan lebih lanjut, berkaitan aspek yang lebih luas dari 'short-
term' dalam operasi perusahaan yang memiliki pasar saham. Bunce et al.,(1995)
menunjukkan bukti bahwa peran anggaran sebagai alat kontrol manajerial
berubah, ukuran kinerja non-keuangan semakin sering digunakan. Selain itu,
bentuk organisasi juga mengalami perubahan, dengan besar, divisi organisasi
digantikan oleh yang lebih kecil, organisasi lebih fokus terhubung ke rantai nilai
Otley (1994). Studi tentang peran akuntansi dalam pengendalian organisasi perlu
dipastikan bahwa mereka mampu memperhitungkan perubahan tersebut, dan tidak
berasumsi bahwa praktek pengendalian tetap konstan selama 25 tahun terakhir.

6. Conclusions
Sistem kontrol anggaran adalah alat kontrol utama dari organisasi,
meskipun ada indikasi bahwa peran mereka berubah. Bukti menunjukkan bahwa
praktek kontrol dan dampakyang berbeda di seluruh organisasi dan budaya adalah
upaya untuk memperoleh penjelasan perilaku.
Ada tiga jalur yang muncul untuk menawarkan potensi kemajuan:
a. Adanya kelanjutan dari pendekatan berbasis kontingensi tradisional. Hal ini
membutuhkan spesifikasi yang lebih teliti dan pengukuran variabel, baik dari
sudut pandang akuntansi, dan dalam penggunaan yang lebih luas,
perkembangan sosial-psikologis.
b. Adanya cakupan penelitian intensif dari organisasi tunggal yang bertujuan
untuk mengetahui dampak dari praktek-praktek pengendalian akuntansi yang
berbeda dalam konteks yang lebih luas. penelitian tersebut berguna dimana
dapat mencakup dimensi longitudinal yang menelusuri anteseden untuk
mengendalikan perubahan praktek dan konsekuensinya.
c. Perkembangan baru dalam praktek organisasi yang telah tercermin, agak
terlambat, perubahan dalam praktek akuntansi manajemen juga memerlukan
penelitian. Bahkan pada titik tertentu hal tersebutdapat membuat prescriptions
yang universal, tidak mungkin bahwa prescriptions tersebut akan bertahan
seiring dengan berlalunya waktu di bawah kondisi perubahan organisasi yang
signifikan. Hubungan dari praktek kontrol tersebut dengan asumsi budaya yang
lebih umum didasarkan pada fokus yang bermanfaat untuk penelitian.