Anda di halaman 1dari 8

LAMPIRAN

SURAT KEPUTUSAN
KEPALA SMA NEGERI 6 DEPOK
Nomor : 423.5/ /VII/2011

Tentang

PERATURAN AKADEMIK
SMA NEGERI 6 DEPOK

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
1. Peraturan akademik adalah peraturan yang mengatur pelaksanaan proses pembelajaran,
persyaratan kehadiran, ketentuan penilaian, remidial, kenaikkan kelas, kelulusan, layanan
konsultasi kepada guru mata pelajaran/BK, dan hak-hak peserta didik SMA Negeri 6 Depok.
2. Peserta didik SMA Negeri 6 Depok adalah anggota masyarakat yang sedang mengikuti proses
pendidikan di SMA Negeri 6 Depok.
3. Ulangan harian adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan oleh guru secara periodik untuk
mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi
dasar atau lebih.
4. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk mengukur pencapaian
kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 9 kegiatan pembelajaran.
5. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester ganjil.
6. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap.
7. Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang
dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan
merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan.
8. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran pencapaian
kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata
pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilakukan oleh Negara atau badan yang
ditunjuk Negara dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan .
9. Pembelajaran remedial adalah layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik
untuk memperbaiki prestasi belajarnya sehingga mencapai kriteria ketuntasan yang
ditetapkan dengan memberikan pembelajaran ulang pada kd yang belumtuntas.
10. Pengayaan merupakan pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui
persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum
11. Fasilitas belajar mencakup seluruh sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah,yang dapat
digunakan oleh peserta didik selama mengikuti kegiatan pembelajaran baik intrakurikuler
maupun ekstrakulrikuler;
12. Layanan konsultasi kepada mata pelajaran adalah bagian dari program pengembangan diri,
yang secara khusus dimaksudkan untuk memberikan bimbingan kepada peserta didik agar
siap dan mampu belajar secara efektif, mampu mengatasi hambatan dan kesulitan dalam
belajar, menguasai keterampilan akademik sesuai tuntutan kompetensi yang harus dicapai
pada setiap mata pelajaran .

1
BAB II
PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN
Pasal 2
Periodisasi

1. Proses Pembelajaran dilaksanakan dalam tahun pelajaran yang dimulai pada bulan juli
dampai dengan bulan Juni tahun berikutnya.
2. Satu Tahun Pelajaran dibagi menjadi dua semester.
3. Jumlah minggu efektif maksimal untuk pelaksanaan proses pembelajaran dalam satu tahun
pelajaran sebanyak 38 minggu,
4. Jumlah minggu efektif maksimal untuk pelaksanaan proses pembelajaran setiap
semesternya sebanyak 19 minggu.

Pasal 3
Waktu Pembelajaran

Proses Pembelajaran dilaksanakan dua shift dengan ketentuan sebagai baerikut :


1. Shift Pagi
a. Hari Senin s.d. Kamis dan Sabtu dimulai dari pukul 07.00 s.d. pukul 12.30 WIB;
b. Hari Jumat dimulai pukul 07.00 s.d. pukul 11.30 WIB;
2. Shift Siang
a. Hari Senin s.d. Kamis dan Sabtu dimulai dari pukul 12.35 s.d. pukul 17.30 WIB;
b. Hari Jumat dimulai pukul 13.00 s.d. pukul 17.30 WIB;

BAB III
KEHADIRAN
Pasal 4
Kehadiran Peserta didik
1. Kehadiran peserta didik dalam mengikuti setiap pelajaran dan tugas dari guru minimal 85%
dari total jumlah tatap muka dan tugas dari guru.
2. Setiap peserta didik wajib mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan kelas
maupun di lapangan ( di luar kelas ) sesuai karakteristik mata pelajaran dan tuntutan Standar
Isi setiap Mata Pelajaran.
3. Setiap peserta didik yang tidak dapat mengikuti proses pembelajaran di kelas/di luar kelas
dihitung masuk dalam kegiatan belajar mengajar apabila:
a. Mengikuti lomba mewakili sekolah;
b. Mengikuti rapat OSIS, Pramuka atau organisasi kesiswaan yang ada di lingkungan
sekolah;
c. Menghadiri upacara/kegiatan yang ditugaskan oleh sekolah dan atau
OSIS/Pramuka/organisasi kesiswaan;
d. Mengikuti lomba/pertandingan seni/olahraga dari lembaga resmi dengan dibuktikan
dengan surat dari lembaganya;
e. Mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan program sekolah.

Pasal 5
Ketidakhadiran Peserta didik
Ketidak hadiran peserta didik dalam kegiatan proses pembelajaran dapat disebabkan karena :
1. Sakit ( dibuktikan dengan surat keterangan dokter/pemberitahuan langsung/surat dari orang
tua/wali )
2. Ijin ( didahului dengan permohonan atau surat dari orang tua/wali)

2
3. Ditugaskan oleh sekolah mengikuti kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler tanpa ada surat
izin atau rekomendasi dari pembina
4. Sengaja tidak mengikuti kegiatan pembelajaran ( bolos ) dan atau tanpa keterangan yang
sah/Alpa.

BAB IV
PENILAIAN DAN REMEDIAL
Pasal 6
Kegiatan Penilaian
1. Penilaian hasil belajar peserta didik dilaksanakan secara terencana dan berkesinambungan
melalui berbagai kegiatan ulangan/ujian tertulis maupun praktek dan Tugas
Mandiri/Kelompok.
2. Ulangan yang dilaksanakan dapat berupa :
a. Ulangan Harian
b. Ulangan Tengah Semester
c. Ulangan Akhir Semester
d. Ulangan Kenaikan Kelas
e. Ujian Akhir Sekolah
3. Tugas yang dibebankan guru kepada peserta didik dapat berupa :
a. Tugas Terstruktur
b. Tugas Mandiri Tidak Tersetruktur
4. Peserta didik wajib mengikuti atau menyelesaikan seluruh tugas dan ulangan/ujian yang
diberikan oleh guru.

Pasal 7
Ulangan Harian
1. Ulangan harian disusun oleh guru mata pelajaran pada saat penyusunan silabus yang
penjabarannya merupakan bagian dari rencana pelaksanaan pembelajaran.
2. Ulangan harian dilaksanakan oleh guru mata pelajaran setelah menyelesaikan satu KD atau
lebih.
3. Ulangan harian dapat berupa tes berbentuk soal pilihan ganda, uraian atau tes lisan.
4. Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum diadakan ulangan harian
berikutnya.
5. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti kegiatan remidial.
6. Kegiatan remidial dilaksanakan dua kali setelah diberikan pembelajaran ulang dengan diberi
bobot soal yang sama, untuk remedial kedua diberi bobot soal yang lebih rendah

Pasal 8
Ulangan Tengah Semester
1. Ulangan tengah semester disusun oleh guru mata pelajaran pada saat penyusunan silabus
yang penjabarannya merupakan bagian dari rencana pelaksanaan pembelajaran.
2. Ulangan tengah semester dilaksanakan oleh sekolah secara bersama-sama untuk seluruh
mata pelajaran setelah 8 9 minggu kegiatan pembelajaran.
3. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan
seluruh kompetensi dasar ( KD ) pada periode tersebut.
4. Ulangan tengah semester berupa tes tertulis berbentuk soal pilihan ganda.
5. Hasil ulangan tengah semester diinformasikan kepada peserta didik selambat-lambatnya
satu minggu setelah pelaksanaan.

3
Pasal 9
Ulangan Akhir Semester
1. Ulangan akhir semester disusun oleh guru mata pelajaran paling lambat 2 minggu sebelum
uas dilaksanakan yang penjabarannya merupakan bagian dari rencana pelaksanaan
pembelajaran.
2. Ulangan akhir semester dilaksanakan oleh sekolah secara bersama-sama untuk seluruh mata
pelajaran di akhir semester.
3. Cakupan ulangan akhir semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh
kompetensi dasar ( KD ) pada semester tersebut.
4. Ulangan akhir semester berupa tes tertulis berbentuk soal pilihan berganda dengan jumlah
30 50 soal.
5. Hasil ulangan akhir semester diinformasikan kepada peserta didik selambat-lambatnya 4
(empat) hari setelah pelaksanaan.
Pasal 10
Ulangan Kenaikkan Kelas
1. Ulangan kenaikkan kelas disusun oleh guru mata pelajaran pada saat penyusunan silabus
yang penjabarannya merupakan bagian dari rencana pelaksanaan pembelajaran.
2. Ulangan kenaikkan kelas dilaksanakan oleh sekolah secara bersama-sama untuk seluruh
mata pelajaran di akhir semester genap.
3. Cakupan ulangan kenaikkan kelas meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan
seluruh kompetensi dasar ( KD ) pada semester tersebut.
4. Ulangan kenaikkan kelas berupa tes tertulis berbentuk soal pilihan berganda dengan jumlah
40 50 soal.
5. Hasil ulangan kenaikkan kelas diinformasikan kepada peserta didik selambat-lambatnya 4
(empat) setelah pelaksanaan.
Pasal 11
Penilaian Praktik
1. Penilaian praktik hanya dilakukan pada mata pelajaran tertentu.
2. Penilaian praktik hanya dilakukan pada indikator yang bersifat praktik.
3. Pelaksanaan penilaian praktik disesuaikan dengan kegiatan belajar-mengajar yang yang
disusun dalam penjabaran RPP.
4. Instrumen dan prosedur penilaian disusun dan dikembangkan berdasarkan ketentuan yang
berlaku.

Pasal 12
Penilaian Sikap
1. Penilaian sikap harus dilakukan pada semua mata pelajaran .
2. Penilaian sikap dilakukan pada indikator yang bersifat sikap.
3. Pelaksanaan penilaian sikap disesuaikan dengan kegiatan belajar-mengajar yang yang
disusun dalam penjabaran RPP.
4. Instrumen dan prosedur penilaian disusun dan dikembangkan berdasarkan ketentuan yang
berlaku.

Pasal 13
Ujian Sekolah
1. Ujian sekolah dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada mata
pelajaran tertentu .
2. Ujian sekolah meliputi ujian tulis ,ujian praktik dan penilaian sikap pada kelompok mata
pelajaran tertentu.
3. Prosedur dan pelaksanaan ujian sekolah tulis maupun praktik mengikuti ketentuan yang
berlaku.

4
Pasal 14
Ujian Nasional
1. Ujian nasional adalah penilaian yang dilaksanakan oleh pemerintah pada beberapa mata
pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran pengetahuan dan teknologi.
2. Prosedur dan pelaksanaan ujian sekolah tulis maupun praktik mengikuti ketentuan yang
berlaku.
Pasal 15
Remedial
1. Peserta didik yang belum mencapai KKM pada ulangan harian harus mengikuti
remedial/perbaikan nilai.
2. Remedial diberikan setelah dilakukan analisis terhadap hasil ulangan harian.
3. Remedial dapat diselenggarakan dengan berbagai kegiatan antara lain:
a. Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda melalui
kegiatan tatap muka di luar jam efektif.
b. Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan.
c. Pemberian tugas-tugas latihan secara khusus.
d. Pemanfaatan tutor sebaya.
e. Tes ulang diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti program remedial.
4. Nilai hasil remedial tidak melebihi nilai KKM.

Pasal 16
Skala Penilaian
1. Nilai pengetahuan dan pemahaman konsep ( PPK ) serta nilai praktik ( P ) dinyatakan dalam
bentuk angka bulat, dengan rentang 0 100
2. Batas nilai maksimum ketuntasan adalah 100
3. Penilaian sikap ( S ) , dinyatakan secara kualitatif dan tidak ada batas minimum ketuntasan
belajar.
4. Rumus Perhitungan Nilai Akhir ( NA ) pada raport :

Keterangan:
NA = Nilai Akhir
TG = Rata-rata Nilai tugas
UH = Rata-rata Nilai Ulangan Harian
%HDR = Persentase kehadiran


% = 100%

UTS = Nilai UTS


NU = Nilai Ulangan Akhir Semester/ Ulangan Kenaikan Kelas

BAB V
KENAIKKAN DAN KELULUSAN
Pasal 17
Ketentuan Kenaikkan Kelas X
1. Mempunyai nilai seluruh aspek penilaian pada semua mata pelajaran yang diujikan di kelas
X semester ganjil dan genap.
2. Nilai kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ) tidak lebih dari satu mata pelajaran.
3. Kehadiran peserta didik minimal 90 % dari total hari efektif yang berlaku.
4. Tidak hadir tanpa keterangan ( alpha ) maksimal 10 hari dalam satu tahun pelajaran
5. Mempunyai nilai ekstra kurikuler sesuai pilihan peserta didik/ sekolah

5
Pasal 18
Ketentuan Penjurusan
1. Memenuhi seluruh kriteria sesuai pasa 12 tersebut diatas.
2. Untuk Program Studi Ilmu Pengatahuan Alam ( IPA ) nilai Matematika, Fisika, Biologi dan
Kimia tidak kurang dari KKM dan mempunyai jumlah sekurang-kurangnya 280 atau rata-rata
70 dari emat pelajaran tersebut.
3. Untuk Program Studi Ilmu Pengatahuan Sosial ( IPS ) nilai Ekonomi, Sosiologi dan Geografi
tidak kurang dari KKM.

Pasal 19
Ketentuan Kenaikkan Kelas XI
1. Mempunyai nilai seluruh aspek penilaian pada semua mata pelajaran yang diujikan di kelas
XI IPA / IPS semester ganjil dan genap.
2. Nilai kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ) tidak lebih dari tiga mata pelajaran.
3. Kehadiran peserta didik minimal 90% dari total hari efektif yang berlaku.
4. Tidak hadir tanpa keterangan ( alpha ) maksimal 10 hari dalam satu tahun pelajaran
5. Mempunyai nilai ekstra kurikuler sesuai pilihan peserta didik.
6. Mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi tidak boleh kurang dari KKM
a. Untuk program IPA yaitu Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi
b. Untuk program IPS yaitu Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi

Pasal 20
Ketentuan Kelulusan
1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran semester 1 6 di SMA.
2. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran
kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarga
negaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, serta kelompok mata
pelajaran jasmani olah raga dan kesehatan.
3. Lulus Ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan memperoleh nilai 65.
4. Lulus Ujian Nasional. Kriteria kelulusan ujian nasional ditentukan oleh pemerintah

BAB VI
HAK PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN FASILITAS
Pasal 21
Laboratorium IPA
1. Setiap peserta didik berhak melakukan praktikum di laboratorium minimal 2 kali setiap
pelajaran fisika, kimia dan biologi dalam satu semester.
2. Peserta didik melakukan praktikum dilaboratorium di bawah pengawasan guru mata
pelajaran.
3. Dalam melakukan praktikum peserta didik harus mengikuti tata tertib yang berlaku.
4. Setiap peserta didik menyusun laporan setelah melakukan praktikum.

Pasal 22
Laboratorium Komputer
1. Setiap peserta didik berhak melakukan praktik komputer di laboratorium komputer pada
saat jam pelajaran TIK.
2. Peserta didik melakukan praktik dilaboratorium di bawah pengawasan guru mata pelajaran.
3. Dalam melakukan praktikum peserta didik harus mengikuti tata tertib yang berlaku.

6
Pasal 23
Perpustakaan
1. Setiap peserta didik secara otomatis menjadi anggota perpustakaan Negeri 6 Depok.
2. Setiap peserta didik berhak meminjam buku perpustakaan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
3. Setiap peserta didik berhak memanfaatkan buku perpustakaan sebagai sumber belajar.
4. Proses belajar mengajar dapat dilaksanakan di perpustakaan dengan bimbingan guru mata
pelajaran / piket.
5. Setiap peserta didik berhak mengakses internet di Sekolah untuk keperluan tugas mata
pelajaran di luar waktu kegiatan belajar (sesuai jadwal yang ditentukan).

BAB VII
HAK PESERTA DIDIK MENDAPAT LAYANAN KONSELING
Pasal 24
Konsultasi dengan Guru Mata Pelajaran
1. Setiap peserta didik berhak mendapat layanan konsultasi dengan guru mata pelajaran.
2. Layanan konsultasi dengan guru mata pelajaran dilakukan pada waktu yang ditentukan
secara bersama antara peserta didik dan guru.
3. Layanan konsultasi dengan guru mata pelajaran hanya terkait dengan mata pelajaran dalam
hal kesulitan mengikuti, kesulitan melaksanakan tugas atau lainnya.

Pasal 25
Konsultasi dengan Wali Kelas
1. Setiap peserta didik berhak mendapat layanan konsultasi dengan wali kelas.
2. Layanan konsultasi dengan wali kelas dilakukan pada waktu yang ditentukan secara bersama
antara peserta didik dan wali kelas.
3. Layanan konsultasi dengan wali kelas terkait dengan berbagai masalah peserta didik di kelas
peserta didik yang bersangkutan.

Pasal 26
Konsultasi dengan konselor
1. Setiap peserta didik berhak mendapat layanan konsultasi dengan konselor/guru BK.
2. Layanan konsultasi dengan konselor dapat dilakukan setiap saat sesuai jadwal kehadiran
konselor/guru BK atau selama konselor masih dapat melayani.
3. Layanan konsultasi dengan konselor terkait dengan berbagai masalah peserta didik di kelas,
di sekolah, maupun masalah pergaulan peserta didik yang bersangkutan.
4. Setiap peserta didik berhak mendapat layanan pembinaan prestasi dari konselor.

BAB VIII
HAK PESERTA DIDIK BERPRESTASI
Pasal 27
1. Setiap peserta didik yang berprestasi di bidang akademik maupun non akademik berhak
mendapat penghargaan.
2. Penghargaan peserta didik berprestasi berdasarkan ketentuan yang berlaku.

7
BAB IX
KETENTUAN PINDAH SEKOLAH
Pasal 28
Sekolah memfasilitasi adanya siswa yang pindah sekolah yaitu :
1. Antara sekolah yang memiliki jenjang akreditasi sama
2. Pelaksana pindah sekolah lintas provinsi atau Kabupaten / Kota, dilaksanakan atas
dasar persetujuan kepala sekolah asal dan kepala sekolah yang dituju, serta dilaporkan
kepada Kepala Dinas Pendidikan / Departemen Agama Kabupaten / Kota atau Provinsi
sesuai dengan kewenangannya.
3. Perpindahan peserta didik dari sekolah Indonesia di luar negeri dilaksanakan atas
dasar persetujuan Kepala Sekolah asal dan Kepala Sekolah yang dituju, serta dilaporkan
kepada Kepala Dinas Pendidikan / Departemen Agama Kabupaten / Kota atau Provinsi
sesuai dengan kewenangannya
4. Perpindahan peserta didik dari sistem pendidikan asing ke system pendidikan
nasional, dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan Direktur Jenderal Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional.
5. Melakukan tes
6. Memperoleh nilai hasil belajar untuk masing masing mata pelajaran KKM dan rata
rata mata pelajaran yang menjadi ciri utama sama atau lebih besar dari yang ditetapkan
di SMA Negeri 6 Depok.

BAB X
PENUTUP
Pasal 29
Keputusan ini disampaikan kepada pihak-pihak yang terkait untuk dipedomani dan dilaksanakan
dengan sungguh-sungguh.

Pasal 30
Hal-hal yang belum diatur dalam keputusan ini akan ditentukan kemudian.

Pasal 31
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Depok
Tanggal : 18 Juli 2011
Kepala Sekolah

Drs. Amas Farmas, MM


NIP. 195601251981011001