Anda di halaman 1dari 14

SYARAH SUBULUS SALAM KARYA IMAM ASH SHANANI

A. Pendahuluan
Setelah banyak kitab-kitab kodifikasi hadis yang masyhur dikalangan
masyarakat, para ulama Islam berpindah kecendrungan. Dari sebelumnya
memiliki kecendrungan membukukan hadis berpindah kepada
kecendrungan untuk mensyarah kitab-kitab hadis. Telah banyak ulama
yang mensyarah kitab hadits. Baik kitab hadits yang khusus memuat hadits
shahih saja sampai kepada kitab hadits yang ada memuat hadits dhaif.
Salah seorang pensyarah kitab hadits yang terkenal adalah Ash
Shanani. Beliau mensyarah kitab hadits yang khusus disusun berdasarkan
bab-bab fiqih, yakni kitab Bulughul Maram kitab ini beliau syarah dengan
sangat sempurna. Dibawah ini penulis akan jelaskan mengenai Imam Ash
Shananidan kitab syarah Bulughul Maram yang disusunnya. Dengan
rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana biografi Imam Ash Shanani?
2. Bagaimana isi kitab Syarah dari Bulughul Maram?

B. Pembahasan
1. Biografi Imam Ash Shanani
Imam Ash Shanani memiliki nama lengkap Muhammad bin Ismail
bin Shalah bin Muhammad bin Ali al-Kahlani dan kemudian dikenal
dengan nama Ash Shanani. Beliau memiliki garis keturunan sampai
kepada Hasan bin Abi Thalib. Lahir pada malam jumat pertengahan
bulan Rabiul Akhir tahun 1099 H disebuah tempat yang bernama
Kahlan, sebuah kota di Yaman, sehingga beliau pun di panggil dengan
sebutan Al-Kahlani.
Pada usianya yang ke delapan beliau pindah bersama orangtuanya
dari tempat kelahirannya di Shana. Dan disanalah beliau memulai
perjalanannya dalam mencari ilmu dari ulama-ulama dan guru-guru

1
besar pada zamannya. Sehingga beliaupun menjadi orang paling
menonjol di antara teman-teman sebayanya bahkan mampu
menandingi guru-gurunya.

Disamping itu, ia juga menjauhi taqlid mazhabiy yang tidak


berdasarkan kepada dalil yang kuat. Ketidak berpegangannya kepada
satu mazhab terlihat sekali dalam dalam misinya yang selalu
disampaikannya kepada umat Islam.Adapun misi tersebut adalah
sebagai berikut:

a. Menghimbau umat Islam untuk tidak membabi buta dalam


mengikuti suatu mazhab.
b. Menghimbau umat Islam untuk tidak fanatik terhadap suatu
mazhab, serta menjadikan mazhab sebagai metode atau jalan
untuk memahami hukum-hukum yang diambil dari al-Quran dan
hadist.

Dari penjelasan diatas dapatlah kita ketahui bahwasanya Imam al-


Shananiy merupakan seorang ulama yang tidak berpegangkan kapada
satu mazhab, akan tetapi ia memilih mazhab yang mempunyai dalil-
dalil yang kuat untuk dijadikan sebagai rujukan dalam beramal. Maka
dari itu, kita tidak bisa mengetahui kecenderungan Imam al-Shananiy
dalam mazhab fiqh.

Kemudian beliau pindah ke Hijaz dan belajar hadits dari ulama-


ulama besar dari Makkah dan Madinah. Beliau adalah seorang ulama
yang memiliki tingkat keilmuan yang tinggi di berbagai bidang, baik
aqli maupun naqli terutama dalam ilmu hadits. Sehingga beliau
menjadi imam para mujtahid di Yaman.
Pada tahun 1140 H beliau meninggalkan Shana menuju ke
Syaharah dan tinggal disana selama delapan tahun, disana beliau
mengajar dan menyebarkan Sunnah. Kemudian pada tahun 1148
beliaupun kembali ke Shana. Pada tahun 1182 H beliau wafat

2
bertepatan dengan hari selasa tanggal tiga bulan Syaban diusianya
yang ke delapan puluh tiga tahun.
Karena kapasitas ilmu yang dimiliki oleh imam Ash Shanani
sehingga menuai beberapa pujian dari para ulama. Diantaranya apa
yang disampaikan oleh Imam al-Syaukani didalam al-Badr al-Thali,
Imam Ash Shanani adalah seorang imam mujtahid mutlaq yang
memiliki banyak karya-karya. Beliau adalah ulama yang pandai
disemua ilmu, dapat mengungguli kolega-koleganya dan beliau adalah
satu-satunya pemimpin ulama di Shana. Beliau gencar berijtihad,
beramal dengan dalil, menghindari takliq dan melemahkan pendapat-
pendapat dalam fiqih yang tidak berlandaskan pada dalil.

2. Karya-karya Ash Shanani


Ash Shanani telah meninggalkan karya-karya yang menunjukkan
keluasan ilmunya. Sehingga dikatakan oleh Imam al-Syaukani beliau
merupakan imam mujaddid (pembaru) dalam ajaran-ajaran agama,
karya-karya beliau diantaranya adalah
a. Subul al-Salam syarah Bulughul Maram
b. Minhah al-Ghaffar Hasyiah Ala Dhau al-Nahar
c. Al-Tanwir syarah al-Jami al-Shagir li al-Suyuthi
d. Taudhih al-Afkar syarah tanqih al-Nadzar
e. Tathhir al-Itiqad an Adran al-Ilhad
f. Al-Idhah wa al-Bayan
g. Al-Adillah al-Jaliyyah fi Tahrim al-Nadzar ila al-Ajnabiyah
h. Ijabah al-Sail syarah Bughyah al-Amil Mandzumah al-Kafil fi
Ushul al-Fiqh.

3. Guru-guru Imam Ash Shanani


Imam Ash Shanani telah menimba ilmu dari banyak guru, diantaranya
adalah sebagai berikut:

3
a. Al-Sayyid al-Allaamah zaid bin Muhammad bin al-Hasan bin al-
Qasim bin Muhammad seorang ulama besar di kota al-Shanan
pada masa itu. Ia dilahirkan pada tahun 1075 H dan wafat pada
tahun 1123 H.
b. Al-Sayyid al-Allamah Shalah bin al-Husein al-Akhsafy al-
Shanani, ia merupkan ulama yang zuhud, tidak makan kecuali
dengan usaha tangannya sendiri, tidak takut pada siapapun kecuali
Allah Swt.
c. Al-Sayyid al-Allamah Abdullah bin Ali bin Ahmad bin
Muhammad bin Abd bin al-Ilah bin Ahmad bin Ibrahim, beliau
seorang ulama terkenal dalam tafsir Al-quran. Beliau lahir pada
tahun 1074 H dan wafat pada tahun 1147 H, ada riwayat lain
bahwa beliau wafat pada tahun 1144 H.
d. Al-Qadhi al-Allamah Ali bin Muhammad bin Ahmad al-Unsi al-
Shanani, seorang ulama terkenal dalam ilmu nahwu, balaghah
serta manthiq. Beliau wafat pada tahun 1139 H.
e. Al-Sayyid al-Hafizh Hasyim bin Yahya bin Ahmad al-Syami,
beliau merupakan salah seorang sastrawan terkenal, ia dilahirkan
pada tahun 1104 H dan wafat pada tahun 1157 H.
f. Abdurrahman bin Abi al-Ghaits, beliau seorang khatib masjid
Nabawi
g. Muhammad bin Ahmad al-Asadi
h. Salim bin Abdullah al-Bishri.

4. Murid-Murid Imam Ash Shanani


a. Abdul al-Qadir bin Muhammad bin Abdul al-Qadir bin al-Nashir
seorang imam al-Hafizh al-Mujtahid Muthlak. Beliau lahir pada
tahun 1135 H, dan wafat pada tahun 1207 H.
b. Ahmad bin Muhammad bin Abdul al-Hadi bin Shalih bin Abdullah
bin Ahmad Qathin seorang mujtahid dan ulama hadits, beliau
dilahirkan pada tahun 1118 H dan wafat pada tahun 1199 H.

4
c. Ahmad bin Shalih bin Abi al-Rijal, beliau lahir pada tahun 1140 H
dan wafat pada tahun 1191 H.
d. Al-Hasan bin Ishaq bin al-Mahdi, beliau dilahirkan pada tahun
1093 H dan wafat pada tahun 1160 H.
e. Muhammad bin Ishaq bin al-Imam al-Mahdi Ahmad bin al-Hasan
seorang ulama terkenal dalam berbagai macam ilmu-ilmu ijtihad,
beliau dilahirkan pada tahun 1090
f. Al-Husain bin Abdu al-Qadir bin al-Nashir bin al-Nashir bin Abdu
al-Rabbi bin Ali seorang sastrawan terkenal, beliau wafat pada
tahun 1112 H.
g. Ibrahim bin Muhammad bin Ismail seorang ulama terkenal dalam
berbagai ilmu terlebih lagi ilmu tafsir dan hadits. Beliau dilahirkan
pada tahun 1141 H dan wafat pada tahun 1213 H.
h. Abdullah bin Muhammad bin Ismail seorang ulama terkenal
dalam ilmu nahwu, saraf, bayan, maani, ushul, tafsir dan hadits.
Beliau dilahirkan pada tahun 1160 H.
i. Al-Qasim bin Muhammad bin Ismail, seorang ulama yang ahli
dalam bidang ilmu ijtihad dan keilmuan lainny. Beliau dilahirkan
pada tahun 1166 H dan wafat pada tahun 1246 H.

5. Isi Kitab Subulus Salam Secara Garis Besar


Kitab Subulus Salam, syarah Bulughul Maram (ringkasan dari
kitab Bulughul Maram) merupakan salah satu referensi utama dalam
ilmu fiqih. Kitab ini menjadi kebutuhan bagi seorang mubtadi bahkan
seorang mujtahid sekalipun. Kitab ibi sering disebut sebagai kitab
syarah hadits terbaik karena penulisannya berhasil meringkas salah
satu syarah terhadap kitab Bulughul Maram dengan apenjelasan yang
tidak terlalu panjang dan juga tidak terlalu singkat.
Sehingga kitab ini sangat memudahkan bagi orang yang masih
baru. Tetapi juga tidak mengurangi kadar keilmiahannya sehingga

5
kitab ini juga sangat dibutuhkan oleh orang yang tingkat keilmuannya
sudah diatas.
Dalam penyusunan kitab Subulus Salam Imam Ash Shanani
menggunakan metode yang cukup simple dan tidak bertele-tele. Beliau
hanya menuliskan syarah tiap-tiap hadits dengan bahasa yang mudah
kemudian setelah itu beliau menyimpulkan hukum yang bisa diambil
dari hadits tersebut dengan menyebut pendapat dari ulama fiqih
seperti pendapat empat imam madzhab, pendapat para sahabat,
madzhab zaidiyah, hadawiyah dan lain-lain.

6. Metode Penulisan Kitab Subulus Salam


Diantara metode yang ditempuh Imam Ash Shanani dalam
penulisan kitab Subulus Salam adalah sebagai berikut:
a. Menuliskan teks hadits terlebih dahulu, dan lanjut dengan menulis
komentar dari al-Hafidz Ibnu Hajar
b. Kemudian menuliskan biografi singkat tentang sahabat perawi
hadits.
c. Setelah itu kemudian beliau mulai memaparkan tambahan-
tambahan dan penjelasan singkat mengenai matan hadits dengan
pendekatan ilmu hadits.
d. Menjelaskan kata-kata asing dalam matan hadits dan menjelaskan
bab fiqih yang berkaitan dengan hadits tersebut.
e. Menjelaskan irob kalimat dala hadits sewaktu-waktu.
f. Setelah itu barulah kemudian beliau mulai mensyarah hadits
dengan mengutip pendapat-pendapat para ulama dan perbedaan
mereka dalam masalah-masalah fiqih yang berkaitan dengan hadits
tersebut.
g. Menjelaskan hal-hal yang dianggap rancu dan pertentangan di
sebagian hadits

6
h. Mentarjih apa yang dianggap rajih (kuat) dengan mencantumkan
dalil yang menguatkan pendapatnya disertai dengan bantahan
terhadap dalil orang yang bersebrangan dengannya.1

7. Sistematika Penyusunan Kitab Subulus Salam


Subulus Salam dalam penyusunannya mengikuti pola penyusunan
kitab Bulughul Maram. Kitab Bulughul Maram disusun berdasarkan
bab-bab fiqh. Subulus Salam terdiri dari empat jilid. Sedang kan
Bulughul Maram hannya satu jilid saja.
Dalam melakukan pensyarahan dalam Subulus Salam, imam Ash-
Shanani memulai dengan judul bahasan dengan sebutan kitab. Setiap
kitab yang beliau sebutkan beliau jelaskan maksud atau menjelasan
makna kitab tersebut. Misalnya kitab thahara beliau menjelaskan
makna thahara tersebut, setelah itu baru di tampilkan hadits terkait
dengan kitab tersebut. Atau langsung dilanjutkan dengan bab. Dalam
bab tersebut baru ada hadits yang beliau syarah. Beliau juga
menjelaskan makna dari bab tersebut dan kadang-kadang memang
tidak dijelaskan.
Imam Ash-Shanani dalam menyusun kitab Subulus Salam, dalam
pemberian nama kitab dan bab dalam Subulus Salam, sesuai dengan
yang terdapat dalam kitab Bulughul Maram. Namun penulis
menemukan imam Ash-Shanani menambahkan hadits-hadits dalam
bab tertentu. Misalnya dalam bab zikir dan doa. dalam Bulughul
Maram di temukan 28 hadits. Tapi dalam Subulus Salam ditemukan 30
hadits. Ada tambahan dua buah hadits. Setelah penulis teliti ternyata
imam ash-shanani menambah dua riwayat Tirmidzi.

1
http://mochwahab.blogspot.co.id/2013/06/mengenal-kitab-
subulussalam.html

7
Bentuk pensyarahan imam Ash-Shanani adalah: Menjelaskan
segala aspek dalam hadits tersebut. Di mulai dengan menjelaskan judul
kitab dan bab, setelah itu dijelaskan perawi. Setelah selesai
menjelaskan perawi, imam Ash-Shanani berpindah menjelaskan
matan hadits. Matan hadits yang beliau jelaskan sangat rinci sekali.
Karena beliau menjelaskan secara lengkap dengan penggalan-
penggalan kalimat yang menarik. Sehingga kitab Subulus Salam
menjadi empat jilid. Syarah dari Bulughul Maram yang hanya satu
jilid.
Imam Ash Shanani dalam melakukan pensyarahan. Beliau juga
memunculkan hadits-hadits pendukung. Beliau juga menjelaskan
kualitas hadits yang beliau syarah. Menjelaskan nama, baik nama
perawi, nama orang yang beliau kutip atau nama-nama orang lain
dalam posisi lain pula. Beliau selalu menjelaskan secara rinci mulai
cara membaca nama tersebut sampai kepada hal-hal lain yang beliau
rasa perlu disebutkan.
Di bawah ini akan di jelaskan secara rinci kitab dan bab dalam
Subulus Salam diserta jumlah hadits dalam setiap kitab dan bab.
Untuk lebih jelasnya lihat tabel:

No Jilid Nama Kitab Jumlah Total


Hadits

1 Jilid satu 1. Kitab Thahara 141 141


2. Kitab Shalat
191 332

2 Jilid 2 - lanjutan hadits dari 218 550


kitab shalat
48 598
1. Kitab Zakat
2. Kitab Siyam 55 653
3. Kitab Haji
56 709

8
3 Jilid 3 1. Kitab Buyu 172 881
2. Kitab Nikah
96 977
3. Kitab Thalak
4. Kitab Rujah 15 992
5. Kitab Al-Jinayat
65 1057

26 1083

4 Jilid 4 1. Kitab Hudud 50 1133


2. Kitab Jihad
60 1193
3. Kitab Al-Thaamah
4. Kitab Al-Iman Wa 40 1233
Al-Nudzur
21 1254
5. Kitab Qada
6. Kitab Amru Adab
Al-Qadi
17 1271
7. Kitab Al-Atiq
8. Kitab Al-Jami 19 1290

19 1309

127 1436

5 Total jumlah hadits dalam kitab Subulus Salam yang disyarah


oleh imam Ash-Shanani dari Bulughul Maram adalah 1436
hadits.

8. Contoh Sistematika Kitab Subulus Salam

9
















:

:
:






:



: {
} {




.

:









. :






10

)




:




.

:
"
"


:




.


:
" : "



) : (

.

" "

:
" .
"

]

[ :





) (






. : , .
: , ()

11

. ,
()
, ()
( ) . :

,
( )
() ( )
.

() ()
.
: .

:
.






.


:


.

12
:






.

: " " -


- [ : ] [


"
[ " ]



{ :

} "
{ :
"


}








:



{

{ - }
} :
.

Dari contoh diatas terlihat bagaimana metode imam Ash Shanani


dalam mensyarah kitab Bulughul Maram. Beliau menjelaskan secara
lengkap dan sempurna segala aspek yang berkaitan dengan hadits
tersebut. Mulai dari menjelaskan judul kitab, judul bab, setelah itu
beliau melanjutkan dengan menjelaskan segala yang bersagkutan

13
dengan hadits. Dimulai dari menjelaskan nama perawi, pada contoh
di atas terlihat beliau menjelaskan nama Abu Hurairah. Setelah itu
beliau juga menjelaskan nama-nama orang yang beliau kutip
pendapatnya disertai cara membaca nama tersebut. Sehingga hilanglah
keraguan dalam membaca nama ulama tersebut.

Dalam menjelaskan hadits beliau menjelaskan secara perkalimat.


Beliau juga menambahkan dengan hadits lain yang terkait dengan
hadits yang beliau syarah. Seperti contoh di atas beliau menjelakan
tentang asbabul wurud hadits tersebut serta ada hadits lain yang beliau
kemukakan. Beliau juga menjelaskan kualitas hadits berdasarkan
pendapat-pendapat ahli hadits.2

C. Kesimpulan
Imam Ash Shanani memiliki nama lengkap Muhammad bin Ismail
bin Shalah bin Muhammad bin Ali al-Kahlani. Beliau dilahirkan pada
tahun 1059 H di daerah yang bernama Kahlan, kemudian beliau pindah
ke Shanan dan disanalah beliau banyak menimba Ilmu dan menjadi
Imam besar. Banyak karya yang beliau hasilkan salah satunya ialah
syarah Subulus Salam yang penulis tulis. Beliau wafat pada hari ketiga
bulan Syaban tahun 1182 H diumurnya yang ke 83 tahun.
Kitab Subulus Salam merupakan syarah dari kitab hadits Bulughul
Maram, yang memiliki empat jilid yang disusun sesuai dengan kitab
Bulughul Mara dimuali dari bab Thaharah sampai ke bab Jami.

2
http://gus-tafsirel-hadits.blogspot.co.id/

14