Anda di halaman 1dari 1

KLASIFIKASI BARANG EKSPOR INDONESIA

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, telah mengatur dengan jelas ketentuan


barang-barang
yang dapat diekspor di Indonesia. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor: 13 Tahun
2012, disebutkan bahwa , barang ekspor diklasifikasikan (dikelompokkan) atas 3
(tiga) bagian besar , yaitu : (1). barang bebas ekspor, (2). Barang dibatasi
ekspornya, (3). Barang dilarang ekspor.

(1). Barang Bebas ekspor adalah barang yang tidak termasuk dalam kelompok barang
yang dibatasi ekspornya dan barang yang dilarang ekspor .
Contoh : Furniture, Elektronika, Handy Craft, Makanan dan Minuman

(2). Barang dibatasi ekspornya adalah barang yang dibatasi eksportirnya, jenis dan/
atau jumlahnya yang diekspor. Barang yang dibatasi ekspornya ditetapkan
berdasarkan: untuk melindungi keamanan, kesehatan, adanya perjanjian internasional,
terbatasnya pasokan barang di dalam negeri.
Persyaratan agar barang-barang yang dibatasi ekspornya dapat diekspor adalah
setiap pelaku ekspor harus terdaftar, disebut Eksportir terbatas (ET), dan adanya
persetujuan Ekspor (PE) setiap kali mengirim barang ekspor tersebut, barang wajib
dilakukan verifikasi oleh surveyor (Laporan Surveyor), barang ekspor wajib mengurus
Surat Keterangan Asal barang (COO), dokumen lain yang dipersyaratkan dalam
peraturan perundang-undang.
Contoh : Eksportir Terbatas Produk Pertambangan (ET- Produk Pertambangan) yang
diatur dalam Permendag no.29 tahun 2012, yang telah direvisi dengan Permendag No.
56 Tahun 2012.

Kasus PT.Newmont, sebagai eksportir konsentrat tembaga, yang harus menunggu


rekomendasi dari Kementerian teknis ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) sebagai
salah satu persyaratan untuk mendapatkan ET Produk Pertambangan. Kementerian ESDM
tidak mengeluarkan rekomendasi karena PT. Newmont belum adanya realisasi
pembangunan smelter.

(3). Barang yang dilarang ekspornya adalah barang yang tidak boleh diekspor . Ada
sanksi yang tegas, jika seseorang atau badan usaha mencoba untuk mengirim barang
yang dilarang ekspornya. Sanksi adminitrasi dan/ atau sanksi lain diatur sesuai
dengan ketentuan dalam peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Kelompok
barang yang dilarang ekspornya , diatur dalam Permendag Nomor 44 Tahun 2012 tentang
barang dilarang ekspor. Contoh: Batu mulia (selain intan) dan batu semi mulia
tidak dikerjakan selain Rubi dan Jade.

permen dag 44/M-DAG/PER/7/2012 ttg barang dilarang ekspor