Anda di halaman 1dari 9

DIAGRAM ALIR 4

Program Studi Teknik Lingkungan

Nama Mata Kuliah Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum

Jumlah SKS 3

Pengajar 1. Prof. Dr. Ir. Mary Selintung, MSc.


2. Dr. Eng. Ir. Hj. Rita Tahir Lopa, MT
3. Ir. Achmad Zubair, MSc.
4. Dr. Eng. Bambang Bakri, ST., MT.
5. Roslinda Ibrahim, SP., MT
Setelah lulus mata kuliah ini mahasiswa mampu
Sasaran Belajar membuat perencanaan dan perancangan
bangunan pengolahan air minum

Mata Kuliah Prasyarat Penyediaan Air Minum

Mata Kuliah bangunan pengolahan air Minum


merupakan mata kuliah yang diwajibkan bagi
mahasiswa semester VI yang telah mengikuti
materi perkuliahan penyediaan air minum. Materi
perkuliahan mencakup pembahasan mengenai
Deskripsi Mata Kuliah
pengertian dan metode perencanaan bangunan
pengolahan air minum; penentuan kebutuhan air
dan debit air baku, analisis kualitas air baku,
perencanaan bangunan unit pengolahan: intake,
prasedimentasi, koagulasi dan flokulasi,
sedimentasi, filtrasi, disinfeksi, pengolahan
lumpur, reservoir dan pengolahan lumpur.

1
I PENDAHULUAN

1.1 CAKUPAN ATAU RUANG LINGKUP MATERI PEMBELAJARAN


Materi pembahasan pada pertemuan ke-4 (empat) ini meliputi:
Diagram alir pengolahan berdasarkan air baku
Proses pengolahan air permukaan
Proses pengolahan air tanah

1.2 SASARAN PEMBELAJARAN

Mampu menentukan diagram alir pengolahan berdasarkan karakteristik air


baku yang akan diolah menjadi air minum

1.3 PRILAKU AWAL MAHASISWA

Mahasiswa telah membaca bahan ajar dan memahami bahan kuliah


terdahulu dengan baik

1.4 MANFAAT

Manfaat yang penting dalam mempelajari materi ini adalah meningkatkan


pengetahuan mahasiswa mengenai proses pengolahan setiap jenis air baku
untuk air minum.

1.5 URUTAN PEMBAHASAN

Materi pembahasan dimulai dengan pengetahuan mengenai faktor-faktor


yang mempengaruhi dan prosedur penyusunan diagram alir proses pengolahan
air minum. Selanjutnya pembahasan materi mengenai proses pengolahan air
permukaan dan air tanah.

1.6 PETUNJUK BELAJAR

Mahasiswa diharapkan membaca isu terkait melalui media massa yang


menambah wawasan secara umum. Membaca bahan yang akan dikuliahkan
pada minggu berikut agar dapat lebih siap dan dapat didiskusikan pada
pertemuan berikut.

2
II PENYAJIAN

2.1 DIAGRAM ALIR PENGOLAHAN BERDASARKAN AIR BAKU

Diagram alir pengolahan air minum merupakan diagram yang


menggambarkan aliran proses dalam pengolahan air minum. Faktor penting
dalam membuat diagram alir adalah pengetahuan tentang tujuan dan fungsi dari
semua unit operasi dan unit proses, atau metoda penyisihan polutan tertentu.
Prosedur berikut dapat dijadikan sebagai acuan dalam menyusun diagram
alir proses pengolahan air minum:
1. Inventarisasi data karakteristik air baku dan tentukan tujuan pengolahan.
2. Bandingkan kualitas air baku dengan standar kualitas air minum atau standar
lain sesuai tujuan pengolahan.
3. Tentukan parameter kualitas air yang akan dihilangkan/diturunkan.
4. Pilih unit operasi dan unit proses yang dapat menghilangkan/menurunkan
kadar dari parameter kualitas tersebut.
5. Urutkan masing-masing unit tersebut dengan urutan yang benar.
6. Bila terdapat pembubuhan bahan kimia, tentukan titik pembubuhannya.
7. Tentukan lokasi semua peralatan/perlengkapan lain yang diperlukan (pompa,
valve, flow meter, titik sampling, dan lain-lain).

2.2 PROSES PENGOLAHAN AIR PERMUKAAN

Rancangan proses pengolahan air permukaan menjadi air minum


disesuaikan dengan karakteristik umum air permukaan. Parameter yang perlu
diperhatikan adalah parameter yang kadar signifikannya besar atau melebihi nilai
baku mutu air minum.
1. Air Sungai
Karakteristik umum air sungai adalah terdapat kandungan partikel tersuspensi
atau koloid. Oleh karena itu, unit pengolahan air paling tidak terdiri atas:
Koagulasi-flokulasi
Sedimentasi
Filtrasi
Disinfeksi

3
Bila air sungai mempunyai kekeruhan atau kadar lumpur yang tinggi, maka
diperlukan tambahan unit pretreatment meliputi screen dan prasedimentasi.
Bila kadar oksigen sangat rendah, maka diperlukan tambahan unit aerasi.

Gambar 4.1 Diagram alir proses pengolahan air sungai

2. Air Danau

Karakteristik air danau umumnya menyerupai air sungai, yaitu terdapat


kandungan koloid. Karakteristik yang spesifik adalah kandungan oksigen
rendah karena umumnya air danau relatif tidak bergerak, sehingga kurang
teraerasi. Dengan karakteristik umum demikian, maka diperlukan unit
pengolahan sebagai berikut:
Aerasi
Koagulasi-flokulasi
Sedimentasi
Filtrasi
Disinfeksi

Gambar 4.2 Diagram alir proses pengolahan air danau

3. Air Payau

Air permukaan yang bersifat payau (kadar garam sekitar 5000 10000
mg/l) berada di daerah rawa di pesisir. Selain kadar garam, karakteristik air
rawa ini hampir sama dengan air sungai, sehingga diperlukan proses

4
pengolahan berupa koagulasi-flokulasi sedimentasi filtrasi ditambah
dengan unit pengolahan untuk menurunkan kadar garam, misal pertukaran
ion atau filtrasi membran (mikrofiltrasi, ultrafiltrasi, dialisis, elektrodialisis,
reverse osmosis).

Gambar 4.3 Diagram alir proses pengolahan air rawa bersifat payau

4. Air Gambut

Air gambut adalah air yang kandungan bahan organik alamiahnya tinggi,
terutama asam humat dan asam fulvat. Oleh karena itu diperlukan unit
pengolahan untuk menghilangkan bahan-bahan ini, misal slow sand filter (bila
kandungan koloid rendah) atau adsorpsi karbon aktif atau reverse osmosis.
Jika air gambut tersebut mengandung koloid tinggi, maka diperlukan unit
pengolahan berupa koagulasi flokulasi.

Gambar 4.4 Diagram alir proses pengolahan air gambut dan partikel
koloid tinggi

5
Gambar 4.5 Diagram alir proses pengolahan air gambut
dan partikel koloid rendah.

2.3 PROSES PENGOLAHAN AIR TANAH


Rancangan proses pengolahan air tanah menjadi air minum disesuaikan
dengan karakteristik umum air tanah. Karakteristik umum air tanah adalah
kekeruhan atau padatan tersuspensi rendah, sehingga tidak diperlukan unit
koagulasi-flokulasi. Pengolahan hanya ditujukan pada parameter yang kadarnya
signifikan besar atau melebihi nilai baku mutu air minum.

1. Air Tanah dengan Kadar Besi dan Mangan Tinggi

Air tanah biasanya diambil dengan cara pemompaan. Kadar besi dan mangan
yang tinggi dalam air tanah dapat dikurangi dengan cara oksidasi dengan
oksigen klor, klor dioksida, kalium permanganat, atau ozone. Presipitat yang
terbentuk akibat oksidasi ini diendapkan di bak pengendap atau langsung
difilter.

6
Gambar 4.6 Diagram alir proses pengolahan air tanah berkadar
besi dan mangan tinggi

2. Air Tanah dengan Kadar Kalsium dan Magnesium Tinggi


Kadar kalsium dan magnesium yang tinggi dalam air tanah menyebabkan
kesadahan yang tinggi. Kesadahan dapat dikurangi dengan presipitasi
menggunakan kapur dan/atau soda. Presipitat yang terbentuk akibat
penambahan kapur/soda ini diendapkan di bak pengendap. Setelah itu perlu
ditambah CO untuk mengurangi kadar kapur berlebih.

Gambar 4.7 Diagram alir proses pengolahan air tanah dengan


kesadahan tinggi

3. Air Tanah Payau


Parameter air yang harus dihilangkan kadarnya pada air tanah payau ini
adalah kadar garam. Dengan teknik filtrasi membran (terutama elektrodialisis)
atau pertukaran ion, kadar garam dalam air payau dapat dihilangkan.

7
Gambar 4.8 Diagram alir proses pengolahan air tanah bersifat payau

4. Air dari Mata Air

Air dari mata air atau air tanah yang telah memenuhi semua persyaratan
kualitas air minum tidak memerlukan proses pengolahan. Namun demikian
tetap harus didisinfeksi untuk menjamin keamanan konsumen dari segi
mikrobiologis.

Gambar 4.9 Diagram alir proses pengolahan air dari mata air

8
III PENUTUP

3.1 RANGKUMAN
Diagram alir pengolahan air minum merupakan diagram yang
menggambarkan aliran proses dalam pengolahan air minum. Rancangan proses
pengolahan air menjadi air minum disesuaikan dengan karakteristik air baku
yang akan digunakan. Selain itu, perlu memperhatikan parameter yang kadar
signifikannya besar atau melebihi standar nilai baku mutu air minum.

3.2 SOAL TES FORMATIF


Untuk mengetahui tingkat penguasaan pengetahuan yang diperoleh
mahasiswa, maka dosen sebagai fasilitator memberikan tes formatif berupa
pertanyaan sebagai berikut:
1. Karakteristik umum air sungai adalah memiliki kandungan partikel
tersuspensi/koloid, gambarkan diagram alir proses pengolahan yang
dibutuhkan.
2. Pengolahan air danau menjadi air minum membutuhkan unit aerasi, jelaskan
alasannya!

3.3 UMPAN BALIK


Diskusi dan memberikan pertanyaan untuk memonitor penerimaan
mahasiswa akan bahan kuliah yang disajikan.

3.4 DAFTAR PUSTAKA


Kawamura, Susumu (1991), Integrated Design of Water Treatment Facilities, John
Wiley & Sons, Inc., New York.
Masduki, A. (2009), Bahan Ajar Mata Kuliah Pengolahan Air Minum, Jurusan
Teknik Lingkungan, FTSP, ITS Surabaya.
Qasim, S.R., Motley, E.M., dan Zhu, G. (2000), Water Work Engineering: Planning,
Design & Operation, Prentice Hall PTR, Texas.
Schulz, C.R. dan Okun, Daniel A., Surface Water Treatment for Communities in
Developing Countries, John Wiley & Sons, Inc., New York, 1984.