Anda di halaman 1dari 5

TOPIK 1

PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

TUJUAN PEMBELAJARAN:
1. Menjelaskan Landasan dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan
2. Menjelaskan Visi, Misi, dan Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan

MATERI PEMBELAJARAN
A. Landasan dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan
1. Landasan Pemikiran
Setiap warganegara diharapkan dapat berperan dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara. Kondisi ini diperlukan demi keutuhan serta
kelangsungan hidup Bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Namun, untuk mampu berperan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara perlu Panduan Nilai-Nilai dan Kemampuan Hidup. Dengan demikian,
setiap warganegara akan lebih memahami bangsa dan negaranya.
Panduan Nilai-Nilai yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara meliputi Pancasila, UUD 1945, Kebijakan Pembangunan Nasional
(GBHN), Peraturan Pemerintah maupun undang-undang yang berlaku mulai pada
tataran Tingkat Pusat/Daerah. Selanjutnya, Kemampuan Hidup yang diperlukan
sekaligus yang harus dimiliki oleh setiap warganegara meliputi Sikap,
Kepribadian, Ipteks, Keterampilan (hubungan) Sosial, dan Keproduktifan.
Persoalannya sekarang, mengapa kita harus hidup bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara? Jawabannya, perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia, mulai
sebelum bernegara, melepaskan diri dari belenggu penjajahan sampai akhirnya
mampu membentuk Bangsa dan Negara. Bahkan, sampai era mengisi
kemerdekaan. Kondisi ini, dituntut perlu adanya peran perjuangan dari bangsanya
sendiri. Peran perjuangan ini pun perlu kesamaan nilai perjuangan, yaitu jiwa,
tekad, dan semangat kebangsaan. Inilah, yang menumbuhkan kekuatan Rakyat
Nusantara sehingga mampu mendorong proses terwujudnya Bangsa dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia.

Materi Pendidikan Kewarganegaraan - Polnes Page 1


Jiwa, tekad, dan semangat sebagai nilai perjuangan telah terbukti pada perang
kemerdekaan sehingga mampu memproklamasikan kemerdekaan 17 Agustus
1945 sebagai sebuah bangsa dan negara yang merdeka. Inilah, kekuatan mental
spiritual Rakyat Nusantara sehingga mampu melahirkan sikap dan prilaku heroic
dan patriotik yang luar biasa. Kondisi inilah yang seharusnya tetap dimiliki oleh
setiap warganegara yang sekarang.
Perjuangan belum berakhir. Bangsa dan Negara harus tetap dijaga dan
mempertahankannya. Sekarang, tinggal bagaimana peran bangsa Indonesia ke
depan.
Satu di antara tantangan ke depan bagi bangsa dan negara ini adalah Globalisasi.
Globalisasi ditandai oleh kuatnya pengaruh lembaga-lembaga kemasyarakatan
internasional. Bahkan, negara-negara maju yang juga ikut mempengaruhi
perpolitikan, perekonomian, sosial budaya serta pertahanan keamanan secara
global. Akibatnya, tidak menutupkemungkinan mempengaruhi kehidupan
nasional bangsa dan negara. Di sisi lain, pesatnya perkembangan ipteks,
khususnya pada bidang informasi, komunikasi, dan transportasi membuat dunia
menjadi transparan. Kondisi ini menciptakan struktur baru, yaitu struktur global
yang sekaligus mempengaruhi struktur dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara di Indonesia. Dampak langsungnya pun akan
mempengaruhi pola pikir, sikap, dan tindakan masyarakat Indonesia, yakni
kondisi mental spiritual bangsa Indonesia.
Untuk itu, dalam menghadapi globalisasi yang sekaligus untuk mengisi
kemerdekaan perlu perjuangan nonfisik sesuai dengan profesi masing-masing.
Perjuangan ini pun perlu dilandasi oleh nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia.
Diharapkan kita masih tetap memiliki wawasan kesadaran berbangsa dan
bernegara serta sikap dan perilaku cinta pada tanah air dengan mengutamakan
persatuan-kesatuan bangsa dalam rangka bela negara demi tetap utuh dan
tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Materi Pendidikan Kewarganegaraan - Polnes Page 2


2. Landasan Hukum
Eksistensi Pendidikan Kewarganegaraan merupakan Mata Kuliah Umum Wajib
(Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian):
1) Amanah Pembukaan UUD 1945 yang termaktub pada alinea 2 dan 4 yang
secara nilai mengandung cita-cita rakyat Indonesia untuk hidup merdeka,
berdaulat, adil dan makmur. Kemudian dengan tujuan melindungi segenap
bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia.
2) Pasal UUD 1945, khususnya BAB XII PERTAHANAN dan KEAMANAN
NEGARA, pasal 30 ayat 1 dan 2.
3) Kepber Mendik dan Menhankam No.: 0028/U/1973 dan Kep. B. 43/XII/1973
(8-12-1973): Dipolakan penyelenggaraan Pendidikan Kewiraan dan
Pendidikan Perwira Cadangan di PT mulai tahun 1973/1974.
4) UU No. 20/1982 Tentang Ketentuan Pokok SISHANKAMNEG: pasal 18
tentang Hak dan Kewajiban WNI dalam bela negara (PPBN).
5) UU No. 3 Tahun 2002 tentang PERTAHANAN NEGARA (sebagai uu
pelaksanaan pasal 30 UUD 1945) yaitu Pasal 9:
a. Ayat 1: Setiap warganegara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela
negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara;
b. Ayat 2: Keikutsertaan warganegara dalam upaya bela negara,
diselenggarakan melalui: pendidikan kewrganegaraan, pelatihan dasar
kemiliteran wajib, pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau
secara wajib, dan pengabdian sesuai profesi.
6) Skepber Mendik dan Menhankam No.: 061/U/1985 dan Kep./002/II/1985 (1-2-
1985): Pendidikan Kewiraan dimasukkan ke dalam MKU yang diatur dalam
Keputusan Mendik No.: 056/U/1994 dan dinyatakan sebagai MKW
mahasiswa.
7) UU N0. 20/1989 tentang SISDIKNAS: Pasal 39 Isi kurikulum setiap jenis,
jalur, dan jenjang pendidikan wajib memuat pendidikan Pancasila, Agama,
dan Kewarganegaraan.

Materi Pendidikan Kewarganegaraan - Polnes Page 3


3. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan
a. Memperluas cakrawala berpikir dalam rangka menciptakan Kesejahteraan
dan Keamanan Nasional;
b. Meningkatkan kesadaran bela negara;
c. Berpikir komprehensif integral di kalangan mahasiswa dalam rangka
Ketahanan Nasional;
d. Menumbuhkembangkan apresiasi mahasiswa sebagai calon pemimpin
bangsa yang mampu memahami, menghayati, dan mengimplementasikan
Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional, Politik Strategi Nasional dalam
Pembangunan Nasional.

B. Visi, Misi, dan Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan


1. Visi Pendidikan Kewarganegaraan
Pengembangan kepribadian yang menjadi sumber nilai dan pedoman dalam
pengembangan dan penyelenggaraan program studi guna mengantarkan
mahasiswa memantapkan kepribadiannya sebagai manusia Indonesia seutuhnya.
2. Misi Pendidikan Kewarganegaraan
membantu mahasiswa memantapkan kepriba-diannya agar secara konsisten
mampu mewujudkan :
nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan,
rasa kebangsaan dan
cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan
mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dimilikinya
dengan rasa tanggungjawab.
3. Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan
Kompetensi Standar Pendidikan Kewarganegaraan
Standar kompetensi kelompok MPK yang wajib dikuasai mahasiswa meliputi :
pengetahuan tentang nilai-nilai agama, budaya, dan kewarganegaraan dan
kemampuan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari;
memiliki kepribadian yang mantap;

Materi Pendidikan Kewarganegaraan - Polnes Page 4


berpikir kritis:
bersikap rasional,
etis, estetis, dan dinamis;
berpandangan luas; dan
bersikap demokratis yang berkeadaban.
Kompetensi Dasar Pendidikan Kewarganegaraan
Menjadi ilmuwan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta
tanah air; demokratis yang berkeadaban;
menjadi warga negara yang memiliki daya saing: berdisiplin; dan
berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan
sistem nilai Pancasila.

Kompetensi diartikan sebagai perangkat tindakan cerdas, penuh rasa tanggung jawab
yang harus dimiliki oleh seseorang agar ia mampu melaksanakan tugas-tugas dalam
bidang pekerjaan tertentu. Dalam hal ini, warganegara berhubungan dengan negara dan
memecahkan berbagai kehidupan dalam masyarakat, berbangsa, dan bernegara dengan
menerapkan konsepsi Falsafah Bangsa, Wawasan Nusantara serta Ketahanan Nasional.
Sifat cerdas yang dimaksud tampak pada kemahiran, ketepatan, dan keberhasilan
bertindak. Selanjutnya, sifat penuh tanggung jawab tampak pada kebenaran tindakan
(dilihat dari aspek nilai ipteks, etika, kepatutan ajaran agama, dan budaya).
Kompetensi ini akan terukur dari sikap dan perilaku yang bercirikan:
1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME dan menghayati nilai-nilai falsafah
bangsa;
2. Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;
3. Rasional, dinamis, dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warganegara;
4. Bersifat professional yang dijiwai oleh kesadaran Bela Negara;
5. Aktif memanfaatkan IPTEKS untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa, dan negara.

Materi Pendidikan Kewarganegaraan - Polnes Page 5