Anda di halaman 1dari 1

Draft Arti Tema PPSMB

Semakin menurunnya kualitas kepribadian pemuda pemudi Indonesia, menunjukkan


salah satunya bahwa dunia pendidikan kurang berhasil dalam mewujudkan seorang akademisi
yang berbudi luhur, berdaya saing global dan memiliki jiwa kebhinekaan yang tinggi.
Banyaknya kriminalitas dikalangan pemuda yang justru juga dilakukan oleh anak-anak yang
terdidik, cukup membuktikan bahwa pendidikan formal belum sepenuhnya mampu
mewujudkan nilai-nilai pendidikan yang dimaksudkan, seperti kasus klitih dan tawuran
yang sering terjadi akhir-akhir ini. Penyelesaian kasus seperti itu diharapkan tidak hanya
berhenti dalam duduk diskusi, namun juga harus ada upaya koordinasi yang serius antara
stakeholder dengan para pendidik.

Sebagai geograf muda hendaknya mampu menjadi inisiator garda terdepan yang tidak
hanya menjadi insan muda yang ahli dalam analisis spasial dan memahami proses-proses
yang terjadi, namun juga harus memiliki nilai-nilai luhur dalam kehidupannya. Geograf yang
berkepribadian luhur tentu akan memiliki akhlak yang mulia dan mampu melaksanakan
tugas-tugas hidupnya secara selaras, serasi, seimbang antara lahir-batin, jasmani-rohani,
material-spiritual, dan individu-sosial. Sehingga seorang geograf muda di mata masyarakat
nantinya mampu menjadi tauladan dan berguna dalam lingkungan masyarakat.

Seorang geograf muda juga harus memiliki daya saing global, yang menjadikan
insan geografi tidak kalah dengan disiplin ilmu lainnya. Sebagai geografi yang berdaya saing
global tentu membutuhkan sebuah proses panjang hingga nantinya menghasilkan geograf
yang memiliki jiwa kompetitif dan komperatif yang unggul. Pemikiran geograf yang sudah
terbiasa dengan jalan berfikir yang terstruktur dan tajam dalam melakukan analisis,
mempermudah para geograf bersaing dengan disiplin ilmu lainnya.

Geograf yang berkepribadian luhur dan mampu berdaya saing global hendaknya
mengelaborasikan kedua aspek tersebut dalam semboyan bingkai kebhinekaan.
Harapannya, dengan adanya jiwa kebhinekaan, geograf memiliki rasa saling toleransi dalam
bahasan keilmuan maupun dalam hubungan aspek lainnya. Kebhinekaan juga membuat
kepribadian seorang geograf selalu memiliki rasa untuk saling menghargai dan memahami
satu sama lain. Sehingga cita-cita bangsa dalam mewujudkan perdamaian dapat tercapai dan
mencetak para geograf muda sebagai seorang ilmuwan yang berjiwa nasionalis tinggi.